ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pillmanto.2026. Pembelajaran Teknik Titik Perspektif Dalam Meningkatkan Kemampuan Menggambar Bentuk Pada Siswa Kelas VII di SMPN 2 Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Dr AA Gede Wiranata, S.Ag.,M.Ag. Pembimbing II Niwayan Sukraini, S.Pd.,M.Pd Pembelajaran Seni Budaya, khususnya pada materi menggambar bentuk, memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan visual, kreativitas, dan keterampilan artistik siswa. Namun, berdasarkan hasil observasi awal di kelas VII9 SMPN 2 Palangka Raya, kemampuan menggambar bentuk siswa masih tergolong rendah. Sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep perspektif, seperti menentukan garis horizon, titik hilang, dan garis proyeksi, sehingga hasil gambar yang dibuat masih tampak datar, kurang proporsional, dan belum menunjukkan kesan ruang serta kedalaman. Oleh karena itu, diperlukan suatu pembelajaran yang mampu membantu siswa memahami konsep perspektif secara lebih konkret melalui penerapan teknik titik perspektif. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-9 SMPN 2 Palangka Raya yang berjumlah 31 orang. Penelitian dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes praktik menggambar bentuk. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif komparatif untuk membandingkan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan pembelajaran teknik titik perspektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran teknik titik perspektif mampu meningkatkan kemampuan menggambar bentuk siswa. Pada tahap pratindakan, sebagian besar siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan rata-rata nilai sebesar 60. Setelah tindakan pada Siklus I, rata-rata nilai siswa meningkat menjadi 95 dengan tingkat ketuntasan klasikal mencapai 100% dari siswa yang mengikuti pembelajaran. Selain itu, aktivitas, keterlibatan, motivasi, dan kepercayaan diri siswa selama proses pembelajaran juga mengalami peningkatan. Dengan demikian, pembelajaran teknik titik perspektif terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan menggambar bentuk siswa kelas VII di SMPN 2 Palangka Raya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK JECK PERNANDO, 2025. Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Pembentukan Karakter Siswa di SMA Negeri 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Pembimbing I : Dr. Suryanto, S.Pd.,M.Pd Pembimbing II : Heri Kusuma Tarupay, S.S.,M.Hum Pendidikan karakter sebagai upaya yang dilakukan oleh sekolah. Khususnya, peran guru pendidikan agama Hindu yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa Hindu agar menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan beretika di SMA Negeri 1 Sepang. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui gambaran karakter siswa Hindu di SMA Negeri 1 Sepang, (2) untuk mengetahui kendala pembentukan karakter siswa Hindu di SMA Negeri 1 Sepang, (3) untuk mengetahui upaya guru dalam pembentukan karakter siswa di SMA Negeri 1 Sepang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru pendidikan agama Hindu, dan 6 siswa Hindu yang dari kelas XI dan XII di SMA Negeri 1 Sepang. Data dianalisis melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilakukan pada 04 September - 04 Oktober. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa Hindu memiliki karakter positif seperti disiplin, tanggung jawab, dan toleransi, namun kurang konsisten mengikuti kegiatan keagamaan. Guru pendidikan agama Hindu berperan sebagai pengajar, teladan, pembimbing, motivator, dan fasilitator yang membimbing siswa melalui teori, praktik, diskusi, serta kegiatan rutin dan ekstrakurikuler. Kendala utama adalah kurangnya konsistensi dan motivasi siswa, yang diatasi dengan pendekatan ramah, motivatif, lingkungan sekolah kondusif, dan kerjasama orang tua. Kesimpulannya, peran guru sangat strategis dalam membentuk karakter siswa menjadi disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia dengan pendekatan humanis, memberikan kontribusi penting bagi pengembangan pendidikan karakter berbasis agama Hindu di sekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Yumbi, 2025: Peran Guru Pasraman Panggirik Lingu Dalam Menanamkan Nilai Pendidikan Budhi Pekerti Pada Siswa Hindu Di Kelurahan Jakatan Raya Kabupaten Gunung Mas. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Suryanto, S.Pd., M.Pd, Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya peran guru dalam pembentukan karakter siswa melalui pendidikan agama dan nilai budhi pekerti di Pasraman Panggirik Lingu. Sebagai lembaga pendidikan non formal Hindu, pasraman tidak hanya berfungsi untuk mengajarkan pengetahuan agama, tetapi juga sebagai wadah penanaman nilai-nilai luhur seperti kejujuran, tanggung jawab, cinta kasih, disiplin, serta penguatan identitas budaya dan spiritualitas siswa. Namun, dalam praktiknya masih terdapat berbagai kendala, seperti keterbatasan sarana pembelajaran, kurangnya pelatihan guru dalam metode pengajaran nilai, dan pengaruh globalisasi yang memengaruhi pola pikir dan perilaku siswa. Tujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru Pasraman Panggirik Lingu dalam membimbing, mendidik, serta menanamkan nilai budhi pekerti kepada siswa Hindu, sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru pasraman berperan ganda, yaitu sebagai pengajar, pembimbing, motivator, sekaligus teladan yang menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa melalui pendekatan keteladanan, pembiasaan, serta kegiatan keagamaan dan budaya. Kendala utama yang ditemukan meliputi perbedaan latar belakang keluarga siswa, kurangnya perhatian orang tua, serta keterbatasan fasilitas belajar. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa peran guru pasraman sangat vital dalam pembentukan perilaku dan karakter siswa Hindu. Namun, untuk meningkatkan efektivitas pendidikan budhi pekerti, diperlukan dukungan dari orang tua, masyarakat, serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Dengan adanya sinergi tersebut, pasraman dapat semakin berfungsi optimal dalam melahirkan generasi muda Hindu yang berkarakter, beretika, dan berintegritas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Yoga, 2025: Bentuk, Fungsi, Dan Makna Upacara Manenung Di Desa Tumbang Baringei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas, Prodi Kepanditaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangkaraya, Pembimbing 1: Nurlensi, S.Ag., M.Si Pembimbing 2: I Wayan Sindia Griya Danika, S. Kom., M.T Agama Hindu Kaharingan sangat erat kaitannya dengan upacara, meskipun upacara Hindu Kaharingan sangat bervariasi karena masing-masing daerah aliran sungai (DAS) selalu berbeda-beda pelaksanaan upacara. Salah satunya Upacara Manenung. Dari segi Bentuk, Fungsi, Dan Makna, upacara Manenung sebagai upacara pemanggilan roh-roh gaib bagi masyarakat di Desa Tumbang Baringei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas. judul: Bentuk, Fungsi, Dan Makna Upacara Manenung, rumasalah dalam penelitian ini : (1). Bagaimanakah bentuk pelaksanaan upacara Manenung (2). Apa fungsi upacara Manenung (3). Apa makna upacara Manenung. Ada beberapa teori yang digunakan:(1). Teori Fungsionalisme struktural (2). Teori komunikasi Ritual (3).Teori Interaksionalisme Simbolik. Metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan lokasi penelitian teknik: (1). Observasi,(2). Wawancara (3). Kepustakaan dan (4). Dokumentasi. Subyek Basir/Pisor,tokoh umat Hindu. Hasil dari penelitian ini adalah: (1). Bentuk upacara Manenung, Persiapan Sarana dan prasarana upacara Manenung, Tempat dan waktu pelaksanaan, Proses pelaksanaan upacara Manenung yaitu: Batawur, Basir menceritakan asal mula alat yang digunakan dalam upacara Manenung baik itu Baliung, Mandau, Tengang, Sipet, Dan Pisi, dan Manenung. (2). Fungsi yang ingin di capai yaitu: Fungsi religius makna upacara Manenung, Fungsi sosial makna upacara Manenung, (3). Makna apa yang terkandung dalam upacara Manenung yaitu: Makna religius, Makna sosial. Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini, simpulkan bahwa upacara Manenung di Desa Tumbang Baringei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas, bahwa upacara Manenung tidak hanya berperan sebagai sarana pencarian petunjuk, tetapi sebagai bentuk pelestarian identitas budaya dan penguatan nilai-nilai kearifan lokal. Dengan demikian upacara ini memiliki relevansi penting dalam menjaga keseimbangan antara dunia nyata dan dunia spiritual dalam kehidupan masyarakat di Desa Tumbang Baringei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tesis ini mengkaji tentang pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak di Kota Palangka Raya. Fenomena yang terjadi kenakalan anak dapat terjadi kapan dan dimana saja, melihat prilaku anak-anak cendrung melupakan sopan santun, berani melawan orang tua, kurang tertarik membuat sarana yadnya, sehingga penting adanya pendidikan dan ada kendala dan implikasi. Berdasarkan latar belakang tersebut di atas maka penelitian ini mengkaji tentang 1) Bagaimana pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak di kota Palangka Raya? 2) Bagaimana kendala pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak di kota Palangka Raya? 3) Bagaimana implikasi pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak di kota Palangka Raya? Penelitian ini memiliki tujuan mengkaji dan mendeskripsikan pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak, bermanfaat untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan wawasan bagi guru tentang pendidikan agama Hindu dan anak dapat meningkatkan dan mengembangkan kepribadian yang berkarakter. Rumusan masalah di atas dikaji dengan teori behaviorisme, teori motivasi, dan teori konstruktivisme. Tesis ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, peneliti menjadi instrumen utama penelitian dan teknik informan yakni purposive yaitu ketua pasraman Hindu, guru-guru dan siswa pasraman Hindu. Teknik pengumpulan data yang menggunakan teknik observasi partisipasif, wawancara semi struktur, dan studi dokumen, Setelah data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, selanjutnya penyajian hasil analisis data. Hasil analisis yang dikaji dengan teori menjelaskan pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak di Kota Palangka Raya yakni ceramah, bimbingan guru, pelatihan bersama, keteladan guru, kompetisi siswa persembahyangan bersama dalam pendidikan pasraman Hindu ada sebuah kendala yakni faktor internal, faktor eksternal, belum optimal pelaksanaan program pengajaran, pengurus kurang memperhatikan perkembangan pasraman. Dari pendidikan tentu ada sebuah implikasi yang ditimbulkan guru maupun siswa di pasraman Hindu di kota Palangka Raya, sikap religius, sikap kreatif, sikap disiplin, sikap tanggung jawab, penting peningkatan ajaran agama Hindu, sikap toleransi, sikap susila, dari ketiga rumusan masalah ditemukan pendidikan pasraman Hindu belum maksimal karena kurangnya sarana yang mendukung sesuai dengan kemajuan teknologi dalam proses pembelajaran, guru kurang kreatif dan inovatif dalam pengembangan program pembelajaran pembentukan karakter anak seperti penyusunan materi ajar, pengembangan program pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Kata kunci : Pendidikan pasraman Hindu, pembentukan karakter anak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK JOHKO, 2024: Penerapan Pendidikan Agama Hindu Dalam Membentuk Karakter Anak SD Negeri Teluk Jolo 1 Kecamatan Sumber Barito Kabupaten Murung Raya. Prodi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Intitut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing (I) Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si. Pembimbing (II) Megawati, S. Pi., M.Pd.H Pendidikan sebagai upaya memanusiakan manusia pada dasarnya adalah Upaya mengembangkan kemampuaan/potensi dari individu sehingga bisa hidup dengan baik sebagai peribadi maupun sebagai anggota masyarakat.karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa maka dari itu Pendidikan agama berfungsi membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Penerapan Pendidikan Agama Hindu Dalam Membentuk Karakter Anak SD. Negeri Teluk Jolo 1 Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (PTK) sebagai bentuk penelelitian yang bersifat refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil pada siklus I dari 6 siswa sampel terdapat 5 orang berada pada ketegori rendah/kurang (83,3%), sedangkan sisanya yaitu 1 orang (16,7%) berada ketegori sedang pada siklus II dari 6 jumlah sampel terdapat 5 orang berada ketegori baik/tinggi (83,3%), sedangkan sisanya yaitu 1 orang (16,7%) berada ketegori sedang sehingga berdasarkan siklus I dan siklus II yang telah dilakukan penelitian Tindakan penelitian dinyatakan berhasil meningkatkan karakter siswa. Berdasarkan hasil penelitiaan yang didapatkan dan dikelompokan bahwa penelitian ini menunjukan karakteristik siswa di SD Negeri Teluk Jolo 1 Kecamatan Sumber Barito Kabupaten Murung Raya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RIWANDI, 2024: Penerapan Pembelajaran Berbasis Lingkungan Dalam Membentuk Karakter Siswa Kels IV Di SDN 8 Menteng Palangka Raya. Prodi Pendidkan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Intitut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing (I) Tir Aspiyana, M.Pd Pembimbing (II) Putu Cory Candra Yhani, S.Pd.,M.Pd Pendidikan sebagai Upaya memanusiakan manusia pada dasarnya adalah upaya mengembangkan kemampuan/potensi dari individu sehingga bisa hidup dengan baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat. Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa maka dari itu Pendidikan agama berfungsi membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan pembelajaran berbasis lingkungan dalam membentuk karakter anak SD. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil observasi pada pembelajaran IPA berbasis lingkungan dalam membentuk karakter siswa kelas IV di SDN 8 menteng, ditemukan bahwa 35% siswa kelas IV mendapatkan nilai dibawah KKM pada sebagian mata pembelajaran, yang ditentukan sebesar 65%. Guru kelas selalu melalukan remedial untuk memperbaiki nilai siswa yang berada dibawah KKM, perbaikan tersebut bisa dilakukan sebanyak 1, 2, 3 atau lebih, sampai nilai siswa mencapai rata-rata nilai KKM dikelas. Untuk dapat mengatasi permasalahan tersebut, perlu adanya suatu pembaharuan yang dilakukan dalam proses pembelajaran agar tujuan dari pembelajaran dapat tercapai. Kata kunci: Perencanaan pembelajaran berbasis lingkungan dalam membentuk karakter siswa,
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK I Wayan Suwirye, 2024. Nilai Pendidikan Karakter Dalam Nyambutin Umat Hindu di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Pembimbing I. Dr. I Wayan Suasta, S.Ag.,M.Pd.H. Pembimbing II. Dr. Tardi Edung,S.Ag.,M.Ag. Penelitian ini mengkaji tentang nilai pendidikan karakter dalam Nyambutin umat Hindu di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Nyambutin merupakan yadnya suci untuk membersihkan/menghilangkan leteh, papa klesa, dan memperkuat kedudukan atman si bayi. Berdasarkan latar belakang dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimanakah Bentuk dan Fungsi pelaksanaan Nyambutin umat Hindu di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas? 2. Apa saja nilai Pendidikan karakter dalam pelaksanaan Nyambutin di desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas?. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah, teori religi, teori interkasionisme simbolik dan teori nilai pendidikan karakter. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, metode kualitatif, lokasi penelitian di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas. Jenis dan sumber data; jenis data menggunakan data kualitatif, sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data skunder, teknik penentuan informan dengan puporsive sampling, instrumen penelitian peneliti sendiri, teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, dan studi dokumen; teknik analisa data menggunakan data kualitatif dengan teknik analisa Milles and Huberman. Berdasarkan hasil analisa data, hasil penelitian meliputi bentuk pelaksanaan Nyambutin dikaji dengan teori interaksionisme simbolik, adalah sarana yang digunakan berupa Banten Pengelepas Awon/Pebyakaonan, banten penyambutan, banten prayascita, banten jejagan, banten kumare,banten tataban. Waktu pelaksanaan Nyambutin dilaksanakan ketika hari purnama atau bulan purnama penuh, proses pelaksanaan Nyambutin meliputi pembersihan/penglukatan, mebajang colong, mengelilingi lesung, mepetik, sembahyang, mejaya-jaya. Fungsi Nyambuti meliputi fungsi religius, fungsi penyucian, fungsi sosial, dan fungsi Estetika. Nilai pendidikan karakter dalam Nyambutin meliputi: religius, kedisiplinan, integritas, dan empati. Kata Kunci ; Nyambutin Bentuk dan Fungsi Nilai Pendidikan Karakter. ABSTRACT I Wayan Suwirye, 2024. Character Education Values in the Nyambutin Ceremony Among Hindu Communities in Basarang Jaya Village, Basarang Sub-district, Kapuas Regency. Supervisor I: Dr. I Wayan Suasta, S.Ag., M.Pd.H. Supervisor II: Dr. Tardi Edung, S.Ag., M.Ag. This study examines the values of character education embedded within the Nyambutin ceremony practiced by the Hindu community in Basarang Jaya Village, Basarang Sub-district, Kapuas Regency. Nyambutin is a sacred ritual aimed at cleansing impurities, eliminating sins and afflictions, and strengthening the position of the infant's atman (soul). The research addresses the following questions: 1. What are the forms and functions of the Nyambutin ceremony as practiced by the Hindu community in Basarang Jaya Village, Basarang Sub-district, Kapuas Regency? 2. What character education values are inherent in the Nyambutin ceremony in Basarang Jaya Village, Basarang Sub-district, Kapuas Regency?.The theoretical framework of this research incorporates theories of religion, symbolic interactionism, and character education values. A qualitative research method was employed, with the study conducted in Basarang Jaya Village, Basarang Sub-district. The research utilized qualitative data, drawing on both primary and secondary sources. Informants were selected through purposive sampling, and the researcher served as the primary research instrument. Data collection techniques included observation, interviews, and document analysis. Data analysis was conducted using qualitative methods, specifically applying the Milles and Huberman analysis technique. The findings of this study reveal the forms of Nyambutin ceremony, analyzed through the lens of symbolic interactionism, including: the materials used, such as Banten Pengelepas Awon/Pebyakaonan, Banten Penyambutan, Banten Prayascita, Banten Jejagan, Banten Kumare, and Banten Tataban. The timing of the Nyambutin ceremony, which is performed during the full moon, and the procedural steps involved, including penglukatan, mebajang colong, mengelilingi lesung, mepetik, sembahyang, mejaya-jaya. Fungsi Nyambuti meliputi ; fungsi religius, fungsi penyucian, fungsi sosial, dan fungsi Estetika. The character education values identified within the Nyambutin ceremony include religiosity, discipline, integrity, and empathy. Keywords: Nyambutin, Character Education Values.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Objek wisata Dermaga Kereng Bangkirai yang terletak di Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya, yang sering disebut dengan nama “Pesona Wisata Alam Air Hitam Sungai Sebangau Kota Palangka Raya”. Dermaga Kereng Bangkirai merupakan pintu gerbang utama menuju kawasan Taman Nasional Sebangau dan merupakan tujuan wisata alam. Apalagi didukung oleh aksesibilitas yang cukup dekat, dimana kawasan ini hanya berjarak sekitar 12 km dari jantung Kota Palangka Raya. Panorama keindahan dan di dukung dengan fasilitas di dermaga Kereng Bangkirai. Objek wisata dermaga Kereng Bangkirai memiliki peranan penting dalam pembangunan sektor ekonomi, khususnya di Kereng Bangkira. Berdasarkan permasalahan latar belakang penelitian ini yaitu (1) Bagaimanakah Bentuk Pelayanan dan Penataan Fasilitas Dermaga Kereng Bangkirai, (2) Apakah Bentuk Hambatan Terhadap Pelayanan dan Penataan Fasilitas Dermaga Kereng Bangkirai. Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Untuk Mengetahui Bentuk Pelayanan dan Penataan Fasilitas di Dermaga Kereng Bangkirai, (2) Untuk Mengetahui Bentuk Hambatan Terhadap Pelayanan dan Penataan Fasilitas Dermaga Kereng Bangkirai. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah; observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan ini adalah; (1) Teori Pelayanan dan (2) Teori Fungsional Struktural. Subjek penelitian ini adalah Pemerintah Desa, Masyarakat, Pemerintah dan Pengunjung. Hasil penelitian ini adalah; (1) Bentuk Pelayanan dan Penataan Fasilitas Objek Wisata Dermaga Kereng Bangkirai, perlu lebih di maksimalkan lagi untuk menarik wisatawan luar daerah hingga negeri (2) Kendala utama yang dihadapi kurangnya anggaran yang digunakan dalam Pengelolaan Dermaga Kereng Bangkirai, serta perlu ditingkatkan kembali partisipasi masyarakat ataupun pemerintah
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK VIA,2023: Pasah Patahu di Dusun Tumbang Onah Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas (Kajian Bentuk Fungsi dan Makna), Prodi Filsafat Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pemimbing I: Handoko, S.Ag, M.Si Pemimbing II: I Gusti Agung Dharmawan, S.Pd.H.,M.Pd Umat Hindu Kaharingan yang ada di Kalimantan Tengah memiliki beberapa sistem keyakinan atau kepercayaan salah satunya mengenai keayakinan tentang Pasah Patahu yang dijadikan sebagai tempat bahajat/memohon untuk meminta perlindungan yang ditujukan kepada para leluhur agar dapat terhindar dari marabahaya yang akan menimpa. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah bentuk Pasah Patahu di Dusun Tumbang Onah Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas, bagaimanakah fungsi Pasah Patahu dan bagaimanakah makna dari Pasah Patahu yang dijadikan sebagai tempat bahajat/memohon perlindungan bagi umat Hindu Kaharingan. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menggali lebih dalam bagaimanakah bentuk, fungsi dan makna yang terkandung dari Pasah Patahu. Adapun subjek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Basir, tokoh masyarakat Hindu Kaharingan, sedangkan objek penelitiannya adalah bagaiman bentuk, fungsi dan makna Pasah Patahu. Teknik yang dipergunakan untuk mengumpulkan data adalah: Metode observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Adapun data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini. 1. Bentuk dari Pasah Patahu yaitu memiliki berbagai macam bentuk baik yang berupa memanjang ataapun pendek dengan mempunyai arti atau makna tersendiri dari setiap bentuknya yang berdasarkan kepercayaan atau keyakinan umat Hindu Kaharingan. 2.Fungsi Pasah Patahu berfungsi sebagai tempat bahajat/memohon perlindungan agar terhindar dari marabahaya yang ditujukan kepada sang pencipta atau Sang Hyang Widhi Wasa yaitu melalui perantara para leluhur. 3. Makna Pasah Patahu, makna yang terkandung dari Pasah Patahu yaitu sangat sakral karena Pasah Patahu menurut keyakinan umat Hindu Kaharingan merupakan tempat bahajat/memohon yang dipercayai atau meyakini bahwa Ganan Patahu/penjaga mampu melindungi kampung atau Dusun agar dapat terhindar dari marabahaya yang akan menimpa Dusun tersebut. Kata Kunci: Pasah Patahu, Bentuk, Fungsi, Makna.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
I Made Hari Sudana, 2022, Pura Zatha Mantra di Kota Muara Teweh Kabupaten Barito Utara (Kajian Bentuk, Fungsi, dan Makna). Skripsi Strata Satu Program Studi Filsafat Agama Hindu, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Wayan Gepu, S.Ag., M.Fil.H dan Pembimbing II: Ni Nyoman Tantri, S.Pd., M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara jelas tentang keberadaan Pura Zatha Mantra, yakni Pura tunggal di Kota Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, yang merupakan salah satu pusat aktivitas keagamaan Hindu, bersembahyang, dan pembinaan umat. Berdasarkan dari latar belakang, maka dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yaitu : (1) Bagaimanakah bentuk Pura Zatha Mantra di Kota Muara Teweh Kabupaten Barito Utara? (2) Bagaimana fungsi Pura Zatha Mantra di Kota Muara Teweh Kabupaten Barito Utara? (3) Bagaimana makna Pura Zatha Mantra di Kota Muara Teweh Kabupaten Barito Utara? Penelitian ini menggunakan teori religi, teori simbol, dan teori fungsional struktural. Adapun metode yang digunakan yaitu metode kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data : (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Dokumen. Subyek dalam penelitian ini adalah para informan yang mengetahui informasi mengenai pura Zatha Mantra, dengan menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil dari penelitian ini adalah : (1) Bentuk pura Zatha Mantra terdiri dari satu halaman, gapura sebagai pintu masuk ke dalam pura, pelinggih, dan meru, (2) Fungsi pura Zatha Mantra dibagi menjadi tiga yaitu : Persembahyangan, Pembinaan Umat, dan Pemersatu Umat, (3) Makna yang terkandung dalam pura Zatha Mantra dapat dibagi menjadi tiga yaitu : Makna Religius, Makna Sosial, dan Makna Estetika.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Pulau Sumatra telah memiliki sejarah peradaban manusia yang cukup panjang. Berbagai pengaruh budaya yang masuk ke lingkungan penghuni Sumatra cukup banyak. Di antara pengaruh budaya asing yang pernah hadir di Sumatra adalah pengaruh budaya India. Pengaruh kebudayaan India yang pernah hadir di bumi Sumatra antara lain dalam bentuk religi ajaran Hindu atau Buddha, yang diwujudkan dalam bentuk bangunan suci (candi dan stūpa), prasasti, dan arca (batu dan logam). Buku sederhana ini berisi kupasan rinci mengenai arca-arca batu dan logam yang ditemukan di Sumatra. Arca-arca tersebut kini disimpan di berbagai tempat, seperti di Museum Nasional Jakarta, museum-museum negeri di Sumatra, bahkan ada yang disimpan di Museum Leiden (Belanda). Arca-arca yang ditemukan di Sumatra dibuat dalam berbagai gaya seni, seperti gaya seni Amarawati (abad ke-6 Masehi), gaya seni Śailendra (abad ke-8-9 Masehi), gaya seni Cōla (abad ke-11-12 Masehi), gaya seni Siŋhasāri (abad ke-13 Masehi), dan gaya seni Majapahit (abad ke-15 Masehi). Gaya seni yang dituangkan dalam bentuk-bentuk arca ini mencerminkan adanya interaksi budaya di masa lampau antara wilayah Sumatra dan wilayah luar Sumatra, seperti dengan Jawa dan India.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MARTOKO.2019. Ritual Hompong Dalam Upacara Perkawinan Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Oreng Kecamatan Tanah Siang Selatan Kabupaten Murung Raya (Persepetif Pendidikan Hindu). Skripsi,Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Insititut Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangka Raya Pembimbing I : Hendri, S.Ag.,M.Si. Pembimbing II: Suwito, S.Ag.,M.Si. Agama adalah suatu kepercayaan dan keyakinan yang turun temurun dari nenek moyang hingga sampai saat ini masih dipercaya oleh umat manusia yang berada didunia ini. Agama Hindu Kaharingan merupakan agama tertua yang berada di Kalimantan terkhususnya di Kalimantan Tengah. Dimana di Kalimantan Tengah terbagi menjadi beberapa sukusalah satunya suku Dayak Siang yang mempercayai agama Hindu Kaharingan sebagai agamanya.Ritual hompong merupakan ritual penyambutan tamu dari luar daerah, pada saat upacara-upacara salah satunya upacara perkawinan yang ada di suku Dayak Siang, yang mengandung makna bagi kehidupan kedua mempelai dan umat Hindu Kaharingan. Proses ritual hompong ini dilaksanakan sebagai wujud bakti atau pun rasa terimakasih kepada mohotara (Tuhan Yang Maha Esa) dan manifdestasinya. Adapun rumusan masalah di dalam penelitian ini adalah 1. Bagaimanakah pelaksanaan ritual hompong dalam upacara perkawinan pada umat Hindu Kaharingan di desa Oreng, Kecamatan Tanah Siang Selatan, Kabupaten Murung Raya? 2. Apakah fungsi dan tujuan ritual hompong dalam upacara perkawinan pada umat Hindu Kaharingan di desa Oreng, Kecamatan Tanah Siang Selatan, Kabupaten Murung Raya? 3. Apasaja nilai-nilai pendidikan ritual hompong dalam upacara perkawinan pada umat Hindu Kaharingan di desa Oreng, Kecamatan Tanah Siang Selatan, Kabupaten Murung Raya? tujuan penelitian ada tiga yaitu untuk mengetahui bagai mana pelaksanaan ritual hompong dalam upacara perkawinan pada umat Hindu Kaharingan di desa Oreng Kecamatan Tanah Siang Selatan Kabupaten Murung Raya, untuk mengetahui fungsi dan tujuan ritual hompong dalam upacara perkawinan pada umat Hindu Kaharingan di desa Oreng Kecamatan Tanah Siang Selatan Kabupaten Murung Raya, dan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan ritual hompong dalam upacara perkawinan pada umat Hindu Kaharingan di desa Oreng Kecamatan Tanah Siang Selatan Kabupaten Murung Raya. Konsep yang diajukan adalah ritual hompong, perkawinan, dan umat Hindu Kaharingan. Teori yan digunakan yaitu teori religi, teori interaksionalisme simbolik, dan teori nilai. Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode penelitian kualitatif yaitu penelitian yang dilaksanakan langsung di lapangan. Penelitian dilaksanakan langsung di desa Oreng, Kecamatan Tanah Siang Selatan, Kabupaten Murung Raya. Sumber data yaitu data primer dan data sekunder dengan subyek penelitian basie (rohaniawan), tokoh masyarakan dan penduduk asli yang dianggap mengusai tentang memberikan keterangan yang dapat dibuktikan kebenarannya. Teknik dalam pengumpulan data yang digunakan yaitu: Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi dari ritual hompong yaitu berfungsi sebagai doa, harapan keselamatan bersama, agar tujuan harapan dan cita-cita dapat teruwujud, rukun tenteram dan menjaukan semua rintangan yang disebut dengan dahiyang bahaya. Dalam kehidupan ritual hompong mengandung nilai kebersamaan tamu dengan penduduk setempat dimana tanah dipijak disitu langit dijungjung serta nilai kegotong royongan karena dilaksanakan oleh banyak orang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK CERLI MARLINA, 2020 : Pembentukan Karakter Anak Dalam Keluarga Hindu Didesa Sambi Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat. Tesis Program Studi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penynag Palangka Raya. Pembimbing (I) Dr. I Nyoman Sidi Astawa,S.Ag.,M.A. Pembimbing (II) Dr. I Wayan Suasta, S.Ag., M.Pd.H. Pembentukan karakter anak dalam keluarga di Desa Sambi Kecamatan Arut Utara, Kabupaten kotawaringin barat belum terlalu bisa dilaksanakan dengan baik terutama dalam mendidik anak dari usia 0-15 tahun dikarenakan pahaman orang tua dalam membentuk karakter anak agar anak mendapatkan didikan yang baik agar anak berjalan dijalan yang baik masih kurang. Pelaksanaannya dikarenakan orang tua anak banyak melakukan aktipitas di luar rumah diakibatkan faktor ekonomi keluarga dan faktor rendahnya pendidikan dalam mendidik anak dalam keluarga hindu jadi peran orang tua sangatlah kurang dalam memberikan arahan kepada anak. Penelitian ini untuk mengetahui dan memahami bagaimana pembentukan karakter anak dalam keluarga Hindu di Desa Sambi Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat. Jenis penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sambi, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat. Jenis data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan metode observasi, metode wawancara, studi kepustakaan dan metode dokumentasi. Kemudian analisis data dalam penelitian ini terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi dan penegasan kesimpulan. Berdasarkan kesimpulan pembentukan karakter anak dalam keluarga Hindu di Desa Sambi Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat. Orang tua anak mengetahui apa arti dari pendidikan karakter anak dalam keluarga, karena pendidikan karakter merupakan proses dalam mengembangkan cara berpikir dan kemampuan anak. Peran orang tua dalam membentuk karakter anak dalam keluarga memfunyai banyak faktor seperti faktor pendidikan orang tua yang rendah, faktor ekonomi, dan faktor masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan karakter anak dalam keluraga Hindu tidak terlaksana dengan baik. Kata kunci : Pembentukan, Faktor, Peran Orang Tua.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keluarga merupakan satu hal penting dalam pengasuhan anak karena anak tumbuh dan dibesarkan di lingkungan keluarga. Pengasuhan anak merupakan serangkaian kewajiban yang harus dilaksanakan oleh orang tua dan perlu diperhatikan secara serius sebab menentukan kepribadian atau karakter anak. Penelitian ini mengkaji pola asuh orang tua dalam pendidikan karakter anak pada keluarga Hindu di Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas. Fokus penelitian pada pembahasan tentang (1) Bentuk pola asuh orang tua dalam pendidikan karakter anak pada keluarga Hindu; (2) Fungsi pola asuh yang diterapkan orang tua terhadap pendidikan karakter anak, dan (3) Implikasi penerapan pola asuh orang tua dalam pendidikan karakter anak pada keluarga Hindu. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan menjelaskan pola asuh orang tua dalam pendidikan karakter anak pada keluarga Hindu di Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas. Teori yang digunakan untuk menganalisis permasalahan tersebut, yakni teori fungsional struktural dan teori praktik sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk memahami dan menganalisis seluruh peristiwa yang berhubungan dengan kegiatan pengasuhan yang berlangsung pada keluarga Hindu di Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara dan studi dokumen. Informan ditentukan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pola asuh yang ditemukan terhadap pola asuh orang tua dalam pendidikan karakter anak pada keluarga Hindu adalah terdiri dari tiga jenis pola asuh, yaitu pola asuh demokratis, pola asuh otoriter dan pola asuh permisif. Adapun fungsi pola asuh orang tua dimana menjalankan fungsi tanggung jawab keterlibatan orang tua dalam mengasuh anak yang memuat tiga aspek dimensi, yaitu: expressive involvement (EI), instrumental involvement (II), dan mentoring/advising involvement (MAI) terhadap bentuk pola asuh demokratis, pola asuh otoriter dan pola asuh permisif. Implikasi pola asuh orang tua memiliki pengaruh bagi pertumbuhan dan perkembangan karakter sesuai dengan karakteristik masing-masing pola asuh yang diterima anak di keluarga. Adanya pengasuhan sebagai wujud bimbingan, arahan, dorongan, didikan, dan pengawasan dari orang tuanya melalui pola asuh demokratis, pola asuh otoriter maupun pola asuh permisif terhadap pendidikan karakter anak pada keluarga Hindu di Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Menurut Undang-undang 1945 pasal 2 ayat 1 yaitu Perkawinan sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya. Jika dilihat dalam pasal tersebut, maka perkawinan yang di lakukan oleh masyarakat di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan yang menggunakan ritual perkawinan Hindu Kaharingan di anggap sudah melanggar aturan yang berlaku. Penomena inilah yang terjadi berdasarkan observasi yang telah terjadi dalam pelaksanaan perkawinan oleh umat beragama Kristiani dan katolik yang menggunakan ritual perkawinan Hindu Kaharingan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian yaitu : 1. Bagaimana Bentuk Ritual Perkawinan Adat yang marak dilaksanakan di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan perspektif Hukum Hindu. 2. Faktor apakah yang mempengaruhi Ritual Perkawinan Adat yang marak dilaksanakan di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan perspektif Hukum Hindu. 3. Bagaimanakah Peran Majelis Kelompok Hindu Kaharingan dalam penggunaan ritual Perkawian adat yang marak di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan perspektif Hukum Hindu. Teori yang digunakan dalam mengupas permasalahan yang di teliti adalah Teori Interaksionalisme Simbolik, Teori Kausalitas dan Teori Kewenangan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Teknik pengumpulan data. dilakukan dengan Teknik Observasi, Tehnik Wawancara, Tehnik Observasi, Tehnik Dokumentasi dan Studi Kepustakaan, dengan teknik pengumpulan key Penentuan informan kunci (key informan) atau sample (representative sample). Teknik analisis data menggunakan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber data. Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa Peranan Lembaga Hindu Terhadap Maraknya Perkawinan Adat Yang Menggunakan Ritual Agama Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan (Perspektif Hukum Hindu) 1. Bentuk Ritual Perkawinan Adat yang marak dilaksanakan didesa Tumbang Karuei kecamatan bukit Raya Kabupaten Katingan perspektif Hukum adalah (a). Ritual Haliki (b). Peminangan, (c). Pemberkatan Perkawinan. 2. Faktor yang mempengaruhi Ritual Perkawinan Adat yang marak dilaksanakan di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan yaitu faktor internal dan ekternal. (a). Faktor internal terdiri dari faktor dari keluarga, Faktor psikologis, faktor keyakinan, faktor keinginan sendiri.(b). Faktor eksternal yang mempengaruhi adalah adanya (1) faktor sosial, (2) faktor budaya/adat, (3) faktor tradisi, (4) faktor ideologi keberagaman. 3. Peran Majelis Kelompok agama Hindu Kaharingan dalam penggunaan ritual perkawinan Hindu Kaharingan yang marak digunakan di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan. (a). Peranan:Mengatur, memelihara, dan mengembangkan agama Hindu, mempertinggi kesadaran hidup (b). Tugas; mengukuhkan, memberikan pemahaman, meningkatkan pengabdian, memelihara kerukunan. (c). Pelaksanaa Ritual perkawinan belum ada batasan. Dalam penelitian di Desa Tumbang karuei yaitu di temukan bahwa dalam tindakan yang di berikan oleh Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan adalah tidak ada ketegasan dalam menindak dalam penggunaaan ritual Perkawinan Hindu Kaharingan karena belum ada sanksi yang berlaku di desa tersebut, belum ada kerja sama antara Majelis Kelompok agama Hindu dengan lembaga Adat dalam batasan-batasan penggunaan ritual agama dengan adat. Kunci : Bentuk ritual perkawinan, peranan Majelis Hindu, Faktor eksternal dan faktor internal
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peran seorang pemimpin dalam suatu organisasi menjadi hal yang urgen dan penting untuk memperbaiki tingkat kehadiran tenaga pendidik yang berdampak pada kinerja tenaga pendidik. Pengaruh seorang pemimpin sangat penting untuk mendorong tenaga pendidik sehingga lebih berdisplin dan meningkatkan kinerja tentunya dengan kebijakan dan keputusan yang dibuat agar tenaga pendidik dapat melaksanakan tugas yang dibebankan kepada tenaga pendidik demi mewujudkan tujuan yang ingin dicapai oleh Pasraman Widya Bhakti Kota Palangka Raya, yaitu terwujudnya kedisiplinan dari seluruh komponen untuk membentuk kepribadian yang tangguh dan kokoh serta meningkatkan mutu pendidikan yang edukatif dan berwawasan. Atas dasar latar belakang tersebut, penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada tiga aspek permasalahan, yaitu bentuk pengaruh kepemimpinan, fungsi pengaruh kepemimpinan, dan implikasi pengaruh kepemimpinan terhadap disiplin dan kinerja tenaga pendidik di Pasraman Widya Bhakti Kota Palangka Raya. Teori yang digunakan untuk menganalisis permasalahan tersebut yakni teori fungsionalisme struktural, teori manajemen, dan teori pendukung di antaranya teori situasional dan teori ciri-ciri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yakni observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Selanjutnya data diolah melalui teknik analisis data, yakni dengan melakukan reduksi data, menyajikan data dalam bentuk uraian singkat dengan teks yang bersifat naratif dan melakukan penarikan kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini disampaikan sebagai berikut. (1) Bentuk pengaruh kepemimpinan, yakni kata-kata, tindakan, bahasa tubuh, sikap dan keputusan. (2) Fungsi pengaruh kepemimpinan, yakni instruksi, konsultasi, partisipasi, delegasi, dan pengendalian. Lima fungsi pengaruh kepemimpinan tenaga pendidik dituntut untuk dapat melaksanakan apa yang menjadi tuntutan dari ketua pasraman dan mencari solusi untuk meningkatkan disiplin dan kinerja tenaga pendidik (3) Implikasi pengaruh kepemimpinan terhadap disiplin dan kinerja, yakni meningkatnya kuantitas kerja, meningkatnya kualitas kerja, inisiatif tenaga pendidik, kehadiran tenaga pendidik, dan memiliki kemampuan bekerja sama.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Karakter akan terbentuk jika aktivitas dilakukan berulang-ulang secara rutin hingga menjadi suatu kebiasaan. Kebiasaan itu akan membentuk karakter remaja. Individu yang berkarakter baik atau unggul adalah seseorang yang berusaha melakukan hal yang baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, bangsa, dan negara yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Namun, pada kenyataannya karakter remaja zaman dulu dan karakter remaja zaman sekarang sangatlah berbeda. Perbedaan tersebut terlihat mulai dari gaya hidup, percintaan, permainan, teknologi, bahasa, sosialisasi, dan lain-lain. Remaja cenderung ingin mengikuti kehendaknya sendiri tanpa memperhatikan norma-norma yang berlaku dalam kehidupan sosial masyarakat. Adapun rumusan masalah dalam penelitian adalah (1) bagaimana proses pembentukan karakter remaja dalam perspektif pendidikan Hindu di Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, (2) apa saja faktor penghambat dalam pembentukan karakter remaja dalam perspektif pendidikan Hindu di Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, dan (3) bagaimana upaya yang dilakukan untuk mendorong terbentuknya karakter remaja dalam perspektif pendidikan Hindu di Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya? Teori yang digunakan adalah teori behavioristik, teori motivasi dan teori pembelajaran konstruktivistik. Data diperoleh dengan metode observasi, partisipasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Selanjutnya data tersebut diinterpretasi dengan memberi makna dan menjelaskan pola atau kategori serta mencari karakteristik antara berbagai konsep. Hasil penelitian dalam tesis ini menunjukkan bahwa proses pembentukan karakter remaja dalam perspektif pendidikan agama Hindu meliputi, pertama, dilakukan dengan cara pengenalan terhadap ajaran-ajaran agama Hindu melalui pendidikan informal, nonformal, dan pendidikan secara formal; kedua, memberikan pemahaman setelah dilakukan pengenalan tentang ajaran agama Hindu; ketiga, setelah dipahami alangkah baiknya dibudayakan dalam kehidupan sehari-hari, keempat, setelah dilakukan pembudayaan atau pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari terwujudlah suatu internalisasi menjadi karakter. Ada dua faktor utama penghambat dalam pembentukan karakter remaja, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang penyebabnya dari dalam diri seseorang atau individu itu sendiri, seperti potensi spiritual, potensi emosional, potensi psikologis buruk, serta potensi intelektual yang tidak seimbang. Tantangan eksternal berupa tantangan yang dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, pendidikan, dan lingungan masyarakat. Adapun upaya yang dilakukan untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan cara menumbuhkan kebiasaan baik, pemahaman, pengajaran, serta keteladanan di lingkungan keluarga, pendidikan, serta dalam lingkungan masyarakat itu sendiri.