ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lontong merupakan alat yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk bertani, berladang dan memancing, bahkan pada zaman dahulu banyak masayarakat Desa Putat Durei yang bisa membuat lontong. Namun seiring perkembangn zaman saat ini eksistensi seni menganyam lontong mengalami kemunduran. Hal ini dikarenakan kurangnya minat masyarakat untuk belajar menganyam, sehingga pengrajin lontong di Desa Putat Durei hanya tersisa lima orang dengan keterangan lanjut usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1)Faktor yang mempengaruhi eksistensi pengunaan lontong pada masyarakat di Desa Putat Durei Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas, 2)eksistensi seni menganyam lontong pada masyarakat di Desa Putat Durei Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu: teorieksistensi dan teori fungsionalisme. Data yang telah dikumpul dianalisi dengan pendekaan kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Teknik Analisis Data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini terdiri dari pengrajin dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa :1) Faktor yang mempengaruhi eksistensi lontong pada masyarakat di Desa Putat Durei Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas yaitu perubahan selera ekonomi, tradisi dan budaya, kurangnya pembinaan dari pemerintah atau lembaga lainnya. 2) Eksistensi seni menganyam lontong pada masyarakat Desa Putat Durei Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas mengalami kemunduran, hal ini dikarenakan kurangnya minat masyarakat dalam mempelajari seni anyaman. Pengrajin lontong yang ada di Desa Putat durei hanya berjumlah lima orang dengan keterangan lanjut usia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Cenia. 2023. Upaya Pelestarian Seni Kriya Anyaman Tas Rotan Pada Masyarakat Dayak Ngaju Di Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si Pembimbing II Hendri, S.Ag., M.Ag Seni adalah usaha untuk menghasilkan produk yang dapat berguna dan berfungsi dalam kegiatan manusia di kehidupan sehari-hari agar pelestarian anyaman tas rotan dapat dilestarikan dengan baik supaya bisa berkembang. Berdasarkan latar belakang diatas ada beberapa rumusan masalah antara lain: (1) Bagaimana upaya pelestarian seni kriya anyaman tas rotan pada masyarakat Dayak Ngaju di Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas? (2) Apa saja kendala yang dihadapi pengrajin pada upaya pelestarian seni kriya anyaman tas rotan pada masyarakat Dayak Ngaju di Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas? (3) Bagaimana peranan lembaga UMKM pada pelestarian seni kriya anyaman tas rotan pada masyarakat Dayak Ngaju di Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas?. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah: (1) Teori Upaya (2) Teori Kendala dan (3) Teori Peranan. Subjek penelitian ini adalah pengrajin anyaman tas rotan di Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskritif Kualitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Sumber data penelitian ini adalah Kepala Desa, masyarakat Dayak Ngaju, pengrajin, dan lembaga UMKM anyaman tas rotan serta dokumen yang digunakan adalah arsip, dokumen resmi Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam upaya pelestarian seni kriya anyaman tas rotan ini memiliki upaya untuk melestarikannya yaitu pelatihan anyaman tas rotan karena dengan adanya pelatihan akan membantu pengrajin anyaman dalam memproduksi anyaman tas rotan tersebut, dan kendala yang dihadapi pengrajin saat ini yaitu ketersediaan bahan baku yang kurang untuk memproduksi anyaman tas rotan sehingga akan memperlambat proses memproduksinya, selain itu lembaga UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam melestarikan seni kriya anyaman tas rotan dengan memberikan modal kepada pengrajin dapat mempermudah dalam menjual belikan produk dari pengrajin anyaman tas rotan sehingga laku dipasaran.