2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini mengkaji eksistensi Sansana Kayau di Desa Tewang Rangkang Kabupaten Katingan. Sansana kayau memiliki merupakan kesenian lisan yang bernuansa religi Hindu Kaharingan, yang masih tetap eksis sampai saat ini di Desa Tewang Rangkang. Sansana kayau dilantunkan pada ritual kematian dan ritual tiwah umat Hindu Kaharingan. yang menceritakan dan mendoakan perjalanan liau haring Kaharingan, selama hidup sampai meninggal. Berdasarkan latar belakang tersebut dapat dikan rumusan masalah: (1) Untuk memahami eksistensi Sansana Kayau di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sanggalang Garing Kabupaten Katingan? (2) Untuk memahami Nilai-nilai Pendidikan Hindu Kaharingan dalam Sansana Kayau Di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sanggalang Garing, Kabupaten Katingan? (3) Untuk Memahami Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Sansana Kayau Di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing, Kabupaten Katingan? Tujuan penelitian mengkaji dan mendeskripsikan latar belakang, memperkaya ilmu pengetahuan Hindu tentang Sansana Kayau di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan memahami dan menganalisis eksistensi Sansana Kayau di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Informan dipilih secara porposive sampling. Peneliti bertidak sebagai instrumen utama dengan alat bantu. Data diverifikasi, dianalisis dengan teori eksistensialisme, teori nilai, teori kontruksi sosial, penarikan kesimpulan yang disajikan hasil analisis data dalam narasi Bahasa Indonesia, informal dan formal. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi Sansana Kayau di Desa Tewang Rangkang masih terjaga. Hal tesebut dilihat dari pelaksanaan Sansana Kayau di ritual kematian dan ritual tiwah. Nilai-nilai pendidikan Hindu pada Sansana Kayau yaitu nilai religius, tattwa, etika, estetika dan budaya. Internalisasi nilai pendidikan Hindu pada Sansana Kayau di Desa Tewang Rangkang, terlihat dari adanya penyisipan makna nilai-nilai moral yang disampaikan oleh Pangansana melalui lantunan Sansana Kayau untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini juga dilakukan untuk mendidik generasi penerus melestarikan kesenian Sansana Kayau agar memiliki jiwa dan karakter religius.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji eksistensi Sansana Kayau di Desa Tewang Rangkang Kabupaten Katingan. Sansana kayau memiliki merupakan kesenian lisan yang bernuansa religi Hindu Kaharingan, yang masih tetap eksis sampai saat ini di Desa Tewang Rangkang. Sansana kayau dilantunkan pada ritual kematian dan ritual tiwah umat Hindu Kaharingan. yang menceritakan dan mendoakan perjalanan liau haring Kaharingan, selama hidup sampai meninggal. Berdasarkan latar belakang tersebut dapat dikan rumusan masalah: (1) Untuk memahami eksistensi Sansana Kayau di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sanggalang Garing Kabupaten Katingan? (2) Untuk memahami Nilai-nilai Pendidikan Hindu Kaharingan dalam Sansana Kayau Di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sanggalang Garing, Kabupaten Katingan? (3) Untuk Memahami Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Sansana Kayau Di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing, Kabupaten Katingan? Tujuan penelitian mengkaji dan mendeskripsikan latar belakang, memperkaya ilmu pengetahuan Hindu tentang Sansana Kayau di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan memahami dan menganalisis eksistensi Sansana Kayau di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Informan dipilih secara porposive sampling. Peneliti bertidak sebagai instrumen utama dengan alat bantu. Data diverifikasi, dianalisis dengan teori eksistensialisme, teori nilai, teori kontruksi sosial, penarikan kesimpulan yang disajikan hasil analisis data dalam narasi Bahasa Indonesia, informal dan formal. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi Sansana Kayau di Desa Tewang Rangkang masih terjaga. Hal tesebut dilihat dari pelaksanaan Sansana Kayau di ritual kematian dan ritual tiwah. Nilai-nilai pendidikan Hindu pada Sansana Kayau yaitu nilai religius, tattwa, etika, estetika dan budaya. Internalisasi nilai pendidikan Hindu pada Sansana Kayau di Desa Tewang Rangkang, terlihat dari adanya penyisipan makna nilai-nilai moral yang disampaikan oleh Pangansana melalui lantunan Sansana Kayau untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini juga dilakukan untuk mendidik generasi penerus melestarikan kesenian Sansana Kayau agar memiliki jiwa dan karakter religius.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Ritual merupakan ekspresi rasa cinta kasih dan wujud bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa berserta menifestasinya. Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Rangkang memiliki ritualkematian, yaitu ritual napesan/tiwah jandau (tiwah dalam sehari). Namun, pada masa pandemi covid-19 masyarakat harus mematuhi regulasi pemerintah yang berimplikasi dalam pelaksanana ritual kematianHindu Kaharingan di Desa Tewang Sanggalang Garing. Terjadi perubahandalam pelaksaaan ritual kematian, yaitu dari ritual napesan ke ritual mambelit. Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah sebagai berikut; (1) Bagaimana pelaksanaan ritual mambelit Agama Hindu Kaharingan pada masa pandemi Covid-19 di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan (2) Bagaimana bentuk komunikasi dan interaksi sosial pelaksanaan ritual mambelit agama Hindu Kaharingan pada masa Covid-19 di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sanggalang Garing Kabupaten Katingan. Analisis masalah menggunakan teori religi, teori fungsional struktural dan teori komunikasi kelompok. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui:observasi,wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Penentuan informan digunkanan Teknik purposive sampling. Subjek penelitian ini adalah Pisor dan umat Hindu Kaharingan yang melaksanakan ritual mambelit pada masa pandemi covid-19 di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Pelaksanaan ritual mambelit mulai dari tahapan mempersiapkan pelaksanaan ritual, mempersiapkan sarana-prasarana pembuatan belit, sesajen-sesajen yang digunakan, dan alokasi waktu dua sampai tiga hari. (2) Bentuk komunikasi dan interaksi sosial adalahbentuk komunikasi kelompok, sedangkan interaksi sosial, yaitu: interaksi sosial asosiatif dan interaksi sosial akomodasi.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ritual merupakan ekspresi rasa cinta kasih dan wujud bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa berserta menifestasinya. Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Rangkang memiliki ritualkematian, yaitu ritual napesan/tiwah jandau (tiwah dalam sehari). Namun, pada masa pandemi covid-19 masyarakat harus mematuhi regulasi pemerintah yang berimplikasi dalam pelaksanana ritual kematianHindu Kaharingan di Desa Tewang Sanggalang Garing. Terjadi perubahandalam pelaksaaan ritual kematian, yaitu dari ritual napesan ke ritual mambelit. Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah sebagai berikut; (1) Bagaimana pelaksanaan ritual mambelit Agama Hindu Kaharingan pada masa pandemi Covid-19 di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan (2) Bagaimana bentuk komunikasi dan interaksi sosial pelaksanaan ritual mambelit agama Hindu Kaharingan pada masa Covid-19 di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sanggalang Garing Kabupaten Katingan. Analisis masalah menggunakan teori religi, teori fungsional struktural dan teori komunikasi kelompok. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui:observasi,wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Penentuan informan digunkanan Teknik purposive sampling. Subjek penelitian ini adalah Pisor dan umat Hindu Kaharingan yang melaksanakan ritual mambelit pada masa pandemi covid-19 di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Pelaksanaan ritual mambelit mulai dari tahapan mempersiapkan pelaksanaan ritual, mempersiapkan sarana-prasarana pembuatan belit, sesajen-sesajen yang digunakan, dan alokasi waktu dua sampai tiga hari. (2) Bentuk komunikasi dan interaksi sosial adalahbentuk komunikasi kelompok, sedangkan interaksi sosial, yaitu: interaksi sosial asosiatif dan interaksi sosial akomodasi.