Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

1.409 hasil
Penulis: S
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

SANKSI PELANGGARAN PALI UPACARA MA’AUH LAMAN PADA MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI DESA SAMBI KECAMATAN ARUT UTARA KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT (PERSPEKTIF HUKUM HINDU)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SURIYA, 2019: Sanksi Pelanggaran Pali Upacara Ma’auh Laman Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Sambi Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat (Perspektif Hukum Hindu) Skripsi. Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I) Budhi Widodo, SH,.MH. Pembimbing (II) Agung Adi, S.Ag.,M.Si. Upacara merupakan salah satu rangkaian kegiatan ritual keagamaan dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Ranying Hatalla Langit serta manifestas-Nya. Agama Hindu adalah salah satu agama yang ada di Indonesia, mempunyai hak dan kewajiban sama dengan agama yang lainnya, dalam pelaksanaan upacara agam Hindu Kaharingan di Desa Sambi tidak lepas dari pali (pantangan) yang merupakan salah satu bentuk tradisi dari jaman nenek moyang terdahulu yang harus ditaati dan dipatuhi oleh masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Sambi. Pali dilaksanakan selama 3 (tiga) hari tujuan melaksnakan pali demi menjaga keseimbangan alam ataupun menjaga hubungan antara manusia dengan leluhur. Apabila ada yang melanngar pali maka akan dikenakan Sanksi dengantujuan diberikan sanksi supaya ada efek jera dan tidak mengulangnya lagi. Perspektif Hukum agama Hindu, terdapat dalam smerti dan srti. Sehingga penelitian ingin meneliti Sanksi Pelanggar Pali Upacara Ma’auh Laman Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Sambi Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat. Berdasarkan latar belakang di atas maka dalam penelitian ini ada dua permasalahan antara lain, 1). Apa saja Pali dalam Upacara Ma’auh Laman pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Sambi Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat? 2). Sanksi Apa saja yang di jatuhkan kepada pelanggar Pali upacara Ma’auh Laman pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Sambi Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat?. Teori yang digunakan untik menganalisis rumuasan masalah adalah, 1) Teori Tindakan Sosial, 2) Teori Resepsi dari Van Den Berg. Subjek penelitian ini adalah Tukang Tawur, Majelis Kelompok, Maelis Resort dan tokoh masyarakat Hindu Kaharingan, metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, metode wawancara dan metode dokumntasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode analisis deskriftif kualitatif dengan langkah-langkah reduksi penyajian data dan penarikan kesimpulan atau berifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Pali dalam upacara Ma’auh Laman yakni tradisi secara turun temurun sesuai dengan panaturan serta memiliki jenis-jenis pali yang terdapat dalam upacara Ma’auh Laman, (2) Saksi diberikan kepada pelaku pelanggar pali dikenakan denda yaitu mengganti biaya upacara, berupa uang dan barang seperti mangkok, piring, parang, uang turus perjanjian dan kain satu lembar. Dari analisis data tersebut maka dapat disimpulkan pali adalah suatu larangan yang tidak bisa dilanggar, karena pali adalah suatu tradisi secara turun temurun. Kata Kunci: Sanksi, Upacara Ma’auh Laman, Hukum Hindu

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi Guru dalam Mengatasi Masalah Perilaku Siswa melalui Manajemen Kelas di SDN 1 Langkai Kota Palangka Raya

162025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam strategi manajemen kelas yang diterapkan oleh guru kelas V di SDN 1 Langkai Kota Palangka Raya dalam mengatasi berbagai masalah perilaku siswa, seperti kurang fokus, berbicara sendiri, dan sulit mengikuti instruksi. Penelitian kualitatif dengan pendekatan konstruktivisme dan fenomenologis ini dilaksanakan di SDN 1 Langkai. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi, dengan informan kunci terdiri dari guru kelas dan siswa kelas V. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa strategi guru efektif dalam menciptakan lingkungan kelas yang kondusif dan mendukung perkembangan perilaku positif siswa. Strategi tersebut mencakup: (1) Perencanaan Partisipatif melalui pelibatan siswa dalam penyusunan aturan kelas untuk membangun rasa tanggung jawab; (2) Pengorganisasian Dimensi Fisik dan Sosio-Emosional yang optimal, seperti penataan tempat duduk berdasarkan karakteristik siswa, serta membangun hubungan interpersonal yang suportif dan berbasis empati ; dan (3) Pengendalian Perilaku melalui penerapan Disiplin Positif yang konsisten, berfokus pada pemberian pujian/penguatan positif, kegiatan refleksi diri, dan dialog korektif yang bersifat membimbing alih-alih menghukum. Selain itu, guru juga aktif menjalin kerja sama dengan orang tua untuk memantau perilaku siswa secara lebih optimal. Dengan demikian, strategi manajemen kelas ini terbukti efektif mengatasi masalah perilaku siswa dan membentuk karakter positif.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Manajemen Kelas terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas V SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya

12025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini membahas tentang pengaruh manajemen kelas terhadap motivasi belajar peserta didik kelas V SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Latar belakang penelitian ini di dasari pentingnya penerapan manajemen kelas yag efektif dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif serta meningkatkan semangat belajar peserta didik. Banyak guru menghadapi kendala dalam mengelola kelas seperti kurangnya perhatian siswa, tingkat kedisiplinan yang rendah, dan kurangnya variasi strategi pembelajaran hal tersebut berpotensi menurunkan motivasi belajar peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan untuk menganalisis sejauh mana manajemen kelas yang diterapkan guru berpengaruh terhadap motivasi belajar peserta didik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Pada Siswa Di SDN Tajah Antang Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas

2026•Koleksi Perpustakaan

Anisya 2026. Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Pada Siswa Di SDN Tajah Antang Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas.Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Mitro, S.Pd., M.Si Pembimbing II: Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya perilaku siswa yang menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai karakter belum sepenuhnya optimal, seperti kurangnya kedisiplinan, tanggung jawab, sikap saling menghargai, dan sopan santun. Guru Pendidikan Agama Hindu memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai karakter melalui pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta menganalisis upaya guru dalam mengatasi kendala penanaman nilai-nilai karakter pada siswa di SDN Tajah Antang Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri atas guru Pendidikan Agama Hindu, kepala sekolah, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai karakter dilakukan melalui peran sebagai pendidik, pembimbing, pengajar, teladan, dan motivator. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan meliputi religius, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, sopan santun, kepedulian, dan saling menghormati. Penanaman nilai dilakukan melalui pemberian arahan dan nasihat, keteladanan, pembiasaan, teguran, motivasi, serta pemberian apresiasi terhadap perilaku positif siswa. Dalam perspektif behavioristik, tindakan guru tersebut dapat dipahami sebagai stimulus yang diarahkan untuk membentuk respons perilaku positif siswa melalui penguatan dan pembiasaan yang dilakukan secara berulang; (2) Kendala dalam penanaman nilai-nilai karakter meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, belum konsistennya perilaku siswa, pengaruh lingkungan keluarga dan pergaulan, perkembangan teknologi, serta keterbatasan sarana dan dukungan dalam pelaksanaan penanaman karakter; (3) Upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kendala tersebut meliputi pemberian arahan dan nasihat, pembiasaan perilaku positif, pemberian keteladanan, motivasi, teguran, serta pengawasan secara berkelanjutan dalam kegiatan pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di sekolah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UPAYA MAJELIS KELOMPOK AGAMA HINDU KAHARINGAN DALAM MENGATASI KETERBATASAN TENAGA PENGAJAR PADA PASRAMAN PENYANG HATAMPUNG DI DESA TAMPANG TUMBANG ANJIR KABUPATEN GUNUNG MAS

