Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

RISNA

25 karya publik ditemukan.

2026: 42025: 42024: 42023: 102022: 12020: 2

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK KORBAN PELECEHAN SEKSUAL DI DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK KOTA PALANGKA RAYA

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

TRISNAWATIE, 2026, Perlindungan Hukum terhadap Anak Korban Pelecehan Seksual di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Palangka Raya. Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya.Pembimbing I Dr. I Made Kastama, SH, MH. Pembimbing II Budiarto Santoso,M.H Pelecehan seksual terhadap anak merupakan tindak pidana yang berdampak serius terhadap kondisi fisik, psikologis, dan sosial korban sehingga memerlukan perlindungan hukum yang komprehensif. Atas asumsi tersebut maka penelitian ini mengangkat rumusan masalah yaitu: (1) Bagaimana pelaksanaan perlindungan hukum terhadap anak korban pelecehan seksual di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Palangka Raya, (2) Apa hambatan dalam memberikan perlindungan hukum terhadap anak korban pelecehan seksual oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan perlindungan hukum terhadap anak korban pelecehan seksual di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Palangka Raya serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, analisis hukum, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DP3APPKB Kota Palangka Raya telah melaksanakan perlindungan hukum melalui penerimaan pengaduan, asesmen, pendampingan hukum, pendampingan psikologis, penyediaan safe house, serta koordinasi dengan kepolisian, kejaksaan, pengadilan, rumah sakit, dan instansi terkait. Selain itu, upaya preventif dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kekerasan seksual terhadap anak. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi hambatan berupa rendahnya kesadaran hukum masyarakat, tekanan sosial yang menyebabkan korban enggan melapor, keterbatasan sumber daya manusia, keterbatasan sarana dan prasarana, serta trauma psikologis yang dialami korban. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan koordinasi antarinstansi, penguatan sumber daya, serta peningkatan edukasi kepada masyarakat agar perlindungan hukum terhadap anak korban pelecehan seksual dapat terlaksana secara optimal. Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Anak Korban Pelecehan Seksual, DP3APPKB Kota Palangka Raya.

IMPLEMENTASI METODE CERAMAH DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU: STUDI KASUS DI SMA NEGERI 3 PALANGKA RAYA

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih dominannya penggunaan metode ceramah dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya. Meskipun metode ceramah dinilai efektif untuk menyampaikan materi secara sistematis, pelaksanaannya belum sepenuhnya sejalan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) implementasi metode ceramah dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu, (2) kendala yang dihadapi dalam implementasinya, dan (3) solusi yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan teori Konstruktivisme Jean Piaget untuk menganalisis implementasi pembelajaran dan Theory of Constraints (TOC) untuk menganalisis kendala beserta solusi yang diterapkan. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah: 1) Teori Kontruktivisme, 2) Teori Kendala. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di SMA Negeri 3 Palangka Raya. Sumber data penelitian yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode ceramah telah dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pada tahap persiapan, guru menyusun modul ajar, tujuan pembelajaran, materi, serta instrumen penilaian. Pada tahap pelaksanaan, guru membuka pembelajaran dengan salam, doa bersama, absensi, dan pertanyaan pemantik, kemudian menyampaikan materi menggunakan metode ceramah yang dipadukan dengan tanya jawab dan diskusi serta mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Tahap evaluasi dilakukan melalui tes tertulis, penugasan, serta penilaian terhadap keaktifan dan pemahaman peserta didik. Kendala yang dihadapi meliputi pembelajaran yang cenderung monoton, rendahnya partisipasi peserta didik, perbedaan karakteristik peserta didik, serta kurangnya kreativitas guru dalam mengembangkan variasi pembelajaran. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru mengembangkan metode ceramah interaktif, memanfaatkan media pembelajaran, meningkatkan kompetensi profesional melalui pelatihan dan supervisi, serta menerapkan pembelajaran kontekstual disertai praktik langsung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode ceramah masih relevan digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu apabila dikembangkan secara inovatif, dikombinasikan dengan metode pembelajaran yang lebih interaktif, serta disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan tuntutan pembelajaran abad ke-21.  ABSTRACT This research was motivated by the continued dominance of the lecture method in Hindu Religious Education learning at SMA Negeri 3 Palangka Raya. Although the lecture method is considered effective for delivering learning materials systematically, its implementation has not been fully aligned with the principles of the Merdeka Curriculum, which emphasizes student-centered learning. This study aimed to analyze: (1) the implementation of the lecture method in Hindu Religious Education learning, (2) the obstacles encountered in its implementation, and (3) the solutions adopted to overcome these obstacles. This study employed Jean Piaget's Constructivist Theory to analyze the implementation of the learning process and the Theory of Constraints (TOC) to examine the obstacles and the solutions applied. The theories used to analyze the research problems were: (1) Constructivist Theory and (2) Theory of Constraints. This study employed a qualitative descriptive approach and was conducted at SMA Negeri 3 Palangka Raya. The data sources consisted of primary and secondary data. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings revealed that the implementation of the lecture method was carried out through three stages: preparation, implementation, and evaluation. During the preparation stage, teachers developed teaching modules, learning objectives, learning materials, and assessment instruments. During the implementation stage, teachers began the lesson with greetings, joint prayer, attendance checking, and stimulating questions, followed by the delivery of learning materials using the lecture method combined with question-and-answer sessions and discussions while relating the materials to students' daily lives. The evaluation stage was conducted through written tests, assignments, and assessments of students' participation and understanding. The obstacles encountered included monotonous learning activities, low student participation, differences in students' characteristics, limited teacher creativity in developing varied instructional strategies. To address these obstacles, teachers combined the lecture method with other instructional methods, utilized learning media, enhanced their professional competence through training and supervision, and implemented contextual learning accompanied by practical activities. This study concludes that the lecture method remains relevant in Hindu Religious Education learning, provided that it is implemented innovatively, integrated with more interactive instructional methods, and adapted to students' characteristics and the demands of twenty-first-century learning.

