ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kehadiran Seni kriya Katupat Indu Sangomang pada upacara keagamaan Hindu Kaharingan memiliki makna, fungsi dan tujuan tersendiri. Dalam praktiknya Penelitian ini dilatarbelakangi oleh potensi penurunan eksistensi seni kriya Katupat Indu Sangomang akibat minimnya minat serta pemahaman generasi muda Hindu Kaharingan di Desa Guhung terhadap bentuk, makna, dan keterampilan pembuatannya. Berikut rumusan masalah dalam penelitian: 1). Bagaimana Eksistensi Seni Kriya Katupat Indu Sangomang pada upacara keagamaan Hindu Kaharingan di Desa Guhung Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas? 2). Bagaimana bentuk seni kriya Katupat Indu Sangomang yang digunakan pada upacara keagamaan Hindu Kaharingan di Desa Guhung Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas? Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis eksistensi dan bentuk seni kriya Katupat Indu Sangomang pada upacara keagamaan Hindu Kaharingan di Desa Guhung, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipan, wawancara terstruktur bersama tokoh agama (Basir/Pisor), pengurus majelis, guru, dan masyarakat, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1).Eksistensi Katupat Indu Sangomang tetap dipertahankan bentuk aslinya tanpa mengalami perubahan/inovasi sebagai sarana sakral (upakara) pada upacara Pakanan Sahur dan Balaku Untung. Kriya ini mengandung simbol keharmonisan (Tri Hita Karana), nilai spiritual, serta solidaritas sosial melalui semangat gotong royong. 2). Seni kriya Katupat Indu Sangomang terus eksis sebagai identitas budaya dan sarana keagamaan, namun memerlukan penguatan edukasi formal maupun nonformal bagi generasi muda guna menjaga keberlangsungannya dari ancaman perkembangan zaman. Kata Kunci: Katupat Indu Sangomang, Eksistensi Seni Kriya, Hindu Kaharingan, Upacara Keagamaan, Desa Guhung.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Luh Maya Rani. Pengaruh Perubahan Sosial terhadap Eksistensi Galeri Lewu sebagai Wisata Edukasi di Kota Palangka Raya. Program Studi Pariwisata Budaya dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka. Pembimbing: I Handoko, S,Ag.,M.Si dan Pembimbing II: Dr. I Kadek Sukiada S.Ag., M.Si. 2026. Galeri Lewu merupakan galeri seni independen yang diresmikan pada November 2024 di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, yang berfungsi sebagai ruang pamer seni sekaligus wisata edukasi. Keberadaan galeri ini menjadi alternatif bagi seniman lokal yang selama ini kesulitan mendapatkan ruang pamer permanen. Namun, perubahan sosial yang terjadi di masyarakat perkotaan, seperti perkembangan teknologi digital, pergeseran gaya hidup, dan rendahnya apresiasi terhadap seni budaya, diduga mempengaruhi eksistensi Galeri Lewu sebagai destinasi wisata edukasi. Penelitian ini penting dilakukan mengingat belum ada kajian ilmiah yang secara spesifik membahas pengaruh perubahan sosial terhadap eksistensi galeri seni di Palangka Raya. Dari pembahasan diatas maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah bentuk Perubahan Sosial yang terjadi di Galeri Lewu di Kota Palangka Raya? (2) Bagaimana Eksistensi Galeri Lewu sebagai wisata edukasi di Kota Palangka Raya? (3) Bagaimana Pengaruh Perubahan Sosial terhadap Eksistensi Galeri Lewu sebagai wisata edukasi di Kota Palangka Raya? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan pemilik galeri, dan pengunjung, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian dilaksanakan pada Juni-Juli 2026 di Galeri Lewu, Jalan Punai No. 107, Palangka Raya. Hasil penelitian bentuk perubahan sosial yang terjadi di Galeri Lewu meliputi: perubahan fungsi dan diferensiasi struktural sebagai ruang seni independen, perubahan dari sederhana ke kompleks melalui diversifikasi program, perubahan pola hubungan sosial antar seniman dan masyarakat, regenerasi seniman melalui sanggar anak, dan perubahan ekonomi kreatif. Eksistensi Galeri Lewu sebagai wisata edukasi tetap terjaga melalui program edukatif seperti penyediaan kanvas bagi pengunjung, workshop melukis, crafting, pelatihan motif seni, dan kunjungan edukasi sekolah tanpa biaya. Pengaruh perubahan sosial bersifat ambivalen, dimana kendala utama meliputi keterbatasan dana operasional, kurangnya SDM pemasaran digital, dan keterbatasan fasilitas
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK NI MADE ISWANTY HARINI ANUGRAHA, 2025 : Eksistensi Unit Pelayanan Perempuan Dan Anak (PPA) Polresta Palangka Raya Dalam Melindungi Perempuan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya Prodi Hukum Agama Hindu. Pembimbing (I) I Komang Darman, SH.,MH Pembimbing (II) Edelweisia Cristiana, MH Kekerasann dalam rumah tangga merupakan satu masalah sosial yang serius dan kompleks. Di Kota Palangka Raya kasus kekerasan ini masih kerap terjadi, sehingga perlu adanya penangan khusus. Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) adalah salah satu unit yang bertugas untuk memberikan pelayanan , perlindungan, serta penegakan hukum terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga. Unit PPA juga memberikan pendampingan dan membantu memfasilitasi kesehatan baik luka yang terlihat maupun kesehatan mental korban serta menyediakkan rumah aman. Masalah yang diteliti : 1. Bagaimakah bentuk perlindungan hukum yang diberikan Unit Pelayanan Perempuan dan anak (PPA) Polresta Palangka Raya. 2. Apakah Tantangan yang dihadapi oleh Unit Pelayanan Perempuan dan anak (PPA) Polresta Palangka Raya dalam melindungi perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga. Metode yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan deskritif analisis. Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang yakni Kanit, Penyidik dan petugas Unit Pelayanan Perempua dan Anak (PPA). Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan cara yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, tehnik analisis data terdiri dari redukasi data, penyajian data, dan penarika kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian Unit PPA memiliki peranan yang sangat penting bagi perempuan dan anak terutama korban kekerasan dalam rumah tangga. Unit PPA memberikan perlindungan hukum kepada korban kekerasan dalam bentuk fasilitas kesehatan, rumah aman dan bantuan hukum. Tantangan yang dihadapi oleh Unit PPA dalam memberikan perlindungan hukum yakni ketidakberdayan korban dalam melapor, perikahan yang tidak sah, dan emosi yang tidak stabil. Namun tantagan tersebut tidak akan membuat mundur petugas Unit PPA dalam menyelesaikan kasus tersebut.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Konsep Eksistensi Umat Hindu Kaharingan Dalam Melaksanakan Acara Basarah di Wilayah Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan Prespektif Pendidikan Agama Hindu menunjukan bahwa adanya kecenderungan belum mampu untuk mengelola beberapa rangkaian proses secara menyeluruh, efektif dan oftimal. Atas anggapan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada tiga asfek permasalahan yaitu yang pertama (1) bagaimanakah Eksistensi Umat Hindu Kaharingan dalam melaksanakan Acara Basarah Perspektif Pendidikan Agama Hindu, (2) bagaimana peran pendidikan formal, nonformal dan informal Umat Hindu di wilayah Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan, (3) apakah solusi yang di lakukan lembaga Agama agar Umat Hindu tetap eksis terhadap ajaran Agama di wilayah Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan? Teori yang di gunakan untuk mengkaji dan mendeskripsikan rumusan masalah penelitian tersebut ialah teori belajar humanistik, teori belajar sibernetik dan teori konstrukvisme. Adapun metode penelitian yang di gunakan ialah metode penelitian kualitatif. Data di peroleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi dokumen. Selanjutnya data yang di peroleh di reduksi, di sajikan, dan di ambil suatu kesimpualannya. Penelitian ini juga, di lakukan dengan metode penelitian kualitatif. Dari hasil penelitian ini, (1) eksistensi Umat Hindu Kaharingan dalam melaksanakan acara Basarah sangat antusias dan aktif dalam melaksanakan persembahyangan basarah di wilayah Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katigan. (2) peran pendidikan formal, nonformal dan informal dalam hal pendidikan, anak-anak seperti SD, SMP dan SMA sangat paham tentang peran sebagai Umat Hindu yang terpelajar dan terpendidik baik dari segi pendidikan ataupun attitude di luar lingkungan sekolah. (3) solusi yang di lakukan oleh lembaga Agama Hindu adalah untuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat Hindu itu sendiri, meningkatkan kualitas SDM, memberikan arahan terhadap Umat Hindu agar melakukan ibadah secara rutin walaupun pengurus agama berhalangan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK SHINTA WULANDARI. 2024. Eksistensi Pasraman Penyang Hatampung Dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu Di Desa Tanjung Sangalang Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si, Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si. Skripsi ini mengkaji eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Tanjung Sangalang. Fenomena yang terjadi pada muda-mudi di Desa Tanjung Sangalang karakter anak didiknya masih kurang baik dengan maraknya kasus balap liar dan tindakan yang menyimpang dari ajaran agama Hindu, tetapi setelah mereka mengikuti pendidikan di pasraman anak didik yang semulanya kurang memiliki sopan santun terhadap orang tua, seiring berjalannya waktu perubahan menjadi lebik baik dialami peserta didik setelah mengikuti pasraman. Berdasarkan uraiaan tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Tanjung Sangalang?, 2) Bagaimanakah upaya untuk memaksimalkan eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Tanjung Sangalang?, 3) Apakah implikasi eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam pendidikan karakter bagi Sisya Hindu dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Tanjung Sangalang?, Tujuan umum dari penelitian ini mengkaji lebih dalam untuk menemukan ilmu pengetahuan agama dan pendidikan tentang eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam pendidikan karakter sisya di Desa Tanjung Sangalang. Hasil peenelitian ini dikaji dengan teori eksistensi, teori motivasi, dan teori evaluasi/implikasi. Metode penelitian yang digunakan metode deskriftif kualitatif. Jenis sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara Purpossive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumen dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, klasifikasi data, display data, penafsiran dan intepretasi, serta penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori eksistensi maka diperoleh bahwa eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam pendidikan karakter bagi sisya Hindu yakni adanya Kegiatan persembahyangan, prakter sarana upacara, kegiatan pembelajaran pasraman, kegiatan Dharma Tula, kegiatan bhakti sosial. Upaya untuk memaksimalkan eksistensi dari Pasraman Penyang Hatampung di analisis dengan teori motivasi, maka diperoleh data yakni dengan cara Meningkatkan motivasi belajar, meningkatkan kemandirian siswa, meningkatkan tanggung jawab siswa, meningkatkan sistem pendidikan, meningkatkan peran lembaga, dan meningkatkan sarana prasarana yang ada di Pasraman Penyang Hatampung. Implikasi Pasraman Penyang Hatampung dianalisis dengan teori Implikasi terbagi menjaddi dua implikasi, pertama implikasi positif dan kedua implikasi negative. Implikasi positifnya yakni mencakup 18 standard nilai karakter, sedangkan implikasi negatifnya yakni kurangnya waktu bermain, terdampak covid-19, bertambahnya biaya uang jajan, berkurangnya waktu membantu orang tua. Kata Kunci : Eksistensi, Pasraman Penyang Hatampung, Pendidikan karakter
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji eksistensi Sansana Kayau di Desa Tewang Rangkang Kabupaten Katingan. Sansana kayau memiliki merupakan kesenian lisan yang bernuansa religi Hindu Kaharingan, yang masih tetap eksis sampai saat ini di Desa Tewang Rangkang. Sansana kayau dilantunkan pada ritual kematian dan ritual tiwah umat Hindu Kaharingan. yang menceritakan dan mendoakan perjalanan liau haring Kaharingan, selama hidup sampai meninggal. Berdasarkan latar belakang tersebut dapat dikan rumusan masalah: (1) Untuk memahami eksistensi Sansana Kayau di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sanggalang Garing Kabupaten Katingan? (2) Untuk memahami Nilai-nilai Pendidikan Hindu Kaharingan dalam Sansana Kayau Di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sanggalang Garing, Kabupaten Katingan? (3) Untuk Memahami Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Sansana Kayau Di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing, Kabupaten Katingan? Tujuan penelitian mengkaji dan mendeskripsikan latar belakang, memperkaya ilmu pengetahuan Hindu tentang Sansana Kayau di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan memahami dan menganalisis eksistensi Sansana Kayau di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Informan dipilih secara porposive sampling. Peneliti bertidak sebagai instrumen utama dengan alat bantu. Data diverifikasi, dianalisis dengan teori eksistensialisme, teori nilai, teori kontruksi sosial, penarikan kesimpulan yang disajikan hasil analisis data dalam narasi Bahasa Indonesia, informal dan formal. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi Sansana Kayau di Desa Tewang Rangkang masih terjaga. Hal tesebut dilihat dari pelaksanaan Sansana Kayau di ritual kematian dan ritual tiwah. Nilai-nilai pendidikan Hindu pada Sansana Kayau yaitu nilai religius, tattwa, etika, estetika dan budaya. Internalisasi nilai pendidikan Hindu pada Sansana Kayau di Desa Tewang Rangkang, terlihat dari adanya penyisipan makna nilai-nilai moral yang disampaikan oleh Pangansana melalui lantunan Sansana Kayau untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini juga dilakukan untuk mendidik generasi penerus melestarikan kesenian Sansana Kayau agar memiliki jiwa dan karakter religius.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Santi Prestia, 2024. Ekistensi Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Naan Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya, Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Pembimbing I Dr. Derson, S. Ag., M.Si. Dan Pembimbing II Megawati, S.Pi.,M.Pd.H. Ekistensi Umat Hindu Kaharingan yang ada di Desa Tumbang Naan semakin berkurang karena berbagai macam faktor. Berdasarkan hal tersebut maka dirumuskanlah rumusan masalah sebagai berikut : 1) Bagaimana Eksistensi Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Naan Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya.? 2) Apa Faktor Penyebab Kurangnya Eksistensi Umat Agama Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Naan Kecamatan Seribu Rian Kabupaten Murung Raya? 3) Bagaimana Solusi Yang Dilakukan Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Dalam Mempertahankan Eksistensi Di Desa Tumbang Naan Kecematan Murung Raya Kabupaten Murung Raya.? Teori dan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Fenomenologi, Teori Belajar Humanistik, Teori Belajar Sibernetik, dan ada beberapa metode penelitian dilakukan dengan pendekatan penelitian serta jenis lokasi dan waktu penelitian. Jenis dan sumber data yaitu data primer dan data sekunder teknik penentuan informan yaitu menggunakan. Teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dokumentasi dan instrumen penelitian teknik analisis data, seperti redukasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tentang Eksistensi Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Naan Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya. Keberadaan Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Naan sangat menurun untuk beberapa tahun kedepan jika tidak adanya perhatian untuk memperbaiki sebuah tempat ibadah (Balai Basarah). Kerja sama antara umat dan pengurus Agama Hindu Kaharingan maka baik itu dari majelis kelompok, majelis daerah dan Majelis besar Agama Hindu Kaharingan, ada persatuan antara umat dan pengurus agama. Ada beberapa faktor penyebab kurangnya pengurusan agama karena adanya kendala transportasi dan kendala dari kesibukan, dengan demikian kurangnya pembinaan dari ketua majelis kelompok yang menyebabkan kurangnya kesadaran dalam mempertahankan keyakinan Agama Hindu. Adapun solusi yang dapat dilakukan untuk mengatsi permasalahan yaitu penambahan guru Agama Hindu dan membangun Pasraman lewat ketua majelis kelompok buat pemuda dan anak-anak dini supaya bisa mengenal lebih dekat ajaran Agama Hindu Kaharingan agar kedepannya supaya umat dan pemuda Kaharingan tidak semakin berkurang. Kata Kunci : Eksistensi Umat Hindu Kaharingan
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Sundari, 2024. Eksistensi UKM Seni Lukis dan Kaligrafi pada Mahasiswa IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si, Pembimbing II : Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH.,M.Pd.H. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seni lukis dan kaligrafi menjadi wadah pengembangan bakat minat mahasiswa di bidang seni lukis dan kaligrafi. Tersedianya sarana dan prasarana menjadi penunjang bagi Mahasiswa untuk melatih kemampuan yang ada di dalam diri. Namun hal ini belum terealisasi dengan baik dikarenakan adanya kendala internal dan eksternal eksistensi UKM seni lukis dan kaligrafi yang dihadapi oleh Mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Eksistensi UKM seni lukis dan kaligrafi pada mahasiswa IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, 2) Kendala UKM seni lukis dan kaligrafi pada mahasiswa IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, 3) Upaya pelestarian UKM seni lukis dan kaligrafi pada mahasiswa IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu mengkaji, menggali dan memahami tentang eksistensi UKM seni lukis dan kaligrafi pada Mahasiswa di Kampus IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu teori eksistensi, teori kendala, dan teori behavioristik. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan pendekaan kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dnegan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik Analisis Data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun informan dalam penelitian ini terdiri dari pembina, pelatih, ketua UKM, dan 2 orang anggota UKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Eksistensi UKM seni lukis dan kaligrafi terbagi menjadi empat yaitu eksistensi anggota, pembina dan pelatih yangmana dari anggota UKM mengalami kemunduran peminat dari tahun ke tahunnya, pelatih UKM di tahun 2022 dan 2023 memiliki pelatih yang berbeda, Pembina UKM dari 2021 sampai 2023 masih tetap sama. Kemudian eksistensi kegiatan UKM yang mana kegiatan ini masih belum berkembang, karena kegiatan UKM hanya berkaitan dengan kegiatan latihan saja. Selanjutnya eksistensi sarana dan prasarana yang mana kini mengalami kemajuan, yang dahulunya terbatas oleh sarana dan prasarana, kini sudah memiliki sarana prasarana untuk latihan. Kemudian eksistensi hasil karya yang mana ada nya hasil karya pada UKM seni lukis dan kaligrafi yakni di tahun 2023, dikarenakan tahun sebelumnya tidak memiliki sarana dan prasarana. 2) Kendala yang dihadapi UKM seni lukis dan kaligrafi terbagi menjadi dua yaitu kendala internal yang meliputi kurangnya motivasi, kurangnya kepercayaan diri dan tidak tersedianya ruang latihan. Sedangkan kendala eksternalnya terdiri dari terbatasnya toko penjualan alat kesenian, kurangnya pembinaan dari Lembaga Kampus dan kurangnya jaringan link untuk mengikuti perlombaan. 3)Upaya pelestarian UKM seni lukis dan kaligrafi terdiri dari dua upaya yakni upaya yang sudah dilaksanakan dan upaya yang akan di laksanakan. Kata Kunci : Eksistensi, UKM Seni Lukis dan Kaligrafi
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Seni lukis mambintik raung adalah prosesi melukis peti mati yang ada pada upacara kematian umat Hindu Kaharingan. Lukisan ini memperlihatkan nilai-nilai kehidupan spiritual dan keyakinan dalam upacara Kematian umat Hindu Kaharingan. Namun, hanya sebagian kecil umat Hindu Kaharingan yang memahami pentingnya lukisan yang ada pada raung beserta makna yang terkandung di dalamnya. Ketika pelaksanaan prosesi mambintik raung keterlibatan umat Hindu Kaharingan sangat kurang baik generasi tua maupun generasi muda. Rumusan masalah yaitu bagaimana eksistensi seni lukis mambintik raung pada upacara kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan dan bagaimana upaya pelestarian seni lukis mambintik raung pada upacara kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Tujuan penelitian yaitu tujuan umun dan tujuan khusus. Teori yang digunakan dalam penelitian yaitu Teori Eksistensi, Teori Mimemsis, Teori Pelestarian dan Teori Pendidikan Klasik. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kualitatif. Adapun sumber data yaitu bersumber dari data primer dan sekunder. Teknik penentuan informan purposive sampling, teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi dokumen. Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini, diketahui bahwa prosesi Mambintik raung dilaksanakan ketika masih ada jenazah umat Hindu Kaharingan. Prosesi mambintik raung diwajibkan karena merupakan tradisi yang telah ada sejak zaman dahulu hingga saat ini. Ada tahapan dalam upaya pelestarian mambintik raung yaitu (1). Perlindungan, bahwa budaya tradisional termasuk dalam karya cipta yang perlu dilindungi. (2). Pengembangan, bahwa dalam karya seni yang sudah lama ada tentunya butuh pengembangan agar tidak ketinggalan zaman. (3). Pemanfaatan, tentunya dalam berkarya dalam bidang manapun itu harus memiliki yang namanya manfaat apalagi dalam bidang seni tentunya manfaat itu suatu hal yang harus bermanfaat bagi pelaku seni, para penikmat seni, orang lain dan tidak merugikan orang lain. (4). Pembinaan dalam sebuah karya cipta yang ada perlu adanya pembinanaan terutama seni lokal agar kesenian tersebut tidak hilang atau punah.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lontong merupakan alat yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk bertani, berladang dan memancing, bahkan pada zaman dahulu banyak masayarakat Desa Putat Durei yang bisa membuat lontong. Namun seiring perkembangn zaman saat ini eksistensi seni menganyam lontong mengalami kemunduran. Hal ini dikarenakan kurangnya minat masyarakat untuk belajar menganyam, sehingga pengrajin lontong di Desa Putat Durei hanya tersisa lima orang dengan keterangan lanjut usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1)Faktor yang mempengaruhi eksistensi pengunaan lontong pada masyarakat di Desa Putat Durei Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas, 2)eksistensi seni menganyam lontong pada masyarakat di Desa Putat Durei Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu: teorieksistensi dan teori fungsionalisme. Data yang telah dikumpul dianalisi dengan pendekaan kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Teknik Analisis Data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini terdiri dari pengrajin dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa :1) Faktor yang mempengaruhi eksistensi lontong pada masyarakat di Desa Putat Durei Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas yaitu perubahan selera ekonomi, tradisi dan budaya, kurangnya pembinaan dari pemerintah atau lembaga lainnya. 2) Eksistensi seni menganyam lontong pada masyarakat Desa Putat Durei Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas mengalami kemunduran, hal ini dikarenakan kurangnya minat masyarakat dalam mempelajari seni anyaman. Pengrajin lontong yang ada di Desa Putat durei hanya berjumlah lima orang dengan keterangan lanjut usia.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Eksistensi Sungai Pajawan sebagai destinasi wisata di Desa Jalemu Raya Kabupaten Gunung Mas.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kehadiran Seni kriya katupat sinta pada upacara keagamaan Hindu Kaharingan memiliki makna, fungsi dan tujuan tersendiri dalam praktiknya dan dilatarbelakangi oleh kebudayaan yang menjadi dasarnya. Fenomena yang terjadi adalah tidak semua dari umat dan generasi Hindu Kaharingan itu sendiri mengetahui dan memahami bagaimana eksistensi dari seni kriya katupat sinta pada upacara keagamaan Hindu Kaharingan. Berikut Rumusan masalah dalam penelitian: 1). Bagaimana eksistensi seni kriya katupat sinta pada upacara keagamaan Hindu Kaharingan di Desa Tarusan Danum Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan? 2). Bagaimana bentuk seni kriya katupat sinta yang digunakan pada upacara keagamaan Hindu Kaharingan di Desa Tarusan Danum Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menganalisis eksistensi dan bentuk seni kriya katupat sinta pada upacara keagamaan Hindu Kaharingan di Desa Tarusan Danum Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan dan memahami peran dan dampaknya dalam menjaga tradisi keagamaan dan budaya yang melekat pada umat Hindu Kaharingan di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori eksistensi dan teori bentuk. Sampel dalam penelitian ini meliputi beberapa dari umat Hindu Kaharingan dan guru Sekolah Dasar Negeri di Desa Tarusan Danum. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan terhadap hasil penelitian. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa: 1). Eksistensi dari seni kriya katupat sinta pada upacara keagamaan Hindu Kaharingan di Desa Tarusan Danum Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan masih tetap eksis hingga sekarang, karena pada pelaksanaan upacara keagamaan tersebut, seni kriya katupat sinta masih dipergunakan pada setiap upacara keagamaan Hindu Kaharingan di dalam kehidupan. 2). Katupat sinta berbentuk belah ketupat tidak sama sisi dan berwarna kekuningan (warna janur). Ukuran seni kriya katupat sinta sebenarnya bervariasi tergantung dari seberapa panjang dan lebar daun janur yang digunakan untuk membuatnya.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Saputra, Alek. 2023. Eksistensi Sanggar Bukit Pandu dalam Pelestarian Seni Musik Tradisional di Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Lamri, S.Pd.,M.Pd Pembimbing II. Roy Wentas, S.Pd.,M.Pd Adanya sanggar seni yang tersebar dibeberapa desa disuatu daerah semakin banyak anak-anak generasi penerus bangsa dapat menyalurkan hobi mereka dibidang seni dan secara tidak langsung mereka dapat melakukan pelestarian budaya daerah agar tidak punah. Seperti halnya eksistensi Sanggar Bukit Pandu dalam Pelestarian Seni Musik Tradisional di Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. Rumusan masalah dalam penelitian ini antara lain : 1). Bagaimanakah Eksistensi Sanggar Bukit Pandu dalam Pelestarian Seni Musik Tradisional? 2). Apa kendala pengurus Sanggar Bukit Pandu dalam Pelestarian Seni Musik Tradisional? 3) Bagaimana upaya pengurus Sanggar Bukit Pandu dalam Pelestarian Seni Musik Tradisional di Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas?. Adapun tujuan umum penelitian ini betujuan untuk memahami dan mengetahui Eksistensi Sanggar Bukit Pandu dalam Pelestarian Seni Musik Tradisional di Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan adalah Teori Eksistensi dari Soren Kierkegaard, Teori Kendala (Theory of contraints) dan Teori Efektivitas Organisasi. Sampel pada penelitian ini adalah Lurah Tehang, Pengurus Sanggar Bukit Pandu 3 orang dan tokoh masyarakat 2 orang di Kelurahan Tehang. Pengumpulan data menggunakan observasi, Metode Wawancara, Studi Kepustakaan, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, data dan penarikan kesimpulan. Waktu dalam penelitian ini bulan 1 September hingga 1 Oktober 2023. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa 1). Keberadaan Sanggar Bukit Pandu Dalam Pelestarian Seni Musik Tradisional di Kelurahan Tehang sudah diakui karena sudah memiliki SK kepengurusan tetap dengan tembusan kepada Dinas Pariwisata di Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas. 2). kendala pengurus Sanggar Bukit Pandu dalam Pelestarian Seni Musik Tradisional meliputi kurangnya waktu para pelatih, kendala dalam proses latihan, kendala sarana dan prasarana sanggar. 3). Upaya yang dilakukan untuk mengatasi Kendala Sanggar Bukit Pandu dalam pelestarian Seni Musik Tradisional di Kelurahan Tehang yaitu melalui menyediakan tempat latihan, melakukan pembinaan, dan menyediakan sarana dan prasarana.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keberadaan integrasi Kaharingan dengan Hindu terhadap pola pembelajaran pendidikan agama Hindu yang tidak lepas dari keberadaannya pada Pendidikan, dimana pendidikan diyakini sangat berpengaruh akan keberadaan dari integrasi Hindu yang ada di Indonesia terutama di wilayah Kalimantan Tengah. Maka dari itu pendidikan mempunyai peran yang sangat penting sebagai penunjang pengetahuan secara spiritual, moral maupun etika yang sudah seharusnya dimiliki oleh setiap umatnya, agar tidak hilang dari generasi Pendidikan tentang agama menjadi otoritas utama. Berdasarkan permasalahan dari latar belakang penelitian ini yaitu (1) Bagaimana pengaruh eksistensi intergrasi Kaharingan dengan agama Hindu terhadap pola pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Se-Kecamatan Bukit Batu Palangka Raya (2) Apa saja kendala yang dihadapi Guru dalam eksistensi integrasi Kaharingan dengan Hindu terhadap pola pembelajaran Pendidikan Agama Hindu SMA Se-Kecamatan Bukit Batu Palangka Raya (3) Bagaimana upaya guru menerapkan eksistensi integrasi Kaharingan dengan Agama Hindu terhadap pola pembelajaran Pendidikan Agama Hindu SMA Se-Kecamatan Bukit Batu Palangka Raya. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini yakni (1) Teori Fenomenologi dan (2) Teori Kendala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik observasi, wawancara,dokumentasi. Adapun teknik penentuan informan menggunakan Purposive Sampling, penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan pengumpulan data, reduksi data, kondensasi data dan veritifikasi data. Hasil penelitian adalah (1) dampak dilihat dari penyesuaian diri dengan tempat dan waktu yang berbeda (desa kala patra), persamaan/kesamaan pada sarana-prasarana serta tujuan upacara keagamaan, adanya penguatan pemahaman tentang eksistensi integrasi Kaharingan dengan Hindu, melalui bahan praktek serta kegiatan-kegiatan bersifat kerohanian.(2) keterbatasan kurikulum ajaran Kaharingan, implementasi eksistensi integrasi Hindu melalui media sosial, pembelajaran kurang efektif dan rasa ingin tahu siswa berkurang, dan kreatifitas guru agama Hindu diperlukan. (3) Penyeimbangan bentuk pembelajaran melalui materi dan praktek, menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Santiya. 2023. Eksistensi Pasraman Penyang Karuhei Dalam penyelenggaraan Pendidikan Agama Hindu Di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten katingan. Prodi Pendidikan Agama Hindu. Pembimbing I Komang Suarta, S.Ag., M.Si dan Pembimbing II I Made Paramarta, S.Ag., M.Si Skripsi ini mengkaji tentang Eksistensi Pasraman Penyang Karuhei Dalam Penyelenggaraan Pendidikan Agama Hindu Di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Berdasarkan observasi sementara ditemukan fenomena, pelayanan oleh pengurus pasraman penyang karuhei di desa tumbang Kaman kecamatan sanaman mantikei kabupaten katingan masih kurang dalam melakukan pembinaan generasi siswa hindu seperti pelayanan setiap kegiatan-kegiatan di pasraman. Hal tersebut secara umum terjafi dikarenakan terkendala oleh waktu, karena pengurus pasraman penyang karuhei di desa tumbang Kaman kecamatan sanaman mantikei selain melakukan pelayanan terhadap generasi hindu, pengurus pasraman penyang karuhei juga memilki kesibukan-kesibukan yang lain yang harus dikerjakan seperti bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua teori yaitu, teori kendala dan teori eksistensi sedangkan metode yang digunakan dalama penelitian ini yaitu metode observasi, wawancara, dan studi dokumen. Dalam penelitian ini juga penentuan informan dilakukan secara purposive dengan memilih yang di anggap memiliki pengetahuan dan wawasan yang memadai terhadap objek penelitian, sedangkan jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan data kualitatif yang didukung oleh data kuantitatif berupa data luas wilayah, jumlah penduduk, dan mata pencaharian masyarakat Desa Tumbang Kaman. Eksistensi pasraman penyang karuhei di desa Tumbang Kaman masih berfungsi dan eksis dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengurus pasraman penyang karuhei. Hal ini tampak pada hasil penelitian bahwa pengurus pasraman penyang karuhei di desa tumbang Kaman selalu memberikan pelayanan terhadap generasi hindu, hanya saja ada beberapa kendala yang ada di pasraman penyang karuhei ini. Kendala yang dihadapi oleh pengurus pasraman penyang karuhei ini diantaranya kurangnya sarana dan prasarana pembelajaran, dan bahkan tempat melaksanakan kegiatan secara khusus masih belum ada dikarenakan masih kekurangan dana.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Gusanawati. 2023. Eksistensi Tari Tradisional Kalimantan Tengah Pada Ekstrakurikuler Seni Tari Di SMP Negeri 3 Palangka Raya. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I: Komang Suarta, S.Ag., M.Si. Pembimbing II: Susi, M.Fil.H. Tari Tradisional Kalimantan Tengah yang memiliki beraneka ragam seni tari yang eksis pada masanya dan sudah berkembang sejak dahulu dan ada beberapa juga tarian yang masih tetap dikembangkan hingga kini. Walaupun beberapa tari mungkin masih ada dan sebagian yang lain sudah mulai hilang, bahkan ada yang berubah fungsinya. Jika dahulu tarian tradisional daerah Kalimantan Tengah ada yang hanya digunakan untuk mengobati ataupun menghibur keluarga kerajaan, kini sudah menjadi hiburan masyarakat. Sementara beberapa tari tradisional sudah banyak berevolusi, karena munculnya tari kreasi baru yang sekarang lebih diminati. Di dalam penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui eksistensi tari tradisional Kalimantan Tengah pada ekstrakurikuler seni tari di SMP Negeri 3 Palangka Raya. 2) mengetahui kendala yang mempengaruhi tari tradisional Kalimantan Tengah pada ekstrakurikuler seni tari di SMP Negeri 3 Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan lokasi penelitian di SMP Negeri 3 Palangka Raya. Penelitian ini dilakukan selama bulan Juni sampai dengan Juli 2023. Informan ditentukan melalui purposive sampling, yang menjadi informan dalam penelitian ini yaitu Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Pembina, Pelatih, dan beberapa Siswa dari Anggota ekstrakurikuler seni tari. Data ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sebagai instrumen utama dalam penelitian ini peneliti dibantu dengan wawancara, kamera dan alat tulis. Setelah itu dilakukan dengan verifikasi, analisis data dengan beberapa teori yang relevan seperti teori fenomenologi dan teori kendala. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka didapatkan hasil bahwa 1) Eksistensi tari tradisional Kalimantan Tengah pada ekstrakurikuler seni tari tidak terlepas dari dasar yang dibuat oleh pihak sekolah untuk menetapkan ekstrakurikuler yang didirikan berdasarkan Surat Keputusan Kepala SMP Negeri 3 Palangka Raya. 2) Minat Siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler seni tari, ketersediaan Pelatih sangat Pengelolaan manajemen ekstrakurikuler sebagai landasan terlaksananya sebuah kegiatan ekstrakurikuler mulai dari perencanaan, pelaksanaan kegiatan, dukungan, pelaporan, penilaian, evaluasi dan supervisi kegiatan. 3) Kendala yang menjadi permasalan adalah penyeleksian Siswa, penetapan surat keputusan kepengurusan ekstrakurikuler, penyusunan perencanaan, pengaruh pada pelaksanaan kegiatan dan dukungan fasilitas sekolah.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Krisna. 2023. Eksistensi Musik Rabab Dalam Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Baringei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Komang Suarta, S.Ag., M.Si Pembimbing II: I Made Paramarta, S.Ag., M.Si. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu: teori eksistensi, teori interpretative simbolik, teori fungsionalisme. Data yang telah dikumpul dianalisi dengan pendekatan kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Teknik Pengumpulan Data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian yaitu: Seniman, Tokoh Agama Hindu Kaharingan dan Generasi muda Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Baringei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas. Hasil penelitian digunakan untuk menunjukan bahwa: 1) Eksistensi musik Rabab pada masyarakat Hindu Kaharingan tersebut yaitu berupa upacara manyagiang, tasai, karungut dan tarian yang sudah turun temurun diwariskan hingga sekarang sehingga masih eksis. 2) Interpretatif Simbolik yakni makna yang terkandung di dalam alat musik rabab berupa tempat menyimat berbahan kayu ulin, sapaking untuk mengatur tali senar, tempurung kelapa sebagai badan rabab, senta untuk penyangga tali senar, rotan sebagai tali senar (dawai), tangkai penggesek berbentuk melengkung dari bagian panggak ke ujung agak mengecil, palapah pahakung sebagai tali penggesek. 3) Fungsionalisme yaitu dapat dilihat dari kegunaan dan fungsinya musik rabab pada beberapa upacara dan kesenian dalam masyarat Hindu Kaharingan seperti upacara manyangiang adan acara hiburan karungut, tasai, dan juga tarian. Selain itu juga ada beberapa nilai yang terkandung dalam musik rabab yakni nilai keagamaan, ritual, sosial, dan budaya.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Elfaren Louis. 2023. Eksistensi Ritual Ngalangkang Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tanjung Jawa Kabupaten Barito Selatan (Kajian Pendidikan Hindu). Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya Pembimbing I Dr.Derson,S.Ag.,M.Ag Pembimbing II Dr.Nali Eka, S.Ag.,M.Si Penelitian dalam skripsi ini mengkaji Eksistensi Ritual Ngalangkang Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tanjung Jawa Kabupaten Barito Selatan (Kajian Pendidikan Hindu). Ritual Ngalangkang ini merupakan ritual kematian yang bertujuan untuk mendoakan keluarga yang meninggal dan memberikan Panguta (persembahan) bekal sesajen kepada Diau/Roh dalam perjalanan menuju Gunung Lumut yang disebut ritual Ngalangkang. Namun kenyataan sekarang ini ada beberapa para generasi pemuda,yang kurang memperhatikan serta kajian nilai pendidikan Hindu yang terkandung dalam ritual Ngalangkang dan hanya orang tua saja yang mengetahui pelaksaan ritual Ngalangkang. Berdasarkan latar belakang, maka dalam penelitian ini mengkaji: (1) Bagaimana proses ritual Ngalangkang pada Hindu Hindu Kaharingan di Desa Tanjung Jawa Kabupaten Barito Selatan? (2) Bagaimana eksistensi ritual Ngalangkang? (3) Apa saja nilai pendidikanHindu dalam ritual Ngalangkang di Desa Tanjung Jawa, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan? Teori yang digunakan untuk menganalisis terhadap rumusan masalah, yaitu mengunakan 3 (tiga) teori. (1) Teori religi, (2) Teori simbol, dan (3) Teori nilai. Sedangkan tekhnik yang digunakan dalam pengumpulan data, yakni observasi, wawancara, dokumentasi, kemudian data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif berupa wawancara dengan para informan yang benar-benar mengetahui tentang permasalahan yang diteliti. 1. Adapun tahapan prose ritual Ngalangkang akan dijelskan sebagai berikut. (1) Melaksanakan musyawarah/mufakat, yaitu keluarga menyepakati waktu, tanggal, bulan, dimana tempat yang akan dilaksanakan sebelum pelaksanaan ritual Ngalangkang, (2) Pada tahap inti atau pokok pelaksanaan ritual Ngalangkang dimana Mantir Adat dan Pangulu sudah memulai duduk untuk memimpin ritual batawur (menyampaikan doa atau mantra-mantra yang ditujukan kepada Diau atau roh leluhur yang dilaksanakan ritual Ngalangkang tersebut. proses tahap yang siap untuk melaksanakan kegiatan ritual, (3) melaksanakan mindri pander (rapat berdiri ngomong) yang dilakukan oleh pihak keluarga yang melaksanakan ritual Ngalangkang ini, bahwa memberitahukan bahwa ritual Ngalangkang ini telah terlaksana dengan baik. 2) Eksistensi ritual Ngalangkang, yaitu keaktifan xi IAHN-TP Palangka Raya pemuda jaman dahulu lebih aktif dan esksis dari jaman sekarang ini, banyak yang tidak terlalu memperdulikan dan cuek saja. Sedangkan para tokoh Adat Hindu Kaharingan, Mantir Adat dan orang tua sangatmengharapkan keaktifan dan keikut sertaan pemuda dalam ritual Ngalangkang ini dikarenakan pemuda ini lah yang akan diharapkan nantinya sebagai generasi penerus dalam pelaksanaan ritual Ngalangkang ini. (3) Nilai pendidikan dalam ritual Ngalangkang, yaitu atau Ketuhanan atau kebenaran, yang dipimpin oleh seorang tukang pirik sawis (Pamulu Adat) pada ritual Ngalangkang dengan mantra-mantra dan sesajen yang disampaikan melalui beras tawur dengan memohon kepada Tuhan beserta manifestasinya memohon segala bimbing agar kegiatan ritual dapat berjalan lancar sesuai dengan yang diharapan yang diinginkan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini yang berjudul Eksistensi Hukum Adat Terhadap Perkawinan Sala Hurui di Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Perkawinan Sala Hurui adalah perkawinan yang sangat dilarang dalam suku Dayak khususnya di wilayah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas karena perkawinan ini sangat bertentangan sekali adat istiadat namun walaupun dilarang pada kenyataannya perkawinan ini tetap saja terjadi, konsekuensinya adalah pelaku perkawinan sala hurui akan diberikan sanksi kepada pelaku. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana eksistensi penerapan hukum adat terhadap perkawinan sala hurui pada masyarakat Hindu Kaharingan di Kecamatan Timpah, (2) Bagaimana proses penerapan sanksi adat terhadap perkawinan sala hurui pada masyarakat Hindu Kaharingan di Kecamatan Timpah, (3) Bagaimana upaya penyelesaian terhadap perkawinan sala hurui pada masyarakat Hindu Kaharingan di Kecamatan Timpah. Teori yang digunakan untuk mengkaji dan mendiskripsikan rumusan masalah ialah dengan menggunakan Teori Religi, Teori Kepastian Hukum, dan Teori Kausalitas. Dengan metode penelitian kualitatif. Data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Dan dengan informan penelitian adalah Damang Kepala Adat Kecamatan Timpah, Mantir Adat, Rohaniawan Hindu Kaharingan, Ketua Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan Kecamatan Timpah, Guru Agama Hindu Pada SMAN-1 Timpah, masyarakat yang beragama Hindu Kaharingan dan pelaku perkawinan sala hurui. Berdasarkan hasil analisis bahwa (1) Eksistensi penerapan hukum adat terhadap perkawinan sala hurui di Kecamatan Timpah diberikan denda/singer dan juga harus melaksanakan upacara ritual. (2) Proses penerapan sanksi adat terhadap perkawinan sala hurui di Kecamatan Timpah berawal dari adanya pelaku perkawinan sala hurui yang sudah diketahui oleh pihak keluarga, adanya perundingan keluarga dan setelah mendapatkan perundingan dari keluarga maka akan disampaikan kepada Mantir Adat, bila belum selesai oleh Mantir Adat maka akan diselesaikan oleh kedemangan dengan melakukan pemanggilan kepada pelaku dan di proses sesuai dengan aturan hukum adat yang berlaku. (3) Upaya penyelesaian hukum adat terhadap perkawinan sala hurui di Kecamatan Timpah yaitu pelaku harus melaksanakan upacara ritual dengan duduk diatas kalaya (tampi) dengan kedua kaki mereka berdua menginjak batu lalu ditutup dengan jala ikan, dilakukanlah upacara mamapas untuk mereka berdua oleh seorang Rohaniawan yang beragama Hindu Kaharingan dengan tujuan membersihkan mereka berdua dari sial akibat dari perkawinan sala hurui tersebut, dan setelah itu dilakukan upacara manyaki menggunakan (telor ayam, tamping tawar dan undus tanak) setelah itu dilanjutkan dengan pembersihan lingkungan dengan menggunakan darah dan daging babi tersebut. Sanksi ritual bertujuan untuk alam lingkungan sekitar, membersihkan hal-hal yang tidak baik yang di timbulkan akibat dari kawin sala hurui, agar terciptanya lingkungan yang harmonis dan seimbang antara mahluk hidup sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik jauh dari hal-hal yang tidak di inginkan. Sedangkan bagi pelaku kawin sala hurui sanksi ritual ini adalah untuk membersihkan secara rohani pasangan pengantin, sebab jika tidak dilaksanakan ritual dapat menyebabkan bermacam-macam hal yang tidak baik.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Sinto, 2023. “Eksistensi Pasah Patahu Dalam Ajaran Hindu Kaharingan Di Desa Pangi,Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau”. Dengan Dosen Pembimbing I Dr. Wayan Gepu, S.Ag.,M.Fil.H dan Dosen Pembimbing II Rabiadi, S. Sos.H.,M.Pd.H Agama Hindu Kaharingan merupakan agama tertua di Kalimantan Tengah dan memiliki banyak sekali tempat suci local genius yang telah disucikan dengan beragam upacara maupun ritual yang dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan, salah satunya adalah Pasah Patahu. Pasah Patahu merupakan tempat suci bagi umat Hindu Kaharingan, yang merupakan tempat bagi umat Hindu Kaharingan untuk memuja dan memuji nama Ranying Hatalla Langit yang bermanifestasikan menjadi Patahu ataupun roh-roh suci lainnya. Umat Hindu Kaharingan melaksanakan ritual di Pasah Patahu ini salah satunya yaitu Pakanan Sahur Lewu, yang dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau setiap tanggal 1 Januari yaitu bertepatan pada Tahun Baru atau mengawali tahun.Prosesi Pakanan Sahur Lewu ini dilaksanakan sebagai wujud bhakti ataupun rasa terima kasih para umat kepada manifestasi Ranying Hatalla Langit yaitu Patahu dan roh-roh suci lainnya yang sudah menjaga kampung tersebut dari hal-hal negative ataupun dari hal-hal yang tidak baik. Pasah Patahu juga sebagai wahana bagi umat Hindu Kaharingan untuk merekatkan nilai persatuan antar umat. Karena disana umat bersatu padu ataupun bergortong royong dalam pembuatan sarana dan prasarana untuk melakukan ritual Pakanan Sahur Lewu.. Adapun rumusan masalah di dalam penelitian ini adalah : 1.Bagaimanakah Eksistensi pasah Patahu Bagi Umat Hindu di desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau? 2. Bagaimanakah Fungsi Pasah Patahu Bagi Umat Hiindu Kaharingan Di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau? 3. Bagaimanakah makna Pasah Patahu Bagi Umat Hiindu Kaharingan Di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau? Tujuan penelitian ada tiga yaitu untuk mengetahui eksistensi Pasah Patahu dalam ajaran Hindu Kaharingan di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau untuk mengetahui fungsi Pasah Patahu tersebut pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau, untuk mengetahui makna filosofis Pasah Patahu tersebut pada umat Hindu Kaharingan di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Konsep yang diajukan adalah Eksistensi, eksistensi Pasah Patahu, umat Hindu Kaharingan, dan kajian filosofis. Teori yang digunakan yaitu Teori Religi, Teori Fungsional Struktural dan Teori Interaksionalisme Simbolik. Metode Penelitian yang dipergunakan adalah metode penelitian Kualitatif yaitu penelitian yang dilaksanakan langsung di lapangan. Penelitian dilaksanakan langsung di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Sumber data yaitu data Primer dan data Sekunder dengan subyek penelitian Basir, tokoh Agama Hindu Kaharingan, tokoh Masyarakat, dan Mantir Adat. Teknik dalam pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumen yang dianalisis dengan teknik analisis data yang dapat ditarik suatu kesimpulan: 1) Eksistensi Pasah Patahu yaitu berada di depan balai basarah umat hindu kaharingan di desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau Masyarakat sangat mempercayai keberadaannya Pasah Patahu. Sebagai bentuk keberadaannya, maka setiap tahun dilaksanakan upacara Pakanan Sahur Lewu, yaitu setiap tanggal 1 Januari atau pada awal tahun baru. Pasah Patahu adalah hasil perjanjian masyarakat terdahulu dengan para Patahu pada saat pertama kali merintis sebuah kampung supaya dapat menjadi kampung yang dapat ditinggali. 2) Fungsi Pasah Patahu yaitu tempat memberikan sesajen kepada roh halus penjaga kampung (Patahu). Selain sebagai tempat menyimpan sesajen, Pasah Patahu juga sebagai tempat menghaturkan harapan dan permohonan supaya apa yang dicita-citakan dapat terwujud. 3). Makna Filosofis Pasah Patahu adalah sebagai simbol kepercayaan dari umat Hindu Kaharingan kepada Ranying Hatalla Langit dan kepada para Patahu. Makna Pasah Patahu adalah sebagai pelindung. Pasah Patahu adalah tempat memberikan sesajen kepada roh halus penjaga kampung (Patahu) yang telah menjaga kampung tersebut sehingga jauh dari marabahaya dan dari hal-hal negative lainnya.