ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK WAYAN SULASTRI: (2023) Pengembangan Fasilitas Dalam Menarik Minat Wisatawan Ke Objek Wisata Kahui Di Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya (pembimbing I Handoko, S.Ag., M.Si dan pembimbing II I Wayan Sindia Griya Danika, S.Kom., M.T). Pengembangan pariwisata merupakan suatu rangkaian upaya untuk mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan berbagai sumber daya pariwisata mengintegrasikan segala bentuk aspek diluar pariwisata yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka pada penelitian ini terdapat dua perumusan masalah dalam skripsi ini adalah, (1) Bagaimana pengembangan fasilitas dalam menarik minat wisatawan ke objek wisata kahui di kecamatan bukit batu kota palangka raya, (2) bagaimana kendala pengembangan fasilitas dalam menarik minat wisatawan ke objek wisata kahui di kecamatan bukit batu kota palangka raya. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah, (1) Teori pengembangan pariwisata (2) Teori kendala. Subjek penelitian ini adalah mulai dari: pemilik objek wisata kahui, penjaga objek wisata kahui, lurah kelurahan sei gohong, masyarakat lokal yang ada di sekitar objek wisata kahui, dan wisatawan yang berkunjung ke objek wisata kahui. Hasil penelitian ini adalah, (1) untuk mengetahui pengembangan fasilitas objek wisata kahui, (2) untuk mengetahui kendala dalam pengembangan fasilitas objek wisata kahui. Hasil kajian penulis dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengembangan fasilitas dalam menarik minat wisatawan ke objek wisata kahui meliputi pengembangan atraksi wisata, fasilitas wisata, infrastruktur wisata, transportasi wisata dan hospitality (keramah-tamahan). Kendala yang di alami dalam pengembangan wisata kahui yaitu kurang flaying fox, dermaga tepi sungai, penampilan tarian daerah dayak Kalimantan tengah, tracking malam, paket wisata penelitian tumbuhan dan binatang, warung, penginapan, toilet, jalan, bus pariwisata dan kemanan serta pelayanan yang masih akan dikembangkan untuk meningkatkan daya tarik wisatawan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK MEGIE SASTRIADI: ( 2022 ) Partisipasi Masyarakat Lokal Dalam Pengembangan Wisata Alam Danau Biru Desa Tewang Rangkang Kabupaten Katingan ( pembimbing I Dr. Anak Agung Gede Wiranata, S.Ag., M.Ag dan pembimbing II Budi Purnomo, SH., M.Si ). Pariwisata merupakan sektor unggulan penggerak perekonomian. Di kabupeten katingan terdapat objek wisata alam Danau Biru yang berada di desa Tewang Rangakang. wisata ini memiliki tempat yang sangat bagus dan bisa dikembangkan melihat dari potensi wisata ini yang sudah cukup diminati oleh wisatawan dan juga sudah mendapat dukungan dari pemerintah dalam hal pembangunan dan pengadaan infrastruktur. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka pada penelitian ini terdapat dua perumusan masalah dalam skripsi ini adalah; (1) Bagaimana bentuk dan tingkat partisipasi masyarakat lokal dalam upaya pengembangan wisata alam danau biru desa tewang rangkang, (2) Apa saja faktor pendukung dan penghambat pengembangan wisata alam danau biru desa tewang rangakang. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah; observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah; (1) Teori partisipasi (2) Teori pengembangan wisata. Subjek penelitian ini adalah mulai dari: pegawai dinas pariwisata, sekertaris Desa Tewang Rangkang, kepala Desa, pengelola objek wisata Danau biru, masyarakat lokal yang ada disekitar objek wisata danau biru, dan pengunjung wisata, jadi jumlah keselurahan sebanyak 6 orang. Hasil penelitian ini adalah; (1) untuk mengetahui bentuk dan tingkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan wisata, (2) untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pengembangan wisata. Hasil kajian penulis dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bentuk partisipasi masyarakat dalam upaya pengembangan wisata alam danau biru meliputi perencanaan, pelayanan pengelolaan, pengawasan dan evaluasi. Tingkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan wisata alam danau biru meliputi memberikan informasi, konsultasi, pengambilan keputusan bersama, bertindak bersama, dan memberikan dukungan. faktor pendukung pengembangan wisata alam danau biru meliputi legalitas tanah,bantuan pembangunan infrastruktur, dan tidak di pungut biaya masuk, dan faktor penghambat meliputi, tidak adanya wewenang pemerintah daerah dalam tata kelola wisata dikarenakn masalah regulasi yang tidak jelas, dan pandemi covid-19.