2026•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya keterbatasan tenaga pengajar pada Pasraman Penyang Hatampung di Desa Tampang Tumbang Anjir, Kabupaten Gunung Mas. Keterbatasan tenaga pengajar dapat memengaruhi pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan keberlangsungan pendidikan keagamaan Hindu di pasraman. Dalam kondisi tersebut, Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan memiliki peran penting dalam melakukan berbagai upaya untuk menghadapi keterbatasan tenaga pengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor penyebab keterbatasan tenaga pengajar serta mendeskripsikan upaya Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam mengatasi keterbatasan tenaga pengajar pada Pasraman Penyang Hatampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan tenaga pengajar pada Pasraman Penyang Hatampung berkaitan dengan keterbatasan jumlah tenaga pengajar, keterbatasan waktu karena tenaga pengajar memiliki aktivitas lain, terbatasnya calon pengajar, serta belum optimalnya pembinaan dan keberlanjutan tenaga pengajar. Kondisi tersebut berdampak pada pengelolaan kegiatan pembelajaran dan kebutuhan pembagian tugas tenaga pengajar. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan melakukan beberapa upaya, yaitu koordinasi dengan pengurus dan tenaga pengajar pasraman, pemberdayaan masyarakat dan tokoh agama, serta kaderisasi dan pembinaan calon pengajar. Pelaksanaan upaya tersebut didukung oleh semangat tenaga pengajar, dukungan pengurus pasraman, partisipasi masyarakat dan tokoh agama, antusiasme peserta didik, serta kerja sama antarunsur yang terlibat dalam penyelenggaraan pasraman. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu tenaga pengajar, terbatasnya calon pengajar, kesibukan masyarakat, dan belum optimalnya pembinaan secara berkelanjutan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa upaya Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam mengatasi keterbatasan tenaga pengajar dilakukan melalui pengelolaan dan optimalisasi sumber daya yang tersedia serta penguatan kerja sama dengan berbagai pihak. Kaderisasi dan pembinaan calon pengajar menjadi bagian penting untuk menjamin keberlanjutan tenaga pengajar pada masa mendatang. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penyelesaian keterbatasan tenaga pengajar membutuhkan upaya yang berkelanjutan melalui koordinasi, pemberdayaan sumber daya manusia, dan pembinaan calon pengajar. Kata kunci: Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan, keterbatasan tenaga pengajar, pasraman, upaya, pendidikan keagamaan Hindu.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGENDALIAN DIRI DAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI TERHADAP KEMAMPUAN PUBLIC SPEAKING MAHASISWA PADA KEGIATAN FAKULTAS DHARMA DUTA DAN BRAHMA WIDYA

2026•Koleksi Perpustakaan

Public speaking merupakan kompetensi esensial yang harus dimiliki oleh mahasiswa, tidak hanya dalam konteks akademik tetapi juga dalam kehidupan sosial, Namun kemampuan public speaking Mahasiswa Fakultas Dharma Duta Dan Brahma Widya IAHN Palangka Raya masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengendalian diri dan keterampilan komunikasi terhadap kemampuan public speaking mahasiswa. Penelitian ini menggunkaan pendekatan deskriptif eksploratif dengan jenis penelitian kuantitatif. Analisa data dilakukan dengan deskripsis data hasil penelitian, uji kualitas instrumen, uji pra-syarat analisis, dan analisis regresi linear berganda menggunakan program SPSS 24.0 Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari pengendalian diri (sig. 0,001 < 0,05) dan keterampilan komunikasi (sig. 0,013 < 0,05) secara parsial terhadap kemampuan public speaking mahasiswa Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya angkatan 2025. Secara simultan, kedua variabel juga memberikan pengaruh yang signifikan (sig. 0,000 < 0,05) dengan nilai koefisien determinasi (R^2) sebesar 0,342. Hal ini menunjukkan bahwa pengendalian diri dan keterampilan komunikasi berkontribusi sebesar 34,2% terhadap kemampuan public speaking, sementara 65,8% dijelaskan oleh variabel lain. Temuan ini menegaskan bahwa perlunya pengembangan pengendalian diri dan keterampilan komunikasi mahasiswa untuk menunjang kemampuan public speaking. peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengeksplorasi variabel lain yang menyumbang 65,8% pengaruh di luar penelitian ini.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGENDALIAN DIRI DAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI TERHADAP KEMAMPUAN PUBLIC SPEAKING MAHASISWA PADA KEGIATAN FAKULTAS DHARMA DUTA DAN BRAHMA WIDYA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Public speaking merupakan kompetensi esensial yang harus dimiliki oleh mahasiswa, tidak hanya dalam konteks akademik tetapi juga dalam kehidupan sosial, Namun kemampuan public speaking Mahasiswa Fakultas Dharma Duta Dan Brahma Widya IAHN Palangka Raya masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengendalian diri dan keterampilan komunikasi terhadap kemampuan public speaking mahasiswa. Penelitian ini menggunkaan pendekatan deskriptif eksploratif dengan jenis penelitian kuantitatif. Analisa data dilakukan dengan deskripsis data hasil penelitian, uji kualitas instrumen, uji pra-syarat analisis, dan analisis regresi linear berganda menggunakan program SPSS 24.0 Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari pengendalian diri (sig. 0,001 < 0,05) dan keterampilan komunikasi (sig. 0,013 < 0,05) secara parsial terhadap kemampuan public speaking mahasiswa Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya angkatan 2025. Secara simultan, kedua variabel juga memberikan pengaruh yang signifikan (sig. 0,000 < 0,05) dengan nilai koefisien determinasi (R^2) sebesar 0,342. Hal ini menunjukkan bahwa pengendalian diri dan keterampilan komunikasi berkontribusi sebesar 34,2% terhadap kemampuan public speaking, sementara 65,8% dijelaskan oleh variabel lain. Temuan ini menegaskan bahwa perlunya pengembangan pengendalian diri dan keterampilan komunikasi mahasiswa untuk menunjang kemampuan public speaking. peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengeksplorasi variabel lain yang menyumbang 65,8% pengaruh di luar penelitian ini.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERGULATAN IDEOLOGI KEBERAGAMAAN PADA PELAKSANAAN RITUAL NGAPATUNG OLEH MASYARAKAT DAYAK DI DESA TUMBANG PAKU КЕСАМАTAN MARIKIT KABUPATEN KATINGAN

2026•Koleksi Perpustakaan

Rusmiatie, 2026, Pergulatan Ideologi Keberagamaan pada Pelaksanaan Ritual Ngapatung oleh Masyarakat Dayak di Desa Tumbang Paku Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan. Skripsi. Program Studi Hukum Agama Hindu, Fakultas Dharma Sastra, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I) Dra. Ni Made Ratini, M.Si. Pembimbing (II) Gelar Sumbogo Peni, S.Ag., M.Si. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih dipertahankannya ritual Ngapatung sebagai ritual keagamaan Hindu Kaharingan yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Dayak di Desa Tumbang Paku, Kecamatan Marikit, Kabupaten Katingan. Dalam perkembangannya, perpindahan keyakinan sebagian masyarakat menimbulkan dinamika dalam pelaksanaan ritual Ngupatung. Sebagian masyarakat yang telah mengalami perpindahan keyakinan tetap melaksanakan ritual Ngapatung sebagai praktik yang diwarisi dari tradisi keagamaan sebelumnya. Kondisi tersebut menimbulkan pergulatan ideologi keberagamaan berupa ketegangan antara ajaran keagamaan yang dianut setelah perpindahan keyakinan dengan praktik ritual yang masih dipertahankan. Di satu sisi, ritual Ngapatung tetap dipandang sebagai warisan tradisi dan pengalaman keberagamaan sebelumnya, sedangkan di sisi lain, berdasarkan pemahaman terhadap ajaran keagamaan yang kini dianut, praktik tersebut dipandang tidak sejalan dengan keyakinan keagamaan yang dianut saat ini. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah bentuk pelaksanaan ritual Ngapatung oleh masyarakat Dayak di Desa Tumbang Paku, Kecamatan Marikit, Kabupaten Katingan? (2) Bagaimanakah bentuk pergulatan ideologi keberagamaan pada pelaksanaan ritual Ngapatung? dan (3) Faktor apa saja yang memengaruhi pergulatan ideologi keberagamaan pada pelaksanaan ritual Ngapatung? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelaksanaan ritual Ngapatung, menganalisis bentuk pergulatan ideologi keberagamaan yang terjadi, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri atas tokoh agama, pelaku ritual, dan masyarakat Desa Tumbang Paku yang mengetahui dan terlibat dalam pelaksanaan ritual Ngapatung. Analisis data dilakukan melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Ngapatung merupakan ritual tolak bala dan penyembuhan tradisional yang dilaksanakan untuk membuang sial, menetralisir pengaruh buruk, memulihkan hambaruan, serta melakukan pembersihan jasmani dan rohani setelah pulang dari tempat pemakaman orang yang meninggal. Pergulatan ideologi keberagamaan tampak pada sebagian masyarakat yang telah mengalami perpindahan keyakinan tetapi masih mempertahankan dan melaksanakan ritual Ngapatung yang berasal dari tradisi keagamaan sebelumnya. Pergulatan tersebut tercermin dalam ketegangan antara ajaran keagamaan yang kini dianut dengan praktik ritual yang tetap dijalankan sebagai bagian dari warisan tradisi dan pengalaman keberagamaan sebelumnya. Kata Kunci: Pergulatan Ideologi, Keberagamaan, Ritual Ngapatung, Hindu Kaharingan, Masyarakat Dayak.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

KOMUNIKASI MAHASISWA MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL MENANGKAL BERITA HOAKS PADA MEDIA SOSIAL DI FAKULTAS DHARMA DUTA DAN BRAHMA WIDYA

2026•Koleksi Perpustakaan

Lidya Sinta Bela, (2026) Komunikasi Mahasiswa Meningkatkan Kemampuan Literasi Digital Menangkal Berita Hoaks Pada Media Sosial di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya. Pembimbing I Dr. Tardi Edung, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II Evie, S.Pd., M.Pd Secara umum penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana komunikasi mahasiswa berperan dalam meningkatkan kemampuan literasi digital guna menangkal penyebaran berita hoaks pada media sosial seperti tiktok di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya. Adapun rumusan masalah dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana proses komunikasi mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan literasi digital untuk menangkal berita hoaks pada media sosial seperti tiktok khususnya di lingkungan Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, 2) Apa saja strategi yang dilakukan mahasiswa dalam meningkatkan literasi digital untuk mencegah penyebaran hoaks di media sosial seperti tiktok khususnya di lingkungan Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya dengan informan sebanyak 8 (delapan) mahasiswa dan 2 (dua) dosen yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, sedangkan teknik analisis data meliputi pengumpulan data, verifikasi, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan literasi digital untuk menangkal berita hoaks di TikTok berlangsung secara aktif, dinamis, dan timbal balik melalui verifikasi, evaluasi, penyaringan informasi, serta pemberian umpan balik. Strategi tersebut didukung oleh pembelajaran, diskusi, seminar, pelatihan literasi digital, dan dukungan dosen serta fakultas. Kemampuan literasi digital mahasiswa telah berkembang, tetapi belum sepenuhnya merata sehingga masih diperlukan penguatan secara berkelanjutan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

KOMUNIKASI PEMASARAN ONLINE DAN OFFLINE DALAM MEMBANGUN ENGAGEMENT PADA COFFEE SHOP TITIK BALIK KOPI

2026•Koleksi Perpustakaan

Komunikasi pemasaran merupakan kegiatan yang dilakukan perusahaan agar memberikan informasi, membujuk, tentang produk yang ditawarkan dari sebuah perusahaan, untuk membangun citra merek positif. Dalam konteks Coffee Shop komunikasi pemasaran dapat dijadikan sebagai strategi dalam membangun keterlibatan konsumen. terdapat dua rumusan masalah (1) bagimana strategi komunikasi pemasaran online dan offline yang digunakan Coffee Shop Titik Balik Kopi untuk membangun engagement, (2) bagimana kendala yang dihadapii Coffee Shop Titik Balik Kopi dalam meningkatkan engagement. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran yang digunakan Coffee Shop Titik Balik Kopi dalam membangun keterlibatan konsumen. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi, observasi dan kepustakaan. Menggunakan teori bauran pemasaran 7P dan engagement theory. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Coffee Shop Titik Balik Kopi menerapkan prinsip bauran pemasaran 7P sebagai strategi pemasaran dalam membangun keterlibatan. Selanjutnya pada pelakasanaannya terdapat kendala engagement theory pada elemen konten dan algoritma platfrom, Titik Balik Kopi masih terkendala pada keterbatasan menentukan ide konten, menjaga konsistensi publikasi, persaingan konten dimedia sosial serta masih kesulitan memahami karakteristik dan preferensi audiens.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KOMUNIKASI MAHASISWA MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL MENANGKAL BERITA HOAKS PADA MEDIA SOSIAL DI FAKULTAS DHARMA DUTA DAN BRAHMA WIDYA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lidya Sinta Bela, (2026) Komunikasi Mahasiswa Meningkatkan Kemampuan Literasi Digital Menangkal Berita Hoaks Pada Media Sosial di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya. Pembimbing I Dr. Tardi Edung, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II Evie, S.Pd., M.Pd Secara umum penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana komunikasi mahasiswa berperan dalam meningkatkan kemampuan literasi digital guna menangkal penyebaran berita hoaks pada media sosial seperti tiktok di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya. Adapun rumusan masalah dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana proses komunikasi mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan literasi digital untuk menangkal berita hoaks pada media sosial seperti tiktok khususnya di lingkungan Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, 2) Apa saja strategi yang dilakukan mahasiswa dalam meningkatkan literasi digital untuk mencegah penyebaran hoaks di media sosial seperti tiktok khususnya di lingkungan Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya dengan informan sebanyak 8 (delapan) mahasiswa dan 2 (dua) dosen yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, sedangkan teknik analisis data meliputi pengumpulan data, verifikasi, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan literasi digital untuk menangkal berita hoaks di TikTok berlangsung secara aktif, dinamis, dan timbal balik melalui verifikasi, evaluasi, penyaringan informasi, serta pemberian umpan balik. Strategi tersebut didukung oleh pembelajaran, diskusi, seminar, pelatihan literasi digital, dan dukungan dosen serta fakultas. Kemampuan literasi digital mahasiswa telah berkembang, tetapi belum sepenuhnya merata sehingga masih diperlukan penguatan secara berkelanjutan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KOMUNIKASI PEMASARAN ONLINE DAN OFFLINE DALAM MEMBANGUN ENGAGEMENT PADA COFFEE SHOP TITIK BALIK KOPI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Komunikasi pemasaran merupakan kegiatan yang dilakukan perusahaan agar memberikan informasi, membujuk, tentang produk yang ditawarkan dari sebuah perusahaan, untuk membangun citra merek positif. Dalam konteks Coffee Shop komunikasi pemasaran dapat dijadikan sebagai strategi dalam membangun keterlibatan konsumen. terdapat dua rumusan masalah (1) bagimana strategi komunikasi pemasaran online dan offline yang digunakan Coffee Shop Titik Balik Kopi untuk membangun engagement, (2) bagimana kendala yang dihadapii Coffee Shop Titik Balik Kopi dalam meningkatkan engagement. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran yang digunakan Coffee Shop Titik Balik Kopi dalam membangun keterlibatan konsumen. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi, observasi dan kepustakaan. Menggunakan teori bauran pemasaran 7P dan engagement theory. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Coffee Shop Titik Balik Kopi menerapkan prinsip bauran pemasaran 7P sebagai strategi pemasaran dalam membangun keterlibatan. Selanjutnya pada pelakasanaannya terdapat kendala engagement theory pada elemen konten dan algoritma platfrom, Titik Balik Kopi masih terkendala pada keterbatasan menentukan ide konten, menjaga konsistensi publikasi, persaingan konten dimedia sosial serta masih kesulitan memahami karakteristik dan preferensi audiens.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Pada Siswa Di SDN Tajah Antang Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anisya 2026. Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Pada Siswa Di SDN Tajah Antang Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas.Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Mitro, S.Pd., M.Si Pembimbing II: Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya perilaku siswa yang menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai karakter belum sepenuhnya optimal, seperti kurangnya kedisiplinan, tanggung jawab, sikap saling menghargai, dan sopan santun. Guru Pendidikan Agama Hindu memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai karakter melalui pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta menganalisis upaya guru dalam mengatasi kendala penanaman nilai-nilai karakter pada siswa di SDN Tajah Antang Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri atas guru Pendidikan Agama Hindu, kepala sekolah, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai karakter dilakukan melalui peran sebagai pendidik, pembimbing, pengajar, teladan, dan motivator. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan meliputi religius, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, sopan santun, kepedulian, dan saling menghormati. Penanaman nilai dilakukan melalui pemberian arahan dan nasihat, keteladanan, pembiasaan, teguran, motivasi, serta pemberian apresiasi terhadap perilaku positif siswa. Dalam perspektif behavioristik, tindakan guru tersebut dapat dipahami sebagai stimulus yang diarahkan untuk membentuk respons perilaku positif siswa melalui penguatan dan pembiasaan yang dilakukan secara berulang; (2) Kendala dalam penanaman nilai-nilai karakter meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, belum konsistennya perilaku siswa, pengaruh lingkungan keluarga dan pergaulan, perkembangan teknologi, serta keterbatasan sarana dan dukungan dalam pelaksanaan penanaman karakter; (3) Upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kendala tersebut meliputi pemberian arahan dan nasihat, pembiasaan perilaku positif, pemberian keteladanan, motivasi, teguran, serta pengawasan secara berkelanjutan dalam kegiatan pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di sekolah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPAYA MAJELIS KELOMPOK AGAMA HINDU KAHARINGAN DALAM MENGATASI KETERBATASAN TENAGA PENGAJAR PADA PASRAMAN PENYANG HATAMPUNG DI DESA TAMPANG TUMBANG ANJIR KABUPATEN GUNUNG MAS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya keterbatasan tenaga pengajar pada Pasraman Penyang Hatampung di Desa Tampang Tumbang Anjir, Kabupaten Gunung Mas. Keterbatasan tenaga pengajar dapat memengaruhi pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan keberlangsungan pendidikan keagamaan Hindu di pasraman. Dalam kondisi tersebut, Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan memiliki peran penting dalam melakukan berbagai upaya untuk menghadapi keterbatasan tenaga pengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor penyebab keterbatasan tenaga pengajar serta mendeskripsikan upaya Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam mengatasi keterbatasan tenaga pengajar pada Pasraman Penyang Hatampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan tenaga pengajar pada Pasraman Penyang Hatampung berkaitan dengan keterbatasan jumlah tenaga pengajar, keterbatasan waktu karena tenaga pengajar memiliki aktivitas lain, terbatasnya calon pengajar, serta belum optimalnya pembinaan dan keberlanjutan tenaga pengajar. Kondisi tersebut berdampak pada pengelolaan kegiatan pembelajaran dan kebutuhan pembagian tugas tenaga pengajar. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan melakukan beberapa upaya, yaitu koordinasi dengan pengurus dan tenaga pengajar pasraman, pemberdayaan masyarakat dan tokoh agama, serta kaderisasi dan pembinaan calon pengajar. Pelaksanaan upaya tersebut didukung oleh semangat tenaga pengajar, dukungan pengurus pasraman, partisipasi masyarakat dan tokoh agama, antusiasme peserta didik, serta kerja sama antarunsur yang terlibat dalam penyelenggaraan pasraman. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu tenaga pengajar, terbatasnya calon pengajar, kesibukan masyarakat, dan belum optimalnya pembinaan secara berkelanjutan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa upaya Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam mengatasi keterbatasan tenaga pengajar dilakukan melalui pengelolaan dan optimalisasi sumber daya yang tersedia serta penguatan kerja sama dengan berbagai pihak. Kaderisasi dan pembinaan calon pengajar menjadi bagian penting untuk menjamin keberlanjutan tenaga pengajar pada masa mendatang. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penyelesaian keterbatasan tenaga pengajar membutuhkan upaya yang berkelanjutan melalui koordinasi, pemberdayaan sumber daya manusia, dan pembinaan calon pengajar. Kata kunci: Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan, keterbatasan tenaga pengajar, pasraman, upaya, pendidikan keagamaan Hindu.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Metodologi Penelitian dan Penulisan Hukum: Pendekatan Doktrinal dan Sosiolegal, Teknik Argumentasi, dan Standar Karya Ilmiah

2026•Koleksi Perpustakaan

Buku ini disusun sebagai panduan komprehensif bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan praktisi hukum dalam memahami serta menerapkan metodologi penelitian hukum secara sistematis. Buku ini membahas seluruh tahapan penelitian, mulai dari menemukan masalah penelitian, merumuskan kebaruan (novelty), menyusun kerangka teori dan desain penelitian, hingga menulis dan mempublikasikan karya ilmiah yang memenuhi standar akademik. Pembahasan didalamnya mengintegrasikan dua tradisi utama penelitian hukum, yaitu penelitian hukum doktrinal (normatif) dan penelitian sosiolegal. Pada sisi doktrinal, pembaca diperkenalkan pada teknik penelusuran bahan hukum, pendekatan peraturan perundang-undangan, analisis putusan, metode penafsiran hukum, konstruksi hukum, dan teknik argumentasi akademik. Sementara itu, pendekatan sosiolegal dan empiris dibahas melalui metode kualitatif, kuantitatif, serta metode campuran untuk memahami hubungan antara hukum sebagai norma dan hukum dalam praktik sosial. Selain aspek metodologi, juga memberikan perhatian khusus pada pengembangan kemampuan berpikir kritis dan argumentatif, etika penelitian, integritas akademik, pencegahan plagiarisme, manajemen referensi, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara etis dalam penelitian dan penulisan hukum. Berbagai contoh, template, checklist, dan latihan praktis disajikan untuk membantu pembaca menerapkan konsep-konsep yang dibahas. Dengan pendekatan yang teoritis sekaligus aplikatif, diharapkan menjadi referensi dan panduan praktis dalam menghasilkan penelitian hukum yang berkualitas, argumentatif, serta memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu hukum dan praktik hukum di Indonesia.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Sarana Beras dalam Ritual Umat Hindu Kaharingan di Desa Kinjil Kabupaten Kotawaringin Barat (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)

2026•Koleksi Perpustakaan

Sri Diana Wayan 2026, Sarana Beras dalam Ritual Umat Hindu Kaharingan Di Desa Kinjil Kabupaten Kotawaringin Barat (Perspektif Agama Hndu) Fakultas Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Heri Kusuma Tarupay, S.,M.Hum Pembimbing II Niwayan Sukraini, S.Pd, M.Pd Beras merupakan sarana yang digunakan di setiap ritual keagamaan sesuai dengan tradisi kepercayaan yang dimiliki setiap daerah. Pada umat Hindu Kaharingan di Desa Kinjil penggunaan sarana beras tidak dipergunakan di setiap ritual hanya ritual tertentu saja yang menggunakan sarana beras. berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah yang di angkat peneliti yaitu: 1. Apa saja ritual yang tidak menggunakan sarana beras dan ritual yang menggunakan sarana beras dalam ritual umat Hindu Kaharingan di Desa Kinjil Kecamatan Kotawaringin Lama Kabupaten Kotawaringin Barat, 2. Mengapa umat Hindu Kaharingan di Desa Kinjil Kecamatan Kotawaringin Lama Kabupaten Kotawaringin Barat tidak menggunakan sarana beras di setiap ritualnya, 3. Bagaimana fungsi dan makna sarana beras yang digunakan dalam ritual umat Hindu Kaharingan di Desa Kinjil Kecamatan Kotawaringin Lama Kabupaten Kotawaringin Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan sarana beras dalam ritual umat Hindu Kaharingan di Desa Kinjil Kecamatan Kotawaringin Lama Kabupaten Kotawaringin Barat. Metode penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif, dengan pendekatan Visual menggunakan teori Semiotik Pragmatik Peirce dan teori Sosiokultural Vygotsky. Jenis dan sumber data yang digunakan: data primer dan data sekunder, teknik penentuan informan yang digunakan yaitu teknik Snowball Sampling. Data penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sarana beras tidak digunakan di setiap ritual umat Hindu Kaharingan di Desa Kinjil, karena adanya suatu sistem keagamaan yang mengatur perilaku hidup, yaitu Jurusan Bura (sistem pegangan) dan Jurusan Pehidup Pelaju (sistem perlakuan terhadap beras). Faktor penyebab karena adanya larangan atau pantangan yang melekat pada pembagian kedua jalur tersebut, sarana beras yang dilanggar digantikan dengan media alternatif lain (seperti tuak, kunyit kapur, darah ayam dan daun pehidup). Fungsi dan makna beras disakralkan sebagai benda yang memiliki roh (Pehidup Pelaju) yang menghidupi manusia, berfungsi sebagai Tabing Sarau Dinding Rangin (pelindung dari malapetaka), menjadi sarana penolak bala rusuh dan penyakit. Dalam perspektif Pendidikan Agama Hindu, tradisi ini memuat nilai-nilai edukasi luhur untuk menanamkan pemahaman Susila dan Ahimsa dalam menjaga pola tingkah laku, melestarikan warisan sosiokultural secara turun-temurun, serta membentuk pengajaran mental-spiritual agar manusia menghormati alam dan sumber kehidupannya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

KOMUNIKASI DALAM MEMBANGUN TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA PADA RUMAH MODERASI IAHN TAMPUNG PENYANG PALANGKA RAYA

2026•Koleksi Perpustakaan

Komunikasi memiliki peran penting dalam membangun interaksi harmonis di tengah keberagaman agama. Rumah Moderasi Beragama (RMB) IAHN Tampung Penyang Palangka Raya berperan memfasilitasi dan menggerakkan kegiatan yang mendukung penguatan moderasi beragama dan toleransi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pola komunikasi Rumah Moderasi Beragama dalam membangun toleransi antarumat beragama serta strategi komunikasi yang diterapkan untuk meningkatkan toleransi pada Rumah Moderasi IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik penentuan informan snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori komunikasi antarbudaya dan komunikasi interpersonal. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian terdiri atas mahasiswa, dosen, dan pengelola Rumah Moderasi Beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi melalui Rumah Moderasi Beragama berperan dalam membangun toleransi antarumat beragama di kampus. Rumah Moderasi Beragama menjadi wadah yang memfasilitasi sivitas akademika dalam memahami dan menerapkan nilai moderasi beragama melalui kegiatan. Komunikasi dilakukan secara terbuka, santun, dialogis, empatik, dan setara melalui komunikasi verbal maupun nonverbal. Strategi komunikasi terdiri atas empat jenis, yaitu komunikasi institusional melalui kegiatan lintas agama, komunikasi instruksional melalui arahan tentang moderasi beragama, komunikasi interpersonal melalui interaksi terbuka, empati, dan saling menghargai, serta strategi pesan melalui bahasa yang santun dan mudah dipahami. Keempat strategi tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa berbagai agama untuk berinteraksi, berdiskusi, dan bekerja sama. Interaksi lintas agama membantu mahasiswa memahami perbedaan, saling menghormati, mengurangi kesalahpahaman, dan memperkuat hubungan sosial sehingga tercipta kehidupan kampus yang harmonis, toleran, serta mendukung kerukunan antarumat beragama.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail