Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: bimbingan rohani
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENERAPAN METODE REWARD AND PUNISHMENT UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA HINDU DALAM KELAS BIMBINGAN ROHANI DI SDN 4 MENTENG PALANGKA RAYA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Medi. 2026. Penerapan Metode Reward and Punishment untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Hindu dalam Kelas Bimbingan Rohani di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: I Gede Dharman Gunawan, SH., M.Pd.H. Pembimbing II: Putu Cory Candra Yhani, S.Pd., M.Pd. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat kedisiplinan siswa Hindu dalam kegiatan bimbingan rohani di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Permasalahan yang ditemukan meliputi siswa yang masih datang terlambat, kurang mematuhi aturan, kurang memperhatikan penjelasan guru, serta kurang bertanggung jawab dalam mengerjakan dan mengumpulkan tugas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode reward and punishment dalam meningkatkan kedisiplinan siswa Hindu pada kegiatan bimbingan rohani di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa Hindu dalam kelas bimbingan rohani di SDN 4 Menteng Palangka Raya yang berjumlah 22 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan expert judgement, triangulasi sumber, dan triangulasi waktu, sedangkan uji reliabilitas dilakukan melalui pemeriksaan secara berulang dan kolaborasi dengan guru Pendidikan Agama Hindu sebagai observer penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode reward and punishment mampu meningkatkan kedisiplinan siswa secara signifikan. Pada tahap pra-tindakan, tingkat kedisiplinan siswa memperoleh persentase sebesar 36% dengan kategori “Kurang”. Setelah diterapkan metode reward and punishment pada siklus I, persentase kedisiplinan meningkat menjadi 58% dengan kategori “Cukup”. Selanjutnya, pada siklus II terjadi peningkatan yang sangat signifikan menjadi 97% dengan kategori “Sangat Baik”. Peningkatan tersebut terlihat dari perubahan perilaku siswa yang lebih disiplin, tertib, bertanggung jawab, serta lebih patuh terhadap aturan selama kegiatan bimbingan rohani berlangsung. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode reward and punishment efektif dalam meningkatkan kedisiplinan siswa Hindu pada kegiatan bimbingan rohani di SDN 4 Menteng Palangka Raya.

7 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Partisipasi Siswa Hindu dalam Mengikuti Bimbingan Rohani di SDN 4 Menteng Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi siswa beragama Hindu dalam mengikuti bimbingan rohani di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Di SDN 4 Menteng Palangka Raya terdapat program bimbingan rohani yang dilaksanakan setiap hari Kamis pukul 06.30–07.00 WIB. Program ini wajib diikuti oleh seluruh siswa-siswi beragama Hindu, yang berjumlah 28 orang. Bimbingan rohani ini telah berjalan sejak lama, namun dalam pelaksanaannya mengalami penurunan partisipasi. Penurunan ini terlihat dari rendahnya kehadiran siswa, kurangnya keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung, serta kurangnya keseriusan dalam mengikuti bimbingan, yang ditunjukkan dengan perilaku seperti mengobrol, bermain, melamun, menguap, hingga tidak fokus saat kegiatan berlangsung. Berdasarkan latar belakang, maka dalam penelitian ini mengkaji : (1) Bagaimana Proses Pelaksanaaan Bimbingan rohani di SDN 4 Menteng? (2) Apa faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi siswa Hindu dalam mengikuti bimbangan rohani? (3) Bagaimana upaya guru agama Hindu dalam meningkatkan partisipasi siswa Hindu dalam mengikuti bimbinga rohani? Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi siswa Hindu, guru agama Hindu, serta pihak sekolah yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan bimbingan rohani terdiri dari enam tahapan, yaitu: kata pengantar, penyucian diri, pelantunan kidung Kandayu, puja Tri Sandya, Dharmawacana dan penutup. Faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya partisipasi siswa mencakup kurangnya kesadaran diri, motivasi yang rendah, kemacetan jalan, belum hapalnya doa (puja Tri Sandya), kesiapan perlengkapan seperti bunga, keterlambatan karena aktivitas keagamaan di rumah, dan keterlibatan dalam pekerjaan rumah tangga. Upaya yang dilakukan guru agama Hindu untuk meningkatkan partisipasi siswa meliputi mengajak siswa secara aktif, membuat materi lebih relevan dan menarik, meningkatkan keterlibatan siswa, menjalin komunikasi dengan orang tua, Tempat pelaksanaan bimbingan rohani akan menggunakan Ruangan belajar agama Hindu dan memberikan apresiasi atas keikut sertaan siswa. Kesimpulannya, partisipasi siswa Hindu dalam kegiatan bimbingan rohani masih perlu ditingkatkan dengan pendekatan yang lebih kreatif dan melibatkan berbagai pihak, termasuk guru dan orang tua, agar siswa lebih termotivasi dan menyadari pentingnya kegiatan rohani dalam kehidupan mereka.

6 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail