ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mejiwatie, 2026 : Komunikasi Dosen dan Mahasiswa Menyikapi Penggunaan Kecerdasan Buatan Ditinjau dari Etika Komunikasi Hindu. Pembimbing I Dr. Tardi Edung, S.Ag., M.Ag Pembimbing II Dr. Ni Putu Eka Merliana, S.T., M.T Komunikasi akademik sering kali berkendala terutama pada saat mahasiswa malu ataupun merasa ragu saat bertanya, atau dosen memiliki keterbatasan waktu dalam menjelaskan secara mendalam. Salah satu media yang dapat digunakan untuk mengatasi hal tersebut adalah teknologi kecerdasan buatan. Rumusan masalah dalam skripsi ini:1). Bagaimana pemahaman dosen dan mahasiswa tentang penggunaan kecerdasan buatan dalam kegiatan akademik di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya. 2). Bagaimana komunikasi yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa dalam menyikapi penggunaan kecerdasan buatan di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya. 3). Bagaimana etika komunikasi Hindu yang diterapkan dalam penggunaan kecerdasan buatan di lingkungan Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya. Teori yang digunakan untuk membedah rumusan masalah tersebut menggunakan teori difusi inovasi dan teori Sadharanikaran. Jenis penelitian yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan menggunakan metode pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan: reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan dosen dan mahasiswa memahami kecerdasan buatan sebagai alat bantu akademik yang dimanafaatkan untuk mencari referensi, mengembangkan ide, serta membantu memahami materi perkuliahan. Selain itu komunikasi antara dosen dan mahaiswa berperan dalam proses adopsi kecerdasan buatan di lingkungan akademik. Komunikasi yang dilakukan melalui arahan, edukasi pendampingan dan pengawasan memberntuk pemahaman serta sikap positif mahasiwa terhadap penggunaan kecerdasan buatan. selanjutnya, penerapan etika komunikasi Hindu melalui nilai-nilai Tri Kaya Parisudha, yaitu Manacika Parisduha yang diwujudkan dengan berpikir kritis dan memeriksa Kembali informasi yang diperoleh dari kecerdasan buatan, Wacika Parisudha yang diterapkan melalui penyampaian hasil secara jujur serta mengindari plagiarism, dan Kayika Parisudha yang diwujudkan melalui pengggunaan kecerdasan buatan secara bertanggung jawab dan memuat sumber referensi dari hasil yang digunakan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rira Margareta.2026.Fenomena Perubahan Sikap Mahasiswa Dalam Proses Perkuiahan Pada Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHNTampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I Dr I Gede Dharman Gunawan, SH. M.Pd.H Pembimbing II Megawati S.Pi.,M.Pd.H Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena perubahan sikap mahasiswa dalam proses perkuliahan pada Program Studi Pendidikan Agama Hindu IAHN-Tampung Penyang Palangkaraya, meliputi bentuk perubahan sikap serta faktor-faktor yang mempengaruhinya dalam perspektif Etika Hindu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kepada mahasiswa dan dosen, observasi, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan sikap mahasiswa dalam proses perkuliahan bersifat dinamis, yaitu mengarah pada perubahan positif dan negatif. Perubahan positif terlihat dari meningkatnya kepercayaan diri, keaktifan dalam diskusi, dan kemandirian belajar. Sedangkan perubahan negatif ditunjukkan dengan menurunnya kedisiplinan, tanggung jawab, sopan santun, serta partisipasi mahasiswa dalam pembelajaran. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sikap mahasiswa terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi penurunan motivasi belajar, kurangnya kesadaran diri, kondisi psikologis seperti stres akibat beban tugas, serta rendahnya pengendalian diri. Faktor eksternal meliputi pengaruh media sosial, lingkungan pertemanan, metode pembelajaran dosen, lingkungan keluarga, dan beban akademik. Perspektif Etika Hindu, perubahan sikap mahasiswa berkaitan dengan penerapan ajaran Tri Kaya Parisudha, Sad Ripu, dan Tri Mala. Perubahan sikap yang positif mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam mengendalikan pikiran, perkataan, dan perbuatan, sedangkan perubahan negatif menunjukkan belum optimalnya pengendalian diri. Oleh karena itu, diperlukan upaya pembinaan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas sikap mahasiswa agar sesuai dengan nilai-nilai etika Hindu
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Dewi Puspita Sari, Ni Wayan. 2024. Etika Berbusana dalam Persembahyangan Umat Hindu di Pura Puseh Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang (Perspektif Pendidikan Hindu). Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag Skripsi ini mengkaji tentang etika berbusana dalam persembahyangan umat Hindu di Pura Puseh Desa Basarang Jaya. Fenomena yang terjadi pada masyarakat Hindu pada saat persembahyangan di Pura Puseh banyak umat yang berpakaian kurang pantas terutama pada wanita yang cenderung menggunakan busana yang tipis/transparan, memperlihatkan bagian dada dan kamben yang terlalu tinggi sehingga menyebabkan masalah etika yang kurang baik. Berdasarkan masalah tersebut peneliti mengkaji rumusan yakni: (1)Bagaimanakah mode berbusana dalam persembahyangan umat Hindu di Pura Puseh Desa Basarang Jaya? (2)Bagaimanakah perspektif pendidikan Hindu terhadap etika berbusana dalam persembahyangan umat Hindu di Pura Puseh Desa Basarang Jaya?. Penelitian ini mengkaji ilmu pengtahuan tentang etika dan pendidikan. Rumusan masalah dikaji menggunakan teori modernisasi, teori etika dan teori pendidikan Hindu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitafif yang menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Metode penentuan informan menggunakan proposive dengan metode pengumpulan data penelitian yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Terknik analisis data yang digunakan yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarik kesimpulan. Berdasarkan pembahasan dan analisis dengan menggunakan teori menunjukan bahwa ada dua mode berbusana yang sering digunakan oleh umat Hindu di Desa Basarang Jaya dalam melakukan persembahyangan di Pura yaitu mode berbusana modern yang tampak modis tetapi kurang beretika (kurang santun) dan mode berbusana klasik. Analisis kedua mengkaji tentang persfektif pendidikan Hindu terhadap etika berbusana dalam persembahyangan dapat dilihat dari berbagai macam perspektif dan nilai-nilai pendidikan Hindu yang dikaji berdasarkan teori yang digunakan maka terdapat beberapa perspektif yaitu perspektif tattwa, perspektif etika, perspektif estetika dan perspektif sosial. Dalam mengetahui etika berbusana dalam persembahyangan di Pura harus mengetahui lebih dahulu tattwa yaitu ilmu yang mempelajari tentang hal tersebut, kemudian diterapkan dalam etika dengan tetap memperhatikan keindahan dari busana tersebut sehingga kegunaanya mampu memberikan dampak yang positif bagi orang sekitar. Sedangkan nilai pendidikan Hindu yaitu mengacu pada nilai material dan nilai spiritual/kerohanian yang meliputi nilai tattwa (kebenaran), nilai etika, nilai estetika (keindahan), nilai sosial dan nilai ekonomi. Kata Kunci : Etika Berbusana, Umat Hindu
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK NILAI ESTETIKA SENI KRIYA ANYAMAN BAKUL PADA SUKU DAYAK MERATUS DI DESA AJUNG KECAMATAN TEBING TINGGI KABUPATEN BALANGAN Kabupaten Balangan merupakan salah satu wilayah provinsi Kalimantan selatan yang memiliki banyak keanekaragaman baik itu kekayaan adat, budaya hingga kesenian yang belum terjamah dunia luar dan hanya dapat dijumpai disepanjang Lereng Meratus oleh beberapa suku dayak salah satunya suku dayak yang ada di Kecamatan Tebing Tinggi dan bertempat di Desa Ajung. Desa Ajung merupakan pelosok desa yang jauh dari keramaian kota, namun persaingan dunia seni juga tidak kalah dengan kabupaten-kabupaten kota di luar sana. Kesenian yang sering dibawakan yaitu seni tari, seni musik, dan seni suara, namun dibalik itu ternyata ada salah satu seni yang jarang ditemui oleh sebagian masyarakat, yaitu seni kerajinan tangan berupa anyaman. Beberapa daerah di Indonesia, seni anyaman sudah menjadi tradisi turun-temurun khususnya pada Suku Dayak Meratus di Desa Ajung Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan. Terdapat seni anyaman yaitu anyaman Bakul, seni anyaman Bakul ini memiliki nilai seni yang tinggi namun dikhwatirkan seiring perkembangan zaman anyaman Bakul ini akan ditinggalkan karena anak-anak muda lebih mengutamakan hobi dan kegemaran yang dianggap lebih penting sehingga mereka tidak ingin belajar dan melestarikannya. Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, peneliti telah merumuskan 2 masalah yaitu (1) Bagaimana Nilai Estetika Seni Kriya Anyaman Bakul pada Suku Dayak Meratus di Desa Ajung Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan ? (2) Bagaimana Bentuk, Fungsi dan Makna Seni Kriya Anyaman Bakul pada Suku Dayak Meratus di Desa Ajung Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan ? Permasalah di atas dikaji dengan beberapa teori. Teori yang digunakan adalah Teori Estetika, Teori Interpretatif Simbolik, Teori Struktural Fungsional dan Teori Semantik. Selain itu untuk memperoleh data digunakan beberapa metode, yaitu metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Jenis penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah (1) Nilai Estetika dari anyaman Bakul yang terbentuk dari motif, a) Motif daun Alangam, b) Motif Mayang Haniung, c) Motif daun Siri, d) Motif Rampun Cakur. (2) Bentuk, fungsi dan makna dari Anyaman Bakul, a) Bentuknya datar bulat memiliki 4 segi dan memiliki kaki 4. b) Fungsinya, Bakul terdiri dari 3 jenis yakni; Bakul besar, sedang kecil yang fungsinya sama-sama untuk tempat perlengkapan upacara. c) Maknanya dari simbol motif yang melambangkan kehidupan dan keterikatan manusia dengan alam semesta.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Ayu Elmia Ninsih, 2023. Nilai Estetika Tari Riam Panjang di Desa Derawa Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Seruyan. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbig I: Komang Suarta S.Ag.,M.Si Pembimbing II : Susi, S.Fil.H.,M.Fil.H. Tari Riam Panjang tarian digunakan sebagai sarana tarian hiburan oleh masyarakat yang ada di Desa Derawa Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Seruyan dan Tari Riam Panjang selalu dibawakan dengan perasaan hati yang riang gembira serta penuh semangat. Tari Riam Panjang ditarikan atau dibawakan pada sebuah acara perkawinan, penyambutan tamu, hajatan dan pada saat upacara Tiwah yang bersifat hiburan. Tari Riam Panjang bisa dibawakan oleh segenap kalangan masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan, tua, muda bahkan anak-anak. Namun demikian Tari Riam Panjang kini di tampilkan secara dominan oleh kalangan dewasa atau orang tua saja, sangat sedikit anak-anak, remaja atau pemuda yang bisa membawakan tarian ini. Walaupun tari Riam Panjang memiliki gerakan yang sederhana dan terlihat unik serta property yang digunakan sebagai ciri khas. Tari Riam Panjang selalu mendominasi dari berbagai jenis pertunjukan seni atau hiburan yang ada di Desa Derawa. Didalam penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui, memahami dan mendeskripsikan Fungsi Tari Riam Panjang di Desa Derawa Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Seruyan. 2) mengetahui, menganalisis, memahami dan mendeskripsikan Nilai Estetika Tari Riam Panjang di Desa Derawa Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Seruyan. Penelitian ini menggunakan teori untuk menganalisis rumusan masalah yaitu: Teori fungsionalisme dan teori estetika. Metode yang digunakan untuk mengumpulkandata yaitu: observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data yang telah dikumpul dianalisis dengan pengdekatan deskriptif kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu proposive. Hasil penelitian digunakan untuk menunjukan bahwa: 1) Fungsi Tari Riam Panjang sebagai tari hiburan memiliki fungsi budaya, pendidikan, ekonomi, dan estetika. 2) Nilai estetika pada Tari Riam Panjang terdapat keindahan yang terpancar dari wiraga, wirama, wirasa, dan wirupa.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Pebriliscardonium. 2022. Nilai Estetika Ornamen Sandung Dalam Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan Di Desa Dahian Tambuk Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr.A.A Gede Wiranata, S.Ag., M.Ag Pembimbing II : Hendri, S.Ag., M.Si.
Sandung adalah tempat yang digunakan oleh masyarakat Hindu Kaharingan untuk mengimpan tulang belulang orang yang telah di Tiwah kan. Pembuatan sandung tidak lepas dari ornamen yang terdapat di dalamnya, tetapi beberapa masyarakat ada yang tidak memahami akan arti ornamen-ornamen Sandung tersebut, sehingga dapat mengakibat hal buruk bagi keluarga yang melaksanakan upacara tersebut. Penelitian ini bertujuan: 1) Memahami bentuk pakem dari Ornamen Sandung di Dalam Upacara Kematian Agama Hindu Kaharingan di Desa Dahian Tambuk Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas. 2) Memahami makna dari Ornamen Sandung di Dalam Upacara Kematian Agama Hindu Kaharingan di Desa Dahian Tambuk Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas. 3) Memahami nilai estetika Ornamen Sandung di Dalam Upacara Kematian Agama Hindu Kaharingan di Desa Dahian Tambuk Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas.
Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu : teori bentuk, teori fungsionalisme structural, teori nilai, dan teori estetika. Data yang telah dikumpul dianalisi dengan pendekatan kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Teknik Pengumpulan Data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian yaitu: Basir, pengrajin dan masyarakat Hindu di Desa Dahian Tambuk Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas.
Hasil penelitian digunakan untuk menunjukan bahwa: 1) Bentuk ornamen yang ada di dalam Sandung tersebut yaitu berupa ukiran dan lukisan matahari, bulan, bintang, Pulang Gayung, Burung Piyak Liau, Bajakah Lelek, Kambang Munduk, Manyamei Tatu Asun Bulan. 2) Makna ornamen Sandung yakni matahari melambangkan kelahiran, bulan melambangkan kematian, Bajakah Lelek dan Bajakah Munduk melambangkan harta kekayaan, hewan yang ada di dalam ukiran ataupun lukisan pada ornamen Sandung merupakan hewan yang dipelihara seseorang semasa hidupnya. 3) Nilai estetika yaitu dapat dilihat dari ukiran, gambar dan warna yang ada pada Sandung. Selain itu ada beberapa nilai yang terkandung yakni nilai keagamaan, ritual, sosial, dan budaya.
Kata Kunci : Nilai Estetika, Ornamen Sandung, Upacara Kematian
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Heriyadi. 2022,Nilai Estetika Tari Gelang Dadas Dalam Perkawinan Suku Dayak Ma’ayan Di Desa Bentot Kecamatan Patangkep Tutui Kebupaten Barito Timur. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Komang Suarta,S.Ag.,M.Si Pembimbing II : I Komang Mertayasa,S.Pd.H.,M.Si Tari Gelang Dadas dulunya sebagai sarana upacara pengobatan karena Tari Gelang tersebut memiliki kekuatan mistis dan Tari Gelang Dadas dulu sering disebut dengan wadian dadas atau dukun perempuan karena memiliki kekuatan yang dapat menyembuhkan segala penyakit, tetapi sekarang berjalannya waktu wadian dadas sering di bawakan dalam pertunjukan yang sering di sebut Tari Gelang Dadas atau wadian sanggar, yang dibawakan dalam upacara perkawinan masyarakat Suku Dayak Ma’anyan yang disebut iwurung jue.Sehingga dengan adanya permasalahan di atas penulis tertarik untuk mengkaji : 1. Bagaimana nilai estetika Tari Gelang Dadas dalam upacara perkawinan suku Dayak Ma’anyan di Desa Bentot? 2. Bagaimana fungsi tari Gelang Dadas dalam upacara perkawinan suku Dayak Ma’anyan di Desa Bentot.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1. Nilai estetika tari Gelang Dadas dalam upacara perkawinan suku Dayak Ma’anyan di Desa bentot. 2. Fungsi Tari Gelang Dadas dalam upacara perkawinan suku Dayak Ma’anyan di Desa Bentot. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu : Teori estetika dan intraksionisme simbolik. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu: observasi, wawancara,dan dokumentasi.. Data yang telah dikumpul dianalisi dengan pendekaan kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Hasil penelitian digunakan untuk menunjukan bahwa: 1. Nilai estetika Gelang Dadas adalah nilai keindahan yang terpancar dari kesersian bunyi gelang, gerak badan, maupun musik yang mengirnginya. Selain itu Tari Gelang Dadas mengambil gerakan dari burung elang, ular tedung dan macan, hal tersebut terlihat dari kepak tangan, elokan pergelangan tangan, dan lincah angkatan kaki. 2. Fungsi Tari Gelang Dadas dalam upacara perkawinan suku Dayak Ma’anyan memiliki fungsi estetika, sosial, ekonomi,ritual, kesehatan, pendidikan dan komunikasi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSRAK ETRIANA, 2021: Implementasi Ajaran Panaturan Pasal 41 Dalam Aspek Etika Dan Keterampilan Dalam Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMA Negeri 1 Rungan. Skripsi Fakulas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Hendri S.Ag., M.Si dan pembimbing II Lamri S.Pd., M.Pd.H. Panaturan terdapat beberapa Pasal salah satunya Pasal 41 “Bawi Ayah Hadurut Bara Lewu Telu Nanturung Pantai Danum Kalunen” dalam Pasal ini menceriakan Bawi Ayah turun ke Pantai Danum Kalunen untuk mengajarkan keturunan anak cucu Raja Bunu bagaiman membuat sarana prasarana upacara dari yang terkecil sampai yang terbesar sampai mengajarkan bagaimana bertingkah laku yang baik dan benar, dengan begitu keturunan Raja Bunu tidak akan lupa ajaran yang disampaikan oleh Ranying Hatalla kepada mereka. Namun bersadarkan fenomena di lapangan masih ada kendala dalam implementasi dalam ajaran panaturan pada Pasal 41 dalam aspek etika dan keterampilan. Berdasarkan latar beakang tersebut, maka penelitian ini ada tiga permasalahan yang akan di bahas anatara aian, (1) Bagaimana Implementasi Ajaran Panaturan Pasal 41 dalam aspek etika di pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu SMA Negeri 1 Rungan? (2) Bagaimana Implementasi Ajaran Panaturan Pasal 41 dalam aspek keterampilan pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Rungan? (3) Apakah yang menjadi kendala implementasi ajaran Panaturan Pasal 41 dalam aspek etika dan keterampilan pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Rungan? Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, teknik penentuan informan yang di gunakan adalah purposive sampling ynag terdiri dari 6 orang narasumber. Jenis dan sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data data diakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasl penelitan ynag dilakukan maka dapatkan hasil bahwa: (1) Bagaimana Implementasi Ajaran Panaturan Pasal 41 dalam aspek etika di pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu SMA Negeri 1 Rungan adalah: (a) Tatacara Bicara, (b) Tingkah Laku dan (c) Sopan Santun. (2) Bagaimana Implementasi Ajaran Panaturan Pasal 41 dalam aspek keterampilan pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Rungan adalah: (a) pembuatan sarana basarah dan (b) pembuatan ketupat. (3) Apakah yang menjadi kendala implementasi ajaran Panaturan Pasal 41 dalam aspek etika dan keterampilan pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Rungan adalah: (a) Kurang Paham Bahas Sangiang Yang Ada Di Dalam Panaturan, (b) Kehadiran Siswa Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan (c) Kurang Bahan Praktek.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
EKA RESIANA, 2021. Implementasi pendidikan Etika Pada Siswa di SMAN-1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Pembimbing I Yuni Permata, S.Pd.,M.Si Pembimbing II I Komang Mertayasa, S.Pd.H.,M.Si Peran seorang guru yang akan mengerti akan tugas dan fungsinya sebagai seorang guru, dapat dijadikan panutan bagi siswa dengan menunjukan sikap dan prilaku yang baik. Etika merupakan langkah awal yang harus ditanamkan oleh guru dalam segala aspek kehidupan, etika merupakan tatanan yang menjaga hubungan kehamonisan dalam lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Disamping itu juga guru adalah sebagai panutan dan contoh yang baik bagi anak didiknya. Hal ini dikarenakan dari prilaku siswa diluar jam sekolah yang kurang terkontrol terjadi kenakalan remaja seperti perkataan yang kurang baik dan tak menghormati guru. Banyak hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh para siswa namun mereka melakukannya juga tanpa rasa ragu dan tanpa merasa bersalah. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN-1 Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Rumusan masalah dalam penelitian Ini ialah (1) Bagaimana Implementasi Pendidikan Etika di SMAN-1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara? (2) Apakah Kendala-kendala Dalam Implementasi Pendidikan Etika di SMAN-1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara? Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dalam pengumpulan data ini dilakukan teknik Observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah dilakukan analisis data diperoleh hasil bahwa (1) penerapan pendidikan etika pada siswa SMAN-1 Gunung Timang kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara, berjalan dengan cukup baik. Namun demikian masih perlu ditingkatkan mengingat masih belum sepenuhnya siswa dapat menerapkannya, sehingga masih ditemukan adanya pelanggaran etika oleh siswa di lingkungan sekolah. (2) Hambatan dari implementasi pendidikan etika pada siswa yaitu dari Faktor diri sendiri siswa tersebut dan faktor dari pertemanan. Hal ini membuat siswa kurang memahami makna dan tujuan tentang pendidikan etika tersebut secara baik. Di dalam penelitian ini ada beberapa hal yang disarankan (1) pihak sekolah diharapkan mendukung sepenuhnya dalam penerapan pendidikan Etika (2) kepada siswa agar selalu membiasakan diri taat dan berbakti pada catur guru dan memahami serta mengerti, tentang ajaran etika pada catur guru dan memahami dan mengerti tentang ajaran Tri Kaya Parisudha sehingga perilaku siswa menjadi lebih baik.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK YULA, 2021. Penguatan Etika Dan Moral Dalam Pendidikan Agama Hindu Di SDN 1 Lamunti Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas, Prodi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Lilik, S.Ag.,M.Pd.H. Pembimbing II Tri Aspiyana, M.Pd. Kejadian di sekolah yang menyimpang dari ajaran etika dan moral ternyata masih banyak ditemukan. Hal ini menjadi persoalan yang menyita perhatian terutama dari dunia Pendidikan. Para pelajar seharusnya menunjukkan perilaku yang baik bukan sebaliknya. Siswa yang masih bertingkah laku belum memahmi etika dan moral, akan berperilaku kurang baik terhadap orang-orang di sekitarnya baik dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja. Salah satu contohnya, siswa tidak mematuhi aturan sekolah, bicara / bercanda pada saat guru mengajar di dalam kelas, siswa sama sekali tidak memperhatikan apa yang disampaikan guru. Kondisi ini mencerminkan adanya krisis etika dan moral. Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam penelitian ini ada dua rumusan masalah, yaitu : (1) Bagaimana peran guru dalam penguatan etika dan moral pada siswa agama Hindu di SDN 1 Lamunti; (2) Bagaimana bentuk penguatan etika dan moral pada siswa agama Hindu di SDN 1 Lamunti. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan perilaku baik siswa dan menguatkan nilai-nilai etika dan moral yang mulai luntur akibat berbagai pengaruh sehingga diharapkan siswa di masa yang akan datang mempunyai etika dan moral yang baik. Teori yang digunakan yaitu teori peran dan teori behavioristik. Informan penelitian dalam penelitian ini yaitu Kepala sekolah, guru agama Hindu dan siswa kelas V dan VI. Teknik pengumpulan data yaitu (1) observasi; (2) wawancara; (3) dokumentasi. Metode penelitian ini yang digunakan metode kualitatif dengan teknik analisis data (1) pengumpulan data; 2) reduksi data; (3) penyajian data; (4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penguatan etika dan moral dalam Pendidikan agama Hindu di SDN 1 Lamunti dilakukan melalui: (1) peran guru agama Hindu, peran guru dalam melaksanakan penguatan etika dan moral siswa Agama Hindu, dilakukan dengan: a). mendidik; b). membimbing; c). mengarahkan; d). mengontrol dan mengawasi. (2) kegiatan penguatan etika dan moral yang dilakukan di SDN 1 Lamunti, kegiatan tersebut dilakukan dengan: a). membentuk komunitas kelas peduli; b). menanamkan nilai yang berkaitan dengan agama seperti berdoa sebelum memulai pembelajaran; c). melaksanakan ibadah dengan rutin.