Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

16 hasil
Subjek: objek wisata
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Manajemen Pemasaran Objek Wisata sebagai Upaya Meningkatkan kunjungan Wisatawan di Museum Balanga Kota Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK CINDY CLAUDYA PUTRI, 2025: Manajemen Pemasaran Objek Wisata Sebagai Upaya Meningkatkan Kunjungan Wisatawan di Museum Balanga Kota Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si dan Pembimbing II: I Wayan Sutarwan, S.Pd., M.Pd.H. Museum Balanga merupakan objek wisata edukasi yang memperkenalkan budaya Suku Dayak di Kalimantan Tengah, tetapi mengalami penurunan jumlah pengunjung dalam beberapa tahun terakhir. Atas anggapan tersebut penelitian ini dilakukan dengan dua fokus kajian permasalahan yaitu : 1) bagaimana kendala dalam manajemen pemasaran objek wisata sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan di Museum Balanga Kota Palangka Raya?., 2) bagaimana manajemen pemasaran objek wisata sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan di Museum Balanga Kota Palangka Raya ? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan landasan analisisnya menggunakan Teori Kendala (Theory of Constraints) dan Teori Pemasaran Relasional (Relationship Marketing). Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif, teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Teknik penentuan informan yang digunakan adalah teknik purposive sampling dengan teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik. Telaah dan metode analisis tersebut dapat diasumsikan hasil dari penelitian ini sebagai berikut. Pertama, kendala manajemen pemasaran objek wisata Museum Balanga yaitu meliputi kendala perencanaan, kendala pengorganisasian, kendala pengkoordinasian, dan kendala pengontrolan dalam manajemen pemasaran objek wisata sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan di Museum Balanga. Kedua, manajemen pemasaran objek wisata Museum Balanga yaitu pada perencanaan pemasaran, pengorganisasian pemasaran, pengkoordinasian pemasaran dan pengontrolan pemasaran objek wisata sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan di Museum Balanga serta strategi manajemen pemasaran yang diterapkan Museum Balanga seperti pemanfaatan media sosial dan kolaborasi dengan stakeholder pemandu wisata di Kalimantan Tengah, untuk membantu mempromosikan Museum Balanga kepada wisatawan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Pemerintah dalam Promosi Objek Wisata Bumi Perkemahan Panglima Batur di Desa Trahean Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peran Pemerintah Dalam Promosi Objek Wisata Bumi Perkemahan Panglima Batur Di Desa Trahean, Kecamatan Teweh Tengah,Kabupaten Barito Utara

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Sarana dan Prasarana pada Objek Wisata Taman Pasuk Kameluh di Kota Palangka Raya

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK RETI: (2024) Pengembangan Sarana dan Prasarana Pada ObjekWisata Taman Pasuk Kota Palangka Raya ( pembimbing I Dr. I Wayan Selendra. S.Ag., M. Si dan pembimbing II Dr. Kadek SukiadaS.Ag., M.Si) Taman PasukKameluhmerupakan salah satuobjekwisataunggulansekaligusmenjadi icon dari Kota Palangka Raya. Objekwisatainimemilikiberbagaisarana dan prasarana. Meskipundemikianobjekwisata Taman PasukKameluhmasihbelummemilikibanyaksarana dan prasaranawisata yang memadaiuntukdigunakanwisatawansaatberkunjungkeobjekwisata Taman PasukKameluh. Berdasarkanlatarbelakangtersebut, pada penelitianiniterdapatduaperumusanmasalahdalamskripsiiniyaitu, (1) Bagaimanapengembangansarana dan prasarana di objekwisata Taman PasukKameluh di Kota Palangka Raya, (2) Apa kendala pengembangan sarana dan prasaranaobjekwisataTaman Pasuk Kameluh di Kota Palangka Raya. Metode dalampenelitianinimenggunakanmetodepenelitiandeskritifkualitatifdenganteknikpengumpulandaya yang digunakanpenelitiadalahobservasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Teori-teori yang digunakanuntukmengkajipermasalahandalampenelitiiaminiadalah, 1) Teori PengembanganPariwisata, 2) Teori kendala. Subjekpenelitianiniyaitudari: pengelolaobjekwisata Taman PasukKameluh, penjagaobjekwisata Taman PasukKameluh dan wisatawan yang berkunjungkeobjekwisata Taman PasukKameluh. Hasil kajianpenulisdalampenelitianinidapatdisimpulkanbahwapengembangansarana dan prasarana pada objekwisata Taman PasukKameluhmeliputipengembanganatraksiwisata, fasilitaswisata, infrastrukturwisata, transportasiwisata dan hospitality (keramah-tamahan). Adapun kendalapengembangansarana dan prasarana pada objekwisata Taman PasukKameluhyaituminimnya 1) pengembaganatraksiwisataseperti tari-tariandaerah Kalimantan Tengah, jogging track, penampilanmusikdaerah Kalimantan Tengah dan penampilanmusiksantai, 2) pegembanganfasilitassepertitempatpenjualansovenir dan pengembanganjumlah toilet yang ada di objekwisata Taman PasukKameluh, 3) perbaikanbangunaninfrastrukturberupabangunanfasilitassepertibangunanlamputaman, bangunan air mancur, bangunanbangkutamansertabangunanlahanparkir, 4) penyediaantransfortasiseperti bus pariwisataterkhusunyaobjekwisata Taman PasukKameluh, 5) pengembangansertapenyediaanhospilalitysepertidalampelayananpemanduwisata dan pelayananparkir di objekwisata Taman PasukKameluh di Kota Palangka Raya

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

BENTUK PELAYANAN DAN PENATAAN FASILITAS OBJEK WISATA DERMAGA KERENG BANGKIRAI PALANGKA RAYA KALIAMNTAN TENGAH

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Objek wisata Dermaga Kereng Bangkirai yang terletak di Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya, yang sering disebut dengan nama “Pesona Wisata Alam Air Hitam Sungai Sebangau Kota Palangka Raya”. Dermaga Kereng Bangkirai merupakan pintu gerbang utama menuju kawasan Taman Nasional Sebangau dan merupakan tujuan wisata alam. Apalagi didukung oleh aksesibilitas yang cukup dekat, dimana kawasan ini hanya berjarak sekitar 12 km dari jantung Kota Palangka Raya. Panorama keindahan dan di dukung dengan fasilitas di dermaga Kereng Bangkirai. Objek wisata dermaga Kereng Bangkirai memiliki peranan penting dalam pembangunan sektor ekonomi, khususnya di Kereng Bangkira. Berdasarkan permasalahan latar belakang penelitian ini yaitu (1) Bagaimanakah Bentuk Pelayanan dan Penataan Fasilitas Dermaga Kereng Bangkirai, (2) Apakah Bentuk Hambatan Terhadap Pelayanan dan Penataan Fasilitas Dermaga Kereng Bangkirai. Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Untuk Mengetahui Bentuk Pelayanan dan Penataan Fasilitas di Dermaga Kereng Bangkirai, (2) Untuk Mengetahui Bentuk Hambatan Terhadap Pelayanan dan Penataan Fasilitas Dermaga Kereng Bangkirai. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah; observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan ini adalah; (1) Teori Pelayanan dan (2) Teori Fungsional Struktural. Subjek penelitian ini adalah Pemerintah Desa, Masyarakat, Pemerintah dan Pengunjung. Hasil penelitian ini adalah; (1) Bentuk Pelayanan dan Penataan Fasilitas Objek Wisata Dermaga Kereng Bangkirai, perlu lebih di maksimalkan lagi untuk menarik wisatawan luar daerah hingga negeri (2) Kendala utama yang dihadapi kurangnya anggaran yang digunakan dalam Pengelolaan Dermaga Kereng Bangkirai, serta perlu ditingkatkan kembali partisipasi masyarakat ataupun pemerintah

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN OBJEK WISATA DANUM BAHANDANG DI KELURAHAN SEI GOHONG KECAMATAN BUKIT BATU KOTA PALANGKA RAYA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Riati, 2023: Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Objek Wisata Danum Bahandang Di Kelurahan Sei Gohong Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya. Pembimbing I: Sulandra, S.Pi.,M.Si dan pembimbing II: Nyoman Sarma, S.Ag., M.Fil. H. Pariwisata merupakan salah sektor pembangunan yang saat ini sedang digelar oleh pemerintah. Pariwisata merupakan salah satu upaya pemanfaatan sumber daya alam menjadi tempat wisata yang dapat bernilai ekonomi tinggi bagi suatu daerah karena dapat menarik minat wisatawan baik dari dalam maupun dari luar negeri. Namun, keberadaan objek wisata harus di kelola dan dikembangkan dengan baik agar terus menjadi tujuan wisata. Salah satunya objek wisata Danum Bahandang yang berada di Kelurahan Sei Gohong Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan objek wisata Danum Bahandang sebagai daerah tujuan wisata Di Kelurahan Sei Gohong Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya. Dengan permasalahan (1) bagaimana partisipasi masyarakat dalam pengembangan objek wisata Danum Bahandang di Kelurahan Sei Gohong Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya, (2) bagaimanakah dampak pengembangan objek wisata Danum Bahandang di Kelurahan Sei Gohong Kota Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori partisipasi dan teori pengambangan pariwisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sekunder. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu teknik wawancara, observasi, dokumetasi, kepustakaan, dan teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data peneliti dapat menyimpulkan beberapa hal: (1) partisipasi masyarakat dalam pengembangan objek Wisata Danum Bahandang pengembangan sarana dan prasarana, faktor pendukung sumber daya manusia (SDM), serta faktor penghambat pengelola objek wisata Danum Bahandang tidak melibatkan pemerintah daerah regulasi yang tidak jelas, dan dana terbatas. (2) Dampak pengembangan objek wisata Danum Bahandang, dampak sosial, dampak ekonomi dan dampak ekologi. telah Memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar seperti, membuka lapangan pekerjaan serta meningkatnya taraf hidup.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Agrowisata Larosa Sebagai Daya Tarik Wisatawan di Kota Palangka

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SHINTA CRISTINA GUSTIANIKA, 2023: Pengembangan Agrowisata Larosa Sebagai Daya Tarik Wisatawan di Kota Palangka Raya, Pembimbing I: Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Ag dan Pembimbing II: Buhol, S.Ag., M.Fil.H Agrowisata merupakan serangkain kegiatan pedesaan, termasuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan Bertani, memperlajari kebudayaan lokal, menikmati pemandangan dan keragaman hayati, mempraktekkan pertanian organik dan konvensial, dan memanen buah-buahan serta sayuran tropis. Selain itu, agrowisata juga dapat berperan sebagai media promosi produk pertanian, menjadi media Pendidikan, dan menjadi peluang pengembangan diverifikasi produk agribisnis. Berdasarkan permasalahan dari latar belakang penelitian ini yaitu (1) (Bagaimana perkembangan agrowisata larosa sebagai daya tarik wisatawan di Kota Palangka Raya) (2) Bagaimana kendala Pengembangan Agrowisata Larosa sebagai daya tarik wisatawan di Kota Palangka Raya. Adapun teori yang digunakan dalam mengkaji permasalahan ini yaitu: (1) teori pengembangan pariwisata (2) teori kendala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif, teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui metode, observasi, kepustakaan, wawancara dan dokumentasi. Penentuan informan yang digunakan adalah teknik purposive sampling dengan teknik penentuan innforman dengan pertimbangan tertentu. Penelitian ini dengan menggunakan teknik analisis data yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Hasil penelitian adalah: (1) Pengembangan Agrowisata Larosa, sebagai Daya Tarik Wisatawan di Kota Palangka Raya adalah suatu proses yang dilakukan seorang pengelola disitulah dapat dilihat keadaan Agrowisata Larosa yang sudah cukup berkembang, pengembangan wisata ini di perlakukankan dari tahun ke tahun dan sudah banyak sekali perubahan yang nampak seperti hal ini bisa dilihat dari segi sarana-prasarana. (2) Kendala dalam pengembangan adalah dari pengelolaan fasilitasnya dan kenyamanan, keindahan serta keamanan untuk pengunjung dan kurangnya dana sehingga fasilitas juga terbatas.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PENGEMBANGAN ATRAKSI OBJEK WISATA BUMI PERKEMAHAN PANGLIMA BATUR DI DESA TRAHEAN KECAMATAN TEWEH SELATAN KABUPATEN BARITO UTARA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Fra Wahyu Natalia (2023) Strategi Pengembangan Atraksi Objek Wisata Bumi Perkemahan Panglima Batur di Desa Trahean Kecamatan Teweh Selatan Kabupaten Barito Utara Pembimbing I, Dr. I Wayan Salendra,S.Ag., M.Si Pembimbing II, I Wayan Sutarwam,S.Pd., M.Pd.H Bumi Perkemahan Panglima Batur merupakan salah satu objek wisata unggulan yang ada di Barito Utara. Objek wisata ini memiliki berbagai fasilitas yang penunjang sehingga memungkinkan wisatawan dapat menikmati wisata dengan baik. Meskipun demikian objek wisata ini masih belum memiliki banyak atraksi wisata yang ditawarkan, sejauh ini yang ditawarkan hanya atraksi alamnya saja sedangkan atraksi buatan masih sangat terbatas. Berdasarkan latar belakang diatas maka, permasalahan dalam penelitian ini adalah faktor penghambat dan faktor pendorong pengembangan objek wisata Bumi Perkemahan Panglima Batur dan strategi pengembangan atraksi wisata yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Barito Utara. Teori yang digunakan adalah teori daya tarik wisata dan pengembangan pariwisata. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah pengelola objek wisata Bumi Perkemahan Panglima Batur baik pemerintah maupun masyarakat. Teknik analisis yang digunakan adalah: 1) pengumpulan data 2) reduksi data 3) penyajian data 4) verifikasi (penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat faktor penghambat yang terjadi dalam pengembangan objek wisata adalah: 1) terbatasnya dana, 2) kurangnya sumber daya manusia, 3) kurangnya kesadaran masyarakat, 4) kurangnya kerjasama dengan pihak swasta, dan 5) keterbatasan fasilitas. Selanjutnya terdapat juga faktor pendorong adalah, 1) potensi alam 2) suasana objek wisata yang nyaman, 3) kondisi wisata yang aman, 4) akses yang mudah, dan 5) kemajuan teknologi informasi. Adapun strategi pengembangan atraksi wisata yang dilakukan adalah, 1) menambah berbagai fasilitas, 2) sarana prasarana wisata, 3) meningkatkan promosi wisata, 4) melakukan kerjasama dengan dinas lain serta masyarakat, 5) membuat rencana lanjutan pada hasil pengembangan yang ada, 6) memaksimalkan potensi alam, 7) mengamati apa yang menjadi keinginan masyarakat atau wisatawan. Dengan adanya strategi pengembangan ini akan meningkatkan jumlah pengunjung sehingga pendapatan daerah pun dapat meningkat dan tercapainya target yang telah ditetapkan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Fasilitas dalam Menarik Minat Wisatawan ke Objek Wisata Kahui di Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK WAYAN SULASTRI: (2023) Pengembangan Fasilitas Dalam Menarik Minat Wisatawan Ke Objek Wisata Kahui Di Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya (pembimbing I Handoko, S.Ag., M.Si dan pembimbing II I Wayan Sindia Griya Danika, S.Kom., M.T). Pengembangan pariwisata merupakan suatu rangkaian upaya untuk mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan berbagai sumber daya pariwisata mengintegrasikan segala bentuk aspek diluar pariwisata yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka pada penelitian ini terdapat dua perumusan masalah dalam skripsi ini adalah, (1) Bagaimana pengembangan fasilitas dalam menarik minat wisatawan ke objek wisata kahui di kecamatan bukit batu kota palangka raya, (2) bagaimana kendala pengembangan fasilitas dalam menarik minat wisatawan ke objek wisata kahui di kecamatan bukit batu kota palangka raya. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah, (1) Teori pengembangan pariwisata (2) Teori kendala. Subjek penelitian ini adalah mulai dari: pemilik objek wisata kahui, penjaga objek wisata kahui, lurah kelurahan sei gohong, masyarakat lokal yang ada di sekitar objek wisata kahui, dan wisatawan yang berkunjung ke objek wisata kahui. Hasil penelitian ini adalah, (1) untuk mengetahui pengembangan fasilitas objek wisata kahui, (2) untuk mengetahui kendala dalam pengembangan fasilitas objek wisata kahui. Hasil kajian penulis dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengembangan fasilitas dalam menarik minat wisatawan ke objek wisata kahui meliputi pengembangan atraksi wisata, fasilitas wisata, infrastruktur wisata, transportasi wisata dan hospitality (keramah-tamahan). Kendala yang di alami dalam pengembangan wisata kahui yaitu kurang flaying fox, dermaga tepi sungai, penampilan tarian daerah dayak Kalimantan tengah, tracking malam, paket wisata penelitian tumbuhan dan binatang, warung, penginapan, toilet, jalan, bus pariwisata dan kemanan serta pelayanan yang masih akan dikembangkan untuk meningkatkan daya tarik wisatawan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Eksistensi Objek Wisata Air Terjun Jantur Tawaon di Desa Pendreh Kabupaten Barito Utara

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK AMELIA, 2023: Eksistensi Objek Wisata Air Terjun Jantur Tawaon di Desa Pendreh Kabupaten Barito Utara. Pembimbing I: Dr. Wayan Gepu, S.Ag., M.Fil.H dan Pembimbing II: Wentin, S.Ag., M.Pd.H Air Terjun Jantur Tawaon di Desa Pendreh Kabupaten Barito Utara, merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi untuk dijadikan sebagai destinasi wisata. Potensi yang ada di objek wisata Air Terjun Jantur Tawaon, berupa sumber daya alam yang menonjol yaitu bebatuan, flora dan fauna. Objek wisata Air Terjun Jantur Tawaon tentunya memerlukan pengembangan yang berkelanjutan untuk menjaga ke eksistensiannya agar tetap terjaga dan diminati oleh pengunjung. Eksistensi tempat wisata perlu dilakukan untuk memberi dampak keberadaan wisata Air Terjun Jantur Tawaon di Desa Pendreh Kabupaten Barito Utara. Akan tetapi, wisata alam Air Terjun Jantur Tawaon masih kurang eksis karena keberadaannya masih kurang diketahui oleh masyarakat dan wisatawan. Berdasarkan permasalahan dari latar belakang penelitian ini maka rumusan masalah pada penelitian ini, yaitu (1) Bagaimanakah eksistensi objek wisata Air Terjun Jantur Tawaon di Desa Pendreh Kabupaten Barito Utara (2) Apakah faktor yang menjadi kendala dalam pengelolaan objek wisata Air Terjun Jantur Tawaon di Desa Pendreh Kabupaten Barito Utara. Adapun teori yang digunakan dalam mengkaji permasalahan ini yaitu: (1) Teori Eksistensi (2) Teori Manajemen Sumber Daya Manusia (3) Teori Pariwisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif, teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui metode: observasi, kepustakaan, wawancara dan dokumentasi. Penentuan informan yang digunakan adalah teknik snowball sampling dengan teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Objek wisata Air Terjun Jantur Tawaon sangat perlu dalam eksistensi terhadap keberadaan dari wisata Air Terjun ini oleh karena itu, perlunya pemasaran dan promosi untuk meningkatkan ke eksistensiannya dari objek wisata Air Terjun Jantur Tawaon di Desa Pendreh, (2) Faktor kendala dalam pengelolaan objek wisata Air Terjun Jantur Tawaon diantaranya sebagai berikut: (a) merupakan kawasan cagar alam atau kawasan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), (b) Belum mendapatkan izin untuk mengelola (c) adanya pemukiman masyarakat, serta tanaman-tanaman masyarakat yang berladang, (d) Banyaknya sampah yang berserakan sehingga kebersihan di lingkungan objek wisata masih kurang.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PEMERINTAH DESA DALAM PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN JANTUR DOYAM DI DESA NIHAN HILIR KECEMATAN LAHEI BARAT KABUPATEN BARITO UTARA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK NORI, 2021. Strategi Pemerintah Desa Dalam Pengembangan Objek Wisata Air Terjun Jantur Doyam Di Desa Nihan Hilir Kecematan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Pembimbing I : Budi Purnomo, SH.,M.Si Dan Pembimbing II : I Wayan Sindia Griya Danika, S.Kom., M.T. Sektor pariwisata merupakan salah satu potensi yang pada saat ini masih terus dikembangkan sebagai sumber pendapatan daerah. Di Desa Nihan Hilir Kecematan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara sendiri memiliki sektor pariwisata unggulan yang menjadi magnet penarik pembangunan ekonomi yang sangat besar untuk meningkatkan aset pendapatan daerah. Objek wista unggulan tersebut dikenal dengan Objek Wisata Air Terjun Jantur Doyam. Air Terjun Jantur Doyam merupakan objek wisata alam yang dikelola langsung oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Barito Utara. Dengan adanya objek wisata Air Terjun Jantur Doyam tersebut diharapkan dapat memberikan peluang yang besar dalam kesempatan menciptakan lapangan kerja dan mengurangi serta mampu menanggulangi angka kemiskinan. Seiring berkembang dan majunya suatu objek wisata maka semakin untung yang dirasakan oleh masyarakat. Pengembangan Objek Wisata Air Terjun Jantur Doyam juga banyak dihadapkan dengan berbagai kendala yang berpotensi menghambat berjalannya rencana pengembangan dan pembangunan objek wisata daerah. Maka dari itu Pemerintah Desa Nihan Hilir Kecematan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara saat ini berusaha keras melakukan berbagai upaya yang dapat menanggulangi kendala yang sering dihadapi. Berdasarkan pembahasan diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Kendala apa saja yang dialami dalam pengembangan objek wisata Air Terjun Jantur Doyam Di Desa Nihan Hilir Kecematan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara? (2) Bagaimana strategi pemerintah desa dalam pengembangan objek wisata air terjun jantur doyam Di Desa Nihan Hilir Kecematan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara? (3) Bagaimana bentuk pelaksanaan strategi pemerintah desa dalam pengembangan objek wisata Air Terjun Jantur Doyam Di Desa Nihan Hilir Kecematan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara? Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah : (1) Teori Pembangunan dan (2) Teori Pengembangan Pariwisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hal ini dikarenakan penulis ingin mendiskripsikan data lapangan mengenai permasalah penelitian, teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu, observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian Strategi Pemerintah Desa Dalam Pengembangan Objek Wisata Air Terjun Jantur Doyam belum terlaksana secara optimal. Pengembangan yang dilakukan yaitu (1) menyediakan sarana dan prasarana penunjang pariwisata serta (2) pengembangan promosi wisata. Kendala yang dihadapi dalam pengembangan objek wisata Air Terjun Jantur Doyam yaitu terbatasnya anggaran dana, terbatasnya sumber daya manusia, belum optimalnya strategi pengembangan objek wisata Air Terjun Jantur Doyam dan promosi wisata. (3) Upaya yang dilakukan menambah fasilitas, meningkatkan sosialisasi sadar wisata, melakukan perbaikan infrastruktur dan kerjasama dengan pihak terkait dalam pengembangan objek wisata Air Terjun Jantur Doyam. Kata Kunci : Strategi Pemerintah Desa Dalam Pengembangan Objek Wisata Air Terjun Jantur Doyam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail