Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

YUNITA

8 karya publik ditemukan.

2025: 22024: 42020: 2

peran guru dalam memberikan motivasi belajar ajaran catur guru pada siswa Hindu di SDN Percobaan Palangka Raya

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru dalam memberikan motivasi belajar ajaran Catur Guru kepada siswa Hindu di SDN Percobaan Palangka Raya. Ajaran Catur Guru, yang terdiri atas Guru Swadyaya (Tuhan), Guru Rupaka (orang tua), Guru Pengajian (guru di sekolah), dan Guru Wisesa (pemerintah), merupakan pilar penting dalam pendidikan agama Hindu yang bertujuan membentuk karakter, etika, dan spiritualitas peserta didik. Motivasi belajar menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran, khususnya dalam penanaman nilai-nilai keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap guru serta siswa Hindu di SDN Percobaan Palangka Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan aktif sebagai motivator, pembimbing, dan pengawas dalam proses pembelajaran. Guru berupaya membangun semangat belajar siswa dengan menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi, memberikan penghargaan, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, serta men jalin kolaborasi dengan sesama guru. Kendala yang dihadapi antara lain perbedaan karakteristik siswa, rendahnya motivasi internal, kurangnya konsentrasi belajar, serta keterbatasan sarana dan prasarana. Upaya untuk mengatasi kendala tersebut dilakukan dengan pendekatan yang bersifat humanistik, yang menekankan pada pemahaman individu secara menyeluruh, baik dari aspek emosional, moral, maupun intelektual.Penelitian ini memperkuat relevansi teori belajar humanistik dalam konteks pendidikan agama Hindu di tingkat sekolah dasar. Guru tidak hanya menjadi penyampai materi, tetapi juga berperan sebagai agen pembentuk nilai-nilai dan karakter siswa. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan keilmuan dalam bidang pendidikan agama Hindu, sedangkan secara praktis dapat dijadikan acuan dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif, kontekstual, dan inspiratif. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi guru, sekolah, dan pengambil kebijakan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran agama Hindu berbasis nilai-nilai Catur Guru.

Peran Guru dalam Memberikan Motivasi Belajar Ajaran Catur Guru pada Siswa Hindu di SDN Percobaan Palangka Raya

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru dalam memberikan motivasi belajar ajaran Catur Guru kepada siswa Hindu di SDN Percobaan Palangka Raya. Ajaran Catur Guru, yang terdiri atas Guru Swadyaya (Tuhan), Guru Rupaka (orang tua), Guru Pengajian (guru di sekolah), dan Guru Wisesa (pemerintah), merupakan pilar penting dalam pendidikan agama Hindu yang bertujuan membentuk karakter, etika, dan spiritualitas peserta didik. Motivasi belajar menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran, khususnya dalam penanaman nilai-nilai keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap guru serta siswa Hindu di SDN Percobaan Palangka Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan aktif sebagai motivator, pembimbing, dan pengawas dalam proses pembelajaran. Guru berupaya membangun semangat belajar siswa dengan menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi, memberikan penghargaan, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, serta men jalin kolaborasi dengan sesama guru. Kendala yang dihadapi antara lain perbedaan karakteristik siswa, rendahnya motivasi internal, kurangnya konsentrasi belajar, serta keterbatasan sarana dan prasarana. Upaya untuk mengatasi kendala tersebut dilakukan dengan pendekatan yang bersifat humanistik, yang menekankan pada pemahaman individu secara menyeluruh, baik dari aspek emosional, moral, maupun intelektual.Penelitian ini memperkuat relevansi teori belajar humanistik dalam konteks pendidikan agama Hindu di tingkat sekolah dasar. Guru tidak hanya menjadi penyampai materi, tetapi juga berperan sebagai agen pembentuk nilai-nilai dan karakter siswa. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan keilmuan dalam bidang pendidikan agama Hindu, sedangkan secara praktis dapat dijadikan acuan dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif, kontekstual, dan inspiratif. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi guru, sekolah, dan pengambil kebijakan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran agama Hindu berbasis nilai-nilai Catur Guru.

Penggunaan Media Pembelajaran Kartu Gambar Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas II SDN 9 Palangka

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penggunaan media dalam pembelajaran sangat berpengaruh tehadap berhasilnya suatu pembelajaran. Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan minat dan keinginan yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap pembelajar. Media gambar pada dasarnya membantu mendorong para siswa dan dapat membangkitkan minatnya pada proses pembelajaran. Kemampuan membaca merupakan salah satu keterampilan kunci yang harus dikuasi oleh setiap siswa, terutam di tingkat pendidkan sekolah dasar yang kelas rendah. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah Bagaimanakah Penggunaan Media Pembelajaran Kartu Gambar Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas II SDN 9 Palangka Raya Tahun Ajaran 2024? Bagaimana Efektifitas Penggunaan Media Pembelajaran Kartu Gambar Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas II SDN 9 Palangka Raya Tahun Ajaran 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggunakan media kartu gambar dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa. Dengan menggunakan media kartu gambar ini dapat membantu meningkatkan aktivitas belajar siswa selama kegiatan pembelajaran tidak menyenangkan.

Penggunaan Media Pembelajaran Kartu Gambar dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas II SDN 9 Palangka Kota Palangka Raya

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penggunaan media dalam pembelajaran sangat berpengaruh tehadap berhasilnya suatu pembelajaran. Dengan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan minat dan keinginan yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap pembelajar. Media gambar pada dasarnya membantu mendorong para siswa dan dapat membangkitkan minatnya pada proses pembelajaran. Kemampuan membaca merupakan salah satu keterampilan kunci yang harus dikuasi oleh setiap siswa, terutam di tingkat pendidkan sekolah dasar yang kelas rendah. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah Bagaimanakah Penggunaan Media Pembelajaran Kartu Gambar Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas II SDN 9 Palangka Raya Tahun Ajaran 2024? Bagaimana Efektifitas Penggunaan Media Pembelajaran Kartu Gambar Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas II SDN 9 Palangka Raya Tahun Ajaran 2024. Penelitian ini dilaksanakan dikelas II B SDN 9 Palangka yang berjumlah 13 siswa bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa melalui penerapan media kartu gambar. teknik untuk menganalisis data dakam penelitian ini dengan menggunakan presentase Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus yang melibatkan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada pra-siklus, kemampuan membaca siswa masih rendah dengan rata-rata nilai 60 dan hanya sedikit siswa yang mencapai ketuntasan belajar. Setelah menerapkan media kartu gambar pada siklus I, terjadi peningkatan nilai rata-rata menjadi 70 dengan sebagian besar siswa mencapai ketuntasan belajar. Pada siklus II, nilai rata-rata meningkat signifikan menjadi 81, menunjukkan bahwa hampir seluruh siswa mencapai ketuntasan belajar. Penggunaan media kartu gambar terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa. Media ini mampu membuat pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menyenangkan, sehingga siswa lebih termotivasi dan aktif dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media kartu gambar dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 87% pada siklus II. Kata Kunci: kemampuan membaca, media kartu gambar, pembelajaran interaktif, penelitian tindakan kelas

Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini mengkaji Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing suasana belajar di kelas kadang proses belajar siswa terhambat karena apa yang dijelaskan lain dari materi yang dicatat oleh siswa. Berdasarkan dari latar belakang tersebut, Skripsi ini mengkaji tentang (1). Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing (2) Kendala Atau Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penentuan informan teknik purposive. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dekomentasi. Teknik analisis data yang dilakukan melalui empat tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hal penelitian ini dikajikan dengan teori peran, teori Behaviorisme. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: (1) Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing, yang di lakukan Selaku guru mata pelajaran Agama Hindu dalam pelaksanakan evaluasi pembelajaran guru melaksanakan evaluasi yaitu evaluasi formatif digunakan unruk mengevalusai kemajuan belajar siswa selama berlangsungnya proses belajar menjagar disekolah, evaluasi sumatif adalah penilaian yang dilakukan pada akhir dari suatu unit kegiatan belajar mengajar tertentu (cawu/semester) yang bertujuan untuk mengambil keputusan tentang berhasil (lulus) atau gagalnya (tidak lulus) suatu proses pembelajaran, (2) Kendala Atau Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing yaitu Faktor penghambat evaluasi ini kesulitan guru dalam menyesuaikan kurikulum, karena di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing Berlaku Kurikulum K13, jadi dari KTSP ke Kurikulum K13, harus ada penyesuaian-penyesuaian banyak terjadi perubahan dalam hal evaluasi ini jadi kesulitan guru pada penyesuaian evaluasi, untuk K13 guru juga kerepotan yaitu karena katerian pelajaran terlalu banyak tagihan.

Pengelolaan pembelajaran pendidikan agama hindu di SDN-1 Desa penda muntei Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

YUNITA, 2020. Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SD NEGERI 1 Desa Penda Muntei Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas, Skripsi Jurusan Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang(IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing(I) LILIK, S.Ag.M.Pd.H Pembimbing (II) Dr. I Putu Widyanto,M.Pd.H Dalam proses belajar mengajar, guru memegang peran penting karena bertindak sebagai pengelolaan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan interaksi pembelajaran dan pengawasan pembelajaran yang menghasikan proses belajar mengajar yang mudah direncanakan, dilaksanakan, dan dikendalikan dengan baik sehingga bertujuan pembelajaran dapat tercapai secara efiktif dan efisian. Guru bertindak sebagai perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan dalam memberikan motivasi kepada siswa, agar terjadi proses interaksi yang memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar dengan baik. Dalam pelaksanaan tugasnya sebagai penyaji pelajaran khususnya didepan kelas, guru tidak hanya dituntut menyusun perencanaan pengajaran dan mentransfer pengetahuan dan pembelajaran yang disajikan kepada para siswanya. Tetapi guru juga harus mentransfer kecakapan rasa yang terkandung dalam materi pelajaran yang disajikan. Sehubungan dengan hal tersebut, peneliti bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang persiapan dan pelaksanaan mengajar guru mata pelajaran Agama Hindu di SD Negeri 1 Desa Penda Muntei Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pengelolan perencanaan,pelaksanaan dan proses pengawasan belajar mata pelajaran Agama Hindu di SD Negeri 1 Desa Penda Muntei Kecamatan Kapuas tengan Kabupaten Kapuas. Metode penelitian yang saya adalah deskritif kualitatif dalam pelaksanaan penelitian ini, ditetapkan sebagai Informan adalah Kepala Sekolah, guru mata pelajaran Agama Hindu. Untuk memperoleh data penelitian digunakan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawacara dan dokumentasi yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa : (a) persiapan pembelajaran yang dilakukan oleh guru mata pelajaran agama Hindu di SD Negeri 1 Desa Penda Muntei Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas termasuk kategori efektif, karena guru ada membuat silabus, penyusunan RRP yang berdasarkan permendikbut No.22 Tahun 2006 tentang standar proses pendidikan dasar dan Menengah. (b) pelaksanaan pengelolaan pembelajaran agama Hindu di SD Negeri 1 Desa Penda Muntei Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas, meliputi: (1) pengelolaan pembelajaran dalam pembukaan materi pelajaran dan pemberitahuan, termasuk yang sangat efektif, (2) kegiatan evaluasi pembelajaran dalam bentuk pratest termasuk kategori baik dan evaluasi pembelajaran dalam bentuk pratest termasuk kategori cukup baik, (3) kegiatan tindak lanjut hasil evaluasi pembelajaran dalam hal pemberitahuan hasil evaluasi termasuk kategori cukup baik, dengan demikian disarankan, agar guru agama Hindu di SD Negeri-1 Desa Penda Muntei Kecamatan Kapuas Tengah Kabupanten Kapuas lebih memantapkan lagi persiapan mengajarnya, sehingga pelaksanaan mengajar dapat berlangsung secara efektif dan efisien. (c) pengawasan pengelolaan pembelajaran agama Hindu di SD Negeri 1 Penda Muntei Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas terbagi menjadi dua, yaitu pengawasan dari segi Kepala Sekolah dan Guru agama Hindu. Pengawasan yang dilakukan oleh kepala sekolah mengenai pembelajaran mata pelajaran agama Hindu dapat dikatakan cukup baik, sedangkan pengawasan yang dilakukan oleh guru agama Hindu juga termasuk kategori baik karena pihak guru selalu mengawas dan mengamati perkembangan siswa oleh karena itu, kegiatan pembelajaran menjadi efektif dan efisien.