BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK NARTISA,2025. Peran Penyuluh Agama Hindu Dalam Pembiasaan Basarah Pada Siswa Agama Hindu Desa Pundu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya (IAHN-TP) Palangka Raya Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan,S.H.,M,Pd.H Dan Pembimbing II Megawati,S.Pi.,M.Pd.H Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat siswa Hindu di Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, untuk mengikuti kegiatan Basarah yang rutin dilaksanakan di Balai Basarah setiap hari Sabtu. Sebagian besar siswa lebih memilih bermain atau melakukan aktivitas lain dibandingkan berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan, sehingga menimbulkan tantangan dalam menanamkan kesadaran spiritual sejak dini. Dalam konteks ini, peran penyuluh agama Hindu menjadi sangat penting, bukan hanya sebagai penyampai ajaran, tetapi juga sebagai pembimbing, motivator, fasilitator, sekaligus teladan dalam membiasakan siswa melaksanakan Basarah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran penyuluh agama Hindu dalam pembiasaan Basarah serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian ditentukan secara purposive sampling, meliputi penyuluh agama Hindu, guru, siswa, orang tua, serta pengurus majelis kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh agama Hindu berperan strategis dalam memberikan pemahaman tentang Basarah, membimbing praktik ibadah, memotivasi siswa, serta menjalin kerja sama dengan sekolah dan orang tua untuk menanamkan nilai-nilai religius. Kendala yang dihadapi antara lain kurangnya motivasi siswa, pengaruh lingkungan pergaulan, serta keterbatasan fasilitas pendukung. Untuk mengatasinya, penyuluh melakukan pendekatan personal, memberikan teladan, serta meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait. Dengan demikian, peran penyuluh agama Hindu terbukti sangat penting dalam membentuk kebiasaan Basarah pada siswa, sehingga dapat mencetak generasi muda Hindu yang religius, disiplin, dan berkarakter.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK NARTISA,2025. Peran Penyuluh Agama Hindu Dalam Pembiasaan Basarah Pada Siswa Agama Hindu Desa Pundu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya (IAHN-TP) Palangka Raya Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan,S.H.,M,Pd.H Dan Pembimbing II Megawati,S.Pi.,M.Pd.H Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat siswa Hindu di Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, untuk mengikuti kegiatan Basarah yang rutin dilaksanakan di Balai Basarah setiap hari Sabtu. Sebagian besar siswa lebih memilih bermain atau melakukan aktivitas lain dibandingkan berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan, sehingga menimbulkan tantangan dalam menanamkan kesadaran spiritual sejak dini. Dalam konteks ini, peran penyuluh agama Hindu menjadi sangat penting, bukan hanya sebagai penyampai ajaran, tetapi juga sebagai pembimbing, motivator, fasilitator, sekaligus teladan dalam membiasakan siswa melaksanakan Basarah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran penyuluh agama Hindu dalam pembiasaan Basarah serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian ditentukan secara purposive sampling, meliputi penyuluh agama Hindu, guru, siswa, orang tua, serta pengurus majelis kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh agama Hindu berperan strategis dalam memberikan pemahaman tentang Basarah, membimbing praktik ibadah, memotivasi siswa, serta menjalin kerja sama dengan sekolah dan orang tua untuk menanamkan nilai-nilai religius. Kendala yang dihadapi antara lain kurangnya motivasi siswa, pengaruh lingkungan pergaulan, serta keterbatasan fasilitas pendukung. Untuk mengatasinya, penyuluh melakukan pendekatan personal, memberikan teladan, serta meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait. Dengan demikian, peran penyuluh agama Hindu terbukti sangat penting dalam membentuk kebiasaan Basarah pada siswa, sehingga dapat mencetak generasi muda Hindu yang religius, disiplin, dan berkarakter.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi siswa beragama Hindu dalam mengikuti bimbingan rohani di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Di SDN 4 Menteng Palangka Raya terdapat program bimbingan rohani yang dilaksanakan setiap hari Kamis pukul 06.30–07.00 WIB. Program ini wajib diikuti oleh seluruh siswa-siswi beragama Hindu, yang berjumlah 28 orang. Bimbingan rohani ini telah berjalan sejak lama, namun dalam pelaksanaannya mengalami penurunan partisipasi. Penurunan ini terlihat dari rendahnya kehadiran siswa, kurangnya keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung, serta kurangnya keseriusan dalam mengikuti bimbingan, yang ditunjukkan dengan perilaku seperti mengobrol, bermain, melamun, menguap, hingga tidak fokus saat kegiatan berlangsung. Berdasarkan latar belakang, maka dalam penelitian ini mengkaji : (1) Bagaimana Proses Pelaksanaaan Bimbingan rohani di SDN 4 Menteng? (2) Apa faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi siswa Hindu dalam mengikuti bimbangan rohani? (3) Bagaimana upaya guru agama Hindu dalam meningkatkan partisipasi siswa Hindu dalam mengikuti bimbinga rohani? Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi siswa Hindu, guru agama Hindu, serta pihak sekolah yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan bimbingan rohani terdiri dari enam tahapan, yaitu: kata pengantar, penyucian diri, pelantunan kidung Kandayu, puja Tri Sandya, Dharmawacana dan penutup. Faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya partisipasi siswa mencakup kurangnya kesadaran diri, motivasi yang rendah, kemacetan jalan, belum hapalnya doa (puja Tri Sandya), kesiapan perlengkapan seperti bunga, keterlambatan karena aktivitas keagamaan di rumah, dan keterlibatan dalam pekerjaan rumah tangga. Upaya yang dilakukan guru agama Hindu untuk meningkatkan partisipasi siswa meliputi mengajak siswa secara aktif, membuat materi lebih relevan dan menarik, meningkatkan keterlibatan siswa, menjalin komunikasi dengan orang tua, dan memberikan apresiasi atas keikutsertaan siswa. Kesimpulannya, partisipasi siswa Hindu dalam kegiatan bimbingan rohani masih perlu ditingkatkan dengan pendekatan yang lebih kreatif dan melibatkan berbagai pihak, termasuk guru dan orang tua, agar siswa lebih termotivasi dan menyadari pentingnya kegiatan rohani dalam kehidupan mereka.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi siswa beragama Hindu dalam mengikuti bimbingan rohani di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Di SDN 4 Menteng Palangka Raya terdapat program bimbingan rohani yang dilaksanakan setiap hari Kamis pukul 06.30–07.00 WIB. Program ini wajib diikuti oleh seluruh siswa-siswi beragama Hindu, yang berjumlah 28 orang. Bimbingan rohani ini telah berjalan sejak lama, namun dalam pelaksanaannya mengalami penurunan partisipasi. Penurunan ini terlihat dari rendahnya kehadiran siswa, kurangnya keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung, serta kurangnya keseriusan dalam mengikuti bimbingan, yang ditunjukkan dengan perilaku seperti mengobrol, bermain, melamun, menguap, hingga tidak fokus saat kegiatan berlangsung. Berdasarkan latar belakang, maka dalam penelitian ini mengkaji : (1) Bagaimana Proses Pelaksanaaan Bimbingan rohani di SDN 4 Menteng? (2) Apa faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi siswa Hindu dalam mengikuti bimbangan rohani? (3) Bagaimana upaya guru agama Hindu dalam meningkatkan partisipasi siswa Hindu dalam mengikuti bimbinga rohani? Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi siswa Hindu, guru agama Hindu, serta pihak sekolah yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan bimbingan rohani terdiri dari enam tahapan, yaitu: kata pengantar, penyucian diri, pelantunan kidung Kandayu, puja Tri Sandya, Dharmawacana dan penutup. Faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya partisipasi siswa mencakup kurangnya kesadaran diri, motivasi yang rendah, kemacetan jalan, belum hapalnya doa (puja Tri Sandya), kesiapan perlengkapan seperti bunga, keterlambatan karena aktivitas keagamaan di rumah, dan keterlibatan dalam pekerjaan rumah tangga. Upaya yang dilakukan guru agama Hindu untuk meningkatkan partisipasi siswa meliputi mengajak siswa secara aktif, membuat materi lebih relevan dan menarik, meningkatkan keterlibatan siswa, menjalin komunikasi dengan orang tua, Tempat pelaksanaan bimbingan rohani akan menggunakan Ruangan belajar agama Hindu dan memberikan apresiasi atas keikut sertaan siswa. Kesimpulannya, partisipasi siswa Hindu dalam kegiatan bimbingan rohani masih perlu ditingkatkan dengan pendekatan yang lebih kreatif dan melibatkan berbagai pihak, termasuk guru dan orang tua, agar siswa lebih termotivasi dan menyadari pentingnya kegiatan rohani dalam kehidupan mereka.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
MINARTI, 2024, Planting Hindu Education Values in Students Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya City. Scripting of the Hindu Education Program, Faculty of Dharma Acharia IAHN-TP Palangka Raya Instructor I. Dr. Pranata, S.Pd., M.Si and Counselor II Nyoman Sumarni. S.Ag., M.Si This study examines the Planting of Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students in Palangka Raya City. This research is set in place with religious education is one of the factors that can determine a person to be a man of noble character. Therefore, religious education emphasizes the change in behavior from bad to good, especially to students in Adi Widyalaya Widya Bhakti, Palangka Raya City. There are three problems, namely How to Plant Hindu Education Values in Students Adi Widyalaya Widya Bhakti, Palangka Raya City, What are the obstacles to planting Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students in Palangka Raya City and how to overcome the obstacles to planting Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students in Palangka Raya City. The purpose of this study is as follows: 1. The general purpose is to refer to the overview title To Know and Analysis the Planting of Hindu Education Values on Students Adi Widyalaya Widya Bhakti, Palangka Raya City.2. Special Purpose to Know and Analyse the Planting of Hindu Education Values, Analysis of obstacles and to find out the Efforts to overcome the Planting of Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students of Palangka Raya City. Research methods used qualitative methods. The theories used include Behavioristic theory, obstacle theory and Role theory. The techniques used are purposive sampling consisting of the school's Foundation Education Coordinator (one person), the principal (one person), the teacher (two people), the student's parents (two people) and the student's informant (three people). Data collection techniques: 1) observations, 2) interviews, and 3) documentation. Furthermore, data analysis techniques consist of data reduction/condensation, data presentation, and results/conclusion discovery stages. Based on the research results, it can be concluded that 1) How to Plant Hindu Education Values in Students Adi Widyalaya Widya Bhakti, Palangka Raya City, 2) What are the obstacles to planting Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students, Palangka Raya City, 3) What are the efforts in overcoming the obstacles to planting Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students, Palangka Raya City.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MINARTI, 2024, Planting Hindu Education Values in Students Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya City. Scripting of the Hindu Education Program, Faculty of Dharma Acharia IAHN-TP Palangka Raya Instructor I. Dr. Pranata, S.Pd., M.Si and Counselor II Nyoman Sumarni. S.Ag., M.Si This study examines the Planting of Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students in Palangka Raya City. This research is set in place with religious education is one of the factors that can determine a person to be a man of noble character. Therefore, religious education emphasizes the change in behavior from bad to good, especially to students in Adi Widyalaya Widya Bhakti, Palangka Raya City. There are three problems, namely How to Plant Hindu Education Values in Students Adi Widyalaya Widya Bhakti, Palangka Raya City, What are the obstacles to planting Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students in Palangka Raya City and how to overcome the obstacles to planting Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students in Palangka Raya City. The purpose of this study is as follows: 1. The general purpose is to refer to the overview title To Know and Analysis the Planting of Hindu Education Values on Students Adi Widyalaya Widya Bhakti, Palangka Raya City.2. Special Purpose to Know and Analyse the Planting of Hindu Education Values, Analysis of obstacles and to find out the Efforts to overcome the Planting of Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students of Palangka Raya City. Research methods used qualitative methods. The theories used include Behavioristic theory, obstacle theory and Role theory. The techniques used are purposive sampling consisting of the school's Foundation Education Coordinator (one person), the principal (one person), the teacher (two people), the student's parents (two people) and the student's informant (three people). Data collection techniques: 1) observations, 2) interviews, and 3) documentation. Furthermore, data analysis techniques consist of data reduction/condensation, data presentation, and results/conclusion discovery stages. Based on the research results, it can be concluded that 1) How to Plant Hindu Education Values in Students Adi Widyalaya Widya Bhakti, Palangka Raya City, 2) What are the obstacles to planting Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students, Palangka Raya City, 3) What are the efforts in overcoming the obstacles to planting Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students, Palangka Raya City.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
Sunarti, 2023. Pelaksanaan Puja Tri Sandhya Pada Siswa Agama Hindu Di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya.
Pembimbing (I) Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag.
Pembimbing (II) Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A.
Skripsi ini mengkaji tentang pelaksanaan Puja Tri Sandhya pada siswa agama Hindu di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat. Terdapat fenomena yang terjadi pada siswa yaitu sebagian siswa kesulitan dalam melantunkan, kurangnya minat belajar siswa dalam menghapal dan kurangnya kedisiplinan dalam melaksanakan Puja Tri Sandhya. Adapun rumusan masalah yang diteliti yaitu 1) Bagaimanakah pelaksanaan Puja Tri Sandhya pada siswa agama Hindu di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat? 2) Apa kendala dari pelaksanaan Puja Tri Sandhya pada siswa agama Hindu di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat? 3) Bagaimanakah strategi guru dalam mengajarkan Puja Tri Sandhya pada siswa Agama Hindu di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat? Teori yang digunakan yakni teori humanistik, teori konstruktivisme, dan teori strategi. Penelitian ini bertujuan mengkaji pelaksanaan Puja Tri Sandhya, kendala pelaksanaan Puja Tri Sandhya dan strategi guru mengajarkan Puja Tri Sandhya pada siswa Agama Hindu di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat. Penelitian ini mempunyai manfaat untuk menambah ilmu pengetahuan.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif yaitu dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan meliputi empat langkah yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini: 1) pelaksanaan Puja Tri Sandhya pada siswa agama Hindu di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat belum berjalan secara maksimal. 2) Kendala dari pelaksanaan Puja Tri Sandhya pada siswa Agama Hindu di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat ada 2 (dua) yaitu : Kendala internal yaitu kurangnya minat siswa, siswa kesulitan menghapal Puja Tri Sandhya dan siswa belum terbiasa melaksanakan Puja Tri Sandhya, sedangkan kendala eksternal yaitu guru kurang bisa melatih siswa, orang tua kurang memberikan motivasi dan kurangnya kedisiplinan siswa saat melaksanakan Puja Tri Sandhya bersama. 3) Strategi guru dalam mengajarkan Puja Tri Sandhya pada siswa agama Hindu di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat yaitu strategi guru dalam melatih siswa, strategi guru dalam memotivasi siswa dan strategi guru dalam membimbing siswa melaksanakan Puja Tri Sandhya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Sunarti, 2023. Pelaksanaan Puja Tri Sandhya Pada Siswa Agama Hindu Di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing (I) Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag. Pembimbing (II) Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A. Skripsi ini mengkaji tentang pelaksanaan Puja Tri Sandhya pada siswa agama Hindu di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat. Terdapat fenomena yang terjadi pada siswa yaitu sebagian siswa kesulitan dalam melantunkan, kurangnya minat belajar siswa dalam menghapal dan kurangnya kedisiplinan dalam melaksanakan Puja Tri Sandhya. Adapun rumusan masalah yang diteliti yaitu 1) Bagaimanakah pelaksanaan Puja Tri Sandhya pada siswa agama Hindu di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat? 2) Apa kendala dari pelaksanaan Puja Tri Sandhya pada siswa agama Hindu di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat? 3) Bagaimanakah strategi guru dalam mengajarkan Puja Tri Sandhya pada siswa Agama Hindu di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat? Teori yang digunakan yakni teori humanistik, teori konstruktivisme, dan teori strategi. Penelitian ini bertujuan mengkaji pelaksanaan Puja Tri Sandhya, kendala pelaksanaan Puja Tri Sandhya dan strategi guru mengajarkan Puja Tri Sandhya pada siswa Agama Hindu di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat. Penelitian ini mempunyai manfaat untuk menambah ilmu pengetahuan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif yaitu dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan meliputi empat langkah yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini: 1) pelaksanaan Puja Tri Sandhya pada siswa agama Hindu di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat belum berjalan secara maksimal. 2) Kendala dari pelaksanaan Puja Tri Sandhya pada siswa Agama Hindu di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat ada 2 (dua) yaitu : Kendala internal yaitu kurangnya minat siswa, siswa kesulitan menghapal Puja Tri Sandhya dan siswa belum terbiasa melaksanakan Puja Tri Sandhya, sedangkan kendala eksternal yaitu guru kurang bisa melatih siswa, orang tua kurang memberikan motivasi dan kurangnya kedisiplinan siswa saat melaksanakan Puja Tri Sandhya bersama. 3) Strategi guru dalam mengajarkan Puja Tri Sandhya pada siswa agama Hindu di SMP Negeri Satu Atap 1 Rungan Barat yaitu strategi guru dalam melatih siswa, strategi guru dalam memotivasi siswa dan strategi guru dalam membimbing siswa melaksanakan Puja Tri Sandhya.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK ELMI WINARTI, 2022. Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Masa Pandemi Covid-19 Di SMP Negeri Satu Atap 1 Pulau Malan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Skripsi Strata Satu (S-1), Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Dr. Pranata, S.Pd., M.Si, Pembimbing (II) Dr. I Putu Widyanto, M.Pd. H Motivasi belajar merupakan daya penggerak dalam diri siswa sehingga menjamin kegiatan belajar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Motivasi belajar juga bisa dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak baik dari dalam diri maupun dari luar siswa (dengan menciptakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu) yang menjamin kelangsungan dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai. Permasalahan yang diteliti adalah Bagaimana Tingkat Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Pada Masa Pandemi Covid-19 Di SMPN Satu Atap 1 Pulau Malan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Dalam penelitian ini teori yang digunakan adalah teori motivasi dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan menyebarkan angket menggunakan teknik observasi dan studi kepustakaan. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Masa Pandemi Covid-19 Di SMPN Satu Atap 1 Pulau Malan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan dengan berbagai fenomena dan aspek yang dimilikinya. Adapun yang menjadi populasi penelitian ini adalah 4 orang siswa yang beragama Hindu kelas VII-VIII di SMPN Satu Atap 1 Pulau Malan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten katingan. Hipotesis awal pada penelitian ini adalah Tingkat motivasi belajar siswa dalam pelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMPN Satu Atap 1 Pulau Malan pada masa pandemi tinggi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tingkat Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Masa Pandemi Covid-19 Di SMP Negeri Satu Atap 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan dengan kategori tinggi dengan persentase 71% Sehingga Ho ditolak dan H_1 diterima. Sehingga kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah Tingkat Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Masa Pandemi Covid-19 di SMP Negeri Satu Atap 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan adalah Kategori Tinggi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ELMI WINARTI, 2022. Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Masa Pandemi Covid-19 Di SMP Negeri Satu Atap 1 Pulau Malan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Skripsi Strata Satu (S-1), Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Dr. Pranata, S.Pd., M.Si, Pembimbing (II) Dr. I Putu Widyanto, M.Pd. H Motivasi belajar merupakan daya penggerak dalam diri siswa sehingga menjamin kegiatan belajar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Motivasi belajar juga bisa dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak baik dari dalam diri maupun dari luar siswa (dengan menciptakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu) yang menjamin kelangsungan dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai. Permasalahan yang diteliti adalah Bagaimana Tingkat Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Pada Masa Pandemi Covid-19 Di SMPN Satu Atap 1 Pulau Malan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Dalam penelitian ini teori yang digunakan adalah teori motivasi dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan menyebarkan angket menggunakan teknik observasi dan studi kepustakaan. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Masa Pandemi Covid-19 Di SMPN Satu Atap 1 Pulau Malan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan dengan berbagai fenomena dan aspek yang dimilikinya. Adapun yang menjadi populasi penelitian ini adalah 4 orang siswa yang beragama Hindu kelas VII-VIII di SMPN Satu Atap 1 Pulau Malan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten katingan. Hipotesis awal pada penelitian ini adalah Tingkat motivasi belajar siswa dalam pelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMPN Satu Atap 1 Pulau Malan pada masa pandemi tinggi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tingkat Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Masa Pandemi Covid-19 Di SMP Negeri Satu Atap 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan dengan kategori tinggi dengan persentase 71% Sehingga Ho ditolak dan H_1 diterima. Sehingga kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah Tingkat Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Masa Pandemi Covid-19 di SMP Negeri Satu Atap 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan adalah Kategori Tinggi.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Peranan Majelis Kelompok dalam Memotivasi Basrah Pemuda Hindu Kaharingan di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan merupakan salah satu lembaga yang berada di suatu desa tertentu dibawah pimpinan Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan yang berada di Kecamatan, fungsinya sebagai suatu wadah organisasi keagamaan yang berfungsi untuk membentuk para generasi muda Hindu Kaharingan yang beriman,cerdas,bijaksana dan mampu berdaya saing. Pelaksanaan Basarah merupakan salah satu program kerja Majelis Kelompok dalam memotivasi pemuda Hindu Kaharingan di Desa Jangkit. Namun fakta yang terjadi di lapangan motivasi pemuda untuk mengikuti persembahyangan Basarah masih sangat minim. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka terdapat tiga permasalahan yang akan di bahas antara lain: (1) Bagaimana program kerja Majelis Kelompok di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas? (2) Bagaimana peranan Majelis Kelompok dalam memotivasi Basarah Pemuda di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas? (3) Apa kendala Majelis Kelompok dalam memotivasi Basarah Pemuda di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas?. Penulisan ini bertujuan : (1) untuk mendapatkan data tentang program kerja Majelis Kelompok di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas. (2) Untuk memahami peranan Majelis Kelompok dalam dalam memotivasi Basarah Pemuda di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas. (3) Untuk memahami kendala Majelis Kelompok dalam memotivasi Basarah pemuda dan mampu memberikan solusi serta masukan kepada Majelis Kelompok agar dapat berperan aktif dalam memberikan motivasi kepada pemuda di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori structural fungsional,teori peran, dan teori humanistik. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan metode observasi, metode wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan metode deskriptif analisis adalah cara pengolahan data yang dilakukan dengan jalan mengadakan bandingan secara sistematis sehingga diperoleh suatu kesimpulan umum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Bagaimana program kerja Majelis Kelompok di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas adalah : (a) Pelaksanaan Basarah Umum (b) Pelaksanaan Basarah Keluarga (c) Pelaksanaan Pembangunan. (2) Bagaimana peranan Majelis Kelompok dalam memotivasi Basarah Pemuda di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas adalah: (a) Pembinaan (b) Upacara. (3) Apa kendala Majelis Kelompok dalam memotivasi Basarah Pemuda di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas adalah: (a) Faktor Kesibukan (b) Faktor Usia (c) Kurangnya Kesadaran Diri.