Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MITA

15 karya publik ditemukan.

2026: 12024: 42022: 52020: 12018: 22017: 2

METODOLOGI PENELITIAN BIDANG HUKUM : Suatu Pendekatan Teori dan Praktik

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku "Metodologi Penelitian Bidang Hukum: Suatu Pendekatan Teori dan Praktik" adalah panduan esensial bagi peneliti, mahasiswa, dan praktisi hukum yang tengah memperdalam pemahaman mereka tentang ilmu penelitian hukum. Buku ini membuka pintu ke dunia penelitian hukum dengan membahas konsep mendasar seperti pencarian kebenaran dan etika, serta karakteristik khusus yang perlu diperhatikan dalam penelitian hukum. Selain itu, buku ini menyoroti dinamika hukum yang berkembang saat ini, membantu pembaca memahami perubahan dan isu-isu terkini dalam bidang hukum. Buku ini juga memberikan panduan langkah demi langkah dalam merumuskan masalah, merancang hipotesis, memilih sumber data, dan mengaplikasikan berbagai metode penelitian, mulai dari kualitatif hingga kuantitatif. Selain itu, buku ini juga membahas mengenai pengembangan metode penelitian hukum untuk masa depan. Dengan pendekatan studi kasus dan sejarah, buku ini membantu pembaca mengintegrasikan teori dengan praktik penelitian hukum yang relevan, menjadikannya sumber daya berharga dalam menguasai seni penelitian hukum. Buku ini bukan hanya panduan teoritis, tetapi juga praktis, yang memandu pembaca melalui proses penelitian dari awal hingga akhir. Dengan penekanan pada teori, pendekatan, dan praktik. Buku ini adalah alat yang sangat berguna bagi mereka yang ingin menjembatani kesenjangan antara teori dan aplikasi dalam disiplin ilmu hukum yang dinamis.

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DIRECT LEARNING PADA PEMBELAJARAN AGAMA HINDU DI SMAN 1 KAHAYAN HULU UTARA KABUPATEN GUNUNG MAS

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kismita, 2024 Implementasi pembelajaran direct learning dalam pada pembelajaran Agama Hindu di SMAN 1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas. Dosen pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si dan pembimbing II Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H Dalam proses pencapaian, hasil belajar sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satu faktor utama yang sangat berpengaruh dalam keberhasilan pembelajaran adalah keberadaan guru. Di SMAN 1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas ditemukan bahwa siswa kurang aktif selama proses pembelajaran dan kurang memperhatikan materi yang disampaikan guru, kebanyakan siswa yang sibuk sendiri dengan teman sebangkunya. disebabkan pelaksaan pembelajaran metode yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi belum mampu melibatkan siswa secara aktif. Sehingga siswa menjadi malas untuk bertanya dan mengeluarkan pendapatnya, kurangnya pemahaman siswa terhadap konsep yang digunakan. Salah satu faktor yang di identifikasi adalah terbatasnya kemampuan guru dalam menyampaikan materi dan kurang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Dalam pembelajaran Agama Hindu metode yang digunakan sekarang yaitu model pembelajaran direct learning. Metode penelitian yang dipakai adalah penelitian kualitatif, dan Teknik penentuan informan menggunakan purposive. Data yang diperoleh dengan cara observasi, wawancara, dan smartphone sebagai instruemen dalam penelitian ini. Teknik analisis data melalui empat tahap yaitu : pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori humanistic dan teori motivasi . Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Implementasi pembelajaran direct learning pada mata pembelajaran Agama Hindu di SMAN 1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas, dilakukan leh guru dengan terlebih dahulu melakukan kegiatan pendahulian, seperti penyampain materi, presentasi Pelajaran untuk menarik perhatian siswa, memberikan latihan terstruktur dengan penguatan respon kepadasiswa yang benar, serta memotivasi dan mengevoluasi hasil kerja siswa. Guru juga memberikan latihan mandiri untuk membantu siswa mengembangkan kemampuannya.: (2) Kendala dalam implementasi pembelajaran direct learning mencangkup rendahanya daya serap siswa, kurangnya partisipasi, dan disiplin yang kurang, sehingga pelaksanaan pembelajaran belum optimal karena siswa cinderung pasif : (3) Upaya guru dalam mengatasi kendala tersebut adalah dengan merancang strategi pembelajaran yang lebih teloti dan relavan agar proses pembelajaran dapat diterima dengan baik oleh siswa.

PERAN MANTIR ADAT DALAM PENYELESAIAN KASUS SENGKETA LAHAN PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN KERENG BANGKIRAI KECAMATAN SABANGAU KOTA PALANGKA RAYA

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

MITA RIYANI, 2024. Peran Mantir Adat Dalam Penyelesaian Kasus Sengketa Lahan Pada Masyarakat Di Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sabangau Kota Palangka Raya. Dengan Dosen Pembimbing I Mariatie,S.Ag,M.Si. dan Dosen Pembimbing II Budiarto Santoso, MH. Sengketa lahan adalah perselisihan atau konflik yang terjadi antara dua pihak atau lebih terkait kepemilikan, penggunaan, atau batas-batas suatu lahan. Peran Mantir Adat dalam penyelesaian kasus sengketa lahan pada masyarakat sangatlah penting. Mantir Adat bertindak sebagai mediator atau penengah antara pihak-pihak yang terlibat dalam kasus sengketa lahan. Mereka memiliki pengetahuan yang mendalam tentang hukum Adat, nilai-nilai budaya dan normanorma yang mengatur masyarakat setempat. Masalah yang diteliti mencakup 3 (tiga) yaitu : 1) Bagaimana peran Mantir Adat dalam penyelesaian kasus sengketa lahan terkait pemasangan Hinting Pali Adat di Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sabangau Kota Palangka Raya? 2) Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi potensi peran Mantir Adat dalam penyelesaian sengketa lahan? 3) Bagaimana asas kekuatan hukum terhadap penyelesaian kasus sengketa lahan ? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif adalah sebagai prosedur pemecahan yang diselidiki dengan menggambarkan keadaan subjek atau objek dalam masyarakat dan yang lainnya yang pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau apa adanya. Sedangkan teknik penentuan informan adalah Teknik penentuan Informan untuk tujuan tertentu saja. Teknik observasi, teknik wawancara dan teknik kepustakaan dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif sehingga akurasi data menjadi lebih terjamin. Dari analisis data tersebut maka dapat disimpulkan: 1). Peran Mantir Adat dalam penyelesaian kasus sengketa lahan secara Adat adalah sangat berperan dalam menegakkan hukum Adat dalam menyelesaikan kasus sengketa lahan, menciptakan rasa keadilan dan peran aktif dalam penyelesaian kasus sengketa lahan antara Setiawan dengan Irawan warga masyarakat di Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya dan dianalisis dengan teori kewenangan yang dapat menjadi panutan dalam masyarakat, yang hendaknya mempunyai kemampuan-kemampuan tertentu dalam penyelesaian sebuah kasus/masalah yang terjadi, sesuai dengan aspirasi masyarakat. 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi potensi peran Mantir Adat di Kelurahan Kereng Bangkirai yang dilakukan oleh Mantir Adat Kecamatan Sabangau Kota Palangka Raya adalah dilakukan secara umum potensi peran Mantir Adat dalam penyelesaian sengketa lahan akan semakin besar jika mereka memiliki pengetahuan, keterampitan, dan integritas yang baik, serta mendapat pengakuan dan dukungan dari pemerintah dan masyarakat. 3) Asas kekuatan hukum terhadap penyelesaian sengketa lahan keputusan Mantir Adat Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sabagau menjadi kepastian hukum yang kuat sebagai pegangan kedua belah pihak terhadap penyelesaian kasus sengketa lahan.

Implementasi Pembelajaran Direct Learning pada Pembelajaran Agama Hindu di SMAN 1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kismita, 2024 Implementasi pembelajaran direct learning dalam pada pembelajaran Agama Hindu di SMAN 1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas. Dosen pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si dan pembimbing II Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H Dalam proses pencapaian, hasil belajar sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satu faktor utama yang sangat berpengaruh dalam keberhasilan pembelajaran adalah keberadaan guru. Di SMAN 1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas ditemukan bahwa siswa kurang aktif selama proses pembelajaran dan kurang memperhatikan materi yang disampaikan guru, kebanyakan siswa yang sibuk sendiri dengan teman sebangkunya. disebabkan pelaksaan pembelajaran metode yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi belum mampu melibatkan siswa secara aktif. Sehingga siswa menjadi malas untuk bertanya dan mengeluarkan pendapatnya, kurangnya pemahaman siswa terhadap konsep yang digunakan. Salah satu faktor yang di identifikasi adalah terbatasnya kemampuan guru dalam menyampaikan materi dan kurang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Dalam pembelajaran Agama Hindu metode yang digunakan sekarang yaitu model pembelajaran direct learning. Metode penelitian yang dipakai adalah penelitian kualitatif, dan Teknik penentuan informan menggunakan purposive. Data yang diperoleh dengan cara observasi, wawancara, dan smartphone sebagai instruemen dalam penelitian ini. Teknik analisis data melalui empat tahap yaitu : pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori humanistic dan teori motivasi . Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Implementasi pembelajaran direct learning pada mata pembelajaran Agama Hindu di SMAN 1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas, dilakukan leh guru dengan terlebih dahulu melakukan kegiatan pendahulian, seperti penyampain materi, presentasi Pelajaran untuk menarik perhatian siswa, memberikan latihan terstruktur dengan penguatan respon kepadasiswa yang benar, serta memotivasi dan mengevoluasi hasil kerja siswa. Guru juga memberikan latihan mandiri untuk membantu siswa mengembangkan kemampuannya.: (2) Kendala dalam implementasi pembelajaran direct learning mencangkup rendahanya daya serap siswa, kurangnya partisipasi, dan disiplin yang kurang, sehingga pelaksanaan pembelajaran belum optimal karena siswa cinderung pasif : (3) Upaya guru dalam mengatasi kendala tersebut adalah dengan merancang strategi pembelajaran yang lebih teloti dan relavan agar proses pembelajaran dapat diterima dengan baik oleh siswa.

Peran Mantir Adat dalam Penyelesaian Kasus Sengketa Lahan pada Masyarakat di Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sabangau Kota Palangka Raya

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MITA RIYANI, 2024. Peran Mantir Adat Dalam Penyelesaian Kasus Sengketa Lahan Pada Masyarakat Di Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sabangau Kota Palangka Raya. Dengan Dosen Pembimbing I Mariatie,S.Ag,M.Si. dan Dosen Pembimbing II Budiarto Santoso, MH. Sengketa lahan adalah perselisihan atau konflik yang terjadi antara dua pihak atau lebih terkait kepemilikan, penggunaan, atau batas-batas suatu lahan. Peran Mantir Adat dalam penyelesaian kasus sengketa lahan pada masyarakat sangatlah penting. Mantir Adat bertindak sebagai mediator atau penengah antara pihak-pihak yang terlibat dalam kasus sengketa lahan. Mereka memiliki pengetahuan yang mendalam tentang hukum Adat, nilai-nilai budaya dan normanorma yang mengatur masyarakat setempat. Masalah yang diteliti mencakup 3 (tiga) yaitu : 1) Bagaimana peran Mantir Adat dalam penyelesaian kasus sengketa lahan terkait pemasangan Hinting Pali Adat di Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sabangau Kota Palangka Raya? 2) Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi potensi peran Mantir Adat dalam penyelesaian sengketa lahan? 3) Bagaimana asas kekuatan hukum terhadap penyelesaian kasus sengketa lahan ? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif adalah sebagai prosedur pemecahan yang diselidiki dengan menggambarkan keadaan subjek atau objek dalam masyarakat dan yang lainnya yang pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau apa adanya. Sedangkan teknik penentuan informan adalah Teknik penentuan Informan untuk tujuan tertentu saja. Teknik observasi, teknik wawancara dan teknik kepustakaan dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif sehingga akurasi data menjadi lebih terjamin. Dari analisis data tersebut maka dapat disimpulkan: 1). Peran Mantir Adat dalam penyelesaian kasus sengketa lahan secara Adat adalah sangat berperan dalam menegakkan hukum Adat dalam menyelesaikan kasus sengketa lahan, menciptakan rasa keadilan dan peran aktif dalam penyelesaian kasus sengketa lahan antara Setiawan dengan Irawan warga masyarakat di Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya dan dianalisis dengan teori kewenangan yang dapat menjadi panutan dalam masyarakat, yang hendaknya mempunyai kemampuan-kemampuan tertentu dalam penyelesaian sebuah kasus/masalah yang terjadi, sesuai dengan aspirasi masyarakat. 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi potensi peran Mantir Adat di Kelurahan Kereng Bangkirai yang dilakukan oleh Mantir Adat Kecamatan Sabangau Kota Palangka Raya adalah dilakukan secara umum potensi peran Mantir Adat dalam penyelesaian sengketa lahan akan semakin besar jika mereka memiliki pengetahuan, keterampitan, dan integritas yang baik, serta mendapat pengakuan dan dukungan dari pemerintah dan masyarakat. 3) Asas kekuatan hukum terhadap penyelesaian sengketa lahan keputusan Mantir Adat Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sabagau menjadi kepastian hukum yang kuat sebagai pegangan kedua belah pihak terhadap penyelesaian kasus sengketa lahan.

Metodologi Penelitian Pendidikan

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku Metodologi Penelitian Pendidikan ini dibuat sebagai bahan referensi dan juga memberikan wawasan tambahan kepada pembaca perihal perkembangan Metodologi Penelitian Pendidikan yang ada pada masyarakat revolusi industri 4.0. Sejalan dengan modernisasi pendidikan serta kemajuan teknologi yang menyertainya, buku ini dapat dijadikan solusi terbaik sehingga tujuan dan manfaat dapat dicapai dengan maksimal. Secara detail pembahasan buku ini meliputi: Bab 1 Hakikat Penelitian Pendidikan dan Paradigma Penelitian Bab 2 Ruang Lingkup dan Kontribusi Penelitian Terhadap Pengetahuan dan Pendidikan Bab 3 Etika, Legalitas dan Hubungan Manusia dalam Penelitian Bab 4 Klasifikasi Jenis-Jenis Penelitian Bab 5 Judul, Masalah, Tujuan, dan Manfaat Penelitian Bab 6 Review Literatur dan Hipotesis Penelitian Bab 7 Variabel, Data, Populasi, Sampel dan Setting Penelitian Bab 8 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data Penelitian Bab 9 Metode atau Teknik Analisa Data Penelitian Kesembilan materi pokok tersebut dikemas sedemikian rupa sehingga setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan buku ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami metodologi-metodologi penelitian pendidikan terkini dengan baik dan benar secara utuh.

Riek Liau dalam Upacara Wara di Desa Bengahon Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara (Kajian Filosofis)

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Rinaldi Sasmita, 2022, Riek Liau dalam Upacara Wara di Desa Bengahon Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara (Kajian Filosofis). Skripsi Strata Satu Program Studi Filsafat Agama Hindu, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negri (IHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Handoko, S.Ag., M.Si dan Pembimbing II : Kunti Ayu Vedanti, M.Ag. Riek Liau adalah permainan sakral dimainkan dengan tujuan khusus yang menyangkut interaksi antara kita yang masih hidup dengan Liau. Berdasarkan latar belakang, penelitian ini tetdapat tiga permasalahan yang dibahas sebagai berikut : (1) Bagaimana pelaksanaan Riek Liau dalam Upacara Wara di desa Bengahon Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara ? (2) Bagaimana fungsi Riek Liau dalam Upacara Wara di Desa Bengahon ? (3) Makna filosofis apakah yang terkandung pada Riek Liau dalam Upacara Wara di desa Bengahon ? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan, fungsi dan makna filosofis yang terkandung pada Riek Liau dalam Upacara Wara. Untuk membedah masalah dalam penelitian ini dapat digunakan beberapa teori : (1) Teori Religi, (2) Teori Fungsional Struktural dan (3) Teori Simbol. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dan lokasi di Desa Bengahon Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu : (1) Metode Observasi, (2) Metode Kepustakaan, (3) Metode Wawancara, (4) Metode Dokumentasi. Objek penelitian ini adalah pelaksanaan Riek Liau dalam Upacara Wara di Desa Bengahon dengan subyek penelitian adalah Kandong, Ketua Adat dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian ini adalah: (1) pelaksanaan Riek Liau dalam Upacara Wara di laksanakan setelah Kandong melakukan proses pemanggilan Liau untuk menghadiri Upacara Wara. permainan Riek Liau disesuaikan dengan jenis Upacara Wara yang dijalankan. (2) Fungsi Riek Liau dalam Upacara Wara di Desa Bengahon diuraikan menjadi dua yaitu fungsi religius dan fungsi sosial. (3) Makna filosofis yang terkandung pada Riek Liau Dalam Upacara Wara diuraikan menjadi enam yaitu makna permainan, makna sosial makna religius, makna etika, makna budaya dan filsafat ketuhanan Riek Liau dalam Upacara Wara.

UPAYA GURU AGAMA HINDU DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA AGAMA HINDU PADA MASA PANDEMI COVID 19 DI SEKOLAH DASAR NEGERI 2 TIMPAH KECAMATAN TIMPAH KABUPATEN KAPUAS

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Mita, 2022. berjudul Upaya Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa Agama Hindu Pada Masa Pandemi Covid 19 di Sekolah Dasar Negeri 2 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Skripsi Jurusan Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I, Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si dan Pembimbing II, I Made Paramarta, S.Ag.,M.Si . Pelaksanaan pembelajaran agama Hindu khususnya dalam upaya meningkatkan kedispilinan belajar siswa agama Hindu pada masa pandemi covid 19, merupakan tugas yang sangat berat bagi guru sebagai pendidik dalam membantu dan membimbing anak didiknya untuk mencapai keberhasilan. Dengan tujuan penelitian yaitu: Untuk mengetahui upaya dan kendala yang dilakukan oleh guru agama Hindu dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa agama Hindu saat pandemi covid 19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan informan adalah metode Purposive Sampling. Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kedisplinan dan motivasi belajar siswa agama Hindu SDN 2 Timpah masa pandemic covid 19 yaitu sistem pembelajaran dari rumah, dan membuat group WA, terjadi penurunan kedisiplinan dan motivasi belajar siswa, faktor yang mempengaruhi terjadinya penurunan kedisplinan dan motivasi siswa dalam belajar yaitu karena pembelajaran dari rumah kurang pengawasan dari guru dan orang tua siswa., factor sarana dan prasarana pendukung yang kurang, orang tua siswa kurang fasih dalam penggunaan media pembelajaran daring. Guru agama Hindu telah melakukan komunikasi dengan orang tua siswa, melalui WA group, mengingatkan via WA group agar tugas yang berikan untuk dikerjakan tepat waktu dan selalu berupaya untuk memberikan jawaban kepada siswa yang bertanya dalam WA Group. Guru memberikan sangsi berupa penurunan nilai, sehingga dengan adanya sangsi tugas siswa dapat dikumpulkan tepat waktu. guru memberikan nasehat atau teguran kepada siswa agar mereka selalu rajib belajar, mengerjakan tugasnya tepat waktu. Guru dalam menyampaikan tata tertib tidak dibuatkan secara khusus, melainkan hanya menyampaikan via Chat di WA group. Guru agama Hindu mengadakan absensi siswa pada jam pelajaran untuk mengetahui keadaan siswa, guru agama Hindu selalu memberikan arahan, nasehat, motivasi, memberikan pujian atau reward kepada siswa yang memiliki keberhasilan, Kendala yang dirasakan oleh guru agama Hindu dalam meningkatkan kedisiplinan dan motivasi belajar siswa agama Hindu di masa pandemic covid 19 yaitu: 1). Keterlibatan orang tua siswa yang kurang untuk mengawasi anak dalam belajar maupun menyelesaikan tugas, 2). Kurangnya penguasaan media pembelajaran berbasis daring baik itu guru agama Hindu maupun siswa atau orang tua siswa dan 3). Kendala biaya baik yang diraskan oleh guru maupun orang tua siswa.

UPAYA GURU AGAMA HINDU DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA AGAMA HINDU PADA MASA PANDEMI COVID 19 DI SEKOLAH DASAR NEGERI 2 TIMPAH KECAMATAN TIMPAH KABUPATEN KAPUAS

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mita, 2022. berjudul Upaya Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa Agama Hindu Pada Masa Pandemi Covid 19 di Sekolah Dasar Negeri 2 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Skripsi Jurusan Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I, Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si dan Pembimbing II, I Made Paramarta, S.Ag.,M.Si . Pelaksanaan pembelajaran agama Hindu khususnya dalam upaya meningkatkan kedispilinan belajar siswa agama Hindu pada masa pandemi covid 19, merupakan tugas yang sangat berat bagi guru sebagai pendidik dalam membantu dan membimbing anak didiknya untuk mencapai keberhasilan. Dengan tujuan penelitian yaitu: Untuk mengetahui upaya dan kendala yang dilakukan oleh guru agama Hindu dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa agama Hindu saat pandemi covid 19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan informan adalah metode Purposive Sampling. Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kedisplinan dan motivasi belajar siswa agama Hindu SDN 2 Timpah masa pandemic covid 19 yaitu sistem pembelajaran dari rumah, dan membuat group WA, terjadi penurunan kedisiplinan dan motivasi belajar siswa, faktor yang mempengaruhi terjadinya penurunan kedisplinan dan motivasi siswa dalam belajar yaitu karena pembelajaran dari rumah kurang pengawasan dari guru dan orang tua siswa., factor sarana dan prasarana pendukung yang kurang, orang tua siswa kurang fasih dalam penggunaan media pembelajaran daring. Guru agama Hindu telah melakukan komunikasi dengan orang tua siswa, melalui WA group, mengingatkan via WA group agar tugas yang berikan untuk dikerjakan tepat waktu dan selalu berupaya untuk memberikan jawaban kepada siswa yang bertanya dalam WA Group. Guru memberikan sangsi berupa penurunan nilai, sehingga dengan adanya sangsi tugas siswa dapat dikumpulkan tepat waktu. guru memberikan nasehat atau teguran kepada siswa agar mereka selalu rajib belajar, mengerjakan tugasnya tepat waktu. Guru dalam menyampaikan tata tertib tidak dibuatkan secara khusus, melainkan hanya menyampaikan via Chat di WA group. Guru agama Hindu mengadakan absensi siswa pada jam pelajaran untuk mengetahui keadaan siswa, guru agama Hindu selalu memberikan arahan, nasehat, motivasi, memberikan pujian atau reward kepada siswa yang memiliki keberhasilan, Kendala yang dirasakan oleh guru agama Hindu dalam meningkatkan kedisiplinan dan motivasi belajar siswa agama Hindu di masa pandemic covid 19 yaitu: 1). Keterlibatan orang tua siswa yang kurang untuk mengawasi anak dalam belajar maupun menyelesaikan tugas, 2). Kurangnya penguasaan media pembelajaran berbasis daring baik itu guru agama Hindu maupun siswa atau orang tua siswa dan 3). Kendala biaya baik yang diraskan oleh guru maupun orang tua siswa.

Riek Liau dalam Upacara Wara di Desa Bengahon Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara (Kajian Filosofis)

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Rinaldi Sasmita, 2022, Riek Liau dalam Upacara Wara di Desa Bengahon Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara (Kajian Filosofis). Skripsi Strata Satu Program Studi Filsafat Agama Hindu, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negri (IHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Handoko, S.Ag., M.Si dan Pembimbing II : Kunti Ayu Vedanti, M.Ag. Riek Liau adalah permainan sakral dimainkan dengan tujuan khusus yang menyangkut interaksi antara kita yang masih hidup dengan Liau. Berdasarkan latar belakang, penelitian ini tetdapat tiga permasalahan yang dibahas sebagai berikut : (1) Bagaimana pelaksanaan Riek Liau dalam Upacara Wara di desa Bengahon Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara ? (2) Bagaimana fungsi Riek Liau dalam Upacara Wara di Desa Bengahon ? (3) Makna filosofis apakah yang terkandung pada Riek Liau dalam Upacara Wara di desa Bengahon ? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan, fungsi dan makna filosofis yang terkandung pada Riek Liau dalam Upacara Wara. Untuk membedah masalah dalam penelitian ini dapat digunakan beberapa teori : (1) Teori Religi, (2) Teori Fungsional Struktural dan (3) Teori Simbol. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dan lokasi di Desa Bengahon Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu : (1) Metode Observasi, (2) Metode Kepustakaan, (3) Metode Wawancara, (4) Metode Dokumentasi. Objek penelitian ini adalah pelaksanaan Riek Liau dalam Upacara Wara di Desa Bengahon dengan subyek penelitian adalah Kandong, Ketua Adat dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian ini adalah: (1) pelaksanaan Riek Liau dalam Upacara Wara di laksanakan setelah Kandong melakukan proses pemanggilan Liau untuk menghadiri Upacara Wara. permainan Riek Liau disesuaikan dengan jenis Upacara Wara yang dijalankan. (2) Fungsi Riek Liau dalam Upacara Wara di Desa Bengahon diuraikan menjadi dua yaitu fungsi religius dan fungsi sosial. (3) Makna filosofis yang terkandung pada Riek Liau Dalam Upacara Wara diuraikan menjadi enam yaitu makna permainan, makna sosial makna religius, makna etika, makna budaya dan filsafat ketuhanan Riek Liau dalam Upacara Wara.

Peranan Orang Tua Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Keagamaan Hindu Kepada Anak-anaknya di Desa Hurung Enep Kecamatan lahei Kabupaten Barito Utara

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK DESMITA. 2020. Peranan Orang Tua Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Keagamaan Hindu Terhadap Anak-Anaknya Di Desa Hurung Enep Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara. Fakultas Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro,S.Pd.,M.Si. Pembimbing II Lilik,S.Ag.,M.Pd.H Skripsi ini mengkaji peranan orang tua dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan Hindu terhadap anak-anaknya di Desa Hurung Enep Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara. Sebagai orang tua sudah menjadi kewajiban untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan pada anak-anak mereka dari kecil, ini akan membentuk kepribadian anak yang baik, dan dapat menghindari perilaku menyimpang yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Fenomena yang terjadi Kurangnya perhatian, pembinaan, dan memberikan pendidikan nilai-nilai keagamaan Hindu oleh orang tua kepada anak-anak mereka. Karena faktor ekonomi yang kurang, menuntut para orang tua untuk bekerja dan bekerja, sehingga kurangnya waktu untuk mendidik anak-anak mereka. Hal ini menyebabkan banyak anak-anak remaja di Desa Hurung Enep melakukan perbuatan yang menyimpang dari ajaran agama Hindu. Berdasarkan urain tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Apa faktor yang menyebabkan perilaku menyimpang pada anak-anak generasi Hindu di Desa Hurung Enep Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara?, 2) Bagaimana upaya orang tua dalam menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anaknya?. Tujuan penelitian untuk mengetahui secara mendalam bagaimana peran orang tua dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan agama Hindu pada anak-anaknya di Desa Hurung Enep. Penelitian ini dikaji dengan teori peranan orang tua, teori sosialisasi, dan teori nilai keagamaan Hindu. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif. Sumber data yaitu sumber data primer dan sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik pengumpulan informasi, reduksi, dan tahap akhir atau penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori peran orang tua maka diperoleh bahwa faktor perilaku menyimpang pada anak-anak generasi Hindu yakni faktor keluarga sebagai penyebab kenakalan remaja dan peran control didalamnya, faktor lingkungan sekolah yang tidak menguntungkan, faktor milieu atau lingkungan, faktor pergaulan dengan kelompok yang menyimpang, faktor kesenjangan kaum tua dan kaum muda, faktor lemahnya kesadaran beragama, faktor bacaan yang merusak, dan faktor kondisi jiwa yang kosong. Upaya orang tua dalam menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anaknya yang dianalisis menggunakan teori sosialisasi dan teori nilai keagamaan Hindu yakni metode nasehat, metode keteladanan, bimbingan, memberikan tugas, dan metode pembiasaan.

Analisis Ekonomi Mikro tentang Hukum Pidana Indonesia

2018 · Book · Koleksi Perpustakaan

Dalam rentang sejarah penegakan hukum di Indonesia, khususnya hukum pidana, ada demikian banyak kasus yang menyita perhatian publik sekaligus menghabiskan energi bangsa ini. Sebut saja kasus Texmaco, Dipasena, dan Asian Agri, perusahaan-perusahaan raksasa yang terjerat pelanggaran pidana kelas kakap dan akhirnya harus bertempur selama bertahun-tahun di pengadilan. Mereka yang terlibat dalam kasus tersebut harus mempertang-gungjawabkan perbuatan mereka dengan mendekam di balik teralis besi penjara. tetapi, rentetan proses hukum tersebut juga menimbulkan pertanyaan baru: apakah keadilan sudah tercapai dengan dihukumnya para terdakwa? Bagaimana dengan kerugian nonhukum seperti aset yang terbengkalai menjadi besi tua, ribuan karyawan yang di-PHK dan harus berjuang mempertahankan hidup mereka, kerugian negara yang justru tak bisa kembali? Apakah efek tersebut tidak masuk dalam keadilan yang dituju oleh hukum pidana? Buku persembahan penerbit PrenadaMedia

Eksistensi Patagur dalam Upacara Wara menurut Umat Hindu Kaharingan di Desa Kareho Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

Eksistensi Patugur merupakan salah satu bagian dari upacara Wara yang mana Patugur dalam upacara Wara tentunya memiliki eksistensi, bentuk dan makna tersendiri. Namun, fenomena yang terjadi pada umat Hindu kaharingan adalah bahwa tidak semua umat Hindu kaharingan memahami dan mengerti secara mendalam terkait dengan eksistensi Patugur tersebut. Berdasarkan uraian di atas tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana eksistensi Patugur dalam upacara Wara menurut umat Hindu kaharingan di Desa Kareho Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara, ? (2) Bagaimana bentuk Patugur dalam upacara Wara menurut umat Hindu kaharingan di Desa Kareho Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara, ? (3) Makna apa yang terkandung dalam upacara Wara menurut umat Hindu Kaharingan di Desa Kareho Kecamatan Lahei Kabupaten Barito utara? Teori yang digunakan dalam penelitian adalah teori fungsional struktural, teori intraksioalisme simbolik dan teori religi jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan mengambil penelitian di Desa Kareho Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara. Teknik pengumpulan data dalam penelitian yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini yaitu kandong Wara, pengukir Patugur, majelis kelompok dan tokoh umat Hindu kaharingan yang berada di Desa Kareho Kecamatan Lahei Kabupaten Barito utara. Eksistensi Patugur dalam upacara Wara menurut umat Hindu kaharingan di Desa Kareho Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara memiliki bentuk dan makna yang harus diperhatikan orang yang bisa membuat atau mengukir Patugur. Adapun makna dari eksistensi Patugur dalam upacara Wara dapat dilihat berdasarkan makna religius, dan makna etika. Makna religius sebagai simbol persembahan kehadapan Ranying Hatalla langit, Ju’ustuhaalahtalla. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Eksistensi Patugur dalam upacara Wara merupakan sebuah rasa syukur dan bhakti kehadapan Ranying Hatala langit, Ju’ustuhaalahtalla bagi umat Hindu Kaharingan khususnya di Desa Kareho Kecamatan Lahei Kabupaten Barito utara, (2) Bentuk Patugur dalam upacara Wara yaitu menyerupai wujud manusia yang berbentuk laki-laki dan perempuan, jika orang yang di-Wara-kan atau almarhumnya laki-laki maka Patugurnya diukir menyerupai perempuan, begitu juga sebaliknya jika arwah yang akan di-Wara-kan perempuan maka Patugurnya berwujud manusia laki-laki, (3) Makna Patugur dalam upacara Wara yaitu sebagai tempat mengikat hewan kerbau yang akan dikorbankan pada saat terakhir/ puncaknya pelaksanaan Wara tersebut.

Eksistensi Patagur dalam Upacara Wara menurut Umat Hindu Kaharingan di Desa Kareho Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara

2017 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Eksistensi Patugur merupakan salah satu bagian dari upacara Wara yang mana Patugur dalam upacara Wara tentunya memiliki eksistensi, bentuk dan makna tersendiri. Namun, fenomena yang terjadi pada umat Hindu kaharingan adalah bahwa tidak semua umat Hindu kaharingan memahami dan mengerti secara mendalam terkait dengan eksistensi Patugur tersebut. Berdasarkan uraian di atas tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana eksistensi Patugur dalam upacara Wara menurut umat Hindu kaharingan di Desa Kareho Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara, ? (2) Bagaimana bentuk Patugur dalam upacara Wara menurut umat Hindu kaharingan di Desa Kareho Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara, ? (3) Makna apa yang terkandung dalam upacara Wara menurut umat Hindu Kaharingan di Desa Kareho Kecamatan Lahei Kabupaten Barito utara? Teori yang digunakan dalam penelitian adalah teori fungsional struktural, teori intraksioalisme simbolik dan teori religi jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan mengambil penelitian di Desa Kareho Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara. Teknik pengumpulan data dalam penelitian yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini yaitu kandong Wara, pengukir Patugur, majelis kelompok dan tokoh umat Hindu kaharingan yang berada di Desa Kareho Kecamatan Lahei Kabupaten Barito utara. Eksistensi Patugur dalam upacara Wara menurut umat Hindu kaharingan di Desa Kareho Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara memiliki bentuk dan makna yang harus diperhatikan orang yang bisa membuat atau mengukir Patugur. Adapun makna dari eksistensi Patugur dalam upacara Wara dapat dilihat berdasarkan makna religius, dan makna etika. Makna religius sebagai simbol persembahan kehadapan Ranying Hatalla langit, Ju’ustuhaalahtalla. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Eksistensi Patugur dalam upacara Wara merupakan sebuah rasa syukur dan bhakti kehadapan Ranying Hatala langit, Ju’ustuhaalahtalla bagi umat Hindu Kaharingan khususnya di Desa Kareho Kecamatan Lahei Kabupaten Barito utara, (2) Bentuk Patugur dalam upacara Wara yaitu menyerupai wujud manusia yang berbentuk laki-laki dan perempuan, jika orang yang di-Wara-kan atau almarhumnya laki-laki maka Patugurnya diukir menyerupai perempuan, begitu juga sebaliknya jika arwah yang akan di-Wara-kan perempuan maka Patugurnya berwujud manusia laki-laki, (3) Makna Patugur dalam upacara Wara yaitu sebagai tempat mengikat hewan kerbau yang akan dikorbankan pada saat terakhir/ puncaknya pelaksanaan Wara tersebut.