Abstrak
Natalia,2022. Pengelolan Wisata Edukasi Museum Balanga Di Kota Palangka Raya.Pembimbing I:Wentin, S.Ag., M.Pd.H, dan pembimbing II: Bapak Dr.Anak Agung Gede Wiranata, S.Ag.,M.Ag Museum Balanga memiliki sifat pendidikan budaya dari Suku Dayak yang ada di Kalimantan Tengah,diantaranya adalah seperti melakukan pengadaan dan juga konservasi benda benda budaya untuk dipamerkan ke masyarakat luas yang dalam hal ini fungsi museum balanga sebagai wisata edukasi yang memberikan pendidikan kepada masyarakat luas. Sisi positif yang disajikan museum untuk publik atau dari kunjungan ke museum tidak dapat dihindari bahwa masih ada sebagian atau sekelompok masyarakat yang memiliki cara pandang (paradigma) kurang baik tentang museum. Suatu kesan yang menganggap museum tidak lebih dari gudang atau tempat benda-benda kuno untuk tujuan dipamerkan ke masyarakat dan tanpa nilai, oleh karena itu pengelolaan museum perlu memberikan pemahaman mengenai arti, manfaat dar: tujuan pendirian atau pengelolaan museum. Dilihat dari pembahasaan di atas maka rumus masalah dalam penelitian ini adalah : (1)Bagaimanakah Pengelolaan wisata edukasi di museum Balanga Kota Palangka Raya (2) Apakah yang menjadi Implikasi dari pengelolaan wisata edukasi di museum Balanga Kota Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) Teori Konstruktivisme dan (2) teori pengaruh. Adapun metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, hal ini dikarenakan penulis ingin mendeskripsikan data lapangan mengenai permasalahan penelitian,teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan purposive sampeling dengan pertimbangan tertentu. Penelitian ini menggunkan teknik analisis data yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil kesimpulan dalam penelitian ini yaitu Pengelolan wisata edukasi di Museum Balanga masih kurang tertata dengan baik, di Museum Balanga sendiri tidak memiliki sop ( standar operating procedure) yang telah di perbarui dalam pelayan terhadap wisatawan. Kendala pelaksanaan perawatan dan pembersihan benda- benda koleksi Museum Balanga adalah kurangnya stap yang bekerja, terutarna pekerja laki - laki dan tidak adanya ahli di bidang arkeologi untuk pengklasifikasian benda- benda koleksi. Dampak wisata edukasi Museum Balanga terhadap wisatawan terutama pelajar ataupun mahasiswa sangat positif yang memberikan pembelajaran edukasi tentang kebudayan suku dayak, mengenal ritual Agama Hindu Kaharingan dari upacara kelahiran, perkawinan sampai kematian dan pengenal tentang tokoh suku dayak yaitu bapak Tjilik Riwut.