ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Wiranda, 2025. Nilai Pendidikan Agama Hindu Pada Pambak Dalam Upacara Tiwah Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Bapak Dr. Derson, S. Ag., M.Si Pembimbing II Ibu Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Kalimantan merupakan salah satu pulau terbesar di Indonesia yang dikenal memiliki beragam budaya dan tradisi. Tradisi yang dimiliki salah satunya ada pada umat Hindu Kaharingan yaitu Pambak Pambak merupakan tempat untuk menyimpan peti mayat atau tulang umat Hindu Kaharingan yang sudah melalui proses Tiwah yang dipercai dapat mengantarkan roh leluhur menuju Lewu Tatau, dalam proses pembuatan Pambak harus melalui upacara-upacara atau ritual-ritual terlebih dahulu, pada ukiran-ukiran pambak juga memiliki nilai pendidikan agama Hindu. Rumusan masalah yang diangkat yaitu 1). Bagaimana Proses Pembuatan Pambak dalam Upacara Tiwah Umat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan? 2). Apa Saja Nilai Pendidikan Agama Hindu yang ada pada Pambak dalam Upacara Tiwah Umat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan? Adapun tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembatan Pambak dan nilai pendidikan agama Hindu pada Pambak dalam upacara Tiwah umat hindu Kaharingan di desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan. Teori menggunakan dua teori yaitu penciptaan karya seni rupadan teori nilai. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik penentuan informan yang digunakan yaitu teknik purposive sampling, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian, data dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa 1). Proses dalam pembuatan Pambak harus melalui upacara-upacara atau ritual-ritual terlebih dahulu, karena pambak merupakan tempat untuk menyimpang peti mayat atau tulang umat hindu kaharingan yang sudah melalui proses upacara Tiwah 2).Terdapat Nilai Pendidikan agama hindu pada pambak dalam upacara tiwah yaitu nilai Tattwa, Susila Dan Upacara,termasuk pada ukiran pambak juga memiliki makna-makna tertentu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rinaldi. 2024. Seni Ukir Sakuwai Pambak Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Skripsi Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Anak Agung Gede Wiranata, S.Ag., M.Ag Pembimbing II Mitro, S. Pd., M. Si Penelitian dalam skripsi ini mengkaji tentang Seni Ukir Sakuwai Pambak pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Seni Ukir Sakuwai Pambak merupakan sebuah ukiran yang terdapat pada pambak dengan bentuk yang menyerupai perahu, yang dibuat dengan cara diukir secara detail yang membentuk suatu ukiran yang indah menyerupai burung tingang yang lengkap dengan kepala, ekor dan sayap yang terdapat di atas palapah pambak. Akan tetapi konteks di Desa Tewang Darayu bahwa masyarakat Hindu Kaharingan belum memahami apa saja bentuk dan makna dalam seni ukir Sakuwai Pambak, terkhususnya untuk generasi-generasi muda yang berada di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Manyarakat Hindu Kaharingan hanya mengetahui fungsi Sakuwai Pambak ini adalah sebagai pelengkap Pambak itu sendiri. Berdasarkan latar belakang, maka penelitian ini mengkaji: (1) Bagaimanakah proses pembuatan seni ukir Sakuwai Pambak pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan? (2) Bagaimanakah bentuk fungsi dan makna seni ukir Sakuwai Pambak pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan? Teori yang digunakan untuk menganalisis terdahap rumusan masalah, yaitu menggunakan 4 (empat) teori. (1) Teori Penciptaan Karya Seni, (2) Teori Bentuk, (3) Teori Fungsionalisme dan (4) Teori Interpetaktif Simbolik, sedangkan teknik yang digunakan teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara, dan studi dokumen, kemudian data dianalis dengan mengunakan TeknikPurposive Sampling. Adapun hasil dari penelitian ini tentang Seni Ukir Sakuwai Pambak akan dijelaskan sebagai berikut: (1). 1 Asal Usul Sakuwai Pambak, 2 Upacara Yang Dilaksanakan Sebelum Membuat Sakuwai Pambak di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan, 3 Alat dan Bahan Yang Digunakan Untuk Membuat Sakuwai Pambak, 4 Bagaimana Proses Pembuatan Sakuwai Pambak di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. (2). 1 Bentuk Seni Ukir Sakuwai Pambak di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan, 2 Fungsi Seni Ukir Sakuwai Pambak di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan, .3 Makna Seni Ukir Sakuwai Pambak di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Anjeli. 2024. Pergeseran Seni Lukis Pada Pambak Bagi Umat Hindu Kaharingan di Desa Talangkah Kabupaten Katingan Skripsi Prodi Pendidikan Seni Dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Hendri, S.Ag., M.Si .Pembimbing II. Niwayan Sukraini, S.Pd., M.Pd. Seni lukis pada Pambak adalah sebuah lukisan yang terdapat pada dinding Pambak. Pambak merupakan sebuah banguanan kecil berbentuk rumah yang digunakan untuk menyimpan tulang-belulang orang yang telah meninggal pada acara Tiwah Umat Hindu Kaharingan di Desa Talangkah. Namun seiring berjalannya waktu pada jaman sekarang Pambak sudah tidak dilukis lagi, yang menyebabkan pergeseran pada seni lukis Pambak bagi Umat Hindu Kaharingan di Desa Talangkah Kabupaten Katingan. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu: 1). Apakah penyebab terjadinya pergeseran seni lukis Pambak pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Talangkah Kabupaten Katingan, 2).Bagaimana upaya yang dilakukan umat hindu kaharingan untuk melestarikan seni lukis pada Pambak di Desa Talangkah Kabupaten Katingan. Metode pada penelitian ini mengunakan penelitian kualitatif. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu teori Fenomenologi dan teori Upaya. Teknik informan Purposive Sampling. Informan pada penelitian ini adalah pisor, pelukis Pambak, Ketua Majelis Kelompok Hindu Kaharingan, 2 orang Umat Hindu Kaharingan Desa Talangkah. Analisis data yang digunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: 1). Berdasarkan hasil penelitian dari peneliti, ini terjadi karena kurangnya pemahaman dari Hindu Kaharingan mengenai makna dari seni lukis Pambak, selain itu juga kurangnya generasi penerus yang pandai melukis dan untuk para orang tua yang bisa melukis tidak ada waktu untuk membantu melukis ataupun melatih.2). Upaya melestarikan kembali seni lukis pada Pambak bagi umat Hindu Kaharingan di Desa Talangkah Kabupaten Katingan yang dilakukan oleh Umat Hindu Kaharingan yaitu melalui sosialisasi, sarana dan prasarana dan melakukan renovasi.