IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ETIKA PADA SISWA HINDU DI SMAN-1 GUNUNG TIMANG KECAMATAN GUNUNG TIMANG KABUPATEN BARITO UTARA
EKA RESIANA, 2021. Implementasi pendidikan Etika Pada Siswa di SMAN-1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Pembimbing I Yuni Permata, S.Pd.,M.Si Pembimbing II I Komang Mertayasa, S.Pd.H.,M.Si Peran seorang guru yang akan mengerti akan tugas dan fungsinya sebagai seorang guru, dapat dijadikan panutan bagi siswa dengan menunjukan sikap dan prilaku yang baik. Etika merupakan langkah awal yang harus ditanamkan oleh guru dalam segala aspek kehidupan, etika merupakan tatanan yang menjaga hubungan kehamonisan dalam lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Disamping itu juga guru adalah sebagai panutan dan contoh yang baik bagi anak didiknya. Hal ini dikarenakan dari prilaku siswa diluar jam sekolah yang kurang terkontrol terjadi kenakalan remaja seperti perkataan yang kurang baik dan tak menghormati guru. Banyak hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh para siswa namun mereka melakukannya juga tanpa rasa ragu dan tanpa merasa bersalah. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN-1 Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Rumusan masalah dalam penelitian Ini ialah (1) Bagaimana Implementasi Pendidikan Etika di SMAN-1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara? (2) Apakah Kendala-kendala Dalam Implementasi Pendidikan Etika di SMAN-1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara? Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dalam pengumpulan data ini dilakukan teknik Observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah dilakukan analisis data diperoleh hasil bahwa (1) penerapan pendidikan etika pada siswa SMAN-1 Gunung Timang kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara, berjalan dengan cukup baik. Namun demikian masih perlu ditingkatkan mengingat masih belum sepenuhnya siswa dapat menerapkannya, sehingga masih ditemukan adanya pelanggaran etika oleh siswa di lingkungan sekolah. (2) Hambatan dari implementasi pendidikan etika pada siswa yaitu dari Faktor diri sendiri siswa tersebut dan faktor dari pertemanan. Hal ini membuat siswa kurang memahami makna dan tujuan tentang pendidikan etika tersebut secara baik. Di dalam penelitian ini ada beberapa hal yang disarankan (1) pihak sekolah diharapkan mendukung sepenuhnya dalam penerapan pendidikan Etika (2) kepada siswa agar selalu membiasakan diri taat dan berbakti pada catur guru dan memahami serta mengerti, tentang ajaran etika pada catur guru dan memahami dan mengerti tentang ajaran Tri Kaya Parisudha sehingga perilaku siswa menjadi lebih baik.