ThesisOpen AccessPDF tersedia
162025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam strategi manajemen kelas yang diterapkan oleh guru kelas V di SDN 1 Langkai Kota Palangka Raya dalam mengatasi berbagai masalah perilaku siswa, seperti kurang fokus, berbicara sendiri, dan sulit mengikuti instruksi. Penelitian kualitatif dengan pendekatan konstruktivisme dan fenomenologis ini dilaksanakan di SDN 1 Langkai. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi, dengan informan kunci terdiri dari guru kelas dan siswa kelas V. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa strategi guru efektif dalam menciptakan lingkungan kelas yang kondusif dan mendukung perkembangan perilaku positif siswa. Strategi tersebut mencakup: (1) Perencanaan Partisipatif melalui pelibatan siswa dalam penyusunan aturan kelas untuk membangun rasa tanggung jawab; (2) Pengorganisasian Dimensi Fisik dan Sosio-Emosional yang optimal, seperti penataan tempat duduk berdasarkan karakteristik siswa, serta membangun hubungan interpersonal yang suportif dan berbasis empati ; dan (3) Pengendalian Perilaku melalui penerapan Disiplin Positif yang konsisten, berfokus pada pemberian pujian/penguatan positif, kegiatan refleksi diri, dan dialog korektif yang bersifat membimbing alih-alih menghukum. Selain itu, guru juga aktif menjalin kerja sama dengan orang tua untuk memantau perilaku siswa secara lebih optimal. Dengan demikian, strategi manajemen kelas ini terbukti efektif mengatasi masalah perilaku siswa dan membentuk karakter positif.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anisya 2026. Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Pada Siswa Di SDN Tajah Antang Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas.Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Mitro, S.Pd., M.Si Pembimbing II: Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya perilaku siswa yang menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai karakter belum sepenuhnya optimal, seperti kurangnya kedisiplinan, tanggung jawab, sikap saling menghargai, dan sopan santun. Guru Pendidikan Agama Hindu memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai karakter melalui pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta menganalisis upaya guru dalam mengatasi kendala penanaman nilai-nilai karakter pada siswa di SDN Tajah Antang Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri atas guru Pendidikan Agama Hindu, kepala sekolah, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai karakter dilakukan melalui peran sebagai pendidik, pembimbing, pengajar, teladan, dan motivator. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan meliputi religius, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, sopan santun, kepedulian, dan saling menghormati. Penanaman nilai dilakukan melalui pemberian arahan dan nasihat, keteladanan, pembiasaan, teguran, motivasi, serta pemberian apresiasi terhadap perilaku positif siswa. Dalam perspektif behavioristik, tindakan guru tersebut dapat dipahami sebagai stimulus yang diarahkan untuk membentuk respons perilaku positif siswa melalui penguatan dan pembiasaan yang dilakukan secara berulang; (2) Kendala dalam penanaman nilai-nilai karakter meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, belum konsistennya perilaku siswa, pengaruh lingkungan keluarga dan pergaulan, perkembangan teknologi, serta keterbatasan sarana dan dukungan dalam pelaksanaan penanaman karakter; (3) Upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kendala tersebut meliputi pemberian arahan dan nasihat, pembiasaan perilaku positif, pemberian keteladanan, motivasi, teguran, serta pengawasan secara berkelanjutan dalam kegiatan pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di sekolah.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sri Beta Handayani. 2026 Strategi Guru Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas V Agama Hindu Di SDN Danau Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur. Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya , pembimbing : (1) Mitro, S.Pd.,M.Si (2) Hendri ,S.Ag.,M,Si Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kedisiplinan belajar dalam membentuk karakter siswa serta masih ditemukannya berbagai permasalahan kedisiplinan pada siswa kelas V Agama Hindu di SDN Danau, Kecamatan Awang, Kabupaten Barito Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa, kendala yang dihadapi guru, serta solusi yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu, dan siswa kelas V Agama Hindu di SDN Danau. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan analisis hasil penelitian menggunakan Teori Behavioristik melalui konsep pengkondisian klasik dan pengkondisian operan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi pendekatan persuasif spiritual melalui kegiatan berdoa sebelum pembelajaran, kontrak belajar, pemberian penguatan positif berupa pujian dan poin, serta internalisasi nilai Dharma melalui metode cerita Itihasa. Kendala yang dihadapi meliputi faktor internal berupa rendahnya motivasi belajar, kejenuhan, dan penggunaan telepon genggam, serta faktor eksternal berupa kurangnya pengawasan orang tua, rasa kantuk saat pembelajaran, dan pengaruh teman sebaya. Strategi yang diterapkan terbukti mendukung peningkatan kedisiplinan belajar siswa. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru melakukan pendekatan individual, mengatur posisi tempat duduk siswa, serta memperkuat kerja sama dengan orang tua agar pembinaan kedisiplinan dapat berlangsung secara berkelanjutan
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Maria Gebi Pertama, 2026 :Penerapan Pendidikan Karakter Disiplin Dan Tanggung Jawab Pada Peserta Didik Kelas IV Di SDN 4 Palangka Kota Palangka Raya. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H.,M.Pd.H., Pembimbing II: Heri Kusuma Tarupay, SS.,M.Hum Pendidikan karakter merupakan bagian integral dari pembentukan kepribadian peserta didik di sekolah dasar, namun masih banyak ditemukan permasalahan seperti kurangnya disiplin waktu, ketidakteraturan dalam mengerjakan tugas, dan rendahnya kesadaran tanggung jawab di kalangan siswa kelas IV SDN 4 Palangka Kota Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan penerapan pendidikan karakter disiplin dan tanggung jawab pada peserta didik kelas IV serta upaya guru dalam mengimplementasikannya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi non-partisipatif, wawancara semi-terstruktur kepada kepala sekolah, guru kelas IV, dan siswa, serta analisis dokumentasi seperti RPP dan tata tertib sekolah yang dilaksanakan selama Oktober–November 2025 di SDN 4 Palangka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan karakter disiplin dilakukan melalui pembiasaan kedatangan tepat waktu, keteladanan guru, dan integrasi dalam kegiatan pembelajaran, sementara karakter tanggung jawab dibangun lewat tugas piket kelas, penyelesaian PR tepat waktu, dan pendampingan teman; meskipun perilaku siswa sebagian besar positif, masih terdapat kendala berupa ketidakkonsistenan sebagian siswa yang dipengaruhi lingkungan keluarga. Guru menerapkan strategi keteladanan, nasihat edukatif, dan kerja sama dengan orang tua sebagai faktor pendukung utama. Disimpulkan bahwa pendidikan karakter disiplin dan tanggung jawab telah berjalan efektif namun memerlukan penguatan berkelanjutan; implikasinya adalah perlunya integrasi nilai karakter secara holistik dalam kurikulum sekolah dasar untuk membentuk generasi yang mandiri dan bertanggung jawab.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Yunie, 2026. Pengaruh Disiplin Belajar Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV Di SDN 1 Langkai Planagka Raya. Pembimbing (I) Dr. I Wayan Dana,S.Pd., M.Si Pembimbing (II) Ayu Fitriana, M.Pd Disiplin dalam belajar merupakan faktor krusial yang membantu siswa untuk tetap belajar secara teratur di sekolah. Saat siswa memiliki disiplin yang tinggi, mereka akan lebih cepat memahami materi pelajaran. Pengamatan menunjukkan bahwa variasi tingkat kedisiplinan siswa kelas IV diduga memengaruhi hasil belajar dalam mata pelajaran IPAS. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur seberapa signifikan pengaruh disiplin belajar terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV di SDN 1 Langkai Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, Populasi dalam penelitian ini sekaligus menjadi sampel jenuh (total sampling) yang melibatkan 27 siswa kelas IV di SDN 1 Langkai Palangka Raya. Data diperoleh melalui kuesioner dan dokumen nilai raport, kemudian dianalisis dengan regresi linear sederhana, uji t, serta koefisien determinasi. Hasill penelitian menunjukkan bahwa disiplin belajar berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV di SDN 1 Langkai Palangka Raya. Analisis data menunjukkan bahwa rata-rata skor angket disiplin belajar siswa berada di angka 48,56 (kategori tinggi) dan rata-rata skor hasil belajar IPAS mereka mencapai 80,00 (kategori baik). Dengan menggunakan uji t, diperoleh t hitung sebesar 10,631 yang jauh melebihi t tabel yaitu 2,060, serta nilai Sig. (2-tailed) 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05. Hasil pengujian koefisien determinasi juga menunjukkan bahwa disiplin belajar berkontribusi sebesar 81,9% terhadap hasil belajar IPAS siswa, sementara 18,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Medi. 2026. Penerapan Metode Reward and Punishment untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Hindu dalam Kelas Bimbingan Rohani di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: I Gede Dharman Gunawan, SH., M.Pd.H. Pembimbing II: Putu Cory Candra Yhani, S.Pd., M.Pd. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat kedisiplinan siswa Hindu dalam kegiatan bimbingan rohani di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Permasalahan yang ditemukan meliputi siswa yang masih datang terlambat, kurang mematuhi aturan, kurang memperhatikan penjelasan guru, serta kurang bertanggung jawab dalam mengerjakan dan mengumpulkan tugas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode reward and punishment dalam meningkatkan kedisiplinan siswa Hindu pada kegiatan bimbingan rohani di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa Hindu dalam kelas bimbingan rohani di SDN 4 Menteng Palangka Raya yang berjumlah 22 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan expert judgement, triangulasi sumber, dan triangulasi waktu, sedangkan uji reliabilitas dilakukan melalui pemeriksaan secara berulang dan kolaborasi dengan guru Pendidikan Agama Hindu sebagai observer penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode reward and punishment mampu meningkatkan kedisiplinan siswa secara signifikan. Pada tahap pra-tindakan, tingkat kedisiplinan siswa memperoleh persentase sebesar 36% dengan kategori “Kurang”. Setelah diterapkan metode reward and punishment pada siklus I, persentase kedisiplinan meningkat menjadi 58% dengan kategori “Cukup”. Selanjutnya, pada siklus II terjadi peningkatan yang sangat signifikan menjadi 97% dengan kategori “Sangat Baik”. Peningkatan tersebut terlihat dari perubahan perilaku siswa yang lebih disiplin, tertib, bertanggung jawab, serta lebih patuh terhadap aturan selama kegiatan bimbingan rohani berlangsung. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode reward and punishment efektif dalam meningkatkan kedisiplinan siswa Hindu pada kegiatan bimbingan rohani di SDN 4 Menteng Palangka Raya.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Ayu Lestari, 2025, Upaya Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Memotivasi Disiplin Belajar Siswa Hindu Di SD Negeri-6 Menteng Palangka Raya. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H., M,Pd. Pembimbing II Megawati, S.Pi., M.Pd.H Penelitian ini berawal dari pentingnya kontribusi guru Pendidikan Agama Hindu dalam membentuk karakter siswa, terutama dalam hal kedisiplinan belajar. Disiplin dalam belajar adalah salah satu faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan di bidang pendidikan. Namun, dalam kenyataannya, masih ada siswa Hindu di SD Negeri-6 Menteng Palangka Raya yang menunjukkan kurangnya disiplin, seperti sering terlambat dalam menyelesaikan tugas, kurang memperhatikan saat pelajaran berlangsung, dan tidak taat pada aturan kelas. Situasi ini memerlukan strategi dan usaha khusus dari guru Pendidikan Agama Hindu untuk meningkatkan motivasi dan membiasakan perilaku disiplin belajar. Berdasarkan uraian diatas rumusan masalah yang di anggkat dari penelitian adalah sebagai berikut: 1. Upaya Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Memotivasi Disiplin Belajar Siswa Hindu Di SD Negeri-6 Menteng Palangaka Raya? 2. Apa Saja Kendala Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Memotivasi Disiplin Belajar Siswa Hindu Di SD Negeri-6 Menteng Palangka Raya?