Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

YUNIE

5 karya publik ditemukan.

2026: 42017: 1

STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN MOTORIK SISWA HINDU DI SMPN SE KECAMATAN TEWANG SANGALANG GARING KABUPATEN KATINGAN

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Siswa yang memiliki keterampilan perlu mendapat perhatian lebih serius dalam pendidikan terutama dalam bidang pendidikan agama Hindu, yang tidak hanya tentang teori semata namun juga dalam upaya pembinaan dan pendampingan guna mengembangkan keterampilan keagamaan dan keterampilan kecakapan hidup lainnya. Guru tidak hanya dituntut menyusun rencana pengajaran, tetapi guru juga harus mentransfer kecakapan kata yang terkandung dalam materi yang disajikan, maka dalam proses kegiatan belajar bidang studi agama Hindu, tidak terlepas dari tugas dan tanggung jawab guru sebagai tenaga pendidik dalam membantu siswa mengembangkan keterampilan belajar agama untuk mencapai kedewasaan, kejiwaan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji, menganalisis lebih dalam mengenai kendala, Strategi dan Implikasi guru dalam mengembangkan keterampilan siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu di SMPN Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, dokumentasi dan observasi. Kendala yang dialami oleh guru agama Hindu di dalam mengembangkan keterampilan siswa agama Hindu yaitu kendala penguasaan keterampilan yang dimiliki, kendala kualitas sumber daya, kendala motivasi siswa , kendala perbedaan kemampuan siswa, kendala dalam hal penguasaan teknologi. Strategi guru dalam mengatasi kendala, berupaya melaksanakan pembelajaran dengan baik. dengan menggunakan media yang tersedia, melakukan berbagai belajar mandiri dari media online dan mengikuti berbagai pelatihan, diklat dan workshop. Menciptakan suasana pembelajaran yang positif, metode pembelajaran yang interaktif, memberikan motivasi, melakukan langkah mengamati, menanyakan, menyeleksi, memberikan praktek. Implikasi siswa tetap mendapatkan materi, memiliki keterampilan yang diharapkan, Dapat mempraktekannya, menonton dan mendengarkan kandayu, tandak dan karungut, yang disesuaikan dengan bakat dan minat siswa. Mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang baru, untuk diimplementasikan dalam proses belajar mengajar di kelas, siswa menjadi lebih semangat belajar, mampu berprestasi baik secara akademik maupun prestasi di keterampilannya. siswa menjadi berani, tidak takut dan grogi untuk mengikuti berbagai perlombaan sesuai dengan keterampilan yang mereka kuasai. guru mendapatkan penambahan pengetahuan baru melalui diklat atau wokshop.

Pengaruh Disiplin Belajar Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV SDN 1 Langkai Palangka Raya

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Yunie, 2026. Pengaruh Disiplin Belajar Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV Di SDN 1 Langkai Planagka Raya. Pembimbing (I) Dr. I Wayan Dana,S.Pd., M.Si Pembimbing (II) Ayu Fitriana, M.Pd Disiplin dalam belajar merupakan faktor krusial yang membantu siswa untuk tetap belajar secara teratur di sekolah. Saat siswa memiliki disiplin yang tinggi, mereka akan lebih cepat memahami materi pelajaran. Pengamatan menunjukkan bahwa variasi tingkat kedisiplinan siswa kelas IV diduga memengaruhi hasil belajar dalam mata pelajaran IPAS. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur seberapa signifikan pengaruh disiplin belajar terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV di SDN 1 Langkai Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, Populasi dalam penelitian ini sekaligus menjadi sampel jenuh (total sampling) yang melibatkan 27 siswa kelas IV di SDN 1 Langkai Palangka Raya. Data diperoleh melalui kuesioner dan dokumen nilai raport, kemudian dianalisis dengan regresi linear sederhana, uji t, serta koefisien determinasi. Hasill penelitian menunjukkan bahwa disiplin belajar berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV di SDN 1 Langkai Palangka Raya. Analisis data menunjukkan bahwa rata-rata skor angket disiplin belajar siswa berada di angka 48,56 (kategori tinggi) dan rata-rata skor hasil belajar IPAS mereka mencapai 80,00 (kategori baik). Dengan menggunakan uji t, diperoleh t hitung sebesar 10,631 yang jauh melebihi t tabel yaitu 2,060, serta nilai Sig. (2-tailed) 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05. Hasil pengujian koefisien determinasi juga menunjukkan bahwa disiplin belajar berkontribusi sebesar 81,9% terhadap hasil belajar IPAS siswa, sementara 18,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.

Pengaruh Disiplin Belajar Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV SDN 1 Langkai Palangka Raya

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Yunie, 2026. Pengaruh Disiplin Belajar Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV Di SDN 1 Langkai Planagka Raya. Pembimbing (I) Dr. I Wayan Dana,S.Pd., M.Si Pembimbing (II) Ayu Fitriana, M.Pd Disiplin dalam belajar merupakan faktor krusial yang membantu siswa untuk tetap belajar secara teratur di sekolah. Saat siswa memiliki disiplin yang tinggi, mereka akan lebih cepat memahami materi pelajaran. Pengamatan menunjukkan bahwa variasi tingkat kedisiplinan siswa kelas IV diduga memengaruhi hasil belajar dalam mata pelajaran IPAS. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur seberapa signifikan pengaruh disiplin belajar terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV di SDN 1 Langkai Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, Populasi dalam penelitian ini sekaligus menjadi sampel jenuh (total sampling) yang melibatkan 27 siswa kelas IV di SDN 1 Langkai Palangka Raya. Data diperoleh melalui kuesioner dan dokumen nilai raport, kemudian dianalisis dengan regresi linear sederhana, uji t, serta koefisien determinasi. Hasill penelitian menunjukkan bahwa disiplin belajar berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV di SDN 1 Langkai Palangka Raya. Analisis data menunjukkan bahwa rata-rata skor angket disiplin belajar siswa berada di angka 48,56 (kategori tinggi) dan rata-rata skor hasil belajar IPAS mereka mencapai 80,00 (kategori baik). Dengan menggunakan uji t, diperoleh t hitung sebesar 10,631 yang jauh melebihi t tabel yaitu 2,060, serta nilai Sig. (2-tailed) 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05. Hasil pengujian koefisien determinasi juga menunjukkan bahwa disiplin belajar berkontribusi sebesar 81,9% terhadap hasil belajar IPAS siswa, sementara 18,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.

STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN MOTORIK SISWA HINDU DI SMPN SE KECAMATAN TEWANG SANGALANG GARING KABUPATEN KATINGAN

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Siswa yang memiliki keterampilan perlu mendapat perhatian lebih serius dalam pendidikan terutama dalam bidang pendidikan agama Hindu, yang tidak hanya tentang teori semata namun juga dalam upaya pembinaan dan pendampingan guna mengembangkan keterampilan keagamaan dan keterampilan kecakapan hidup lainnya. Guru tidak hanya dituntut menyusun rencana pengajaran, tetapi guru juga harus mentransfer kecakapan kata yang terkandung dalam materi yang disajikan, maka dalam proses kegiatan belajar bidang studi agama Hindu, tidak terlepas dari tugas dan tanggung jawab guru sebagai tenaga pendidik dalam membantu siswa mengembangkan keterampilan belajar agama untuk mencapai kedewasaan, kejiwaan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji, menganalisis lebih dalam mengenai kendala, Strategi dan Implikasi guru dalam mengembangkan keterampilan siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu di SMPN Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, dokumentasi dan observasi. Kendala yang dialami oleh guru agama Hindu di dalam mengembangkan keterampilan siswa agama Hindu yaitu kendala penguasaan keterampilan yang dimiliki, kendala kualitas sumber daya, kendala motivasi siswa , kendala perbedaan kemampuan siswa, kendala dalam hal penguasaan teknologi. Strategi guru dalam mengatasi kendala, berupaya melaksanakan pembelajaran dengan baik. dengan menggunakan media yang tersedia, melakukan berbagai belajar mandiri dari media online dan mengikuti berbagai pelatihan, diklat dan workshop. Menciptakan suasana pembelajaran yang positif, metode pembelajaran yang interaktif, memberikan motivasi, melakukan langkah mengamati, menanyakan, menyeleksi, memberikan praktek. Implikasi siswa tetap mendapatkan materi, memiliki keterampilan yang diharapkan, Dapat mempraktekannya, menonton dan mendengarkan kandayu, tandak dan karungut, yang disesuaikan dengan bakat dan minat siswa. Mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang baru, untuk diimplementasikan dalam proses belajar mengajar di kelas, siswa menjadi lebih semangat belajar, mampu berprestasi baik secara akademik maupun prestasi di keterampilannya. siswa menjadi berani, tidak takut dan grogi untuk mengikuti berbagai perlombaan sesuai dengan keterampilan yang mereka kuasai. guru mendapatkan penambahan pengetahuan baru melalui diklat atau wokshop.

Dampak Penerapan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Terhadap Kearifan Lokal Masyarakat Suku Dayak (Studi Kasus Sistem Berladang Masyarakat Desa Tewang Tampang Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan)

2017 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dalam pemberlakuan larangan pembakaran hutan dan lahan sebagaimana yang tertuang didalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup pasal 69 ayat (1) huruf h yang menyatakan bahwa setiap orang dilarang melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Namun disisi lain dalam kebiasaan berladang masyarakat dayak khususnya yang ada di Desa Tewang Tampang Kecamatan Tasik Payawan selalu dengan cara membakar yang telah dilakukan turun temurun sejak dulu. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 3 (Tiga) hal yaitu : (1). Bagaimana dampak berlakunya Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup terhadap sistem berladang masyarakat suku dayak di desa Tewang Tampang Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan? (2). Bagaimana kebijakan yang diberikan oleh pemerintah berkaitan dengan larangan pembakaran hutan dan lahan kepada para petani lokal yang ada di Desa Tewang Tampang Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan? (3). Bagaimana tanggapan masyarakat Desa Tewang Tampang Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan terhadap berlakunya Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup ? Subjek penelitian ini adalah Pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Katingan, Sekretaris Kecamatan Tasik Payawan, Kepala Desa Tewang Tampang, staf Desa Tewang Tampang, Mantir Adat Tewang Tampang, Tokoh Masyarakat dan petani lokal yang ada di Desa Tewang Tampang. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode Observasi, Wawancara, Kepustakaan dan Dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dan rancangan studi kasus dengan langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Dari analisis data tersebut maka dapat disimpulkan: (1). Penerapan Undang- Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup berdampak terhadap perubahan sistem berladang masyarakat, menghilangkan kearifan lokal masyarakat, penurunan luas areal berladang dan hilangnya lapangan pekerjaan. (2). Kebijakan pemerintah berkaitan dengan larangan pembakaran hutan dan lahan kepada para petani lokal yang ada di Desa Tewang Tampang adalah pengelolaan lahan secara arif dan bijak, bantuan alat mesin pertanian (alsintan), bahan pertanian dan cetak sawah. (3) Pada dasarnya masyarakat mengeluhkan pemberlakuan aturan yang secara merata, masyarakat berharap adanya pengecualian bagi para petani lokal agar tetap dapat melakukan aktivitas berladangnya seperti biasa. Meski demikian namun sebagai warga Negara yang baik mereka tetap mematuhi aturan yang ada.