2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Anita Selviana, 2026. Dampak Perkawinan Usia Muda Terhadap Perceraian Studi Kasus Umat Hindu Kaharingan Di Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Pembimbing I Prof. Drs. I Ketut Subagiasta, M.Si,.D.Phil. Pembimbing II Dr. Kuri, S.Ag,.M.Ag. Penelitian ini mengkaji tentang dampak perkawinan usia muda terhadap perceraian studi kasus umat hindu kaharingan di kecamatan katingan hulu kabupaten katingan. Fenomena perkawinan usia muda masih banyak dijumpai terutama karena faktor budaya, ekonomi, dan minimnya pemahaman tentang kesiapan mental serta tanggung jawab dalam membangun rumah tangga. Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:1) Apakah faktor-faktor yang mendorong terjadinya dampak perkawinan usia muda terhadap perceraian studi kasus umat hindu kaharingan di kecamatan katingan hulu? 2) Apakah dampak dari perkawinan usia muda yang berujung pada perceraian studi kasus umat hindu kaharingan di kecamatan katingan hulu? 3) Bagaimana upaya yang dilakukan masyarakat atau pihak terkait untuk mengurangi dampak perkawinan usia muda yang berujung perceraian studi kasus umat hindu kaharingan di kecamatan katingan hulu? di analisis menggunakan teori Kausalitas, Budaya dan Hukum Partisipan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. teknik analisis data yang digunakan ialah kondensasi data, penyajian data dan kesimpulan. Berdasarkan analisis didapatkan hasil yaitu: pertama, Faktor-faktor yang mendorong terjadinya perkawinan usia muda:1) Faktor Internal, 2) Faktor Eksternal, 3) Faktor Keinginan Sendiri, 4) Faktor Pengetahuan, 5) Faktor Kebebasan, Kehamilan, dan Pendidikan; Kedua, Dampak dari perkawinan usia muda yang berujung perceraian meliputi: 1) Dampak Trauma, 2) Dampak Ekonomi, 3) Dampak Sosial, 4) Dampak Tidak Memiliki Anak, 5) Dampak Agama dan Budaya Keterlantaran; Ketiga, Upaya yang dilakukan masyarakat atau pihak terkait untuk mengurangi perceraian perkawinan dini yaitu: 1)Peningkatan penyuluhan dan pendidikan, 2) Penguatan peran keluarga, 3) Pemberdayaan ekonomi masyarakat, 4) Penegakan Regulasi dan dispensasi nikah yang ketat, 5) sosialisasi advokasi melalui tokoh agama dan adat. Kata Kunci : Perkawinan Usia Muda, Perceraian, Hindu Kaharingan, Dampak Sosial.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anita Selviana, 2026. Dampak Perkawinan Usia Muda Terhadap Perceraian Studi Kasus Umat Hindu Kaharingan Di Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Pembimbing I Prof. Drs. I Ketut Subagiasta, M.Si,.D.Phil. Pembimbing II Dr. Kuri, S.Ag,.M.Ag. Penelitian ini mengkaji tentang dampak perkawinan usia muda terhadap perceraian studi kasus umat hindu kaharingan di kecamatan katingan hulu kabupaten katingan. Fenomena perkawinan usia muda masih banyak dijumpai terutama karena faktor budaya, ekonomi, dan minimnya pemahaman tentang kesiapan mental serta tanggung jawab dalam membangun rumah tangga. Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:1) Apakah faktor-faktor yang mendorong terjadinya dampak perkawinan usia muda terhadap perceraian studi kasus umat hindu kaharingan di kecamatan katingan hulu? 2) Apakah dampak dari perkawinan usia muda yang berujung pada perceraian studi kasus umat hindu kaharingan di kecamatan katingan hulu? 3) Bagaimana upaya yang dilakukan masyarakat atau pihak terkait untuk mengurangi dampak perkawinan usia muda yang berujung perceraian studi kasus umat hindu kaharingan di kecamatan katingan hulu? di analisis menggunakan teori Kausalitas, Budaya dan Hukum Partisipan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. teknik analisis data yang digunakan ialah kondensasi data, penyajian data dan kesimpulan. Berdasarkan analisis didapatkan hasil yaitu: pertama, Faktor-faktor yang mendorong terjadinya perkawinan usia muda:1) Faktor Internal, 2) Faktor Eksternal, 3) Faktor Keinginan Sendiri, 4) Faktor Pengetahuan, 5) Faktor Kebebasan, Kehamilan, dan Pendidikan; Kedua, Dampak dari perkawinan usia muda yang berujung perceraian meliputi: 1) Dampak Trauma, 2) Dampak Ekonomi, 3) Dampak Sosial, 4) Dampak Tidak Memiliki Anak, 5) Dampak Agama dan Budaya Keterlantaran; Ketiga, Upaya yang dilakukan masyarakat atau pihak terkait untuk mengurangi perceraian perkawinan dini yaitu: 1)Peningkatan penyuluhan dan pendidikan, 2) Penguatan peran keluarga, 3) Pemberdayaan ekonomi masyarakat, 4) Penegakan Regulasi dan dispensasi nikah yang ketat, 5) sosialisasi advokasi melalui tokoh agama dan adat. Kata Kunci : Perkawinan Usia Muda, Perceraian, Hindu Kaharingan, Dampak Sosial.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Oktavia.2025. Penerapan Problem Based Learning Dalam Mata Pelajaran PPKn Kelas V D SDN Percobaan Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., MA. Pembimbing II Putu Cory Candra Yhani, S.Pd,. M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Problem Based Learning dalam mata pelajaran PPKn pada peserta didik kelas V D di SDN Percobaan Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Utuk mengetahui bagaimana bentuk pelaksanaan model Problem Based Learning pada pembelajaran PPKn kelas V D SDN Percobaan Palangka Raya, (2) Untuk mengetahui bagaimana kendala-kendala yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan model Problem Based Learning pada pembelajaran PPKn kelas V D SDN Percobaan Palangka Raya, (3) Untuk mengetahui bagaimana upaya guru dalam mengatasi kendala-kendala dalam penerapan model Problem Based Learning pada pembelajaran PPKn kelas V D SDN Percobaan Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan lokasi penelitian dilakukan di SDN Percobaan Palangka Raya pada bulan April hingga Mei 2025. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan wakil bagian kurikulum, wali kelas VD, dan 5 oran peserta didik, serta studi dokumen. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning di kelas V D SDN Percobaan Palangka Raya telah dilakukan sesuai tahapan, di mana guru memfasilitasi peserta didik dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah autentik melalui diskusi kelompok dan eksplorasi berbagai sumber belajar. Namun, kendala utama yang dihadapi adalah perbedaan kemampuan peserta didik yang beragam dan keterbatasan alokasi waktu pembelajaran. Upaya guru dalam mengatasi kendala ini meliputi diferensiasi pembelajaran, seperti pengelompokan peserta didik berdasarkan kemampuan dan pemberian pertanyaan/evaluasi yang disesuaikan, serta pengelolaan waktu yang efektif dengan menetapkan batas waktu jelas untuk setiap sesi diskusi.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Oktavia.2025. Penerapan Problem Based Learning Dalam Mata Pelajaran PPKn Kelas V D SDN Percobaan Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., MA. Pembimbing II Putu Cory Candra Yhani, S.Pd,. M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Problem Based Learning dalam mata pelajaran PPKn pada peserta didik kelas V D di SDN Percobaan Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Utuk mengetahui bagaimana bentuk pelaksanaan model Problem Based Learning pada pembelajaran PPKn kelas V D SDN Percobaan Palangka Raya, (2) Untuk mengetahui bagaimana kendala-kendala yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan model Problem Based Learning pada pembelajaran PPKn kelas V D SDN Percobaan Palangka Raya, (3) Untuk mengetahui bagaimana upaya guru dalam mengatasi kendala-kendala dalam penerapan model Problem Based Learning pada pembelajaran PPKn kelas V D SDN Percobaan Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan lokasi penelitian dilakukan di SDN Percobaan Palangka Raya pada bulan April hingga Mei 2025. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan wakil bagian kurikulum, wali kelas VD, dan 5 oran peserta didik, serta studi dokumen. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning di kelas V D SDN Percobaan Palangka Raya telah dilakukan sesuai tahapan, di mana guru memfasilitasi peserta didik dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah autentik melalui diskusi kelompok dan eksplorasi berbagai sumber belajar. Namun, kendala utama yang dihadapi adalah perbedaan kemampuan peserta didik yang beragam dan keterbatasan alokasi waktu pembelajaran. Upaya guru dalam mengatasi kendala ini meliputi diferensiasi pembelajaran, seperti pengelompokan peserta didik berdasarkan kemampuan dan pemberian pertanyaan/evaluasi yang disesuaikan, serta pengelolaan waktu yang efektif dengan menetapkan batas waktu jelas untuk setiap sesi diskusi.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Silvia Magdalena, 2024, Implementasi Metode Pembelajaran Mandiri Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V di SDN 3 Palangka. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Drs. I Ketut Soter, M.Pd.H, Pembimbing II Putu Cory Candra Yhani, S.Pd.,M.Pd Pembelajaran mandiri adalah ketika siswa aktif dalam mengidentifikasi apa yang perlu di pelajari dan memiliki kendali dalam menemukan serta mengatur jawaban mereka sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi metode pembelajaran mandiri dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V di SDN 3 Palangka. Rumusan masalah yang diangkat mencakup: 1) bagaimana implementasi metode pembelajaran mandiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas V SDN 3 Palangka, 2) Apakah kendala yang dihadapi guru/dan siswa dalam penerapan metode tersebut, serta 3) implikasi dari metode pembelajaran mandiri terhadap hasil belajar siswa kelas V di SDN 3 Palangka. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif sehingga data yang diambil menggunakan jenis data primer dan sekunder. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menganalisis data, digunakan tiga langkah utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, dengan subjek penelitian terdiri dari 34 siswa kelas V. Data diperoleh melalui ujian yang dilaksanakan sebelum dan setelah penerapan metode, untuk mengevaluasi perubahan yang terjadi. Hasil Penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam nilai ujian akhir, dengan rata-rata skor meningkat dari 70 menjadi 85. Temuan ini mengindikasikan bahwa metode pembelajaran mandiri tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tetapi juga memotivasi mereka untuk lebih aktif dalam proses belajar. Menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran mandiri berhasil meningkatkan hasil belajar siswa. Namun, terdapat kendala seperti kurangnya pemahaman siswa tentang metode ini dan waktu yang terbatas bagi guru untuk membimbing. Implikasi dari penerapan metode ini menunjukkan bahwa, dengan dukungan yang tepat, siswa dapat lebih mandiri dalam belajar, sejalan dengan teori kognitif yang menekankan peran aktif siswa dalam proses belajar.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Silvia Magdalena, 2024, Implementasi Metode Pembelajaran Mandiri Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V di SDN 3 Palangka. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Drs. I Ketut Soter, M.Pd.H, Pembimbing II Putu Cory Candra Yhani, S.Pd.,M.Pd Pembelajaran mandiri adalah ketika siswa aktif dalam mengidentifikasi apa yang perlu di pelajari dan memiliki kendali dalam menemukan serta mengatur jawaban mereka sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi metode pembelajaran mandiri dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V di SDN 3 Palangka. Rumusan masalah yang diangkat mencakup: 1) bagaimana implementasi metode pembelajaran mandiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas V SDN 3 Palangka, 2) Apakah kendala yang dihadapi guru/dan siswa dalam penerapan metode tersebut, serta 3) implikasi dari metode pembelajaran mandiri terhadap hasil belajar siswa kelas V di SDN 3 Palangka. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif sehingga data yang diambil menggunakan jenis data primer dan sekunder. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menganalisis data, digunakan tiga langkah utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, dengan subjek penelitian terdiri dari 34 siswa kelas V. Data diperoleh melalui ujian yang dilaksanakan sebelum dan setelah penerapan metode, untuk mengevaluasi perubahan yang terjadi. Hasil Penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam nilai ujian akhir, dengan rata-rata skor meningkat dari 70 menjadi 85. Temuan ini mengindikasikan bahwa metode pembelajaran mandiri tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tetapi juga memotivasi mereka untuk lebih aktif dalam proses belajar. Menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran mandiri berhasil meningkatkan hasil belajar siswa. Namun, terdapat kendala seperti kurangnya pemahaman siswa tentang metode ini dan waktu yang terbatas bagi guru untuk membimbing. Implikasi dari penerapan metode ini menunjukkan bahwa, dengan dukungan yang tepat, siswa dapat lebih mandiri dalam belajar, sejalan dengan teori kognitif yang menekankan peran aktif siswa dalam proses belajar.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tata Selvia, 2024. Peran Guru Dalam Menghadapi Keterlambatan Menulis Siswa Kelas I SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya. Skripsi: Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H.,M.Pd.H Pembimbing II : Putu Cory Candra Yhani, S.Pd.,M.Pd Keterlambatan menulis pada anak disebabkan oleh beberapa faktor yang berkaitan dengan perkembangan fisik, psikis dan lingkungan. Hal serupa juga ditemukan permasalahan sama yaitu pada siswa kelas I SD Negeri 5 Menteng, dimana beberapa siswa kelas I masih ada mengalami keterlambatan menulis sehingga proses pembelajaran tidak efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peran guru kelas dalam mengatasi keterlambatan menulis siswa serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambatnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Data yang diperoleh yaitu melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun daftar Informan penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas I, sebanyak 4 orang. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan memberikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam mengatasi keterlambatan menulis meliputi peran guru sebagai motivator, fasilitator dan pembimbing. Peran tersebut sangat berpengaruh dalam mengatasi setiap permasalahan dalam proses belajar mengajar yang sedang berlangsung. Adapun faktor-faktor yang ditemukan guru dalam mengatasi keterlambatan menulis pada siswa adalah faktor pendukungnya meliputi dukungan dari orang tua di rumah dalam meningkatkan keterlambatan menulis siswa, guru harus memiliki suasana hati yang baik, guru memberikan motivasi kepada siswa melalui pujian atau reward dan tentunya saat pembelajaran guru menerapkan metode-metode pengajaran yang kreatif dan inovatif, sehingga siswa lebih mudah memahami. Di sisi lain, faktor penghambatnya antara lain bahwa keterbatasan dukungan dan latar belakang pendidikan orang tua mempengaruhi keterlibatan anak dalam kegiatan pembelajaran dirumah, ketidaktahuan orang tua, dan keterbatasan sumberdaya. Banyak orang tua tidak memiliki pemahaman yang memadai tentang pentingnya keterampilan menulis dan bagaimana cara efektif untuk mendukung perkembangan tersebut.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tata Selvia, 2024. Peran Guru Dalam Menghadapi Keterlambatan Menulis Siswa Kelas I SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya. Skripsi: Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H.,M.Pd.H Pembimbing II : Putu Cory Candra Yhani, S.Pd.,M.Pd Keterlambatan menulis pada anak disebabkan oleh beberapa faktor yang berkaitan dengan perkembangan fisik, psikis dan lingkungan. Hal serupa juga ditemukan permasalahan sama yaitu pada siswa kelas I SD Negeri 5 Menteng, dimana beberapa siswa kelas I masih ada mengalami keterlambatan menulis sehingga proses pembelajaran tidak efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peran guru kelas dalam mengatasi keterlambatan menulis siswa serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambatnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Data yang diperoleh yaitu melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun daftar Informan penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas I, sebanyak 4 orang. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan memberikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam mengatasi keterlambatan menulis meliputi peran guru sebagai motivator, fasilitator dan pembimbing. Peran tersebut sangat berpengaruh dalam mengatasi setiap permasalahan dalam proses belajar mengajar yang sedang berlangsung. Adapun faktor-faktor yang ditemukan guru dalam mengatasi keterlambatan menulis pada siswa adalah faktor pendukungnya meliputi dukungan dari orang tua di rumah dalam meningkatkan keterlambatan menulis siswa, guru harus memiliki suasana hati yang baik, guru memberikan motivasi kepada siswa melalui pujian atau reward dan tentunya saat pembelajaran guru menerapkan metode-metode pengajaran yang kreatif dan inovatif, sehingga siswa lebih mudah memahami. Di sisi lain, faktor penghambatnya antara lain bahwa keterbatasan dukungan dan latar belakang pendidikan orang tua mempengaruhi keterlibatan anak dalam kegiatan pembelajaran dirumah, ketidaktahuan orang tua, dan keterbatasan sumberdaya. Banyak orang tua tidak memiliki pemahaman yang memadai tentang pentingnya keterampilan menulis dan bagaimana cara efektif untuk mendukung perkembangan tersebut.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK VIA,2023: Pasah Patahu di Dusun Tumbang Onah Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas (Kajian Bentuk Fungsi dan Makna), Prodi Filsafat Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pemimbing I: Handoko, S.Ag, M.Si Pemimbing II: I Gusti Agung Dharmawan, S.Pd.H.,M.Pd Umat Hindu Kaharingan yang ada di Kalimantan Tengah memiliki beberapa sistem keyakinan atau kepercayaan salah satunya mengenai keayakinan tentang Pasah Patahu yang dijadikan sebagai tempat bahajat/memohon untuk meminta perlindungan yang ditujukan kepada para leluhur agar dapat terhindar dari marabahaya yang akan menimpa. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah bentuk Pasah Patahu di Dusun Tumbang Onah Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas, bagaimanakah fungsi Pasah Patahu dan bagaimanakah makna dari Pasah Patahu yang dijadikan sebagai tempat bahajat/memohon perlindungan bagi umat Hindu Kaharingan. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menggali lebih dalam bagaimanakah bentuk, fungsi dan makna yang terkandung dari Pasah Patahu. Adapun subjek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Basir, tokoh masyarakat Hindu Kaharingan, sedangkan objek penelitiannya adalah bagaiman bentuk, fungsi dan makna Pasah Patahu. Teknik yang dipergunakan untuk mengumpulkan data adalah: Metode observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Adapun data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini. 1. Bentuk dari Pasah Patahu yaitu memiliki berbagai macam bentuk baik yang berupa memanjang ataapun pendek dengan mempunyai arti atau makna tersendiri dari setiap bentuknya yang berdasarkan kepercayaan atau keyakinan umat Hindu Kaharingan. 2.Fungsi Pasah Patahu berfungsi sebagai tempat bahajat/memohon perlindungan agar terhindar dari marabahaya yang ditujukan kepada sang pencipta atau Sang Hyang Widhi Wasa yaitu melalui perantara para leluhur. 3. Makna Pasah Patahu, makna yang terkandung dari Pasah Patahu yaitu sangat sakral karena Pasah Patahu menurut keyakinan umat Hindu Kaharingan merupakan tempat bahajat/memohon yang dipercayai atau meyakini bahwa Ganan Patahu/penjaga mampu melindungi kampung atau Dusun agar dapat terhindar dari marabahaya yang akan menimpa Dusun tersebut. Kata Kunci: Pasah Patahu, Bentuk, Fungsi, Makna.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ETIOVIA, (2023): Smartphone Sebagai Sarana Komunikasi Masyarakat Pada Era Teknologi Informasi Di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Prodi Ilmu Komunikasi Hindu, Fakultas Dharma Duta Dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Tardi Edung, S.Ag., M.Ag, Pembimbing II: Hadianto Ego Gantiano, M.Pd.H. Era masyarakat digital ditunjukkan oleh pesatnya perkembangan Teknologi Informasi. Smartphone adalah salah satu produk yang paling populer dari teknologi informasi termasuk di kalangan masyarakat Desa Pangi. Permasalahan yang banyak terjadi adalah cara menggunakan smartphone yang masih perlu dibantu oleh orang lain, masih banyaknya penyalahgunaan terhadap pemanfaatan smartphone seperti penyebaran berita palsu serta mengubah kebiasaan komunikasi masyarakat Desa Pangi yang awalnya dominan mengandalkan cara berkomunikasi secara langsung kini mulai ditinggalkan. Berdasarkan latar belakang di atas, maka terdapat dua permasalahan yaitu; 1) Bagaimana Pemanfaatan Smartphone Sebagai Sarana Komunikasi Masyarakat pada Era Teknologi Informasi di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau?, 2) Bagaimana Dampak Smartphone Sebagai Sarana Komunikasi Masyarakat pada Era Teknologi Informasi di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau?. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah; 1) Teori Use and Gratification, 2) Teori Dampak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Penelitian menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder, dengan subjek penelitian adalah Masyarakat Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling, dengan instrument penelitian adalah peneliti sendiri dan dibantu alat rekam seperti handphone. Teknik pengumpulan data menggunakan metode; observasi, wawancara, kepustakaan, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan; reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian Smartphone Sebagai Sarana Komunikasi Masyarakat pada Era Teknologi Informasi di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau adalah ; 1) Pemanfaatan Smartphone Masyarakat Desa Pangi sebagai sarana komunikasi sangat membantu sebab sangat mudah, cepat, dan praktis. 2) Dampak Smartphone sebagai sarana komunikasi yaitu dampak internal dan dampak eksternal.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ETIOVIA, (2023): Smartphone Sebagai Sarana Komunikasi Masyarakat Pada Era Teknologi Informasi Di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Prodi Ilmu Komunikasi Hindu, Fakultas Dharma Duta Dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Tardi Edung, S.Ag., M.Ag, Pembimbing II: Hadianto Ego Gantiano, M.Pd.H. Era masyarakat digital ditunjukkan oleh pesatnya perkembangan Teknologi Informasi. Smartphone adalah salah satu produk yang paling populer dari teknologi informasi termasuk di kalangan masyarakat Desa Pangi. Permasalahan yang banyak terjadi adalah cara menggunakan smartphone yang masih perlu dibantu oleh orang lain, masih banyaknya penyalahgunaan terhadap pemanfaatan smartphone seperti penyebaran berita palsu serta mengubah kebiasaan komunikasi masyarakat Desa Pangi yang awalnya dominan mengandalkan cara berkomunikasi secara langsung kini mulai ditinggalkan. Berdasarkan latar belakang di atas, maka terdapat dua permasalahan yaitu; 1) Bagaimana Pemanfaatan Smartphone Sebagai Sarana Komunikasi Masyarakat pada Era Teknologi Informasi di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau?, 2) Bagaimana Dampak Smartphone Sebagai Sarana Komunikasi Masyarakat pada Era Teknologi Informasi di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau?. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah; 1) Teori Use and Gratification, 2) Teori Dampak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Penelitian menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder, dengan subjek penelitian adalah Masyarakat Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling, dengan instrument penelitian adalah peneliti sendiri dan dibantu alat rekam seperti handphone. Teknik pengumpulan data menggunakan metode; observasi, wawancara, kepustakaan, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan; reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian Smartphone Sebagai Sarana Komunikasi Masyarakat pada Era Teknologi Informasi di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau adalah ; 1) Pemanfaatan Smartphone Masyarakat Desa Pangi sebagai sarana komunikasi sangat membantu sebab sangat mudah, cepat, dan praktis. 2) Dampak Smartphone sebagai sarana komunikasi yaitu dampak internal dan dampak eksternal.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK VIA,2023: Pasah Patahu di Dusun Tumbang Onah Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas (Kajian Bentuk Fungsi dan Makna), Prodi Filsafat Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pemimbing I: Handoko, S.Ag, M.Si Pemimbing II: I Gusti Agung Dharmawan, S.Pd.H.,M.Pd Umat Hindu Kaharingan yang ada di Kalimantan Tengah memiliki beberapa sistem keyakinan atau kepercayaan salah satunya mengenai keayakinan tentang Pasah Patahu yang dijadikan sebagai tempat bahajat/memohon untuk meminta perlindungan yang ditujukan kepada para leluhur agar dapat terhindar dari marabahaya yang akan menimpa. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah bentuk Pasah Patahu di Dusun Tumbang Onah Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas, bagaimanakah fungsi Pasah Patahu dan bagaimanakah makna dari Pasah Patahu yang dijadikan sebagai tempat bahajat/memohon perlindungan bagi umat Hindu Kaharingan. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menggali lebih dalam bagaimanakah bentuk, fungsi dan makna yang terkandung dari Pasah Patahu. Adapun subjek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Basir, tokoh masyarakat Hindu Kaharingan, sedangkan objek penelitiannya adalah bagaiman bentuk, fungsi dan makna Pasah Patahu. Teknik yang dipergunakan untuk mengumpulkan data adalah: Metode observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Adapun data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini. 1. Bentuk dari Pasah Patahu yaitu memiliki berbagai macam bentuk baik yang berupa memanjang ataapun pendek dengan mempunyai arti atau makna tersendiri dari setiap bentuknya yang berdasarkan kepercayaan atau keyakinan umat Hindu Kaharingan. 2.Fungsi Pasah Patahu berfungsi sebagai tempat bahajat/memohon perlindungan agar terhindar dari marabahaya yang ditujukan kepada sang pencipta atau Sang Hyang Widhi Wasa yaitu melalui perantara para leluhur. 3. Makna Pasah Patahu, makna yang terkandung dari Pasah Patahu yaitu sangat sakral karena Pasah Patahu menurut keyakinan umat Hindu Kaharingan merupakan tempat bahajat/memohon yang dipercayai atau meyakini bahwa Ganan Patahu/penjaga mampu melindungi kampung atau Dusun agar dapat terhindar dari marabahaya yang akan menimpa Dusun tersebut. Kata Kunci: Pasah Patahu, Bentuk, Fungsi, Makna.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
SINDI NOVIANTI, 2023: Strategi Pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling dalam Meningkatkan Minat Pengunjung di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah. Pembimbing I: Dr. Kadek Sukiada, S.Ag.,M.Si dan Pembimbing II: I Made Darsana, S.Pd., M.Pd Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling termasuk tipe ekosistem hutan hujan tropika dataran rendah atau hutan rawa. Berdasarkan permasalahan latar belakang penelitian ini yaitu (1) Bagaimana strategi pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling dalam meningkatkan minat pengunjung di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah, (2) Bagaimana kendala pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling dalam meningkatkan minat pengunjung di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah; observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan ini adalah; (1) Teori Pariwisata, (2) Teori Manajemen. Subjek penelitian ini adalah Pengelola Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling, Lurah Banturung, Pengunjung dan Masyarakat. Hasil penelitian ini adalah; (1) Strategi pengelolaan yang dilakukan pihak pengelola adalah memberikan kualitas pelayanan yang baik, melakukan promosi wisata melalui media sosial dan kegiatan seperti Bike To Nature TWA Bukit Tangkiling yang berhubungan dengan banyak orang sehingga wisatawan mengetahui dan mengenal Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling, (2) Kendala pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling terbatasnya anggaran dana dalam pengelolaan sehingga mempengaruhi kelengkapan fasilitas dan sarana prasarana. Kata kunci: Pengelolaan, Taman Wisata Alam, Bukit Tangkiling
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SINDI NOVIANTI, 2023: Strategi Pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling dalam Meningkatkan Minat Pengunjung di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah. Pembimbing I: Dr. Kadek Sukiada, S.Ag.,M.Si dan Pembimbing II: I Made Darsana, S.Pd., M.Pd Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling termasuk tipe ekosistem hutan hujan tropika dataran rendah atau hutan rawa. Berdasarkan permasalahan latar belakang penelitian ini yaitu (1) Bagaimana strategi pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling dalam meningkatkan minat pengunjung di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah, (2) Bagaimana kendala pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling dalam meningkatkan minat pengunjung di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah; observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan ini adalah; (1) Teori Pariwisata, (2) Teori Manajemen. Subjek penelitian ini adalah Pengelola Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling, Lurah Banturung, Pengunjung dan Masyarakat. Hasil penelitian ini adalah; (1) Strategi pengelolaan yang dilakukan pihak pengelola adalah memberikan kualitas pelayanan yang baik, melakukan promosi wisata melalui media sosial dan kegiatan seperti Bike To Nature TWA Bukit Tangkiling yang berhubungan dengan banyak orang sehingga wisatawan mengetahui dan mengenal Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling, (2) Kendala pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling terbatasnya anggaran dana dalam pengelolaan sehingga mempengaruhi kelengkapan fasilitas dan sarana prasarana. Kata kunci: Pengelolaan, Taman Wisata Alam, Bukit Tangkiling
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini merupakan refleksi dari berbagai pemikiran oleh para praktisi pendidikan, akademisi dan peneliti yang bekecimpung di dunia pendidikan. Dunia pendidikan yang begitu dinamis menuntut kita agar selalu meng-upgrade skill dan wawasan terhadap perubahan yang terjadi. Demikian halnya dalam dalam pembelajaran, berawal dari kegiatan input, proses, dan outputnya harus di desain sedemikian rupa agar menyesuaikan dengan perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Gambaran umum tentang evaluasi pembelajaran dan bagaimana melakukan evaluasi di era society 5.0 merupakan isi yang dibahas dalam buku ini. Buku ini dapat digunakan sebagai salah satu acuan dan atau pembanding dalam melakukan dan menyusun evaluasi pada pembelajaran era society 5.0.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Manusia diberikan karunia rasa ingin tahu yang terus berkembang sehingga selalu berupaya memahami diri sendiri dan fenomena yang ada di lingkungan sekitarnya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan penelitian. Melalui penelitian manusia berupaya menjawab pertanyaan dari fenomena yang menjadi minat dan perhatian melalui proses yang sistematis. Penelitian telah digunakan di banyak bidang. Salah satu bidang tersebut adalah pendidikan. Penelitian digunakan untuk menjawab berbagai pertanyaan terkait fenomena yang ditemukan dalam bidang pendidikan. Pada buku ini akan membahas lebih detail tentang: Konsep Dasar Penelitian Kode Etik dalam Penelitian Kajian Literatur dan Masalah Penelitian Plagiarisme dan Manajemen Referensi Hipotesis Penelitian & Teknik Analisis Metode Penelitian Deskriptif: Korelasi & Ex Post Facto Metode Penelitian Eksperiment Pendekatan Penelitian Naturalistik/Kualitatif Metode Penelitian Studi Kasus Metode Penelian PTK Analisis Data Kualitatif
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
lkjlkj
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
fondasi yang kokoh dan kuat dalam pembentukan watak dan karakter generasi yang akan datang. Maka dengan demikian kelangsungan umat dan agama Hindu Kaharingan akan tetap terpelihara oleh para pemuda pemudi yang memiliki kemampuan intelektual dan kemampuan religius.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kualitatif. Pedekatan kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metologi yang menyelidiki suatu penomena sosial. Pada pendekatan ini, peneliti membuat gambaran komplek, meneliti kata-kata, pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi yang dialami.
Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: Peran adalah pelaksanaan hak dan kewajiban seseorang sesuai dengan kedudukanya. Peran menentukan apa yang harus diperbuat seseorang bagi masyarakat serta kesempatan-kesempatan apa yang diberikan masyarakat kepadanya, Kehadiran merupakan indikator minat pemuda Hindu Kaharingan dalam mengikuti Persembahyangan Basarah di Kelurahan Tumbang Sanamang Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan, Minat adalah dorongan dari dalam diri kita sendiri atau kemauan kita untuk melakukan atau memilih suatu kegiatan yang lebih bermanfaat, peran pemuda Hindu Kaharingan dalam pelaksanaan Basarah adalah keberanian dan kemampuan dalam menyampaikan Pandehen atau ceramah keagamaan. Dalam Pelaksanaan persembahyangan Basarah umum di kelurahan Tumbang Sanamang pemuda Agama Hindu Kaharingan masih banyak yang belum berani untuk menjadi penyampai Pandehen atau ceramah keagamaan yang mengupas isi kitab suci yang diambil sebagai Galang Basarah karena berbagai alasan.
Kendala yang dihadapi Pemuda Hindu Kaharingan Dalam Melaksanakan Basarah: Kendala yang dialami karena zaman globalisasi yang sangat pesat dalam pergaulan yang sangat mempengaruhi genarasi muda, hal tersebut membuat generasi muda rentan dalam pergaualan, karena masa muda adalah masa masa yang sanfat mudah terpengaruh lewat pergaualan.
Kata kunci : Peran, Pemuda Hindu Kaharingan, Tujuan Basarah
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK TRI OKTAVIANI,2022 Problematika Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN-1 Tumbang Manangei. Skripsi Jurusan Dharma Acaraya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya.Pembimbing I Mitro,S.Pd.,M.Si Pembimbing II Dr, Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag. Pendidikan berlangsung sepanjang zaman sesuai dengan perkembangan dan situasi.Kekurangan guru proses pembelajaran menjadi tidak efektif dan banyak problematika pembelajaran yang tidak terlaksana, tenaga pendidik berlatar agama berbeda,pembelajaran tidak sesuai dengan kurikulum, bahan belajar yang kekurangan. Rumus masalah Bagaimana Problematika Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN-1 Tumbang Manangei Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Apa saja Dampak Dalam Problematika Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN-1 Tumbang Manangei Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan.Penelitian ini bertujuan untuk meneliti problematika pembelajaran pendidikan agama Hindu di SDN-1 Tumbang Manangei, untuk mengetahui bagaimana problematika pembelajaran pendidikan agama Hindu di SDN-1 Tumbang Manangei, mengetahui apa saja dampak problematika pembelajaran pendidikan agama Hindu di SDN-1 Tumbang Manangei. Subjek penelitiannya yaitu guru yang mengajar pendidikan agama Hindu,kepala sekolah, dan orang tua siswa.Metode yang di gunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif.Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumen. Di analisis mengunakan deskripsif kualitatif, teori yang di gunakan yaitu teori problematika pendidikan dan problematika solving. Hasil penelitian problematika pembelajaran pendidikan agama Hindu yang tidak terlaksana adalah kekurangan pengetahuan tenaga pendidik tentang ilmu agama, problematika tenaga pendidik berlatar belakang agama yang berbeda adalah kurangnya tenaga pendidik yang beragama Hindu.Problematika yang tidak sesuai dengan kurikulum adalah tenaga pendidik yang tidak menguasai materi, dari agama yang berbeda, kurangnya buku referensi pendidikan agama Hindu adalah kurangnya pengetahuan siswa dalam pendidikan agama, tidak adanya bahan belajar di luar jam kelas siswa, keterbatasan jarak dan waktu serta kekurangan pengetahuan tempat penjualan buku. Dampak problematika pembelajaran yang tidak terlaksana, kurangnya pengetahuan siswa tidak bisa mengendalikan lima musuh yang ada dalam diri manusia, kurangnya rasa inggin tahu kepada hyang widhi wasa.Dampak negatif bagi siswa pelaksanaan pembelajaran kurang efektifnya: ribut dalam kelas pada saat jam belajar, berkelahi, kurang minat mengikuti persembahyangan basarah,kurang tata rama sopan santun terhadap orang tua, Dampak bagi siswa kekurangan buku referensi: kekurangan bahan belajar siswa, bahan materi guru, kurang pengetahuan dalam prasaraa persembahyangan basarah,pelaksanaan basarah. Dampak pelaksanaan pembelajaran yang melangar aturan: keimana tenaga pendidik yang mengajar pendidikan agama agama Hindu yang bukan segama,rasa bersalah kepada Tuhan, kepada orang tua siswa,sekolah belum bisa memberikan yang terbaik untuk anak didik Kata Kunci: Problematika, Pembelajaran,Agama Hindu
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK TRI OKTAVIANI,2022 Problematika Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN-1 Tumbang Manangei. Skripsi Jurusan Dharma Acaraya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya.Pembimbing I Mitro,S.Pd.,M.Si Pembimbing II Dr, Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag. Pendidikan berlangsung sepanjang zaman sesuai dengan perkembangan dan situasi.Kekurangan guru proses pembelajaran menjadi tidak efektif dan banyak problematika pembelajaran yang tidak terlaksana, tenaga pendidik berlatar agama berbeda,pembelajaran tidak sesuai dengan kurikulum, bahan belajar yang kekurangan. Rumus masalah Bagaimana Problematika Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN-1 Tumbang Manangei Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Apa saja Dampak Dalam Problematika Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN-1 Tumbang Manangei Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan.Penelitian ini bertujuan untuk meneliti problematika pembelajaran pendidikan agama Hindu di SDN-1 Tumbang Manangei, untuk mengetahui bagaimana problematika pembelajaran pendidikan agama Hindu di SDN-1 Tumbang Manangei, mengetahui apa saja dampak problematika pembelajaran pendidikan agama Hindu di SDN-1 Tumbang Manangei. Subjek penelitiannya yaitu guru yang mengajar pendidikan agama Hindu,kepala sekolah, dan orang tua siswa.Metode yang di gunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif.Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumen. Di analisis mengunakan deskripsif kualitatif, teori yang di gunakan yaitu teori problematika pendidikan dan problematika solving. Hasil penelitian problematika pembelajaran pendidikan agama Hindu yang tidak terlaksana adalah kekurangan pengetahuan tenaga pendidik tentang ilmu agama, problematika tenaga pendidik berlatar belakang agama yang berbeda adalah kurangnya tenaga pendidik yang beragama Hindu.Problematika yang tidak sesuai dengan kurikulum adalah tenaga pendidik yang tidak menguasai materi, dari agama yang berbeda, kurangnya buku referensi pendidikan agama Hindu adalah kurangnya pengetahuan siswa dalam pendidikan agama, tidak adanya bahan belajar di luar jam kelas siswa, keterbatasan jarak dan waktu serta kekurangan pengetahuan tempat penjualan buku. Dampak problematika pembelajaran yang tidak terlaksana, kurangnya pengetahuan siswa tidak bisa mengendalikan lima musuh yang ada dalam diri manusia, kurangnya rasa inggin tahu kepada hyang widhi wasa.Dampak negatif bagi siswa pelaksanaan pembelajaran kurang efektifnya: ribut dalam kelas pada saat jam belajar, berkelahi, kurang minat mengikuti persembahyangan basarah,kurang tata rama sopan santun terhadap orang tua, Dampak bagi siswa kekurangan buku referensi: kekurangan bahan belajar siswa, bahan materi guru, kurang pengetahuan dalam prasaraa persembahyangan basarah,pelaksanaan basarah. Dampak pelaksanaan pembelajaran yang melangar aturan: keimana tenaga pendidik yang mengajar pendidikan agama agama Hindu yang bukan segama,rasa bersalah kepada Tuhan, kepada orang tua siswa,sekolah belum bisa memberikan yang terbaik untuk anak didik Kata Kunci: Problematika, Pembelajaran,Agama Hindu