2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Aldi Wira Prayoga. 2025, Penyelesaian Kasus Penembakan Warga Dalam Konflik Perkebunan Sawit Melalui Sidang Adat Dayak ( Studi Kasus Di Desa Bangkal Kabupaten Seruyan Provinsi Kalimantan Tengah). Skripsi Strata Satu, Prodi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Sri Kayun.SH.,M,Si, dan Pembimbing II Edelweisia Cristiana.SH.,MH. Pada dasarnya penyelesaian kasus penembakan warga dalam konflik perkebunan sawit melalui mekanisme Sidang Adat Dayak adalah upaya untuk menciptakan rasa keadilan bagi pelaku dan korban. Masalah yang di teliti dalam skripsi ini adalah mencakup dua hal yaitu : (1). Bagaimana mekanisme kasus penembakan warga dalam konflik perkebunan sawit? (2). Bagaimana kedudukan hukum keputusan sidang adat dayak dalam sistem hukum nasional? Adapun jenis penelitian ini adalah termasuk penelitian hukum empiris dengan pendekatan deskrtif kualitatif dengan mengambil lokasi penelitian di desa bangkal kecamatan Seruyan raya kabupaten Seruyan. teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah de living law dan teori plualisme hukum Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi perpustakaan, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian dan analisis data dapat di simpulkan bahwa : 1 mekanisme penyelesaian kasus penembakan warga melalui sidang adat Dayak di lakukan melalui melalui tahapan pelaporan, pemanggilan para pihak, musyawarah adat, pemeriksaan saksi, penetapan sanksi adat, serta pelaksanaan putusan adat yang menitikberatkan pada pemulihan korban dan perdamaian Adat. Sanksi adat yang dijatuhkan umumnya berupa denda pembayaran uang adat, kewajiban ritual adat, saksi palas tampung tawar serta pernyataan maaf secara terbuka. 2 kedudukan hukum keputusan sidang adat Dayak dalam sistem hukum nasional di akui secara kontisuonal kedudukan hukum keputusan Sidang Adat Dayak dalam sistem hukum nasional diakui secara konstitusional sepanjang tidak bertentangan dengan hukum nasional, sebagaimana diatur dalam Pasal 18B ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta diperkuat melalui peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2008 tentang Kelembagaan Adat Dayak di Kalimantan Tengah. Keputusan adat memiliki kekuatan hukum sosial dan administratif yang mengikat secara moral dan komunitas, serta berfungsi sebagai mekanisme penyelesaian konflik berbasis kearifan lokal. Dengan demikian penyelesaian sidang adat Dayak dan sistem hukum nasional berjalan secara beriringan dan saling melengkapi dalam rangka prualisme hukum di indonesia.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Aldi Wira Prayoga. 2025, Penyelesaian Kasus Penembakan Warga Dalam Konflik Perkebunan Sawit Melalui Sidang Adat Dayak ( Studi Kasus Di Desa Bangkal Kabupaten Seruyan Provinsi Kalimantan Tengah). Skripsi Strata Satu, Prodi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Sri Kayun.SH.,M,Si, dan Pembimbing II Edelweisia Cristiana.SH.,MH. Pada dasarnya penyelesaian kasus penembakan warga dalam konflik perkebunan sawit melalui mekanisme Sidang Adat Dayak adalah upaya untuk menciptakan rasa keadilan bagi pelaku dan korban. Masalah yang di teliti dalam skripsi ini adalah mencakup dua hal yaitu : (1). Bagaimana mekanisme kasus penembakan warga dalam konflik perkebunan sawit? (2). Bagaimana kedudukan hukum keputusan sidang adat dayak dalam sistem hukum nasional? Adapun jenis penelitian ini adalah termasuk penelitian hukum empiris dengan pendekatan deskrtif kualitatif dengan mengambil lokasi penelitian di desa bangkal kecamatan Seruyan raya kabupaten Seruyan. teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah de living law dan teori plualisme hukum Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi perpustakaan, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian dan analisis data dapat di simpulkan bahwa : 1 mekanisme penyelesaian kasus penembakan warga melalui sidang adat Dayak di lakukan melalui melalui tahapan pelaporan, pemanggilan para pihak, musyawarah adat, pemeriksaan saksi, penetapan sanksi adat, serta pelaksanaan putusan adat yang menitikberatkan pada pemulihan korban dan perdamaian Adat. Sanksi adat yang dijatuhkan umumnya berupa denda pembayaran uang adat, kewajiban ritual adat, saksi palas tampung tawar serta pernyataan maaf secara terbuka. 2 kedudukan hukum keputusan sidang adat Dayak dalam sistem hukum nasional di akui secara kontisuonal kedudukan hukum keputusan Sidang Adat Dayak dalam sistem hukum nasional diakui secara konstitusional sepanjang tidak bertentangan dengan hukum nasional, sebagaimana diatur dalam Pasal 18B ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta diperkuat melalui peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2008 tentang Kelembagaan Adat Dayak di Kalimantan Tengah. Keputusan adat memiliki kekuatan hukum sosial dan administratif yang mengikat secara moral dan komunitas, serta berfungsi sebagai mekanisme penyelesaian konflik berbasis kearifan lokal. Dengan demikian penyelesaian sidang adat Dayak dan sistem hukum nasional berjalan secara beriringan dan saling melengkapi dalam rangka prualisme hukum di indonesia.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Yoga, 2025: Bentuk, Fungsi, Dan Makna Upacara Manenung Di Desa Tumbang Baringei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas, Prodi Kepanditaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangkaraya, Pembimbing 1: Nurlensi, S.Ag., M.Si Pembimbing 2: I Wayan Sindia Griya Danika, S. Kom., M.T Agama Hindu Kaharingan sangat erat kaitannya dengan upacara, meskipun upacara Hindu Kaharingan sangat bervariasi karena masing-masing daerah aliran sungai (DAS) selalu berbeda-beda pelaksanaan upacara. Salah satunya Upacara Manenung. Dari segi Bentuk, Fungsi, Dan Makna, upacara Manenung sebagai upacara pemanggilan roh-roh gaib bagi masyarakat di Desa Tumbang Baringei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas. judul: Bentuk, Fungsi, Dan Makna Upacara Manenung, rumasalah dalam penelitian ini : (1). Bagaimanakah bentuk pelaksanaan upacara Manenung (2). Apa fungsi upacara Manenung (3). Apa makna upacara Manenung. Ada beberapa teori yang digunakan:(1). Teori Fungsionalisme struktural (2). Teori komunikasi Ritual (3).Teori Interaksionalisme Simbolik. Metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan lokasi penelitian teknik: (1). Observasi,(2). Wawancara (3). Kepustakaan dan (4). Dokumentasi. Subyek Basir/Pisor,tokoh umat Hindu. Hasil dari penelitian ini adalah: (1). Bentuk upacara Manenung, Persiapan Sarana dan prasarana upacara Manenung, Tempat dan waktu pelaksanaan, Proses pelaksanaan upacara Manenung yaitu: Batawur, Basir menceritakan asal mula alat yang digunakan dalam upacara Manenung baik itu Baliung, Mandau, Tengang, Sipet, Dan Pisi, dan Manenung. (2). Fungsi yang ingin di capai yaitu: Fungsi religius makna upacara Manenung, Fungsi sosial makna upacara Manenung, (3). Makna apa yang terkandung dalam upacara Manenung yaitu: Makna religius, Makna sosial. Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini, simpulkan bahwa upacara Manenung di Desa Tumbang Baringei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas, bahwa upacara Manenung tidak hanya berperan sebagai sarana pencarian petunjuk, tetapi sebagai bentuk pelestarian identitas budaya dan penguatan nilai-nilai kearifan lokal. Dengan demikian upacara ini memiliki relevansi penting dalam menjaga keseimbangan antara dunia nyata dan dunia spiritual dalam kehidupan masyarakat di Desa Tumbang Baringei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
YOGA FEBRI, 2025, Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa SDN Tewang Baringin Kecamatan Tewang Sanggalang Garing Kabupaten Katingan Pembimbing (1) Dr. Putu Widiyanto, M.Pd.H dan Pembimbing (II) Krisma Natalia M.Pd. Prestasi belajar siswa di SDN Tewang Baringin masih tergolong rendah, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. dipengaruhi oleh faktor sosial, tempat belajar, kualitas instruksi, dan fasilitas, serta faktor psikologis siswa. Motivasi belajar adalah salah satu komponen psikologis yang sangat penting. Ini didefinisikan sebagai kekuatan internal maupun eksternal yang mendorong seseorang untuk terlibat aktif dalam kegiatan belajar, mempertahankan keterlibatan tersebut, dan mengarahkannya pada pencapaian prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat motivasi belajar siswa di SDN Tewang Baringin Kecamatan Tewang Sanggalang Garing Kabupaten Katingan, (2) mengetahui tingkat prestasi belajar siswa di SDN Tewang Baringin, serta (3) menganalisis pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Lokasi penelitian dilaksanakan di SDN Tewang Baringin pada tanggal 19 Juni hingga 19 Juli 2025. Sampel penelitian terdiri dari 32 siswa kelas IV, V, dan VI. Teori yang digunakan sebagai landasan adalah teori motivasi belajar yang menekankan pada potensi individu dalam mencapai keberhasilan belajar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket motivasi belajar dan dokumentasi nilai rapor sebagai indikator prestasi belajar. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS versi 27 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,202, yang menunjukkan bahwa kontribusi motivasi belajar terhadap prestasi belajar sebesar 20,2%, sedangkan sisanya 79,8% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti, dan (2) korelasi antara kedua variabel tergolong sangat kuat, dengan nilai R sebesar 0,449. Dengan demikian, semakin tinggi motivasi belajar siswa, maka semakin tinggi pula prestasi belajar yang dicapai.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Yoga, 2025: Bentuk, Fungsi, Dan Makna Upacara Manenung Di Desa Tumbang Baringei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas, Prodi Kepanditaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangkaraya, Pembimbing 1: Nurlensi, S.Ag., M.Si Pembimbing 2: I Wayan Sindia Griya Danika, S. Kom., M.T Agama Hindu Kaharingan sangat erat kaitannya dengan upacara, meskipun upacara Hindu Kaharingan sangat bervariasi karena masing-masing daerah aliran sungai (DAS) selalu berbeda-beda pelaksanaan upacara. Salah satunya Upacara Manenung. Dari segi Bentuk, Fungsi, Dan Makna, upacara Manenung sebagai upacara pemanggilan roh-roh gaib bagi masyarakat di Desa Tumbang Baringei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas. judul: Bentuk, Fungsi, Dan Makna Upacara Manenung, rumasalah dalam penelitian ini : (1). Bagaimanakah bentuk pelaksanaan upacara Manenung (2). Apa fungsi upacara Manenung (3). Apa makna upacara Manenung. Ada beberapa teori yang digunakan:(1). Teori Fungsionalisme struktural (2). Teori komunikasi Ritual (3).Teori Interaksionalisme Simbolik. Metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan lokasi penelitian teknik: (1). Observasi,(2). Wawancara (3). Kepustakaan dan (4). Dokumentasi. Subyek Basir/Pisor,tokoh umat Hindu. Hasil dari penelitian ini adalah: (1). Bentuk upacara Manenung, Persiapan Sarana dan prasarana upacara Manenung, Tempat dan waktu pelaksanaan, Proses pelaksanaan upacara Manenung yaitu: Batawur, Basir menceritakan asal mula alat yang digunakan dalam upacara Manenung baik itu Baliung, Mandau, Tengang, Sipet, Dan Pisi, dan Manenung. (2). Fungsi yang ingin di capai yaitu: Fungsi religius makna upacara Manenung, Fungsi sosial makna upacara Manenung, (3). Makna apa yang terkandung dalam upacara Manenung yaitu: Makna religius, Makna sosial. Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini, simpulkan bahwa upacara Manenung di Desa Tumbang Baringei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas, bahwa upacara Manenung tidak hanya berperan sebagai sarana pencarian petunjuk, tetapi sebagai bentuk pelestarian identitas budaya dan penguatan nilai-nilai kearifan lokal. Dengan demikian upacara ini memiliki relevansi penting dalam menjaga keseimbangan antara dunia nyata dan dunia spiritual dalam kehidupan masyarakat di Desa Tumbang Baringei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Putri Legina Prayoga, Penyelesaian Kasus Pidana Di Kedamangan Sabangau Kota Palangka Raya. Dosen Pembimbing I, Dr. Agung Adi S.Ag., M. Si. Dosen Pembimbing II I Kadek Kartika Yase, MH Kedamangan merupakan lembaga adat di Kalimantan Tengah yang hingga saat ini tetap menjadi pilihan oleh masyarakat dalam menyelesaikan sengketa. Penyelesaian sengketa dimaksud tidak hanya mencakup masalah tradisi atau adat, tetapi telah merambah pada persoalan-persoalan pidana sebagaimana yang di lakukan oleh Kedamangan Sabangau Kota Palangka Raya. Berdasarkan fenomena di atas tersebut, penelitian tertarik melakukan penelitian dengan merumuskan tiga pertanyaan yaitu, 1) Apa faktor-faktor yang menyebabkan pemilihan Kedamangan dalam penyelesaian kasus pidana di Kedamangan Sabangau Kota Palangka Raya? 2) Bagaimanakah penyelesaian kasus pidana di Kedamangan Sabangau Kota Palangka Raya ? 3) Bagaimanakah penerapan sanksi dalam penyelesaian kasus pidana di Kedamangan Sabangau Kota Palangka Raya?. Metode penelitian yang digunakan adalah hukum empiris sosiologis dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sedangkan teori yang diigunakan untuk menganalisis rumusan masalah tersebut adalah teori Kewenangan, teori Penegak Hukum, dan teori Keadilan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, 1) Faktor-faktor yang menyebabkan Pemilihan Kedamangan dalam penyelesaian kasus pidana meliputi tiga hal, (a) proses penyelesaian di Kedamnagan lebih sederhana; (b) biaya yang di keluarkan dalam proses penyelesaian lebih rendah; (c) proses penyelesaian relatif cepat. Selain itu terdapat pula kepercayaan masyarakat yang kuat terhadap lembaga Kedamangan yang dapat mewujudkan rasa aman, tertib, dan keadilan. 2) Penyelesaian kasus pidana di Kedamangan melalui beberapa proses, meliputi: (a) pelaporan peristiwa pidana; (b) surat panggilan, (c) pemeriksaan pelaku, (c) rapat internal, (d) rapat musyawarah, (e) kesepakatan damai, (f) pembacaan keputusan, dan penandatanganan surat perjanjian. 3) Penerapan sanksi (singer) dalam kasus pidana di Kedamangan Sabangau memiliki beberapa poin, seperti jenis pelanggaran, sanksi, norma adat, hukum adat, dan tindakan pidana yang diatur. Besaran sanksi (singer) tergantung pada jenis pelanggaran adat. Sanksi adat termasuk denda adat dan sangat ditaati oleh masyarakat. Orang Dayak dan masyarakat Adat Dayak di Kedamangan Sabangau masih mematuhi hukum adat yang berlaku, sehingga setiap perkara harus diperiksa, diadili, dan diputuskan. Hukum adat ini masih eksis dan dipatuhi hingga saat ini.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Putri Legina Prayoga, Penyelesaian Kasus Pidana Di Kedamangan Sabangau Kota Palangka Raya. Dosen Pembimbing I, Dr. Agung Adi S.Ag., M. Si. Dosen Pembimbing II I Kadek Kartika Yase, MH Kedamangan merupakan lembaga adat di Kalimantan Tengah yang hingga saat ini tetap menjadi pilihan oleh masyarakat dalam menyelesaikan sengketa. Penyelesaian sengketa dimaksud tidak hanya mencakup masalah tradisi atau adat, tetapi telah merambah pada persoalan-persoalan pidana sebagaimana yang di lakukan oleh Kedamangan Sabangau Kota Palangka Raya. Berdasarkan fenomena di atas tersebut, penelitian tertarik melakukan penelitian dengan merumuskan tiga pertanyaan yaitu, 1) Apa faktor-faktor yang menyebabkan pemilihan Kedamangan dalam penyelesaian kasus pidana di Kedamangan Sabangau Kota Palangka Raya? 2) Bagaimanakah penyelesaian kasus pidana di Kedamangan Sabangau Kota Palangka Raya ? 3) Bagaimanakah penerapan sanksi dalam penyelesaian kasus pidana di Kedamangan Sabangau Kota Palangka Raya?. Metode penelitian yang digunakan adalah hukum empiris sosiologis dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sedangkan teori yang diigunakan untuk menganalisis rumusan masalah tersebut adalah teori Kewenangan, teori Penegak Hukum, dan teori Keadilan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, 1) Faktor-faktor yang menyebabkan Pemilihan Kedamangan dalam penyelesaian kasus pidana meliputi tiga hal, (a) proses penyelesaian di Kedamnagan lebih sederhana; (b) biaya yang di keluarkan dalam proses penyelesaian lebih rendah; (c) proses penyelesaian relatif cepat. Selain itu terdapat pula kepercayaan masyarakat yang kuat terhadap lembaga Kedamangan yang dapat mewujudkan rasa aman, tertib, dan keadilan. 2) Penyelesaian kasus pidana di Kedamangan melalui beberapa proses, meliputi: (a) pelaporan peristiwa pidana; (b) surat panggilan, (c) pemeriksaan pelaku, (c) rapat internal, (d) rapat musyawarah, (e) kesepakatan damai, (f) pembacaan keputusan, dan penandatanganan surat perjanjian. 3) Penerapan sanksi (singer) dalam kasus pidana di Kedamangan Sabangau memiliki beberapa poin, seperti jenis pelanggaran, sanksi, norma adat, hukum adat, dan tindakan pidana yang diatur. Besaran sanksi (singer) tergantung pada jenis pelanggaran adat. Sanksi adat termasuk denda adat dan sangat ditaati oleh masyarakat. Orang Dayak dan masyarakat Adat Dayak di Kedamangan Sabangau masih mematuhi hukum adat yang berlaku, sehingga setiap perkara harus diperiksa, diadili, dan diputuskan. Hukum adat ini masih eksis dan dipatuhi hingga saat ini.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
I KADE YOGA ARISTA, 2024. Fungsi Pure Dalem Dalam Penanman Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Pada Umat Hindu Di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang. Skripsi Fakuultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang palangka Raya. Pembimbing I. Dr. Mujiono, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II. Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag Skripsi ini mengkaji tentang fungsi Pura Dalem dalam penanaman nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu, sebab ada gejala penurunan nilai-nila kehidupan sosial masyarakat. Terutama pada generasi muda umat Hindu di Desa Basarang Jaya dalam melakukan persembahyangan di Pura Dalem. Berdasarkan latar belakang tersebut masalah yang menjadi target analisis yakni: (1). Apa Fungsi Pura Dalem dalam penanaman nilai nilai Pendidikan Agama Hindu?, (2). Bagaimana penanaman Nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu?, dan (3). Apa Kendala dalam penanaman Nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu di Pura Dalem di Desa Basarang Jaya? Penelitian bertujuan untuk mengkaji ilmu pengetahuan tentang nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dan bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan, rumusan masalah itu dikaji dengan teori Fungsional struktural, Nilai, dan Kendala. Metode penelitian yang digunakan yakni metode penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode penentuan informan yakni proposiv yaitu informan para tokoh umat Hindu menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Dianalisis dengan kondensasi data, penyajian data dan penarik kesimpulan, selanjutnya menyajikan hasil penelitian dengan narasi bahasa Indonesia yang sesuai pedoman skripsi. Berdasarkan analisis yang di kaji dengan teori fungsional struktual, fungsi Pura Dalem dalam penanaman nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dapat di analisis yakni berdasarkan struktural maka ada sebuah fungsional struktural yaitu secara struktur maka ada tiga struktur besar yakni tri mandala. Yang pertama Uttama Mandala yang berfungsi sebagai tempat pemujaan kepada Sang Hyang Widhi Wase dalam bentuk-nya sebagai manifestasi utama. Struktur kedua Madhya Mandala yang berfungsi sebagai tempat persembahyang umat Hindu dan tempat melaksanakan tarian bali sebelum persembahyangan di mulai. Struktur ketiga Nista Mandala sebagai area pura paling luar disini berfungsi sebagai tempat melakukan persiapan-persiapan yajna dan tempat parkir dibagian luar. Analisis yang ketdua yakni mengkaji tentang nilai-nila Pendidikan Agama Hindu di tinjau dari teori yang digunakan maka mempunya fungsi yaitu Nilai Pendidikan Dana Punia berfungsi untuk belajar keikhlasan, Nilai Pendidikan Sosial berfungsi untuk saling membantu, Nilai Pendidikan Tattwa berfungsi membangun diri sendiri agar dapat berpikir secara mendalam, meningkatkan pandangan yang luas dalam latihan berpikir pribadi. Nilai Pendidikan Religius berfungsi sebagai nilai yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa. Nilai Pendidikan Etika berfungssi sebagai prilaku dan membantu individu membuat keputusan yang tepat. Nilai Pendidikan Upacara berfungsi sebagai spiritual karena upaara adat mampu membangkitkan emosi keagamaan, menciptakanras aman, tentram dan selamat. Analisis yang Ketiga yakni kendala dalam penanaman nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu berdasarkan teori yang digunakan maka mempunyai kendala Internal yaitu kurangnya pemahaman dan pengatahuan, kyurangnya motivasi diri dan Eksternal yaitu kurangnya kehadiran umat Hindu.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
I KADE YOGA ARISTA, 2024. Fungsi Pure Dalem Dalam Penanman Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Pada Umat Hindu Di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang. Skripsi Fakuultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang palangka Raya. Pembimbing I. Dr. Mujiono, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II. Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag Skripsi ini mengkaji tentang fungsi Pura Dalem dalam penanaman nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu, sebab ada gejala penurunan nilai-nila kehidupan sosial masyarakat. Terutama pada generasi muda umat Hindu di Desa Basarang Jaya dalam melakukan persembahyangan di Pura Dalem. Berdasarkan latar belakang tersebut masalah yang menjadi target analisis yakni: (1). Apa Fungsi Pura Dalem dalam penanaman nilai nilai Pendidikan Agama Hindu?, (2). Bagaimana penanaman Nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu?, dan (3). Apa Kendala dalam penanaman Nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu di Pura Dalem di Desa Basarang Jaya? Penelitian bertujuan untuk mengkaji ilmu pengetahuan tentang nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dan bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan, rumusan masalah itu dikaji dengan teori Fungsional struktural, Nilai, dan Kendala. Metode penelitian yang digunakan yakni metode penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode penentuan informan yakni proposiv yaitu informan para tokoh umat Hindu menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Dianalisis dengan kondensasi data, penyajian data dan penarik kesimpulan, selanjutnya menyajikan hasil penelitian dengan narasi bahasa Indonesia yang sesuai pedoman skripsi. Berdasarkan analisis yang di kaji dengan teori fungsional struktual, fungsi Pura Dalem dalam penanaman nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dapat di analisis yakni berdasarkan struktural maka ada sebuah fungsional struktural yaitu secara struktur maka ada tiga struktur besar yakni tri mandala. Yang pertama Uttama Mandala yang berfungsi sebagai tempat pemujaan kepada Sang Hyang Widhi Wase dalam bentuk-nya sebagai manifestasi utama. Struktur kedua Madhya Mandala yang berfungsi sebagai tempat persembahyang umat Hindu dan tempat melaksanakan tarian bali sebelum persembahyangan di mulai. Struktur ketiga Nista Mandala sebagai area pura paling luar disini berfungsi sebagai tempat melakukan persiapan-persiapan yajna dan tempat parkir dibagian luar. Analisis yang ketdua yakni mengkaji tentang nilai-nila Pendidikan Agama Hindu di tinjau dari teori yang digunakan maka mempunya fungsi yaitu Nilai Pendidikan Dana Punia berfungsi untuk belajar keikhlasan, Nilai Pendidikan Sosial berfungsi untuk saling membantu, Nilai Pendidikan Tattwa berfungsi membangun diri sendiri agar dapat berpikir secara mendalam, meningkatkan pandangan yang luas dalam latihan berpikir pribadi. Nilai Pendidikan Religius berfungsi sebagai nilai yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa. Nilai Pendidikan Etika berfungssi sebagai prilaku dan membantu individu membuat keputusan yang tepat. Nilai Pendidikan Upacara berfungsi sebagai spiritual karena upaara adat mampu membangkitkan emosi keagamaan, menciptakanras aman, tentram dan selamat. Analisis yang Ketiga yakni kendala dalam penanaman nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu berdasarkan teori yang digunakan maka mempunyai kendala Internal yaitu kurangnya pemahaman dan pengatahuan, kyurangnya motivasi diri dan Eksternal yaitu kurangnya kehadiran umat Hindu.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini merupakan refleksi dari berbagai pemikiran oleh para praktisi pendidikan, akademisi dan peneliti yang bekecimpung di dunia pendidikan. Dunia pendidikan yang begitu dinamis menuntut kita agar selalu meng-upgrade skill dan wawasan terhadap perubahan yang terjadi. Demikian halnya dalam dalam pembelajaran, berawal dari kegiatan input, proses, dan outputnya harus di desain sedemikian rupa agar menyesuaikan dengan perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Gambaran umum tentang evaluasi pembelajaran dan bagaimana melakukan evaluasi di era society 5.0 merupakan isi yang dibahas dalam buku ini. Buku ini dapat digunakan sebagai salah satu acuan dan atau pembanding dalam melakukan dan menyusun evaluasi pada pembelajaran era society 5.0.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini merupakan bentuk sumbangsih dari kami Fakultas Psikologi UNJANI kepada masyarakat dengan tema kontribusi psikologi di Era pandemic Covid-19. Awal tahun 2020 Indonesia diterpa wabah penyakit Covid-19 yang mana ini menjadi pandemic karena terjadi hampir di seluruh dunia. Situasi ini ternyata berlangsung lama, bahkan hingga saat ini pandemi Covid-19 ini masih juga menghantui masyarakat kita. Situasi ini tentu saja tidak terduga sebelumnya oleh masyarakat kita, bagaimana perubahan dalam bidang Pendidikan, pekerjaan, ekonomi, sosial dan juga psikologis. Perubahan dari hal-hal kecil hingga besar mulai dari dilakukannya sekolah secara daring, pekerjaan yang akhirnya dilakukan secara Work From Home, pembatasan aktifitas di masyarakat dan lain-lain. Hal ini tentu sedikit banyak mempengaruhi kondisi psikologis masyarakat saat ini. Disini kami Fakultas Psikologi Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) mencoba untuk memberikan suatu kontribusi dari sudut psikologi, dimana kami melihat situasi psikologis apa saja yang banyak terjadi di tengah masyarakat selama masa pandemic Covid-19 ini berlangsung. Dimulai dari bagaimana kita mencoba memahami emosi-emosi yang dimiliki oleh individu dan bagaiman mencoba memberikan reaksi yang efektif terutama ketika dihadapkan pada situasi pandemi saat ini, situasi yang emosional juga rentang terhadap stress sehingga kami pun mencoba membahas management stress yang disertai dengan relaksasi sebagai salah satu management stress. Yang mengalami situasi ketidaknyaman bukan hanya orang dewasa, tapi juga anakanak, para pekerja dan semua pihak. Dari sudut pekerja, hal ini menjadi suatu tantangan dimana tuntutan organisasi atau perusahaan tetap tinggi tapi situasi yang dihadapi berubah apalagi dengan Work From Home, bagi anak-anak pun juga tak kalah beratnya dengan bentuk School From Home dan anak-anak tidak bisa bermain bebas sehingga permainan apa yang bisa dilakukan selama di rumah yang dapat memberikan efek therapi. Penggunaan gadget juga menjadi semakin tinggi sehingga perlu adanya pembekalan bagi orangtua dalam mendampingi putra-putrinya menggunakan gadget selama School From Home serta dalam berkomunikasi menggunakan media sosial. Bagi pelaku UMKM dan usaha situasi pandemik ini juga memberikan dampak terhadap aktifitas usahanya sehinga bagaimana kita dapat mendukung pelaku usaha agar tetap bangkit menghadapi situasi yang dihadapi. Bahkan disamping itu semua, peranan pemimpin menjadi sangat penting karena merekalah yang dapat membantu dan mendukung para karyawan dan juga organisasi di dalam menghadapi situasi pandemic ini. Pembahasan-pembahasan yang kami sajikan tidak terlepas dari latar belakang Pendidikan dan kajian kami di bidang psikologi. Apa yang kami bahas dan kaji mudahmudahan dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi pembaca di dalam memahami situasi pandemic dan bagaimana situasi psikologis yang terjadi dan dialami oleh masyarakat di sekitar kita. Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan membawa pemahaman serta pengetahuan bagi kita semua mengenai kontribusi ilmu psikologi, terutama di masa pandemic Covid-19.