Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Estetika
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

NILAI ESTETIKA SENI KRIYA ANYAMAN BAKUL PADA SUKU DAYAK MERATUS DI DESA AJUNG KECAMATAN TEBING TINGGI KABUPATEN BALANGAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK NILAI ESTETIKA SENI KRIYA ANYAMAN BAKUL PADA SUKU DAYAK MERATUS DI DESA AJUNG KECAMATAN TEBING TINGGI KABUPATEN BALANGAN Kabupaten Balangan merupakan salah satu wilayah provinsi Kalimantan selatan yang memiliki banyak keanekaragaman baik itu kekayaan adat, budaya hingga kesenian yang belum terjamah dunia luar dan hanya dapat dijumpai disepanjang Lereng Meratus oleh beberapa suku dayak salah satunya suku dayak yang ada di Kecamatan Tebing Tinggi dan bertempat di Desa Ajung. Desa Ajung merupakan pelosok desa yang jauh dari keramaian kota, namun persaingan dunia seni juga tidak kalah dengan kabupaten-kabupaten kota di luar sana. Kesenian yang sering dibawakan yaitu seni tari, seni musik, dan seni suara, namun dibalik itu ternyata ada salah satu seni yang jarang ditemui oleh sebagian masyarakat, yaitu seni kerajinan tangan berupa anyaman. Beberapa daerah di Indonesia, seni anyaman sudah menjadi tradisi turun-temurun khususnya pada Suku Dayak Meratus di Desa Ajung Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan. Terdapat seni anyaman yaitu anyaman Bakul, seni anyaman Bakul ini memiliki nilai seni yang tinggi namun dikhwatirkan seiring perkembangan zaman anyaman Bakul ini akan ditinggalkan karena anak-anak muda lebih mengutamakan hobi dan kegemaran yang dianggap lebih penting sehingga mereka tidak ingin belajar dan melestarikannya. Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, peneliti telah merumuskan 2 masalah yaitu (1) Bagaimana Nilai Estetika Seni Kriya Anyaman Bakul pada Suku Dayak Meratus di Desa Ajung Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan ? (2) Bagaimana Bentuk, Fungsi dan Makna Seni Kriya Anyaman Bakul pada Suku Dayak Meratus di Desa Ajung Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan ? Permasalah di atas dikaji dengan beberapa teori. Teori yang digunakan adalah Teori Estetika, Teori Interpretatif Simbolik, Teori Struktural Fungsional dan Teori Semantik. Selain itu untuk memperoleh data digunakan beberapa metode, yaitu metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Jenis penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah (1) Nilai Estetika dari anyaman Bakul yang terbentuk dari motif, a) Motif daun Alangam, b) Motif Mayang Haniung, c) Motif daun Siri, d) Motif Rampun Cakur. (2) Bentuk, fungsi dan makna dari Anyaman Bakul, a) Bentuknya datar bulat memiliki 4 segi dan memiliki kaki 4. b) Fungsinya, Bakul terdiri dari 3 jenis yakni; Bakul besar, sedang kecil yang fungsinya sama-sama untuk tempat perlengkapan upacara. c) Maknanya dari simbol motif yang melambangkan kehidupan dan keterikatan manusia dengan alam semesta.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

NILAI ESTETIKA TARI RIAM PANJANG DI DESA DERAWA KECAMATAN BATU AMPAR KABUPATEN SERUYAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Ayu Elmia Ninsih, 2023. Nilai Estetika Tari Riam Panjang di Desa Derawa Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Seruyan. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbig I: Komang Suarta S.Ag.,M.Si Pembimbing II : Susi, S.Fil.H.,M.Fil.H. Tari Riam Panjang tarian digunakan sebagai sarana tarian hiburan oleh masyarakat yang ada di Desa Derawa Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Seruyan dan Tari Riam Panjang selalu dibawakan dengan perasaan hati yang riang gembira serta penuh semangat. Tari Riam Panjang ditarikan atau dibawakan pada sebuah acara perkawinan, penyambutan tamu, hajatan dan pada saat upacara Tiwah yang bersifat hiburan. Tari Riam Panjang bisa dibawakan oleh segenap kalangan masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan, tua, muda bahkan anak-anak. Namun demikian Tari Riam Panjang kini di tampilkan secara dominan oleh kalangan dewasa atau orang tua saja, sangat sedikit anak-anak, remaja atau pemuda yang bisa membawakan tarian ini. Walaupun tari Riam Panjang memiliki gerakan yang sederhana dan terlihat unik serta property yang digunakan sebagai ciri khas. Tari Riam Panjang selalu mendominasi dari berbagai jenis pertunjukan seni atau hiburan yang ada di Desa Derawa. Didalam penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui, memahami dan mendeskripsikan Fungsi Tari Riam Panjang di Desa Derawa Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Seruyan. 2) mengetahui, menganalisis, memahami dan mendeskripsikan Nilai Estetika Tari Riam Panjang di Desa Derawa Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Seruyan. Penelitian ini menggunakan teori untuk menganalisis rumusan masalah yaitu: Teori fungsionalisme dan teori estetika. Metode yang digunakan untuk mengumpulkandata yaitu: observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data yang telah dikumpul dianalisis dengan pengdekatan deskriptif kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu proposive. Hasil penelitian digunakan untuk menunjukan bahwa: 1) Fungsi Tari Riam Panjang sebagai tari hiburan memiliki fungsi budaya, pendidikan, ekonomi, dan estetika. 2) Nilai estetika pada Tari Riam Panjang terdapat keindahan yang terpancar dari wiraga, wirama, wirasa, dan wirupa.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

NILAI ESTETIKA ORNAMEN SANDUNG DALAM UPACARA KEMATIAN UMAT AGAMA HINDU KAHARINGAN DI DESA DAHIAN TAMBUK KECAMATAN MIHING RAYA KABUPATEN GUNUNG MAS

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pebriliscardonium. 2022. Nilai Estetika Ornamen Sandung Dalam Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan Di Desa Dahian Tambuk Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr.A.A Gede Wiranata, S.Ag., M.Ag Pembimbing II : Hendri, S.Ag., M.Si. Sandung adalah tempat yang digunakan oleh masyarakat Hindu Kaharingan untuk mengimpan tulang belulang orang yang telah di Tiwah kan. Pembuatan sandung tidak lepas dari ornamen yang terdapat di dalamnya, tetapi beberapa masyarakat ada yang tidak memahami akan arti ornamen-ornamen Sandung tersebut, sehingga dapat mengakibat hal buruk bagi keluarga yang melaksanakan upacara tersebut. Penelitian ini bertujuan: 1) Memahami bentuk pakem dari Ornamen Sandung di Dalam Upacara Kematian Agama Hindu Kaharingan di Desa Dahian Tambuk Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas. 2) Memahami makna dari Ornamen Sandung di Dalam Upacara Kematian Agama Hindu Kaharingan di Desa Dahian Tambuk Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas. 3) Memahami nilai estetika Ornamen Sandung di Dalam Upacara Kematian Agama Hindu Kaharingan di Desa Dahian Tambuk Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu : teori bentuk, teori fungsionalisme structural, teori nilai, dan teori estetika. Data yang telah dikumpul dianalisi dengan pendekatan kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Teknik Pengumpulan Data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian yaitu: Basir, pengrajin dan masyarakat Hindu di Desa Dahian Tambuk Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas. Hasil penelitian digunakan untuk menunjukan bahwa: 1) Bentuk ornamen yang ada di dalam Sandung tersebut yaitu berupa ukiran dan lukisan matahari, bulan, bintang, Pulang Gayung, Burung Piyak Liau, Bajakah Lelek, Kambang Munduk, Manyamei Tatu Asun Bulan. 2) Makna ornamen Sandung yakni matahari melambangkan kelahiran, bulan melambangkan kematian, Bajakah Lelek dan Bajakah Munduk melambangkan harta kekayaan, hewan yang ada di dalam ukiran ataupun lukisan pada ornamen Sandung merupakan hewan yang dipelihara seseorang semasa hidupnya. 3) Nilai estetika yaitu dapat dilihat dari ukiran, gambar dan warna yang ada pada Sandung. Selain itu ada beberapa nilai yang terkandung yakni nilai keagamaan, ritual, sosial, dan budaya. Kata Kunci : Nilai Estetika, Ornamen Sandung, Upacara Kematian

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Nilai Estetika Tari Gelang Dadas Dalam Perkawinan Masyarakat Suku Dayak Ma’anyan Di Desa Bentot Kecamatan Patangkep Tutui Kabupaten Barito Timur

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Heriyadi. 2022,Nilai Estetika Tari Gelang Dadas Dalam Perkawinan Suku Dayak Ma’ayan Di Desa Bentot Kecamatan Patangkep Tutui Kebupaten Barito Timur. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Komang Suarta,S.Ag.,M.Si Pembimbing II : I Komang Mertayasa,S.Pd.H.,M.Si Tari Gelang Dadas dulunya sebagai sarana upacara pengobatan karena Tari Gelang tersebut memiliki kekuatan mistis dan Tari Gelang Dadas dulu sering disebut dengan wadian dadas atau dukun perempuan karena memiliki kekuatan yang dapat menyembuhkan segala penyakit, tetapi sekarang berjalannya waktu wadian dadas sering di bawakan dalam pertunjukan yang sering di sebut Tari Gelang Dadas atau wadian sanggar, yang dibawakan dalam upacara perkawinan masyarakat Suku Dayak Ma’anyan yang disebut iwurung jue.Sehingga dengan adanya permasalahan di atas penulis tertarik untuk mengkaji : 1. Bagaimana nilai estetika Tari Gelang Dadas dalam upacara perkawinan suku Dayak Ma’anyan di Desa Bentot? 2. Bagaimana fungsi tari Gelang Dadas dalam upacara perkawinan suku Dayak Ma’anyan di Desa Bentot.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1. Nilai estetika tari Gelang Dadas dalam upacara perkawinan suku Dayak Ma’anyan di Desa bentot. 2. Fungsi Tari Gelang Dadas dalam upacara perkawinan suku Dayak Ma’anyan di Desa Bentot. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu : Teori estetika dan intraksionisme simbolik. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu: observasi, wawancara,dan dokumentasi.. Data yang telah dikumpul dianalisi dengan pendekaan kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Hasil penelitian digunakan untuk menunjukan bahwa: 1. Nilai estetika Gelang Dadas adalah nilai keindahan yang terpancar dari kesersian bunyi gelang, gerak badan, maupun musik yang mengirnginya. Selain itu Tari Gelang Dadas mengambil gerakan dari burung elang, ular tedung dan macan, hal tersebut terlihat dari kepak tangan, elokan pergelangan tangan, dan lincah angkatan kaki. 2. Fungsi Tari Gelang Dadas dalam upacara perkawinan suku Dayak Ma’anyan memiliki fungsi estetika, sosial, ekonomi,ritual, kesehatan, pendidikan dan komunikasi.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail