Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

24 hasil
Subjek: Sosial
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPAYA GURU MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA TUNAGRAHITA RINGAN DI SDN 2 MENTENG

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesulitan belajar yang dialami siswa tunagrahita ringan, upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar, serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran di SDN 2 Menteng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru kelas yang dipilih berdasarkan pertimbangan keterlibatan langsung dalam proses pembelajaran siswa tunagrahita ringan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa tunagrahita ringan mengalami (1) bentuk kesulitan belajar dalam memahami materi pembelajaran, membaca, menulis, berhitung, serta memusatkan perhatian. (2) Upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar, dilakukan melalui penyesuaian metode pembelajaran, penggunaan media dan alat bantu pembelajaran, pemberian penjelasan secara bertahap dan berulang, pendampingan secara langsung, serta pemberian motivasi dan penguatan positif. (3) Faktor pendukung dan penghambat bagi guru dalam mengatasi kesulitan belajar. Fator pendukung meliputi kerja sama antara guru, orang tua, dan sekolah, dukungan kepala sekolah, serta ketersediaan media dan fasilitas pembelajaran. Faktor penghambat meliputi keterbatasan kemampuan siswa dalam memahami materi dan keterbatasan waktu guru dalam memberikan pendampingan individual. Temuan penelitian menunjukkan bahwa upaya guru dilakukan melalui penyesuaian pembelajaran sesuai kebutuhan siswa serta dukungan dari lingkungan sekolah dan keluarga. Kata kunci: kesulitan belajar, tunagrahita ringan, upaya guru, pendidikan inklusif, dukungan sosial

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Upaya Guru Kelas dalam Mengatasi Kesulitan Interaksi Sosial pada Siswa Kelas V di SDN 3 Palangka

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tomi. 2026. Upaya Guru Kelas dalam Mengatasi Kesulitan Interaksi Sosial pada Siswa Kelas V di SDN 3 Palangka. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya (IAHN-TP) Dosen Pembimbing I: Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag dan Dosen Pembimbing II: Hendri, S.Ag.,M.Si Kesulitan interaksi sosial pada siswa kelas V dapat terlihat dari rendahnya kepercayaan diri dalam berkomunikasi, kepasifan dalam kegiatan kelompok, serta kesulitan dalam menjalin kerja sama dengan teman maupun guru. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peran guru kelas dalam memberikan pendampingan dan menerapkan upaya yang tepat untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan interaksi sosial secara positif di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesulitan interaksi sosial yang dialami siswa kelas V, menganalisis faktor penyebab kesulitan interaksi sosial, serta mendeskripsikan upaya guru kelas dalam mengatasi kesulitan interaksi sosial pada siswa kelas V di SDN 3 Palangka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. sumber data di peroleh melalui informan dalam penelitian ini terdiri atas siswa kelas V, guru kelas V, guru PJOK, dan kepala sekolah sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui proses pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan interaksi sosial siswa terlihat dari kurangnya rasa percaya diri, siswa cenderung pendiam, kurang aktif dalam berkomunikasi, sulit bekerja sama, serta masih terdapat siswa yang memilih menyendiri dalam kegiatan tertentu. Faktor yang memengaruhi kesulitan interaksi sosial meliputi perbedaan karakter siswa, kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri, lingkungan pertemanan, kondisi keluarga, serta kondisi kelas dan keterbatasan waktu guru dalam memberikan perhatian secara individual. Upaya guru dalam mengatasi kesulitan tersebut dilakukan melalui komunikasi yang terbuka, pendekatan secara individual, pemberian motivasi dan apresiasi, kegiatan kerja kelompok, pemberian kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapat, serta penciptaan suasana pembelajaran yang nyaman dan kondusif. Upaya tersebut memberikan dampak positif terhadap keberanian siswa dalam berkomunikasi, bekerja sama, menyampaikan pendapat, dan membangun hubungan sosial dengan guru maupun teman sebaya. Dengan demikian, peran guru sangat penting dalam membantu siswa mengembangkan kemampuan interaksi sosial di lingkungan.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KOMUNIKASI TATAP MUKA DI TENGAH FENOMENA PHUBBING PADA MAHASISWA ASRAMA IAHN TAMPUNG PENYANG PALANGKA RAYA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Muhamad, 2026. Komunikasi Tatap Muka di Tengah Fenomena Phubbing Pada Mahasiswa Asrama IAHN Tampung Penyang Palangka Raya Pembimbing I Dr. I Wayan Salendra, S.Ag.,M.Si Pembimbing II Desembeling, S.Ag.,M.Si Penelitian ini mengkaji fenomena phubbing (phone snubbing) yang memicu paradoks komunikasi: mendekatkan hubungan dengan pihak yang jauh melalui gawai, namun justru menjauhkan keakraban dengan orang yang berada di dekatnya di lingkungan komunal Asrama IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Lingkungan asrama yang idealnya menjadi ruang pembinaan karakter, persaudaraan, serta pengamalan nilai-nilai agama dan budaya, kini menghadapi tantangan nyata akibat pergeseran pola interaksi tersebut. Tujuan riset ini untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman subjektif mahasiswa dalam berkomunikasi tatap muka, menganalisis dampak perilaku phubbing terhadap dinamika dan iklim sosial asrama, serta mengidentifikasi hambatan, upaya yang telah dilakukan, dan solusi yang tepat guna. Jenis atau metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian kualitatif. Pendekatan kualitatif dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dalam pendekatan kualitatif, yaitu suatu metode yang bertujuan untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual, akurat mengenai sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki. Pendekatan tersebut dimulai dengan cara berpikir deduktif kemudian melakukan pengujian di lapangan serta pendekatan kualitatif lebih menekankan analisis pada proses penyimpulkan deduktif dan induktif serta analisis terhadap dinamika hubungan antara fenomena yang diamati, dengan menggunakan logika ilmiah, Penelitian ini dilaksanakan di asrama mahasiswa Kampus IAHN Tampung Penyang Palangka Raya dilaksanakan kurang lebih satu (1) bulan, Penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling dalam proses pelaksanaannya yang menentukan adalah Pembina asrama dan ketua asrama putra beserta putri, Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, Analisis data yang digunakan peneliti yaitu model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (2014:12- 14) yaitu kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena phubbing saat berinteraksi langsung secara signifikan menurunkan kualitas komunikasi tatap muka mahasiswa. mahasiswa yang menjadi sasaran perilaku ini cenderung merasa diabaikan, kurang dihargai, dan tidak mendapatkan perhatian penuh dari lawan bicara. Penggunaan gawai saat berkomunikasi menyebabkan perhatian terbagi, sehingga menghambat kontak mata serta menurunkan efektivitas penyampaian pesan. Lebih lanjut, fenomena ini juga terbukti mengurangi kualitas hubungan interpersonal, menurunkan rasa saling percaya, serta menghambat pembentukan kehadiran sosial dan kebersamaan di lingkungan asrama

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERUBAHAN SOSIAL TERHADAP EKSISTENSI GALERI LEWU SEBAGAI WISATA EDUKASI DI KOTA PALANGKA RAYA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Luh Maya Rani. Pengaruh Perubahan Sosial terhadap Eksistensi Galeri Lewu sebagai Wisata Edukasi di Kota Palangka Raya. Program Studi Pariwisata Budaya dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka. Pembimbing: I Handoko, S,Ag.,M.Si dan Pembimbing II: Dr. I Kadek Sukiada S.Ag., M.Si. 2026. Galeri Lewu merupakan galeri seni independen yang diresmikan pada November 2024 di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, yang berfungsi sebagai ruang pamer seni sekaligus wisata edukasi. Keberadaan galeri ini menjadi alternatif bagi seniman lokal yang selama ini kesulitan mendapatkan ruang pamer permanen. Namun, perubahan sosial yang terjadi di masyarakat perkotaan, seperti perkembangan teknologi digital, pergeseran gaya hidup, dan rendahnya apresiasi terhadap seni budaya, diduga mempengaruhi eksistensi Galeri Lewu sebagai destinasi wisata edukasi. Penelitian ini penting dilakukan mengingat belum ada kajian ilmiah yang secara spesifik membahas pengaruh perubahan sosial terhadap eksistensi galeri seni di Palangka Raya. Dari pembahasan diatas maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah bentuk Perubahan Sosial yang terjadi di Galeri Lewu di Kota Palangka Raya? (2) Bagaimana Eksistensi Galeri Lewu sebagai wisata edukasi di Kota Palangka Raya? (3) Bagaimana Pengaruh Perubahan Sosial terhadap Eksistensi Galeri Lewu sebagai wisata edukasi di Kota Palangka Raya? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan pemilik galeri, dan pengunjung, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian dilaksanakan pada Juni-Juli 2026 di Galeri Lewu, Jalan Punai No. 107, Palangka Raya. Hasil penelitian bentuk perubahan sosial yang terjadi di Galeri Lewu meliputi: perubahan fungsi dan diferensiasi struktural sebagai ruang seni independen, perubahan dari sederhana ke kompleks melalui diversifikasi program, perubahan pola hubungan sosial antar seniman dan masyarakat, regenerasi seniman melalui sanggar anak, dan perubahan ekonomi kreatif. Eksistensi Galeri Lewu sebagai wisata edukasi tetap terjaga melalui program edukatif seperti penyediaan kanvas bagi pengunjung, workshop melukis, crafting, pelatihan motif seni, dan kunjungan edukasi sekolah tanpa biaya. Pengaruh perubahan sosial bersifat ambivalen, dimana kendala utama meliputi keterbatasan dana operasional, kurangnya SDM pemasaran digital, dan keterbatasan fasilitas

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENDIDIKAN HINDU NON-FORMAL DALAM PENGUATAN KOHESI SOSIAL PADA MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI DESA PANGKAN KECAMATAN PAKU KABUPATEN BARITO TIMUR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam mengenai bentuk pelaksanaan, hambatan yang dihadapi, serta implikasi dari pendidikan Hindu non-formal dalam memperkuat kohesi sosial pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Pangkan, Kecamatan Paku, Kabupaten Barito Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan landasan Teori Solidaritas Sosial Emile Durkheim, Teori Transformative Learning Jack Mezirow, dan Teori Interaksi Simbolik Herbert Blumer. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai pendidikan non-formal dan kohesi sosial pada masyarakat Hindu Kaharingan. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, bentuk pelaksanaan pendidikan Hindu non-formal di Desa Pangkan diintegrasikan secara nyata melalui aktivitas ritual keagamaan dan tradisi adat. Pendidikan keagamaan berpusat pada Persembahyangan Basarah (rutin Jumat malam dan Basarah rumah tangga bergiliran pada hari Senin) serta upacara perkawinan adat Hindu Kaharingan (Unta Kurus Naik Malam). Pendidikan nilai melalui tradisi diinternalisasikan secara kokoh melalui semangat gotong royong Pangandrau Welum. Proses ini didukung oleh peran vital tokoh adat dan tokoh agama sebagai teladan hidup dalam pola interaksi sosial yang dinamis, meniru, mendengarkan, serta partisipasi aktif masyarakat dalam musyawarah adat. Kedua, hambatan pelaksanaan diklasifikasikan menjadi tiga aspek. Hambatan struktural berupa terbatasnya sarana pembelajaran, minimnya pendidik kompeten sebagai dampak dari tidak terjadinya transmisi nilai lintas generasi, dan banyaknya generasi tua yang telah wafat. Hambatan kultural dipicu oleh modernisasi, arus digitalisasi, dan migrasi pemuda. Hambatan partisipatif ditandai dengan menguatnya individualisme, minimnya dialog antargenerasi, serta pernikahan campuran beda agama yang memicu konversi spiritual. Ketiga, implikasi dari pendidikan non-formal ini terbukti sangat positif. Implikasi terhadap kohesi sosial berupa terbentuknya solidaritas mekanik dan kesadaran kolektif umat. Implikasi terhadap pelestarian identitas kolektif menjaga keberadaan umat Hindu Kaharingan sebagai minoritas, sementara implikasi sosial-kulturalnya mewujud pada terjaganya integrasi sosial dan keberlanjutan kearifan lokal di Desa Pangkan. ABSTRACT This study aims to provide an in-depth analysis of the implementation, challenges, and implications of non-formal Hindu education in strengthening social cohesion among the Hindu Kaharingan community in Pangkan Village, Paku District, East Barito Regency. This study used a descriptive qualitative approach based on Émile Durkheim’s Social Solidarity Theory, Jack Mezirow’s Transformative Learning Theory, and Herbert Blumer’s Symbolic Interactionism Theory. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing to obtain an in-depth understanding of non-formal education and social cohesion among the Hindu Kaharingan community. The results showed three main findings. First, the implementation of non-formal Hindu education in Pangkan Village was integrated into religious rituals and customary traditions. Religious education was primarily carried out through Basarah worship, conducted regularly on Friday evenings, rotating household Basarah worship on Mondays, and the Hindu Kaharingan traditional marriage ceremony known as Unta Kurus Naik Malam. Values education through tradition was firmly internalized by means of mutual cooperation known as Pangandrau Welum. This process was supported by the vital roles of customary and religious leaders as living role models within dynamic patterns of social interaction, including imitation, listening, and active community participation in customary deliberations. Second, the challenges in implementing non-formal Hindu education were classified into three aspects. Structural challenges included limited learning facilities, a shortage of competent educators due to disrupted intergenerational transmission of values, and the passing of many elderly community members. Cultural challenges were driven by modernization, digitalization, and youth migration. Participatory challenges were characterized by increasing individualism, limited intergenerational dialogue, and interfaith mixed marriages that may lead to religious conversion. Third, the implications of non-formal education were highly positive. Its implications for social cohesion were reflected in the development of mechanical solidarity and collective consciousness among the community members. Its implications for the preservation of collective identity helped maintain the existence of the Hindu Kaharingan community as a religious minority, while its sociocultural implications were reflected in the preservation of social integration and the sustainability of local wisdom in Pangkan Village.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Media Sosial dalam Meningkatkan Promosi Destinasi Ekowista Pula Kaja Kota Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ni Wayan Revina, 2025: Peran Media Sosial dalam Meningkatkan Promosi Wisata Pulau Kaja Kota Palangka Raya, Prodi Pramuwisata Budaya dan Keagamaan, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangkaraya, Pembimbing I Dr. Tardi Edung.,S.Ag.,M.Ag dan Pembimbing II Handoko S.Ag.,M.Si. Pariwisata berbasis ekowisata menjadi salah satu tren yang terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran wisatawan terhadap konsep wisata berkelanjutan. Pulau Kaja di Kota Palangka Raya merupakan destinasi ekowisata yang memiliki daya tarik khas berupa konservasi orangutan dan keindahan alam tropis yang masih alami. Meskipun memiliki potensi besar, promosi Pulau Kaja masih menghadapi kendala dalam menjangkau audiens yang lebih luas. Media sosial hadir sebagai instrumen penting dalam mendukung promosi pariwisata karena memiliki jangkauan luas, biaya rendah, serta kemampuan menciptakan interaksi langsung antara pengelola dengan wisatawan. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini memiliki dua rumusan masalah, yaitu: (1) bagaimana peran media sosial dalam mempromosikan Wisata Pulau Kaja di Kota Palangka Raya, dan (2) apa saja hambatan yang dihadapi dalam pemanfaatan media sosial untuk promosi Wisata Pulau Kaja. Penelitian ini dianalisis menggunakan Teori Komunikasi Pemasaran Pariwisata (I Nyoman Sudiarta, 2010) yang menjelaskan pentingnya strategi komunikasi terpadu dalam membentuk citra persepsi, ikatan emosional destinasi, serta Teori Difusi Inovasi (Everett M. Rogers, 1983) yang menyoroti proses penyebaran inovasi digital melalui jejaring sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Subjek penelitian terdiri atas pengelola wisata, pengunjung, serta pengikut akun media sosial Pulau Kaja. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan penting dalam meningkatkan visibilitas, membangun citra positif, dan memperluas jangkauan promosi Wisata Pulau Kaja. Platform seperti Instagram efektif dalam menampilkan konten visual yang menarik, testimoni wisatawan, serta interaksi digital yang mendorong minat berkunjung. Namun demikian, ditemukan sejumlah hambatan seperti keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya literasi digital, minimnya kolaborasi lintas pihak, serta kurangnya strategi konten yang konsisten dan bilingual, sehingga potensi media sosial belum dimanfaatkan secara optimal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa media sosial memiliki kontribusi besar dalam promosi Wisata Pulau Kaja, tetapi efektivitasnya masih perlu ditingkatkan melalui penguatan strategi konten, peningkatan kapasitas SDM, dan kolaborasi multi-pihak untuk mendukung keberlanjutan ekowisata berbasis digital. Kata Kunci: Media Sosial, Promosi, Pariwisata, Pulau Kaja, Ekowisata

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Implementasi Ajaran Tri Hita Karana dalam Kegiatan Bakti Sosial Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Hindu di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Krisnawati. 2025. Implementasi Ajaran Tri Hita Karana dalam Kegiatan Bakti Sosial Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Hindu di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Skripsi. Dibimbing oleh Pembimbing I Mitro S.Pd.,M.Si dan pebimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag,M.Si. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya implementasi ajaran Tri Hita Karana dalam kehidupan akademik, khususnya melalui kegiatan bakti sosial mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi, kendala, serta upaya mengoptimalkan ajaran Tri Hita Karana dalam kegiatan bakti sosial mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Hindu di IAHN-TP Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran Tri Hita Karana telah diimplementasikan dalam tiga dimensi utama. Dimensi Parahyangan diwujudkan dengan doa bersama sebelum kegiatan sebagai bentuk bhakti kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Dimensi Pawongan tampak dalam semangat gotong royong, solidaritas, dan kebersamaan antar mahasiswa. Dimensi Palemahan terealisasi melalui kegiatan menjaga kebersihan, menata taman, dan penghijauan lingkungan kampus. Kendala yang dihadapi meliputi faktor internal, yaitu rendahnya motivasi dan pemahaman mahasiswa mengenai Tri Hita Karana, serta faktor eksternal berupa keterbatasan sarana kebersihan dan jadwal kegiatan yang berbenturan dengan perkuliahan. Untuk mengatasi kendala tersebut, pengelola melakukan pengarahan, pembinaan, dan memberi keteladanan, sedangkan mahasiswa mengusulkan inovasi seperti kegiatan penghijauan, refleksi bersama, dan pembagian tugas yang jelas agar keterlibatan lebih merata. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan bakti sosial tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga sarana pembentukan karakter religius, sosial, dan peduli lingkungan mahasiswa sesuai ajaran Tri Hita Karana. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi penguatan pendidikan karakter berbasis nilai- nilai Hindu di perguruan tinggi. Kata kunci: Tri Hita Karana, bakti sosial, mahasiswa,

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Media Sosial sebagai Media Interaksi dan Pengembangan Destinasi Wisata Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Made Safitri, 2025. Media Soisal Sebagai Media Interaksi dan Pengembangan Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Ni Nyoman Ayu Wilantari, S.Ag.,M.Fil.H Pembimbing II Handoko, S.Ag.,M.Si Pariwisata di Indonesia memiliki beranekaragam wisatanya, sumber daya alam yang begitu kaya akan keindahan alam, budaya dan adat istiadat yang dimiliki sehingga dapat menarik minat wisatawan untuk datang dan berkunjung. Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan definisikan terkait Media Sosial Sebagai Media Interaksi dan Pengembangan Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan berupa kondensasi data (data condensation), penyajian data (data display ) dan penarikan kesimpulan (conclusions drawing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pengembangan wisata alam. (1) Bagaimana media sosial berperan dalam interaksi dan pengembangan Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai yang dimana dalam interaksi wisata melalui media sosial dapat menjadi wisata yang lebih berkembang dan menjadi sorotan bagi kalangan masyakat luas, sehingga dapat menarik minat wisatawan lokal maupun wisatawan asing untuk mengunjungi Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai. (2) Pola Media Sosial sebagai media interaksi dan pengembangan Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai, pola adalah bentuk atau model yang teratur serta susuna yang konsisten dilakukan secara berulang. Pengelola media sosial Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai mengungkapkan bahwa terdapat pola media sosial yang diterapkan guna menarik minat wisatawan untuk mengunjungi Destinasi wisata Dermaga Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Kata kunci : Media Sosial, Interaksi, Pengembangan, Destinasi wisata, Kereng Bangkirai.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Media Sosial TikTok terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas IV dan V SDN 9 Palangka di Kota Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini membahas tentang pengaruh media sosial TikTok terhadap motivasi belajar siswa kelas IV dan V di SDN 9 Palangka. Motivasi sangatlah penting bagi manusia untuk melakukan sesuatu hal dalam mewujudkan impian tanpa adanya motivasi manusia tidak akan bisa berbuat apa-apa dikarenakan tidak adanya dorongan atau rangsangan. Permasalahan ini menjadi tantangan guru dalam membangun dan meningkatkan motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh media sosial TikTok terhadap motivasi belajar siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode pengambilan data survei melalui penyebaran angket atau kuesioner. Penelitian ini melibatkan dua kelas dengan jumlah siswa sebanyak 53 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket atau kuesioner. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan program SPSS 30. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa media sosial TikTok berpengaruh negatif terhadap motivasi belajar siswa kelas IV dan V di SDN 9 Palangka. Hasil uji normalitas dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov menunjukan data 0,0830 > 0,05 bahwa nilai residual berdistribusi normal kemudian pada uji regresi linear sederhana diperoleh nilai sebesar 0,02260,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel X (media sosial TikTok) berpengaruh terhadap variabel Y(motivasi belajar siswa) dan pada uji koefisien determinasi menunjukan bahwa pengaruh media sosial TikTok terhadap motivasi belajar siswa sebesar 29% sehingga 71% dipengaruhi oleh variabel yang tidak termasuk pada penelitian ini.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Dampak Lingkungan Sosial terhadap Motivasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN Rantau Pandan Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia. Salah satu unsur yang mempengaruhi keberhasilan belajar siswa adalah lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi lingkungan sosial siswa dan menganalisis dampaknya terhadap motivasi belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN Rantau Pandan, Kecamatan Bukit Raya, Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu, siswa kelas V, orang tua, dan tokoh masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga, perhatian guru, dan suasana sekolah yang kondusif memberikan pengaruh positif terhadap semangat belajar siswa. Namun, ditemukan kendala berupa minimnya perhatian orang tua, kurangnya kegiatan keagamaan Hindu di masyarakat, dan keterbatasan bahan ajar, yang dapat menurunkan motivasi belajar siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan sosial yang mendukung peningkatan motivasi belajar siswa.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi Guru Agama Hindu dalam Mengatasi Dampak Penggunaan Media Sosial terhadap Motivasi Belajar Siswa di SDN-6 Menteng Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RESA ADINATA 2025, Strategi Guru Agama Hindu Dalam Mengatasi Dampak Penggunaan Media Sosial Terhadap Motivasi Belajar Siswa SDN-6 Menteng Palangka Raya di Palangka Raya. Skripsi Program Studi Pendidkan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing (I)Dr.Derson,S.Ag.,M.Ag,Pembimbing (II)Putu Yhani,S.Pd.,M.Pd. Cory Candra Kemajuan teknologi digital yang begitu cepat telah membawa dampak besar terhadap kehidupan siswa, terutama dalam pola interaksi dan proses pembelajaran mereka. Salah satu hal yang mencolok adalah tingginya intensitas penggunaan media sosial di kalangan pelajar. Walaupun media sosial memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam belajar, kenyataannya penggunaan yang berlebihan dan tidak terkontrol sering kali menurunkan semangat dan motivasi siswa dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai strategi yang digunakan oleh guru dalam menangani dampak negatif dari penggunaan media sosial terhadap motivasi belajar siswa Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif yang dilakukan di SDN 6 Menteng Palangka Raya selama satu bulan pada bulan mei hingga Juni 2025. Informan penelitian ini adalah satu orang kepala sekolah, satu orang guru dan empat orang siswa,teknik pengumpulan data menggunakan observasi,wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, penyajian data,redukasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai strategi seperti pendekatan personal kepada siswa, pemanfaatan media sosial sebagai alat pembelajaran, pemberian motivasi secara berkelanjutan, serta kerja sama dengan orang tua. Strategi-strategi tersebut terbukti cukup efektif dalam menumbuhkan kembali minat dan semangat belajar siswa. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa peran aktif guru sangat penting dalam mendampingi siswa menghadapi tantangan era digital, khususnya dalam menjaga keseimbangan antara penggunaan media sosial dan motivasi belajar.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi Pencegahan Tindak Pidana Penyebaran Berita Bohong (Hoax) melalui Media Sosial di Polda Kalteng

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

KRISTINA, 2024 : Strategi Pencegahan Tindak Pidana Penyebaran Berita Bohong (Hoax) Melalui Media Sosial Di Polda Kalteng Skripsi. Fakultas Dharma Sastra, Program Studi Hukum Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Made Kastama, SH.,MH. Pembimbing II Edelweisia Cristiana, M.H. Pencegahan penyebaran berita bohong (hoax) sebagai upaya yang mengedepankan usaha atau tindakan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan terkhususnya dalam pencegahan tindak pidana penyebaran berita bohong (hoax) melalui media sosial. Dampak berita hoax menimbulkan kegaduhan dalam masyarakat yang dikarenakan oleh hoax tersebut juga terprovokasi dari adanya suatu informasi atau berita bohong. Oleh sebab itu peneliti tertarik mengangkat tentang Strategi Pencegahan Tindak Pidana Penyebaran Berita Bohong (Hoax) Melalui Media Sosial Di Polda Kalteng, dengan lokasi penelitian di Kepolisian Daerah (POLDA) Kalimantan Tengah. Dengan dua rumusan pokok : (1) Apa upaya yang dilakukan oleh pihak Kepolisian Daerah (POLDA) Kalimantan Tengah dalam pencegahan tindak pidana penyebaran berita bohong (hoax) melalui media sosial ? (2) Bagaimana penanggulangan oleh pihak Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah apabila terjadi kasus penyebaran berita bohong (hoax)? Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan teknik purposive sampling, di analisis menggunakan teori penegakan hukum dan teori efektivitas hukum, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, kemudian diolah dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa upaya pencegahan tindak pidana penyebaran berita bohong (hoax) melalui media sosial di Polda Kalteng dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: Upaya pencegahan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah, terkhususnya ditangani oleh Bidang Humas Polda Kalteng yang menangani penyebaran berita hoax, baik itu pencegahan maupun penanggulangannya. Upaya pencegahan yang dilakukan dengan literasi digital, edukasi, sosialisasi dan patroli siber secara aktif kepada masyarakat, mendatangi komunitas, sekolah, perguruan tinggi, dan lembaga masyarakat lainnya untuk memberikan informasi tentang hukum yang terkait dengan penyebaran berita bohong atau hoax. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum kepada masyarakat. Penanggulangan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian apabila terjadi kasus penyebaran berita bohong yaitu melalui/melakukan Restorative Justice atau pembinaan dan melakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran atau penyimpangan terhadap peraturan perundang-undangan.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Media Sosial dalam Promosi Wisata Danau Biru Desa Tewang Rangkang Kec. Tewang Sanggalang Garing Kabupaten Katingan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemanfaatan Media Sosial Dalam Promosi Wisata Danau Biru Desa Tewang Rangkang Kec. Tewang Sanggalang Garing Kabupaten Katingan

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK TRISNAWAN, BAYU. 2024. Efektivitas Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama Di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acara Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A dan Pembimbing II I Ketut Agus Muliana, S.Ag., M.Fil.H Program Sosialisasi Pengutan Moderasi Beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama, yang mana belum optimal capaian tujuannya. Di dalam penelitian ini bertujuan untuk: 1) Memahami pelaksanaan sosialisasi penguatan moderasi beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. 2) Memahami efektivitas sosialisasi penguatan moderasi beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah Teori Kontruktivisme. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokasi penelitian di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Sumber data penelitian yaitu sumber data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pelaksanaan sosialisasi penguatan moderasi beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya bahwa hal yang dipersiapkan adalah tujuan pelaksanaan, metode yang digunakanan, materi yang disampaikan, narasumbernya, peserta, waktu dan tempat pelaksanaan, fasilitas dan proses pelaksanaannya. Adapun sosialisasi penguatan moderasi beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya dapat dikatakan efektif karena terlampauinya: 1. Ketepatan sasaran program, sudah sangat tepat menyesuaikan juknis, 2. Sosialisasi program, sudah berjalan dengan baik dan lancar serta memberikan pemahaman baru, menambah wawasan dan mencegah sikap mahasiswa yang intoleran, 3.Tujuan program, yang mana mahasiswa memahami konsep-konsep moderasi beragama serta implementasinya, dan 4. Pemantauan program, telah dilakukan secara eksternal oleh inspektorat dan kelompok kerja (Pokja) Moderasi Beragama maupun internal oleh rektor IAHN-TP Palangka Raya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Media Sosial sebagai Sarana Promosi Pariwisata oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Palangka Raya

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENI LISARI: (2024) Media Sosial Sebagai Sarana Promosi Pariwisata oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Palangka Raya (pembimbing I Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si, dan pembimbing II Budi Purnomo, SH., M.Si). Penggunaan media sosial sebagai sarana promosi telah banyak digunakan di bidang pariwisata. Salah satu instansi yang aktif mempromosikan pariwisata adalah Disparbudpora Kota Palangka Raya. Sebagai pihak yang turut mempromosikan kegiatan pariwisata, sangat diperlukan keahlian dan pengelolaan khusus pada media sosial. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka pada penelitian ini terdapat dua perumusan masalah dalam skripsi ini, (1)Bagaimanakah pola media sosial sebagai sarana promosi pariwisata oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, (2) Apa saja faktor penghambat media sosial sebagai sarana promosi pariwisata oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah, (1) Teori bauran promosi (2) Teori hambatan. Subjek penelitian ini adalah mulai dari: Admin media sosial dan pengikut media sosial Disparbudpora. Hasil penelitian ini adalah, (1) untuk mengetahui pola media sosial sebagai sarana promosi pariwisata oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (2) untuk mengetahui faktor penghambat media sosial sebagai sarana promosi pariwisata oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga. Hasil kajian peneliti dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pola promosi menggunakan media sosial yang dilakukan oleh Disparbudpora terdapat empat tahapan yaitu penciptaan konten, penentuan platform, implementasi program, monitoring dan evaluasi, dan empat bauran promosi yang dilakukan adalah periklanan, Promosi Penjualan, Hubungan Masyarakat dan Publisitas, Pemasaran Langsung. Faktor penghambat kegiatan promosi pariwisata melalui media sosial oleh Disparbudpora yaitu, 1) Faktor internal: perbedaan pendapat dan miskomunikasi yang terjadi antar individu dan tim serta tantangan kreativitas dalam pembuatan konten, 2) Faktor eksternal: jaringan internet dan multimedia yang digunakan mengalami gangguan, kerusakan atau malfungsi. Kata Kunci: Media Sosial, Promosi Pariwisata, Dinas Pariwisata

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Upaya Guru Agama Hindu dalam Meningkatkan Nilai Sikap Sosial Siswa Hindu di SMPN-14 Palangka Raya

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jeriyanto. 2023. Upaya Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Meningkatkan Nilai Sikap Sosial Siswa Hindu Di SMP Negeri-14 Palangka Raya: Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Jenjang Strata Satu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palagka Raya. Pembimbing (I) Dr. Drs. I Wayan Karya, M.Pd,.M.Si Pembimbing (II) Mitro, S.Ag,.M.Si Upaya Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Meningkatkan Nilai Sikap Sosial Siswa Hindu Di SMP Negeri-14 Palangka Raya. Adapun rumusan masalah yang ada dalam penulisan skripsi ini, yaitu: 1. Bagaimana Kah Upaya Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Nilai Sikap Sosial Siswa Hindu Di SMP Negeri-14 Palangka Raya ? 2. Apakah Kendala-Kendala Yang Dihadapi Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Nilai Sikap Sosial Siswa Hindu Di SMP Negeri-14 Palangka Raya ? Adapun tujuan dari penelitian ini, yaitu: untuk memberikan pemahaman dan arah dari sebuah tujuan terhadap guru dan sekolah dalam mendidik yang dimana Upaya Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Nilai Sikap Sosial Siswa Hindu Di SMP Negeri-14 Palangka Raya. Untuk memperoleh data tentang upaya yang dilakukan, teori yang digunakan dalam menganalisis rumusan masalah penelitian ini adalah teori sikap sosial, yaitu kesadaran dari dalam diri individu yang mempengaruhi terhadap lingkungan sosial, serta teori belajar Humanistik sebagai sebuah nama pemikiran/teori pendidikan yang dimaksudkan sebagai pendidikan yang menjadikan humanisme sebagai pendekatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi ataupun deskriptif kualitatif. Teknik penentuan informan yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik metode deskriptif anallisa. Hasil dalam penelitian ini menyatakan bahwa Nilai Sikap Sosial Siswa Hindu Di SMP Negeri-14 Palangka Raya masih belum diterapkan secara maksimal karena disebabkan ada beberapa faktor yang menjadi penghambatnya dalam Meningkatkan Nilai Sikap Sosial Siswa Hindu diantara nya; 1. Kurangnya kesadaran dalam diri, 2. Kurangnya disiplin dalam lingkungan sekolah, 3. Kurangnya sikap jujur dalam diri siswa, 4. Masih belum adanya rasa percaya diri sepenuhnya dalam diri siswa, 5. Kurangnya tanggung jawab dalam diri siswa. Upaya yang dilakukan oleh Guru Agama Hindu dalam Meningkatkan Nilai Sikap Sosial Siswa Hindu setelah memperhatikan kendala-kendala yang terjadi, Guru Agama Hindu melakukan penekanan terhadap siswa secara sabar dalam mendidik, mengajar dan mengarahkan siswa harapan yang diharapkan agar dengan cara menekankan, siswa dapat menyadari bahwa menerapkan nilai sikap sosial dalam diri merupakan keberuntungan serta kebaikan untuk diri sendiri.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penyuluh Agama Hindu Dalam Meningkatkan Pembinaan Generasi Muda Hindu Melalui Penggunaan Media Sosial Di Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Novi Olfianie (2023) Penyuluh Agama Hindu Dalam Meningkatkan Pembinaan Generasi Muda Hindu Melalui Penggunaan Media Sosial Di Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan Pembimbing I, Handoko, S.Ag., M.Si Pembimbing II, Sulandra, S.Pi., M.Si Media sosial merubah cara berkomunikasi dalam masyarakat saat ini. Komunikasi tidak lagi terbatas jarak, waktu, dan ruang, serta bisa terjadi dimana saja, dan kapan saja. Pada penelitian ini yang menjadi permasalahan adalah (1) bagaimana strategi Penyuluh Agama Hindu menyampaikan informasi melalui media sosial (2) apa kendala Penyuluh Agama Hindu menyampaikan melalui penggunaan media sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, kepustakaan, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah (1) pengumpuln data (2) reduksi data (3) penyajian data (4) verifikasi atau kesimpulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori uses and gratification dan teori uses and effect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penyuluh dalam menyampaikan informasi melalui media sosial dengan membuat grup atau komunitas di media sosial dan penyampaian informasi yang dilakukan dalam bentuk teks atau kata-kata, dan penyampaian informasi mengenai ajaran agama Hindu berupa postingan vidio dan foto atau gambar yang kemudian foto tersebut diberikan penjelasan dengan bahasa yang mudah dipahami. Adapun media sosial yang digunakan yaitu facebook, whatsApp, dan instagram. Sedangkan kendala penyuluh menyampaikan informasi melalui media sosial sebab keterbatasan penyuluh dalam mengoperasikan media sosial sehingga penyampaian informasi yang dilakukan hanya berupa teks atau kata-kata, dan dalam bentuk foto yang diberikan penjelasan. Selain itu pula yang juga menjadi kendala yaitu tidak adanya orang yang dapat membantu mengelola media sosial tersebut secara penuh.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DAN MIINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI SMKN DAN SMAN 1 CEMPAGA HULU KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji tentang status sosial ekonomi orangtua dan minat belajar dengan prestasi belajar siswa pada pendidikan agama Hindu di SMKN 1 Cempaga Hulu dan SMAN 1 Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. status sosial ekonomi orangtua siswa agama Hindu di SMKN 1 Cempaga Hulu dan SMAN 1 Cempaga Hulu dapat dikatakan sebagian besar berstatus sosial ekonomi menengah kebawah dengan rata-rata pekerjaan orangtua siswa sebagai petani kemudian karyawan swasta, wirausaha dan perangkat desa, dalam mengikuti pembelajaran siswa agama Hindu di SMKN 1 Cempaga Hulu dan SMAN 1 Cempaga Hulu memiliki prestasi belajar yang sangat baik. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa dan orangtua, sedangkan objeknya dalah status sosial ekonomi orangtua dan minat belajar dengan prestasi belajar siswa pada pendidikan agama Hindu di SMKN 1 Cempaga Hulu dan SMAN 1 Cempaga Hulu, Teknik pengumpulan data dengan metode kualitatif, diperoleh dari observasi, wawancara, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis didapatkan hasil yakni prestasi belajar siswa agama Hindu tidak dipengaruhi oleh status sosial ekonomi orangtua, Pertama Prestasi Belajar Siswa Pada Pendidikan Agama Hindu Di SMKN 1 Cempaga Hulu dan SMAN 1 Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur sebagai berikut: 1) internal prestasi belajar siswa 2) Fisiologis siswa 3) Motivasi 4) Intelegensi dan Akademik, 5) eksternal prestasi belajar siswa, 6) Kondisi Ruang Kelas, 6) Sarana dan Sumber Belajar, kedua Status Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Pendidikan Agama Hindu Di SMKN dan SMAN 1 Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur sebagai berikut: 1) Pekerjaan orangtua, 2) Pendidikan orangtua, 3) Pendapatan orangtua, 4) Hubugan status sosial ekonomi terhadap prestasi belajar, dan ketiga Minat Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Pada Pendidikan Agama Hindu Di SMKN dan SMAN 1 Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur berikut: 1) Menumbuhkan minat belajar agama Hindu 2) Manfaat belajar agama Hindu. 3) Hubungan Minat Dalam Prestasi 4) Strategi Menumbuhkan Minat Belajar.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail