ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jhon Raindi Saputra, 2026. Tinjauan Hukum Adat Terhadap Pembagian Harta Bersama Akibat Perceraian di Desa Pendahara Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Program Studi Hukum Adat, Fakultas Dharma Sastra, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Made Kastama, S.H., M.H, dan Pembimbing II Budiarto Santoso, MH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme pembagian harta bersama akibat perceraian menurut hukum adat serta mengetahui dasar pertimbangan hukum adat dalam menentukan pembagian harta bersama di Desa Pendahara, Kecamatan Tewang Sangalang Garing, Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan empiris yuridis. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Damang, Mantir Adat, Aparatur Desa Pendahara, serta pihak yang berkaitan dengan perkara perceraian yang menjadi objek penelitian. Wawancara dilakukan pada bulan Agustus 2026. Data penelitian juga diperkuat dengan dokumentasi berupa Keputusan Kerapatan Mantir/LET Perdamaian Adat Kecamatan Tewang Sangalang Garing Nomor 002/DKA-TSG/KPTS/I/2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme penyelesaian pembagian harta akibat perceraian menurut hukum adat di Desa Pendahara dilakukan melalui lembaga adat dengan mengutamakan musyawarah dan kesepakatan para pihak. Proses tersebut meliputi permohonan penyelesaian, pencatatan perkara, pemanggilan para pihak, pemeriksaan dan penggalian keterangan, musyawarah, pertimbangan terhadap perjanjian kawin dan asal-usul harta, serta penetapan keputusan adat. Dalam menentukan harta yang menjadi objek penyelesaian, lembaga adat membedakan antara harta bawaan dan harta yang diperoleh selama perkawinan. Harta bawaan tidak secara otomatis dibagi, sedangkan harta yang diperoleh selama perkawinan, apabila terdapat anak, berdasarkan keterangan Damang dapat dibagi dengan melibatkan anak. Dalam perkara Jano Rianto dan Sellamunati, tanah beserta satu buah rumah ditetapkan menjadi hak kedua anak, yaitu Hero Pranata dan Faska Pleneri. Selain itu, keputusan adat juga mengatur hak asuh, biaya hidup dan hubungan anak dengan kedua orang tuanya. Dasar pertimbangan hukum adat dalam menentukan pembagian harta meliputi kesepakatan para pihak, perjanjian kawin, asal-usul harta, keberadaan dan kepentingan anak, tanggung jawab orang tua, serta hasil musyawarah. Dengan demikian, pembagian harta akibat perceraian menurut hukum adat di Desa Pendahara tidak hanya berorientasi pada pembagian harta antara mantan suami dan mantan istri, tetapi juga mempertimbangkan kepentingan anak dan keberlangsungan hubungan keluarga. Kata kunci: Hukum Adat, Perceraian, Harta Bersama, Pembagian Harta
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Andini, 2026 : Penggunaan Smartphone Terhadap Kualitas Komunikasi Interpersonal Kalangan Remaja di Desa Tumbang Tujang Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya, Pembimbing I I Wayan Sutarwan, S.Pd.,M.Pd.H Dan Pembimbing II I Made Darsana, S.Pd.,M.Pd Perkembangan teknologi komunikasi, khususnya smartphone, telah mengubah pola komunikasi remaja dalam kehidupan sehari-hari. Selain mempermudah komunikasi dan akses informasi, penggunaan smartphone yang berlebihan berpotensi menurunkan kualitas komunikasi interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan smartphone terhadap komunikasi interpersonal kalangan remaja serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi di Desa Tumbang Tujang, Kecamatan Uut Murung, Kabupaten Murung Raya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan yang bersifat deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan smartphone memberikan dampak positif berupa kemudahan berkomunikasi, mempercepat penyebaran informasi, serta membantu menjaga hubungan dengan keluarga dan teman. Namun, penggunaan yang berlebihan menyebabkan berkurangnya intensitas komunikasi tatap muka, menurunnya kualitas interaksi langsung, dan meningkatnya ketergantungan terhadap media sosial. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan jaringan internet, ketergantungan terhadap smartphone, menurunnya keterampilan komunikasi langsung, kesalahpahaman dalam komunikasi digital, serta kurangnya pengawasan orang tua dan pengelolaan waktu penggunaan smartphone. Penelitian ini menyimpulkan bahwa smartphone memberikan manfaat bagi remaja apabila digunakan secara bijaksana dan seimbang. Oleh sebab itu diperlukan peran remaja, orang tua, sekolah, dan pemerintah dalam meningkatkan literasi digital serta mendorong interaksi sosial secara langsung agar kualitas komunikasi interpersonal tetap terjaga.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Lisa Liyani,2026. Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Partisipasi Pemuda Hindu Dalam Basarah Di Desa Gandrung Kecamatan Paku: Kajian Pendidikan Hindu. Pembimbing I Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si. dan Pembimbing II Megawati, S.Pi., M.Pd.H. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemuda Hindu dalam ibadah Basarah di Desa Gandrung, Kecamatan Paku. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi pemuda serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat partisipasi mereka ditinjau dari kajian Pendidikan Agama Hindu. Metode penilitian ini yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penentuan informan dilakukan secara purposive sampling yang mencakup ketua majelis, pengurus, serta pemuda Hindu di Desa Gandrung kecamatan paku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuda Hindu memiliki persepsi positif terhadap Basarah sebagai sarana pembinaan spiritual dan pelestarian budaya. Namun, partisipasi aktif mereka masih rendah akibat faktor internal berupa kurangnya motivasi dan kesadaran diri, serta faktor eksternal seperti kesibukan pendidikan, pekerjaan, jarak lokasi ibadah, dan minimnya pembinaan berkesinambungan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara keluarga, pengurus, dan tokoh agama untuk mendorong keterlibatan pemuda. Kata Kunci : Persepsi Pemuda Hindu, Partisipasi Keagamaan, Kegiatan Basarah
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peldi Susilo (2026) Komunikasi Verbal Pemerintah Desa Tumbang Dahuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan Dalam Meningkatrkan Partisipasi Masyarakat Terhadap Program Pembangunan Pembimbing I, Handoko S.Ag., M.Si Pembimbing II, I Gusti Agung Dharmawan, S.Pd.H., M.Pd Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya komunikasi verbal Pemerintah Desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap program pembangunan. Komunikasi verbal menjadi sarana dalam menyampaikan informasi, memberikan pemahaman, dan mengajak masyarakat terlibat dalam pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi verbal Pemerintah Desa Tumbang Dahuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan serta kendala yang dihadapi dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap program pembangunan. Teori yang digunakan adalah Teori Komunikasi Verbal dan Teori Kendala ( Theory of Constraints (TOC)). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Informan penelitian terdiri atas Kepala Desa, Sekretaris Desa, Perangkat Desa, Ketua BPD, Ketua RT, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan Tokoh Pemuda. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi verbal Pemerintah Desa Tumbang Dahuei dilakukan melalui musyawarah desa, sosialisasi, komunikasi interpersonal, kunjungan langsung, serta melibatkan unsur masyarakat dalam penyampaian informasi pembangunan. Strategi komunikasi yang diterapkan berupa keterbukaan, penggunaan bahasa sederhana, pendekatan persuasif, dan komunikasi kekeluargaan yang mampu meningkatkan pemahaman serta partisipasi masyarakat. Kendala yang ditemukan meliputi rendahnya kehadiran masyarakat dalam musyawarah, kesibukan bekerja, perbedaan tingkat pemahaman, kurangnya perhatian terhadap informasi pembangunan, dan keterbatasan jangkauan komunikasi pemerintah desa. Oleh karena itu, pemerintah desa perlu meningkatkan intensitas komunikasi dan memperkuat peran tokoh masyarakat dalam mendukung partisipasi masyarakat terhadap program pembangunan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lina. 2026. Upaya Peningkatan Partisipasi Siswa Melalui Program Satu Anak Satu Peran Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Di Kelas IV SDN 3 Palangka . Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Hendri, S.Ag., M.Si. Pembimbing II: Heri Kusuma Tarupay, S.S., M.Hum. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya partisipasi siswa kelas IV SDN 3 Palangka dalam proses pembelajaran. Sebagian siswa masih pasif, kurang berani mengemukakan pendapat, bertanya, maupun bekerja sama dalam kelompok sehingga pembelajaran belum berlangsung secara aktif dan merata. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan Program Satu Anak Satu Peran melalui model pembelajaran kooperatif pada siswa kelas IV SDN 3 Palangka; dan (2) meningkatkan partisipasi siswa melalui penerapan Program Satu Anak Satu Peran dalam model pembelajaran kooperatif. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan Program Satu Anak Satu Peran sebagai strategi yang diintegrasikan ke dalam model pembelajaran kooperatif sehingga setiap siswa memperoleh tanggung jawab yang jelas untuk berpartisipasi aktif selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas IV SDN 3 Palangka Tahun Pelajaran 2025/2026. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan teori konstruktivistik sebagai landasan dalam pelaksanaan pembelajaran karena menekankan keterlibatan aktif peserta didik dalam membangun pengetahuan melalui pengalaman belajar dan kerja sama kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Program Satu Anak Satu Peran melalui model pembelajaran kooperatif mampu meningkatkan partisipasi siswa pada setiap siklus. Peningkatan terlihat dari semakin banyaknya siswa yang aktif bertanya, menyampaikan pendapat, bekerja sama dalam kelompok, menjalankan tanggung jawab sesuai perannya, serta berani mempresentasikan hasil diskusi. Selain itu, suasana pembelajaran menjadi lebih aktif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan Program Satu Anak Satu Peran melalui model pembelajaran kooperatif efektif dalam meningkatkan partisipasi siswa kelas IV SDN 3 Palangka serta dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran untuk menciptakan proses pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan bermakna
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nesti Lina, 2026. Partisipasi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan Dalam Event Seni Budaya Di Kampus IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya Pembimbing I: Dr. Pranata, S.Pd.,M.Pd Pembimbing II: Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.A Partisipasi mahasiswa dalam event seni budaya merupakan salah satu bentuk pengembangan potensi, kreativitas, dan kompetensi profesional mahasiswa, khususnya pada Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Namun, fenomena di lapangan menunjukkan bahwa partisipasi mahasiswa dalam event seni budaya masih tergolong rendah dan cenderung didominasi oleh mahasiswa yang sama dari waktu ke waktu. Kondisi tersebut mendorong perlunya penelitian untuk memahami bagaimana mahasiswa memaknai pentingnya partisipasi, faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi, serta upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam event seni budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan di IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, pada Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Fakultas Dharma Acarya. Informan penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, meliputi mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Ketua dan Sekretaris Program Studi, dosen, serta panitia penyelenggara event seni budaya. Teori yang digunakan yaitu teori fenomenologi oleh Edmund Husserl (1970) dan Self-Determination Theory (SDT) oleh Deci dan Ryan (1985). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, studi kepustakaan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memaknai partisipasi dalam event seni budaya sebagai sarana pengembangan diri, pembentukan profesionalisme calon guru dan pelestarian seni budaya. Faktor yang mempengaruhi partisipasi terdiri atas faktor internal, yaitu minat dan hobi, serta motivasi mahasiswa dan faktor eksternal seperti kurangnya ajakan dari teman dan senior, tuntutan akademik dari mata kuliah, dominasi cabang seni tertentu, benturan jadwal latihan dengan tugas perkuliahan dan salah paham pendapat antar mahasiswa selama proses latihan untuk penampilan. Program studi telah berupaya dalam mendorong partisipasi aktif mahasiswa dengan berbagai kebijakan dan dukungan yang telah dilaksanakan. Selain itu, mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni dan Kegamaan sebagai pihak yang berpartisipasi secara langsung juga berharap agar IAHN Tampung Penyang Palangka Raya dapat memberikan perhatian terhadap berbagai cabang seni dan sikap saling merangkul antar mahasiswa.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Refi Marisca, 2025: Pengelolaan Objek Wisata Liang Pandan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Murung Kabupaten Murung Raya, Prodi Pramuwisata Budaya dan Keagamaan, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangkaraya, Pembimbing 1: Dr. Wayan Gepu,. S.Ag., M.Fil.H Pembimbing 2: Muthia Farida, M.Pd Pengelolaan objek wisata alam memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan ekonomi lokal, namun implementasinya sering menghadapi kendala struktural serta partisipasi masyarakat yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi pengelolaan objek wisata Liang Pandan terhadap ekonomi masyarakat di Kabupaten Murung Raya, serta mengidentifikasi faktor pendukung, hambatan, dan strategi optimalisasi pengelolaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, melibatkan 10 informan purposive yang terdiri atas unsur pemerintah, pengelola Pokdarwis, masyarakat lokal, dan wisatawan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Liang Pandan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat melalui munculnya UMKM, jasa parkir, homestay, dan usaha mikro lainnya. Faktor pendukung utama meliputi dukungan regulasi pemerintah, peran aktif Pokdarwis, partisipasi masyarakat, serta promosi alami melalui media sosial wisatawan. Hambatan yang dihadapi mencakup keterbatasan infrastruktur dan anggaran, rendahnya kapasitas SDM pengelola, kurangnya promosi digital kelembagaan, serta persoalan kebersihan dan perilaku vandalisme. Pengelolaan objek wisata Liang Pandan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha kecil dan kesempatan kerja lokal, menegaskan peran pariwisata berbasis masyarakat sebagai motor pembangunan ekonomi daerah. Strategi optimalisasi pengelolaan meliputi penguatan kolaborasi multipihak, pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas SDM, promosi berbasis digital, serta tata kelola lingkungan yang berkelanjutan. Temuan ini memperkuat teori Pariwisata Berkelanjutan, Local Economic Development, dan Community-Based Tourism (CBT), serta memberikan bukti empiris mengenai pentingnya tata kelola partisipatif dalam pengembangan wisata alam di Kalimantan Tengah.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pariwisata telah menjadi kebutuhan bagi masyarakat, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara serius dan melibatkan para pemangku kepentingan. Salah satu bentuk pariwisata yang sedang berkembang adalah ekowisata, yaitu pariwisata berkelanjutan berbasis alam yang bertujuan memberdayakan masyarakat lokal. Desa Tangkahen, yang terletak di Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, memiliki potensi ekowisata yang melimpah, dikelilingi oleh hutan, sungai, serta beragam flora dan fauna. Namun, pemanfaatan potensi ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekowisata di Desa Tangkahen dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan strategi kualitatif, menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa penduduk Desa Tangkahen telah terlibat dalam semua aspek pengelolaan ekowisata, seperti penyediaan transportasi, akomodasi, pemandu, dan layanan publisitas. Tingkat partisipasi didasarkan pada unsur internal seperti kesadaran, keterampilan, dan pengetahuan, serta unsur eksternal seperti dukungan pemerintah, kebijakan pengelolaan, dan peluang ekonomi. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pembangunan berkelanjutan ekowisata. Oleh karena itu, rencana induk ekonomi, lingkungan, dan sosial yang disertai dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan sangat penting untuk meningkatkan Desa Tangkahen sebagai destinasi ekowisata terbaik di Kalimantan Tengah.Kata kunci: partisipasi masyarakat, ekowisata, pengelolaan wisata, Desa Tangkahen.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Candra, 2025 Strategi Pengelola Dalam Mengembangkan Objek Wisata Ikon Jelawat Di Kota Sampit Kabupaten Kotwaringin Timur Pembimbing I Dr. Anak Agung Gede Wiranata, S.Ag., M.Ag, Pembimbing II Handoko, S.Ag., M.Si Penelitian ini membahas Strategi Pengelola dalam Mengembangkan Objek Wisata Ikon Jelawat yang terletak di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Ikon Jelawat dikenal sebagai representasi budaya dan simbol identitas daerah yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata utama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi yang digunakan pengelola dalam upaya pengembangan objek wisata tersebut, serta mengevaluasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi strategi yang diterapkan (1)Bagaimana Strategi Pengelola Dalam Mengembangkan Objek Wisata Ikon Jelawat Di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur? (2) Bagaimana Upaya Pengelola Dalam Mengatasi Kendala Untuk Mengembangkan Objek Wisata Ikon Jelawat Di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pengelola objek wisata, Dinas Perdagangan, pelaku usaha di sekitar lokasi, serta masyarakat lokal. Observasi langsung dan dokumentasi juga digunakan untuk memperoleh data yang lebih akurat dan kontekstual. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi Pengelolaan dalam Mengembangkan Objek Wisata Ikon Jelawat di Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur memiliki 4 (Empat) komponen: (1) mengembangkan infrastruktur dan fasilitas umum seperti taman, area kuliner, dan panggung seni budaya; (2) peningkatan promosi melalui media sosial, event budaya; (3) pelibatan masyarakat sekitar dalam kegiatan ekonomi wisata; dan (4) penguatan nilai-nilai budaya lokal melalui pertunjukan tradisional dan ikon visual yang merepresentasikan ikan jelawat. Upaya pengelola dalam mengatasi kendala yang dihadapi antara lain terbatasnya anggaran operasional, serta belum optimalnya fasilitas maupun yang lainya. Penelitian ini merekomendasikan perlunya strategi mengembangkan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia pengelola, serta penguatan peran pemerintah daerah dalam mendukung promosi dan perencanaan kawasan wisata
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK NOPITA MITRIANA, 2025 Peran MantirAdat Dalam Menetapkan Hak Waris Anak Berdasarkan Harta Gono Gini Pada Kasus Perceraian (Studi Kasus di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas). Skripsi Strata Satu, Program Studi Hukum Adat, Fakultas Dharma Sastra, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, I Komang Darman, SH.,MH Pembimjbing II, Edelweisia Cristiana, MH Penelitian ini mengkaji peran Mantir Adat dalam penetapan hak waris anak berdasarkan harta gono-gini pasca perceraian di Desa Jangkit, Kecamatan Rungan Hulu, Kabupaten Gunung Mas Hukum adat Dayak, yang diakui dalam sistem hukum nasional, memiliki peran penting dalammenyelesaikan konflik sosial, termasuk perceraian dan pembagian harta. Perceraian dalam konteks adat tidak hanya melibatkan individu, tetapi juga keluarga besar dan nilai-nilai sosial masyarakat. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu (1) Peran MantirAdat Dalam Menetapkan Hak Waris Anak Berdasarkan Harta Gono Gini Pada Kasus Perceraian Studi kasus desa jangkit kecamatan rungan hulu kabupaten gunung mas, (2) Mekanisme Penetakan Hak Waris Anak Nerdasarkan Harta Gono Gini Pada Kasus Perceraian Studi Kasus Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis dan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan Mantir Adat dan masyarakat, serta studi dokumentasi dan literatur. Lokasi penelitian difokuskan di DesaJangkit yang masih kuat mempertahankan hukum adat Dayak Ngaju. Pemilihan informan dilakukan secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mantir Adat berperan sebagai mediator dan pengambil keputusan dalam pembagian harta gono-gini, dengan fokus pada perlindungan hak anak. Proses penyelesaian dilakukan melalui tahapan adat berupa pelaporan, pemanggilan, musyawarah, hingga pengambilan keputusan adat yang mengikat. Keputusan didasarkan pada kesepakatan pasangan, kondisi anak, dan norma adat yang berlaku. Studi ini menegaskan pentingnya kelembagaan adat dalam menjaga keadilan dan harmoni sosial, serta mendorong penguatan legitimasi formal atas keputusan adat agar setara dengan putusan pengadilan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi siswa beragama Hindu dalam mengikuti bimbingan rohani di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Di SDN 4 Menteng Palangka Raya terdapat program bimbingan rohani yang dilaksanakan setiap hari Kamis pukul 06.30–07.00 WIB. Program ini wajib diikuti oleh seluruh siswa-siswi beragama Hindu, yang berjumlah 28 orang. Bimbingan rohani ini telah berjalan sejak lama, namun dalam pelaksanaannya mengalami penurunan partisipasi. Penurunan ini terlihat dari rendahnya kehadiran siswa, kurangnya keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung, serta kurangnya keseriusan dalam mengikuti bimbingan, yang ditunjukkan dengan perilaku seperti mengobrol, bermain, melamun, menguap, hingga tidak fokus saat kegiatan berlangsung. Berdasarkan latar belakang, maka dalam penelitian ini mengkaji : (1) Bagaimana Proses Pelaksanaaan Bimbingan rohani di SDN 4 Menteng? (2) Apa faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi siswa Hindu dalam mengikuti bimbangan rohani? (3) Bagaimana upaya guru agama Hindu dalam meningkatkan partisipasi siswa Hindu dalam mengikuti bimbinga rohani? Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi siswa Hindu, guru agama Hindu, serta pihak sekolah yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan bimbingan rohani terdiri dari enam tahapan, yaitu: kata pengantar, penyucian diri, pelantunan kidung Kandayu, puja Tri Sandya, Dharmawacana dan penutup. Faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya partisipasi siswa mencakup kurangnya kesadaran diri, motivasi yang rendah, kemacetan jalan, belum hapalnya doa (puja Tri Sandya), kesiapan perlengkapan seperti bunga, keterlambatan karena aktivitas keagamaan di rumah, dan keterlibatan dalam pekerjaan rumah tangga. Upaya yang dilakukan guru agama Hindu untuk meningkatkan partisipasi siswa meliputi mengajak siswa secara aktif, membuat materi lebih relevan dan menarik, meningkatkan keterlibatan siswa, menjalin komunikasi dengan orang tua, Tempat pelaksanaan bimbingan rohani akan menggunakan Ruangan belajar agama Hindu dan memberikan apresiasi atas keikut sertaan siswa. Kesimpulannya, partisipasi siswa Hindu dalam kegiatan bimbingan rohani masih perlu ditingkatkan dengan pendekatan yang lebih kreatif dan melibatkan berbagai pihak, termasuk guru dan orang tua, agar siswa lebih termotivasi dan menyadari pentingnya kegiatan rohani dalam kehidupan mereka.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Susi, 2025. The Role of Cultural Arts Teachers in Developing Students' Potential through the National Student Art Festival and Competition (FLS2N) in the Field of Dance at SMP Negeri 1 Seruyan Tengah. Undergraduate Thesis, Study Program of Arts and Religious Education, Faculty of Dharma Acarya, State Hindu Institute Tampung Penyang Palangka Raya. Advisor I Dr. Pranata, S.Pd., M.Si. Advisor II Roy Wentas, M.Pd.H. The National Student Art Festival and Competition (FLS2N) is an annual event held to foster students’ talents and potential in the arts. One of the categories participated in by SMP Negeri 1 Seruyan Tengah is traditional dance. In its implementation, the role of cultural arts teachers is essential—as motivators, facilitators, mentors, and coaches. This study aims to describe the role of cultural arts teachers in developing students' potential through the FLS2N dance category, identify the challenges faced, and explore the efforts made by teachers to overcome these challenges. This research employed a qualitative method with a case study approach, supported by the theories of role, constraint, and humanism. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The data were analyzed through the processes of data reduction, data display, and conclusion drawing. Informants in this study consisted of cultural arts teachers, dance coaches, and FLS2N student participants. The research findings show that cultural arts teachers at SMP Negeri 1 Seruyan Tengah play a significant role in developing students’ potential in terms of dance skills, discipline, and self-confidence. The main challenges include limited facilities and infrastructure, conflicting training and academic schedules, and low student interest influenced by gender stereotypes. To address these issues, teachers applied contextual learning strategies, differentiated instruction, demonstration and hands-on methods, established dance extracurricular activities, and collaborated with local artists.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Teknologi Pembelajaran tumbuh dari praktek pendidikan dan gerakan komunikasi audio visual. Teknologi Pembelajaran semula dilihat sebagai teknologi peralatan, yang berkaitan dengan penggunaan peralatan, media dan sarana untuk mencapai tujuan pendidikan atau dengan kata lain mengajar dengan alat bantu audio-visual. Teknologi Pembelajaran merupakan gabungan dari tiga aliran yang saling berkepentingan, yaitu media dalam pendidikan, psikologi pembelajaran dan pendekatan sistem dalam pendidikan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penggunaan media dalam pembelajaran sangat berpengaruh tehadap berhasilnya suatu pembelajaran. Dengan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan minat dan keinginan yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap pembelajar. Media gambar pada dasarnya membantu mendorong para siswa dan dapat membangkitkan minatnya pada proses pembelajaran. Kemampuan membaca merupakan salah satu keterampilan kunci yang harus dikuasi oleh setiap siswa, terutam di tingkat pendidkan sekolah dasar yang kelas rendah. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah Bagaimanakah Penggunaan Media Pembelajaran Kartu Gambar Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas II SDN 9 Palangka Raya Tahun Ajaran 2024? Bagaimana Efektifitas Penggunaan Media Pembelajaran Kartu Gambar Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas II SDN 9 Palangka Raya Tahun Ajaran 2024. Penelitian ini dilaksanakan dikelas II B SDN 9 Palangka yang berjumlah 13 siswa bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa melalui penerapan media kartu gambar. teknik untuk menganalisis data dakam penelitian ini dengan menggunakan presentase Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus yang melibatkan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada pra-siklus, kemampuan membaca siswa masih rendah dengan rata-rata nilai 60 dan hanya sedikit siswa yang mencapai ketuntasan belajar. Setelah menerapkan media kartu gambar pada siklus I, terjadi peningkatan nilai rata-rata menjadi 70 dengan sebagian besar siswa mencapai ketuntasan belajar. Pada siklus II, nilai rata-rata meningkat signifikan menjadi 81, menunjukkan bahwa hampir seluruh siswa mencapai ketuntasan belajar. Penggunaan media kartu gambar terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa. Media ini mampu membuat pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menyenangkan, sehingga siswa lebih termotivasi dan aktif dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media kartu gambar dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 87% pada siklus II. Kata Kunci: kemampuan membaca, media kartu gambar, pembelajaran interaktif, penelitian tindakan kelas
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Partisipasi Pemerintah Desa Dalam Pengelolaan Rumah Betang Toyoi Untuk Menarik Minat Wisatawan Di Desa Tumbang Malahoi Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan membaca sangat penting bagi siswa sekolah dasar (SD) karena dengan membaca kita dapat mengetahui informasi-informasi dan meningkatkan pengetahuan. Kemampuan membaca menjadi salah satu kunci keberhasilan atau kemajuan bagi siswa karena memudahkan siswa dalam mencari informasi dari berbagai sumber tertulis. Pada penelitian ini saat dilakukannya observasi awal, peneliti menemukan bahwa masih terdapat siswa yang belum bisa membaca di kelas I SDN 1 Basarang Jaya. Untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa maka, peneliti menerapkan media kartu huruf pada pembelajaran di kelas I SD. Media pembelajaran kartu huruf merupakan media yang mengenalkan huruf atau simbol-simbol yang bermanfaat untuk memudahkan siswa membaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan yang terjadi pada kemampuan membaca siswa kelas I SD dengan bantuan media kartu huruf. Penelitian yang digunakan ialah penelitian tindakan kelas (PTK) pada penelitian ini terdiri dari 2 siklus yaitu siklus 1 dan siklus 2. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan data observasi dan tes membaca. Dengan seluruh jumlah siswa kelas I berjumlah 6 siswa. Data yang diperoleh memperlihatkan jika adanya peningkatan pada kemampuan membaca siswa. Peningkatan pada pratindakan ke siklus 1 mengalami peningkatan. Pada pratindakan yang telah dilaksanakan diperoleh nilai rata-rata 60 dengan persentase ketuntasan 33,33 % dan pada siklus 1 nilai rata-rata 68,33 dengan persentase ketuntasan 33,33 %. Peningkatan terjadi dari pratindakan ke siklus 1 dengan nilai rata-rata meningkat sebesar 8,33. Kemudian pada siklus 2 meningkat sebesar 8,37 dari siklus 1 nilai rata-rata 68,33 menjadi 76,7 pada siklus 2 dan persentase ketuntasan 83,33%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan bantuan media pembelajaran kartu huruf akan dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa di kelas I SDN 1 Basarang Jaya. Siswa akan memiliki kemampuan dalam berpikir serta dapat melatih ingatan siswa selain itu, siswa juga memiliki kemampuan dalam memecahkan suatu masalah.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SINTANI HORIVITA LOKA 2024, Strategi Guru dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Siswa Kelas III SDN 9 Palangka Di Palangka Raya Pembimbing (I) Dr.I Putu Widyanto, M.Pd.H Pembimbing (II) Niwayan Sukraini, S.Pd., M.Pd Penelitian ini dilatarbelakangi kesulitan dalam membaca siswa SDN 9 Palangka seperti kesulitan mengeja, terbata-bata, kesulitan dalam pemenggalan kata, salah dalam menyebutkan huruf, salah dalam menyebutkan kata, dan belum mengenal huruf-huruf abjad dengan baik. Berdasarkan hal tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa kelas III SDN 9 Palangka di Palangka Raya? 2) Apakah faktor pendukung dan penghambat pada strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa kelas III SDN 9 Palangka di Palangka Raya? Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif, subjek penelitian ini adalah 1 orang guru dan 2 orang siswa kelas III, teknik pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dan dokumentasi, Teknik analisis data dilakukan dengan empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukan, 1) Kesulitan membaca di kelas III di SDN 9 Palangka di Kota Palangka Raya diantaranya adalah kurangnya kosakata, kesulitan mengenali dan mengucapkan kata-kata, serta masalah dalam memahami isi bacaan. Kurangnya minat atau motivasi untuk membaca juga menjadi tantangan yang signifikan. Untuk mengatasi hal ini, guru menerapkan beberapa strategi seperti pendekatan fonik untuk membantu siswa mengenali suara huruf dan kata, menggunakan buku bacaan yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa, serta melakukan kegiatan membaca bersama di kelas untuk membangun kebiasaan membaca. Selain itu, guru juga bimbingan membaca secara individu diberikan bagi siswa yang memerlukan bantuan tambahan dengan memberikan pendampingan pada proses pembelajaran. Guru berusaha mencari solusi untuk meningkatkan kemampuan membaca. 2) Faktor pendukung dan penghambat dalam keberhasilan mengatasi kesulitan belajar membaca pada siswa kelas III sangat dipengaruhi oleh berbagai factor, yaitu dukungan dari metode pengajaran yang tepat, keterlibatan orang tua, sarana dan prasarana yang memadai, pelatihan guru, dan lingkungan belajar yang kondusif sangat membantu dalam mengatasi kesulitan ini. Namun, kurangnya motivasi siswa, keterbatasan waktu, kendala keluarga, dan masalah kesehatan atau psikologis menjadi tantangan yang harus diatasi dengan kerjasama antara guru, orang tua, dan pihak sekolah. Kata Kunci: Startegi, Guru, Kesulitan Membaca
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Tulisan ini hadir untuk merinci dan merenung tentang peran strategis komunikasi politik dalam menciptakan pemahaman yang mendalam, membangun hubungan yang kuat, dan menjembatani divisi dalam konteks politik. Melalui pemahaman konsep komunikasi politik, diharapkan pembaca dapat melihatnya sebagai alat efektif untuk membangun kesadaran politik yang kritis dan aktif. Dalam keperluan itulah, buku Komunikasi Politik ini sengaja penulis hadirkan untuk pembaca. Tujuan buku ini adalah sebagai panduan bagi setiap orang yang ingin mempelajari dan memperdalam ilmu pengetahuan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Banyak problem muncul disebabkan faktor komunikasi. Komunikasi bagaikan sebilah pisau bermata dua, di satu sisi sangat dibutuhkan, namun di sisi lain menjadi mencemaskan. Di sinilah pentingnya memahami gejala komunikasi secara benar dan tepat agar komunikasi yang dijalankan menjadi maksimal sesuai yang direncanakan. Buku ini mencoba mengkaji fenomena komunikasi secara ilmiah dan menghubungkannya dengan komunikasi sebagai praktik. Dengan demikian, materinya dapat dipakai untuk melandasi kajian komunikasi yang dilakukan di perguruan tinggi, seperti mahasiswa dan dosen pada program studi Ilmu Komunikasi, Hubungan Masyarakat, Komunikasi Bisnis, Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Dakwah, Komunikasi Visual, dan juga untuk mereka yang sedang menulis tesis maupun disertasi di bidang Ilmu Komunikasi. Buku persembahan Prenada Media Group.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pada pokoknya, buku ini membahas tentang dasar-dasar teori komunikasi, uraian konsep-konsep dasar komunikasi antar manusia dipaparkan mengenai pengertian komunikasi dan pemahaman dasar mengenai komunikasi sebagai tindakan satu arah (linear), komunikasi interaksi dan komunikasi transaksional. Selanjutnya juga dijelaskan mengenai klasifikasi komunikasi berdasarkan konteksnya, yakni komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok kecil, komunikasi organisasi, komunikasi publik, komunikasi massa dan komunikasi antarbudaya