2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Erpina, 2025. Hambatan Guru Dalam Membentuk Motivasi Belajar Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD N 5 Menteng Palangka Raya. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH., M.Pd.H dan Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si Hambatan-hambatan guru dalam mebentuk motivasi belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan agama Hindu adalah hambatan yang muncul baik secara internal maupun eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, dan mengetahui hambatan guru dalam membentuk motivasi belajar siswa pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya, untuk mengkaji dan mendeskripsikan upaya guru mengatasi hambatan guru dalam membentuk motivasi belajar siswa pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memahami, menganalisis, dan mendeskripsikan Hambatan Guru Membentuk Motivasi Belajar Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD N 5 Menteng Palangka Raya. Data penelitian diproleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian dilakukan di SD N 5 Menteng Palangka Raya. Informan dalam penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, guru Hindu, wali kelas, dan siswa Hindu. Peneliti bertindak sebagai instrument utama dibantu dengan menggunakan pedoman observasi, dan pedoman wawancara. Teknik analisis data adalah analisis data kualitatif menurut Miles & Huberman (2014). Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa Hambatan Guru Membentuk Motivasi Belajar Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD N 5 Menteng Palangka Raya meliputi rendahnya minat belajar, penggunaan media dan metode pembelajaran yang kurang tepat, serta perbedaan karakter siswa. Upaya guru dalam mengatasi hambatan motivasi belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya dilakukan melalui tiga langkah, yaitu membimbing siswa sesuai karakter dan kebutuhan mereka, memberikan apresiasi agar siswa merasa dihargai dan termotivasi, serta membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar dengan penjelasan ulang, pendampingan, dan dukungan emosional sehingga mereka lebih percaya diri dan bersemangat. Kata Kunci: Pendidikan agama Hindu, siswa hindu, motivasi belajar.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Erpina, 2025. Hambatan Guru Dalam Membentuk Motivasi Belajar Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD N 5 Menteng Palangka Raya. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH., M.Pd.H dan Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si Hambatan-hambatan guru dalam mebentuk motivasi belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan agama Hindu adalah hambatan yang muncul baik secara internal maupun eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, dan mengetahui hambatan guru dalam membentuk motivasi belajar siswa pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya, untuk mengkaji dan mendeskripsikan upaya guru mengatasi hambatan guru dalam membentuk motivasi belajar siswa pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memahami, menganalisis, dan mendeskripsikan Hambatan Guru Membentuk Motivasi Belajar Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD N 5 Menteng Palangka Raya. Data penelitian diproleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian dilakukan di SD N 5 Menteng Palangka Raya. Informan dalam penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, guru Hindu, wali kelas, dan siswa Hindu. Peneliti bertindak sebagai instrument utama dibantu dengan menggunakan pedoman observasi, dan pedoman wawancara. Teknik analisis data adalah analisis data kualitatif menurut Miles & Huberman (2014). Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa Hambatan Guru Membentuk Motivasi Belajar Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD N 5 Menteng Palangka Raya meliputi rendahnya minat belajar, penggunaan media dan metode pembelajaran yang kurang tepat, serta perbedaan karakter siswa. Upaya guru dalam mengatasi hambatan motivasi belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya dilakukan melalui tiga langkah, yaitu membimbing siswa sesuai karakter dan kebutuhan mereka, memberikan apresiasi agar siswa merasa dihargai dan termotivasi, serta membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar dengan penjelasan ulang, pendampingan, dan dukungan emosional sehingga mereka lebih percaya diri dan bersemangat. Kata Kunci: Pendidikan agama Hindu, siswa hindu, motivasi belajar.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Sirna Elpina, 2025. Peran Mantir Adat Dalam Menyelesaikan Kasus pencurian Buah Sawit di Desa Bangkal Kcematan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan. Skripsi Srata Satu Prodi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya Dengan Dosen Pembimbing Pembimbing I Dr. Riwun, S.Ag., M.Si. dan Dosen Pembimbing II Mariatie, S.Ag., M.Si. Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan merupakan salah satu wilayah yang masih memegang nilai-nilai hukum adat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan sosial, termasuk kasus pencurian buah sawit yang kerap terjadi di lingkungan masyarakat dalam penyelesaian kasus tersebut, Peran Mantir Adat menjadi sangat penting sebagai lembaga yang dipercaya masyarakat untuk menegakkan keadilan berdasarkan kearifan lokal. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: (1) bagaimana Peran Mantir Adat dalam menyelesaikan kasus pencurian bauh sawit ; (2) apa sanksi diberikan oleh Mantir Adat kepada pelaku pencurian buah sawit; (3) bagaimana efektivitas sanksi yang dijatuhkan oleh Mantir Adat terhadap pelaku pencurian buah sawit. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi Mantir Adat, tokoh masyarakat, pelaku pencurian, serta aparat desa terkait. Teori yang digunakan penelitian ini adalah (1) Teori Kewenangan (2) Pembuktian dan (3) Efektivitas Hukum. Terkait penelitian menunjukan bahwa Mantir Adat berperan penting sebagai mediator dalam penyelesaian kasus pencurian buah sawit melalui mekanisme musyawarah adat yang mengedepankan asas keadilan, keseimbangan, dan perdamaian antar warga. Sanksi yang diberikan berupa denda adat yang disesuaikan dengan tingkat pelanggaran, dengan tujuan memberikan efek jera dan memulihkan hubungan sosial di masyarakat. Sanksi adat tersebut terbukti cukup efektif dalam mencegah terulangnya tindakan serupa, karena mengandung nilai moral, sosial, dan religius yang diakui oleh masyarakat setempat. Kata kunci: peran Mantir Adat, pencurian buah sawit, sanksi adat,efektivitas penyelesaian,sengketa
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sirna Elpina, 2025. Peran Mantir Adat Dalam Menyelesaikan Kasus pencurian Buah Sawit di Desa Bangkal Kcematan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan. Skripsi Srata Satu Prodi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya Dengan Dosen Pembimbing Pembimbing I Dr. Riwun, S.Ag., M.Si. dan Dosen Pembimbing II Mariatie, S.Ag., M.Si. Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan merupakan salah satu wilayah yang masih memegang nilai-nilai hukum adat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan sosial, termasuk kasus pencurian buah sawit yang kerap terjadi di lingkungan masyarakat dalam penyelesaian kasus tersebut, Peran Mantir Adat menjadi sangat penting sebagai lembaga yang dipercaya masyarakat untuk menegakkan keadilan berdasarkan kearifan lokal. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: (1) bagaimana Peran Mantir Adat dalam menyelesaikan kasus pencurian bauh sawit ; (2) apa sanksi diberikan oleh Mantir Adat kepada pelaku pencurian buah sawit; (3) bagaimana efektivitas sanksi yang dijatuhkan oleh Mantir Adat terhadap pelaku pencurian buah sawit. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi Mantir Adat, tokoh masyarakat, pelaku pencurian, serta aparat desa terkait. Teori yang digunakan penelitian ini adalah (1) Teori Kewenangan (2) Pembuktian dan (3) Efektivitas Hukum. Terkait penelitian menunjukan bahwa Mantir Adat berperan penting sebagai mediator dalam penyelesaian kasus pencurian buah sawit melalui mekanisme musyawarah adat yang mengedepankan asas keadilan, keseimbangan, dan perdamaian antar warga. Sanksi yang diberikan berupa denda adat yang disesuaikan dengan tingkat pelanggaran, dengan tujuan memberikan efek jera dan memulihkan hubungan sosial di masyarakat. Sanksi adat tersebut terbukti cukup efektif dalam mencegah terulangnya tindakan serupa, karena mengandung nilai moral, sosial, dan religius yang diakui oleh masyarakat setempat. Kata kunci: peran Mantir Adat, pencurian buah sawit, sanksi adat,efektivitas penyelesaian,sengketa
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Persepsi Remaja Terhadap Perkembangan Media Sosial Di Desa Manduing Lama Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Persepsi Remaja Terhadap Perkembangan Media Sosial Di Desa Manduing Lama Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Mira Alpina, 2022. Berjudul Upacara Bekepilah Seletamput Umat Hindu Kaharingan Di Desa Payang Ara Kecamatan Gnung Timang Kabupaten Barito Utara. Skripsi Fakultas Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I, Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag dan Pembimbing II, Lamri, S.Pd.,M.Pd.H Didalam ajaran Agama Hindu meliputi Tattwa, Etika, Upacara. Begitu jga yang terdapat dalam Upacara Bekepilah Seletamput pada prosesi perkawinan mat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara, pacara Bekepilah Seletamput merupakan upacara Perkawinan umat Hindu. Saat ini umat Hindu tidak lagi melihat sebagaimana yang telah tertulis dalam Kitab Suci Panaturan 2006 Pasal 30 Nyai Endas Bulau Lisan Tingang Kawin dan ini menjadi pedoman bagi mat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara dalam pelaksanaan Upacara Bekepilah Seletamput. Permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini yakni: 1. Apa penyebab terjadinya Upacara Bekepilah Seletamput di Desa Payang Ara Kecamatan Gnng Timang Kabupaten Barito Utara? 2. Bagaimana Proses Perkawinan Upacara Bekepilah Seletamput di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara? 3. Apa Nilai Pendidikan Dalam Upacara Bekepilah Seletamput di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara? Tujuan penelitian ini yaitu sebagai masukan bagi umat Hindu Kaharingan dalam meningkatkan Sradha dan Bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa, dasar Upacara Bekepilah Seletamput itu pernah dilaksanakan prosesi perkawianan umat Hindu Kaharingan dan menggali nilai pendidikan pada Upacara Bekepilah Seletamput dalam prosesi perkawinan umat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Manfaat penelitian ini: dengan adanya penelitian ini bisa bermanfaat untuk kemajuan ilmu pengetahuan, pendidikan wawasan yang lebih luas tentang Upacara Bekepilah Seletamput, proses dan nilai-nilai yang terkandung dalam Upacara tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriftif Kulitatif. Populasinya adalah umat Hindu Kaharingan yang ada di Desa Payang Ara dan informannya adalah Pisor, Basir, Tokoh Umat Hindu Kaharingan dan mantir yang keseluruhannya berjumlah 4 orang. Teknik pengumpulan data yaitu digunakan meliputi empat langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi/menarik kesimpulan. Waktu penelian dilakukan selama 1 (satu) bulan yakni dari tanggal 23 Mei – 23 Juni 2022. Adapun yang menjadi tempat penelitian ini adalah Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Mira Alpina, 2022. Berjudul Upacara Bekepilah Seletamput Umat Hindu Kaharingan Di Desa Payang Ara Kecamatan Gnung Timang Kabupaten Barito Utara. Skripsi Fakultas Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I, Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag dan Pembimbing II, Lamri, S.Pd.,M.Pd.H Didalam ajaran Agama Hindu meliputi Tattwa, Etika, Upacara. Begitu jga yang terdapat dalam Upacara Bekepilah Seletamput pada prosesi perkawinan mat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara, pacara Bekepilah Seletamput merupakan upacara Perkawinan umat Hindu. Saat ini umat Hindu tidak lagi melihat sebagaimana yang telah tertulis dalam Kitab Suci Panaturan 2006 Pasal 30 Nyai Endas Bulau Lisan Tingang Kawin dan ini menjadi pedoman bagi mat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara dalam pelaksanaan Upacara Bekepilah Seletamput. Permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini yakni: 1. Apa penyebab terjadinya Upacara Bekepilah Seletamput di Desa Payang Ara Kecamatan Gnng Timang Kabupaten Barito Utara? 2. Bagaimana Proses Perkawinan Upacara Bekepilah Seletamput di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara? 3. Apa Nilai Pendidikan Dalam Upacara Bekepilah Seletamput di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara? Tujuan penelitian ini yaitu sebagai masukan bagi umat Hindu Kaharingan dalam meningkatkan Sradha dan Bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa, dasar Upacara Bekepilah Seletamput itu pernah dilaksanakan prosesi perkawianan umat Hindu Kaharingan dan menggali nilai pendidikan pada Upacara Bekepilah Seletamput dalam prosesi perkawinan umat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Manfaat penelitian ini: dengan adanya penelitian ini bisa bermanfaat untuk kemajuan ilmu pengetahuan, pendidikan wawasan yang lebih luas tentang Upacara Bekepilah Seletamput, proses dan nilai-nilai yang terkandung dalam Upacara tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriftif Kulitatif. Populasinya adalah umat Hindu Kaharingan yang ada di Desa Payang Ara dan informannya adalah Pisor, Basir, Tokoh Umat Hindu Kaharingan dan mantir yang keseluruhannya berjumlah 4 orang. Teknik pengumpulan data yaitu digunakan meliputi empat langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi/menarik kesimpulan. Waktu penelian dilakukan selama 1 (satu) bulan yakni dari tanggal 23 Mei – 23 Juni 2022. Adapun yang menjadi tempat penelitian ini adalah Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara.