Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2023Versi 1

RITUAL MALABUH BALAI MENURUT KEPERCAYAAN MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI DESA BUKIT BATU KECAMATAN CEMPAGA HULU KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR (PERSPEKTIF HUKUM HINDU)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Agama Hindu•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Sonia Lestari, 2023, Ritual Malabuh Balai Dalam Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur (Perspektif Hukum Hindu) Skripsi, Fakultas Dharma Sastara, Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (1) Dr. Riwun, S.Ag.,M.Si Pembimbing (2) Budiarto Santoso, MH. Malabuh Balai adalah ritual yang dilaksanakan seseorang yang pernah berhajat atau berjanji kepada Jata meminta akan sesuatu dan apabila yang dihajat terkabul maka harus dilaksanakan ritual Malabuh Balai. Dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yang akan ditulis antara lain: (1) Bagaimana proses ritual Malabuh Balai menurut Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur? (2) Apa makna Ritual Malabuh Balai menurut Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur? (3) Mengapa Ritual Malabuh Balai diakukan dan apa dampak yang akan terjadi bila Ritual Malabuh Balai tidak dilaksanakan? Dikaji dalam Perspektif Hukum Hindu. Narasumber penelitian ini adalah Pisor, Mantir Adat Desa Bukit Batu, Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Bukit Batu, dan beberapa Tokoh Agama Hindu Kaharingan. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, kepustakaan, dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) proses upacara yang dilaksanakan oleh Pisor yang merupakan pesta baagung (upacara menggunakan gong) selama dua hari satu malam. Ada dua Balai yang di buat yaitu, balai yang akan diturunkan ke dalam air yang terbuat dari kayu Jalutung, dan balai yang didirikan didalam rumah yang disebut Balai Langka yang terbuat dari tiang haur Humbang Bahenda (Bambu Kuning). Atap balai menggunakan kain kuning dan dinding terbuat dari Bahalai. (2) Makna ritual Malabuh Balai yang dilaksanakan di Desa Bukit Batu, yaitu makna yang dipandang sebagai suatu yang berhubungan dengan kebudayaan atau secara khusus dengan dunia simbol berupa pengetahuan, kepercayaan, ekspresi yang mengungkapkan perasaan yang tersembunyi dan ada dibalik sarana dan prasarana. Dan makna Religi dan Makna Sosial. Terdapat juga makna disetiap sarana dan prasaran dalam pelaksanaan ritual Malabuh Balai. (3) Ritual Malabuh Balai merupakan tradisi turun temurun dari nenek moyang dan tetap dilaksankan hingga sekarang. Umat Hindu Kaharingan biasanya bahajat dengan Jata (manifestasi dari Ranying Hatalla Langit). Ritual Malabuh Balai mempunyai dampak. Baik itu dampak positif dan bila seseorang yang pernah bahajat tidak melaksanakan ritual Malabuh Balai maka ada dampak negatif yang akan diterima. Kata Kunci : Malabuh Balai, Bayar Hajat

Kata kunci

Malabuh Balai, Bayar Hajat

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1RITUAL MALABUH BALAI MENURUT KEPERCAYAAN MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI DESA BUKIT BATU KECAMATAN CEMPAGA HULU KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR (PERSPEKTIF HUKUM HINDU)2023 · oai:ais:skripsi:397