Profil penulis
I Made Pustikayasa
3 karya publik ditemukan.
MODEL PEMBELAJARAN SISTEM DARING SELAMA PANDEMI COVID-19 DI INSTITUT AGAMA HINDU NEGERI TAMPUNG PENYANG PALANGKA RAYA (PERSPEKTIF PENDIDIKAN HINDU)
Pandemi Covid-19 berdampak pada dunia pendidikan di Indonesia. Transformasi sistem pembelajaran tatap muka di kelas menjadi pembelajaran sistem daring menjadi persoalan sangat penting dan mendesak yang dihadapi dunia pendidikan. Sejak awal pandemi sampai saat ini persoalan pembelajaran sistem daring telah menjadi fokus berbagai penelitian. Namun, penelitian tentang pembelajaran daring di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHNTP) Palangka Raya belum tersedia. Peneliti tertarik mengkaji pembelajaran sistem daring di IAHN-TP Palangka Raya dengan fokus masalah (1) bagaimana proses pembelajaran sistem daring selama pandemi Covid-19 di IAHN-TP Palangka Raya, (2) bagaimana implikasi pembelajaran sistem daring selama pandemi Covid-19 di IAHN-TP Palangka Raya, dan (3) bagaimana upaya peningkatan pembelajaran sistem daring selama pandemi Covid-19 di IAHN-TP Palangka Raya. Teori yang digunakan untuk mengkaji dan mendeskripsikan rumusan masalah penelitian tersebut ialah teori fenomenologi dan teori proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian kualitatif fenomenologi pendekatan emik. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi dokumen. Selanjutnya data yang diperoleh direduksi, disajikan, dan diambil suatu kesimpulan. Data yang dikaji dan dianalisis dengan teori fenomenologi dan teori proses pembelajaran menunjukkan beberapa hal berikut. (1) Persiapan yang dilakukan dosen pada proses pembelajaran sistem daring meliputi penyusunan bahan ajar yang lebih terperinci, teknik mengajar yang lebih menarik, ketersediaan perangkat pembelajaran, dan ketersediaan jaringan internet. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara virtual asynchronous dan collaborative synchronous dengan menerapkan RQA dan HOTS. Evaluasi hasil pembelajaran dilakukan secara daring berupa soal pilihan ganda dan analisis mandiri. (2) Implikasi pembelajaran sistem daring terhadap dosen ialah peningkatan pengetahuan dosen dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran, sedangkan implikasi terhadap mahasiswa ialah pengembangan potensi diri secara mandiri. (3) Lembaga telah meningkatkan sarana dan prasarana untuk mendukung pembelajaran. Dosen berupaya meningkatkan pengetahuan dan kreativitas di bidang teknologi pembelajaran dan meningkatkan pengetahuan yang berhubungan dengan teknik mengajar secara daring. Mahasiswa meningkatkan pengetahuan dari sumber belajar daring dan mengikuti webinar. Tri pramana menjadi dasar perubahan proses, implikasi, dan upaya peningkatan pembelajaran sistem daring karena manusia memiliki idep (pikiran) sehingga selama pandemi Covid-19 pembelajaran dapat terus berlangsung meskipun dilaksanakan secara daring.
MODEL PEMBELAJARAN SISTEM DARING SELAMA PANDEMI COVID-19 DI INSTITUT AGAMA HINDU NEGERI TAMPUNG PENYANG PALANGKA RAYA (PERSPEKTIF PENDIDIKAN HINDU)
Pandemi Covid-19 berdampak pada dunia pendidikan di Indonesia. Transformasi sistem pembelajaran tatap muka di kelas menjadi pembelajaran sistem daring menjadi persoalan sangat penting dan mendesak yang dihadapi dunia pendidikan. Sejak awal pandemi sampai saat ini persoalan pembelajaran sistem daring telah menjadi fokus berbagai penelitian. Namun, penelitian tentang pembelajaran daring di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHNTP) Palangka Raya belum tersedia. Peneliti tertarik mengkaji pembelajaran sistem daring di IAHN-TP Palangka Raya dengan fokus masalah (1) bagaimana proses pembelajaran sistem daring selama pandemi Covid-19 di IAHN-TP Palangka Raya, (2) bagaimana implikasi pembelajaran sistem daring selama pandemi Covid-19 di IAHN-TP Palangka Raya, dan (3) bagaimana upaya peningkatan pembelajaran sistem daring selama pandemi Covid-19 di IAHN-TP Palangka Raya. Teori yang digunakan untuk mengkaji dan mendeskripsikan rumusan masalah penelitian tersebut ialah teori fenomenologi dan teori proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian kualitatif fenomenologi pendekatan emik. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi dokumen. Selanjutnya data yang diperoleh direduksi, disajikan, dan diambil suatu kesimpulan. Data yang dikaji dan dianalisis dengan teori fenomenologi dan teori proses pembelajaran menunjukkan beberapa hal berikut. (1) Persiapan yang dilakukan dosen pada proses pembelajaran sistem daring meliputi penyusunan bahan ajar yang lebih terperinci, teknik mengajar yang lebih menarik, ketersediaan perangkat pembelajaran, dan ketersediaan jaringan internet. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara virtual asynchronous dan collaborative synchronous dengan menerapkan RQA dan HOTS. Evaluasi hasil pembelajaran dilakukan secara daring berupa soal pilihan ganda dan analisis mandiri. (2) Implikasi pembelajaran sistem daring terhadap dosen ialah peningkatan pengetahuan dosen dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran, sedangkan implikasi terhadap mahasiswa ialah pengembangan potensi diri secara mandiri. (3) Lembaga telah meningkatkan sarana dan prasarana untuk mendukung pembelajaran. Dosen berupaya meningkatkan pengetahuan dan kreativitas di bidang teknologi pembelajaran dan meningkatkan pengetahuan yang berhubungan dengan teknik mengajar secara daring. Mahasiswa meningkatkan pengetahuan dari sumber belajar daring dan mengikuti webinar. Tri pramana menjadi dasar perubahan proses, implikasi, dan upaya peningkatan pembelajaran sistem daring karena manusia memiliki idep (pikiran) sehingga selama pandemi Covid-19 pembelajaran dapat terus berlangsung meskipun dilaksanakan secara daring.