Abstrak
ABSTRAK Cenia. 2023. Upaya Pelestarian Seni Kriya Anyaman Tas Rotan Pada Masyarakat Dayak Ngaju Di Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si Pembimbing II Hendri, S.Ag., M.Ag Seni adalah usaha untuk menghasilkan produk yang dapat berguna dan berfungsi dalam kegiatan manusia di kehidupan sehari-hari agar pelestarian anyaman tas rotan dapat dilestarikan dengan baik supaya bisa berkembang. Berdasarkan latar belakang diatas ada beberapa rumusan masalah antara lain: (1) Bagaimana upaya pelestarian seni kriya anyaman tas rotan pada masyarakat Dayak Ngaju di Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas? (2) Apa saja kendala yang dihadapi pengrajin pada upaya pelestarian seni kriya anyaman tas rotan pada masyarakat Dayak Ngaju di Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas? (3) Bagaimana peranan lembaga UMKM pada pelestarian seni kriya anyaman tas rotan pada masyarakat Dayak Ngaju di Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas?. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah: (1) Teori Upaya (2) Teori Kendala dan (3) Teori Peranan. Subjek penelitian ini adalah pengrajin anyaman tas rotan di Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskritif Kualitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Sumber data penelitian ini adalah Kepala Desa, masyarakat Dayak Ngaju, pengrajin, dan lembaga UMKM anyaman tas rotan serta dokumen yang digunakan adalah arsip, dokumen resmi Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam upaya pelestarian seni kriya anyaman tas rotan ini memiliki upaya untuk melestarikannya yaitu pelatihan anyaman tas rotan karena dengan adanya pelatihan akan membantu pengrajin anyaman dalam memproduksi anyaman tas rotan tersebut, dan kendala yang dihadapi pengrajin saat ini yaitu ketersediaan bahan baku yang kurang untuk memproduksi anyaman tas rotan sehingga akan memperlambat proses memproduksinya, selain itu lembaga UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam melestarikan seni kriya anyaman tas rotan dengan memberikan modal kepada pengrajin dapat mempermudah dalam menjual belikan produk dari pengrajin anyaman tas rotan sehingga laku dipasaran.