Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

YURSIE

2 karya publik ditemukan.

2024: 2

Eksistensi Seni Lukis Mambintik Raung Pada Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Seni lukis mambintik raung adalah prosesi melukis peti mati yang ada pada upacara kematian umat Hindu Kaharingan. Lukisan ini memperlihatkan nilai-nilai kehidupan spiritual dan keyakinan dalam upacara Kematian umat Hindu Kaharingan. Namun, hanya sebagian kecil umat Hindu Kaharingan yang memahami pentingnya lukisan yang ada pada raung beserta makna yang terkandung di dalamnya. Ketika pelaksanaan prosesi mambintik raung keterlibatan umat Hindu Kaharingan sangat kurang baik generasi tua maupun generasi muda. Rumusan masalah yaitu bagaimana eksistensi seni lukis mambintik raung pada upacara kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan dan bagaimana upaya pelestarian seni lukis mambintik raung pada upacara kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Tujuan penelitian yaitu tujuan umun dan tujuan khusus. Teori yang digunakan dalam penelitian yaitu Teori Eksistensi, Teori Mimemsis, Teori Pelestarian dan Teori Pendidikan Klasik. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kualitatif. Adapun sumber data yaitu bersumber dari data primer dan sekunder. Teknik penentuan informan purposive sampling, teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi dokumen. Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini, diketahui bahwa prosesi Mambintik raung dilaksanakan ketika masih ada jenazah umat Hindu Kaharingan. Prosesi mambintik raung diwajibkan karena merupakan tradisi yang telah ada sejak zaman dahulu hingga saat ini. Ada tahapan dalam upaya pelestarian mambintik raung yaitu (1). Perlindungan, bahwa budaya tradisional termasuk dalam karya cipta yang perlu dilindungi. (2). Pengembangan, bahwa dalam karya seni yang sudah lama ada tentunya butuh pengembangan agar tidak ketinggalan zaman. (3). Pemanfaatan, tentunya dalam berkarya dalam bidang manapun itu harus memiliki yang namanya manfaat apalagi dalam bidang seni tentunya manfaat itu suatu hal yang harus bermanfaat bagi pelaku seni, para penikmat seni, orang lain dan tidak merugikan orang lain. (4). Pembinaan dalam sebuah karya cipta yang ada perlu adanya pembinanaan terutama seni lokal agar kesenian tersebut tidak hilang atau punah.

Eksistensi Seni Lukis Mambintik Raung pada Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Seni lukis mambintik raung adalah prosesi melukis peti mati yang ada pada upacara kematian umat Hindu Kaharingan. Lukisan ini memperlihatkan nilai-nilai kehidupan spiritual dan keyakinan dalam upacara Kematian umat Hindu Kaharingan. Namun, hanya sebagian kecil umat Hindu Kaharingan yang memahami pentingnya lukisan yang ada pada raung beserta makna yang terkandung di dalamnya. Ketika pelaksanaan prosesi mambintik raung keterlibatan umat Hindu Kaharingan sangat kurang baik generasi tua maupun generasi muda. Rumusan masalah yaitu bagaimana eksistensi seni lukis mambintik raung pada upacara kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan dan bagaimana upaya pelestarian seni lukis mambintik raung pada upacara kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Tujuan penelitian yaitu tujuan umun dan tujuan khusus. Teori yang digunakan dalam penelitian yaitu Teori Eksistensi, Teori Mimemsis, Teori Pelestarian dan Teori Pendidikan Klasik. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kualitatif. Adapun sumber data yaitu bersumber dari data primer dan sekunder. Teknik penentuan informan purposive sampling, teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi dokumen. Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini, diketahui bahwa prosesi Mambintik raung dilaksanakan ketika masih ada jenazah umat Hindu Kaharingan. Prosesi mambintik raung diwajibkan karena merupakan tradisi yang telah ada sejak zaman dahulu hingga saat ini. Ada tahapan dalam upaya pelestarian mambintik raung yaitu (1). Perlindungan, bahwa budaya tradisional termasuk dalam karya cipta yang perlu dilindungi. (2). Pengembangan, bahwa dalam karya seni yang sudah lama ada tentunya butuh pengembangan agar tidak ketinggalan zaman. (3). Pemanfaatan, tentunya dalam berkarya dalam bidang manapun itu harus memiliki yang namanya manfaat apalagi dalam bidang seni tentunya manfaat itu suatu hal yang harus bermanfaat bagi pelaku seni, para penikmat seni, orang lain dan tidak merugikan orang lain. (4). Pembinaan dalam sebuah karya cipta yang ada perlu adanya pembinanaan terutama seni lokal agar kesenian tersebut tidak hilang atau punah.