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data untuk memperoleh sebuah data tentang Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Memotivasi Disiplin Belajar Siswa Hindu di SD Negeri - 6 Menteng Palangka Raya. melalu wawancara, observasi dan dokumentasi yang dilakukan dengan kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu dan siswa Hindu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengajar Pendidikan Agama Hindu berusaha keras untuk meningkatkan disiplin belajar siswa, seperti: memberikan contoh melalui sikap disiplin, memberikan nasihat dan dorongan religius sesuai ajaran dharma, memberikan penghargaan kepada siswa yang taat disiplin, serta menerapkan hukuman yang mendidik bagi siswa yang melanggar kebijakan. Beberapa tantangan yang dihadapi termasuk kurangnya perhatian dari orang tua di rumah, dampak dari lingkungan sosial, serta kurangnya kesadaran siswa akan pentingnya disiplin. Beberapa solusi yang diterapkan oleh guru termasuk menjalin kerjasama dengan orang tua, meningkatkan pendekatan pribadi terhadap siswa, dan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan agar siswa lebih terdorong untuk bersikap disiplin. Dengan demikian, studi ini menegaskan bahwa peranan pengajar Pendidikan Agama Hindu sangat krusial dalam mengembangkan sikap disiplin belajar siswa melalui motivasi yang berkelanjutan, meskipun masih ada tantangan yang membutuhkan kerjasama antara guru, siswa, dan orang tua.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Yeni Trisia. 2025. Implementation of Character Education at the Kuntau Melayu Tinggi Pancar Jalatien Martial Arts School in Dadahup Village, Kapuas Regency. Thesis, Arts and Religious Education Study Program, Dharma Acarya Faculty, Tampung Penyang State Hindu Institute, Palangka Raya.Supervisor I: Lamri, S.Pd., M.Pd.H. Supervisor II: Hendri, S.Ag., M.Si. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter di Perguruan Bela Diri Kuntau Melayu Tinggi Pancar Jalatien di Desa Dadahup, Kabupaten Kapuas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah behaviorisme dan konstruktivisme. Informan ditentukan secara purposive sampling, yang meliputi dosen, sekretaris, pelatih, dan warga sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter di perguruan ini dilakukan secara terpadu melalui pembiasaan, keteladanan, kegiatan sosial, dan penegakan aturan yang berlaku. Nilai-nilai yang ditekankan meliputi disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kerja keras, rasa hormat, kesabaran, dan pengendalian emosi. Pelatih tidak hanya menekankan aspek teknis bela diri tetapi juga nilai-nilai moral yang melekat dalam setiap gerakan. Evaluasi implementasi dilakukan secara informal melalui pengamatan langsung terhadap perubahan perilaku anggota. Tantangan yang dihadapi antara lain kurangnya kesadaran di antara beberapa anggota, yang dipengaruhi oleh usia muda dan lingkungan sosial mereka. Meskipun demikian, perguruan tetap konsisten dalam menanamkan nilai-nilai karakter melalui pendekatan edukatif dan personal.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anggi, 2025. Pengaruh Kedisiplinan Guru Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas V Pada Mata Pelajaran IPAS di SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya Pembimbing I Tri Aspiyana, M.Pd., Pembimbing II Niwayan Sukraini, S.Pd., M.Pd Kedisiplinan guru merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sejumlah fakta yang menunjukkan bahwa masih terdapat tantangan dalam penerapan kedisiplinan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedisiplinan guru terhadap motivasi belajar siswa kelas V pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang diisi oleh responden yang berjumlah 26 orang dari kelas V B SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif, uji prasyarat seperti uji normalitas dan uji heterokedasiditas, serta Spearman’s rho untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara kedisiplinan guru dan motivasi siswa tidak signifikan secara statistik. Dengan kata lain, berdasarkan data yang dianalisis, tidak ada cukup bukti untuk menyatakan bahwa kedisiplinan guru berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Temuan dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang pendidikan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa hubungan antara kedisiplinan guru dan motivasi belajar siswa tidak signifikan secara statistik. Dengan kata lain, tidak terdapat cukup bukti empiris untuk menyatakan bahwa kedisiplinan guru memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar siswa."
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KASIH, 2025. Analisis Tindakan Hukum Terhadap Siswa Yang Melakukan Pelanggaran Disiplin Sekolah (Studi Kasus Di SMA Negeri 3 Palangka Raya). Dosen Pemimbing I Mariatie, S.Ag., M.Si, dan Dosen Pemimbing II Sri Kayun, SH., M.Si Berdasarkan penelitian di lapangan, SMA Negeri 3 Palangka Raya menghadapi berbagai bentuk pelanggaran tata tertib yang dilakukan oleh siswa, seperti merokok di lingkungan sekolah, membolos, hingga tidak mengerjakan tugas. Berbagai jumlah tindakan tersebut perbuatan yang dilarang dalam ketentuan peraturan tatatertib sekolah yang telah disetujui oleh pihak sekolah dan orang tua wali murid. Masalah pokok yang diteliti dalam penelitian ini mencakup tiga hal yaitu : (1) Apa bentuk pelanggaran disiplin yang sering dilakukan oleh siswa? (2) Apa saja faktor penyebab terjadinya pelanggaran disiplin? dan (3) Bagaimana analisis tindakan hukum terhadap siswa yang melakukan pelanggaran disiplin? Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Adapun yang menjadi informan penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru bimbingan dan konseling, wali kelas, siswa dan orang tua wali murid.Teori yang digunakan dalam penelitian ini ada tiga Teori Sebab-Akibat (Aristoteles), Teori Tindakan Hukum (Hans Kelsen), dan Teori Tujuan Hukum (Gustav Radbruch). Dengan analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian dan analisis data tersebut dapat disimpulkan yaitu: (1) bentuk pelanggaran disiplin yang sering dilakukan siswa SMA Negeri 3 Palangka Raya yaitu antara lain membolos, merokok, dan tidak mengerjakan tugas sekolah (2) Faktor penyebab pelanggaran disiplin berasal dari kurangnya kesadaran hukum siswa, lemahnya pengawasan orang tua, dan pengaruh lingkungan pergaulan. (3) Tindakan hukum yang diterapkan pihak sekolah bersifat preventif dan edukatif, berupa teguran, surat peringatan, pembinaan, dan skorsing.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Marsena, IKadek, Egi. 2024. Upaya Guru Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Kelas III Di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. Derson, S.Ag., M.Ag Dan Pembimbing II, Hendri, S.Ag., M.Si Skripsi ini menkaji tentang Upaya guru dalam meningkatkan kedisiplinan siswa kelas III di adi widyalaya widya bhakti palangka raya. Kedisiplinan merupakan suatu proses dalam menumbuhkan, menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai luhur kepada peserta didik agar senantiasa melaksanakan tugas dan kewajibannya yang dilandasi dengan sikap disiplin dan penuh tanggung jawab. Fenomena yang terjadi yaitu kurangnya kedisiplinan siswa dalam proses pembelajaran terutama pada saat proses pembelajaran berlangsung masih ada yang bermain-main, jalan kesana kemari, dan tidak fokus dengan pembelajaran. Berdasarkan urian tersebut, peneliti mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) apakah faktor penyebab kurangnya kedisiplinan siswa kelas III di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. 2) Bagaimana upaya guru dalam meningkatkan kedisiplinan siswa kelas III di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori Behavioristik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian rumusan masalah yang pertama menghasilkan bahwa faktor penyebab kurangnya kedisipinan siswa yaitu, faktor lingkungan sekolah, faktor suasana kelas, faktor teman sebaya, dan faktor kebijakan sekolah. Rumusan masalah yang kedua menghasilkan bahwa upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkan kedisiplinan yaitu dalam proses pembelajaran, upaya yang dilakukan guru yaitu melakukan kebijakan sekolah, pendekatan terhadap siswa dan pemberian tugas kepada siswa.