Abstrak
Keberadaan integrasi Kaharingan dengan Hindu terhadap pola pembelajaran pendidikan agama Hindu yang tidak lepas dari keberadaannya pada Pendidikan, dimana pendidikan diyakini sangat berpengaruh akan keberadaan dari integrasi Hindu yang ada di Indonesia terutama di wilayah Kalimantan Tengah. Maka dari itu pendidikan mempunyai peran yang sangat penting sebagai penunjang pengetahuan secara spiritual, moral maupun etika yang sudah seharusnya dimiliki oleh setiap umatnya, agar tidak hilang dari generasi Pendidikan tentang agama menjadi otoritas utama. Berdasarkan permasalahan dari latar belakang penelitian ini yaitu (1) Bagaimana pengaruh eksistensi intergrasi Kaharingan dengan agama Hindu terhadap pola pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Se-Kecamatan Bukit Batu Palangka Raya (2) Apa saja kendala yang dihadapi Guru dalam eksistensi integrasi Kaharingan dengan Hindu terhadap pola pembelajaran Pendidikan Agama Hindu SMA Se-Kecamatan Bukit Batu Palangka Raya (3) Bagaimana upaya guru menerapkan eksistensi integrasi Kaharingan dengan Agama Hindu terhadap pola pembelajaran Pendidikan Agama Hindu SMA Se-Kecamatan Bukit Batu Palangka Raya. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini yakni (1) Teori Fenomenologi dan (2) Teori Kendala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik observasi, wawancara,dokumentasi. Adapun teknik penentuan informan menggunakan Purposive Sampling, penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan pengumpulan data, reduksi data, kondensasi data dan veritifikasi data. Hasil penelitian adalah (1) dampak dilihat dari penyesuaian diri dengan tempat dan waktu yang berbeda (desa kala patra), persamaan/kesamaan pada sarana-prasarana serta tujuan upacara keagamaan, adanya penguatan pemahaman tentang eksistensi integrasi Kaharingan dengan Hindu, melalui bahan praktek serta kegiatan-kegiatan bersifat kerohanian.(2) keterbatasan kurikulum ajaran Kaharingan, implementasi eksistensi integrasi Hindu melalui media sosial, pembelajaran kurang efektif dan rasa ingin tahu siswa berkurang, dan kreatifitas guru agama Hindu diperlukan. (3) Penyeimbangan bentuk pembelajaran melalui materi dan praktek, menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi.