Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Penulis: HANDI
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

PELESTARIAN SENI MUSIK TRADISIONAL KACAPI SANGGAR SENI PALAMPANG TARUNG IAHN-TP PALANGKA RAYA (PERSPEKTIF MANAJEMEN PENDIDIKAN AGAMA HINDU)

2023•Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Handika danuarta. 2023 “Pelestarian Seni Musik Tradisional Kacapi Sanggar Seni Palampang Tarung. IAHN-TP Palangka Raya (Perspektif Manajemen Pendidikan Agama Hindu)” Pembimbing I : Dr. Drs. I Made Suyasa, MAP.,M.Si Pembimbing II : Dr. Ervantia Restulita L. Sigai,S.S.,M.Si Pelestarian seni musik tradisinal menunjukan betapa pentingnya dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi atau adat istiadat sebagai pondasi dalam pembangunan karakter masyarakat. Atas dasar pemikiran tersebut, maka peneliti ini dilakukan dengan fokus kajian yang terdapat pada tiga aspek permasalahan; (1) Bagaimana Upaya Pelestarian Seni Musik Tradisional Kacapi Pada Sanggar Palampang Tarung, IAHN-TP Palangka Raya; (2) Bagaimana Relevansi Manajemen Pendidikan Agama Hindu Dalam Pelestarian Seni Musik Tradional Kacapi Sanggar Palampang Tarung IAHN-TP Palangka Raya; dan (3) Apa Faktor Kendala Pelestarian Seni Musik Tradisional Kacapi Pada Sanggar Palampang Tarung IAHN-TP Palangka Raya. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Adapun, landasan analisis yang digunakan adalah teori kendala pelestarian, teori upaya, dan teori maajemen. Data penelitian ini dikumpulkan melalui tehnik observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil penelitian: Pertama pelestarian seni musik Kacapi meliputi, (1) upaya mengajar alat musik tradisional Kacapi, (2) melakukan pertunjukan alat musik tradisional Kacapi, (3) promosi alat musik tradisional Kacapi. Kedua relevansi manajemen pendidikan Agama Hindu dalam pelestraian seni musik tradisional Kacapi meliputi, (1) perencanaan untuk meningkatkan alat musik tradisional Kacapi, (2) pengelolaan manajemen perorganisasiaan, (3) evaluasi pelestarian alat musik tradisional Kacapi. Ketiga, faktor kendala pelestarian seni musik tradisional Kacapi meliputi: (1) faktor perorganisasiaan dan perencanaan (2) faktor sarana dan prasarana (3) faktor kedisiplinan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PELESTARIAN SENI MUSIK TRADISIONAL KACAPI SANGGAR SENI PALAMPANG TARUNG IAHN-TP PALANGKA RAYA (PERSPEKTIF MANAJEMEN PENDIDIKAN AGAMA HINDU)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Handika danuarta. 2023 “Pelestarian Seni Musik Tradisional Kacapi Sanggar Seni Palampang Tarung. IAHN-TP Palangka Raya (Perspektif Manajemen Pendidikan Agama Hindu)” Pembimbing I : Dr. Drs. I Made Suyasa, MAP.,M.Si Pembimbing II : Dr. Ervantia Restulita L. Sigai,S.S.,M.Si Pelestarian seni musik tradisinal menunjukan betapa pentingnya dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi atau adat istiadat sebagai pondasi dalam pembangunan karakter masyarakat. Atas dasar pemikiran tersebut, maka peneliti ini dilakukan dengan fokus kajian yang terdapat pada tiga aspek permasalahan; (1) Bagaimana Upaya Pelestarian Seni Musik Tradisional Kacapi Pada Sanggar Palampang Tarung, IAHN-TP Palangka Raya; (2) Bagaimana Relevansi Manajemen Pendidikan Agama Hindu Dalam Pelestarian Seni Musik Tradional Kacapi Sanggar Palampang Tarung IAHN-TP Palangka Raya; dan (3) Apa Faktor Kendala Pelestarian Seni Musik Tradisional Kacapi Pada Sanggar Palampang Tarung IAHN-TP Palangka Raya. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Adapun, landasan analisis yang digunakan adalah teori kendala pelestarian, teori upaya, dan teori maajemen. Data penelitian ini dikumpulkan melalui tehnik observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil penelitian: Pertama pelestarian seni musik Kacapi meliputi, (1) upaya mengajar alat musik tradisional Kacapi, (2) melakukan pertunjukan alat musik tradisional Kacapi, (3) promosi alat musik tradisional Kacapi. Kedua relevansi manajemen pendidikan Agama Hindu dalam pelestraian seni musik tradisional Kacapi meliputi, (1) perencanaan untuk meningkatkan alat musik tradisional Kacapi, (2) pengelolaan manajemen perorganisasiaan, (3) evaluasi pelestarian alat musik tradisional Kacapi. Ketiga, faktor kendala pelestarian seni musik tradisional Kacapi meliputi: (1) faktor perorganisasiaan dan perencanaan (2) faktor sarana dan prasarana (3) faktor kedisiplinan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

MINAT PEMUDA TERHADAP ALAT MUSIK TRADISIONAL KECAPI DI DESA TUMBANG KALANG KECAMATAN ANTANG KALANG KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR

2023•Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Rahandi. 2023. Minat Pemuda Terhadap Alat Musik Tradisional Kecapi di Desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur. Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarrya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH., M.Pd. H Pembimbing II. Hendri, S. Ag., M. Si Kurangnya minat pemuda terhadap alat musik tradisional kecapi ini sendiri disebabkan karena banyak pemuda yang lebih sering mendengar dan melihat alat musik modern seperti keyboard dan gitar. Kebanyakan anak muda lebih mengenal dan menggunakan aplikasi game musik di handphone ketimbang alat musik tradisional seperti kecapi, terdapat pemuda yang beralasan tidak memiliki waktu luang untuk mempelajari alat musik tradisional kecapi, terdapat pula pemuda yang ingin mempelajari tentang alat musik tradisional tetapi malu untuk belajar. Berdasarkan latar belakang diatas dapat ditarik beberapa rumusan masalah dalam penelitian ini antara lain : 1). Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi minat pemuda terhadap alat musik tradisional kecapi di desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Katawaringin Timur? 2). Apa saja kendala yang mempengaruhi minat pemuda terhadap alat musik tradisional kecapi di desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur? 3)Bagaimanakah upaya yang dilakukan pemerintah desa dalam menarik minat pemuda terhadap alat musik tradisional kecapi di desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur? Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui minat pemuda terhadap alat musik tradisional kecapi di Desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Katawaringin Timur. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Peneliti menggunakan teknik Purposive, teknik pengumpulan data, menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Waktu dalam penelitian ini adalah satu bulan dari Mei – Juni. Hasil penelitian mengungkap bahwa 1). Faktor yang mempengaruhi minat pemuda terhadap alat music tradisional kecapi yaitu: faktor internal dan faktor eksternal 2). Kendala yang dialami oleh pemerintah desa dan tokoh masyarakat/seniman dalam menarik minat pemuda terhadap alat musik tradisional kecapi meliputi kendala waktu yang kurang, keaktifan pemuda dan keadaan sekitar dalam artian lingkungan pemuda 3). Upaya yang dilakukan oleh pemerintah desa Tumbang Kalang untuk mengatasi kendala yang ditemui dalam menarik minat pemuda terhadap alat musik tradisional kecapi meliputi menyediakan lokasi, memberikan pengalaman dan melakukan sosialisasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MINAT PEMUDA TERHADAP ALAT MUSIK TRADISIONAL KECAPI DI DESA TUMBANG KALANG KECAMATAN ANTANG KALANG KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Rahandi. 2023. Minat Pemuda Terhadap Alat Musik Tradisional Kecapi di Desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur. Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarrya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH., M.Pd. H Pembimbing II. Hendri, S. Ag., M. Si Kurangnya minat pemuda terhadap alat musik tradisional kecapi ini sendiri disebabkan karena banyak pemuda yang lebih sering mendengar dan melihat alat musik modern seperti keyboard dan gitar. Kebanyakan anak muda lebih mengenal dan menggunakan aplikasi game musik di handphone ketimbang alat musik tradisional seperti kecapi, terdapat pemuda yang beralasan tidak memiliki waktu luang untuk mempelajari alat musik tradisional kecapi, terdapat pula pemuda yang ingin mempelajari tentang alat musik tradisional tetapi malu untuk belajar. Berdasarkan latar belakang diatas dapat ditarik beberapa rumusan masalah dalam penelitian ini antara lain : 1). Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi minat pemuda terhadap alat musik tradisional kecapi di desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Katawaringin Timur? 2). Apa saja kendala yang mempengaruhi minat pemuda terhadap alat musik tradisional kecapi di desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur? 3)Bagaimanakah upaya yang dilakukan pemerintah desa dalam menarik minat pemuda terhadap alat musik tradisional kecapi di desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur? Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui minat pemuda terhadap alat musik tradisional kecapi di Desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Katawaringin Timur. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Peneliti menggunakan teknik Purposive, teknik pengumpulan data, menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Waktu dalam penelitian ini adalah satu bulan dari Mei – Juni. Hasil penelitian mengungkap bahwa 1). Faktor yang mempengaruhi minat pemuda terhadap alat music tradisional kecapi yaitu: faktor internal dan faktor eksternal 2). Kendala yang dialami oleh pemerintah desa dan tokoh masyarakat/seniman dalam menarik minat pemuda terhadap alat musik tradisional kecapi meliputi kendala waktu yang kurang, keaktifan pemuda dan keadaan sekitar dalam artian lingkungan pemuda 3). Upaya yang dilakukan oleh pemerintah desa Tumbang Kalang untuk mengatasi kendala yang ditemui dalam menarik minat pemuda terhadap alat musik tradisional kecapi meliputi menyediakan lokasi, memberikan pengalaman dan melakukan sosialisasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER HINDU DALAM UPACARA MANAJAH ANTANG MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI DESA JANGKANG KECAMATAN PASAK TALAWANG KABUPATEN KAPUAS

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Handi, 2020, Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Hindu dalam Upacara Manajah Antang Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Jangkang, Kecamatan Pasak Talawang, Kabupaten Kapuas. Tesis Program Pascasarjana Program Studi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I. Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si., Pembimbing II Dr. Ervantia Restulita. L.Sigai, SS.,M.Si. Generasi muda Hindu cenderung mengabaikan dan hanya melihat dengan sekilas pelaksanaan ritual keagamaan Hindu.Rasa keingintahuan tentang cara pelaksanaan, persyaratan upacara, sampai kepada makna atau nilai yang terkandung dalam pelaksanaan ritual keagamaan sangat sedikit. Tujuan penelitian adalah mengetahui pelaksanaan upacara manajah antang,nilai-nilai pendidikan karakter, dan implikasi nilai-nilai pendidikan karakter dalam upacara itu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, dan observasi. Berdasarkan analisis,tahapan upacara meliputi menentukan hari baik, menentukan lokasi, upacara manenung,manarinjet sahur, mempersiapkan sarana upacara, pelaksanaan upacara basir/pisormanawur memanggil antang.Nilai-nilai pendidikan karakter dalam pelaksanaan upacara manajah antang dilihat dari nilai pendidikan karakter religius, nilai karakter etika atau susila, dan nilai pendidikan karakter sosial.Implikasi nilai pendidikan karakter religius ialah (1) bukti nilai pendidikan karakter religius tetap dijaga dan dilestarikan; (2) menumbuhkan keyakinan dan ketaatan pada ajaran-ajaran suci Ranying Hatalla; (3)memberikan petunjuk semakin menambah keimanan masyarakat; (4) menumbuhkan keyakinan dan pemahaman akan nilai-nilai suci ajaran Hindu Kaharingan; (5) menumbuhkan keimanan dan keyakinan dalam melaksanakan upacara ritual; dan (6) simbol dari sikap religius seseorang terhadap nilai ajaran agamanya dan kepada tuhannya. Implikasi nilai pendidikan karakter etika atau susila yaitu (1) menumbuhkan kesadaran saling bergotong-royong; (2) sikap sebagai manusia yang merupakan makhluk sosial; (3) terwujud ketaatan untuk tidak melanggar pantangan-pantangan; (4) menaati apa yang sudah disampaikan oleh pelaksana upacara, yaitu basir/pisor; dan (5) pelaksanaan dengan penuh kedamaian. Implikasi nilai pendidikan karakter sosial, yaitu (1) kesadaran untuk saling membantu; (2) tolong-menolong; (3) pewujudan rasa persaudaraan; (4) wajib kita penuhi sesuai dengan kemampuan yang kita miliki; (5) tidak dapat hidup sendiri; dan (6) dilakukan dengan hati yang tulus ikhlas. Kata kunci: nilai, pendidikan, karakter, manajah antang

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Upaya Pelestarian Seni Musik Tradisional Kacapi Pada Masyarakat Didesa Doan Arung Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dalam kehidupan masyarakat, khususnya diKalimantan Tengah juga sering kita saksikan alat musik tradisional Kacapi yang ditampilkan dalam suatu kegiatan masyarakat untuk menyambut kedatangan tamu, perayaan yang bersiapan hiburan sesuai dengan tradisi masyarakat setempat, dan juga ditampilkan dalam suatu pertujukan seni budaya. Memperhatikan ketersediaan bahan yang semakin berkurang, kemampuan membuat, kemampuan memainkan serta lemahnya promosi terhadap Kacapi tersebut, sehingga dipandang perlu dilakukan upaya pelestariannya. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana Upaya Pelestarian dan apakah Faktor-fator Penghambat Pelestarian Seni Musik Tradisional Kacapi Pada Masyarakat Di Desa Doan Arung Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya. Tujuan penulis ini untuk mengatahui upaya pelestarian seni musik tradisional Kacapi, dan faktor-faktor penghambat dalam pelestarian seni musik kacapi tersebut. Teori yang digunakan untuk mengnalisis rumusan masalah adalah Teori Upaya dan Teori Penghambat. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan teknik analisis data. Teknik penentuan informan yang digunakan yaitu teknik Purposive. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Upaya Pelestarian Seni Musik Tradisional Kacapi Pada Masyarakat Di Desa Doan Arung Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya dilakukan dengan; (1) menjaga dan melestarikan bahan pembuatan kacapi yakni Pohon Jelutung, Ulin dan Rotan dengan telah menjadikan bahan tersebut sebagai Tumbuhan Adat, (2) mempertahankan cara membuat Kacapi yang meliputi cara membuat/ Nguan Bangkan Kacapi,Nguan Kulok Kacapi dan Ngodulunt Uwoi, (3) mempertahankan cara bermain Kacapi yakni dengan mempelajari cara menyetem dan mengenal tangga nada dalam bermain Kacapi, serta melalui pemahaman lagu daerah dayak Siang Murung, (4) melakukan upaya promosi melalui kegiatan hiburan masyarakat pada saat acara hajatan, perkawinan, dan sebagainya. Sementara Faktor-Fator Penghambat Pelestarian Seni Musik Tradisional Kacapi Pada Masyarakat Di Desa Doan Arung Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya antara lain; (1) masih membudayakan kehidupan dengan cara food gathering (mengambil tumbuhan bahan pembuatan kacapi dari alam) dan belum melakukan membudayakan kehidupan food producing (menanam tumbuhan yang menjadi bahan pembuatan Kacapi) sehingga akan mengancam ketersediaannya dikemudian hari, (2) terbatasnya seniman yang bisa membuat Kacapi, terutama dalam hal pembuatan Bangkan Kacapi dan Ngodulunt Uwoi, (3) susahnya cara bermain Kacapi, baik cara menyetem ataupun cara mengenal tangga nada karena Kacapi tidak dilengkapi dengan Frets (kolom tangga) seperti yang dimiliki oleh gitar, dan harus memahami lagu daerah pada masyarakat setempat, (4) mengalami kendala dalam mempromosikan alat musik tradisional Kacapi karena masyarakat Desa Doan Arung masih belum memahami Teknik Marketing yang memadai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MANAJEMEN PENGEMBANGAN KAPASITAS DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN SMPN SATU ATAP DESA TUMBANG KAJAMEI KECAMATAN BUKIT RAYA, KABUPATEN KATINGAN (PERSPEKTIF MANAJEMEN PENDIDIKAN HINDU)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Handiska Ayu Hepi Irjanti, MMP.17 103 005, Manajemen Pengembangan Kapasitas dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kajamei, Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan, Tesis: Manajemen Pendidikan Agama Hindu, Program Pascasarjana IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si, Pembimbing II: Dr. Sihung, S.Ag., M.Si. Tesis ini mengkaji manajemen pengembangan kapasitas dalam meningkatkan mutu pendidikan SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kajamei (perspektif manajemen pendidikan Hindu). Penelitian ini dilakukan berdasarkan latar belakang masalah di lapangan bahwa tidak terselenggaranya manajemen pengembangan kapasitas dalam meningkatkan mutu pendidikan SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kajamei (perspektif manajemen pendidikan Hindu). Dalam penelitian ini ditetapkan rumusan masalah. 1). bagaimanakah sistem manajemen pengembangan kapasitas dalam meningkatkan mutu pendidikan SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kejamei (perspektif manajemen pendidikan Hindu); 2). apakah fungsi manajemen pengembangan kapasitas dalam meningkatkan mutu pendidikan SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kejamei (perspektif manajemen pendidikan Hindu); 3). bagaimanakah implikasi manajemen pengembangan kapasitas dalam meningkatkan mutu pendidikan SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kejamei (perspektif manajemen pendidikan Hindu). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan menemukan bahwa : 1). Sistem manajemen pengembangan kapasitas dalam meningkatkan mutu pendidikan SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kejamei (perspektif manajemen pendidikan Hindu) yang dikaji menggunakan teori fungsional struktural didapatkan bahwa : dalam memaksimalkan penyediaan dan pembinaan tenaga pendidik, sekolah mengadakan rekrutmen yang sebelumnya telah diadakan perencanaan berdasarkan keperluan yang dibutuhkan sekolah. Selanjutnya dalam menyempurnakan strategi rekrutmen siswa melalui promosi, sekolah melakukan pengakraban bersama wali murid dan menggratiskan semua biaya pendidikan. Selain itu sekolah juga membuat program-program sesuai dengan kebutuhan siswa melalui pembinaan ibadah, pemberian motivasi belajar dan kegiatan ekstrakurikuler. 2). Fungsi manajemen pengembangan kapasitas dalam meningkatkan mutu pendidikan SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kejamei (perspektif manajemen pendidikan Hindu) yang dikaji menggunakan teori manajemen, mengacu pada empat tindakan manajerial yang di sebut POAC. Dalam perencanaan terdapat program jangka panjang, menengah dan pendek yang dilakukan dalam meningkatkan mutu pendidikan SMPN Satu Atap. Pengorganisasian tanpak jelas dengan struktur organisasi sebagai fungsi kordinasi dan wewenang. Pelaksanaan sebagai bentuk pengarah, proses merumuskan kembali aturan SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kajamei. Sedangkan pengawasan, merupakan usaha sistematis untuk menetapkan standar pelaksanaan di SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kajamei. 3). Implikasi manajemen pengembangan kapasitas dalam meningkatkan mutu pendidikan SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kajamei yang dikaji menggunakan teori pendidikan, tentu mempunyai implikasi positif dan implikasi negatif dalam meningkatkan mutu pendidikan SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kajamei. Implikasi positif mengacu pada pemerataan pendidikan, peserta didik semakin bertambah, pembiayaan pendidikan gratis dan pengembangan dalam meningkatkan kapasitas individu. Sedangkan implikasi negatif mengacu pada hambatan dalam perencanaan kurangnya pendanaan dalam meningkatkan mutu pendidikan, hambatan dalam pengorganisasian jumlah kekurangan guru yang cukup besar, hambatan dalam pelaksanaan sekolah belum mengevaluasi program kerja dengan pendekatan analisis SWOT serta masih ada guru yang mengajar bukan berdasarkan kualifikasinya, hambatan dalam pengawasan yaitu pengawasan hanya dilakukan bila ada waktu saja serta terganggunya komunikasi dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dari temuan di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan manajemen pengembangan kapasitas dalam meningkatkan mutu pendidikan (perspektif manajemen Hindu) pada SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kajamei, masih belum berhasil dalam meningkatkan mutu pendidikan. Hal ini dikarenakan kukurangan jumlah guru yang cukup besar, buku bahan belajar diperpustakaan yang masih belum ada, pendanaan yang kurang dan kurang pemahaman kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail