Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

22 hasil
Subjek: Pengelola
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengelolaan Objek Wisata Liang Pandan dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Murung Kabupaten Murung Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Refi Marisca, 2025: Pengelolaan Objek Wisata Liang Pandan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Murung Kabupaten Murung Raya, Prodi Pramuwisata Budaya dan Keagamaan, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangkaraya, Pembimbing 1: Dr. Wayan Gepu,. S.Ag., M.Fil.H Pembimbing 2: Muthia Farida, M.Pd Pengelolaan objek wisata alam memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan ekonomi lokal, namun implementasinya sering menghadapi kendala struktural serta partisipasi masyarakat yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi pengelolaan objek wisata Liang Pandan terhadap ekonomi masyarakat di Kabupaten Murung Raya, serta mengidentifikasi faktor pendukung, hambatan, dan strategi optimalisasi pengelolaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, melibatkan 10 informan purposive yang terdiri atas unsur pemerintah, pengelola Pokdarwis, masyarakat lokal, dan wisatawan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Liang Pandan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat melalui munculnya UMKM, jasa parkir, homestay, dan usaha mikro lainnya. Faktor pendukung utama meliputi dukungan regulasi pemerintah, peran aktif Pokdarwis, partisipasi masyarakat, serta promosi alami melalui media sosial wisatawan. Hambatan yang dihadapi mencakup keterbatasan infrastruktur dan anggaran, rendahnya kapasitas SDM pengelola, kurangnya promosi digital kelembagaan, serta persoalan kebersihan dan perilaku vandalisme. Pengelolaan objek wisata Liang Pandan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha kecil dan kesempatan kerja lokal, menegaskan peran pariwisata berbasis masyarakat sebagai motor pembangunan ekonomi daerah. Strategi optimalisasi pengelolaan meliputi penguatan kolaborasi multipihak, pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas SDM, promosi berbasis digital, serta tata kelola lingkungan yang berkelanjutan. Temuan ini memperkuat teori Pariwisata Berkelanjutan, Local Economic Development, dan Community-Based Tourism (CBT), serta memberikan bukti empiris mengenai pentingnya tata kelola partisipatif dalam pengembangan wisata alam di Kalimantan Tengah.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Peran Pemerintah dalam Pengelolaan Objek Taman Wisata Kumkum di Kota Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Yaya Noprisia, 2025 : Peran Pemerintah dalam Pengelolaan Objek Taman Wisata Kumkum di Kota Palangka Raya . Peran Pemerintah dalam Pengelolaan Objek Taman Wisata Kum-kum di Kota Palangka Raya melalui promosi dalam memperluas daya tarik objek wisata terhadap calon wisatawan.. Atas dasar anggapan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada dua aspek permasalahan, yaitu (1) Bagaimana Peran Pemerintah dalam Pengelolaan Objek Taman Wisata Kumkum di Kota Palangka Raya.?, (2) Apakah faktor Kendala dan Upaya Peran Pemerintah dalam Pengelolaan Objek Taman Wisata Kum-kum di Kota Palangka Raya.?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan landasan analisis, digunakan Teori Manajemen dan Teori Kendala. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Berdasarkan telaah dan metode analisis tersebut dapat diasumsikan sebagai berikut. Pertama Strategi Peningkatan Daya Tarik Wisatawan Taman Wisata Kum-Kum Kota Palangka Raya berdasarkan pada dua elemen dasar yakni promosi objek wisata, dan Media promosi objek wisata. dua elemen tersebut saling terkait menjadi satu keutuhan yang terartikulasikan pada Strategi Pemerintah dalam Promosi Taman Wisata Kum-Kum Kota Palangka Raya. Promosi aspek kebudayaan dan jenis pariwisatanya masih sangat kurang oleh karena itu dibutuhkannya media promosi guna mengenalkan kepada khalayak publik tentang potensi tempat Taman Wisata Kum-Kum Kota Palangka Raya. Sedangkan media promosi tidak lepas dari peranan desain, biasanya makna tersampaikannya suatu promosi harus didasari dengan desain yang menarik agar khalayak umum dapat mengerti apa maksud yang disampaikan oleh promosi tersebut. Promosi biasanya mencakup kepada Iklan. Kedua, Kendala utama yang dihadapi saat ini adalah masalah anggaran itu sendiri, pada saat ini masih terbatas untuk pengelolaan dan pengembangan kawasan Taman Wisata Kum-Kum Kota Palangka Raya, terutama untuk pengembangan fasilitas di wisata tersebut. Yang kedua belum tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) yang betul-betul mampu untuk melihat peluang maupun tantangan dari sektor kepariwisataan di wilayah Kota Palangka Raya.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Pengelolaan Kelas terhadap Minat Belajar Siswa Kelas V C pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SDN Percobaan Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kusni Susanti, 2025. Pengaruh Pengelolaan Kelas Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas V C Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Di SDN Percobaan Palangka Raya Skripsi: Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN TP) Palangka Raya. Pembimbing I Tri Aspiyana M.Pd., Pembimbing II Santang S.Pd., M. Hum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengelolaan kelas terhadap minat belajar siswa kelas V C dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia di SDN Percobaan Palangka Raya. Permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah rendahnya minat belajar siswa, yang ditunjukkan melalui kurangnya perhatian selama proses pembelajaran berlangsung, dominasi metode pembelajaran ceramah yang bersifat monoton, serta minimnya upaya guru dalam memberikan motivasi kepada peserta didik. Dalam konteks tersebut, pengelolaan kelas yang baik diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif, interaktif, dan menyenangkan, sehingga mampu mendorong peningkatan minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei sebagai teknik utama. Sampel penelitian terdiri dari 30 siswa kelas V C yang dipilih secara keseluruhan (total sampling). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket, observasi langsung di kelas, serta dokumentasi pendukung. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Spearman untuk mengetahui hubungan antara variabel pengelolaan kelas dan minat belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pengelolaan kelas dan minat belajar siswa. Artinya, semakin baik kualitas pengelolaan kelas oleh guru, maka semakin tinggi pula minat siswa dalam mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia. Temuan ini menegaskan bahwa strategi pengelolaan kelas yang efektif merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan motivasi dan antusiasme siswa terhadap proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru diharapkan dapat merancang dan menerapkan manajemen kelas yang inovatif dan adaptif agar suasana belajar menjadi lebih menarik dan optimal. Kata Kunci: Pengelolaan Kelas, Minat Belajar, Bahasa Indonesia, Siswa Sekolah Dasar

11 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Transformasi Adi Widya Pasraman Menjadi Adi Widyalaya dan Implikasinya terhadap Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya serta implikasinya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Transformasi ini didorong oleh terbitnya Peraturan Menteri Agama Nomor 2 tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Widyalaya. Terbitnya Peraturan Menteri Agama ini bertujuan untuk mengubah status pasraman formal menjadi satuan pendidikan Widyalaya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis dan mendeskripsikan proses transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya, (2) mendeskripsikan implikasi transformasi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memahami, menganalisis, dan mendeskripsikan transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya serta implikasinya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Lokasi penelitian dilakukan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Informan dalam penelitian ini terdiri dari koordinator pendidikan, kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dibantu dengan menggunakan pedoman observasi, dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif menurut Miles & Huberman (2014). Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa proses transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya harus melengkapi persyaratan, mulai dari persyaratan administratif, teknis, dan kelayakan pendirian. Dengan melengkapi persyaratan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah melakukan verifikasi terhadap berkas tersebut dan selanjutnya diserahkan kepada Direktur Jenderal Bimas Hindu RI. Implikasi transformasi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya memberikan dampak yang positif terhadap delapan standar nasional pendidikan.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengelolaan Keamanan dan Keselamatan bagi Pengunjung Wisata Susur Sungai Sebangau di Kota Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

I Dewa Nyoman Adhiwidya Parinatha,2025, Pengelolaan Keamanan dan Keselamatan Bagi Pengunjung Wisata Susur Sungai Sebangau di Kota Palangka Raya.. Prodi Pramuwisata Budaya dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing I Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si Dan Pembimbing II Budi Purnomo, SH., M.Si. Pengelolaan merupakan suatu proses atau cara yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk melaksanakan kegiatan tertentu, dimana pengawasan yang berkaitan selama pelaksanaan selalu diberikan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sehingga pengelolaan keamanan dan keselamatan sangat diperlukan untuk menunjang kegiatan pariwisata yang aman. Berdasarkan latar belakang di atas, maka pada penelitian ini terdapat tiga perumusan masalah dalam skripsi ini adalah; (1) Bagaimana pengelolaan keamanan dan keselamatan Wisata Susur Sungai Sebangau (2) Apa kendala pengelolaan keamanan dan keselamatan Wisata Susur Sungai Sebangau (3) Apa solusi dalam upaya mengatasi kendala pengelolaan keamanan dan keselamatan Wisata Susur Sungai Sebangau. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah; observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah; (1) Teori Manajemen dan (2) Teori Kendala. Subjek penelitian ini adalah pelaku wisata dan penyedia layanan jasa. Hasil penelitian ini adalah; (1) Pengelola rutin melakukan pemeriksaan kelayakan armada wisata; setiap perahu susur sungai diwajibkan dilengkapi perlengkapan keselamatan seperti jaket pelampung, penerangan, dan alat komunikasi sebelum dioperasikan (2) Terdapat beberapa kendala antara lain Kondisi Alam, SDM, Teknis dan Promosi (3) Berbagai solusi telah dilaksanakan untuk mengatasi kendala-kendala tersebut.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Partisipasi Pemerintah Desa dalam Pengelolaan Rumah Betang Toyoi untuk Menarik Minat Wisatawan di Desa Tumbang Malahoi Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Partisipasi Pemerintah Desa Dalam Pengelolaan Rumah Betang Toyoi Untuk Menarik Minat Wisatawan Di Desa Tumbang Malahoi Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas

7 dilihat · 1 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengembangan Dan Pengelolaan Aset Wisata Alam Riam Gahis Di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

NOVA, 2023 : Pengembangan Dan Pengelolaan Wisata Alam Riam Gahis Di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan, Prodi Pramuwisata Budaya Dan Keagaamaan, Fakultas Dharma Dhuta Dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I : Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si, Pembimbing II : I Gusti Agung Dharmawan, S.Pd.H., M.Pd Wisata Alam Riam Gahis merupakan salah satu wisata yang berada di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Wisata ini merupakan wisata yang berbasis alam yang alami, daya tarik dari wisata yang dimiliki yaitu alam yang alami serta keadaan hutan yang masih asri dan air sungai dengan banyaknya bebatuan menimbulkan gelombang yang indah, pemandangan inilah yang memberikan pemandangan yang indah untuk dinikmati para pengunjung wisatawan. Berdasarkan latar belakang, maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu; (1) Bagaimana Partisipasi Pemerintah Desa Dalam Pengelolaan Wisata Alam Riam Gahis Di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan; (2) Apa Faktor Penghambat Dan Pendukung Aset Wisata Alam Riam Gahis Di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah; observasi, wawancara, dokumentasi. Dalam penelitian ini juga menggunakan metode purposif sampling, dimana informan sudah ditentukan yaitu 3 Pemerintah Desa, pengelola Wisata serta pengunjung/masyarakat. Teori yang digunakan untuk mengkaji penelitian ini adalah; (1) Teori Manajemen, (2) Teori Pengembangan. Hasil penelitian ini dapat adalah; (1) Partisipasi yang dilakukan pihak Pemerintah Desa atau Tim Pengelola dalam pengelolaan guna mencapai sasaran yang hendak dituju.(2) Faktor penghambat dan pendukung yang dihadapi yaitu kurangnya anggaran dana untuk pengelolaan serta pengembangan, kurangnya kerjasama antar Pemerintah Desa maupun tim pengelola wisata. Faktor pendukung Wisata Alam Riam Gahis memiliki Alam yang sangat alami serta tempat yang menarik dengan alam yang indah dan sejuk.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Strategi Pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling Dalam Meningkatkan Minat Pengunjung Di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SINDI NOVIANTI, 2023: Strategi Pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling dalam Meningkatkan Minat Pengunjung di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah. Pembimbing I: Dr. Kadek Sukiada, S.Ag.,M.Si dan Pembimbing II: I Made Darsana, S.Pd., M.Pd Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling termasuk tipe ekosistem hutan hujan tropika dataran rendah atau hutan rawa. Berdasarkan permasalahan latar belakang penelitian ini yaitu (1) Bagaimana strategi pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling dalam meningkatkan minat pengunjung di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah, (2) Bagaimana kendala pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling dalam meningkatkan minat pengunjung di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah; observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan ini adalah; (1) Teori Pariwisata, (2) Teori Manajemen. Subjek penelitian ini adalah Pengelola Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling, Lurah Banturung, Pengunjung dan Masyarakat. Hasil penelitian ini adalah; (1) Strategi pengelolaan yang dilakukan pihak pengelola adalah memberikan kualitas pelayanan yang baik, melakukan promosi wisata melalui media sosial dan kegiatan seperti Bike To Nature TWA Bukit Tangkiling yang berhubungan dengan banyak orang sehingga wisatawan mengetahui dan mengenal Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling, (2) Kendala pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling terbatasnya anggaran dana dalam pengelolaan sehingga mempengaruhi kelengkapan fasilitas dan sarana prasarana. Kata kunci: Pengelolaan, Taman Wisata Alam, Bukit Tangkiling

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGGELOLAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI SMPN 3 TIMPAH KECAMATAN TIMPAH KABUPATEN KAPUAS

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Mersie, 2022. berjudul Penggelolaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMPN 3 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Skripsi Fakultas Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I, Mitro,S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II, Lilik, S.Ag.,M.Pd.H . Pelaksanaan pembelajaran agama Hindu khususnya dalam pengelolaan pembelajaran di SMPN 3 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas, merupakan tugas dan tanggung jawab guru sebagai pendidik dalam membantu dan membimbing anak didiknya untuk mencapai seluruh aspek yang ada pada anak didinya sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Dengan tujuan penelitian yaitu: 1) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang pengelolaan pembelajaran pendidikan agama Hindu, 2) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan kendala yang dihadapi oleh guru agama Hindu dalam pengelolaan pembelajaran agama Hindu dan 3) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan upaya yang dilakukan guru agama Hindu dalam meningkatkan pengelolaan pembelajaran agama Hindu di SMPN 3 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan informan adalah metode Purposive Sampling. Hasil dari penelitian ini yaitu guru agama Hindu menyusun RPP dan Silabus yang mengacu kepada kurikulum K 13, dan diperiksa serta ditanda tangani oleh kepala sekolah. Aspek dalam penyusunan perencanaan pembelajaran yaitu aspek tujuan pembelajaran, bahan atau isi pelajaran, metode dan teknik pembelajaran yang digunakan serta pelaksanaan evaluasi. Dalam membuka pelajaran, guru selalu menyampaikan penganjali umat. Guru memperhatikan keadaan atau situasi kelas, pelaksanaan apersepsi hanya dilakukan kadang-kadang saja, Metode yang sering digunakan adalah metode ceramah diselingi dengan metode Tanya jawab, pelaksanaan Post tes kadang-kadang dilakukan, sering dengan memberikan pekerjaan rumah. Mengadakan tes tengah semester, kemudian tes akhir semester sesuai dengan jadwal. Tidak semua hasil tes disampaikan kepada siswa, hanya hasil tes tengah semester. Kendala buku paket pelajaran, Ruangan belajar agama, Sarana dan prasarana penunjang pembelajaran yang berbasis IT, Sarana dan prasarana untuk praktek persembahyangan basarah tidak ada. Mengupayakan memfoto copy buku paket, dan untuk perlengkapan sarana dan prasaranan praktek persembahyangan. Mengusulkan kepada pemerintah agar dapat penambahan ruangan belajar bagi siswa.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

UPAYA GURU AGAMA HINDU DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA AGAMA HINDU PADA MASA PANDEMI COVID 19 DI SEKOLAH DASAR NEGERI 2 TIMPAH KECAMATAN TIMPAH KABUPATEN KAPUAS

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mita, 2022. berjudul Upaya Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa Agama Hindu Pada Masa Pandemi Covid 19 di Sekolah Dasar Negeri 2 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Skripsi Jurusan Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I, Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si dan Pembimbing II, I Made Paramarta, S.Ag.,M.Si . Pelaksanaan pembelajaran agama Hindu khususnya dalam upaya meningkatkan kedispilinan belajar siswa agama Hindu pada masa pandemi covid 19, merupakan tugas yang sangat berat bagi guru sebagai pendidik dalam membantu dan membimbing anak didiknya untuk mencapai keberhasilan. Dengan tujuan penelitian yaitu: Untuk mengetahui upaya dan kendala yang dilakukan oleh guru agama Hindu dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa agama Hindu saat pandemi covid 19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan informan adalah metode Purposive Sampling. Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kedisplinan dan motivasi belajar siswa agama Hindu SDN 2 Timpah masa pandemic covid 19 yaitu sistem pembelajaran dari rumah, dan membuat group WA, terjadi penurunan kedisiplinan dan motivasi belajar siswa, faktor yang mempengaruhi terjadinya penurunan kedisplinan dan motivasi siswa dalam belajar yaitu karena pembelajaran dari rumah kurang pengawasan dari guru dan orang tua siswa., factor sarana dan prasarana pendukung yang kurang, orang tua siswa kurang fasih dalam penggunaan media pembelajaran daring. Guru agama Hindu telah melakukan komunikasi dengan orang tua siswa, melalui WA group, mengingatkan via WA group agar tugas yang berikan untuk dikerjakan tepat waktu dan selalu berupaya untuk memberikan jawaban kepada siswa yang bertanya dalam WA Group. Guru memberikan sangsi berupa penurunan nilai, sehingga dengan adanya sangsi tugas siswa dapat dikumpulkan tepat waktu. guru memberikan nasehat atau teguran kepada siswa agar mereka selalu rajib belajar, mengerjakan tugasnya tepat waktu. Guru dalam menyampaikan tata tertib tidak dibuatkan secara khusus, melainkan hanya menyampaikan via Chat di WA group. Guru agama Hindu mengadakan absensi siswa pada jam pelajaran untuk mengetahui keadaan siswa, guru agama Hindu selalu memberikan arahan, nasehat, motivasi, memberikan pujian atau reward kepada siswa yang memiliki keberhasilan, Kendala yang dirasakan oleh guru agama Hindu dalam meningkatkan kedisiplinan dan motivasi belajar siswa agama Hindu di masa pandemic covid 19 yaitu: 1). Keterlibatan orang tua siswa yang kurang untuk mengawasi anak dalam belajar maupun menyelesaikan tugas, 2). Kurangnya penguasaan media pembelajaran berbasis daring baik itu guru agama Hindu maupun siswa atau orang tua siswa dan 3). Kendala biaya baik yang diraskan oleh guru maupun orang tua siswa.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

URGENSI PENGELOLAAN WISATA RELIGI BATU BANAMA DI KELURAHAN TANGKILING KECAMATAN BUKIT BATU KOTA PALANGKA RAYA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

LINDRA, 2022: Urgensi Pengelolaan Wisata Religi Batu Banama di Kelurahan TangkilingKecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya,Prodi Pramuwisata Budaya dan Keagamaan Fakultas Dharma Duta Dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangka Raya.PembimbingI:Buhol,S.Ag.M.Fil.H,dan pembembing II: Wentin, S.Ag., M.Pd. Wisata religi Batu Banama merupakan salah satu wisata yang ada di Kelurahan Tangkiling Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya. Objek wisata ini merupakan wisata religi yang berbasis alam , daya tarik wisata yang dimiliki yaitu banyak batu-batu yang berbukit dan salah satunya Batu Banama yang memiliki legenda tersendiri dan wisata Batu Banama juga memiliki keindahan alam yang sangat asri memberikan pemandangan yang indah untuk memanjakan mata wisatawan atau pengunjung. Berdasarkan latar belakang , maka rumusakan masalah dalam penelitian ini yaitu : (1) apa hambatan dalam Pengelolaan Wisata Religi Batu Banama Di Kelurahan Tangkiling Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya, (2) Bagaimana Pengelolaan Wisata Religi Batu Banama Di Kelurahan Tangkiling Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya. Metode peneliti yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif. Hal ini dikarenakan penulis ingin mendeskripsikan data lapangan mengenai permasalahan penelitian, teknik pengumpulan data pade penelitian ini menggunakan teknik purposif sampling dengan pertimbangan tertentu. Penelitian ini menggunakan teknik analisis daya yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: (1) teori hambatan, (2) teori manajemen pariwisata. Hasil kajian yang dapat disimpulkan bahwa : (1) hambatan yang dihadapi oleh pengelola yaitu kekurangan dana untuk kemajuan wisata dan untuk membuat sarana prasanan yang yang baru dan memperbarui fasilitas yang ada dan sampahsampah di objek wisata masih banyak berserakan masih belum teratasi dengan baik. (2) pengelolaan wisata religi batu banama yaitu dengan meningkatkan promosi wisata melalui media sosial agar bisa diketahui oleh masyarakat luas dan pengelola harus mempunyai Sumber Daya Manusia (SDM) tentang ilmu pariwisata untuk dituangkan dalam objek wisata tersebut.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP GOOD GOVERNANCE PADA PEMERINTAHAN DESA DALAM PENGELOLAAN DANA DESA DI DESA PAYANG ARA KECAMATAN GUNUNG TIMANG KABUPATEN BARITO UTARA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ASDA PRANTINA SUMARIASOPA, 2022, Penerapan Prinsip-Prinsip Good Governace Pada Pemerintahan Desa Dalam Pengelolaan Dana Desa Di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Skripsi Strata Satu Program Studi Hukum Agama Hindu Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri “Tampung Penyang” (IAHN-TP) Palangka Raya Pembimbing (I). Dr. I Made Kastama, SH.,MH Pembimbing (II). Armadiansyah, S.Ag,SH,MH. Pada dasarnya penerapan Prinsip-Prinsip Good Governance adalah upaya untuk menciptakan tata pemerintahan yang baik, bersih, efektif dan efisien. Sebagai pedoman perilaku dalam sistem pengelolaan pemerintahan di Indonesia yang lebih populer dengan istilah Good Governance. Masalah yang diteliti dalam Skripsi ini mencakup 2 (dua) hal yaitu : (1) Bagaimana Prinsip-Prinsip Good Governance yang di Jalankan Kepala Desa dalam Pengelolaan Dana Desa di Desa Payang Ara, Kecamatan Gunung Timang, Kabupaten Barito Utara ? (2)Bagaimana Strategi Pemerintah Desa Payang Ara Untuk Mencegah Tindak Pidana Korupsi Dana Desa di Desa Payang Ara, Kecamatan Gunung Timang, Kabupaten Barito Utara ? Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kewenangan dan teori relatif atau teori tujuan hukum pidana. Adapun jenis penelitian ini adalah yuridis empiris dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengambil lokasi penelitian di Desa Payang Ara Kecamatn Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Dari hasil penelitian dan analisis data tersebut disimpulkan bahwa : 1) Penerapan prinsip-prinsip good governance yang dijalankan Kepala Desa Payang Ara sesuai dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara Yang Bersih Dan Bebas Dari Korupsi, Kolusi Dan Nepotisme dan Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa 2) Strategi Pemerintah Desa Payang Ara untuk mencegah tindak pidana korupsi dana desa yaitu dalam setiap perencanaan kegiatan dan penggunaan anggaran selalu melibatkan BPD dan masyarakat Desa Payang Ara sebagai salah satu upaya transparansi yang nyata, sehingga keuangan desa tidak di salah gunakan sesuai yang diamanatkan dalam pasal 2 ayat (1) Peraturan Menteri Dalam Negeri No 20 Tahun 2018 menyatakan bahwa “keuangan desa dikelola berdasarkan asas transparansi, akuntabel, partisipatif serta dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran. Adapun upaya Pemerintah Desa Payang Ara untuk mencegah tindak pidana korupsi dana desa yaitu dengan menggunakan aplikasi sistem keuangan desa yang memudahkan dalam pengelolaan anggaran agar lebih terarah dan transparan penggunaannya.

12 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGELOLAAN WISATA EDUKASI MUSEUM BALANGA DI KOTA PALANGKA RAYA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Natalia,2022. Pengelolan Wisata Edukasi Museum Balanga Di Kota Palangka Raya.Pembimbing I:Wentin, S.Ag., M.Pd.H, dan pembimbing II: Bapak Dr.Anak Agung Gede Wiranata, S.Ag.,M.Ag Museum Balanga memiliki sifat pendidikan budaya dari Suku Dayak yang ada di Kalimantan Tengah,diantaranya adalah seperti melakukan pengadaan dan juga konservasi benda benda budaya untuk dipamerkan ke masyarakat luas yang dalam hal ini fungsi museum balanga sebagai wisata edukasi yang memberikan pendidikan kepada masyarakat luas. Sisi positif yang disajikan museum untuk publik atau dari kunjungan ke museum tidak dapat dihindari bahwa masih ada sebagian atau sekelompok masyarakat yang memiliki cara pandang (paradigma) kurang baik tentang museum. Suatu kesan yang menganggap museum tidak lebih dari gudang atau tempat benda-benda kuno untuk tujuan dipamerkan ke masyarakat dan tanpa nilai, oleh karena itu pengelolaan museum perlu memberikan pemahaman mengenai arti, manfaat dar: tujuan pendirian atau pengelolaan museum. Dilihat dari pembahasaan di atas maka rumus masalah dalam penelitian ini adalah : (1)Bagaimanakah Pengelolaan wisata edukasi di museum Balanga Kota Palangka Raya (2) Apakah yang menjadi Implikasi dari pengelolaan wisata edukasi di museum Balanga Kota Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) Teori Konstruktivisme dan (2) teori pengaruh. Adapun metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, hal ini dikarenakan penulis ingin mendeskripsikan data lapangan mengenai permasalahan penelitian,teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan purposive sampeling dengan pertimbangan tertentu. Penelitian ini menggunkan teknik analisis data yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil kesimpulan dalam penelitian ini yaitu Pengelolan wisata edukasi di Museum Balanga masih kurang tertata dengan baik, di Museum Balanga sendiri tidak memiliki sop ( standar operating procedure) yang telah di perbarui dalam pelayan terhadap wisatawan. Kendala pelaksanaan perawatan dan pembersihan benda- benda koleksi Museum Balanga adalah kurangnya stap yang bekerja, terutarna pekerja laki - laki dan tidak adanya ahli di bidang arkeologi untuk pengklasifikasian benda- benda koleksi. Dampak wisata edukasi Museum Balanga terhadap wisatawan terutama pelajar ataupun mahasiswa sangat positif yang memberikan pembelajaran edukasi tentang kebudayan suku dayak, mengenal ritual Agama Hindu Kaharingan dari upacara kelahiran, perkawinan sampai kematian dan pengenal tentang tokoh suku dayak yaitu bapak Tjilik Riwut.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

STRATEGI PENGELOLAAN WISATA ALAM TITIAN DANAU BARUH DI DESA BUKIT BAMBA KECAMATAN KAHAYAN TENGAH KABUPATEN PULANG PISAU

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Titian Danau Baruh merupakan salah satu wisata yang ada di Kabupaten Pulang Pisau Kecamatan Kahayan Tengah. Objek wisata ini merupakan wisata alam yang berbasis ekowisata, daya tarik wisata yang dimiliki adanya titian yang melintasi hutan menuju danau, dan memberikan pemandangan yang indah untuk memanjakan mata wisatawan. Berdasarkan latar belakang, maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu; (1) Bagaimana Strategi yang digunakan dalam Pengelolaan Wisata Alam Titian Danau Baruh di Desa Bukit Bamba Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau, (2) Bagaimana Pengelolaan Wisata Alam Titian Danau Baruh yang ada di Desa Bukit Bamba Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau, (3) Bagaimanakah kendala yang dihadapi dalam Pengelolaan Wisata Alam Titian Danau Baruh di Desa Bukit Bamba Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan Teknik pengumpulan data; observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Dalam penelitian ini juga menggunakan metode purposif sampling, dimana informan sudah ditentukan yaitu pemerintah desa, pengelola wisata, masyarakat, serta pengunjung wisata. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu; (1) Teori Pariwisata, (2) Teori Perencanaan. Hasil kajian dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa; (1) strategi sebagai upaya untuk mencapai sasaran yang hendak dituju. Strategi yang digunakan yaitu strengh (kekuatan), weaknesses (kelemahan), opportunities (peluang), dan treaths (ancaman). (2) Pengelolaan wisata alam titian danau baruh perlu dikembangkan lagi agar menjadi salah satu objek wisata yang diminati dan untuk menjaga kelestarian alam. (3) Kendala utama yang dihadapi yaitu kurangnya anggaran untuk pengelolaan, kurangnya kerja sama antar pengurus wisata.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN GURU DALAM PENGELOLAAN KELASPENDIDIKAN AGAMA HINDU PADA ERA NEW NORMAL DI SMP NEGERI 4 BANAMA TINGANGKECAMATAN BANAMA TINGANG KABUPATEN PULANG PISAU

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UPANDI, 2021. Peran Guru Dalam Pengelolaan Kelas Pendidikan Agama Hindu Pada Era New Normal Di SMP Negeri 4 Banama Tingang Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Pembimbing I Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II Megawati, S.Pi., M.Pd.H Di era new normal seperti ini kegiatan belajar mengajar akan kembali normal seperti biasanya dengan diiringi berbagai ketentuan yang harus laksanakan oleh siswa sebagai peserta didik maupun guru sebagai pendidik untuk mengikuti protokoler kesehatan dari anjuran pemerintah maupun dari lembaga demi keselamatan dan kesehatan bersama. Selama pembelajaran setidaknya tidak akan normal seperti normal sebelumnya karena selama new normal tidak ada tugas kelompok yang ada hanya tugas individu guna menghindari penyebaran Covid-19 Adapun masalah yang tengah terjadi pada peran guru dalam pengelolaan kelas pendidikan Agama Hindu pada era new normal di SMP Negeri 4 Banama Tingang Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau, masalah peran pengelolaan kelas dalam luring dan daring yang terjadi yakni waktu yang tidak berjalan baik, komunikasi, metode, dan media pembelajaran yang kurang sesuai. Masalah yang terjadi guru hanya masuk pada hari senin kelas VII, hari selasa kelas VIII, hari rabu kelas IX. Sehubungan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Untuk mengetahui Peran Guru Dalam Pengelolaan Kelas Pendidikan Agama Hindu Pada Era New Normal Di SMP Negeri 4 Banama Tingang Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. (2) Untuk mengetahui bagaimana kendala dan Upaya Peran Guru Dalam Pengelolaan Kelas Pendidikan Agama Hindu Pada Era New Normal Di SMP Negeri 4 Banama Tingang Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Narasumber penelitian, terdiri dari guru mata pelajaran pendidikan agama Hindu Kepala sekolah dan siswa kelas VII, kelas VIII dan kelas IX yang beragama Hindu sebanyak 3 orang. Untuk memperoleh data penelitian digunakan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara dan dokumentasi yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : pengelolaan kelas pendidikan Agama Hindu pada era new normal di SMP Negeri 4 Banama Tingang Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau guru mengunakan media pada saat pembelajaran pendidikan Agama Hindu berlangsung guna menambah wawasan dan pengetahuan siswa dan Kendala Guru yaitu kurangnya buku, fasilitas-fasilitas, sarana-sarana, dan media pembelajaran sekolah. Sedangkan Upaya yang dilakukan guru yaitu dengan memanfaatkan fasilitas-fasilitas dan media pembelajaran yang ada di sekolah dan memberikan penghargaan kepada siswa atas prestasi dan kerja kerasnya.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU PADA MASA COVID-19 DI SDN 1 PAHIRANGAN KECAMATAN MENTAYA HULU KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

YULI YANA, 2021. Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Pada Masa Covid-19 di SDN 1 Pahirangan Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, Fakultas Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Yuni Permata, S.Pd., M.Pd Pembimbing II Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H Pembelajaran sistem daring telah diterapkan disemua sekolah yang terdampak dari Covid-19. Salah satu sekolah yang terdampak dari wabah covid-19 yaitu SDN 1 Pahirangan Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, Salah satu mata pelajaran yang terdampak dari wabah Covid-19 yaitu mata pelajaran pendidikan Agama Hindu. Akan tetapi yang terjadi dilapangan tidak semua siswa bisa mengikuti pembelajaran secara daring karena tidak semua siswa memiliki perangkat pembelajaran (laptop/handphone) yang memadai untuk mengikuti pembelajaran daring. Sehingga sekolah ini tidak menerapkan pembelajaran daring dikarenakan beberapa kendala dan alasan tersendiri diantaranya karena sekolah ini berada di pedalaman dan jaringan untuk mengakses internet masih sangat sulit untuk ditemukan, kemudian dikarenakan juga jumlah siswa disekolah ini juga bisa dikatakan sedikit, sehingga pada masa covid-19 seperti saat ini ketika melangsungkan pembelajaran secara tatap muka tidak akan menimbulkan kerumunan, hingga pada akhirnya sekolah ini menerapkan pembelajaran pada masa covid-19 ini yaitu tetap dengan tatap muka / luring. Sehubungan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Untuk mengetahui Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Pada Masa Covid-19 di SDN 1 Pahirangan Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, (2) Untuk mengetahui bagaimana kendala dan solusi Guru dalam Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Pada Masa Covid-19 di SDN 1 Pahirangan Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Narasumber penelitian, terdiri dari guru mata pelajaran pendidikan agama Hindu Kepala sekolah dan siswa kelas IV dan kelas V yang beragama Hindu sebanyak 2 orang. Untuk memperoleh data penelitian digunakan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara dan dokumentasi yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1) Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Pada Masa Covid-19 di SDN 1 Pahirangan dilaksanakan dengan luring, motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran pendidikan agama Hindu dan pengetahuan masih stabil tidak mengalami penurunan dari tahun lalu dilihat dari nilai rata-rata siswa 80-90.(2) kendala dan solusi Guru dalam Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Pada Masa Covid-19 di SDN 1 Pahirangan yaitu kurangnya sarana atau media pembelajaran yang disediakan sekolah,Solusinya guru-guru harus membuat jadwal untuk bergantian memakai laptop sekolah dan sekolah mengusulkan ke dinas untuk pengadaan penambahan komputer atau laptop sekolah.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Kepribadian Guru Dan Motivasi Dalam Proses Belajar Mengajar Pada Siswa Agama Hindu Di SMP Negeri-3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengelolaan pembelajaran penting dilakukan untuk memudahkan proses belajar mengajar untuk mencapai hasil yang maksimal. Namun pada kenyataannya pengelolaan pembelajaran pendidikan agama Hindu SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan belum sepenuhnya efektif apabila tidak didukung oleh beberapa pihak yang terkait termasuk kepala sekolah dan guru agama Hindu di sekolah tersebut. Penelitian bertujuan (1) mengetahui perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan; (2) mengetahui pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan ; (3) mengetahui pengawasan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori manajemen pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Sumber data dalam penelitian ini ada dua yaitu data primer (data dari guru mata pelajaran agama Hindu dan kepala SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan) dan data sekunder (literature, buku, artikel, jurnal, serta situs internet yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan). Informan ditentukan secara purposive. Peneliti bertindak sebagai instrument utama dibantu dengan menggunakan pedoman observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu diSMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan secara keseluruhan sudah di lakukan oleh guru mata pelajaran agama Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan dengan cukup baik. Pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan sudah dilakukan tetapi secara keseluruhan belum optimal atau kurang baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pembelajaran diantaranya kurangnya keaktifan guru dalam hal penyampaian pembelajaran, minimnya bahan belajar atau sumber belajar, prasarana dan sarana yang ada disekolah sangat terbatas. Pengawasan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu diSMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan dibagi dua, yaitu: Pengawasan internal dilakukan oleh guru mata pelajaran agama Hindu SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan kepada siswa dan pengawasan eksternal dilakukan oleh kepala SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan dan pihak Kementerian Agama Hindu Kota Palangka Raya. Secara garis besar kegiatan pengawasan pembelajaran di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan belum optimal atau kurang baik

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengelolaan pembelajaran pendidikan agama hindu di SDN-1 Desa penda muntei Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

YUNITA, 2020. Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SD NEGERI 1 Desa Penda Muntei Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas, Skripsi Jurusan Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang(IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing(I) LILIK, S.Ag.M.Pd.H Pembimbing (II) Dr. I Putu Widyanto,M.Pd.H Dalam proses belajar mengajar, guru memegang peran penting karena bertindak sebagai pengelolaan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan interaksi pembelajaran dan pengawasan pembelajaran yang menghasikan proses belajar mengajar yang mudah direncanakan, dilaksanakan, dan dikendalikan dengan baik sehingga bertujuan pembelajaran dapat tercapai secara efiktif dan efisian. Guru bertindak sebagai perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan dalam memberikan motivasi kepada siswa, agar terjadi proses interaksi yang memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar dengan baik. Dalam pelaksanaan tugasnya sebagai penyaji pelajaran khususnya didepan kelas, guru tidak hanya dituntut menyusun perencanaan pengajaran dan mentransfer pengetahuan dan pembelajaran yang disajikan kepada para siswanya. Tetapi guru juga harus mentransfer kecakapan rasa yang terkandung dalam materi pelajaran yang disajikan. Sehubungan dengan hal tersebut, peneliti bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang persiapan dan pelaksanaan mengajar guru mata pelajaran Agama Hindu di SD Negeri 1 Desa Penda Muntei Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pengelolan perencanaan,pelaksanaan dan proses pengawasan belajar mata pelajaran Agama Hindu di SD Negeri 1 Desa Penda Muntei Kecamatan Kapuas tengan Kabupaten Kapuas. Metode penelitian yang saya adalah deskritif kualitatif dalam pelaksanaan penelitian ini, ditetapkan sebagai Informan adalah Kepala Sekolah, guru mata pelajaran Agama Hindu. Untuk memperoleh data penelitian digunakan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawacara dan dokumentasi yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa : (a) persiapan pembelajaran yang dilakukan oleh guru mata pelajaran agama Hindu di SD Negeri 1 Desa Penda Muntei Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas termasuk kategori efektif, karena guru ada membuat silabus, penyusunan RRP yang berdasarkan permendikbut No.22 Tahun 2006 tentang standar proses pendidikan dasar dan Menengah. (b) pelaksanaan pengelolaan pembelajaran agama Hindu di SD Negeri 1 Desa Penda Muntei Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas, meliputi: (1) pengelolaan pembelajaran dalam pembukaan materi pelajaran dan pemberitahuan, termasuk yang sangat efektif, (2) kegiatan evaluasi pembelajaran dalam bentuk pratest termasuk kategori baik dan evaluasi pembelajaran dalam bentuk pratest termasuk kategori cukup baik, (3) kegiatan tindak lanjut hasil evaluasi pembelajaran dalam hal pemberitahuan hasil evaluasi termasuk kategori cukup baik, dengan demikian disarankan, agar guru agama Hindu di SD Negeri-1 Desa Penda Muntei Kecamatan Kapuas Tengah Kabupanten Kapuas lebih memantapkan lagi persiapan mengajarnya, sehingga pelaksanaan mengajar dapat berlangsung secara efektif dan efisien. (c) pengawasan pengelolaan pembelajaran agama Hindu di SD Negeri 1 Penda Muntei Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas terbagi menjadi dua, yaitu pengawasan dari segi Kepala Sekolah dan Guru agama Hindu. Pengawasan yang dilakukan oleh kepala sekolah mengenai pembelajaran mata pelajaran agama Hindu dapat dikatakan cukup baik, sedangkan pengawasan yang dilakukan oleh guru agama Hindu juga termasuk kategori baik karena pihak guru selalu mengawas dan mengamati perkembangan siswa oleh karena itu, kegiatan pembelajaran menjadi efektif dan efisien.

8 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail