Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: remaja
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penggunaan Smartphone Terhadap Kualitas Komunikasi Interpersonal Kalangan Remaja di Desa Tumbang Tujang Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Andini, 2026 : Penggunaan Smartphone Terhadap Kualitas Komunikasi Interpersonal Kalangan Remaja di Desa Tumbang Tujang Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya, Pembimbing I I Wayan Sutarwan, S.Pd.,M.Pd.H Dan Pembimbing II I Made Darsana, S.Pd.,M.Pd Perkembangan teknologi komunikasi, khususnya smartphone, telah mengubah pola komunikasi remaja dalam kehidupan sehari-hari. Selain mempermudah komunikasi dan akses informasi, penggunaan smartphone yang berlebihan berpotensi menurunkan kualitas komunikasi interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan smartphone terhadap komunikasi interpersonal kalangan remaja serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi di Desa Tumbang Tujang, Kecamatan Uut Murung, Kabupaten Murung Raya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan yang bersifat deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan smartphone memberikan dampak positif berupa kemudahan berkomunikasi, mempercepat penyebaran informasi, serta membantu menjaga hubungan dengan keluarga dan teman. Namun, penggunaan yang berlebihan menyebabkan berkurangnya intensitas komunikasi tatap muka, menurunnya kualitas interaksi langsung, dan meningkatnya ketergantungan terhadap media sosial. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan jaringan internet, ketergantungan terhadap smartphone, menurunnya keterampilan komunikasi langsung, kesalahpahaman dalam komunikasi digital, serta kurangnya pengawasan orang tua dan pengelolaan waktu penggunaan smartphone. Penelitian ini menyimpulkan bahwa smartphone memberikan manfaat bagi remaja apabila digunakan secara bijaksana dan seimbang. Oleh sebab itu diperlukan peran remaja, orang tua, sekolah, dan pemerintah dalam meningkatkan literasi digital serta mendorong interaksi sosial secara langsung agar kualitas komunikasi interpersonal tetap terjaga.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peranan Orang Tua Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Keagamaan Hindu Kepada Anak-anaknya di Desa Hurung Enep Kecamatan lahei Kabupaten Barito Utara

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK DESMITA. 2020. Peranan Orang Tua Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Keagamaan Hindu Terhadap Anak-Anaknya Di Desa Hurung Enep Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara. Fakultas Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro,S.Pd.,M.Si. Pembimbing II Lilik,S.Ag.,M.Pd.H Skripsi ini mengkaji peranan orang tua dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan Hindu terhadap anak-anaknya di Desa Hurung Enep Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara. Sebagai orang tua sudah menjadi kewajiban untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan pada anak-anak mereka dari kecil, ini akan membentuk kepribadian anak yang baik, dan dapat menghindari perilaku menyimpang yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Fenomena yang terjadi Kurangnya perhatian, pembinaan, dan memberikan pendidikan nilai-nilai keagamaan Hindu oleh orang tua kepada anak-anak mereka. Karena faktor ekonomi yang kurang, menuntut para orang tua untuk bekerja dan bekerja, sehingga kurangnya waktu untuk mendidik anak-anak mereka. Hal ini menyebabkan banyak anak-anak remaja di Desa Hurung Enep melakukan perbuatan yang menyimpang dari ajaran agama Hindu. Berdasarkan urain tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Apa faktor yang menyebabkan perilaku menyimpang pada anak-anak generasi Hindu di Desa Hurung Enep Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara?, 2) Bagaimana upaya orang tua dalam menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anaknya?. Tujuan penelitian untuk mengetahui secara mendalam bagaimana peran orang tua dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan agama Hindu pada anak-anaknya di Desa Hurung Enep. Penelitian ini dikaji dengan teori peranan orang tua, teori sosialisasi, dan teori nilai keagamaan Hindu. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif. Sumber data yaitu sumber data primer dan sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik pengumpulan informasi, reduksi, dan tahap akhir atau penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori peran orang tua maka diperoleh bahwa faktor perilaku menyimpang pada anak-anak generasi Hindu yakni faktor keluarga sebagai penyebab kenakalan remaja dan peran control didalamnya, faktor lingkungan sekolah yang tidak menguntungkan, faktor milieu atau lingkungan, faktor pergaulan dengan kelompok yang menyimpang, faktor kesenjangan kaum tua dan kaum muda, faktor lemahnya kesadaran beragama, faktor bacaan yang merusak, dan faktor kondisi jiwa yang kosong. Upaya orang tua dalam menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anaknya yang dianalisis menggunakan teori sosialisasi dan teori nilai keagamaan Hindu yakni metode nasehat, metode keteladanan, bimbingan, memberikan tugas, dan metode pembiasaan.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pembentukan Karakter Remaja Perspektif Pendidikan Hindu di Kota Palangka Raya

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Karakter akan terbentuk jika aktivitas dilakukan berulang-ulang secara rutin hingga menjadi suatu kebiasaan. Kebiasaan itu akan membentuk karakter remaja. Individu yang berkarakter baik atau unggul adalah seseorang yang berusaha melakukan hal yang baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, bangsa, dan negara yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Namun, pada kenyataannya karakter remaja zaman dulu dan karakter remaja zaman sekarang sangatlah berbeda. Perbedaan tersebut terlihat mulai dari gaya hidup, percintaan, permainan, teknologi, bahasa, sosialisasi, dan lain-lain. Remaja cenderung ingin mengikuti kehendaknya sendiri tanpa memperhatikan norma-norma yang berlaku dalam kehidupan sosial masyarakat. Adapun rumusan masalah dalam penelitian adalah (1) bagaimana proses pembentukan karakter remaja dalam perspektif pendidikan Hindu di Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, (2) apa saja faktor penghambat dalam pembentukan karakter remaja dalam perspektif pendidikan Hindu di Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, dan (3) bagaimana upaya yang dilakukan untuk mendorong terbentuknya karakter remaja dalam perspektif pendidikan Hindu di Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya? Teori yang digunakan adalah teori behavioristik, teori motivasi dan teori pembelajaran konstruktivistik. Data diperoleh dengan metode observasi, partisipasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Selanjutnya data tersebut diinterpretasi dengan memberi makna dan menjelaskan pola atau kategori serta mencari karakteristik antara berbagai konsep. Hasil penelitian dalam tesis ini menunjukkan bahwa proses pembentukan karakter remaja dalam perspektif pendidikan agama Hindu meliputi, pertama, dilakukan dengan cara pengenalan terhadap ajaran-ajaran agama Hindu melalui pendidikan informal, nonformal, dan pendidikan secara formal; kedua, memberikan pemahaman setelah dilakukan pengenalan tentang ajaran agama Hindu; ketiga, setelah dipahami alangkah baiknya dibudayakan dalam kehidupan sehari-hari, keempat, setelah dilakukan pembudayaan atau pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari terwujudlah suatu internalisasi menjadi karakter. Ada dua faktor utama penghambat dalam pembentukan karakter remaja, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang penyebabnya dari dalam diri seseorang atau individu itu sendiri, seperti potensi spiritual, potensi emosional, potensi psikologis buruk, serta potensi intelektual yang tidak seimbang. Tantangan eksternal berupa tantangan yang dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, pendidikan, dan lingungan masyarakat. Adapun upaya yang dilakukan untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan cara menumbuhkan kebiasaan baik, pemahaman, pengajaran, serta keteladanan di lingkungan keluarga, pendidikan, serta dalam lingkungan masyarakat itu sendiri.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail