Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Pura
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Fungsi Pura Dalem dalam Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Agama pada Umat Hindu di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

I KADE YOGA ARISTA, 2024. Fungsi Pure Dalem Dalam Penanman Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Pada Umat Hindu Di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang. Skripsi Fakuultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang palangka Raya. Pembimbing I. Dr. Mujiono, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II. Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag Skripsi ini mengkaji tentang fungsi Pura Dalem dalam penanaman nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu, sebab ada gejala penurunan nilai-nila kehidupan sosial masyarakat. Terutama pada generasi muda umat Hindu di Desa Basarang Jaya dalam melakukan persembahyangan di Pura Dalem. Berdasarkan latar belakang tersebut masalah yang menjadi target analisis yakni: (1). Apa Fungsi Pura Dalem dalam penanaman nilai nilai Pendidikan Agama Hindu?, (2). Bagaimana penanaman Nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu?, dan (3). Apa Kendala dalam penanaman Nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu di Pura Dalem di Desa Basarang Jaya? Penelitian bertujuan untuk mengkaji ilmu pengetahuan tentang nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dan bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan, rumusan masalah itu dikaji dengan teori Fungsional struktural, Nilai, dan Kendala. Metode penelitian yang digunakan yakni metode penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode penentuan informan yakni proposiv yaitu informan para tokoh umat Hindu menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Dianalisis dengan kondensasi data, penyajian data dan penarik kesimpulan, selanjutnya menyajikan hasil penelitian dengan narasi bahasa Indonesia yang sesuai pedoman skripsi. Berdasarkan analisis yang di kaji dengan teori fungsional struktual, fungsi Pura Dalem dalam penanaman nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dapat di analisis yakni berdasarkan struktural maka ada sebuah fungsional struktural yaitu secara struktur maka ada tiga struktur besar yakni tri mandala. Yang pertama Uttama Mandala yang berfungsi sebagai tempat pemujaan kepada Sang Hyang Widhi Wase dalam bentuk-nya sebagai manifestasi utama. Struktur kedua Madhya Mandala yang berfungsi sebagai tempat persembahyang umat Hindu dan tempat melaksanakan tarian bali sebelum persembahyangan di mulai. Struktur ketiga Nista Mandala sebagai area pura paling luar disini berfungsi sebagai tempat melakukan persiapan-persiapan yajna dan tempat parkir dibagian luar. Analisis yang ketdua yakni mengkaji tentang nilai-nila Pendidikan Agama Hindu di tinjau dari teori yang digunakan maka mempunya fungsi yaitu Nilai Pendidikan Dana Punia berfungsi untuk belajar keikhlasan, Nilai Pendidikan Sosial berfungsi untuk saling membantu, Nilai Pendidikan Tattwa berfungsi membangun diri sendiri agar dapat berpikir secara mendalam, meningkatkan pandangan yang luas dalam latihan berpikir pribadi. Nilai Pendidikan Religius berfungsi sebagai nilai yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa. Nilai Pendidikan Etika berfungssi sebagai prilaku dan membantu individu membuat keputusan yang tepat. Nilai Pendidikan Upacara berfungsi sebagai spiritual karena upaara adat mampu membangkitkan emosi keagamaan, menciptakanras aman, tentram dan selamat. Analisis yang Ketiga yakni kendala dalam penanaman nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu berdasarkan teori yang digunakan maka mempunyai kendala Internal yaitu kurangnya pemahaman dan pengatahuan, kyurangnya motivasi diri dan Eksternal yaitu kurangnya kehadiran umat Hindu.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

NILAI-NILAI PENDIDIKAN HINDU DALAM UPACARA PURWA DAKSINA PADA PIODALAN DI PURA PITAMAHA KOTA PALANGKA RAYA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji upacara Purwa Daksina pada piodalan di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya. Penelitian ini mengangkat fenomena masyarakat dalam memahami upacara Purwa Daksina pada piodalan. Masyarakat secara umum dan Hindu khususnya di Kota Palangka Raya. Belum banyak memahami tentang upacara Purwa Daksina pada piodalan apalagi pelaksanaan, nilai-nilai pendidikan, dan implikasinya. Upacara sampai sekarang masih dilaksanakan, tetapi terjadi kesalahan dalam hal-hal sepele yang seharusnya tidak dilakukan oleh umat Hindu. Pelaksanaan upacara Purwa Daksina pada piodalan masih dianggap sebagai tempat berkumpul bersama antar umat Hindu. Purwa Daksina pada piodalan ini dipandang sebagai sarana untuk menghaturkan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Upacara Purwa Daksina pada piodalan mempunyai pelaksanaan, nilai-nilai pendidikan dan implikasi bagi manusia itu sendiri maupun orang lain. Berdasarkan hal di atas, maka penelitian ini terfokuskan pada pembahasan tentang (1) Bagaimana pelaksanaan upacara Purwa Daksina pada piodalan, (2) nilai-nilai pendidikan Hindu dalam upacara Purwa Daksina pada piodalan, (3) Implikasi nilai Purwa Daksina pendidikan Hindu dalam upacara Purwa Daksina pada piodalan di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami, menganalisis, dan mendeskripsikan upacara Purwa Daksina pada piodalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk memahami, menganalisis, dan mendeskripsikan upacara Purwa Daksina pada piodalan di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya. Data ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan ditentukan secara porposive. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dibantu dengan menggunakan pedoman wawancara, kamera, dan alat tulis lainnya. Setelah dilakukan verifikasi, data analisis dengan beberapa teori yang relevan seperti teori struktural fungsional, teori nilai, dan teori implikasi. Hasilnya dikaji secara formal dan informal. Hasil penelitian ini dideskripsikan bahwa upacara Purwa Daksina pada piodalan di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya terbagi kedalam dua tahapan. Tahapan awal adalah tahap persiapan sarana dan prasarana. Tahap pokok adalah proses inti dalam proses yaitu acara Purwa Daksina pada piodalan. Nilai pendidikan Hindu dalam upacara Purwa Daksina pada piodalan adalah bermacam-macam baik bagi kehidupan keluarga maupun masyarakat Hindu di Kota Palangka Raya. Nilai-nilai pendidikan Hindu itu adalah : nilai material, nilai pendidikan seni, nilai vital, nilai pendidikan susila (etika), nilai pendidikan sosial, nilai pendidikan solidaritas sosial, nilai kerohanian, nilai pendidikan kebenaran, nilai pendidikan keindahan, nilai pendidikan moralitas, dan nilai pendidikan keagamaan. Implikasi dalam upacara Purwa Daksina pada piodalan di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya bermacam-macam baik untuk masyarakat Hindu maupun orang lain. Implikasi upacara Purwa Daksina pada piodalan yaitu implikasi positif. Implikasi positif upacara Purwa Daksina pada piodalan adalah : implikasi sosial, implikasi religius, dan implikasi kedamaian. Interaksi sosial masyarakat Hindu dalam meningkatkan cinta kasih, persaudaraan, dan solidaritas menuju tujuan hidup lahir batin, keseimbangan serta keharmonisan masyarakat Hindu dapat dikatakan sangat luar biasa baik.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PURA ZATHA MANTRA DI KOTA MUARA TEWEH KABUPATEN BARITO UTARA (Kajian Bentuk, Fungsi, dan Makna)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

I Made Hari Sudana, 2022, Pura Zatha Mantra di Kota Muara Teweh Kabupaten Barito Utara (Kajian Bentuk, Fungsi, dan Makna). Skripsi Strata Satu Program Studi Filsafat Agama Hindu, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Wayan Gepu, S.Ag., M.Fil.H dan Pembimbing II: Ni Nyoman Tantri, S.Pd., M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara jelas tentang keberadaan Pura Zatha Mantra, yakni Pura tunggal di Kota Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, yang merupakan salah satu pusat aktivitas keagamaan Hindu, bersembahyang, dan pembinaan umat. Berdasarkan dari latar belakang, maka dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yaitu : (1) Bagaimanakah bentuk Pura Zatha Mantra di Kota Muara Teweh Kabupaten Barito Utara? (2) Bagaimana fungsi Pura Zatha Mantra di Kota Muara Teweh Kabupaten Barito Utara? (3) Bagaimana makna Pura Zatha Mantra di Kota Muara Teweh Kabupaten Barito Utara? Penelitian ini menggunakan teori religi, teori simbol, dan teori fungsional struktural. Adapun metode yang digunakan yaitu metode kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data : (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Dokumen. Subyek dalam penelitian ini adalah para informan yang mengetahui informasi mengenai pura Zatha Mantra, dengan menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil dari penelitian ini adalah : (1) Bentuk pura Zatha Mantra terdiri dari satu halaman, gapura sebagai pintu masuk ke dalam pura, pelinggih, dan meru, (2) Fungsi pura Zatha Mantra dibagi menjadi tiga yaitu : Persembahyangan, Pembinaan Umat, dan Pemersatu Umat, (3) Makna yang terkandung dalam pura Zatha Mantra dapat dibagi menjadi tiga yaitu : Makna Religius, Makna Sosial, dan Makna Estetika.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERSEMBAHYANGAN PURNAMA PADA UMAT HINDU DI PURA PITAMAHA KOTA PALANGKA RAYA (PERSPEKTIF PENDIDIKAN HINDU)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK LOLIK ROHNIA HANJAR SAPUTRIA NINGSIH. 2020. Persembahyangan Purnama Pada Umat Hindu Di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya (Perspektif Pendidikan Hindu). Pembimbing I. Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II. Dr. I Nyoman Sidiastawa, S.Ag.,M.A Penelitian ini mengkaji persembahyangan purnama pada umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya. Penelitian ini mengangkat fenomena masyarakat dalam memahami persembahyangan purnama pada umat Hindu. Masyarakat secara umum dan Hindu khususnya belum banyak memahami tentang persembahyangan purnama apa lagi pelaksanaan, nilai-nilai pendidikan, dan implikasinya. Persembahyangan purnama mempunyai pelaksanaan, nilai-nilai pedidikan, dan implikasi bagi kehidupan manusia itu sendiri maupun orang lain. Berdasarkan hal di atas, maka penelitian ini difokuskan pada pembahasan tentang (1) pelaksanaan persembahyangan purnama pada umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya, (2) nilai pendidikan Hindu dalam persembahyangan purnama bagi umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya, (3) implikasi nilai pendidikan Hindu dalam persembahyangan purnama dari umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, mengekplorasi, mendeskripsikan persembahyangan purnama, dan menganalisis pelaksanaan, nilai-nilai pendidikan Hindu, implikasi dalam persembahyangan purnama pada umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk memahami dan menganalisis persembahyangan purnama pada umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya (perspektif pendidikan Hindu). Data ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan ditentukan secara porposive. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dibantu dengan menggunakan pedoman wawancara, kamera, dan alat tulis lainnya. Setelah dilakukan verifikasi, data dianalisis dengan beberapa teori yang relevan seperti teori struktural fungsional, teori nilai dan teori implikasi. Hasilnya disajikan secara formal dan informal. Hasil penelitian ini dideskripsikan bahwa persembahyangan purnama pada umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya terbagi kedalam tiga tahapan yaitu tahap awal, tahapan pokok, dan tahapan akhir. Nilai pendidikan Hindu dalam persembahyangan purnama adalah: nilai material, nilai vital, dan nilai pendidikan keagamaan. Implikasi dalam persembahyangan purnama bagi umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya adalah bermacam-macam baik untuk masyarakat Hindu maupun untuk orang lain. Implikasi persembahyangan purnama bagi umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya ini memiliki beberapa implikasi yaitu implikasi positif dan implikasi negatif. Interaksi sosial masyarakat Hindu dalam meningkatkan cinta kasih, persaudaraan, dan solidaritas menuju tujuan hidup lahir batin, keseimbangan serta kaharmonisan masyarakat Hindu dapat dikatakan sangat luar biasa baik

7 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail