2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Ni Komang Niasin,2026,Analisis Peran Guru Dalam Membentuk Sikap Religius Siswa Melalui Pendidikan Agama Hindu Di SDN 2 Menteng Palangka Raya. Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Derson, S.Ag., M.Ag Pembimbing II: Komang Suarta, S.Ag., M.Si
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena belum optimalnya sikap religius siswa Hindu di SDN 2 Menteng Palangka Raya, yang tercermin dari belum konsistennya pelaksanaan doa Tri Sandya, kurang terjaganya kebiasaan salim kepada guru, serta beragamnya kemampuan siswa dalam menghafalkan doa harian. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya kajian mendalam terhadap peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam proses pembentukan sikap religius siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam membentuk sikap religius siswa serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi guru dalam proses tersebut di SDN 2 Menteng Palangka Raya.
Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap enam informan yang dipilih secara purposive sampling, terdiri atas kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu, dan empat siswa Hindu dari kelas III hingga kelas VI. Teknik analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña (2014) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Hindu di SDN 2 Menteng Palangka Raya telah menjalankan lima peran secara terintegrasi dan berkesinambungan, yaitu sebagai educator, mentor, guide, motivator, dan evaluator dalam membentuk sikap religius siswa yang mencakup dimensi sradha, bhakti, dan sila. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala sekolah, kerja sama dengan orang tua, antusiasme siswa, kondisi jumlah siswa Hindu yang terbatas sehingga memungkinkan pendekatan personal yang lebih intensif, serta adanya kegiatan pembiasaan religius di sekolah. Faktor penghambat meliputi perbedaan karakter siswa, keterbatasan waktu pembelajaran, belum tersedianya ruang ibadah khusus, pengaruh lingkungan luar sekolah, serta keterbatasan pembinaan keagamaan di lingkungan keluarga. Berbagai hambatan tersebut diatasi melalui pembinaan bertahap, peningkatan koordinasi dengan orang tua, dan penciptaan suasana pembelajaran yang kondusif.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ni Komang Niasin,2026,Analisis Peran Guru Dalam Membentuk Sikap Religius Siswa Melalui Pendidikan Agama Hindu Di SDN 2 Menteng Palangka Raya. Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Derson, S.Ag., M.Ag Pembimbing II: Komang Suarta, S.Ag., M.Si Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena belum optimalnya sikap religius siswa Hindu di SDN 2 Menteng Palangka Raya, yang tercermin dari belum konsistennya pelaksanaan doa Tri Sandya, kurang terjaganya kebiasaan salim kepada guru, serta beragamnya kemampuan siswa dalam menghafalkan doa harian. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya kajian mendalam terhadap peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam proses pembentukan sikap religius siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam membentuk sikap religius siswa serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi guru dalam proses tersebut di SDN 2 Menteng Palangka Raya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap enam informan yang dipilih secara purposive sampling, terdiri atas kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu, dan empat siswa Hindu dari kelas III hingga kelas VI. Teknik analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña (2014) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Hindu di SDN 2 Menteng Palangka Raya telah menjalankan lima peran secara terintegrasi dan berkesinambungan, yaitu sebagai educator, mentor, guide, motivator, dan evaluator dalam membentuk sikap religius siswa yang mencakup dimensi sradha, bhakti, dan sila. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala sekolah, kerja sama dengan orang tua, antusiasme siswa, kondisi jumlah siswa Hindu yang terbatas sehingga memungkinkan pendekatan personal yang lebih intensif, serta adanya kegiatan pembiasaan religius di sekolah. Faktor penghambat meliputi perbedaan karakter siswa, keterbatasan waktu pembelajaran, belum tersedianya ruang ibadah khusus, pengaruh lingkungan luar sekolah, serta keterbatasan pembinaan keagamaan di lingkungan keluarga. Berbagai hambatan tersebut diatasi melalui pembinaan bertahap, peningkatan koordinasi dengan orang tua, dan penciptaan suasana pembelajaran yang kondusif.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tuti Yuniati. 2026. Pembimbing I Dr. I Wayan dana, S.Pd., M.Si, Pembimbing II
Ayu Fitriana, M.Pd. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Penggunaan
Buku Garis Tiga Terhadap Keterampilan Menulis Tegak
Bersambung Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas III SDN
11 Langkai.
Pendidikan pada tingkat dasar siswa tidak hanya mengarah pada
penguasaan materi pembelajaran, tetapi juga pada perkembangan keterampilan
berbahasa, salah satunya keterampilan menulis. Pada fase B sekolah dasar, siswa
diharapkan mampu menulis tegak bersambung dengan memperhatikan ketepatan
bentuk huruf, kerapian, keteraturan, dan proporsi tulisan. Namun, hasil observasi
awal di kelas III SDN 11 Langkai menunjukkan bahwa sebagian siswa masih
mengalami kesulitan menulis tegak bersambung secara rapi dan sesuai kaidah.
Salah satu upaya untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut adalah
penggunaan buku garis tiga sebagai panduan visual dalam menulis tegak
bersambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan
menulis tegak bersambung siswa setelah penggunaan buku garis tiga
pembelajaran Bahasa Indonesia kelas III SDN 11 Langkai. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi-experimental pretestposttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 56 siswa, terdiri atas
29 siswa kelas III B sebagai eksperimen dan 27 siswa kelas III C sebagai kelas
kontrol Dengan sampel yang terdiri dari siswa kelas III B sebagai kelas
eksperimen dan kelas III C sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data
menggunakan tes praktik menulis tegak bersambung. Analisis data dilakukan
menggunakan analisis deskriptif dan N – Gain Score. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa nilai rata-rata (mean) pretest kelas eksperimen sebesar 24,00
(min 12; max 33; std dev 5,948), meningkat menjadi 27,68 (min 15; max 38; std
dev 6.890) pada posttest, sedangkan nilai rata-rata (mean) pretest kelas kontrol
sebesar 22,61 (min 15; max 32; std dev 5.349) menurun menjadi 22,24 (min 14;
max 30; std dev 5.281). Hasil analisis N – Gain Score menunjukkan bahwa kelas
eksperimen memperoleh nilai rata-rata sebesar 0,26 dengan kategori rendah,
sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata sebesar -0,04 dengan kategori
terjadi penurunan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan
menulis tegak bersambung pada kelas yang menggunakan buku garis tiga lebih
baik dibandingkan kelas yang menggunakan buku tulis standar. Dengan demikian,
buku garis tiga dapat digunakan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran
untuk membantu meningkatkan keterampilan menulis tegak bersambung siswa
sekolah dasar.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tuti Yuniati. 2026. Pembimbing I Dr. I Wayan dana, S.Pd., M.Si, Pembimbing II
Ayu Fitriana, M.Pd. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Penggunaan
Buku Garis Tiga Terhadap Keterampilan Menulis Tegak
Bersambung Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas III SDN
11 Langkai.
Pendidikan pada tingkat dasar siswa tidak hanya mengarah pada
penguasaan materi pembelajaran, tetapi juga pada perkembangan keterampilan
berbahasa, salah satunya keterampilan menulis. Pada fase B sekolah dasar, siswa
diharapkan mampu menulis tegak bersambung dengan memperhatikan ketepatan
bentuk huruf, kerapian, keteraturan, dan proporsi tulisan. Namun, hasil observasi
awal di kelas III SDN 11 Langkai menunjukkan bahwa sebagian siswa masih
mengalami kesulitan menulis tegak bersambung secara rapi dan sesuai kaidah.
Salah satu upaya untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut adalah
penggunaan buku garis tiga sebagai panduan visual dalam menulis tegak
bersambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan
menulis tegak bersambung siswa setelah penggunaan buku garis tiga
pembelajaran Bahasa Indonesia kelas III SDN 11 Langkai. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi-experimental pretestposttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 56 siswa, terdiri atas
29 siswa kelas III B sebagai eksperimen dan 27 siswa kelas III C sebagai kelas
kontrol Dengan sampel yang terdiri dari siswa kelas III B sebagai kelas
eksperimen dan kelas III C sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data
menggunakan tes praktik menulis tegak bersambung. Analisis data dilakukan
menggunakan analisis deskriptif dan N – Gain Score. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa nilai rata-rata (mean) pretest kelas eksperimen sebesar 24,00
(min 12; max 33; std dev 5,948), meningkat menjadi 27,68 (min 15; max 38; std
dev 6.890) pada posttest, sedangkan nilai rata-rata (mean) pretest kelas kontrol
sebesar 22,61 (min 15; max 32; std dev 5.349) menurun menjadi 22,24 (min 14;
max 30; std dev 5.281). Hasil analisis N – Gain Score menunjukkan bahwa kelas
eksperimen memperoleh nilai rata-rata sebesar 0,26 dengan kategori rendah,
sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata sebesar -0,04 dengan kategori
terjadi penurunan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan
menulis tegak bersambung pada kelas yang menggunakan buku garis tiga lebih
baik dibandingkan kelas yang menggunakan buku tulis standar. Dengan demikian,
buku garis tiga dapat digunakan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran
untuk membantu meningkatkan keterampilan menulis tegak bersambung siswa
sekolah dasar.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku "Metodologi Penelitian Bidang Hukum: Suatu Pendekatan Teori dan Praktik" adalah panduan esensial bagi peneliti, mahasiswa, dan praktisi hukum yang tengah memperdalam pemahaman mereka tentang ilmu penelitian hukum. Buku ini membuka pintu ke dunia penelitian hukum dengan membahas konsep mendasar seperti pencarian kebenaran dan etika, serta karakteristik khusus yang perlu diperhatikan dalam penelitian hukum. Selain itu, buku ini menyoroti dinamika hukum yang berkembang saat ini, membantu pembaca memahami perubahan dan isu-isu terkini dalam bidang hukum. Buku ini juga memberikan panduan langkah demi langkah dalam merumuskan masalah, merancang hipotesis, memilih sumber data, dan mengaplikasikan berbagai metode penelitian, mulai dari kualitatif hingga kuantitatif. Selain itu, buku ini juga membahas mengenai pengembangan metode penelitian hukum untuk masa depan. Dengan pendekatan studi kasus dan sejarah, buku ini membantu pembaca mengintegrasikan teori dengan praktik penelitian hukum yang relevan, menjadikannya sumber daya berharga dalam menguasai seni penelitian hukum. Buku ini bukan hanya panduan teoritis, tetapi juga praktis, yang memandu pembaca melalui proses penelitian dari awal hingga akhir. Dengan penekanan pada teori, pendekatan, dan praktik. Buku ini adalah alat yang sangat berguna bagi mereka yang ingin menjembatani kesenjangan antara teori dan aplikasi dalam disiplin ilmu hukum yang dinamis.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Metode Penelitian Hukum merupakan sebuah ikhtiar untuk mencari kebenaran hukum terhadap permasalahan di dalam hukum. Penelitian hukum merupakan kegiatan untuk menemukan aturan hukum, norma-norma hukum, atau doktrin-doktrin hukum, dengan tujuan untuk menjawab permasalahan hukum yang dihadapi. Hal ini konsisten dengan karakteristik ilmu hukum yang bersifat preskriptif. Berbeda dengan penelitian dalam bidang ilmu pengetahuan yang bersifat deskriptif, yang bertujuan untuk menghasilkan argumen, teori, atau konsep baru sebagai pedoman dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Besar harapan buku ini dapat menjadi bahan bacaan dan referensi bagi mahasiswa Fakultas Hukum dan Program Pascasarjana, pengajar Metode Penelitian Hukum serta peneliti hukum. Sehingga buku ini dapat memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan di bidang akademisi sehingga menjadi buku yang signifikan. Untuk memudahkan pembaca dalam memahaminya, penulis menyusun buku ini dalam beberapa bagian bab. Buku ini terdiri dari tiga belas bab, Pertama Pengertian dan Ruang Lingkup Penelitian Hukum, Kedua Konsep dasar dan Karakteristik Penelitian Hukum, Ketiga Perumusan Masalah dan Hipotesis Penelitian Hukum, Keempat Kajian Pustaka dan Kerangka Teoritis Penelitian Hukum, Kelima Jenis-jenis penelitian Hukum, Keenam Strategi dan Metode Penelitian Hukum, Ketujuh Etika Penelitian Hukum, Kedelapan Penulisan Proposal dan Laporan Penelitian Hukum, Kesembilan Penelitian Hukum Komparatif, Kesepuluh Penelitian Socio Legal, Kesebelas Penelitian Hukum Normatif, Keduabelas Penelitian Hukum Empiris, Ketigabelas, Pengembangan Metode Penelitian Hukum untuk Penelitian masa depan.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku "METODOLOGI PENELITIAN : Panduan Lengkap Penulisan Karya Ilmiah" merupakan sebuah panduan yang komprehensif bagi para peneliti dalam memahami dan mengimplementasikan metodologi penelitian serta menulis karya ilmiah. Dimulai dengan pengenalan konsep dasar metodologi penelitian, buku ini mengarahkan pembaca melalui berbagai tahap penting dalam proses penelitian, termasuk penetapan topik, perumusan masalah, dan analisis data. Penekanan diberikan pada pemilihan metode yang sesuai dengan tujuan penelitian dan etika penelitian yang penting. Selain itu, buku ini juga memberikan pedoman praktis dalam menyusun struktur karya tulis ilmiah yang baik, termasuk penggunaan referensi yang benar dan tata bahasa yang tepat. Dengan demikian, buku ini tidak hanya menjadi sumber pengetahuan yang berharga bagi mahasiswa, peneliti, dan akademisi, tetapi juga membantu mereka menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, berintegritas, dan sesuai dengan standar akademik.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Lontong merupakan alat yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk bertani, berladang dan memancing, bahkan pada zaman dahulu banyak masayarakat Desa Putat Durei yang bisa membuat lontong. Namun seiring perkembangn zaman saat ini eksistensi seni menganyam lontong mengalami kemunduran. Hal ini dikarenakan kurangnya minat masyarakat untuk belajar menganyam, sehingga pengrajin lontong di Desa Putat Durei hanya tersisa lima orang dengan keterangan lanjut usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1)Faktor yang mempengaruhi eksistensi pengunaan lontong pada masyarakat di Desa Putat Durei Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas, 2)eksistensi seni menganyam lontong pada masyarakat di Desa Putat Durei Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu: teorieksistensi dan teori fungsionalisme. Data yang telah dikumpul dianalisi dengan pendekaan kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Teknik Analisis Data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini terdiri dari pengrajin dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa :1) Faktor yang mempengaruhi eksistensi lontong pada masyarakat di Desa Putat Durei Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas yaitu perubahan selera ekonomi, tradisi dan budaya, kurangnya pembinaan dari pemerintah atau lembaga lainnya. 2) Eksistensi seni menganyam lontong pada masyarakat Desa Putat Durei Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas mengalami kemunduran, hal ini dikarenakan kurangnya minat masyarakat dalam mempelajari seni anyaman. Pengrajin lontong yang ada di Desa Putat durei hanya berjumlah lima orang dengan keterangan lanjut usia.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lontong merupakan alat yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk bertani, berladang dan memancing, bahkan pada zaman dahulu banyak masayarakat Desa Putat Durei yang bisa membuat lontong. Namun seiring perkembangn zaman saat ini eksistensi seni menganyam lontong mengalami kemunduran. Hal ini dikarenakan kurangnya minat masyarakat untuk belajar menganyam, sehingga pengrajin lontong di Desa Putat Durei hanya tersisa lima orang dengan keterangan lanjut usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1)Faktor yang mempengaruhi eksistensi pengunaan lontong pada masyarakat di Desa Putat Durei Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas, 2)eksistensi seni menganyam lontong pada masyarakat di Desa Putat Durei Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu: teorieksistensi dan teori fungsionalisme. Data yang telah dikumpul dianalisi dengan pendekaan kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Teknik Analisis Data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini terdiri dari pengrajin dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa :1) Faktor yang mempengaruhi eksistensi lontong pada masyarakat di Desa Putat Durei Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas yaitu perubahan selera ekonomi, tradisi dan budaya, kurangnya pembinaan dari pemerintah atau lembaga lainnya. 2) Eksistensi seni menganyam lontong pada masyarakat Desa Putat Durei Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas mengalami kemunduran, hal ini dikarenakan kurangnya minat masyarakat dalam mempelajari seni anyaman. Pengrajin lontong yang ada di Desa Putat durei hanya berjumlah lima orang dengan keterangan lanjut usia.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini merupakan simbol semangat intelektual dalam mengakaji tentang digital marketing : konsep dan strategi yang terbit pada tahun 2021. Kontributor dari buku ini adalah para peneliti dan dosen dari berbagai kampus di Indonesia. Mereka memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda. Penulisan buku ini dilandasi atas pentingnya update penelitian terbaru tentang kajian digital marketing dalam berbagai bidang yang menjadi isu dan problematika saat ini. Buku ini terdiri dari 15 artikel yang dimasukan ke dalam 15 bab di dalam buku ini. Upaya penyusunan buku ini dilakukan untuk mendokumentasikan karya-karya yang dihasilkan para penulis sehingga dapat bermanfaat bagi pembaca secara lebih luas.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Komunikasi politik, media massa, dan opini publik adalah topik aktual yang mendapat perhatian publik, baik di kalangan ilmuwan, elite politik maupun masyarakat awam. Secara umum dapat kita pahami dan sepakati bersama bahwa komunikasi merupakan persyaratan utama dalam jalinan interaksi manusia dan langkah awal dalam memperbaiki pemahaman atas fenomena publik yang dinamis dan kompleks. Komunikasi memungkinkan individu membangun suatu kerangka rujukan dan menggunakannya sebagai panduan untuk menafsirkan situasi apa pun yang dihadapi. Melalui komunikasi pulalah yang memungkinkan manusia mempelajari dan menerapkan strategi-strategi adaptif untuk mengatasi situasi-situasi problematik yang diamati. Untuk itu, buku yang membahas tentang komunikasi politik, media massa dan opini publik ini memiliki peran tersendiri. Pembahasan buku ini cukup komprehensif diawali dengan proses komunikasi politik, model komunikasi, pendekatan komunikasi politik, saluran politik, pemanfaatan media massa, opini publik trend media massa dan media sosial serta pelanggaran etika media sosial yang diulas secara tajam.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Dengan hadirnya internet dan penggunaan teknologi komunikasi dan informatika, membuat adanya masyarakat digital, seperti yang diungkapkan McLuhan bahwa perkembangan teknologi mem-pengaruhi hidup masyarakat di suatu ruang bersama yang disebut sebagai desa global (global village). Masyarakat sosial berubah menjadi masyarakat digital dengan adanya dukungan teknologi informasi. Perubahan ini disebabkan dengan transisi dari masyarakat industri lama (old industrial society) menjadi global network society yang melibatkan aktivitas digital. TIK telah berkembang sejak tahun 1990an, terutama perkembangan teknologi informasi yang dapat menghubungkan dari seluruh pelosok dunia tanpa batasan ruang dan waktu (Kristiyono & Ida, 2019).
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini adalah hasil pengamatan dan pemikiran 10 dosen Universitas Paramadina yang aktif mengajar pada Program Studi Ilmu komunikasi dan Magister Ilmu Komunikasi. Buku kecil ini ditulis dari berbagai perspektif komunikasi, terutama mengangkat literasi media di media baru yang marak dan massif digunakan baik untuk bersosialisasi maupun promosi.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Sonia Lestari, 2023, Ritual Malabuh Balai Dalam Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur (Perspektif Hukum Hindu) Skripsi, Fakultas Dharma Sastara, Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (1) Dr. Riwun, S.Ag.,M.Si Pembimbing (2) Budiarto Santoso, MH. Malabuh Balai adalah ritual yang dilaksanakan seseorang yang pernah berhajat atau berjanji kepada Jata meminta akan sesuatu dan apabila yang dihajat terkabul maka harus dilaksanakan ritual Malabuh Balai. Dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yang akan ditulis antara lain: (1) Bagaimana proses ritual Malabuh Balai menurut Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur? (2) Apa makna Ritual Malabuh Balai menurut Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur? (3) Mengapa Ritual Malabuh Balai diakukan dan apa dampak yang akan terjadi bila Ritual Malabuh Balai tidak dilaksanakan? Dikaji dalam Perspektif Hukum Hindu. Narasumber penelitian ini adalah Pisor, Mantir Adat Desa Bukit Batu, Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Bukit Batu, dan beberapa Tokoh Agama Hindu Kaharingan. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, kepustakaan, dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) proses upacara yang dilaksanakan oleh Pisor yang merupakan pesta baagung (upacara menggunakan gong) selama dua hari satu malam. Ada dua Balai yang di buat yaitu, balai yang akan diturunkan ke dalam air yang terbuat dari kayu Jalutung, dan balai yang didirikan didalam rumah yang disebut Balai Langka yang terbuat dari tiang haur Humbang Bahenda (Bambu Kuning). Atap balai menggunakan kain kuning dan dinding terbuat dari Bahalai. (2) Makna ritual Malabuh Balai yang dilaksanakan di Desa Bukit Batu, yaitu makna yang dipandang sebagai suatu yang berhubungan dengan kebudayaan atau secara khusus dengan dunia simbol berupa pengetahuan, kepercayaan, ekspresi yang mengungkapkan perasaan yang tersembunyi dan ada dibalik sarana dan prasarana. Dan makna Religi dan Makna Sosial. Terdapat juga makna disetiap sarana dan prasaran dalam pelaksanaan ritual Malabuh Balai. (3) Ritual Malabuh Balai merupakan tradisi turun temurun dari nenek moyang dan tetap dilaksankan hingga sekarang. Umat Hindu Kaharingan biasanya bahajat dengan Jata (manifestasi dari Ranying Hatalla Langit). Ritual Malabuh Balai mempunyai dampak. Baik itu dampak positif dan bila seseorang yang pernah bahajat tidak melaksanakan ritual Malabuh Balai maka ada dampak negatif yang akan diterima. Kata Kunci : Malabuh Balai, Bayar Hajat
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
Cenia. 2023. Upaya Pelestarian Seni Kriya Anyaman Tas Rotan Pada Masyarakat Dayak Ngaju Di Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya.
Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si
Pembimbing II Hendri, S.Ag., M.Ag
Seni adalah usaha untuk menghasilkan produk yang dapat berguna dan berfungsi dalam kegiatan manusia di kehidupan sehari-hari agar pelestarian anyaman tas rotan dapat dilestarikan dengan baik supaya bisa berkembang. Berdasarkan latar belakang diatas ada beberapa rumusan masalah antara lain: (1) Bagaimana upaya pelestarian seni kriya anyaman tas rotan pada masyarakat Dayak Ngaju di Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas? (2) Apa saja kendala yang dihadapi pengrajin pada upaya pelestarian seni kriya anyaman tas rotan pada masyarakat Dayak Ngaju di Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas? (3) Bagaimana peranan lembaga UMKM pada pelestarian seni kriya anyaman tas rotan pada masyarakat Dayak Ngaju di Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas?. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah: (1) Teori Upaya (2) Teori Kendala dan (3) Teori Peranan. Subjek penelitian ini adalah pengrajin anyaman tas rotan di Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskritif Kualitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Sumber data penelitian ini adalah Kepala Desa, masyarakat Dayak Ngaju, pengrajin, dan lembaga UMKM anyaman tas rotan serta dokumen yang digunakan adalah arsip, dokumen resmi Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam upaya pelestarian seni kriya anyaman tas rotan ini memiliki upaya untuk melestarikannya yaitu pelatihan anyaman tas rotan karena dengan adanya pelatihan akan membantu pengrajin anyaman dalam memproduksi anyaman tas rotan tersebut, dan kendala yang dihadapi pengrajin saat ini yaitu ketersediaan bahan baku yang kurang untuk memproduksi anyaman tas rotan sehingga akan memperlambat proses memproduksinya, selain itu lembaga UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam melestarikan seni kriya anyaman tas rotan dengan memberikan modal kepada pengrajin dapat mempermudah dalam menjual belikan produk dari pengrajin anyaman tas rotan sehingga laku dipasaran.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Cenia. 2023. Upaya Pelestarian Seni Kriya Anyaman Tas Rotan Pada Masyarakat Dayak Ngaju Di Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si Pembimbing II Hendri, S.Ag., M.Ag Seni adalah usaha untuk menghasilkan produk yang dapat berguna dan berfungsi dalam kegiatan manusia di kehidupan sehari-hari agar pelestarian anyaman tas rotan dapat dilestarikan dengan baik supaya bisa berkembang. Berdasarkan latar belakang diatas ada beberapa rumusan masalah antara lain: (1) Bagaimana upaya pelestarian seni kriya anyaman tas rotan pada masyarakat Dayak Ngaju di Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas? (2) Apa saja kendala yang dihadapi pengrajin pada upaya pelestarian seni kriya anyaman tas rotan pada masyarakat Dayak Ngaju di Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas? (3) Bagaimana peranan lembaga UMKM pada pelestarian seni kriya anyaman tas rotan pada masyarakat Dayak Ngaju di Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas?. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah: (1) Teori Upaya (2) Teori Kendala dan (3) Teori Peranan. Subjek penelitian ini adalah pengrajin anyaman tas rotan di Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskritif Kualitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Sumber data penelitian ini adalah Kepala Desa, masyarakat Dayak Ngaju, pengrajin, dan lembaga UMKM anyaman tas rotan serta dokumen yang digunakan adalah arsip, dokumen resmi Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam upaya pelestarian seni kriya anyaman tas rotan ini memiliki upaya untuk melestarikannya yaitu pelatihan anyaman tas rotan karena dengan adanya pelatihan akan membantu pengrajin anyaman dalam memproduksi anyaman tas rotan tersebut, dan kendala yang dihadapi pengrajin saat ini yaitu ketersediaan bahan baku yang kurang untuk memproduksi anyaman tas rotan sehingga akan memperlambat proses memproduksinya, selain itu lembaga UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam melestarikan seni kriya anyaman tas rotan dengan memberikan modal kepada pengrajin dapat mempermudah dalam menjual belikan produk dari pengrajin anyaman tas rotan sehingga laku dipasaran.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sonia Lestari, 2023, Ritual Malabuh Balai Dalam Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur (Perspektif Hukum Hindu) Skripsi, Fakultas Dharma Sastara, Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (1) Dr. Riwun, S.Ag.,M.Si Pembimbing (2) Budiarto Santoso, MH. Malabuh Balai adalah ritual yang dilaksanakan seseorang yang pernah berhajat atau berjanji kepada Jata meminta akan sesuatu dan apabila yang dihajat terkabul maka harus dilaksanakan ritual Malabuh Balai. Dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yang akan ditulis antara lain: (1) Bagaimana proses ritual Malabuh Balai menurut Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur? (2) Apa makna Ritual Malabuh Balai menurut Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur? (3) Mengapa Ritual Malabuh Balai diakukan dan apa dampak yang akan terjadi bila Ritual Malabuh Balai tidak dilaksanakan? Dikaji dalam Perspektif Hukum Hindu. Narasumber penelitian ini adalah Pisor, Mantir Adat Desa Bukit Batu, Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Bukit Batu, dan beberapa Tokoh Agama Hindu Kaharingan. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, kepustakaan, dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) proses upacara yang dilaksanakan oleh Pisor yang merupakan pesta baagung (upacara menggunakan gong) selama dua hari satu malam. Ada dua Balai yang di buat yaitu, balai yang akan diturunkan ke dalam air yang terbuat dari kayu Jalutung, dan balai yang didirikan didalam rumah yang disebut Balai Langka yang terbuat dari tiang haur Humbang Bahenda (Bambu Kuning). Atap balai menggunakan kain kuning dan dinding terbuat dari Bahalai. (2) Makna ritual Malabuh Balai yang dilaksanakan di Desa Bukit Batu, yaitu makna yang dipandang sebagai suatu yang berhubungan dengan kebudayaan atau secara khusus dengan dunia simbol berupa pengetahuan, kepercayaan, ekspresi yang mengungkapkan perasaan yang tersembunyi dan ada dibalik sarana dan prasarana. Dan makna Religi dan Makna Sosial. Terdapat juga makna disetiap sarana dan prasaran dalam pelaksanaan ritual Malabuh Balai. (3) Ritual Malabuh Balai merupakan tradisi turun temurun dari nenek moyang dan tetap dilaksankan hingga sekarang. Umat Hindu Kaharingan biasanya bahajat dengan Jata (manifestasi dari Ranying Hatalla Langit). Ritual Malabuh Balai mempunyai dampak. Baik itu dampak positif dan bila seseorang yang pernah bahajat tidak melaksanakan ritual Malabuh Balai maka ada dampak negatif yang akan diterima. Kata Kunci : Malabuh Balai, Bayar Hajat
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pokok-pokok bahasan dalam buku ini mencakup: Hakikat Evaluasi Kurikulum; Perbandingan Kurikulum Perspektif Lama dan Baru; Asas, Komponen dan Pendekatan Kurikulum; Faktor-faktor Penyebab Perubahan Kurikulum; Teori Pendidikan dan Jenis Kurikulum; Tahapan dan Komponen dalam Pengembangan Kurikulum; Model dan Teknik Evaluasi Kurikulum.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Masyarakat dan pariwisata merupakan dua unsur yang tidak dapat dipisahkan, mereka berdua saling berdekatan dan menjadi ruh bagi perkembangan pariwisata yang pesat. Oleh karena itu, individu, manusia, masyarakat, dan pariwisata bisa dijadikan sebagai kajian objek dari sosiologi. Perkembangan kajian sosiologi inilah yang membuat munculnya sosiologi pariwisata sebagai cabang ilmu dari sosiologi itu sendiri. Objek kajian dari sosiologi pariwisata diantaranya kajian tentang penerapan prinsip, konsep hukum, paradigma dan metode sosiologis di dalam kajian masyarakat dan fenomena pariwisata. Pariwisata merupakan industri terbesar abad ini. Pariwisata telah menjadi sektor andalan di dalam pembangunan ekonomi berbagai negara. Berdasarkan berbagai indikator perkembangan dunia, di tahun-tahun mendatang peranan pariwisata diprediksi akan semakin meningkat. Sebagai sektor yang multisektoral, pariwisata berada dalam suatu sistem yang besar, yang komponennya saling terkait antara yang satu dengan yang lain. Buku ini memberikan gambaran bagaimana sosiologi pariwisata, kajian sosiologis terhadap kepariwisataan, aspek sosiologis wisatawan, interaksi antara wisatawan dengan masyarakat lokal, struktur dan fungsi sistem kepariwisataan, dampak sosial budaya pariwisata dan pariwisata sebagai wahana pelestarian kebudayaan. Oleh karena itu buku ini hadir ke hadapan sidang pembaca sebagai bagian dari upaya diskusi sekaligus dalam rangka melengkapi khazanah keilmuan di bidang pariwisata, sehingga buku ini sangat cocok untuk dijadikan bahan acuan bagi kalangan intelektual di lingkungan perguruan tinggi ataupun praktisi yang berkecimpung langsung di bidang pariwisata.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Book cahpter ini disusun oleh sejumlah akademisi dan praktisi sesuai dengan kepakarannya masing-masing. Buku ini diharapkan dapat hadir memberi kontribusi positif dalam ilmu pengetahuan khususnya terkait dengan Sosiologi Hukum. Sistematika buku “Sosiologi Hukum” ini mengacu pada pendekatan konsep teoritis dan contoh penerapan. Buku ini terdiri atas 11 Bab yang dibahas secara rinci dalam pembahasan, diantaranya: Ruang Lingkup dan Kedudukan Sosiologi Hukum; Perbandingan dan Hubungan Sistem Hukum; Hukum Sebagai Kontrol Sosial dan Alat Perubahan Sosial; Pencegahan dan Penegakkan Hukum; Teori, Jenis Serta Kaitan Hukum Tindak Kriminal; Tipologi Penelitian Hukum, Tujuan, dan Manfaatnya; Tujuan dan Manfaat Penelitian Hukum; Teknik Pengumpulan Data dan Analisis Bahan Hukum; Penentuan dan Perumusan Masalah Hukum; Hubungan Hukum Dengan Sistem Sosial, Nilai Budaya dan Kekuasaan; Hubungan Kaidah Sosial, Kelompok Sosial, dan Lapisan Sosial dengan Hukum; Dimensi dan Kaitan Hukum Struktur Sosial; serta Hubungan Norma Sosial, Kelompok Sosial, dan Stratifikasi Sosial dengan Hukum.