ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sunetae MR. Hanyi. 2026. Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Siaran Mimbar Agama Hindu Pro 1 di RRI Palangka Raya. Program Studi Magister Pendidikan Agama Hindu, Program Pascasarjana, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.A., Pembimbing II Dr. Ervantia Restulita L. Sigai, S.S., M.Si. Program Mimbar Agama Hindu Pro 1 di RRI Palangka Raya merupakan salah satu media pendidikan agama Hindu nonformal yang berperan dalam menyampaikan ajaran dan nilai-nilai agama Hindu kepada masyarakat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kajian mengenai nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam isi siaran keagamaan, pola penyampaiannya, serta latar belakang penyelenggaraan program sebagai media pendidikan agama Hindu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis latar belakang munculnya Program Mimbar Agama Hindu Pro 1 di RRI Palangka Raya, mengkaji pola penyampaian nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam siaran, serta mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan agama Hindu yang terkandung dalam isi siaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan Kepala RRI Palangka Raya, pengelola Program Mimbar Agama Hindu Pro 1, serta narasumber program sebagai informan penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, Program Mimbar Agama Hindu Pro 1 di RRI Palangka Raya diselenggarakan sebagai implementasi fungsi RRI sebagai lembaga penyiaran publik melalui kerja sama dengan Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu, lembaga keagamaan Hindu, dan narasumber untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan agama Hindu nonformal. Kedua, pola penyampaian nilai-nilai pendidikan agama Hindu dilakukan melalui materi yang sistematis, komunikatif, dan kontekstual, didukung oleh koordinasi antara pengelola program, Bimas Hindu, dan narasumber sehingga materi mudah dipahami dan dimaknai oleh masyarakat. Ketiga, isi siaran memuat nilai etika, nilai sosial, dan nilai spiritual yang tidak hanya memperkuat pengetahuan keagamaan, tetapi juga membentuk karakter, hubungan sosial yang harmonis, serta kehidupan spiritual masyarakat dalam mengamalkan ajaran Hindu sehari-hari.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Eko.2025. Nilai- Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Pelaksaan Ritual Nyadiri Di Desa Jalemu Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharm Acarya Institut Agama Hindu Negeri tampung Penyang ( IAHN-TP) Palangka Raya Pembimbing (I) Dr. Pranata,S.Pd.,M.Si Pembimbing (II) Serlis Rusandi ,S.Pd.,M.Pd Penelitian ini mengkaji eksistensi nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam Ritual Nyadiri pada suku Dayak Ngaju Hindu Kaharingan di Desa Jalemu Raya, Kabupaten Gunung Mas. Ritual Nyadiri merupakan upacara pengobatan tradisional untuk merestorasi kesehatan individu (layau hambaruan) yang diyakini jatuh sakit akibat perjumpaan spiritual dengan roh orang mati dalam mimpi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif serta landasan teori Fungsional Struktural dan Teori Nilai, penelitian ini membedah mekanisme pelaksanaan ritual dan kandungan nilai pendidikan agama Hindu di dalamnya. Hasil penelitian mengungkapkan: Proses Pelaksanaan: Ritual dilakukan melalui tahapan sistematis yang meliputi penyiapan sarana prasarana, penyediaan beras tawur. adapun tahapan pertama yaitu (narinjet behas tawur), tahap kedua (nyaluh patung sadiri) yakni menyemburkan sirih pinang ke patung Sadiri sebagai simbol pengganti diri. Puncak ritual atau tahapan terakhir ditandai dengan pengantaran sesajen beserta tambak dan pembukaan bungkusan hambaruan oleh pemimpin upacara (Basir) di dalam mangkuk kecil (tambak); jika ditemukan tanda baik, beras hariten akan diletakkan di kepala pasien sebagai simbol kembalinya jiwa yang sehat. Nilai-Nilai Pendidikan Hindu: Nilai Tattwa (Ketuhanan): Tercermin pada penggunaan mantra oleh Basir sebagai bentuk komunikasi dan permohonan doa kepada Ranying Hatalla Langit (Tuhan) serta penghormatan kepada Sahur Parapah (roh leluhur) sebagai manifestasi-Nya. Nilai Etika: Teperliat pada kepatuhan peserta ritual terhadap aturan-aturan adat dan tata cara pelaksanaan yang telah diwariskan secara turun-temurun. Nilai Upacara: Menitik beratkan pada aspek keyakinan bahwa ritual merupakan media penghubung manusia dengan kekuatan spiritual untuk memohon perlindungan dari segala musibah dan penyakit.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Risa Widya, 2025 Nilai Pendidikan Hindu Dalam Pelaksananaan Yadnya Sesa Umat Hindu Bali di Desa Lunuk Ramba Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas Pembimbing I Mitro S.Pd., M.Si Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag, M.Si Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai pendidikan Hindu yang terkandung dalam pelaksanaan Yadnya Sesa oleh masyarakat Hindu etnis Bali di Desa Lunuk Ramba, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas. Yadnya Sesa merupakan salah satu bentuk dalam ajaran Hindu yang dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Praktik keagamaan ini tidak hanya menjadi bagian dari ritual keagamaan, tetapi juga mengandung nilai-nilai pendidikan yang mencerminkan ajaran filsafat Hindu, seperti nilai religius, etika, tanggung jawab sosial, serta keselarasan dengan alam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan tokoh agama Hindu setempat, serta dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Yadnya Sesa tidak hanya sebagai kewajiban spiritual, tetapi juga sarana edukasi religius yang diwariskan antar generasi. Nilai-nilai pendidikan Hindu yang muncul mencakup nilai religius (ketulusan dan keikhlasan dalam berbakti kepada Tuhan), nilai etika (penghormatan kepada leluhur dan alam), serta nilai sosial budaya (melestarikan tradisi dan membentuk sikap gotong royong). Dengan demikian, Yadnya Sesa berperan penting dalam membentuk karakter dan spiritualitas umat Hindu, serta memperkuat identitas budaya umat hindu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ARIANO, 2025. Nilai Pendidikan Hindu Dalam Upacara Bontang Siwah Mamali Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Bentot Kabupaten Barito Timur. Pembimbing I Lamri, S.Pd.,M.Pd.H dan Pembimbing II Heri Kusuma Tarupay, S.S.,M.Hum Skripsi ini mengkaji tentang nilai pendidikan Hindu dalam upacara Bontang Siwah Mamali pada umat Hindu Kaharingan di Desa Bentot Kabupaten Barito Timur. Upacara Bontang Siwah Mamali merupakan upacara kematian tingkat akhir dan yang tertinggi dan bagian dari pitra yadnya, dalam pelaksanaanya bukan termasuk upacara duka tetapi sudah berbentuk upacara sukacita, keunikan pada upacara Bontang Siwah Mamali terdapat pada pelaksanaan, di dalamnya melibatkan sorak-sorai kegembiraan serta tari-tarian. Adapun rumusan masalah yang dilakukan yaitu: Bagaimana pelaksanaan upacara Bontang Siwah Mamali pada umat Hindu Kaharingan? Bagaimana makna filosofis upacara Bontang Siwah Mamali pada umat Hindu Kaharingan? Bagaimana nilai-nilai pendidikan Hindu upacara Bontang Siwah Mamali pada umat Hindu Kaharingan? Penelitian ini bertujuan untuk memahami, mengkaji dan mendekskripsikan pelaksanaan, makna filosofis dan nilai-nilai pendidikan Hindu dalam upacara Bontang Siwah Mamali. Penelitian ini menggunakan teori fungsional struktural, teori fenomenologi dan teori nilai. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Dengan lokasi penelitian di Desa Bentot. Jenis dan sumber data yang digunakan: Sumber data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan yaitu: Teknik purposive. Teknik pengumpulan data yang digunakan: Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian kualitatif. Teknik analisis data yaitu: Pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa upacara Bontang Siwah Mamali di Desa Bentot Kabupaten Barito Timur, yaitu dalam pelaksanaannya memiliki beberapa tahap: Persiapan, pelaksanaan, tahap akhir. Kemudian memiliki makna filosofis berfungsi sebagai proses pembersihan dan penyucian diri, baik secara spiritual maupun moral. Hal ini menjadi simbol untuk mengantarkan roh mencapai kebahagiaan sejati dan kedamaian abadi menyatu dengan Tuhan (Moksa). Selain mempunyai makna filosofis dalam upacara Bontang Siwah Mamali juga mempunyai nilai-nilai Pendidikan Hindu yaitu: Tattwa keyakinan terhadap Tuhan sebagai sumber dari Atman serta menghantarkan roh leluhur ke alam berikutnya atau menyatu dengan Tuhan. Susila dilihat dari rasa bhakti dan rasa hormat untuk membayar hutang kepada leluhur dan Upacara dilihat dari prasarana dalam pelaksanaan terdapat tari-tarian. Nilai pendidikan sosial dapat dilihat dari kebersamaan dan gotong royong saling membantu dari tahap persiapan upacara Bontang Siwah Mamali sampai selesai. Kata Kunci: Nilai Pendidikan Hindu, Bontang Siwah Mamali
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Wiranda, 2025. Nilai Pendidikan Agama Hindu Pada Pambak Dalam Upacara Tiwah Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Bapak Dr. Derson, S. Ag., M.Si Pembimbing II Ibu Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Kalimantan merupakan salah satu pulau terbesar di Indonesia yang dikenal memiliki beragam budaya dan tradisi. Tradisi yang dimiliki salah satunya ada pada umat Hindu Kaharingan yaitu Pambak Pambak merupakan tempat untuk menyimpan peti mayat atau tulang umat Hindu Kaharingan yang sudah melalui proses Tiwah yang dipercai dapat mengantarkan roh leluhur menuju Lewu Tatau, dalam proses pembuatan Pambak harus melalui upacara-upacara atau ritual-ritual terlebih dahulu, pada ukiran-ukiran pambak juga memiliki nilai pendidikan agama Hindu. Rumusan masalah yang diangkat yaitu 1). Bagaimana Proses Pembuatan Pambak dalam Upacara Tiwah Umat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan? 2). Apa Saja Nilai Pendidikan Agama Hindu yang ada pada Pambak dalam Upacara Tiwah Umat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan? Adapun tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembatan Pambak dan nilai pendidikan agama Hindu pada Pambak dalam upacara Tiwah umat hindu Kaharingan di desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan. Teori menggunakan dua teori yaitu penciptaan karya seni rupadan teori nilai. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik penentuan informan yang digunakan yaitu teknik purposive sampling, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian, data dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa 1). Proses dalam pembuatan Pambak harus melalui upacara-upacara atau ritual-ritual terlebih dahulu, karena pambak merupakan tempat untuk menyimpang peti mayat atau tulang umat hindu kaharingan yang sudah melalui proses upacara Tiwah 2).Terdapat Nilai Pendidikan agama hindu pada pambak dalam upacara tiwah yaitu nilai Tattwa, Susila Dan Upacara,termasuk pada ukiran pambak juga memiliki makna-makna tertentu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji tentang nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu yang terkandung dalam ritual Nyiwah pada Umat Hindu di Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Penggalian nilai-nilai pendidikan Agama Hindu dalam sebuah ritual dianggap sangat perlu untuk medukung program pembentukan Sumber Daya Manusia yang memiliki kemampun intelektual belandaskan nilai-nilai Agama. Penelitian ini berfokus pada nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam ritual Nyiwah di Kecamanatan Lahei Barat Kabupaten Muara Teweh dengan rumusan masalah : 1) Bentuk Pelakasanaan Ritual Nyiwah di Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara, 2) Nilai-nilai pendidikan Hindu dalam ritual Nyiwah di Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara, 3) Implikasi nilai-nilai pendidikan Hindu dalam ritual Nyiwah di Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Adapun teori yang digunakan dalam menganalisis permasalah ini adalah Teori Interaksi Simbolik, Teori Struktural, dan Teori Pendidikan Humanistik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitiatif dengan, teknik penentuan informan secara Purposive Sampling dan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumen, selanjutnya data yang diperoleh diolah dengan teknik analisis deksriptif kualitatif. Hasil dalam penelitian ini meliputi: 1) Pelaksanaan ritual Nyiwah terbagi menjadi 3 bagian yakni tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan (Ngonteng atau Bokas), dan tahapan Betampas Awi Jari, 2) ada tiga nilai pendidikan Agama Hindu yang diungkap dalam ritual Nyiwah yakni, Nilai Pendidikan Tattwa, Nilai Pendidikan Etika (Susila) dan Nilai Pendidikan Estetika, 3) Implikasi nilai pendidikan Agama dalam ritual Nyiwah yang dilaksanakan di daerah Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara yakni terdapatnya dampak sebab akibat terhadap perilaku humanistik yang taat pada aturan, nilai kebenaran dan nilai keindahan pada lingkungan masyarakat Umat Hindu Kaharingan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji eksistensi Sansana Kayau di Desa Tewang Rangkang Kabupaten Katingan. Sansana kayau memiliki merupakan kesenian lisan yang bernuansa religi Hindu Kaharingan, yang masih tetap eksis sampai saat ini di Desa Tewang Rangkang. Sansana kayau dilantunkan pada ritual kematian dan ritual tiwah umat Hindu Kaharingan. yang menceritakan dan mendoakan perjalanan liau haring Kaharingan, selama hidup sampai meninggal. Berdasarkan latar belakang tersebut dapat dikan rumusan masalah: (1) Untuk memahami eksistensi Sansana Kayau di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sanggalang Garing Kabupaten Katingan? (2) Untuk memahami Nilai-nilai Pendidikan Hindu Kaharingan dalam Sansana Kayau Di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sanggalang Garing, Kabupaten Katingan? (3) Untuk Memahami Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Sansana Kayau Di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing, Kabupaten Katingan? Tujuan penelitian mengkaji dan mendeskripsikan latar belakang, memperkaya ilmu pengetahuan Hindu tentang Sansana Kayau di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan memahami dan menganalisis eksistensi Sansana Kayau di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Informan dipilih secara porposive sampling. Peneliti bertidak sebagai instrumen utama dengan alat bantu. Data diverifikasi, dianalisis dengan teori eksistensialisme, teori nilai, teori kontruksi sosial, penarikan kesimpulan yang disajikan hasil analisis data dalam narasi Bahasa Indonesia, informal dan formal. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi Sansana Kayau di Desa Tewang Rangkang masih terjaga. Hal tesebut dilihat dari pelaksanaan Sansana Kayau di ritual kematian dan ritual tiwah. Nilai-nilai pendidikan Hindu pada Sansana Kayau yaitu nilai religius, tattwa, etika, estetika dan budaya. Internalisasi nilai pendidikan Hindu pada Sansana Kayau di Desa Tewang Rangkang, terlihat dari adanya penyisipan makna nilai-nilai moral yang disampaikan oleh Pangansana melalui lantunan Sansana Kayau untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini juga dilakukan untuk mendidik generasi penerus melestarikan kesenian Sansana Kayau agar memiliki jiwa dan karakter religius.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji nilai pendidikan Hindu dalam ritual sangiang halunuk pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Jutuh Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas. Ritual sangiang halunuk hanya dilaksanakan pada orang yang memiliki jamban sangiang saja. Berdasarkan uraian tersebut, maka rumusan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimana proses pelaksanaan ritual sangiang halunuk pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Jutuh Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas ?, (2) Apakah nilai-nilai pendidikan Hindu yang terkandung dalam pelaksanaan ritual sangiang halunuk pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Jutuh Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas ?, (3) Bagaimana implikasi nilai-nilai pendidikan Hindu yang ada dalam ritual sangiang halunuk pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Jutuh Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas ? Metode penelitian ini adalah deskriptif, pendekatan kualitatif, didukung dengan teori fungsional struktural, nilai, implikasi. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi. Dan data direduksi agar dapat ditarik sebuah kesimpulan. Berdasarkkan hasil penelitian, ritual sangiang halunuk merupakan ritual mengukuhkan seseorang yang memiliki jamban sangiang supaya menjadi lasang sangiang, setelah dilaksanakan ritual tersebut orang yang memiliki jamban sangiang bisa dirasuki oleh sangiang roh leluhur. Supaya dapat melaksanakan ritual manyangiang dan bermanfaat bagi masyarakat. Apabila tidak dilaksanakan ritual sangiang halunuk maka selalu diganggu oleh makhluk halus yang menyebabkan sakit (stres,gila) bahkan sampai meninggal dunia. Pelaksanaan ritual sangiang halunuk memiliki tahapan sebagai berikut: (1) Tahap persiapan, (2) Tahap pokok/inti (3) Tahap Akhir (hari ketiga). Nilai pendidikan Hindu dalam ritual sangiang halunuk digolongkan menjadi 2 (dua) yaitu nilai parawidya (tattwa,upacara) dan nilai aparawidya (etika, estetika). Implikasi nilai pendidikan Hindu dalam ritual sangiang halunuk antara lain : (1) Terjaganya keseimbangan dan keharmonisan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, serta hubungan dengan alam. (2) Taat terhadap pelaksanaan ritual sebagai bentuk ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. (3) Tumbuhnya kesadaran beretika. (4) Membangkitkan inspirasi, membuat bahagia, serta memperkaya kehidupan manusia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RIANDI.2024. Nilai Pendidikan Hindu Terhadap Keberadaan Sangkaraya Dalam Upacara Tiwah Di Desa Tumbang Malahoi Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas. Tesis Strata Dua (S-2) Prodi Magister Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Prof. Tiwi Etika, S.Ag.,M.Ag.,Ph.D. Pembimbing II : Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH.,M.Pd.H. Penelitian ini mengkaji nilai pendidikan Hindu terhadap keberadaan sangkaraya dalam upacara tiwah di Desa Tumbang Malahoi Kecamatan Rungan Kabupaten Gunun Mas. Keberadaan sangkaraya dalam upacara tiwah bahwa penomena yang pernah terjadi dalam upacara tiwah khususnya di Desa Tumbang Malahoi. Sangkaraya yang seharusnya dihormati dan dijaga kesuciannya, dan dijunjung tinggi nilai hanya dianggap prasarana biasa yang hanya sebagai pusat upacara saja oleh orang yang kurang memahami tanpa mengetahui makna, nilai-nilai yang terkandung, serta etika yang harus dijaga. Pada saat upacara berlangsung terkhususnya saat sangkaraya sudah didirikan dan dimulai dengan upacara manganjan ada sebagian orang yang memberikan pertanyaan karena kurangnya pemahaman terhadap sangkaraya dalam upacara tiwah. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah prosesi mendirikan Sangkaraya dalam Upacara Tiwah Agama Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Malahoi?, 2) Bagaimanakah fungsi dan makna Sangkaraya dalam Upacara Tiwah Agama Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Malahoi?, 3) Nilai pendidikan Agama Hindu apakah yang terdapat pada keberadaan Sangkaraya dalam Upacara Tiwah Agama Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Malahoi?. Penelitian ini dikaji dengan teori simbol, teori fungsional struktural, dan teori nilai, metode penelitian yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis dan sumber data yaitu sumber data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik Penyajian Hasil Analisis Data, dengan teknik penyajian informal dan teknik penyajian formal. Berdasarkan hasil penelitian, Proses mendirikan sangkaraya dalam upacara tiwah di Desa Tumbang Malahoi Kecamatan Rungan terdapat beberapa tahapan yang perlu diperhatikan serta dipersiapkan terlebih dahulu. Adapun tahapan-tahapan dalam proses pendirian sangkaraya pada upacara tiwah sebagai berikut: 1) proses pembentukan panitia. 2) Proses perencanaan baramu/pencarian sarana/bahan untuk mendirikan balai nyahu dan sangkaraya. 3) proses muluh gandang atau mendirikan sangkaraya dalam upacara tiwah. Fungsi dan makna untuk fungsi sangkaraya terbagi menjadi 3 (tiga) fungsi yaitu Fungsi Religi, Fungsi Etika, dan Fungsi Sosial, serta mempunyai makna yang mendalam yaitu kebersamaan (kekuatan) dan gotong royong. Nilai Pendidikan tekandung dalam keberadaan sangkaraya terbagi menjadi empat bagian yaitu: nilai pendidikan tattwa, nilai pendidikan etika, nilai pendidikan sosial, dan nilai pendidikan estetika. Kata Kunci: Nilai Pendidikan Hindu, Sangkaraya upacara tiwah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Krisjon Agustin Darma. 2024, Papan Lewu Dalam Ritual Tiwah di Kapuas Tengah Dikaji Dari Nila-Nilai Pendidikan Agama Hindu. Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Mitro, S.Pd., M.Si Pembimbing II : Megawati,S.Pi., M.Pd.H Papan Lewu di Kapuas Tengah merupakan sarana yang digunakan pada saat Ritual Tiwah, adapun yang terkandung didalamnya yaitu berbagai lukisan yang bermakna seperti Banama Ruhung yang merupakan sebuah gambaran sarana transportasi yang digunakan oleh Sangiang Duhung Mama Tandang serta ada juga gambaran lewu bukit uju hatuntung yang merupakan simbol tempat menghantarkan Liau Haring Kaharingan menuju Lewu Tatau. Lukisan tersebut merupakan persembaham suci yang tulus ikhlas dari Tarantang Nule kepada liau haring kaharingan yang kemudian akan dibawa menuju LewuTtatau. Masyarakat Kapuas Tengah perlu mengetahui lebih dalam bahwa Papan Lewu adalah suatu sarana penting yang digunakan dalamn Ritual Tiwah. Keberadaan Papan Lewu dalam Ritual Tiwah memiliki nilai dan makna yang diyakini dan dipertahankan keberadaannya sehingga dengan adanya permasalahan di atas penulis tertarik untuk mengkaji : 1). Bagaimana bentuk, fungsi dan makna Papan Lewu dalam Ritual Tiwah di Kecamatan Kapuas Tengah? 2). Bagaimana kajian nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Papan Lewu pada Ritual Tiwah di Kecamatan Kapuas Tengah? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1). Untuk mengetahui bentuk, fungsi dan makna Papan Lewu dalam Ritual Tiwah di Kecamatan Kapuas Tengah. 2). Untuk mengetahui kajian nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Papan Lewu pada Ritual Tiwah di Kecamatan Kapuas Tengah. Penelitian ini menggunakan Teori Semiotika, dan Teori Simbol. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis data yang meggunakan deskriptif kualitatif dan sumber data bersifat kualitatif. Dengan menggunakan informan ditentukan melalui Purposive Sampling. Hasil Penelitian ini adalah; 1). Ritual Tiwah sangat erat kaitannya dengan Papan Lewu, yang merupakan sarana wajib dalam pelaksanaan ritual ini di Kecamatan Kapuas Tengah. Papan Lewu menjadi elemen penting dalam upacara, menandakan bahwa ritual ini tidak hanya memerlukan persiapan dan waktu tetapi juga peralatan khusus yang memegang peranan penting dalam pelaksanaan Ritual. Ritual Tiwah dalam masyarakat Kapuas Tengah adalah upacara yang sangat signifikan dan kompleks, baik dari segi persiapan, makna spiritual, maupun penggunaan peralatan ritual seperti Papan Lewu. 2). Ritual Tiwah dalam masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Hurung Pukung adalah sebuah upacara yang menggabungkan kewajiban sosial, pengabdian spiritual, dan penghormatan kepada Tuhan dalam satu kesatuan yang utuh, menggambarkan kedalaman makna dan peranannya dalam kehidupan masyarakat tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Rutsiana, 2024. Kajian Nilai-Nilai Pendidikan Hindu Dalam Ritual Nyadiri Massal Di Kota Palangka Raya Pada Masyarakat Hindu Kaharingan. Pembimbing I Dr. I Wayan Suasta, S.Ag.,M.Pd.H. Pembimbing II Dr. Ervantia Restulita L.Sigai.S.S.,M.Si. Ritual Nyadiri dalam agama Hindu Kaharingan merupakan ritual memohon perlindungan dan anugerah dari Ranying Hatalla dan Sahur Parapah. Bertujuan untuk menghindari diri, keluarga, masyarakat sekitar dari pengaruh negatif, sebagai upaya pencegahan, penyembuhan, perlindungan dari sial, firasat buruk, marabahaya, serta menyembuhkan penyakit. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengkaji tentang nilai-nilai pendidikan Hindu dalam ritual Nyadiri massal di kota Palangka Raya, dengan tujuan mengungkapkan alasan pelaksanaan serta nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, didukung dengan teori fenomenologi dan teori nilai. Data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen selanjutnya data tersebut dideskripsikan dengan menghubungkan konteks yang relevan. Berdasarkan hasil penelitian, Ritual Nyadiri merupakan tradisi penting bagi umat Hindu Kaharingan karena bertujuan untuk melindungi diri, keluarga dan masyarakat sekitar dari pengaruh negatif yang tak terlihat dan menjaga keseimbangan antara dunia nyata dan spiritual. Ritual Nyadiri ini melibatkan berbagai tahapan dan penggunaan sarana dan simbolis yang diyakini memiliki kekuatan tak terlihat yang dapat menangkal kesialan dan berbagai macam penyakit. Ritual ini juga dilakukan sebagai respons terhadap pandemi COVID-19, memohon keselamatan dan membuang sial. Nilai-nilai pendidikan Hindu yang terkandung dalam ritual Nyadiri ini meliputi nilai tattwa, menggambarkan keyakinan kepada Ranying Hattla Langit; nilai susila, mengajarkan etika dalam interaksi sosial; Nilai upacara, meningkatkan kualitas diri melalui keyakinan dan ketenangan. Ritual ini memiliki makna etika dan estetika yang mendalam, mencerminkan nilai perlindungan, penghormatan terhadap tradisi, dan kesejahteraan komunitas; Nilai Sosial (Kemasyarakatan) yang dapat diwujutkan dengan sikap gotong royong, berbagi rejeki kepada orang lain, terjalinnya kerukunan dan kebersaman, serta saling menghargai dan menghormati antar sesamam. Oleh karena itu, ritual Nyadiri massal merupakan manifestasi nyata dari upaya spiritual dan budaya masyarakat Hindu Kaharingan dalam mencapai kehidupan yang damai, selamat, tenang, dan sehat, serta berfungsi sebagai sarana pendidikan dan penguatan identitas budaya serta spiritual. Kata Kunci: Nyadiri, Hindu Kaharingan, nilai pendidikan, ritual, Kalimantan Tengah. ABSTRACT Rutsiana, 2024. Studi Of Hindu Educational Values In Mass Nyadiri Rituals In The Hindu Kaharingan Community In Palangka Raya. Supervisor I Dr. I Wayan Suasta, S.Ag.,M.Pd.H. Supervisor II Dr. Ervantia Restulita L.Sigai.S.S.,M.Si. Nyadiri Ritual in Hindu Kaharingan is a life ritual to pray for protection and grace from Ranying Hatalla, and Sahur Parapah. The rituals is to protect oneself, family and the surrounding community from negative influences, as an effort to prevent, heal and protect against bad luck, bad feelings, danger and to cure diseases. There fore, the values of Hindu education in the mass Nyadiri ritual in the city of Palangka Raya was studied for revealing the reasons of implementation and the educational values contained therein. It was through a qualitative method with a descriptive approach, supported by phenomenological theory and value theory. The data was obtained by using observation, interviews and document study techniques, then the data was described by linking the relevant context. Based on research results, the Nyadiri Ritual is an important tradition for Kaharingan Hindu because it aims to protect themselves, their families and the surrounding community from invisible negative influences and maintain balance between the real and spiritual worlds. This Nyadiri ritual involves various stages and the use of tools and symbols which are believed to have invisible powers that can ward off bad luck and various diseases. This ritual is also carried out as a response to the COVID-19 pandemic, a request for safety and banishment of bad luck. The values of Hindu educational contained in Nyadiri ritual include tattwa values, describing belief in Ranying Hatalla Langit; moral values, teaching ethics in social interaction; and ceremonial values, improving self-quality through belief and serenity. This ritual has deep ethical and aesthetic meaning, reflecting the values of protection, respect for tradition, and the well-being of the community. Therefore, Nyadiri mass ritual is a real manifestation of the spiritual and cultural efforts of Hindu Kaharingan community in achieving a safe, peaceful and healthy life, also as a facility of education and strengthening cultural and spiritual identity. Keywords: Nyadiri, Hindu Kaharingan, educational values, rituals, Central Kalimantan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Jumriadi. 2024, Nilai Pendidikan Hindu Dalam Upacara Mopas Lowu Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Naan Kecamatan Seribu Riam KabupatenMurung Raya skripsi program studi Hindu Pendidikan Agama hindu fakultas dharma acarya institute agama Hindu NegriTamping Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pemimbing I : Dr. Derson, S.Ag., M.Ag., Pemimbing II : Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.Ag. Penelitian dalam Skriipsi ini mengkaji tentang Nilai Pendidikan Hindu dalam Upacara Mopas Lowu pada: masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Naan Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya. Upacara Mopas Lowu Di Desa Tumbang Naan masih dilaksanakan sesuai dengan ajaran yang diwariskan oleh nenek moyang dahulu, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tata cara upacara mopas lowu fungsi serta maknanya bagi kehidupan masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Naan Kalimantan Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data menggunakan pengumpulan data (data collection), reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Mopas lowu adalah salah satu implementasi ajaran Hindu kaharingan dalam mewujudkan rasa hormat, dan terima kasih kepada Tuhan (Ranying Hatalla Langit) karena telah menjaga alam dan kampung dari marabahaya. Mopas lowu dilakukan karena adanya suatu peristiwa atau kejadian yang berhubungan dengan pembunuhan, ancaman keselamatan, atau kejadian di timpa musibah penyakit yang menimpa seluruh penduduk atau kota. Upacara ini bertujuan untuk membersihkan alam dan lingkungan hidup (petak danum) beserta segala isinya dari berbagai bahaya dan celaka agar diberikan keberuntungan, keselamatan, umur yang panjang, rejeki yang melimpah serta ketentraman lahir batin kepada seluruh penduduk kampung atau kota
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK I Wayan Suwirye, 2024. Nilai Pendidikan Karakter Dalam Nyambutin Umat Hindu di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Pembimbing I. Dr. I Wayan Suasta, S.Ag.,M.Pd.H. Pembimbing II. Dr. Tardi Edung,S.Ag.,M.Ag. Penelitian ini mengkaji tentang nilai pendidikan karakter dalam Nyambutin umat Hindu di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Nyambutin merupakan yadnya suci untuk membersihkan/menghilangkan leteh, papa klesa, dan memperkuat kedudukan atman si bayi. Berdasarkan latar belakang dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimanakah Bentuk dan Fungsi pelaksanaan Nyambutin umat Hindu di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas? 2. Apa saja nilai Pendidikan karakter dalam pelaksanaan Nyambutin di desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas?. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah, teori religi, teori interkasionisme simbolik dan teori nilai pendidikan karakter. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, metode kualitatif, lokasi penelitian di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas. Jenis dan sumber data; jenis data menggunakan data kualitatif, sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data skunder, teknik penentuan informan dengan puporsive sampling, instrumen penelitian peneliti sendiri, teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, dan studi dokumen; teknik analisa data menggunakan data kualitatif dengan teknik analisa Milles and Huberman. Berdasarkan hasil analisa data, hasil penelitian meliputi bentuk pelaksanaan Nyambutin dikaji dengan teori interaksionisme simbolik, adalah sarana yang digunakan berupa Banten Pengelepas Awon/Pebyakaonan, banten penyambutan, banten prayascita, banten jejagan, banten kumare,banten tataban. Waktu pelaksanaan Nyambutin dilaksanakan ketika hari purnama atau bulan purnama penuh, proses pelaksanaan Nyambutin meliputi pembersihan/penglukatan, mebajang colong, mengelilingi lesung, mepetik, sembahyang, mejaya-jaya. Fungsi Nyambuti meliputi fungsi religius, fungsi penyucian, fungsi sosial, dan fungsi Estetika. Nilai pendidikan karakter dalam Nyambutin meliputi: religius, kedisiplinan, integritas, dan empati. Kata Kunci ; Nyambutin Bentuk dan Fungsi Nilai Pendidikan Karakter. ABSTRACT I Wayan Suwirye, 2024. Character Education Values in the Nyambutin Ceremony Among Hindu Communities in Basarang Jaya Village, Basarang Sub-district, Kapuas Regency. Supervisor I: Dr. I Wayan Suasta, S.Ag., M.Pd.H. Supervisor II: Dr. Tardi Edung, S.Ag., M.Ag. This study examines the values of character education embedded within the Nyambutin ceremony practiced by the Hindu community in Basarang Jaya Village, Basarang Sub-district, Kapuas Regency. Nyambutin is a sacred ritual aimed at cleansing impurities, eliminating sins and afflictions, and strengthening the position of the infant's atman (soul). The research addresses the following questions: 1. What are the forms and functions of the Nyambutin ceremony as practiced by the Hindu community in Basarang Jaya Village, Basarang Sub-district, Kapuas Regency? 2. What character education values are inherent in the Nyambutin ceremony in Basarang Jaya Village, Basarang Sub-district, Kapuas Regency?.The theoretical framework of this research incorporates theories of religion, symbolic interactionism, and character education values. A qualitative research method was employed, with the study conducted in Basarang Jaya Village, Basarang Sub-district. The research utilized qualitative data, drawing on both primary and secondary sources. Informants were selected through purposive sampling, and the researcher served as the primary research instrument. Data collection techniques included observation, interviews, and document analysis. Data analysis was conducted using qualitative methods, specifically applying the Milles and Huberman analysis technique. The findings of this study reveal the forms of Nyambutin ceremony, analyzed through the lens of symbolic interactionism, including: the materials used, such as Banten Pengelepas Awon/Pebyakaonan, Banten Penyambutan, Banten Prayascita, Banten Jejagan, Banten Kumare, and Banten Tataban. The timing of the Nyambutin ceremony, which is performed during the full moon, and the procedural steps involved, including penglukatan, mebajang colong, mengelilingi lesung, mepetik, sembahyang, mejaya-jaya. Fungsi Nyambuti meliputi ; fungsi religius, fungsi penyucian, fungsi sosial, dan fungsi Estetika. The character education values identified within the Nyambutin ceremony include religiosity, discipline, integrity, and empathy. Keywords: Nyambutin, Character Education Values.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK AJI SAPUTRA, 2024. Nilai-Nilai Pendidikan Hindu Dalam Upacara Perkawinan Menurut Agama Hindu Kaharingan di Desa Sepang Kota Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHNTP) Palangka Raya Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.A dan Pembimbing II Hendri, S.Ag., M.Si Penelitian dalam skripsi ini mengkaji tentang Nilai-nilai Pendidikan Hindu dalam Upacara Perkawinan pada masyarakat Agama Hindu Kaharingan di Desa Sepang Kota Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Upacara perkawinan di Desa Sepang Kota masih dilaksanakan sesuai dengan ajaran yang diwariskan oleh nenek moyang dahulu. Dewasa ini upacara perkawinan di Desa Sepang Kota sudah jarang sekali, dikarenakan Umat nya hanya tinggal sedikit hal ini bisa menyebabkan ketidaktahuan generasi muda akan tata cara pelaksanaan upacara perkawinan tersebut yang mengandung makna dan nilai-nilai pendidikan, tradisi yang merupakan warisan leluhur perlu dilestarikan dan dikembangkan. Berdasarkan latar belakang, maka dalam penelitian ini mengkaji: (1) Bagaimana pelaksanaan upacara perkawinan menurut agama Hindu Kaharingan di Desa Sepang kota Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas ? (2) Nilai-nilai pendidikan Hindu apa saja yang terkandung dalam upacara perkawinan menurut agama Hindu Kaharingan di Desa Sepang Kota Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas ? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif jenis penelitian lapangan (field research). Subjek dalam penelitian ini adalah informannya Mantir, tokoh masyarakat. Majelis Kelompok dan Masyarakat Hindu Kaharingan Metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK I Komang Budiawan, 2024. Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Upacara Tumpek Landep Di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Pembimbing I Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag., M.Ag Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Tujuan skripsi mengkaji tentang implementasi nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam upacara Tumpek Landep di Desa Basarang Jaya. Berdasarkan fenomena yang terjadi, umat Hindu di Desa Basarang Jaya dalam melaksanakan upacara Tumpek Landep kurang memahami arti serta makna dalam upacara Tumpek Landep. Umat Hindu juga kurang memahami nilai-nilai dalam upacara Tumpek Landep. Untuk itu, diperlukannya kajian mendalam tentang pelaksanaan upacara Tumpek Landep pelaksanaan, nilai-nilai pendidikan dan implementasi upacara Tumpek Landep di Desa Basarang Jaya. Rumusan masalah yang dikaji yakni (1) Bagaimanakah proses pelaksanaan upacara Tumpek Landep di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas, (2) Apakah nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam upacara Tumpek Landep di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Penelitian ini dikaji dengan 2 teori yakni: 1).religi dan 2) Teori Nilai penelitian ini menggunakan deskriftif kualitatif,Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Informan secara purposive. Peneliti sebagai instrument utama. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan kondensasi data (data Condensation), penyajian data(data display) dan penarikan kesimpulan(Conclusions drawing). Berdasarkan hasil penelitian yang dikaji dengan teori religi, bahwa pelaksanaan upacara Tumpek Landep di Desa Basarang Jaya terbagi menjadi tiga tahap yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan upacara dan tahap akhir. Berdasarkan hasil penelitian yang dikaji dengan teori nilai bahwa nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam upacara Tumpek Landep terdiri dari nilai pendidikan tattwa(kebenaran) yang merupakan ajaran ketuhanan yang menjadikan landasan keyakinan umat dalam memeluk agama, nilai pendidikan etika(tingkah laku) dan nilai pendidikan estetika yang merupakan ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keindahan, mempelajari semua aspek dari apa yang kita sebut kesenian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Upacara Aruh Buntang Mamali Mate merupakan suatu upacara kematian tingkat akhir yang dilaksanakan oleh umat hindu kaharingan di Desa Kaong Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong. upacara ini ditujukan untuk menghantarkan roh leluhur ke alam berikutnya atau menyatu dengan tuhan.Adapun rumusan masalah yang dapat diangkat oleh peneliti yaitu: 1. Bagaimana Bentuk Pelaksanaan Upacara Aruh Buntang Mamali Mate Di Desa Kaong Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong? 2. Apa Fungsi Dari Upacara Aruh Buntang Mamali Mate di Desa Kaong Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong? 3. Apa Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu yang Terkandung Dalam Upacara Aruh Buntang Mamali Mate?. Peneilitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami bentuk pelaksanaan dari upcara Aruh Buntang Mamali Mate, fungsi dan nilai-nilai yang terkandung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori Fenomenologi, Fungsionalisme, Interfretatif simbolik, dan teori Taksonomi Bloom. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan lokasi penelitian di Desa Kaong, jenis dan sumber data yang digunakan: suber data primer dan data skunder, teknik penentuan informan yaitu Teknik purposive, teknik pengumpulan data yang digunakan: obsrvasi, wawancara, dan dokumentasi, instrument penelitian kualitatif teknik analis data yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Dari penelitian yang dilakukan tentang upacara Aruh Butang Mamali Mate di Desa Kaong yaitu dalam pelaksanaannya memiliki beberapa tahap: 1. Persiapan, 2. Pelaksanaan, dan 3. Tahap akhir yang memiliki fungsi: 1. Menjaga hubungan harmonis dengan leluhur dan tuhan, 2. Menjaga hubungan harmonis dengan sesama manusia, 3. Menjaga hubungan harmonis dengan alam. Selain mempunyai fungsi upacara kematian Aruh Buntang Mamali Mate juga dalam nilai-nilai Pendidikan agama Hindu yaitu: 1. Tattwa adanya kepercayaan terhadap Tuhan/Brahman sebagai sumber dari Atman serta menghantarkan roh ke alam berikutnya atau menyatu dengan Tuhan , 2. Susila adanya persembahan sebagai bentuk bakti untuk membayar hutang bkepada leluhur, dan 3. Upacara adanya keterampilan atau kreatifitas yang terlihat unik serta indah dalam tarian-tarian serta sarana dan prasarananya .
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Reza Ajintia, 2023 Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Penggunaan Sarana Bea Rensek Upacara Kematian Umat Hindu Di Desa Tanjung Jawa Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan Pembimbing I Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II Hendri, S.Ag.,M.Si Agama Hindu Kaharingan masih sangat kental akan tradisi dan upacara keagamaannya, dimana tradisi dan upacara keagamaan itu mengandung nilai-nilai religius. Salah satunya upacara kematian menurut ajaran Agama Hindu Kaharingan merupakan suatu takdir yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa/Ranying Hatalla dan menjadi jalan terakhir seseorang untuk membebaskan diri dari jeratan dan tekanan kehidupan. Kondisi yang terjadi di lapangan bertolak belakang atau terjadi celah (ketidak sesuaian) antara kondisi ideal yang diharapkan. Sehingga berdasarkan fenomena di atas dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yang akan dibahas antara lain: (1) Bagaimana proses pelaksanaan sarana Bea Rensek Upacara Kematian Umat Hindu Di Desa Tanjung Jawa Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan, (2) Apakah fungsi sarana Bea Rensek Upacara Kematian Umat Hindu Di Desa Tanjung Jawa Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan, (3) Apakah Nilai-Nilai Pendidikan yang terkandung dalam penggunaan sarana Bea Rensek Upacara Kematian Umat Hindu Di Desa Tanjung Jawa Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Metode penelitian ini adalah metode Deskriptif Kualitatif, dengan jenis data kualitatif. Teknik penentuan informan yaitu teknik purposive. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik: Observasi, wawancara (Interview), dan studi dokumentasi. Teknik Analisis Data Kualitatif ada tiga tahap yaitu: tahap Reduksi, tahap Penyajian Data, dan tahap Menarik Kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: Upacara Kematian dipandang menjadi akhir dari penderitaan yang bersifat duniawi sudah putus. Proses pelaksanaan sarana Bea Rensek terdapat tiga tahap, yaitu tahap awal adalah tahap mempersiapkan sarana-sarana, tahap pokok atau pokok kegiatan adalah tahap pelaksanaan Bea Rensek dan tahap akhir adalah akhir dari segala kegiatan. Nilai-Nilai Pendidikan dalam Penggunaan Sarana Bea Rensek Upacara Kematian Umat Hindu Di Desa Tanjung Jawa Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan menekankan pada kebenaran dalam ranah kognitif (pengetahuan) terdiri dari: Nilai Pendidikan Tattwa, Nilai Pendidikan Etika dan Nilai Pendidikan Upacara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Umat Hindu Kaharingan di Kalimantan Tengah khususnya di Desa Buntut Bali Kabupaten Katingan memiliki upacara kematian yang di bagi menjadi dua fase yaitu upacara penguburan dan Tiwah. Upacara kematian ini memiliki keunikan dan perbedaan salah satu diantaranya adalah upacara Napesan. Upacara kematian ini belum ada yang mengangkat bagaimana nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu d sehingga sangat menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji (1) bagaimana proses pelaksanaan upacara Napesan pada umat Hindu Kaharingan di Desa Buntut Bali Kabupaten Katingan, (2) apakah makna yang terkandung dalam upacara Napesan pada umat Hindu Kaharingan di Desa Buntut Bali Kabupaten Katingan, dan (3) bagaimana nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dalam upacara Napesan pada umat Hindu Kaharingan di Desa Buntut Bali Kabupaten Katingan. Untuk mencapai tujuan dimaksud metode deskriptif-kualitatif digunakan dan permasalahan dianalisis mengunakan teori fenomenologi dan teori nilai. Metode observasi, wawancara dan studi dokumen digunakan untuk mengumpulkan data. kemudian untuk menganalisis data maka dilakukan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian upacara Napesan terdapat beberapa tahapan yaitu: (1) Tahap persiapan dalam tahapan persiapan, (2) Tahap pelaksanaan upacara Napesan dari awal sampai selesai, (3)Tahap akhir terdapat melaksanakan pali/pantangan, selain pelaksanaan upacara Napesan terdapat makna yang terkandung dalam upacara Napesan pada umat Hindu Kaharingan di Desa Buntut Bali Kabupaten Katingan yaitu upacara Napesan ini mengandung makna makna filosofis dan sakral, kemudian di dalam sarana dan prasarana yang digunakan memiliki makna dan fungsi tersendiri. Selain pelaksanaan dan nmakna yang terkandung dalam upacara Napesan terdapat nilai-nilai pendidikan Agama Hindu dalam upacara Napesan pada umat Hindu Kaharingan di Desa Buntut Bali Kabupaten Katingan yaitu: 1) Nilai Pendidikan Tattwa (kebenaran), dilihat dari adanya kepercayaan umat Hindu Kaharingan terhadap Ranying Hatalla sebagai segala sumber yang ada di dunia ini, (2) Nilai Pendidikan Susila (moral), dilihat dari hasil aturan dalam pelaksanaan upacara Napesan dan pantangan yang harus dilakukan saat selesai pelaksanaan upacara Napesan 3)Nilai Pendidikan Upacara dilihat dari penerapan ajaran keagamaan yang untuk menjaga hubungan manusia dengan Tuhan, leluhur dan sesamanya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SAPTUNI, 2023. Nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Upacara Nenos Luang Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Penda Asam. Dosen Pembimbing I, Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag dan Dosen Pembimbing II, Suwito, S.Ag., M.Si. Upacara merupakan bagian dari tri kerangka dasar agama Hindu yaitu tattwa (filsafat), etika (susila) dan upacara. Ketiga kerangka tersebut tidak dapat dipisahkan karna saling berhubungan satu sama lain yang mana sifat nya saling berkaitan dan menyesuaikan desa, kala patra artinya sesuai waktu, tempat, dan keadaan daerah setempat berbeda-beda dalam pelaksanaan ritualnya. Demikian pula dalam rukun upacara kematian umat Hindu Kaharingan di desa Penda asam yang memiliki keunikan dan perbedaan yang salah satunya adalah upacara Nenos Luang. Upacara memutuskan hubungan dengan Diyau belum ada yang mengangkat nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam upacara Nenos Luang menjadi menarik untuk di teliti pada umat Hindu Kaharingan di Desa Penda Asam Kabupaten Barito Selatan. Berdasarkan permaslahan di atas peneliti memperoleh dua formula rumusan masalah sebagai berikut ini: (1) Bagaimanakah proses pelaksanaan upacara Nenos Luang pada rukun upacara kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Penda Asam Kabupaten Barito Selatan?, (2) Apakah nilai-nilai pendidikan Agama Hindu dalam Upacara Nenos Luang Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Penda Asam Kabupaten Barito Selatan? Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori religi menurut Koentjaraningrat dengan tiga pendekatan yaitu (1) teori religi yang dalam pendekatan berorientasi kepada keyakinan, (2) teori religi yang dalam pendekatan berorientasi kepada sikap terhadap alam gaib atau hal-hal yang bersifat gaib, dan (3) teori religi yang dalam pendekatan berorientasi kepada upacara religi. Teori nilai menurut Natonegoro. Berdasarkan hasil penelitian melalui wawancara dan dokumentasi yang diperoleh dari beberapa sumber bahwa dapat disimpulan terdapat beberapa tahapan pelaksanaan upacara Nenos Luang yaitu. (1) Tahapan persiapan Paner Jampa Asbah dan meyiapkan sarana dan prasarana (2) tahapan pelaksanaan upacara Nenos Luang sampai dengan selesai, (3) tahap akhir paner jampa Nupon Gawi dan Nyarah Tamai berupa uang dan sepotong besi sebagai syarat yang diberikan kepada penutui. Selain proses upacara Nenos Luang terdapat itu nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam upacara Nenos Luang 1) Nilai-nilai Pendidikan Hindu yang terdapat dalam upacara Nenos Luang pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Penda Asam berikut adalah (1) Nilai Pendidikan Tattwa dimana pelaksanaan upacara Nenos Luang di tujukan kepada Diyau/almarhum/leluhur sebagai bentuk penghormatan, rasa terima kasih dan menghargai liau (almarhum) disaat-saat terakhir, (2) Nilai Pendidikan yang dapat dilihat dari aturan dalam pelaksanaan upacara Nenos Luang dan pantangan yang harus di lakukan saat awal kematian sampai pelaksanaan upacara Nenos Luang selesai, (3) Nilai Pendidikan Upacara terdapat penerapan ajaran keagamaan yang untuk menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan tuhan, leluhur dan sesamanya, (4) Nilai Pendidikan Sosial dilihat dari kebersamaan dan gontong royong saling membantu dari awal pelaksanaan upacara Nenos Luang sampai selesai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Ni Sayu Kade Astuti. 2023. Nilai-nilai Pendidikan Hindu Dalam Upacara Menek Kelih Pada Masyarakat Hindu Di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Pembimbing I Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A Tujuan skripsi mengkaji tentang nilai-nilai pendidikan Hindu dalam upacara Menek Kelih di Desa Basarang Jaya. Bedasarkan fenomena yang terjadi, umat Hindu di Desa Basarang Jaya dalam melaksanakan upacara Menek Kelih kurang memahami jenis-jenis sarana Upakara yang digunakan. Umat Hindu juga kurang memahami nilai-nilai dalam upacara Menek Kelih. Untuk itu, diperlukannya kajian mendalam tentang pelaksanaan, kendala, dan nilai-nilai upacara Menek Kelih di Desa Basarang Jaya. Rumusan masalah yang dikaji yakni: (1) Bagaimana pelaksanaan upacara Menek Kelih pada umat Hindu di Desa Basarang Jaya, (2) Apakah kendala dalam upacara Menek Kelih pada umat Hindu Bali di Desa Basarang Jaya, dan (3) Apakah nilai-nilai pendidikan Hindu dalam upacara Menek Kelih di Desa Basarang Jaya. Teori yang digunakan untuk mengkaji yakni teori fenomenologi, teori kendala (Theory Of Countrains), dan teori nilai. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji lebih dalam mengenai upacara Menek Kelih. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk mengkaji lebih dalam tentang upacara Menek Kelih. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Informan secara porposive. Peneliti sebagai instrumen utama. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan kondensasi data (data condensation), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan (conclusions drawing). Bedasarkan hasil penelitian yang dikaji dengan teori fenomenologi, bahwa pelaksanaan upacara Menek Kelih di Desa Basarang Jaya terbagi menjadi tiga tahap yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan upacara dan tahap akhir. Tahap persiapan yakni melakukan sangkep dan mempersiapkan sarana upakara, tahap pelaksanaan upacara yakni menghaturkan sarana upakara, pembersihan diri (melukat), natab upacara Menek kelih, Persembahyangan, dan tahap akhir yakni melakukan simakrama, ngelungsur sesaji, dan makan bersama. Bedasarkan hasil penelitian yang dikaji dengan teori kendala, bahwa dalam pelaksanaan upacara Menek Kelih tedapat dua kendala yakni kendala internal dan eksternal. Kendala internal dalam upacara Menek Kelih yakni kurangnya pemahaman dan pengetahuan, serta kurangnya motivasi diri untuk mempelajari sarana upakara, dan kendala eksternal dalam upacara Menek Kelih yakni kendala pada dana dan kendala kehadiran umat. Dari hasil penelitian yang dikaji dengan teori nilai bahwa nilai-nilai pendidikan Hindu dalam upacara Menek Kelih terdiri dari nilai pendidikan tattwa (kebenaran) yang merupakan ajaran ketuhanan yang menjadikan landasan keyakinan umat dalam memeluk agama, nilai pendidikan religius yang merupakan kepercayaan umat akan adanya Sang Hyang Widhi, nilai pendidikan etika (tingkah laku), nilai pendidikan moralitas yang merupakan pengetahuan umat mengenai hal yang baik dan hal yang buruk, nilai pendidikan sosial yang merupakan interaksi antar umat yang saling membutuhkan satu sama lain, nilai pendidikan upacara yang merupakan rasa tanggung jawab dan kesanggupan umat untuk beryadnya, nilai pendidikan keindahan yang merupakan suatu karya seni dan karya cipta dan nilai pendidikan keagamaan.