Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

14 hasil
Subjek: Pendidikan Karakter
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH PROGRAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK AGAMA HINDU DI SMA NEGERI 4 PALANGKA RAYA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK I Putu Indra Wangsa 2026, Pengaruh Program Penguatan Pendidikan Karakter Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Agama Hindu di SMA Negeri 4 Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A dan Pembimbing II Raisa Vienlentia, S.Psi.,M.Psi.,Psikolog Pengaruh Program Penguatan Pendidikan Karakter terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Agama Hindu di SMA Negeri 4 Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) terhadap motivasi belajar peserta didik agama Hindu di SMA Negeri 4 Palangka Raya. Program Penguatan Pendidikan Karakter merupakan upaya pembentukan karakter peserta didik melalui nilai-nilai religius, nasionalisme, integritas, kemandirian, dan gotong royong yang diharapkan dapat mendukung sikap positif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran angket kepada 69 peserta didik agama Hindu kelas XI dan XII di SMA Negeri 4 Palangka Raya. Data dianalisis menggunakan teknik regresi linear sederhana dengan bantuan program IBM SPSS Statistics versi 27. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa Program Penguatan Pendidikan Karakter berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 50,71, sedangkan motivasi belajar peserta didik juga berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 48,68. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa Program Penguatan Pendidikan Karakter berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar peserta didik agama Hindu. Hal ini ditunjukkan oleh koefisien regresi sebesar 0,910, nilai t hitung sebesar 11,893, dan nilai signifikansi p 0,001, dengan persamaan regresi Y = 9,546 + 0,910X. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,679 menunjukkan bahwa 67,9% variasi motivasi belajar dapat dijelaskan oleh model penelitian, sedangkan 32,1% sisanya tidak dijelaskan oleh model. Dengan demikian, Program Penguatan Pendidikan Karakter memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar peserta didik agama Hindu di SMA Negeri 4 Palangka Raya. Kata Kunci: Penguatan Pendidikan Karakter, motivasi belajar, peserta didik agama Hindu

8 dilihat · 7 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM MELAKSANAKAN PENDIDIKAN KARAKTER SISWA DI SMA NEGERI 5 PALANGKA RAYA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK SUNETA, 2026. Peran Guru Agama Hindu Dalam Melaksanakan Pendidikan Karakter Siswa Di SMA Negeri 5 Palangka Raya. Pembimbing 1. Dr. Derson , S.Ag,. M.Ag Pembimbing 2. Roy Wentas, S.Pd., M.Pd., Pendidikan karakter merupakan bagian penting dalam proses pendidikan yang bertujuan membentuk peserta didik agar memiliki nilai religius, kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kesopanan, toleransi, dan kepedulian sosial. Dalam pelaksanaannya, Guru Pendidikan Agama Hindu memiliki peran penting dalam mengintegrasikan nilai-nilai ajaran Hindu ke dalam proses pembelajaran serta memberikan keteladanan melalui sikap dan perilaku sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Guru Pendidikan Agama Hindu sebagai pengajar dan teladan dalam melaksanakan pendidikan karakter siswa serta mengidentifikasi faktor internal dan faktor eksternal yang memengaruhi pelaksanaan pendidikan karakter di SMA Negeri 5 Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ditentukan secara purposive, yang terdiri atas Kepala SMA Negeri 5 Palangka Raya, Guru Pendidikan Agama Hindu, dan peserta didik beragama Hindu. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru Pendidikan Agama Hindu telah melaksanakan perannya sebagai pengajar dengan mengintegrasikan nilai-nilai ajaran Hindu, seperti Tri Kaya Parisudha, Tat Twam Asi, Tri Hita Karana, Catur Guru, dan Karmaphala, ke dalam proses pembelajaran untuk menanamkan nilai religius, kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kesopanan, toleransi, dan kepedulian sosial. Guru juga melaksanakan perannya sebagai teladan melalui kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, penggunaan bahasa yang santun, sikap menghargai peserta didik, serta pengamalan nilai-nilai ajaran Hindu dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan pendidikan karakter dipengaruhi oleh faktor internal, meliputi kesadaran diri, motivasi, kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan mengendalikan diri, dan kemauan peserta didik dalam menerapkan nilai-nilai karakter. Adapun faktor eksternal meliputi dukungan kepala sekolah, budaya sekolah, kerja sama antarguru, kegiatan keagamaan, pembiasaan positif, keteladanan guru, dukungan orang tua, lingkungan keluarga, lingkungan pergaulan, perkembangan teknologi informasi, dan penggunaan media sosial. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Guru Pendidikan Agama Hindu memiliki peran penting sebagai pengajar dan teladan dalam melaksanakan pendidikan karakter siswa. Keberhasilan pelaksanaan pendidikan karakter memerlukan pembinaan yang berkelanjutan serta kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat agar nilai-nilai karakter dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. kata Kunci: PeranK Guru, Pendidikan Agama Hindu, Pendidikan Karakter, Peserta Didik

8 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

INTERNALISASI NILAI-NILAI TRI HITA KARANA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA HINDU DI PRATAMA WIDYALAYA WIDYA BHAKTI KOTA PALANGKA RAYA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembentukan karakter peserta didik di tengah berbagai fenomena penurunan moral yang masih terjadi, seperti kurangnya kedisiplinan, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Dalam konteks pendidikan Agama Hindu, nilai-nilai Tri Hita Karana yang meliputi Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan dipandang sebagai landasan filosofis yang mampu membentuk karakter peserta didik secara holistik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses internalisasi nilai-nilai Tri Hita Karana, mengkaji implikasinya terhadap pembentukan karakter siswa Hindu, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses internalisasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, dan dokumentasi terhadap wakil kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu dan siswa, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai-nilai Tri Hita Karana dilaksanakan secara sistematis melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut dengan memanfaatkan strategi keteladanan, pembiasaan, pembelajaran berbasis pengalaman, bercerita, bermain, serta pemberian penguatan. Internalisasi tersebut memberikan implikasi positif terhadap terbentuknya karakter religius, disiplin, peduli, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta memiliki kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Selain itu, tercipta budaya sekolah yang religius, harmonis, dan peduli lingkungan. Namun demikian, proses internalisasi masih menghadapi kendala internal berupa karakteristik perkembangan anak usia dini yang masih egosentris, kemampuan memahami konsep abstrak yang terbatas, serta belum stabilnya konsistensi perilaku siswa, dan kendala eksternal berupa kurang optimalnya kesinambungan pembiasaan di lingkungan keluarga, perbedaan pola pengasuhan orang tua, serta pengaruh lingkungan sosial dan perkembangan teknologi. Dapat disimpulkan bahwa internalisasi nilai-nilai Tri Hita Karana merupakan strategi yang efektif dalam membentuk karakter siswa Hindu apabila dilaksanakan secara berkelanjutan, didukung oleh keteladanan guru, pembiasaan yang konsisten, serta sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Penerapan Pendidikan Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab pada Peserta Didik Kelas IV Di SDN 4 Palangka Kota Palangka Raya

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Maria Gebi Pertama, 2026 :Penerapan Pendidikan Karakter Disiplin Dan Tanggung Jawab Pada Peserta Didik Kelas IV Di SDN 4 Palangka Kota Palangka Raya. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H.,M.Pd.H., Pembimbing II: Heri Kusuma Tarupay, SS.,M.Hum Pendidikan karakter merupakan bagian integral dari pembentukan kepribadian peserta didik di sekolah dasar, namun masih banyak ditemukan permasalahan seperti kurangnya disiplin waktu, ketidakteraturan dalam mengerjakan tugas, dan rendahnya kesadaran tanggung jawab di kalangan siswa kelas IV SDN 4 Palangka Kota Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan penerapan pendidikan karakter disiplin dan tanggung jawab pada peserta didik kelas IV serta upaya guru dalam mengimplementasikannya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi non-partisipatif, wawancara semi-terstruktur kepada kepala sekolah, guru kelas IV, dan siswa, serta analisis dokumentasi seperti RPP dan tata tertib sekolah yang dilaksanakan selama Oktober–November 2025 di SDN 4 Palangka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan karakter disiplin dilakukan melalui pembiasaan kedatangan tepat waktu, keteladanan guru, dan integrasi dalam kegiatan pembelajaran, sementara karakter tanggung jawab dibangun lewat tugas piket kelas, penyelesaian PR tepat waktu, dan pendampingan teman; meskipun perilaku siswa sebagian besar positif, masih terdapat kendala berupa ketidakkonsistenan sebagian siswa yang dipengaruhi lingkungan keluarga. Guru menerapkan strategi keteladanan, nasihat edukatif, dan kerja sama dengan orang tua sebagai faktor pendukung utama. Disimpulkan bahwa pendidikan karakter disiplin dan tanggung jawab telah berjalan efektif namun memerlukan penguatan berkelanjutan; implikasinya adalah perlunya integrasi nilai karakter secara holistik dalam kurikulum sekolah dasar untuk membentuk generasi yang mandiri dan bertanggung jawab.

5 dilihat · 1 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Implementasi Pendidikan Karakter pada Perguruan Seni Bela Diri Kuntau Melayu Tinggi Pancar Jalatien Desa Dadahup Kabupaten Kapuas

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Yeni Trisia. 2025. Implementation of Character Education at the Kuntau Melayu Tinggi Pancar Jalatien Martial Arts School in Dadahup Village, Kapuas Regency. Thesis, Arts and Religious Education Study Program, Dharma Acarya Faculty, Tampung Penyang State Hindu Institute, Palangka Raya.Supervisor I: Lamri, S.Pd., M.Pd.H. Supervisor II: Hendri, S.Ag., M.Si. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter di Perguruan Bela Diri Kuntau Melayu Tinggi Pancar Jalatien di Desa Dadahup, Kabupaten Kapuas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah behaviorisme dan konstruktivisme. Informan ditentukan secara purposive sampling, yang meliputi dosen, sekretaris, pelatih, dan warga sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter di perguruan ini dilakukan secara terpadu melalui pembiasaan, keteladanan, kegiatan sosial, dan penegakan aturan yang berlaku. Nilai-nilai yang ditekankan meliputi disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kerja keras, rasa hormat, kesabaran, dan pengendalian emosi. Pelatih tidak hanya menekankan aspek teknis bela diri tetapi juga nilai-nilai moral yang melekat dalam setiap gerakan. Evaluasi implementasi dilakukan secara informal melalui pengamatan langsung terhadap perubahan perilaku anggota. Tantangan yang dihadapi antara lain kurangnya kesadaran di antara beberapa anggota, yang dipengaruhi oleh usia muda dan lingkungan sosial mereka. Meskipun demikian, perguruan tetap konsisten dalam menanamkan nilai-nilai karakter melalui pendekatan edukatif dan personal.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Peran Guru dalam Membentuk Karakter Siswa melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam dunia pendidikan untuk membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia. Guru memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai karakter melalui berbagai mata pelajaran, salah satunya Pendidikan Agama Hindu. Di SMAN 1 Pasak Talawang, Kabupaten Kapuas, pembelajaran Pendidikan Agama Hindu menjadi media utama dalam membentuk karakter siswa Hindu di tengah tantangan zaman dan beragamnya latar belakang sosial budaya siswa. Namun, proses pembentukan karakter ini memerlukan strategi dan pendekatan yang tepat agar nilai-nilai moral dan spiritual dapat terinternalisasi secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam membentuk karakter siswa melalui pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 1 Pasak Talawang, Kabupaten Kapuas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu, dan siswa beragama Hindu kelas X dan XI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran sentral sebagai pendidik, pengajar, dan pembimbing dalam proses pembentukan karakter siswa. Strategi yang digunakan antara lain pendekatan humanistik, penggunaan metode pembelajaran yang variatif dan kontekstual, serta keteladanan dalam sikap dan perilaku. Nilai-nilai karakter yang berhasil ditanamkan melalui pembelajaran Pendidikan Agama Hindu meliputi kejujuran, tanggung jawab, empati, disiplin, dan kerja sama. Selain itu, pembelajaran juga didukung oleh lingkungan sekolah yang toleran dan program supervisi yang mendukung peningkatan profesionalisme guru.

15 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Eksistensi Pasraman Penyang Hatampung Desa Tanjung Sangalang, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK SHINTA WULANDARI. 2024. Eksistensi Pasraman Penyang Hatampung Dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu Di Desa Tanjung Sangalang Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si, Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si. Skripsi ini mengkaji eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Tanjung Sangalang. Fenomena yang terjadi pada muda-mudi di Desa Tanjung Sangalang karakter anak didiknya masih kurang baik dengan maraknya kasus balap liar dan tindakan yang menyimpang dari ajaran agama Hindu, tetapi setelah mereka mengikuti pendidikan di pasraman anak didik yang semulanya kurang memiliki sopan santun terhadap orang tua, seiring berjalannya waktu perubahan menjadi lebik baik dialami peserta didik setelah mengikuti pasraman. Berdasarkan uraiaan tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Tanjung Sangalang?, 2) Bagaimanakah upaya untuk memaksimalkan eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Tanjung Sangalang?, 3) Apakah implikasi eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam pendidikan karakter bagi Sisya Hindu dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Tanjung Sangalang?, Tujuan umum dari penelitian ini mengkaji lebih dalam untuk menemukan ilmu pengetahuan agama dan pendidikan tentang eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam pendidikan karakter sisya di Desa Tanjung Sangalang. Hasil peenelitian ini dikaji dengan teori eksistensi, teori motivasi, dan teori evaluasi/implikasi. Metode penelitian yang digunakan metode deskriftif kualitatif. Jenis sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara Purpossive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumen dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, klasifikasi data, display data, penafsiran dan intepretasi, serta penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori eksistensi maka diperoleh bahwa eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam pendidikan karakter bagi sisya Hindu yakni adanya Kegiatan persembahyangan, prakter sarana upacara, kegiatan pembelajaran pasraman, kegiatan Dharma Tula, kegiatan bhakti sosial. Upaya untuk memaksimalkan eksistensi dari Pasraman Penyang Hatampung di analisis dengan teori motivasi, maka diperoleh data yakni dengan cara Meningkatkan motivasi belajar, meningkatkan kemandirian siswa, meningkatkan tanggung jawab siswa, meningkatkan sistem pendidikan, meningkatkan peran lembaga, dan meningkatkan sarana prasarana yang ada di Pasraman Penyang Hatampung. Implikasi Pasraman Penyang Hatampung dianalisis dengan teori Implikasi terbagi menjaddi dua implikasi, pertama implikasi positif dan kedua implikasi negative. Implikasi positifnya yakni mencakup 18 standard nilai karakter, sedangkan implikasi negatifnya yakni kurangnya waktu bermain, terdampak covid-19, bertambahnya biaya uang jajan, berkurangnya waktu membantu orang tua. Kata Kunci : Eksistensi, Pasraman Penyang Hatampung, Pendidikan karakter

9 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Nilai Pendidikan Karakter dalam Nyambutin Umat Hindu di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK I Wayan Suwirye, 2024. Nilai Pendidikan Karakter Dalam Nyambutin Umat Hindu di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Pembimbing I. Dr. I Wayan Suasta, S.Ag.,M.Pd.H. Pembimbing II. Dr. Tardi Edung,S.Ag.,M.Ag. Penelitian ini mengkaji tentang nilai pendidikan karakter dalam Nyambutin umat Hindu di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Nyambutin merupakan yadnya suci untuk membersihkan/menghilangkan leteh, papa klesa, dan memperkuat kedudukan atman si bayi. Berdasarkan latar belakang dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimanakah Bentuk dan Fungsi pelaksanaan Nyambutin umat Hindu di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas? 2. Apa saja nilai Pendidikan karakter dalam pelaksanaan Nyambutin di desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas?. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah, teori religi, teori interkasionisme simbolik dan teori nilai pendidikan karakter. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, metode kualitatif, lokasi penelitian di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas. Jenis dan sumber data; jenis data menggunakan data kualitatif, sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data skunder, teknik penentuan informan dengan puporsive sampling, instrumen penelitian peneliti sendiri, teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, dan studi dokumen; teknik analisa data menggunakan data kualitatif dengan teknik analisa Milles and Huberman. Berdasarkan hasil analisa data, hasil penelitian meliputi bentuk pelaksanaan Nyambutin dikaji dengan teori interaksionisme simbolik, adalah sarana yang digunakan berupa Banten Pengelepas Awon/Pebyakaonan, banten penyambutan, banten prayascita, banten jejagan, banten kumare,banten tataban. Waktu pelaksanaan Nyambutin dilaksanakan ketika hari purnama atau bulan purnama penuh, proses pelaksanaan Nyambutin meliputi pembersihan/penglukatan, mebajang colong, mengelilingi lesung, mepetik, sembahyang, mejaya-jaya. Fungsi Nyambuti meliputi fungsi religius, fungsi penyucian, fungsi sosial, dan fungsi Estetika. Nilai pendidikan karakter dalam Nyambutin meliputi: religius, kedisiplinan, integritas, dan empati. Kata Kunci ; Nyambutin Bentuk dan Fungsi Nilai Pendidikan Karakter. ABSTRACT I Wayan Suwirye, 2024. Character Education Values in the Nyambutin Ceremony Among Hindu Communities in Basarang Jaya Village, Basarang Sub-district, Kapuas Regency. Supervisor I: Dr. I Wayan Suasta, S.Ag., M.Pd.H. Supervisor II: Dr. Tardi Edung, S.Ag., M.Ag. This study examines the values of character education embedded within the Nyambutin ceremony practiced by the Hindu community in Basarang Jaya Village, Basarang Sub-district, Kapuas Regency. Nyambutin is a sacred ritual aimed at cleansing impurities, eliminating sins and afflictions, and strengthening the position of the infant's atman (soul). The research addresses the following questions: 1. What are the forms and functions of the Nyambutin ceremony as practiced by the Hindu community in Basarang Jaya Village, Basarang Sub-district, Kapuas Regency? 2. What character education values are inherent in the Nyambutin ceremony in Basarang Jaya Village, Basarang Sub-district, Kapuas Regency?.The theoretical framework of this research incorporates theories of religion, symbolic interactionism, and character education values. A qualitative research method was employed, with the study conducted in Basarang Jaya Village, Basarang Sub-district. The research utilized qualitative data, drawing on both primary and secondary sources. Informants were selected through purposive sampling, and the researcher served as the primary research instrument. Data collection techniques included observation, interviews, and document analysis. Data analysis was conducted using qualitative methods, specifically applying the Milles and Huberman analysis technique. The findings of this study reveal the forms of Nyambutin ceremony, analyzed through the lens of symbolic interactionism, including: the materials used, such as Banten Pengelepas Awon/Pebyakaonan, Banten Penyambutan, Banten Prayascita, Banten Jejagan, Banten Kumare, and Banten Tataban. The timing of the Nyambutin ceremony, which is performed during the full moon, and the procedural steps involved, including penglukatan, mebajang colong, mengelilingi lesung, mepetik, sembahyang, mejaya-jaya. Fungsi Nyambuti meliputi ; fungsi religius, fungsi penyucian, fungsi sosial, dan fungsi Estetika. The character education values identified within the Nyambutin ceremony include religiosity, discipline, integrity, and empathy. Keywords: Nyambutin, Character Education Values.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Implementasi Pendidikan Karakter bagi Siswa Hindu dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SDN Percobaan Palangka Raya

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

GENDUTSI, 2024 : Implementasi Pendidikan Karakter Bagi Siswa Hindu dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SDN Percobaan Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH.,M.Pd.H. Pembimbing II Dr.Suryanto, S.Pd.,M.Pd Penelitian ini mengkaji tentang Implementasi Pendidikan Karakter Bagi Siswa Hindu dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SDN Percobaan Palangka Raya. Pendidikan karakter adalah usaha menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik ( habituation) sehingga peserta didik mampu bersikap dan bertindak berdasarkan nilai-nilai yang telah menjadi kepribadianya. Efektivitas adalah suatu hal yang memiliki pengaruh, manjur, membawa hasil, dan berhasil atau suatu usaha atau Tindakan yang dilakukan. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalahnya yakni sebagai Berikut: Bagaimanakah Efektivitas Implementasi Pendidikan Karakter Bagi Siswa Hindu dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pkerti di SDN Percobaan Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Efektivitas implementasi Pendidikan karakter bagi siswa Hindu dalam pembelajaran Pendidikan agama Hindu dan Budi pekerti di SDN Percobaan Palangka Raya. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) Teori Peranan dan (2) Teori Belajar Behaviorisme Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif yang berlokasi di SDN Percobaan Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan data sekunder. Subjek dalam penelitian ini yakni kapala sekolah (1 orang), guru agama Hindu (1 orang), dan siswa Hindu (5 orang). Metode dalam penelitian ini adalah Observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan ialah kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1. Implementasi Pendidikan karakter bagi siswa Hindu dalam pembelajaran Pendidikan agama Hindu yang dapat diimplementasikan untuk pembentukan karakter yakni, (1) Tri Kaya Parisudha, (2) Tri Hita Karana, (3) Panca Sradha, (4) Panca Yadnya. 2.Metode pembelajaran yang digunakan dalam pembentukan karakter pada Pendidikan agama Hindu dan budi pekerti : (1) Religius (2) Sopan Santun dan (3) Jujur yang memiliki efektivitas bagi siswa Hindu yaitu dengan memberikan keteladanan dan pembiasaan bagi siswa.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pendidikan Karakter Pintar Harati pada siswa SDN - 2 Bukit Tunggal Palangka Raya

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Lela, 2024, Pendidikan Karakter Pintar Harati Pada Siswa SDN – 2 Bukit Tunggal Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr.Mujiyono, S.Ag., M.Ag, Pembimbing II Hendri, S.Ag.,M.Si. Skripsi ini mengkaji tentang pendidikan karakter pintar harati pada siswa SDN – 2 Bukit Tunggal Palangka Raya. Sebab terjadi degradasi moral dari pengaruh globalisasi sehingga penurunan karakter Pintar Harati dalam dunia Pendidikan pada anak. Masalah yang dikaji :1. Bagaimana pembentukan karakter Pintar Harati pada siswa SDN-2 Bukit Tunggal, Dan 2. Bagaimana implikasi pendidikan karakter Pintar Harati bagi siswa SDN-2 Bukit Tunggal Palangka Raya. Tujuan penelitian untuk mengkaji tentang ilmu pengetahuan tentang pendidikan karakter Pintar Harati. Manfaat yang diperoleh sebagai pengembangan ilmu pengetahuan tentang karakter dan pembentukan karakter. Penelitian ini dengan jenis penelitian lapangan dengan metode deskriptif kualitatif, sehingga data yang diambil menggunakan jenis data primer dan sekunder. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Setelah data terkumpul data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan pembahasan dan analisis, yang dikaji dengan teori humanistik pembentukan karakter Pintar Harati pada siswa SDN – 2 Bukit Tunggal Palangka Raya dilakukan yakni dengan strategi pembelajaran, bimbingan intensif guru kelas, pelatihan proyek P5, keteladanan guru, dan penguatan proyek P5 oleh guru kepada para siswa. Dari analisis pembentukan karakter Pintar Harati maka terbentuk karakter Pintar Harati dengan baik. Implikasi pendidikan karakter pintar harati yang dikaji dengan teori behavioristik. Strategi guru dalam implikasi pendidikan karakter Pintar Harati bagi siswa SDN – 2 Bukit Tunggal Palangka Raya terdapat implikasi positif. Implikasi positif yang terjadi yakni menimbulkan keaktifan siswa, rasa ingin tahu, dan kemandirian siswa. Dari analisis implikasi pendidikan karakter pintar harati akan menimbulkan siswa yang unggul, cerdas, arif dan bijaksana serta akan menjadi generasi muda yang aktif, inovatif dan kreatif. Kata kunci : Pendidikan karakter, karakter Pintar Harati

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Nilai Pendidikan Karakter Hindu dalam Upacara Aruh Bawanang pada Masyarakat Dayak Pitap di Desa Langkap Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Fitri Mei Densi. 2022. Nilai Pendidikan Karakter Hindu Dalam Upacara Aruh Bawanang Pada Masyarakat Dayak Pitap Di Desa Langkap Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H., M.Pd.H, Pembimbing II Lamri, S.Pd., M.Pd.H. Skripsi ini mengkaji tentang nilai pendidikan karakter Hindu dalam upacara Aruh Bawanang pada masyarakat Dayak Pitap di Desa Langkap Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan. Berdasarkan fenomena yang terjadi, upacara Aruh Bawanang merupakan upacara yang unik, menarik, signifikan, dan urgen sehingga penting untuk dikaji lebih mendalam. Sebab upacara tersebut mempunyai nilai karakter Hindu yang penting untuk dikaji. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: Bagaimana pelaksanaan upacara Aruh Bawanang yang memiliki nilai pendidikan karakter Hindu masyarakat Dayak Pitap di Desa Langkap?, dan apakah nilai-nilai pendidikan karakter Hindu dalam upacara Aruh Bawanang masyarakat Dayak Pitap di Desa Langkap?. Penelitian ini mengkaji nilai pendidikan karakter Hindu dalam upacara Aruh Bawanang, dianalisis dengan teori struktural fungsional dan teori nilai. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis sumber data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara Purposive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa upacara Aruh Bawanang pada masyarakat Dayak Pitap di Desa Langkap dikaji menggunakan teori struktural fungsional. Pelaksanaan upacara ini memiliki beberapa tahapan yaitu proses persiapan, pelaksanaan, dan tahap akhir/penutupan. Adapun tahapan persiapan yakni; musyawarah, waktu dan tempat upacara, pemimpin upacara, dan sarana prasarana dalam upacara. Tahap selanjutnya yaitu proses pelaksanaan yang terdiri dari beberapa tahapan yakni: Upacara Batagas, Upacara Babalian, Upacara Penyerahan, Upacara Balapas Basar, Upacara Manjanji Balai, Tari Bakanjar, Bakapur Baminyak, Bamamang, Batatabusan, Bapalit Liur, dan Manggalung. Tahap selanjutnya yaitu tahap akhir yaitu penutup. Terkait nilai pendidikan karakter Hindu dianalisis dengan teori nilai yang terbagi menjadi enam yakni; Nilai Religius, Nilai Kejujuran, Nilai Persahabatan/komunikatif, Nilai Cinta Damai, Nilai Kepedulian Sosial, dan Nilai Tanggung Jawab. Upacara Aruh Bawanang merupakan hal yang sangat penting sebagai ungkapan rasa syukur yang tinggi kepada Tuhan Yang Maha Esa/Nining Bahatara dan juga sebagai bentuk nilai karakter Hindu yang mewujudkan masyarakat hidup harmonis dan damai atas hasil panen padi yang diperoleh setiap tahunnya, serta permohonan agar mereka selalu diberi rejeki, kesehatan, dan kesejahteraan sekaligus penghormatan terhadap leluhur yang diyakini senantiasa melindungi mereka dari berbagai marabahaya. Kata kunci: Nilai Pendidikan Karakter Hindu, Aruh Bawanang, Harmonis, dan Damai.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN PENYULUH AGAMA HINDU DALAM PENDIDIKAN KARAKTER GENERASI MUDA DI KABUPATEN BARITO SELATAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tesis ini mengkaji tentang peran penyuluh agama Hindu dalam pendidikan karakter generasi muda di Kabupaten Barito Selatan, sebab telah terjadi krisis karakter generasi muda. Perilaku krisis karakter tersebut seperti perilaku kurang sopan, berkelahi, mencuri dan kenakalan remaja akibat dari perkembangan media sosial. Kementerian Agama melakukan perekrutan penyuluh agama Hindu PNS dan Non PNS untuk membina umat dan juga memberikan pendidikan karakter kepada generasi muda Hindu. Dari latar belakang tersebut maka munculah rumusan masalah sebagai berikut: (1) bagaimanakah peran penyuluh agama Hindu dalam pendidikan karakter generasi muda di Kabupaten Barito Selatan?, (2) apakah kendala penyuluh agama Hindu dalam pendidikan karakter generasi muda Hindu di Kabupaten Barito Selatan?, (3) bagaimanakah upaya meningkatkan pendidikan karakter generasi muda di Kabupaten Barito Selatan? Penelitian ini merupakan kualitatif deskripti dengan pendekatan emik. Teori yang digunakan adalah teori peran, teori fenomenologi, teori interaksionalisme simbolik dan teori motivasi. Data diperoleh dengan metode observasi partisipasi, wawancara dan studi dokumen, selanjutnya data tersebut dianalisis dan dikategorikan dengan menggunakan teknik content analysis. Hasil analisis dengan menggunakan teori yang dilakukan, peran penyuluh agama Hindu dalam pendidikan karakter generasi muda di Kabupaten Barito Selatan adalah untuk mengajarkan ilmu pengetahuan tentang ajaran agama dan melatih keterampilan-keterampilan agama. Untuk melakukan hal tersebut, penyuluh agama Hindu juga membimbing dan memberikan motivasi kepada generasi muda untuk rajin dan giat belajar serta terlibat dalam kegiatan yang dilaksanakan. Penyuluh agama Hindu juga memberikan teladan bagi generasi muda dalam berpenampilan dan bertingkah laku agar sesuai dengan ajaran kebaikan. Peran yang dilakukan penyuluh agama Hindu tersebut adalah untuk membawa perubahan karakter generasi muda Hindu Kabupaten Barito Selatan kearah yang lebih baik lagi. Jadi peran yang dilakukan penyuluh agama Hindu untuk mendidik karakter generasi muda sudah sangat baik, walaupun masih adanya kendala internal maupun eksternal namun penyuluh agama Hindu Kabupaten Barito Selatan melakukan upaya untuk meningkatkan pendidikan karakter generasi muda.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Peranan Orang Tua dalam Penguatan Pendidikan Karakter Generasi Muda Hindu Di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Ima, 2020: Peranan Orang Tua Dalam Penguatan Pendidikan Karakter Generasi Muda Hindu Di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Dhrma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya.Pembimbing:(1) Dr. Derson,S.Ag.,M.Ag (2) Yuni Permata, S.Pd.,M.Pd Pusat pendidikan yang pertama adalah lingkungan keluarga, pendidikan di lingkungan keluarga sangat strategis untuk memberikan pendidikan ke arah kecerdasan, budi pekerti atau kepribadian serta persiapan hidup di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran orang tua dalam penguatan pendidikan karakter, faktor pendukung dan penghambat serta upaya yang dilakukan orang tua untuk menghadapi hambatan dalam penguatan pendidikan karakter generasi muda Hindu di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Teori motivasi adalah suatu energi penggerak, pengarah dan memperkuat tingkah laku dan teori behaviorisme merupakan aliran psikologi bahwa manusia belajar di pengaruhi oleh lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan menggunakan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dilapangan. Subjek penelitian adalah masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Danau Pantau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peranan orang tua dalam penguatan pendidikan karakter generasi muda hindu di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Sangatlah penting yang mana pembentukan karakter anak harus dimulai sedini mungkin bahkan sejak anak baru lahir. Menanamkan nilai-nilai karakter yang baik kepada anak akan menjadikan anak yang tangguh, bertanggung jawab, jujur, mandiri, sopan, bertingkah laku yang sesuai dengan ajaran agama dan memiliki kepribadian maupun akhlak yang baik. Adapun cara mendidik anak yaitu dengan cara yang baik, mendidik dengan kelembutan, ketulusan, penuh kasih sayang, mendidik dengan keteladanan, dan mengajarkan tentang agama. Cara penguatan karakter yaitu dengan membiasakan anak melakukan hal-hal yang baik, memberikan contoh teladan yang baik dan menggunakan bahasa yang sopan ketika sedang berbicara dihadapan anak.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Eksistensi Pasraman Dharma Sentana Dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu Di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini mengkaji eksistensi Pasraman Dharma Sentana dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Basarang Jaya. Fenomena yang terjadi pada muda-mudi di Desa Basarang Jaya karakter anak didiknya masih kurang baik dengan maraknya kasus balap liar dan tindakan yang menyimpang dari ajaran agama Hindu, tetapi setelah mereka mengikuti pendidikan di pasraman anak didik yang semulanya kurang memiliki sopan santun terhadap orang tua, seiring berjalannya waktu perubahan menjadi lebik baik dialami peserta didik setelah mengikuti pasraman. Berdasarkan uraiaan tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah eksistensi Pasraman Dharma Sentana dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Basarang Jaya?, 2) Bagaimanakah upaya untuk memaksimalkan eksistensi Pasraman Dharma Sentana dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Basarang Jaya?, 3) Apakah implikasi eksistensi Pasraman Dharma Sentana dalam pendidikan karakter bagi Sisya Hindu dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Basarang Jaya?, Tujuan umum dari penelitian ini mengkaji lebih dalam untuk menemukan ilmu pengetahuan agama dan pendidikan tentang eksistensi Pasraman Dharma Sentana dalam pendidikan karakter sisya di Desa Basarang Jaya. Hasil peenelitian ini dikaji dengan teori eksistensi, teori motivasi, dan teori evaluasi/implikasi. Metode penelitian yang digunakan metode deskriftif kualitatif. Jenis sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara Purpossive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumen dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, klasifikasi data, display data, penafsiran dan intepretasi, serta penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori eksistensi maka diperoleh bahwa eksistensi Pasraman dharma Sentana dalam pendidikan karakter bagi sisya Hindu yakni adanya Kegiatan persembahyangan, prakter sarana upacara, kegiatan pembelajaran pasraman, kegiatan Dharma Tula, kegiatan bhakti sosial. Upaya untuk memaksimalkan eksistensi dari Pasraman Dharma Sentana di analisis dengan teori motivasi, maka diperoleh data yakni dengan cara Meningkatkan motivasi belajar, meningkatkan kemandirian siswa, meningkatkan tanggung jawab siswa, meningkatkan sistem pendidikan, meningkatkan peran lembaga, dan meningkatkan sarana prasarana yang ada di Pasraman Dharma Sentana. Implikasi Pasraman Dharma Sentana dianalisis dengan teori Implikasi terbagi menjaddi dua implikasi, pertama implikasi positif dan kedua implikasi negative. Implikasi positifnya yakni mencakup 18 standard nilai karakter, sedangkan implikasi negatifnya yakni kurangnya waktu bermain, terdampak covid-19, bertambahnya biaya uang jajan, berkurangnya waktu membantu orang tua.

7 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail