Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

NITA ANUGRAHNI

2 karya publik ditemukan.

2024: 2

PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA SISWA MATA PELAJARAN IPA DI SDN 3 KALAHIEN KECAMATAN DUSUN SELATAN KABUPATEN BARITO SELATAN

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Anugrahni, Nita. 2024. Peran Guru Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran IPA di SDN 3 Kalahien Kecamatan Dusun selatan Kabupaten Barito Selatan. Skripsi Srata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Institut Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A dan pembimbing II Krisma Natalia, M.Pd Skripsi ini mengkaji tentang peran guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPA di SDN 3 Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. Berpikir kritis adalah kemampuan berpikir secara rasional dan tertata untuk memahami hubungan antara ide dan/atau fakta. Penelitian ini berfokus pada tiga rumusan masalah: (1) Bagaimana peran guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPA? (2) Apa saja faktor penghambat yang dihadapi guru dalam upaya tersebut? (3) Bagaimana upaya guru mengatasi hambatan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa? Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengetahuan khususnya mengenai peran guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada siswa mata pelajaran IPA di SDN 3 Kalahien. Teori yang digunakan dalam analisis adalah teori Behavioristik. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, berlokasi di SDN 3 Kalahien, dan menggunakan sumber data primer dan sekunder. Subjek penelitian adalah Guru Kelas V, siswa kelas V, dan Kepala Sekolah SDN 3 Kalahien. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Berpikir kritis adalah kemampuan berpikir jernih dan rasional tentang apa yang harus dilakukan atau dipercayai, diukur melalui lima indikator: kemampuan menganalisis, mensintesis, memecahkan masalah, menyimpulkan, dan mengevaluasi. (2) Hambatan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis meliputi karakter siswa, kurangnya keaktifan belajar, sopan santun, dan konsentrasi belajar, serta faktor internal seperti kesehatan, minat belajar, dan kemampuan siswa, serta faktor eksternal seperti keluarga, masyarakat, dan lingkungan. (3) Upaya guru kelas V dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa termasuk memberikan tes kemampuan berpikir kritis dan memberikan reward/hadiah.

Peran Guru dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis pada Siswa Mata Pelajaran IPA di SDN 3 Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anugrahni, Nita. 2024. Peran Guru Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran IPA di SDN 3 Kalahien Kecamatan Dusun selatan Kabupaten Barito Selatan. Skripsi Srata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Institut Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A dan pembimbing II Krisma Natalia, M.Pd Skripsi ini mengkaji tentang peran guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPA di SDN 3 Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. Berpikir kritis adalah kemampuan berpikir secara rasional dan tertata untuk memahami hubungan antara ide dan/atau fakta. Penelitian ini berfokus pada tiga rumusan masalah: (1) Bagaimana peran guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPA? (2) Apa saja faktor penghambat yang dihadapi guru dalam upaya tersebut? (3) Bagaimana upaya guru mengatasi hambatan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa? Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengetahuan khususnya mengenai peran guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada siswa mata pelajaran IPA di SDN 3 Kalahien. Teori yang digunakan dalam analisis adalah teori Behavioristik. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, berlokasi di SDN 3 Kalahien, dan menggunakan sumber data primer dan sekunder. Subjek penelitian adalah Guru Kelas V, siswa kelas V, dan Kepala Sekolah SDN 3 Kalahien. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Berpikir kritis adalah kemampuan berpikir jernih dan rasional tentang apa yang harus dilakukan atau dipercayai, diukur melalui lima indikator: kemampuan menganalisis, mensintesis, memecahkan masalah, menyimpulkan, dan mengevaluasi. (2) Hambatan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis meliputi karakter siswa, kurangnya keaktifan belajar, sopan santun, dan konsentrasi belajar, serta faktor internal seperti kesehatan, minat belajar, dan kemampuan siswa, serta faktor eksternal seperti keluarga, masyarakat, dan lingkungan. (3) Upaya guru kelas V dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa termasuk memberikan tes kemampuan berpikir kritis dan memberikan reward/hadiah.