IMPLEMENTASI METODE CERAMAH DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU: STUDI KASUS DI SMA NEGERI 3 PALANGKA RAYA

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih dominannya penggunaan metode ceramah dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya. Meskipun metode ceramah dinilai efektif untuk menyampaikan materi secara sistematis, pelaksanaannya belum sepenuhnya sejalan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) implementasi metode ceramah dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu, (2) kendala yang dihadapi dalam implementasinya, dan (3) solusi yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan teori Konstruktivisme Jean Piaget untuk menganalisis implementasi pembelajaran dan Theory of Constraints (TOC) untuk menganalisis kendala beserta solusi yang diterapkan. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah: 1) Teori Kontruktivisme, 2) Teori Kendala. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di SMA Negeri 3 Palangka Raya. Sumber data penelitian yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode ceramah telah dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pada tahap persiapan, guru menyusun modul ajar, tujuan pembelajaran, materi, serta instrumen penilaian. Pada tahap pelaksanaan, guru membuka pembelajaran dengan salam, doa bersama, absensi, dan pertanyaan pemantik, kemudian menyampaikan materi menggunakan metode ceramah yang dipadukan dengan tanya jawab dan diskusi serta mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Tahap evaluasi dilakukan melalui tes tertulis, penugasan, serta penilaian terhadap keaktifan dan pemahaman peserta didik. Kendala yang dihadapi meliputi pembelajaran yang cenderung monoton, rendahnya partisipasi peserta didik, perbedaan karakteristik peserta didik, serta kurangnya kreativitas guru dalam mengembangkan variasi pembelajaran. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru mengembangkan metode ceramah interaktif, memanfaatkan media pembelajaran, meningkatkan kompetensi profesional melalui pelatihan dan supervisi, serta menerapkan pembelajaran kontekstual disertai praktik langsung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode ceramah masih relevan digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu apabila dikembangkan secara inovatif, dikombinasikan dengan metode pembelajaran yang lebih interaktif, serta disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan tuntutan pembelajaran abad ke-21.  ABSTRACT This research was motivated by the continued dominance of the lecture method in Hindu Religious Education learning at SMA Negeri 3 Palangka Raya. Although the lecture method is considered effective for delivering learning materials systematically, its implementation has not been fully aligned with the principles of the Merdeka Curriculum, which emphasizes student-centered learning. This study aimed to analyze: (1) the implementation of the lecture method in Hindu Religious Education learning, (2) the obstacles encountered in its implementation, and (3) the solutions adopted to overcome these obstacles. This study employed Jean Piaget's Constructivist Theory to analyze the implementation of the learning process and the Theory of Constraints (TOC) to examine the obstacles and the solutions applied. The theories used to analyze the research problems were: (1) Constructivist Theory and (2) Theory of Constraints. This study employed a qualitative descriptive approach and was conducted at SMA Negeri 3 Palangka Raya. The data sources consisted of primary and secondary data. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings revealed that the implementation of the lecture method was carried out through three stages: preparation, implementation, and evaluation. During the preparation stage, teachers developed teaching modules, learning objectives, learning materials, and assessment instruments. During the implementation stage, teachers began the lesson with greetings, joint prayer, attendance checking, and stimulating questions, followed by the delivery of learning materials using the lecture method combined with question-and-answer sessions and discussions while relating the materials to students' daily lives. The evaluation stage was conducted through written tests, assignments, and assessments of students' participation and understanding. The obstacles encountered included monotonous learning activities, low student participation, differences in students' characteristics, limited teacher creativity in developing varied instructional strategies. To address these obstacles, teachers combined the lecture method with other instructional methods, utilized learning media, enhanced their professional competence through training and supervision, and implemented contextual learning accompanied by practical activities. This study concludes that the lecture method remains relevant in Hindu Religious Education learning, provided that it is implemented innovatively, integrated with more interactive instructional methods, and adapted to students' characteristics and the demands of twenty-first-century learning.

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK KORBAN PELECEHAN SEKSUAL DI DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK KOTA PALANGKA RAYA

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

TRISNAWATIE, 2026, Perlindungan Hukum terhadap Anak Korban Pelecehan Seksual di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Palangka Raya. Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya.Pembimbing I Dr. I Made Kastama, SH, MH. Pembimbing II Budiarto Santoso,M.H Pelecehan seksual terhadap anak merupakan tindak pidana yang berdampak serius terhadap kondisi fisik, psikologis, dan sosial korban sehingga memerlukan perlindungan hukum yang komprehensif. Atas asumsi tersebut maka penelitian ini mengangkat rumusan masalah yaitu: (1) Bagaimana pelaksanaan perlindungan hukum terhadap anak korban pelecehan seksual di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Palangka Raya, (2) Apa hambatan dalam memberikan perlindungan hukum terhadap anak korban pelecehan seksual oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan perlindungan hukum terhadap anak korban pelecehan seksual di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Palangka Raya serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, analisis hukum, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DP3APPKB Kota Palangka Raya telah melaksanakan perlindungan hukum melalui penerimaan pengaduan, asesmen, pendampingan hukum, pendampingan psikologis, penyediaan safe house, serta koordinasi dengan kepolisian, kejaksaan, pengadilan, rumah sakit, dan instansi terkait. Selain itu, upaya preventif dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kekerasan seksual terhadap anak. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi hambatan berupa rendahnya kesadaran hukum masyarakat, tekanan sosial yang menyebabkan korban enggan melapor, keterbatasan sumber daya manusia, keterbatasan sarana dan prasarana, serta trauma psikologis yang dialami korban. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan koordinasi antarinstansi, penguatan sumber daya, serta peningkatan edukasi kepada masyarakat agar perlindungan hukum terhadap anak korban pelecehan seksual dapat terlaksana secara optimal. Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Anak Korban Pelecehan Seksual, DP3APPKB Kota Palangka Raya.

IMPLEMENTASI AJARAN TRI HITA KARANA DALAM KEGIATAN BAKTI SOSIAL MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI INSTITUT AGAMA HINDU NEGERI TAMPUNG PENYANG PALANGKA RAYA

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Krisnawati. 2025. Implementasi Ajaran Tri Hita Karana dalam Kegiatan Bakti Sosial Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Hindu di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Skripsi. Dibimbing oleh Pembimbing I Mitro S.Pd.,M.Si dan pebimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag,M.Si. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya implementasi ajaran Tri Hita Karana dalam kehidupan akademik, khususnya melalui kegiatan bakti sosial mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi, kendala, serta upaya mengoptimalkan ajaran Tri Hita Karana dalam kegiatan bakti sosial mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Hindu di IAHN-TP Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran Tri Hita Karana telah diimplementasikan dalam tiga dimensi utama. Dimensi Parahyangan diwujudkan dengan doa bersama sebelum kegiatan sebagai bentuk bhakti kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Dimensi Pawongan tampak dalam semangat gotong royong, solidaritas, dan kebersamaan antar mahasiswa. Dimensi Palemahan terealisasi melalui kegiatan menjaga kebersihan, menata taman, dan penghijauan lingkungan kampus. Kendala yang dihadapi meliputi faktor internal, yaitu rendahnya motivasi dan pemahaman mahasiswa mengenai Tri Hita Karana, serta faktor eksternal berupa keterbatasan sarana kebersihan dan jadwal kegiatan yang berbenturan dengan perkuliahan. Untuk mengatasi kendala tersebut, pengelola melakukan pengarahan, pembinaan, dan memberi keteladanan, sedangkan mahasiswa mengusulkan inovasi seperti kegiatan penghijauan, refleksi bersama, dan pembagian tugas yang jelas agar keterlibatan lebih merata. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan bakti sosial tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga sarana pembentukan karakter religius, sosial, dan peduli lingkungan mahasiswa sesuai ajaran Tri Hita Karana. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi penguatan pendidikan karakter berbasis nilai- nilai Hindu di perguruan tinggi. Kata kunci: Tri Hita Karana, bakti sosial, mahasiswa,

Implementasi Ajaran Tri Hita Karana dalam Kegiatan Bakti Sosial Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Hindu di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Krisnawati. 2025. Implementasi Ajaran Tri Hita Karana dalam Kegiatan Bakti Sosial Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Hindu di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Skripsi. Dibimbing oleh Pembimbing I Mitro S.Pd.,M.Si dan pebimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag,M.Si. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya implementasi ajaran Tri Hita Karana dalam kehidupan akademik, khususnya melalui kegiatan bakti sosial mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi, kendala, serta upaya mengoptimalkan ajaran Tri Hita Karana dalam kegiatan bakti sosial mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Hindu di IAHN-TP Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran Tri Hita Karana telah diimplementasikan dalam tiga dimensi utama. Dimensi Parahyangan diwujudkan dengan doa bersama sebelum kegiatan sebagai bentuk bhakti kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Dimensi Pawongan tampak dalam semangat gotong royong, solidaritas, dan kebersamaan antar mahasiswa. Dimensi Palemahan terealisasi melalui kegiatan menjaga kebersihan, menata taman, dan penghijauan lingkungan kampus. Kendala yang dihadapi meliputi faktor internal, yaitu rendahnya motivasi dan pemahaman mahasiswa mengenai Tri Hita Karana, serta faktor eksternal berupa keterbatasan sarana kebersihan dan jadwal kegiatan yang berbenturan dengan perkuliahan. Untuk mengatasi kendala tersebut, pengelola melakukan pengarahan, pembinaan, dan memberi keteladanan, sedangkan mahasiswa mengusulkan inovasi seperti kegiatan penghijauan, refleksi bersama, dan pembagian tugas yang jelas agar keterlibatan lebih merata. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan bakti sosial tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga sarana pembentukan karakter religius, sosial, dan peduli lingkungan mahasiswa sesuai ajaran Tri Hita Karana. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi penguatan pendidikan karakter berbasis nilai- nilai Hindu di perguruan tinggi. Kata kunci: Tri Hita Karana, bakti sosial, mahasiswa,

minat belajar siswa SDN Telok terhadap pembelajaran seni musik berbasis kearifan lokal di desa Telok kecamatan Katingan Tengah kabupaten Katingan

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Vonni Krisna. 2025: Minat Belajar Siswa SDN Telok Terhadap Pembelajaran Seni Musik Berbasis Kearifan Lokal Di Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan Pembimbing I Wentin, S.Ag., M.Pd.H dan Pembimbing II Roy Wentas,S. Pd., M. Pd Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan minat belajar siswa SDN Telok terhadap pembelajaran seni musik berbasis kearifan lokal di Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan. Fokus penelitian meliputi aspek ketertarikan, perasaan, perhatian guru, kendala belajar, serta upaya yang dilakukan oleh sekolah dan masyarakat dalam meningkatkan minat belajar seni musik. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi siswa kelas V, guru kelas, kepala sekolah, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa terhadap pembelajaran seni musik cukup positif, namun masih terbatas oleh beberapa kendala seperti minimnya sarana prasarana, ketiadaan guru khusus seni musik, serta kurangnya dukungan fasilitas praktik. Upaya yang dilakukan sekolah dan guru untuk meningkatkan minat siswa mencakup penggunaan media sederhana berbasis lingkungan, integrasi unsur lokal ke dalam materi ajar, serta pelibatan siswa dalam kegiatan bermusik di luar kelas. Pendekatan pembelajaran kontekstual, teori kognitif, serta teori strategi pembelajaran dan konstruktivisme digunakan untuk menganalisis proses pembelajaran dan pengalaman belajar siswa secara menyeluruh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan peran guru, penyediaan sarana praktik, dan pelibatan unsur lokal secara kreatif merupakan langkah penting dalam menumbuhkan minat belajar seni musik di sekolah dasar.

Minat Belajar Siswa SDN Telok terhadap Pembelajaran Seni Musik Berbasis Kearifan Lokal di Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Vonni Krisna. 2025: Minat Belajar Siswa SDN Telok Terhadap Pembelajaran Seni Musik Berbasis Kearifan Lokal Di Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan Pembimbing I Wentin, S.Ag., M.Pd.H dan Pembimbing II Roy Wentas,S. Pd., M. Pd Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan minat belajar siswa SDN Telok terhadap pembelajaran seni musik berbasis kearifan lokal di Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan. Fokus penelitian meliputi aspek ketertarikan, perasaan, perhatian guru, kendala belajar, serta upaya yang dilakukan oleh sekolah dan masyarakat dalam meningkatkan minat belajar seni musik. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi siswa kelas V, guru kelas, kepala sekolah, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa terhadap pembelajaran seni musik cukup positif, namun masih terbatas oleh beberapa kendala seperti minimnya sarana prasarana, ketiadaan guru khusus seni musik, serta kurangnya dukungan fasilitas praktik. Upaya yang dilakukan sekolah dan guru untuk meningkatkan minat siswa mencakup penggunaan media sederhana berbasis lingkungan, integrasi unsur lokal ke dalam materi ajar, serta pelibatan siswa dalam kegiatan bermusik di luar kelas. Pendekatan pembelajaran kontekstual, teori kognitif, serta teori strategi pembelajaran dan konstruktivisme digunakan untuk menganalisis proses pembelajaran dan pengalaman belajar siswa secara menyeluruh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan peran guru, penyediaan sarana praktik, dan pelibatan unsur lokal secara kreatif merupakan langkah penting dalam menumbuhkan minat belajar seni musik di sekolah dasar.

NALISIS TERHADAP PERILAKU KUMPUL KEBO MENURUT HUKUM ADAT DAYAK NGAJU (STUDI KASUS DI DESA TUMBANG MANANGEI KECAMATAN KATINGAN HULU KABUPATEN KATINGAN)

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

RISNA, 2024 :Analisis Terhadap Perilaku Kumpul Kebo Menurut Hukum Adat Dayak Ngaju ( Studi Kasus Di Desatumbang Manangei Kecamata Katingan Hulu Kabupaten Katingan), Pembimbing I, Sri Kayun, SH.,M.Si. Pembimbing II, Edelweisia Cristiana, MH. Kumpul kebo adalah fenomena yang sering terjadi di masyarakat. Kumpul kebo merupakan perbuatan hidup bersama tanpa adanya ikatan perkawinan yang sah antara seorang pria dan seorang wanita dimana mereka bersama-sama tinggal dalam satu rumah. Perbuatan tersebut sangat bertentangan dengan masyarakat setempat yang menjunjung tinggi nilai hukum adat. Berdasarkan latar belakang maka dalam penelitian ini ada tiga pokok permasalahan yang harus di bahas (1). Faktor penyebab terjadinya perilaku kumpul kebo di Desa Tumbang Manangei Kecamaatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. (2). Dampak perilaku kumpul kebo terhadap Masyarakat sosial di Desa Tumbang Manangei Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. (3). Penyelesaian kasus kumpul kebo secara adat di Desa Tumbang Manangei. Teori digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah, Teori resepsi hukum, teori sosiologi hukum dan teori penyelesaian. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan Teknik penentuan informan purposive sampling. Informan dalam penelitian ini dengan jumlah 6 orang yaitu 3 orang mantir adat 2 orang keluarga dari pihak laki dan Perempuan dan 1 orang istri dari pelaku. Untuk dapat memperoleh data-data dari narasumber untuk dikumpulkan dan disusun secara sistematika dan dianalisis dengan cara kualitatif. Berdasarkan hasil dari penelitian analisis terhadap perilaku Kumpul Kebo menurut hukum adat dayak ngaju (studi kasus di Desa Tumbang Manangei Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan) di selesaikan oleh damang kepala adat, mantir adat dan bersama keluarga secara hukum adat kemudian dampak yang terjadi menimbulkan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap pengurus adat. Menurut Hukum Adat yang berlaku di Desa Tumbang Manangei . Hukum adat yang digunakan dalam menyelesaikan kasus Kumpul Kebo di Desa Tumbang Manangei. Menyelesaikan kasus kumpul kebo ini untuk membantu menyelesaikan permasalahan juga melindungi keseimbangan alam yang ada di Desa tumbang manangei, dan mencari titik temu Penyelesaian secara damai tersebut bersedia memberikan ganti rugi kepada korban dalam rangka mendapatkan pemaafan dari korban. Penyelesaian perkara dengan hukum adat harus melibatkan para pihak dalam perkara yaitu pelaku, korban dan masyarakat. Para pihak diharapkan dapat bermusyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama dalam rangka menyelesaikan permasalahan yang telah terjadi dan diharapkan dapat diselesaikan dengan secara adil bagi kedua belah pihak pelaku dan korban.

Analisis terhadap Perilaku Kumpul Kebo menurut Hukum Adat Dayak Ngaju (Studi Kasus di Desa Tumbang Manangei Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan)

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RISNA, 2024 :Analisis Terhadap Perilaku Kumpul Kebo Menurut Hukum Adat Dayak Ngaju ( Studi Kasus Di Desatumbang Manangei Kecamata Katingan Hulu Kabupaten Katingan), Pembimbing I, Sri Kayun, SH.,M.Si. Pembimbing II, Edelweisia Cristiana, MH. Kumpul kebo adalah fenomena yang sering terjadi di masyarakat. Kumpul kebo merupakan perbuatan hidup bersama tanpa adanya ikatan perkawinan yang sah antara seorang pria dan seorang wanita dimana mereka bersama-sama tinggal dalam satu rumah. Perbuatan tersebut sangat bertentangan dengan masyarakat setempat yang menjunjung tinggi nilai hukum adat. Berdasarkan latar belakang maka dalam penelitian ini ada tiga pokok permasalahan yang harus di bahas (1). Faktor penyebab terjadinya perilaku kumpul kebo di Desa Tumbang Manangei Kecamaatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. (2). Dampak perilaku kumpul kebo terhadap Masyarakat sosial di Desa Tumbang Manangei Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. (3). Penyelesaian kasus kumpul kebo secara adat di Desa Tumbang Manangei. Teori digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah, Teori resepsi hukum, teori sosiologi hukum dan teori penyelesaian. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan Teknik penentuan informan purposive sampling. Informan dalam penelitian ini dengan jumlah 6 orang yaitu 3 orang mantir adat 2 orang keluarga dari pihak laki dan Perempuan dan 1 orang istri dari pelaku. Untuk dapat memperoleh data-data dari narasumber untuk dikumpulkan dan disusun secara sistematika dan dianalisis dengan cara kualitatif. Berdasarkan hasil dari penelitian analisis terhadap perilaku Kumpul Kebo menurut hukum adat dayak ngaju (studi kasus di Desa Tumbang Manangei Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan) di selesaikan oleh damang kepala adat, mantir adat dan bersama keluarga secara hukum adat kemudian dampak yang terjadi menimbulkan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap pengurus adat. Menurut Hukum Adat yang berlaku di Desa Tumbang Manangei . Hukum adat yang digunakan dalam menyelesaikan kasus Kumpul Kebo di Desa Tumbang Manangei. Menyelesaikan kasus kumpul kebo ini untuk membantu menyelesaikan permasalahan juga melindungi keseimbangan alam yang ada di Desa tumbang manangei, dan mencari titik temu Penyelesaian secara damai tersebut bersedia memberikan ganti rugi kepada korban dalam rangka mendapatkan pemaafan dari korban. Penyelesaian perkara dengan hukum adat harus melibatkan para pihak dalam perkara yaitu pelaku, korban dan masyarakat. Para pihak diharapkan dapat bermusyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama dalam rangka menyelesaikan permasalahan yang telah terjadi dan diharapkan dapat diselesaikan dengan secara adil bagi kedua belah pihak pelaku dan korban.

EFEKTIVITAS SOSIALISASI PENGUATAN MODERASI BERAGAMA DI INSTITUT AGAMA HINDU NEGERI TAMPUNG PENYANG PALANGKA RAYA

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK TRISNAWAN, BAYU. 2024. Efektivitas Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama Di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acara Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A dan Pembimbing II I Ketut Agus Muliana, S.Ag., M.Fil.H Program Sosialisasi Pengutan Moderasi Beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama, yang mana belum optimal capaian tujuannya. Di dalam penelitian ini bertujuan untuk: 1) Memahami pelaksanaan sosialisasi penguatan moderasi beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. 2) Memahami efektivitas sosialisasi penguatan moderasi beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah Teori Kontruktivisme. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokasi penelitian di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Sumber data penelitian yaitu sumber data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pelaksanaan sosialisasi penguatan moderasi beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya bahwa hal yang dipersiapkan adalah tujuan pelaksanaan, metode yang digunakanan, materi yang disampaikan, narasumbernya, peserta, waktu dan tempat pelaksanaan, fasilitas dan proses pelaksanaannya. Adapun sosialisasi penguatan moderasi beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya dapat dikatakan efektif karena terlampauinya: 1. Ketepatan sasaran program, sudah sangat tepat menyesuaikan juknis, 2. Sosialisasi program, sudah berjalan dengan baik dan lancar serta memberikan pemahaman baru, menambah wawasan dan mencegah sikap mahasiswa yang intoleran, 3.Tujuan program, yang mana mahasiswa memahami konsep-konsep moderasi beragama serta implementasinya, dan 4. Pemantauan program, telah dilakukan secara eksternal oleh inspektorat dan kelompok kerja (Pokja) Moderasi Beragama maupun internal oleh rektor IAHN-TP Palangka Raya.

Efektivitas Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK TRISNAWAN, BAYU. 2024. Efektivitas Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama Di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acara Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A dan Pembimbing II I Ketut Agus Muliana, S.Ag., M.Fil.H Program Sosialisasi Pengutan Moderasi Beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama, yang mana belum optimal capaian tujuannya. Di dalam penelitian ini bertujuan untuk: 1) Memahami pelaksanaan sosialisasi penguatan moderasi beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. 2) Memahami efektivitas sosialisasi penguatan moderasi beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah Teori Kontruktivisme. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokasi penelitian di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Sumber data penelitian yaitu sumber data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pelaksanaan sosialisasi penguatan moderasi beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya bahwa hal yang dipersiapkan adalah tujuan pelaksanaan, metode yang digunakanan, materi yang disampaikan, narasumbernya, peserta, waktu dan tempat pelaksanaan, fasilitas dan proses pelaksanaannya. Adapun sosialisasi penguatan moderasi beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya dapat dikatakan efektif karena terlampauinya: 1. Ketepatan sasaran program, sudah sangat tepat menyesuaikan juknis, 2. Sosialisasi program, sudah berjalan dengan baik dan lancar serta memberikan pemahaman baru, menambah wawasan dan mencegah sikap mahasiswa yang intoleran, 3.Tujuan program, yang mana mahasiswa memahami konsep-konsep moderasi beragama serta implementasinya, dan 4. Pemantauan program, telah dilakukan secara eksternal oleh inspektorat dan kelompok kerja (Pokja) Moderasi Beragama maupun internal oleh rektor IAHN-TP Palangka Raya.

Eksistensi Integrasi Kaharingan dengan Hindu terhadap Pola Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA se-Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Keberadaan integrasi Kaharingan dengan Hindu terhadap pola pembelajaran pendidikan agama Hindu yang tidak lepas dari keberadaannya pada Pendidikan, dimana pendidikan diyakini sangat berpengaruh akan keberadaan dari integrasi Hindu yang ada di Indonesia terutama di wilayah Kalimantan Tengah. Maka dari itu pendidikan mempunyai peran yang sangat penting sebagai penunjang pengetahuan secara spiritual, moral maupun etika yang sudah seharusnya dimiliki oleh setiap umatnya, agar tidak hilang dari generasi Pendidikan tentang agama menjadi otoritas utama. Berdasarkan permasalahan dari latar belakang penelitian ini yaitu (1) Bagaimana pengaruh eksistensi intergrasi Kaharingan dengan agama Hindu terhadap pola pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Se-Kecamatan Bukit Batu Palangka Raya (2) Apa saja kendala yang dihadapi Guru dalam eksistensi integrasi Kaharingan dengan Hindu terhadap pola pembelajaran Pendidikan Agama Hindu SMA Se-Kecamatan Bukit Batu Palangka Raya (3) Bagaimana upaya guru menerapkan eksistensi integrasi Kaharingan dengan Agama Hindu terhadap pola pembelajaran Pendidikan Agama Hindu SMA Se-Kecamatan Bukit Batu Palangka Raya. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini yakni (1) Teori Fenomenologi dan (2) Teori Kendala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik observasi, wawancara,dokumentasi. Adapun teknik penentuan informan menggunakan Purposive Sampling, penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan pengumpulan data, reduksi data, kondensasi data dan veritifikasi data. Hasil penelitian adalah (1) dampak dilihat dari penyesuaian diri dengan tempat dan waktu yang berbeda (desa kala patra), persamaan/kesamaan pada sarana-prasarana serta tujuan upacara keagamaan, adanya penguatan pemahaman tentang eksistensi integrasi Kaharingan dengan Hindu, melalui bahan praktek serta kegiatan-kegiatan bersifat kerohanian.(2) keterbatasan kurikulum ajaran Kaharingan, implementasi eksistensi integrasi Hindu melalui media sosial, pembelajaran kurang efektif dan rasa ingin tahu siswa berkurang, dan kreatifitas guru agama Hindu diperlukan. (3) Penyeimbangan bentuk pembelajaran melalui materi dan praktek, menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi.

Eksistensi Integrasi Kaharingan dengan Hindu terhadap Pola Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA se-Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keberadaan integrasi Kaharingan dengan Hindu terhadap pola pembelajaran pendidikan agama Hindu yang tidak lepas dari keberadaannya pada Pendidikan, dimana pendidikan diyakini sangat berpengaruh akan keberadaan dari integrasi Hindu yang ada di Indonesia terutama di wilayah Kalimantan Tengah. Maka dari itu pendidikan mempunyai peran yang sangat penting sebagai penunjang pengetahuan secara spiritual, moral maupun etika yang sudah seharusnya dimiliki oleh setiap umatnya, agar tidak hilang dari generasi Pendidikan tentang agama menjadi otoritas utama. Berdasarkan permasalahan dari latar belakang penelitian ini yaitu (1) Bagaimana pengaruh eksistensi intergrasi Kaharingan dengan agama Hindu terhadap pola pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Se-Kecamatan Bukit Batu Palangka Raya (2) Apa saja kendala yang dihadapi Guru dalam eksistensi integrasi Kaharingan dengan Hindu terhadap pola pembelajaran Pendidikan Agama Hindu SMA Se-Kecamatan Bukit Batu Palangka Raya (3) Bagaimana upaya guru menerapkan eksistensi integrasi Kaharingan dengan Agama Hindu terhadap pola pembelajaran Pendidikan Agama Hindu SMA Se-Kecamatan Bukit Batu Palangka Raya. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini yakni (1) Teori Fenomenologi dan (2) Teori Kendala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik observasi, wawancara,dokumentasi. Adapun teknik penentuan informan menggunakan Purposive Sampling, penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan pengumpulan data, reduksi data, kondensasi data dan veritifikasi data. Hasil penelitian adalah (1) dampak dilihat dari penyesuaian diri dengan tempat dan waktu yang berbeda (desa kala patra), persamaan/kesamaan pada sarana-prasarana serta tujuan upacara keagamaan, adanya penguatan pemahaman tentang eksistensi integrasi Kaharingan dengan Hindu, melalui bahan praktek serta kegiatan-kegiatan bersifat kerohanian.(2) keterbatasan kurikulum ajaran Kaharingan, implementasi eksistensi integrasi Hindu melalui media sosial, pembelajaran kurang efektif dan rasa ingin tahu siswa berkurang, dan kreatifitas guru agama Hindu diperlukan. (3) Penyeimbangan bentuk pembelajaran melalui materi dan praktek, menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi.

EKSISTENSI MUSIK RABAB DALAM MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI DESA TUMBANG BARINGEI KECAMATAN RUNGAN KABUPATEN GUNUNG MAS

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Krisna. 2023. Eksistensi Musik Rabab Dalam Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Baringei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Komang Suarta, S.Ag., M.Si Pembimbing II: I Made Paramarta, S.Ag., M.Si. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu: teori eksistensi, teori interpretative simbolik, teori fungsionalisme. Data yang telah dikumpul dianalisi dengan pendekatan kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Teknik Pengumpulan Data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian yaitu: Seniman, Tokoh Agama Hindu Kaharingan dan Generasi muda Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Baringei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas. Hasil penelitian digunakan untuk menunjukan bahwa: 1) Eksistensi musik Rabab pada masyarakat Hindu Kaharingan tersebut yaitu berupa upacara manyagiang, tasai, karungut dan tarian yang sudah turun temurun diwariskan hingga sekarang sehingga masih eksis. 2) Interpretatif Simbolik yakni makna yang terkandung di dalam alat musik rabab berupa tempat menyimat berbahan kayu ulin, sapaking untuk mengatur tali senar, tempurung kelapa sebagai badan rabab, senta untuk penyangga tali senar, rotan sebagai tali senar (dawai), tangkai penggesek berbentuk melengkung dari bagian panggak ke ujung agak mengecil, palapah pahakung sebagai tali penggesek. 3) Fungsionalisme yaitu dapat dilihat dari kegunaan dan fungsinya musik rabab pada beberapa upacara dan kesenian dalam masyarat Hindu Kaharingan seperti upacara manyangiang adan acara hiburan karungut, tasai, dan juga tarian. Selain itu juga ada beberapa nilai yang terkandung dalam musik rabab yakni nilai keagamaan, ritual, sosial, dan budaya.

Jejaring Sosial Terhadap Perilaku Siswa/Siswi SMPN 1 Atap Satu Katingan Hulu Desa Tumbang Kajamei Kecamatan Bukit Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Secara umum tujuan Penelitian ini adalah gambaran tentang jejaring sosial terhadap perilaku siswa sehingga dapat dijadikan pedoman serta penambahan wawasan tentang penggunaan jejaring sosial terhadap perilaku siswa di SMPN Satu Atap 1 Katingan Hulu Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah. Serta untuk mengetahui efektivitas jejaring sosial terhadap perilaku siswa dalam menggunakan jejaring sosial. Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti ini terdapat dua rumusan masalah dalam skripsi ini adalah; 1)Bagaimana Efektivitas Jejaring Sosial Terhadap Perilaku Siswa/Siswi di SMPN SatuAt ap 1Katingan Hulu Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan Kalimantan tengah? 2)Apa Dampak Jejaring Sosial Terhadap Perilaku Siswa/Siswi di SMPN Satu Atap 1 Katingan Hulu Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan Kalimantan tengah? Jenis dan Pendekatan Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah; observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan 1)pengumpulan data, 2) Reduksi data, 3) penyajian data, 4) kesimpulan (verifikasi) teori yang digunakan untuk mengkaji masalah dalam penelitian ini adalah: 1) teori efektivitas. Subjek penelitian ini adalah Kepala sekolah, Guru dan siswa/siswi. Hasil kajian dalam penulisan ini, bahwa jejaring sosial, di SMPN Satu Atap 1 Katingan Hulu Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan Kalimantan tengah Ketergantungan penggunaan jejaring sosial terhadap perilaku siswa sangat tidak efektif dalam proses pembelajaran akan tetapi pemanfaatan jejaring sosial dalam proses pembelajaran sebagai sumber pendukung dalam proses pembelajaran berupa bahan ajar, dan referensi belajar mudah diakses dengan memanfaatkan jejaring sosial. Kemudahan yang ditawarkan memberi dampak terhadap intensitas Adapun, Dampak positifnya yaitu: Dapat membangun komunitas belajar, menambah pengetahuan, dan membuat siswa melek teknologi. Sedangkan dampak negatifnya yaitu: kecanduan jejaring sosial yang menyebabkan siswa menunda bahkan tidak mengerjakan tugas ataupun pekerjaan rumah. penggunaan jejearing sosial pada siswa/siswi di SMPN Satu Atap Satu Katingan Hulu dalam proses pembelajaran sangat efektif sebagai penunjang pembelajaran.

EKSISTENSI MUSIK RABAB DALAM MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI DESA TUMBANG BARINGEI KECAMATAN RUNGAN KABUPATEN GUNUNG MAS

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Krisna. 2023. Eksistensi Musik Rabab Dalam Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Baringei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Komang Suarta, S.Ag., M.Si Pembimbing II: I Made Paramarta, S.Ag., M.Si. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu: teori eksistensi, teori interpretative simbolik, teori fungsionalisme. Data yang telah dikumpul dianalisi dengan pendekatan kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Teknik Pengumpulan Data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian yaitu: Seniman, Tokoh Agama Hindu Kaharingan dan Generasi muda Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Baringei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas. Hasil penelitian digunakan untuk menunjukan bahwa: 1) Eksistensi musik Rabab pada masyarakat Hindu Kaharingan tersebut yaitu berupa upacara manyagiang, tasai, karungut dan tarian yang sudah turun temurun diwariskan hingga sekarang sehingga masih eksis. 2) Interpretatif Simbolik yakni makna yang terkandung di dalam alat musik rabab berupa tempat menyimat berbahan kayu ulin, sapaking untuk mengatur tali senar, tempurung kelapa sebagai badan rabab, senta untuk penyangga tali senar, rotan sebagai tali senar (dawai), tangkai penggesek berbentuk melengkung dari bagian panggak ke ujung agak mengecil, palapah pahakung sebagai tali penggesek. 3) Fungsionalisme yaitu dapat dilihat dari kegunaan dan fungsinya musik rabab pada beberapa upacara dan kesenian dalam masyarat Hindu Kaharingan seperti upacara manyangiang adan acara hiburan karungut, tasai, dan juga tarian. Selain itu juga ada beberapa nilai yang terkandung dalam musik rabab yakni nilai keagamaan, ritual, sosial, dan budaya.

PERAN ORGANISASI HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI (HMPS) PENDIDIKAN AGAMA HINDU PERIODE 2022-2023 DALAM MELATIH PUBLIC SPEAKING MAHASISWA FAKUTAS DHARMA ACARYA

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Krisna Widia. 2023. Peran Organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Agama Hindu Periode 2022-2023 Dalam Melatih Public Speaking Mahasiswa Fakultas Dharma Acarya. Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H., M.Pd.H dan Pembimbing II. I Made Paramarta, S.Ag., M.Si Kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan gagasan atau pendapat masih kurang disebabkan kurang percaya diri. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya sebagai salah satu perguruan tinggi di kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah meluluskan mahasiswa-mahasiswa yang mampu berperan sebagai agen perubahan. Hal ini relevan sekali karena mata kuliah di perguruan tinggi tersebut hampir semuanya membutuhkan diskusi-diskusi dalam pembelajarannya. Maka mahasiswa Pendidikan Agama Hindu diharapkan memiliki wawasan yang luas dan kepercayaan diri yang tinggi dalam menyampaikan gagasan. Dari permasalah yang di atas peneliti tertarik untuk meneliti terkait Peran Organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Agama Hindu periode 2022-2023 dalam melatih public speaking mahasiswa Fakultas Dharma Acarya berdasarkan latar belakang tersebut, skripsi ini mengkaji tentang 1) Bagaimana peran organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Agama Hindu periode 2022-2023 dalam melatih Public Speaking mahasiswa Fakultas Dharma Acarya?, 2) Fakor apa sajakah yang menjadi kendala organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Agama Hindu periode 2022-2023 dalam melatih Public Speaking mahasiswa Fakultas Dharma Acarya? Hasil penelitian ini dapat disimpulkan beberapa hal tentang peran organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) pendidikan agama Hindu periode 2022-2023 dalam melatih public speaking mahasiswa Fakultas Dharma Acarya yaitu: 1). HMPS pendidikan agama Hindu memiliki beberapa program kerja dalam 1 tahun kepengurusan seperti: pengabdian kepada masyarakat, makrab/malam keakraban mahasiswa prodi pendidikan agama Hindu, Basarah rutin prodi dan lomba keagamaan Hindu tingkat mahasiswa. 2). HMPS pendidikan agama Hindu memiliki dua program kerja yang telah dilakukan HMPS dalam melatih public speaking mahasiwa seperti: kegiatan bakti sosial dan kegiatan pelatihan dan pembinaan dalam kegiatan Basarah rutin prodi. 3), Faktor yang menjadi kendala dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) pendidikan agama Hindu terbagi menjadi dua yaitu: a) Faktor internal yaitu, minat mahasiswa pendidikan agama Hindu masih kurang dikarenakan memiliki kesibukkan pribadinya masing-masing dan sulitnya mengatur waktu kegiatan. b) Faktor eksternal yaitu, kurangnya dukungan dana dari pihak lembaga perguruan tinggi.

STRATEGI GURU MENGATASI SULIT MEMBACA PADA SISWA KELAS III SDN 6 MENTENG PALANGKA RAYA

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTAKSI Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab kesulitan membaca yang dialami oleh siswa dan bagaimana strategi atau kendala guru dalam mengatasi siswa yang sulit membaca dikelas III SDN 6 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data untuk memperoleh sebuah data tentang kesulitan membaca yang dialami siswa kelas III melalui observasi dan wawancara yang dilakukan dengan kepala sekolah, guru dan siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan oleh peneliti di sekolah terdapat beberapa siswa yang mengalami kesulitan membaca mengeja, sulit mengenal huruf, dan masih sulit menggabungkan huruf abjad, yaitu terdapat 7 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan dikelas III A dan III B. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkans strategi guru mengatasi siswa sulit membaca di kelas III SDN 6 Menteng adalah memberikan waktu jam belajar tambahan sepulang sekolah kesiswa untuk melakukan bimbingan belajar yang diberikan kesiswa. Dengan adanya melaksanakan jam belajar tambahan disekolah beberapa siswa berhasil membaca lancar seperti dikelas III A, dua (2) siswa laki-laki berhasil lancar membaca, sedangkan dikelas III B, siswa laki-laki satu (1) berhasil mengeja lancar dan perempuan dua (2) berhasil bisa memggabungkan suku kata huruf atau kalimat. Sedangkan kendala guru mengatasi siswa sulit membaca adalah siswa kurang belajar dirumah, dukungan atau bimbingan dan perhatian dari orang tua kurang, orang tua kurang peduli masalah anaknya, orang tua murid mengharapkan guru yang mengajarkan disekolah, pemahaman pengetahuan siswa kurang sehingga materi pelajaran masih banyak tertinggal, pelajaran tidak efektif karena guru harus mengajar siswa membaca mengeja, mengajar mengenal huruf, mengajar menggabungkan huruf kalimat abjad dan masih keliru mengenal huruf J,B,D, siswa masih mengeja. Selanjutnya kendala belajar membaca seperti belum lancar mengeja, menggabungkan kalimat huruf masih sulit, masih belum bisa mengenal huruf karena tidak ada buku untuk belajar dirumah, dirumah jarang belajar, sering belajar sendiri dirumah, belajar jadi malas, PR kadang tidak dikerjakan, jarang diajarkan dibimbing orang tua. ABSTRACT The purpose of this research is to find out the causes of reading difficulties experienced by students and what are the teacher's strategies or obstacles in dealing with students who have difficulty reading in class III SDN 6 Menteng Palangka Raya. This study used descriptive qualitative and data collection techniques to obtain data about reading difficulties experienced by third grade students through observation and interviews conducted with school principals, teachers and students. Based on the research results found by researchers at school, there were several students who had difficulty reading spelling, had difficulty recognizing letters, and had difficulty combining letters of the alphabet, namely there were 7 male students and 10 female students class III A and III B. Based on the results of the study, it can be concluded that the teacher's strategy for dealing with students with difficulty reading in class III at SDN 6 Menteng is to provide additional study hours after school for students to carry out tutoring given to students. By carrying out additional study hours at school some students managed to read fluently as in class III A, two (2) male students succeeded in reading fluently, while in class III B, one (1) male student succeeded in spelling fluently and two female students (2) ) can successfully combine syllables, letters or sentences. Meanwhile, the teacher's obstacle to overcoming students with reading difficulties is that students do not study at home, support or guidance and attention from parents is lacking, parents do not care about their children's problems, parents expect teachers to teach at school, students' understanding of knowledge is lacking so that the subject matter is still lagging behind, Lessons are not effective because the teacher has to teach students to read and spell, teach to recognize letters, teach to combine letters of the alphabet and still get the letters J, B, D wrong, students still spell. Furthermore, the obstacles to learning to read such as not being fluent in spelling, combining letter sentences are still difficult, still not being able to recognize letters because there are no books to study at home, rarely study at home, often study alone at home, study becomes lazy, homework is sometimes not done, rarely taught to be guided by people old.

STRATEGI GURU MENGATASI SULIT MEMBACA PADA SISWA KELAS III SDN 6 MENTENG PALANGKA RAYA

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTAKSI Dalam dunia pendidikan membaca merupakan salah satu proses yang penting untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan. Tanpa bisa membaca manusia bisa dikatakan tidak bisa hidup di zaman sekarang dan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan itu salah satunya dengan membaca. Kesulitan Membaca merupakan yang dialami siswa dalam membaca dan mengeja, sehingga siswa sulit dalam belajar dan memahami materi pembelajaran yang diberikan oleh guru. Di SDN 6 Menteng peneliti menemukan terdapat beberapa siswa yang masih mengalami kesulitan membaca mengeja, menggabungkan huruf kalimat, masih keliru membedakan huruf J, B, D dan masih belum bisa mengenal huruf. Adapun masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana strategi guru mengatasi sulit membaca pada siswa kelas III SDN 6 Menteng Palangka Raya, (2) apa saja kendala guru mengatasi siswa sulit membaca pada kelas III SDN 6 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini mengggunakan teori konstruktivisme dan teori motivasi belajar. Metode penelitian kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan kepala sekolah, guru dan siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan terdapat beberapa siswa yang mengalami kesulitan membaca mengeja dan sulit mengenal huruf, yaitu terdapat 7 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan dikelas III A dan III B. Hasil penelitian dapat disimpulkan strategi guru mengatasi siswa sulit membaca di kelas III SDN 6 Menteng memberi jam tambahan pulang sekolah kesiswa untuk melakukan bimbingan belajar dan guru juga menggunakan strategi dalam mengajar siswa dikelas seperti, (1) memberi jam tambahan pulang sekolah, (2) menggunakan media gambar, (3) penyampaian materi pembelajaran, (4) memberikan motivasi belajar, (5) menciptakan susana belajar menyenangkan dikelas, (6) menggunakan metode pembelajaran, (7) memilih metode pembelajaran, (8) pemberian umpan balik, (9) pemberian tugas kepada siswa. Kendala guru dalam mengatasi siswa yang sulit membaca, siswa masih sulit menggabung kalimat atau huruf, masih keliru mengenal huruf dan masih belum mengenal huruf, karena masih kurang dukungan dan kerjasama dari orang tua siswa, kemauan dari siswa untuk belajar kurang dan daya ingat siswa yang rendah. ABSTRACT In the world of education, reading is one of the important processes to gain knowledge and knowledge. Without being able to read, humans can be said to be unable to live in this day and age and to get knowledge is one of them by reading. Reading difficulties are experienced by students in reading and spelling, so students are difficult to learn and understand the learning material given by the teacher. At SDN 6 Menteng, researchers found that there were some students who still had difficulty reading spelling, combining sentences, still mistakenly distinguishing letters J, B, D and still could not recognize letters. The problems raised in this study are (1) how teacher strategies overcome reading difficulties in grade III students of SDN 6 Menteng Palangka Raya, (2) what are the obstacles of teachers overcoming students with difficulty reading in grade III SDN 6 Menteng Palangka Raya. This research uses constructivism theory and learning motivation theory. Descriptive qualitative research methods and data collection techniques through observation and interviews with principals, teachers and students. Based on the results of the study found that there were several students who had difficulty reading spelling and difficulty recognizing letters, namely there were 7 male students and 10 female students in classes III A and III B. The results of the study can be concluded that teacher strategies to overcome students with difficulty reading in grade III SDN 6 Menteng provide additional hours after school to students to do tutoring and teachers also use strategies in teaching students in class such as, (1) giving additional hours after school, (2) using image media, (3) delivering learning materials, (4) providing learning motivation, (5) creating a fun learning environment in the classroom, (6) using learning methods, (7) choosing learning methods, (8) providing feedback, (9) assigning assignments to students. Teacher obstacles in overcoming students who have difficulty reading, students are still difficult to combine sentences or letters, still misrecognize letters and still do not know letters, because there is still a lack of support and cooperation from parents, willingness from students to learn is less and students' memory is low.