Pemrograman Basis Data
Pemrograman Basis Data
Profil penulis
3 karya publik ditemukan.
Pemrograman Basis Data
GUSTI BAGUS BIMANTARA. 2021. Implementasi Upacara Magedong-gedongan Pada Umat Hindu Di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur (Perspektif Pendidikan Hindu). Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag, Pembimbing II Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag. Skripsi ini mengkaji implementasi upacara magedong-gedongan pada umat Hindu di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur. Keberadaan upacara magedong-gedongan ini memiliki nilai sakral dan makna religius. Fenomena yang terjadi kurangnya pemahaman umat Hindu dan jarang sekali upacara magedong-gedongan ini dilakukan. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Mengapa Umat Hindu di Desa Sidomulyo Jarang melaksanakan upacara magedong-gedongan ?, 2) Bagaimanakah Pelaksanaan upacara magedong-gedongan pada umat Hindu di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai timur ?, 3) Apakah nilai-nilai Pendidikan dalam Pelaksanaan upacara magedong-gedongan bagi umat Hindu di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur ?, Tujuan umum penelitian ini untuk menemukan pengetahuan tentang upacara magedong-gedongan Pada umat Hindu di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur. Hasil penelitian dikaji dengan teori panca dharma ciddiartha, teori fungsional structural dan teori nilai. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dukumen dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, klasifikasi data, display data, penafsiran dan interpretasi, serta penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori panca dharma ciddiartha yang di peroleh bahwa jarangnya dilaksanakan upacara magedong-gedongan karena kurangnya iksha atau tujuan pemahaman dan pengetahuan dan kemudian sakhti kemampuan ekonomi dan Sumber Daya manusia yang sangat kurang kemudian desa atau tempat yang kurang memadai kemudian kala atau waktu yang kurang mendukung dan yang terakhir patra atau keadaan yang tidak memungkinkan. Kemudian pelaksanan di tinjau dari teori fungsional Struktural bahwa setiap struktur pasti ada fungsinya hasil yang dikaji dengan teori fungsional struktural adalah yaitu tahap pertama (persiapan) tahap kedua (pelaksanaan upacara) dan yang terakhir tahap ketiga (akhir). Nilai Pendidikan terdapat yang dianalisis menggunakan teori nilai antara lain nilai Pendidikan Tattwa, etika (Susila), nilai Pendidikan upacara, material dan tanggung jawab. Implementasi, fungsi dan nilai pendidikan saling berkaitan guna tercptanya hubungan harmonis.
GUSTI BAGUS BIMANTARA. 2021. Implementasi Upacara Magedong-gedongan Pada Umat Hindu Di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur (Perspektif Pendidikan Hindu). Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag, Pembimbing II Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag. Skripsi ini mengkaji implementasi upacara magedong-gedongan pada umat Hindu di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur. Keberadaan upacara magedong-gedongan ini memiliki nilai sakral dan makna religius. Fenomena yang terjadi kurangnya pemahaman umat Hindu dan jarang sekali upacara magedong-gedongan ini dilakukan. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Mengapa Umat Hindu di Desa Sidomulyo Jarang melaksanakan upacara magedong-gedongan ?, 2) Bagaimanakah Pelaksanaan upacara magedong-gedongan pada umat Hindu di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai timur ?, 3) Apakah nilai-nilai Pendidikan dalam Pelaksanaan upacara magedong-gedongan bagi umat Hindu di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur ?, Tujuan umum penelitian ini untuk menemukan pengetahuan tentang upacara magedong-gedongan Pada umat Hindu di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur. Hasil penelitian dikaji dengan teori panca dharma ciddiartha, teori fungsional structural dan teori nilai. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dukumen dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, klasifikasi data, display data, penafsiran dan interpretasi, serta penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori panca dharma ciddiartha yang di peroleh bahwa jarangnya dilaksanakan upacara magedong-gedongan karena kurangnya iksha atau tujuan pemahaman dan pengetahuan dan kemudian sakhti kemampuan ekonomi dan Sumber Daya manusia yang sangat kurang kemudian desa atau tempat yang kurang memadai kemudian kala atau waktu yang kurang mendukung dan yang terakhir patra atau keadaan yang tidak memungkinkan. Kemudian pelaksanan di tinjau dari teori fungsional Struktural bahwa setiap struktur pasti ada fungsinya hasil yang dikaji dengan teori fungsional struktural adalah yaitu tahap pertama (persiapan) tahap kedua (pelaksanaan upacara) dan yang terakhir tahap ketiga (akhir). Nilai Pendidikan terdapat yang dianalisis menggunakan teori nilai antara lain nilai Pendidikan Tattwa, etika (Susila), nilai Pendidikan upacara, material dan tanggung jawab. Implementasi, fungsi dan nilai pendidikan saling berkaitan guna tercptanya hubungan harmonis.