ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Tangkiling di Kota Palangka Raya merupakan kawasan pelestarian alam untuk pariwisata dan rekreasi tanpa mengesampingkan fungsi konservasi. Pengelolaannya berada di bawah tanggung jawab Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini mengkaji: 1) Bagaimana peran BKSDA dalam pengelolaan TWA Bukit Tangkiling; 2) Apa saja kendala yang dihadapi BKSDA dalam pengelolaan TWA Bukit Tangkiling. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran dan kendala tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan Teori Peran (role theory) untuk menganalisis kesesuaian antara peran yang diharapkan (expected role) dan peran yang dijalankan secara nyata (actual role). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan purposive sampling, lalu dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) BKSDA menjalankan perannya melalui lima aspek, yaitu perencanaan, pelaksanaan, perlindungan dan konservasi, pengawasan, serta evaluasi, yang sejalan dengan peran yang diharapkan (expected role); 2) kendala meliputi luas kawasan sekitar 500 hektare dengan topografi perbukitan, keterbatasan personel, serta keterbatasan anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana. Oleh karena itu, diperlukan penambahan personel dan anggaran agar fungsi konservasi dan wisata dapat berjalan beriringan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh status Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling sebagai kawasan konservasi yang memerlukan pengelolaan seimbang antara fungsi pelestarian lingkungan dan pemanfaatan wisata, serta adanya peningkatan jumlah kunjungan yang belum diimbangi dengan sistem pengelolaan yang konsisten. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan dan apa saja faktor pendukung serta penghambatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengelolaan kawasan tersebut serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pengelolaannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data terdiri atas data primer dari wawancara dengan informan dan data sekunder dari dokumen resmi serta literatur. Objek penelitian adalah implementasi pengelolaan destinasi wisata, sedangkan subjek penelitian meliputi Pengelola Resort Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling, masyarakat lokal, dan pengunjung. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan mengacu pada teori Pariwisata Berkelanjutan UNWTO melalui pendekatan Triple Bottom Line Elkington serta teori Manajemen POAC dari George R. Terry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling secara umum telah berjalan cukup baik dengan menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan pada aspek lingkungan, sosial budaya, dan ekonomi. Faktor pendukung meliputi komitmen pengelola, dukungan BKSDA, partisipasi masyarakat, potensi sumber daya alam, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Faktor penghambat meliputi rendahnya kesadaran pengunjung, keterbatasan fasilitas, anggaran, dan sumber daya manusia. Penelitian merekomendasikan peningkatan edukasi konservasi, perbaikan fasilitas, penambahan anggaran dan personel, serta penguatan sinergi antar pemangku kepentingan agar pengelolaan kawasan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diana Shafitri, 2025. Daya Tarik Wisata Alam Sahai Tambi Balu Di Desa Tahawa Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau. Pembimbing I Dr. I Wayan Salendra, S.Ag.,M.Si Pembimbing II Dr. Kadek Sukiada, S.Ag.,M.Si Pariwisata di Indonesia memiliki keanekaragaman wisata, yang bersumber dari keindahan alam, budaya dan adat istiadat sehingga dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Daya Tarik Wisata Alam Sahai Tambi Balu di Desa Tahawa. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan berupa kondensasi data (data condensation), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan (conclusions drawing). Hasil penelitian menunjukkan temuan berikut: Pertama Bagaimana Daya Tarik Wisata Alam Sahai Tambi Balu Di Desa Tahawa Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau, dalam pengembangan Wisata Sahai Tambi Balu juga menjadi tujuan utama yang dilakukan oleh pihak pengelola wisata agar Wisata Sahai Tambi Balu dapat menjadi wisata yang lebih berkembnag dalam menjadi sorotan bagi kalangan masyakat luas, sehingga dapat menarik minat wisatawan lokal maupun wisatawan asing untuk mengunjungi wisata sahai tambi balu yang ada di Desa Tahawa. Kedua Kendala Dalam Pengelolaan Daya Tarik Wisata Sahai Tambi Balu di Desa Tahawa Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau, kendala adalah penghambat sesuatu yang membatasi untuk mencapai sasaran; rintangan, halangan. Pengelola Wisata Sahai Tambi Balu mengungkapkan bahwa terdapat beberapa kendala yang dihadapi pihak pengelola Wisata Sahai Tambi Balu diantaranya keterbatasan biaya dalam pengembangan dan pengelolaan daya tarik Wisata Sahai Tambi Balu, kurangnya perhatian dari pemerintah setempat, serta sarana dan prasarana yang juga masih perlu perbaikan sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi pengunjung Wisata Sahai Tambi Balu. Kata kunci : Daya tarik, Wisata alam, Sahai Tambi Balu.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
NOVA, 2023 : Pengembangan Dan Pengelolaan Wisata Alam Riam Gahis Di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan, Prodi Pramuwisata Budaya Dan Keagaamaan, Fakultas Dharma Dhuta Dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I : Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si, Pembimbing II : I Gusti Agung Dharmawan, S.Pd.H., M.Pd Wisata Alam Riam Gahis merupakan salah satu wisata yang berada di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Wisata ini merupakan wisata yang berbasis alam yang alami, daya tarik dari wisata yang dimiliki yaitu alam yang alami serta keadaan hutan yang masih asri dan air sungai dengan banyaknya bebatuan menimbulkan gelombang yang indah, pemandangan inilah yang memberikan pemandangan yang indah untuk dinikmati para pengunjung wisatawan. Berdasarkan latar belakang, maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu; (1) Bagaimana Partisipasi Pemerintah Desa Dalam Pengelolaan Wisata Alam Riam Gahis Di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan; (2) Apa Faktor Penghambat Dan Pendukung Aset Wisata Alam Riam Gahis Di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah; observasi, wawancara, dokumentasi. Dalam penelitian ini juga menggunakan metode purposif sampling, dimana informan sudah ditentukan yaitu 3 Pemerintah Desa, pengelola Wisata serta pengunjung/masyarakat. Teori yang digunakan untuk mengkaji penelitian ini adalah; (1) Teori Manajemen, (2) Teori Pengembangan. Hasil penelitian ini dapat adalah; (1) Partisipasi yang dilakukan pihak Pemerintah Desa atau Tim Pengelola dalam pengelolaan guna mencapai sasaran yang hendak dituju.(2) Faktor penghambat dan pendukung yang dihadapi yaitu kurangnya anggaran dana untuk pengelolaan serta pengembangan, kurangnya kerjasama antar Pemerintah Desa maupun tim pengelola wisata. Faktor pendukung Wisata Alam Riam Gahis memiliki Alam yang sangat alami serta tempat yang menarik dengan alam yang indah dan sejuk.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SINDI NOVIANTI, 2023: Strategi Pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling dalam Meningkatkan Minat Pengunjung di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah. Pembimbing I: Dr. Kadek Sukiada, S.Ag.,M.Si dan Pembimbing II: I Made Darsana, S.Pd., M.Pd Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling termasuk tipe ekosistem hutan hujan tropika dataran rendah atau hutan rawa. Berdasarkan permasalahan latar belakang penelitian ini yaitu (1) Bagaimana strategi pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling dalam meningkatkan minat pengunjung di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah, (2) Bagaimana kendala pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling dalam meningkatkan minat pengunjung di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah; observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan ini adalah; (1) Teori Pariwisata, (2) Teori Manajemen. Subjek penelitian ini adalah Pengelola Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling, Lurah Banturung, Pengunjung dan Masyarakat. Hasil penelitian ini adalah; (1) Strategi pengelolaan yang dilakukan pihak pengelola adalah memberikan kualitas pelayanan yang baik, melakukan promosi wisata melalui media sosial dan kegiatan seperti Bike To Nature TWA Bukit Tangkiling yang berhubungan dengan banyak orang sehingga wisatawan mengetahui dan mengenal Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling, (2) Kendala pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling terbatasnya anggaran dana dalam pengelolaan sehingga mempengaruhi kelengkapan fasilitas dan sarana prasarana. Kata kunci: Pengelolaan, Taman Wisata Alam, Bukit Tangkiling
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Titian Danau Baruh merupakan salah satu wisata yang ada di Kabupaten Pulang Pisau Kecamatan Kahayan Tengah. Objek wisata ini merupakan wisata alam yang berbasis ekowisata, daya tarik wisata yang dimiliki adanya titian yang melintasi hutan menuju danau, dan memberikan pemandangan yang indah untuk memanjakan mata wisatawan. Berdasarkan latar belakang, maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu; (1) Bagaimana Strategi yang digunakan dalam Pengelolaan Wisata Alam Titian Danau Baruh di Desa Bukit Bamba Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau, (2) Bagaimana Pengelolaan Wisata Alam Titian Danau Baruh yang ada di Desa Bukit Bamba Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau, (3) Bagaimanakah kendala yang dihadapi dalam Pengelolaan Wisata Alam Titian Danau Baruh di Desa Bukit Bamba Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan Teknik pengumpulan data; observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Dalam penelitian ini juga menggunakan metode purposif sampling, dimana informan sudah ditentukan yaitu pemerintah desa, pengelola wisata, masyarakat, serta pengunjung wisata. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu; (1) Teori Pariwisata, (2) Teori Perencanaan. Hasil kajian dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa; (1) strategi sebagai upaya untuk mencapai sasaran yang hendak dituju. Strategi yang digunakan yaitu strengh (kekuatan), weaknesses (kelemahan), opportunities (peluang), dan treaths (ancaman). (2) Pengelolaan wisata alam titian danau baruh perlu dikembangkan lagi agar menjadi salah satu objek wisata yang diminati dan untuk menjaga kelestarian alam. (3) Kendala utama yang dihadapi yaitu kurangnya anggaran untuk pengelolaan, kurangnya kerja sama antar pengurus wisata.