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Komunikasi interpersonal memainkan peran penting dalam meningkatkan disiplin di kalangan mahasiswa dalam institusi akademik. Studi ini mengeksplorasi dinamika komunikasi interpersonal dan dampaknya terhadap peningkatan disiplin mahasiswa. Penelitian ini menggali berbagai strategi komunikasi yang digunakan oleh pendidik dan administrator untuk berinteraksi secara efektif dengan mahasiswa, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Dengan menggunakan metode kualitatif, termasuk wawancara dan observasi, studi ini mengkaji bagaimana komunikasi interpersonal memengaruhi perilaku dan disiplin mahasiswa. Temuan menunjukkan bahwa komunikasi terbuka, hormat, dan jelas antara pendidik dan mahasiswa membudayakan saling menghormati dan memahami, sehingga mengurangi insiden ketidakdisiplinan. Selain itu, studi ini menyoroti pentingnya mendengarkan secara empatik, isyarat non-verbal, dan mekanisme umpan balik dalam membentuk sikap dan perilaku mahasiswa secara positif. Rekomendasi menekankan integrasi pelatihan keterampilan komunikasi bagi pendidik dan pendirian saluran komunikasi yang mendukung dalam pengaturan pendidikan untuk meningkatkan perbaikan disiplin yang berkelanjutan di kalangan mahasiswa. Berdasarkan latar belakang di atas, maka pada penelitian ini terdapat tiga perumusan masalah dalam skripsi ini adalah; (1) Bagaimana pengaruh komunikasi interpersonal dilingkungan mahasiswa Fakultas Dharma Duta Brahma Widya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya (IAHN-TP) (2) 1. Bagaimana strategi efektif dalam Meningkatkan Kedisiplinan mahasiswa di lingkungan di Lingkungan Fakultas Dharma Duta Brahma Widya IAHN-TP. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah; observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah; (1) Teori Tindakan Komunikatif dan (2) Teori Strategi. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah: observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Komunikasi interpersonal dapat memberikan sebuah pengaruh bagi lawan bicara. (2) Komunikasi interpersonal yang efektif dapat menjadi strategi dalam meningkatkan kedisiplinan mahasiswa.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK JUMIWATI, 2023. Strategi Guru Dalam Meningkatkan Disiplin Belajar Siswa Hindu Di SMPN Satu Atap 2 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Pembimbing (I) Dr Drs. I Wayan karya, M.Pd., M.Si Pembimbing (II) Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si Skripsi ini mengarah pada Strategi Guru Dalam Meningkatkan Disiplin Belajar Siswa Hindu di SMPN Satu Atap 2 Sepang, dimana pembelajaran agama Hindu saat ini sangat penting untuk dilaksanakan. Mengarah pada tingkat disiplin, tidak bisa dipungkiri bahwa sistem pembelajaran agama Hindu saat ini sering mendapatkan banyak siswa yang kurang efektif dlam mengikuti pembelajaran sama halnya dengan tingkat kedisiplinan mereka yang saat ini masih belum berjalan baik. Dalam penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berdasarkan teknik observasi (turun kelapangan lokasi penelitian), wawancara (menanyakan proses, kendala dan cara mengatasi kendala kepada informan) dan dokumentasi sebagai bentuk bukti adanya pelaksanaan penelitian berdasarkan bukti wawancara bahwa data yang ditulis nyata adanya. Subyek penelitian, kepala sekolah, dan guru. Teknik pengumpulan data dengan analisis data, reduksi data dan penyajian data. Hasil penelitian yang diperoleh peneliti adalah 1) Faktor yang mempengaruhi Disiplin belajar siswa Hindu di SMPN Satu Atap 2 Sepang 2) Strategi Guru dalam Meningkatkan disiplin Belajar siswa Hindu di SMPN Satu Atap 2 Sepang. Adanya dua pembahasan ini berdasarkan hasil penelitian dilapangan dapat dijadikan sebagai sumber untuk dijadikan pembehasan terkait dengan cara untuk meningkatkan kedisiplinan siswa.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pandemi Covid-19 berdampak pada dunia Pendidikan Awalnya Proses Pembelajaran tatap muka diganti dengan Proses Pembelajaran Daring sesuai dengan Surat Edaran Kemendikbud agar segala kegiatan diganti menjadi Work From Home. Rumusan Masalah Bagaimana Implementasi Pembelajaran Daring untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Isen Mulang Palangka Raya, dan dampak implikasi pembentukan karakter kedisiplinan Siswa dalam Pembelajaran Daring di SMP Isen Mulang Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Implementasi Pembelajaran daring di SMP Isen Mulang Palangka Raya, untuk memahami,mengetahui dan mengkaji dampak Implikasi pembentukan karakter siswa selama pelajaran daring di SMP Isen Mulang Palangka Raya dari Subjek Penelitian yaitu Kepala Sekolah, Guru Agama Hindu dan siswa beragama Hindu di SMP Isen Mulang palangka Raya.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif.Metode pengumpulan data adalah Observasi, wawancara dan dokumentasi, dianalisis menggunakan Pendekatan deskriptif kualitatif.Teori yang digunakan yaitu teori Perilaku (Behavioristik) dan Teori Motivasi. Hasil Penelitian Implementasi Pendidikan Agama Hindu dalam membentuk disiplinan siswa di SMP Isen Mulang pada masa pandemicovid-19adalah guru membuat RPP-PJJ dan menyiapkan materi berupa PPT dan video lalu dibagikan kepada siswa melalui aplikasi google meeting pada google classroom. Untuk memudahkan siswa mengetahui adanya tugas di google classroom, guru menginformasikannya melalui pesan whatsapp. Setelah siswa mengerjakan tugas yang diberikan, maka guru akan mendisiplinkan siswa melalui ketepatan waktu siswa dalam mengumpulkan tugas, serta kehadiransiswa selama pembelajaran daring berlangsung di terapkan di SMP Isen Mulang Palangka Raya, guru juga melaksanakan evaluasi atau penilaian dengan melakukan atau memantau adanya perkembangan siswa biarpun di masa pendemi seperti ini dan guru juga langsung mengambil tindakan yaitu dengan memberikan tugas dan memberikan sikap spiritual yang dapat dilakukan di rumah kepada siswa. Karakter/sikap yang harus dijalankan sesusai kurikulum dan ketentuan yang ada karena secara keseluruhan sangat berperan penting pada generasi muda dalam mengembangkan kemampuan, akademik, psikologis dan sosial dalam meningkatkan kesadaran pada siswa.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Wayan Miarsa, 2021 ”Nilai-nilai Kepemimpinan Hindu dalam Asta Brata sebagai peningkatan disiplin kerja guru di SDN-1 lunuk Ramba Kecamatan Basarang”. Pembimbing I : Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag., M.Ag Pembimbing II : Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si Pengelolaan disiplin guru guna terciptanya disiplin kerja, dalam proses pencapaian kemajuan, meningkatkan sumber daya manusia diperlukan sebuah upaya yang mesti dilakukan. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan nilai-nilai kepemimpinan Asta Brata sebagai dasar interpretasi dalam disiplin pada diri kemudian direalisasikan pada sikap tindakan dalam kerja. Penelitian ini terfokus pada Nilai-nilai Kepemimpinan Asta Brata dalam disiplin kerja guru dengan rumusan masalah: 1) Nilai-nilai Kepemimpinan Hindu dalam ajaran Asta Brata tercermin dalam disiplin kerja guru, 2) Bagaimana Relevansi Nilai-nilai kepemimpinan Asta Brata dalam kontek pengelolaan disiplin kerja guru pada SDN-1 Lunuk Ramba, 3) Bagaimana langkah-langkah yang bisa ditempuh dalam rangka mengaplikasikankan nilai-nilai kepemimpinan Asta Brata pada SDN-1 Lunuk Ramba. Adapun teori yang digunakan menganalisis permasalahan tersebut adalah teori Analisis Kontent (Analisis nilai) dari Vredenbreght, Teori Fungsionalisme Struktural dengan Skema Agil yang dikemukakan Talcott Parsons, Teori Sosialisasi atau Teori Belajar dari Edwin H. Sutherland. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, studi kepustakaan. Hasil penelitian ini ada beberapa : Pertama, nilai-nilai kepemimpinan Asta Brata tercermin dalam disiplin kerja pegawai ada beberapa yaitu; 1) nilai kearifan, dan kewibawaan pada Indra Brata 2) nilai keberanian, keadilan dan bijaksana pada Yama Brata 3) Nilai-nilai Semangat, efektif dan efisien pada Surya Brata. 4) nilai-nilai penerangan dan empati pada Candra Brata. 5) nilai rendah hati dan moral yang luhur pada Vayu Brata. 6) nilai-nilai teguh pendirian dan rela mengabdi pada Kuwera Brata . 7) nilai-nilai berwawasan luas, berinisiatif, kreatif dan inovatif pada Varuna Brata 8) nilai-nilai kemuliaan dan tanpa pilih kasih pada Agni Brata. Kedua, relevansi nilai-nilai kepemimpinan asta brata dalam kontek pengelolaan disiplin kerja guru pada SDN-1 Lunuk Ramaba yaitu; 1) relevansi nilai sikap dan prilaku, 2) Relevansi nilai personal dan relevansi nilai sosial dapat terwujud dari interpretasi nilai-nilai Asta Brata sebagai norma yang menjadi tolak ukur dalam penanaman nilai terbaik pada diri pribadi; 3) Relevansi nilai subjektif dan nilai objektif dalam mewujudkan disiplin kerja pegawai. Ketiga, langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam mengaplikasikan nilai-nilai kepemimpinan Asta Brata ; 1) Langkah dari guru, dimensi integrasi nilai-nilai kepemimpinan Asta Brata dalam meningkatkan disiplin kerja pada diri; 2) Langkah-langkah dari pimpinan, Pendekatan aksi sosial, yaitu pengkombinasian pendekatan transformatif dengan aktivitas-aktivitas yang berupaya untuk melakukan perubahan; 3) Langkah-langkah dari instansi yaitu; Lembaga memberikan dimensi pembelajaran yang sama dan adil, menuangkan dalam format pelatihan, diklat, seminar, lokakarya.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Disiplin merupakan masalah atau permasalahan yang cukup banyak mendapat perhatian, karena setiap kegiatan manusia memerlukan disiplin yang baik, dan disiplin itu tidak hanya datang dari luar, tetapi datang dari dalam diri kita sendiri setiap pribadi manusia. Sikap patuh dan taat ini terlihat pada sikap tertib dan teratur dalam setiap kegiatannya sebab ketertiban dan keteraturan yang baik dalam mencapai situasi dan kondisi yang baik. Karena pendidikan hakikatnya merupakan usaha membantu dan mengarahkan pribadi manusia agar berkembang pada titik maksimal sesuai dengan tujuan yang di cita-citakan dan faktor-faktor yang mempengaruhi disiplin belajar siswa terbagi menjadi 2 bagian, yaitu (1) faktor eksternal dan (2) faktor internal. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui bagaimana tujuan : 1 pelaksanaan disiplin belajar pada mata pelajaran agama Hindu di SMPN-1 Katingan Hulu Kelurahan Tumbang Sanamang Kabupaten Katingan ? 2 apakah yang menjadi kendala bagi siswa Agama Hindu saat mengikuti proses belajar mengajar di SMPN-1 Katingan Hulu Kelurahan Tumbang Sanamang Kabupaten Katingan ? 3 apa penyebab rendahnya pelaksanaan disiplin belajar pada mata pelajaran Agama Hindu di SMPN-1 Katingan Hulu Kelurahan Tumbang Sanamang Kabupaten Katingan ? khususnya dalam upaya memberikan ilmu pengetahuan tentang ajaran Hindu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengunakan metode kualitatif, yakni metode yang didasarkan atas kenyataan yang berlangsung sekarang dimana data-data yang mula-mula dikumpul dan disusun, kemudian dijelaskan serta dianalisis, di dalam penelitian meliputi 13 peserta didik, kepala sekolah 1 orang guru agama Hindu SMPN-1 Katingan Hulu Kelurahan Tumbang Sanamang tahun pelajaran 2017/2018. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan disiplin pada mata pelajaran agama Hindu di SMPN-1 Katingan Hulu Kelurahan Tumbang sanamang sudah baik karena sudah terdapat tata tertib dalam semua kegiatan di sekolah mulai dari senam pagi sampai pulang sekolah tata tertib tidak hanya berlaku kepada peserta didik saja tetapi juga dilaksanakan oleh warga sekolah, dari hasil penelitian dinyatakan bahwa warga sekolah mematuhi tata tertib yang berlaku dengan dibuktikan dari minimnya pelanggaran terhadap tata tertib sekolah SMPN-1 Katingan Hulu Kelurahan Tumbang Sanamang. Dukungan terhadap pelaksanaan disiplin belajar di SMPN-1 Katingan Hulu Kelurahan Tumbang Sanamang adalah orang tua dan keluarga, kepala sekolah, dewan guru dan penjaga sekolah dan lingkungan masyarakat, pengelolaan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru mata pelajaran agama Hindu di SMP Negeri 1 Katingan Hulu bahwa kegiatan pembelajaran di ruang kelas dari kelas VII dan kelas VIII berjalan dengan optimal sesuai apa yang di programkan di sekolah, proses pelaksanaan disiplin belajar pada mata pelajaran agama Hindu di SMP Negeri 1 Katingan Hulu dapat terlihat pada peserta didik yang memiliki disiplin belajar sehingga dalam proses pembelajaran bisa teratur dan menghasilkan prestasi yang baik. Pengaruh pendidikan dapat dilihat, dirasakan secara langsung dalam perkembangan serta kehidupan masyarakat, kehidupan kelompok dan kehidupan setiap individu.