Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

169 hasil
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

PERAN LEMBAGA ADAT KEDAMANGAN DALAM MENYELESAIKAN KASUS LALU LINTAS DI KECAMATAN KAMIPANG KABUPATEN KATINGAN

2020•Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK JON KIPLI, 2020 : Peran Lembaga Adat Kedamangan Dalam Menyelesaikan Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan. Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Made Kastama, SH.,MH, Pembimbing II Budhi Widodo, SH.,MH. Lembaga kedamangan merupakan lembaga sentral yang bertanggung jawab penuh agar tetap lestari, berdayaguna dan berkembangnya hukum adat dayak, adat istiadat dan kebiasaan-kebiasaan, tradisi dalam masyarakat dayak di Kalimantan tengah secara umumnya, dan Kabupaten Katingan pada khususnya. Dengan adanya lembaga adat dalam menyelesaikan kasus kecelakaan lalu lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan adalah supaya kasus tersebut dapat diselesaikan dengan ranah kekeluargaan. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 3 (tiga) hal yaitu: (1) Apa Dasar Kewenangan Lembaga Adat Kedamangan Dalam Menyelesaikan Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan ? (2) Bagaimana Proses Penyelesaian Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan ? (3) Bagaimana Legalitas Keputusan Lembaga Adat Kedamangan Atas Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan ? Subjek penelitian adalah Tokoh Mayarakat Hindu Kaharingan, Mantir adat dana Damang Kepala Adat. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dan rancangan studi kasus dengan langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Dari analisis data tersebut maka dapat disimpulkan : (1) Dasar kewenangan lembaga adat kedamangan dalam menyelesaikan kasus kecelakaan lalu lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan adalah berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 16 Tahun 2008 tentang Kelembagaan Adat Dayak di Kalimantan Tengah bahwa damang kepala adat bertugas menyelesaiakan perselisihan, sengketa atau pelanggaran terhadap hukum adat, dimungkinkan juga masalah-masalah yang termasuk dalam perkara pidana, baik dalam pertama maupun dalam sidang penyelesaian terakhir, baik dalam pemeriksa sebagaimana lazimnya menurut adat yang berlaku. (2) Proses penyelesaian kasus kecelakaan lalu lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan yaitu tahap laporan dan tahap sidang adat. Dalam tahap sidang adat dirundingkan suatu keputusan atas kasus yang terjadi dan tahap ini pelaku dikenakan sanksi adat. (3) Legalitas Keputusan Lembaga Adat Kedamangan Atas Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan yaitu kekuatan hukum keputusan sidang pada kasus kecelakaan lalu lintas yang diselesaikan di lembaga adat kedamangan di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan sifatnya mengikat karena sudah ada persutujuan dan perjanjian yang telah dibuat dan itu sebagai bukti bahwa kedua belah pihak sudah sepakat untuk melakukan perdamaian Kata Kunci : Peranan, Lembaga Adat, Kedamangan, Penyelesaian Kasus, Kecelakaan Lalu Lintas.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kepribadian Guru Dan Motivasi Dalam Proses Belajar Mengajar Pada Siswa Agama Hindu Di SMP Negeri-3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan

2020•Koleksi Perpustakaan

Pengelolaan pembelajaran penting dilakukan untuk memudahkan proses belajar mengajar untuk mencapai hasil yang maksimal. Namun pada kenyataannya pengelolaan pembelajaran pendidikan agama Hindu SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan belum sepenuhnya efektif apabila tidak didukung oleh beberapa pihak yang terkait termasuk kepala sekolah dan guru agama Hindu di sekolah tersebut. Penelitian bertujuan (1) mengetahui perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan; (2) mengetahui pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan ; (3) mengetahui pengawasan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori manajemen pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Sumber data dalam penelitian ini ada dua yaitu data primer (data dari guru mata pelajaran agama Hindu dan kepala SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan) dan data sekunder (literature, buku, artikel, jurnal, serta situs internet yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan). Informan ditentukan secara purposive. Peneliti bertindak sebagai instrument utama dibantu dengan menggunakan pedoman observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu diSMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan secara keseluruhan sudah di lakukan oleh guru mata pelajaran agama Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan dengan cukup baik. Pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan sudah dilakukan tetapi secara keseluruhan belum optimal atau kurang baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pembelajaran diantaranya kurangnya keaktifan guru dalam hal penyampaian pembelajaran, minimnya bahan belajar atau sumber belajar, prasarana dan sarana yang ada disekolah sangat terbatas. Pengawasan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu diSMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan dibagi dua, yaitu: Pengawasan internal dilakukan oleh guru mata pelajaran agama Hindu SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan kepada siswa dan pengawasan eksternal dilakukan oleh kepala SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan dan pihak Kementerian Agama Hindu Kota Palangka Raya. Secara garis besar kegiatan pengawasan pembelajaran di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan belum optimal atau kurang baik

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Ritual Mampunduk Hajat Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kaman, Kabupaten Katingan (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)

2020•Koleksi Perpustakaan

Ritual Mampunduk Hajat selain memiliki nilai-nilai sakral, ritual tersebut memiliki nilai-nilai pendidikan. Akan tetapi fakta yang terjadi tidak semua Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kaman Khususnya Generasi Muda Hindu memahami secara mendalam tentang Ritual Mampunduk Hajat baik dari segi proses pelaksanaan maupun nilai-nilai pendidikan yang terkandung didalamnya dan segala aspek yang menyangkut ritual tersebut, Masalah-masalah yang berkaitan dengan rendahnya pemahaman Umat Hindu Kaharingan khususnya Generasi Muda Hindu Kaharingan di desa Tumbang Kaman tentang Ritual Mampunduk Hajat tersebut, disebabkan karena Ritual Mampunduk Hajat hanya dipahami dikalangan tertentu saja terutama pada kalangan Pisor/Basir. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kualitatif, Teknik penentuan informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teknik purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Pertimbangan tertentu ini misalnya orang yang dianggap paling tahu dengan apa yang kita harapkan, atau dia sebagai penguasa sehingga akan memudahkan peneliti menjelajah obyek atau situasi yang diteliti. Dalam Hal ini yang menjadi Informan dalam penelitian ini adalah 1 orang Pisor, Ketua Majelis Kelompok, dan 2 orang tokoh Umat Hindu Kaharingan desa Tumbang Kaman. Adapun Teori-teori yang digunakan Peneliti dalam penelitian ini adalah Teori Pendidikan Humanisme, Teori Pendidikan Hindu, Teori Religi dan Teori Nilai. Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini, dapat diketahui bahwa Proses pelaksanaan dari Ritual Mampunduk Hajat ini terdiri dari tahap awal, tahap pokok dan tahap akhir. Nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu yang terkandung dalam Ritual Mampunduk Hajat ini adalah Nilai Pendidikan Tattwa yaitu kepercayaan dan keyakinan kepada Ranying Hatalla Langit sebagai Pencipta Alam semesta dan segala isinya dengan mempersembahkan persembahan suci yang tulus dan ikhlas kepada Sahur Parapah (ManifestasiNya) sebagai wujud rasa bhakti kepadaNya. Nilai Pendidikan Etika dalam Ritual Mampunduk Hajat adalah mengajarkan bagaimana cara kita bersyukur dan berterima kasih kepada Ranying Hatalla Langit, Sahur Parapah karena telah melimpahkan anugerahNya. Nilai Pendidikan Upacara yang terkandung pada Ritual Mampunduk Hajat adalah mengajarkan Umat Hindu Kaharingan khususnya Generasi Muda Hindu Kaharingan untuk mengetahui tentang Ritual tersebut baik dari segi sarana-sarana yang digunakan maupun proses pelaksanaan upacara keagamaan yang berdasarkan tata cara pelaksanaan dan aturan-aturan yang berlaku dari ritual tersebut.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Kinyah Bukung pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Payang Kecamatan Bukit Santuai Kabupaten Kotawaringin Timur. (perspektif seni dan keagamaan hindu)

2020•Koleksi Perpustakaan

Perkembangan zaman yang semakin hari semakin berubah, maka merupakan suatu kewajiban bagi umat Hindu Kaharingan untuk selalu menjaga dan melestarikan suatu tradisi upacara. karena berdasarkan pandangan selama ini tradisi Knyah Bukung ini sudah sangat sedikit orang yang mau mengikutinya apalagi generasi muda, sangat jarang untuk ikut atau mengetahui makna dan bentuk-bentuk gerakan Kinyah Bukung yang sebenarnya. Dengan tujuan penelitian yaitu 1) Pelaksanaan Kinyah Bukung pada Masyarakat Hindu Kaharingan 2). Pola gerak Kinyah Bukung pada Masyarakat Hindu Kaharingan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan informan adalah metode Purposive Sampling. Lokasi penelitian di desa Tumbang Payang Kecamatan Bukit Santuai kabupaten Kotawaringin Timur. Hasil penelitian sebagai berikut: Pelaksanaan upacara Kinyah Bukung berasal dari sebuah cerita legenda atau mitologi. Legenda itulah maka bagi pemeluk agama Hindu Kaharingan selalu melaksanakan Kinyah Bukung setiap ada keluarga yang meninggal dunia. Proses Pembuatan Bukung dalam pembuatannya tidaklah mudah proses pembuatan topeng Bukung akan berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. dimana sebelum sebuah batang kayu gabus (Palawi) diambil, maka yang mengambil terlebih dahulu menyampaikan niatnya yang tulus dan iklas untuk mengambil bagian kayu tersebut untuk dijadikan sebuah topeng Bukung. Adapun proses pelaksanaan upacara Kinyah Bukung yang selalu dilaksanakan setiap ada umat Hindu Kaharingan yang meninggal dunia yaitu selalu diadakan pada malam hari, kecuali pada hari penguburan dimana para Bukung yang datang ikut mengantar jenazah ke kuburan. Pola gerak Kinyah Bukung biasanya akan mengikuti pola gerak dari masing-masing bukung tersebut, seperti : 1) Bukung Kambe; 2) Bukung Kahayan yaitu berbentuk manusia; 3) Bukung Naga berbentuk Kepala Naga; 4) Bukung Bukung Kambe Rawit berbentuk Hantu; 5) Bukung kapatung berbentuk manusia 6) Bukung Bukung burung yaitu berbentuk burung; ; 7) Bukung Langgar yaitu berbentuk binatang gajah ; 8) Bukung Kinyak yaitu berbentuk orang yang dilumuri tanah liat; 9) Bukung Tambalui Lahar yaitu berbentuk Kuyang.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Pelaksanaan Basarah di Desa Tubang Gaei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan

2020•Koleksi Perpustakaan

Penanaman Nilai-Nilai pendidikan dalam melaksanakan Basarah merupakan penanaman yang sangat penting. Penanaman Nilai-nilai dalam melaksakan Basarah tersebut yaitu sebagai berikut: Ketua Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan adalah pemimpin bagi umat Hindu Kaharingan yang berada di Desa tersebut. Yang mana sudah diberikan tugas dan tanggung jawab untuk memimpin umat. selain majelis kelompok, tenaga penyuluh tersebut, melakukan penanaman terhadap pelaksanaan Basarah misalkan Basarah di tempat balai dan di tempat orang meninggal (Basarah Ampung). Sehingga dengan adanya permasalahan diatas penulis tertarik untuk mengkaji: 1.Bagaimana Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu di Desa Tumbang Gaei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan. 2.Bagaimana Peran pengurus Lembaga Agama Hindu pada pelaksanaan Basarah di desa tumbang gaei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan. 3. Bagaimana Implikasi Penanaman Nilai-Nmilai Pendidikan Agama Hindu di Desa Tumbang Gaei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.Tujuan umum mengacu pada judul. 2.Tujuan Khusus yaitu untuk mengetahui tentang penanaman Nilai-Nilai, Pendidikan Agama Hindu dan untuk mendapatkan gambaran tentang penanaman Lembaga agama Hindu di Desa Tumbang gaei kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan. Metode yang digunakan dalam ini adalah kualitatif, Teknik penentuan informan yang digunakan adalah Proposive Sampling yang terdiri Ketua Majelis, tokoh-tokoh agama Hindu, dan umat yang beragama Hindu di Desa Tumbang Gaei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan. Jenis dan sumber data yaitu: data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya dianalisis dengan teknis analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Berdasakan Hasil penelitian: Bagaimana penanaman nilai-nilai pendidikan agama Hindu pada pelaksanaan Basarah di Desa Tumbang Gaei Kecamatan Bukit Raya kabupaten katingan. .2. bagaimana peran pengurus lembaga Hindu, dalam penanaman nilai-nilai pendidikan agama Hindu pada pelaksanaan Basarah di Desa Tumbang Gaei. 3. Implikasi penanaman nilai-nilai pendidikan agama Hindu pada pelaksanaan Basarah di Desa Tumbang Gaei kecamatan Bukit Raya Kabupaten katingan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pelaksanaan Pembelajaran Agama Hindu Pada Era New Normal Di SMKN 1 Palangka Raya Kalimantan Tengah

2020•Koleksi Perpustakaan

Pendidikan berlangsung sepanjang zaman sesuai dengan perkembangan dan situasi terjadi saat ini kejadian yang luar biasa yang melanda dunia yaitu pandemi Covid-19, proses pembelajara menjadi berubah dari tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh dengan daring, luring dan kombinasi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Tujuan Penelitian, tujuan umum dan tujuan khusus. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumen, dianalisis mengunakan deskritif kualitatif. Perencanaan pembelajaran agama Hindu secara daring pada era new normal adalah menyiapkan kurikulum untuk sekolah menengah kejuruan untuk kondisi khusus, silabus, kalender pendidikan, jadwal pelajaran dan RPP daring, sarana belajar daring seperti handphone android, leptop dan materi pelajaran. Perencanaan pembelajaran secara luring pada era new normal adalah menyiapkan RPP luring, materi pelajaran, sarana belajar berupa alat komunikasi seperti handphone, radio, televisi dan buku paket. perencanaan pembelajaran secara kombinasi pada era new normal adalah menyiapkan RPP kombinasi, sarana berupa jaringan internet. Pelaksanaan pembelajaran agama Hindu secara daring pada era new normal adalah pendahuluan: mengucap salam, berdoa, mengisi daftra hadir, menyampaikan tujuan pembelajaran melalui googleclassroom. Kegiatan inti: mengamati, menanya, menggali informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan. Kegiatan penutup: membuat kesimpulan, melakukan refleksi, melakukan evalusi pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran agama Hindu secara luring adalah pendahuluan: berdoa, menyiapkan dan menginformasikan materi pelajaran dalam bentuk buku paket dan lembar kerja, memotivasi peserta didik.Kegiatan inti: memberikan kesempatan kepada peserta didik/orang tua untuk menanyakan hal-hal yang belum di pahami berkaitan dengan materi, tugas melalui telephone seluler penutup: berdoa setelah belajar luring.Pelaksanaan pembelajaran agama Hindu sacara kombinasi adalah pendahuluan: salam, berdoa, mengisi daftar hadir, menyampaikan tujuan pembelajaran, materi pembelajaran melalui googleclassroom atau mengambil materi berupa buku paket, lembar kerja peserta didik kesekolah dengan jadwal yang sudah ditentukan dan memperhatikan protokol kesehatan. Kegiatan inti: mengamati, menanya, menginformasikan, mengasosiasi, komunikasikan melalui googleclassroom/handphone. penutup: membuat rangkuman atau kesimpulan pelajaran, refleksi, mengirimkan foto hasil kegiatan lembar kerja peserta didik atau menyetorkan tugas kesekolah, evalusi pembelajaran dengan kuis atau lembar kerja peserta didik, berdoa sebelum menghakhiri pelajaran.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Dandang Tingang dalam Basarah Hindu Kaharingan Di Desa Sabaung Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)

2020•Koleksi Perpustakaan

Agama Hindu yaitu bersifat fleksibel dan universal memberikan keleluasan dan kemudahan kepada umat Hindu untuk melaksanakan ajaran Hindu sesuai dengan Desa Kala Patra. Desa artinya sebuah tempat di mana umat Hindu itu berada, Kala artinya waktu dan Patra artinya keadaan. Seperti yang ada di Kalimantan Tengah, memiliki cara beribadah yang berbeda dengan Umat di daerah yang lain. Cara beribadah umat Hindu Kaharingan di sebut Basarah. Pelaksanaan Basarah memiliki etika dan norma dalam pelaksanaannya. Salah satu hal penting dalam Basarah adalah adanya sarana bulu ekor Tingang atau yang disebut Dandang Tingang. Dandang Tingang memiliki makna yang penting dalam persembahyangan Basarah. Sehingga umat Hindu Kaharingan saat ini masih banyak belum memahami nilai-nilai yang terkandung pada Dandang Tingang yang digunakan dalam Basarah. Hal tersebut tentunya akan mempengaruhi tingkat pemahaman dan kesadaran dalam pelaksanaan Basarah, yang kemudian berdampak pada kualitas keyakinan/sradha. Berdasarkan uraian tersebut, rumusan masalah yang diangkat penulis yaitu: 1) Bagaimana pemahaman Umat Hindu Kaharingan terhadap penggunaan Dandang Tingang dalam Basarah di Desa Sabaung Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan Perspektif pendidikan Agama Hindu? 2) Apa nilai-nilai pendidikan Agama Hindu yang terkandung pada Dandang Tingang dalam Basarah di Desa Sabaung Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan Perspektif pendidikan Agama Hindu? 3) Bagaimana Implikasi nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu pada Dandang Tingang dalam Basarah di Desa Sabaung Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan Perspektif pendidikan Agama Hindu? Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian deskriftif kualitatif, Jenis sumber data penelitiann yaitu sumber data primer dan sekunder, teknik penentuan informan yaitu teknik Purposive. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian dimulai tanggal 20 Juli sampai 20 Agustus 2020, dengan hasil penelitian yang diperoleh yaitu Pemahaman Umat Hindu Kaharingan terhadap penggunaan Dandang Tingang dalam Basarah di Desa Sabaung Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan Perspektif pendidikan Agama Hindu berdasarkan hasil wawancara bahwa sebagai salah satu sarana Basarah dan dijadikan sebagai perantara permohonan dan ucapan syukur kepada Ranying Hatalla. Nilai-nilai pendidikan Agama Hindu yang terkandung pada Dandang Tingang dalam Basarah yaitu Nilai tatwa, nilai etika dan nilai upacara. Implikasi nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu pada Dandang Tingang dalam Basarah yaitu dengan menerapkan tiga komponen Tri Hita Karana itu meliputi hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan (Parhyangan), hubungan yang harmonis antara manusia dengan manusia (Pawongan), dan hubungan yang harmonis antara manusia dengan alam lingkungan (Palemahan)

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi Umat Hindu Dalam Pelaksanaan Basarah Di Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya

2020•Koleksi Perpustakaan

Dalam agama Hindu mengenal tentang tiga kerangka dasar yaitu tattwa, etika dan upacara. Pelaksanaan upacara inilah yang membedakan agama Hindu dengan agama lainnya, karena agama Hindu lebih dominan kedalam pelaksanaan upacara yaitu sebagai bentuk implementasi ajaran tattwa dan etika secara nyata. Sama halnya dengan hari raya Saraswati yang dilaksanakan oleh umat Hindu sebagai bentuk pemujaan kepada dewi Saraswati dan memperingati hari turunnya ilmu pengetahuan. Partisipasi umat Hindu sangat penting demi kelangsungan pelaksanaan hari raya Saraswati terutama pesembahyangan yang dilakukan pada saat pagi hari. Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yang akan dibahas antara lain : (1) Faktor-Faktor apa saja yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan Basarah di desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya? (2) Bagaimana upaya pembinaan yang dilakukan untuk meningkatkan partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan Basarah di desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya?. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan Basarah di desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya, (2) untuk mengetahui upaya yang dilakukan untuk meningkatkan partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan hari raya Saraswati di desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Deskriptif Kualitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya. Sumber data penelitian ini adalah ketua PHDI, guru agama Hindu, Penyuluh agama, Pemangku, masyarakat Hindu dan dokumen desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori Fungsionalisme dan teori Religi. Metode yang digunakan untuk menumpulkan data adalah metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode analisis deskriptif kualitatif dengan langkah reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan Basarah. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan Basarah yaitu waktu pelaksanaannya, kesibukan, kurangnya kesadaran, kurangnya pengetahuan, kurangnya rasa memiliki, anggapan bahwa hari raya Saraswati kurang penting dan lebih fokus terhadap persembahyangan di Balai masing-masing. Sedangkan upaya pembinaan yang harus dilakukan adalah melakukan pembinaan, melakukan rembug sastra, memotivasi diri sendiri, melakukan komunisadi dengan pemuka agama, penyuluh agama dan guru agama Hindu.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Minat Belajar Siswa Terhadap Pembelajaran Seni Budaya SMAN-1 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau

2020•Koleksi Perpustakaan

Perkembangan jaman semakin pesat dalam ilmu pengatahuan dan teknologi. Kemajuan dan perkembangan yang terjadi dalam masyarakat, mengakibatkan peningkatan upaya pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahi bagaimana tujuan : (1) Bagaimanakah minat belajar siswa terhadap mata pembelajaran seni budaya di SMAN-1 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau ? (2) Apakah faktor-faktor yang menjadi penghambat minat belajar siswa terhadap pembelajaran seni budaya di SMAN-1 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau ? (3) Bagaimanakah upaya meningkatkan minat siswa dalam belajar seni budaya di SMAN-1 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau ? khususnya dalam upaya memberika ilmu pengetahuan tentang minat belajar siswa terhadap pembelajaran seni budaya. Medote yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode yang didasarkan atas kenyataan yang berlangsung sekarang dimana data-data yang mula-mula dikumpul dan disusun, kemudian dijelaskan serta dianalisis, di dalam penelitia. Dari analisi data tersebut dapat disimpulkan bahawa: (1) minat belajar siswa terhadap mata pelajaran seni budaya di SMAN-1 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau dalam mengetahui minat belajar siswa guru minat belajar siswa terhadap pembelajaran seni budaya sangat kurang karena siswa-siswi masih kurang percaya diri dalam mengasah kemampuan dan pengetahuan yang di miliki di bidang seni budaya. (2) faktor-faktor yang menjadi penghambat minat belajar siswa terhadap pembelajaran seni budaya di SMAN-1 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau yang menjadi faktor penghambat minat belajar siswa merupakan kendala yang dihadapi seorang siswa yang masih kurang minat niat belajar atau motivasi dalam dirinya (3) upaya meningkatkan minat siswa dalam belajar seni budaya di SMAN-1 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau Upaya seorang guru khusunya guru mata pelajaran seni budaya didalam meningkat minat pelaksanaan proses pembelajaran tentunya sangat besar sekali, dimana guru agama seni budaya bertidak sebagai pendidik, pengajar, pembimbing dan pelatih yang harus dipedomani oleh para siswa disekolah

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Kendala Siswa dalam Mata Pelajaran Seni Budaya di SMAN 1 Marikit Kabupaten Katingan

2020•Koleksi Perpustakaan

Skripsi ini bertujuan untuk mengkaji tentang Kendala yang terjadi pada Siswa dalam Mata Pelajaran Seni Budaya di SMAN 1 Marikit. Siswa di SMAN 1 Marikit mengalami kesulitan dan hambatan dalam memahami dan menerima Mata Pelajaran Seni Budaya yang disampaikan oleh guru, oleh karena itu perlu mengkaji tentang: (1) pembelajaran siswa dalam Seni Budaya di SMAN 1 Marikit Kabupaten Katingan (2) Kendala Siswa dalam Mengikuti Pembelajaran Seni Budaya di SMAN 1 Marikit Kabupaten Katingan (3) Upaya yang dilakukan dalam mengatasi Kendala Siswa dalam Mata Pelajaran Seni Budaya di SMAN 1 Marikit Kabupaten Katingan. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode kualitatif. Penentuan informan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori Behavioristik, teori Kendala, dan teori Motivasi Belajar. Hasil penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori: (1) Pada pembedahan rumusan masalah yang nomor satu menggunakan teori Behavioristik (2) pada rumusan masalah yang ke-dua menggunakan teori Kendala (3) pada rumussan masalah nomor tiga menggunakan teori motivasi belajar. Hasil penelitian yang dikaji berdasarkan teori yang digunakan adalah: (1) sistem pembelajaran pada Mata Pelajaran Seni Budaya masih belum menggunakan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan bahan ajar yang digunakan hanya satu bahan ajar saja yakni buku paket Seni Budaya; (2) guru hanya menggunakan metode ceramah, metode diskusi, dan metode tanya jawab saja, belum tersedianya alat-alat atau media yang digunakan untuk melakukan praktek, media yang digunakan hanya spidol dan papan tulis saja. Guru yang mengajar Mata Pelajaran Seni Budaya merupakan tidak berlatar belakang dari pendidikan Seni. Keadaan ruang kela yang masih belum efektif. Kurangnya kreativitas guru dalam mengajar; (3) adapun upaya yang dilakukan adalah kepala sekolah udah menanyakan tentang silabus kepada Dinas Pendidikan namun masih belum ada respon. Guru Seni Budaya menanyakan pada sekolah lain yang mungkin mempunyai silabus agar bisa menyusun RPP. Kepala sekolah jjuga sudah mengusulkan untuk pengadaan alat-alat atau sarana prasarana agar bisa digunakan pada saat praktek. Kepala sekolah sudah mengupayakan untuk memperbanyak bahan ajar Mata Pelajaran Seni Budaya

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Upacara Pesiwah Pada Umat Hindu Dayak Lawangan Di Desa Salikung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong

2020•Koleksi Perpustakaan

Skripsi ini mengkaji tentang Nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam upacara Pesiwah pada umat Hindu dayak lawangan di Desa Salikung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. Fenomena yang terjadi dalam upacara Pesiwah masih kurangnya keterlibatan generasi muda sehingga sehingga minimnya pengetahuan akan pelaksanaannya termasuk nilai-nilai yang terkandung pada upacara Pesiwah, berkaitan dengan pendidikan keagamaan. (1) Bagaimanakah pelaksanaan upacara Pesiwah pada umat Hindu Dayak Lawangan di Desa Salikung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. (2) Apa saja Nilai-nilai Pendidikan agama Hindu dalam upacara Pesiwah pada umat Hindu Dayak Lawangan di Desa Salikung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. Adapun tujuan yang ingin dicapai yaitu, untuk mengkaji dan menganalisis nilai-nilai pendidikan agama Hindu seperti nilai pendidikan Tattwa, Susila dan Upacara yang dikenal dengan Tiga kerangka dasar agama Hindu, guna memperkaya keilmuan agama terkhususnya pelaksanaan upacara Pesiwah. Teori yang digunakan 1) Teori Fungsinalisme Struktural 2) Teori Nilai. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik penentuan informan dalam penelitian ini adalah Snow Ball dalam pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi. Berdasarkan analisis data penelitian yang landasi teori atau konsep dapat disimpulkan bahwa: (1) Upacara Pesiwah merupakan upacara melepas Pali sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur atas panen yang telah didapat dan dipersembahkan melalui upacara Pesiwah ditujukan kepada Tuhan beserta manifestasi-Nya. Tahap Pelaksanaan upacara Pesiwah terbagi menjadi tiga tahap yaitu meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap akhir, untuk persiapan diantaranya, biaya, waktu, tempat, Besaruan (mengundang), sarana prasarana, membuat Anshak, memasak Lamang, serta menata persembahan, sedangkan untuk pelaksanaan meliputi menghidupkan Damuan sebagai pemberitahuan bahwa ritual akan dimulai, Sempuri bercerita asal musal Pesiwah, permbersihan sarana dan prasarana, dan yang terakhir menghaturkan persembahan kepada Tuhan dan para manifestasi-Nya, dan tahap akhir yaitu makan bersama dan penyerahan Tembai kepada Balian. (2) Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam upacara Pesiwah adalah: Nilai pendidikan Tattwa, Nilai Pendidikan Susila/etika serta Nilai Pendidikan Upacara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Upaya Pelestarian Seni Musik Tradisional Kacapi Pada Masyarakat Didesa Doan Arung Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya

2020•Koleksi Perpustakaan

Dalam kehidupan masyarakat, khususnya diKalimantan Tengah juga sering kita saksikan alat musik tradisional Kacapi yang ditampilkan dalam suatu kegiatan masyarakat untuk menyambut kedatangan tamu, perayaan yang bersiapan hiburan sesuai dengan tradisi masyarakat setempat, dan juga ditampilkan dalam suatu pertujukan seni budaya. Memperhatikan ketersediaan bahan yang semakin berkurang, kemampuan membuat, kemampuan memainkan serta lemahnya promosi terhadap Kacapi tersebut, sehingga dipandang perlu dilakukan upaya pelestariannya. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana Upaya Pelestarian dan apakah Faktor-fator Penghambat Pelestarian Seni Musik Tradisional Kacapi Pada Masyarakat Di Desa Doan Arung Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya. Tujuan penulis ini untuk mengatahui upaya pelestarian seni musik tradisional Kacapi, dan faktor-faktor penghambat dalam pelestarian seni musik kacapi tersebut. Teori yang digunakan untuk mengnalisis rumusan masalah adalah Teori Upaya dan Teori Penghambat. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan teknik analisis data. Teknik penentuan informan yang digunakan yaitu teknik Purposive. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Upaya Pelestarian Seni Musik Tradisional Kacapi Pada Masyarakat Di Desa Doan Arung Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya dilakukan dengan; (1) menjaga dan melestarikan bahan pembuatan kacapi yakni Pohon Jelutung, Ulin dan Rotan dengan telah menjadikan bahan tersebut sebagai Tumbuhan Adat, (2) mempertahankan cara membuat Kacapi yang meliputi cara membuat/ Nguan Bangkan Kacapi,Nguan Kulok Kacapi dan Ngodulunt Uwoi, (3) mempertahankan cara bermain Kacapi yakni dengan mempelajari cara menyetem dan mengenal tangga nada dalam bermain Kacapi, serta melalui pemahaman lagu daerah dayak Siang Murung, (4) melakukan upaya promosi melalui kegiatan hiburan masyarakat pada saat acara hajatan, perkawinan, dan sebagainya. Sementara Faktor-Fator Penghambat Pelestarian Seni Musik Tradisional Kacapi Pada Masyarakat Di Desa Doan Arung Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya antara lain; (1) masih membudayakan kehidupan dengan cara food gathering (mengambil tumbuhan bahan pembuatan kacapi dari alam) dan belum melakukan membudayakan kehidupan food producing (menanam tumbuhan yang menjadi bahan pembuatan Kacapi) sehingga akan mengancam ketersediaannya dikemudian hari, (2) terbatasnya seniman yang bisa membuat Kacapi, terutama dalam hal pembuatan Bangkan Kacapi dan Ngodulunt Uwoi, (3) susahnya cara bermain Kacapi, baik cara menyetem ataupun cara mengenal tangga nada karena Kacapi tidak dilengkapi dengan Frets (kolom tangga) seperti yang dimiliki oleh gitar, dan harus memahami lagu daerah pada masyarakat setempat, (4) mengalami kendala dalam mempromosikan alat musik tradisional Kacapi karena masyarakat Desa Doan Arung masih belum memahami Teknik Marketing yang memadai.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMKN 1 Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas

2020•Koleksi Perpustakaan

Proses pembelajarante ntunya menumbuh dan mengembangkan pendidikan yang bermuthu diperlukan proses belajar yang baik, agar mutu pendidikan lebih baik. Diharapkan proses belajara yang lebih efektif dan efisen.Sehingga semakin tinggi mutu pendidikan, diharapkan semakin baik hasil belajarnya dan semakin banyak masalah belajar yang dialami memungkinkan semakin tinggi peroleh hasil belajarnya. Berdasakan latar belakang diatas, maka penelitian ini ada tiga permasalahan yang dibahas yaitu:(1)Bagaimanakah Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMKN 1 Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas,(2)Apa Upaya Yang Dilakukan Oleh Guru Agama Hindu Di Dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMKN 1 Mihing Raya, (3) Kendala Apakah Yang Dirasakan Oleh Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Pelaksanakaan Pembelajaran Agama Hindu Di SMKN 1 Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas. Tujuan umum dari penelitian ini yaitu untuk memahami bagaimana proses pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMKN 1 Miihing Raya Kabupaten Gunung Mas. Memahami bagaimana proses pembelajaran pendidikan agama Hindu yang lebih baik. Sehingga secara otomatis akan membuat pradigma mengajar guru dari yang bersifat teacher centred (berpusat pada siswa) mengetahui bagaimana faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : (1) Teori Kontrukvisme dari Yamin, (2) Teori Kognivisme dari Jerome Bruner, (3) Teori Humanistik dari Carl R.Rogers. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data data adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang sudah diperoleh dianalisis dengan metode diskkriptif kualitatif dengan langkah yaitu,reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun lokasi penelitian dilaksanakan di SMKN 1 Mihing Raya kabupaten Gunung Mas. Berdasrkan judi penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif. Dari analisis data diatas dapat disimpulkan,(1)Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu sangat penting dan wajib bagi peserta didik yang dimana bertujuan untuk menumbuh kembangkan dan meningkatkan Sradha dan Bhakti siswa terhadap Ida Sanghyang Widhi Wasa melalui pelatihan penghayatan dan pengalaman ajaran agama Hindu,(2) Peran guru dalam proses pembelajaran adalah menjadi fasilitator bagi para siswa, memberikan motivasi,sebagai evaluator atau guru yang memberikan penilaian untuk mengetahui apakah tujuan yang telah dirumuskan tercapai atau tidak dan kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan siswa

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Penyelesaian

2020•Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Rundapano, 2020 Dampak penerapan undang-undang nomor 32 Tahun 2009 Terhadap sitem pertanian ladang berpindah di desa Benao Hilir kecamatan Lahei Barat kabupaten Barito Utara, Skripsi Strata satu Program Studi Hukum Agama Hindu Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, pembimbing I Mariatie S.Ag., M.Si, Pembimbing II Sri Kayun SH., M.Si Setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah tentunya ada memiliki dampak di dalam kehidupan masyarakat seperti halnya dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Terhadap Sistem Pertanian Ladang berpindah. Masyarakat Kalimantan Tengah telah lama mengenal pembukaan lahan ladang berpindah dengan kearifan lokal suku dayak yang bertujuan untuk melestarikan keaneka ragam hayati, diladang petani menanam benih-benih lokal seperti mentimun, singkong, labu karet dan sayuran. Masyarakat membuka lahan pertanian dengan cara tebang, bakar, namun masyarakat petani yang berada di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat tidak semena-mena atau membabi buta dengan lahan. Masyarakat petani mengunkan beberapa tahap seperti, menebang pohon, membersihkan pinggir-pinggir ladang, penanaman benih padi, agar nantinya tidak berdampak bagi ekosistem habitat hewan, tumbuhan dan bagi masyarakat juga. Berdasarkan hal tersebut rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:(1). Bagaimana dampak dari penerapan undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 Terhadap sistem pertanian ladang berpindah di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara?, (2). Bagaimana Upaya pemerintah untuk melestarikan sistem pertanian ladang berpindah di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara?. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Perlindungan Hukum dan teori Efektivitas Hukum jenis penelitian ini adalah penelitian kualintatif dengan mengambil lokasi penelitian di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara, sedangkan guna mendapatkan data yang valid, peneliti menggunakan teknik Obvservasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun yang menjadi informan penelitian ini ialah Masyarakat petani dengan sistem pertanian ladang berpindah sebagai Kunci utama dan kepala Desa. Hasil analisa yang dapat diperoleh sistem pertanian ladang berpinndah yaitu masyarakat peladang masih kuat kearifan lokal berladang dengan sistem berpindahpindah dan hal tersebut menjadi budaya masyarakat Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Kata kunci : Dampak penerapan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Terhadap sistem pertanian ladang berpindah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing

2020•Koleksi Perpustakaan

Skripsi ini mengkaji Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing suasana belajar di kelas kadang proses belajar siswa terhambat karena apa yang dijelaskan lain dari materi yang dicatat oleh siswa. Berdasarkan dari latar belakang tersebut, Skripsi ini mengkaji tentang (1). Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing (2) Kendala Atau Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penentuan informan teknik purposive. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dekomentasi. Teknik analisis data yang dilakukan melalui empat tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hal penelitian ini dikajikan dengan teori peran, teori Behaviorisme. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: (1) Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing, yang di lakukan Selaku guru mata pelajaran Agama Hindu dalam pelaksanakan evaluasi pembelajaran guru melaksanakan evaluasi yaitu evaluasi formatif digunakan unruk mengevalusai kemajuan belajar siswa selama berlangsungnya proses belajar menjagar disekolah, evaluasi sumatif adalah penilaian yang dilakukan pada akhir dari suatu unit kegiatan belajar mengajar tertentu (cawu/semester) yang bertujuan untuk mengambil keputusan tentang berhasil (lulus) atau gagalnya (tidak lulus) suatu proses pembelajaran, (2) Kendala Atau Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing yaitu Faktor penghambat evaluasi ini kesulitan guru dalam menyesuaikan kurikulum, karena di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing Berlaku Kurikulum K13, jadi dari KTSP ke Kurikulum K13, harus ada penyesuaian-penyesuaian banyak terjadi perubahan dalam hal evaluasi ini jadi kesulitan guru pada penyesuaian evaluasi, untuk K13 guru juga kerepotan yaitu karena katerian pelajaran terlalu banyak tagihan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERAN PASRAMAN NYAI INAI MANGUT DALAM PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI DESA SEI HANYO KECAMATAN KAPUAS HULU KABUPATEN KAPUAS

2020•Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK SRI BUMBUNG, 2020. Peran Pasraman Nyai Inai Mangut dalam pendidikan Agama Hindu Kaharingan di Desa Sei Hanyo Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapusas, Skripsi Jurusan Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyan Palangka Raya. Pembimbing (I) Dr. Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,MA Pembimbing (II) Komang Suarta, S.Ag,.M.Si Dalam penelitian ini yang melatar belakangi adalah untuk mengetahui tentang peran Pasraman Nyai Inai Mangut dalam pendidikan Agama Hindu Kaharingan di Desa Sei Hanyo Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas karena kuranya guru agama hindu di sekolah formal sehingga kurangnya pengetahuan peserta didik tentang pendidikan agama Hindu Kaharingan, pasraman Nyai Inai Mangut Berperan sebagai tempat memberikan nilaia-nilai ketuhanan, motivasi, fasilitator Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Tujuan umum mengacu kepada judul 2) Tujuan Khusus mengacu kepada Rumusan masalah Adapun masalah dalam penelitian ini Pendidikan di pasraman Nyai Inai Mangut terdapat beberapa masalah permasalahan 1) Bagaimana Peran Pasraman Nyai Inai Mangut dalam Proses ajaran Agama Hindu Kaharingan dipasraman, 2) Apakah kendala-kendala belajar pendidikan Agama Hindu Kaharingan di Pasraman Nyai Inai Mangut Teori yang di gunakan pada penelitian ini yaitu: 1) Teori peran, 2) Teori humanisme pendidikan 3) Teori Pendidikan Hindu 4) Teori Kendala Dalam penelitian ini Metode di gunakan yaitu metode Kualitatif dengan Teknik penetuan informan Purposive yang terdiri dari Ketua Pasraman, guru-guru Pasraman dan siswa pasraman selain itu penelitian ini menggunakan jenis dan sumber data yaitu data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi untuk Teknik analisa data terdiri dari pengumpulan informasi data, Reduksi data, Penyajian data, dan menarik Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bertempat di Pasraman Nyai Inai Mangut di Desa Sei Hanyo Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas, Peran pasraman Nyai Inai Mangut adalah tindakan/aktivitas yang dilakukan/ dijalankan oleh.ketua pasraman dan guru-guru terkait dengan Rumusan masalah yang ke satu (1) sebelum melaksanakan aktivitas belajar mengajar terlebih dahulu dilakukan persambahyangan Basarah kemudian dilanjutkan dengan proses belajar mengajar Kendala yang di hadapai oleh guru dan siswa dalam proses belajar mengajar di pasraman Nyai Inai Mangut yaitu Kendala sarana dan pra sarana yang tidak menunjang belum adanya pembangunan ruangan khusus pasraman untuk saat ini masih belajar di balai Basarah, kendala pada guru kuranya pengetahuan guru dalam hal memberikan materi, kendala pada peserta guru di hadapkan dengan sejumlah karakteristik siswa yang beraneka ragam ada siswa yang dapat menempuh pendidikan secara lancar, namun disisilain ada pula siswa yang mengalami kesulitan yang bersipat Psikologis dan sosiologissehingga menyebabkan presrtasi belajar siswa yang di capai kurang maksimal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UPACARA BOBANTAN LAMAN MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI DESA KUBUNG KECAMATAN DELANG KABUPATEN LAMANDAU (PERSPEKTIF PENDIDIKAN HINDU)

2020•Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK LILIN ULAN DARI, 2020 Upacara Bobantan Laman Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Kubung Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau (Perspektif Pendidikan Hindu) Skripsi. Staratan Satu. Fakultas Dharma Acarya. Progra Studi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr.Derson,S.Ag., M.Ag Dan Dosen Pemimbing II Suwito S.Ag., M.Si Upacara Bobantan Laman adalah yang dianggap masih memiliki nilai-nilai yang cukup relevan bagi masyarakat Desa Kubung dilaksanakan setiap tahun sekali dilaksanakan pada tanggal 7 juli oleh umat Hindu Kahringan Kabupaten Lamandau upacara Bobantan tentu memiliki makna nilai-nilai pendidikan didalamnya, Adapun rumusan masalah didalam penelitian ini adalah 1.bagaimana latar belakang pelaksanaan upacara Bobantan Laman umat Hindu Kaharingan di Desa Kubung Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau? 2. apakah makna pelaksanaan upacara Bobantan Laman umat Hindu Kaharingan di Desa Kubung Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau? 3.apakah nilai-nilai yang tekandung dalam upacara Bobantan Laman umat Hindu Kaharingan di Desa Kubung Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau? Tujuan penelitian ada tiga yaitu untuk mengetahui bagaimana latar pelaksanaan upacara Bobantan Laman di Desa Kubung Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau untuk mengetahui makna yang terkandung dalam upacara Bobantan Laman dan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan agama Hindu yang terkandung di dalam upacara Bobantan Laman masyarakat Hindu Kaharigan Desa Kubung Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau. Konsep yang digunakan adalah upacara Bobantan Laman teori yang digunakan yaitu teori religi,teori makna, teori fungsionalisme struktural Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengunakan metode Deskriptif kualitatif, yakni suatu metode yang diharapkan mampu memberikan gambaran dari suatu proses atau kejadian maupun peristiwa yang terjadi secara faktual dan akurat mengenai suatu fenomena. Metode penelitian yang digunakan dimaksud adalah merupakan sebuah cara, hal ini sesuai dengan pendapat yang menyatakan metode adalah : Cara yang tepat mengunakan atau melakukan penelitaian, sedangkan penelitian adalah merupakan suatu kegiatan dalam rangka mencari, mencatat, merumuskan sekaligus menganalisis sampai dengan penyusunan akhir laporan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa upacara Bobantan Laman adalah merupakan wujud sradha dan bhakti kepada Sangiang Duato (Tuhan Yang Maha Esa ) Sagar bertujuan mendapatak perlindungan, hidup damai dan tentram.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Seni Bela Diri Lawang Sakepeng Pada Pemuda Hindu Kaharingan Di Desa Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas

2020•Koleksi Perpustakaan

Pendidikan seni budaya merupakan aspek yang sangat penting khusususnya untuk generasi muda sebagai penerus bangsa. Pada hakikatnya seni adalah unsur budaya yang dapat memberikan dukungan terhadap kemajuan budaya yang ada di desa Timpah. Jenis kesenian yang ada di desa Timpah sangat beragam keragaman dipengaruhui oleh latar belakang timbulnya kesenian itu dan kondisi masyarakat pendukungnya. Salah satu seni bela diri Lawang Sakepeng yang dimainkan pada saat acara pernikahan dan penyambutan tamu yang memiliki pesan nilai keindahan proses dan fungsi bagi masyarakat desa Timpah. Seni bela diri Lawang Sakepeng yang ada di desa Timpah hanya didominasi oleh pemuda Hindu saja, itupun hanya beberapa pemuda yang melatih diri dan mau belajar seni bela diri, dalam pelatihan seni bela diri Lawang Sakepeng, pemuda Hindunya masih kurang mengerti dan memahami makna proses, fungsi dan nilai yang ada dalam Lawang Sakepeng karena kebanyakan pemuda lebih Hindu dominan di seni budaya lainnya seperti seni tari dan musik sehingga seni bela diri Lawang Sakepeng kurang ditonjolkan. Fenomena pemuda Hindu Kaharingan di desa Timpah hendaknya dikaji secara mendalam untuk dapat diketahui permasalahannya. Berdasarakan itu peneliti mengkaji permasalahan dengan merumuskan masalah yakni: 1). Bagaimanakah proses pelaksanaan seni bela diri Lawang Sakepeng pada pemuda Hindu Kaharingan di desa Timpah?; 2). Apakah fungsi seni bela diri Lawang Sakepeng pada pemuda Hindu Kaharingan di desa Timpah ?; 2). Apakah nilai-nilai seni bela diri Lawang Sakepeng pada pemuda Hindu Kaharingan di desa Timpah?. Penelitian ini tentu mempunyai tujuan dan manfaat yang hakikatnya untuk meningkatkan keilmuan dan meningkatkan sumber daya manusia pemuda Hindu Kaharingan yang lebih baik. Untuk memahami dan mengkaji permasalahan disampaikan kajian pustaka konsep, teori dan model untuk menganalisis masalah yang menjadi target pembahasan. Sedangkan teori yang digunakan untuk mengkaji adalah teori fungsional struktural dan teori nilai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskripsi kualitatif dengan pendekatan penalaran indukatif, teknik informan purposif. Metode pemgumpulan data dengan observasi partisipan, wawancara tidak berstruktur dan studi dokumentasi, serta dilanjutkan dengan teknik analisis data untuk mendapatkan deskripsi penelitian yang lebih baik. Hasil penelitian menunujukan bahwa seni bela diri Lawang Sakepeng pada pemuda Hindu Kaharingan di desa Timpah sudah berdasarkan teori, hanya saja pemuda Hindu Kaharingan masih kurang mengerti dan memahami lebih dalam proses, fungsi dan nilai dari seni bela diri Lawang Sakepeng sesuai struktur dan fungsi masyarakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS PENYELESAIN KASUS KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI LUAR PENGADILAN DI DESA MARAWAN LAMA KECAMATAN DUSUN UTARA KABUPATEN BARITO SELATAN. (PERSPEKTIF ANTROPOLOGI HUKUM)

2020•Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Ifitriani, 2020 Efektivitas Penyelesain Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga Di Luar Pengadilan Di Desa Marawan Lama Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Budhi Widodo,SH.,MH Pembimbing (I) Dr. Ni Nyoman Rahmawati,S.Ag.,M.Si Pembimbing (II) Kekerasan dalam rumah tangga yang timbul diantara suami istri masih sering terjadi. Upaya untuk meminimalisir perilaku kekerasan dalam rumah tangga diautur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 untuk melindungi masyarakat dari segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga yang dialami pelaku dari kekerasan dalam rumah tangga mendapatkan sanksi yang tegas sehingga tidak terjadi lagi kekerasan dalam rumah tangga yang berakibat pada penderitaan anak dan istri dalam rumah tangga. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 3 (tiga) hal yaitu (1) Faktor – faktor apakah yang menyebabkan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Desa Marawan Lama Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan? (2) Bagaimana proses penyelesaian kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang efektif di Desa Marawan Lama Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan? (3) Bagaimana efektivitas penyelesan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Desa Marawan Lama Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan. Subjek penelitian adalah mantir adat, Tetua yang dituakan dalam keluarga, Kedua Orang Tua pelaku dan korban KDRT, Pelaku dan korban KDRT. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Data yang sudah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dan rancangan studi dengan langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi Dari analisis data tersebut maka dapat disimpulkan: 1) Faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Desa Marawan Lama Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan yaitu terdiri 2 faktor yaitu faktor internal (suami lebih berkuasa, faktor tanggung jawab, faktor perselingkuhan, faktor cemburu, faktor salah paham) dan faktor eksternal (faktor ekonomi, faktor adat istiadat,faktor gender) 2) Proses penyelesaian kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang efektif di Desa Marawan Lama Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan yaitu tahap laporan, tahap penyelesaian (pemanggilan pelaku KDRT, sidang adat) tahap keputusan pada tahap keputusan mantir adat mengumumkan hasil akhir dari sidang adat yang sudah mereka lakukan, jika seseorang yang sudah melakukan kekerasan dalam rumah tangga ingin kembali kepada istri dan keluarganya maka pelaku harus melakukan ritual saki palas dengan menggunakan beras, telor ayam kampung untuk membersihkan atau meneteralkan lingkungan 3) efektivitas penyelesan kasus kekerasan dalam runmah tangga yaitu dalam ruamah tangga ini tidak lagi terjadi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) agar didalam rumah tangga ini bisa hidup rukun dan harmonis lagi. Kata konci : Penyelesaian Kasus Kekersan Dalam Rumah Tangga

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Upacara Tantulak Bala Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Kelurahan Tehang Manuhing Kabupaten Gunung Mas

2020•Koleksi Perpustakaan

CAINA, 2020. Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Upacara Tantulak Bala Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Kelurahan Tehang Manuhing Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag dan Pembimbing II Suwito, S.Ag.,M.Si. Penelitian ini menganalisis tentang nilai-nilai pendidikan dalam upacara Tantulak Bala pada masyarakat Hindu Kaharingan di Kelurahan Tehang Kabupaten Gunung Mas, upacara Tolak Bala merupakan serangkaian kegiatan untuk mencegah dan menghindari dari berbagai macam bala serta ganguan-gangguan dari makhluk gaib peres/penyakit seperti penyakit yang datang secara tiba-tiba.. Pada dasarnya upacara ini telah menjadi tradisi yang tidak dapat ditinggalkan oleh masyarakat Hindu Kaharingan di Kelurahan Tehang, agar selalu dilestarikan dan melasanalan upacara Tantulak Bala dengan mempersembahkan babi dan ayam. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tata cara proses pelaksanaan upacara Tantulak Bala tentunya melalui beberapa hal seperti dasar pelaksanaan upacara, tujuan pelaksanaan upacara serta sarana dan prasarana upacara juga tata cara pelaksanaan upacara Tantulak Bala.Metode yang digunakan deskriptif kualitatif. Tempat penelitian ini adalah dilaksanakan di Kelurahan Tehang Manuhing yaitu dengan dipilihnya tempat penelitian ini karena mengingat upacara Tantulak Bala masih sering dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan setiap tahunnya khususnya di Kelurahan Tehang Manuhing. Dengan Teknik penentuan Informan adalah Purposive Sampling yakni Basir, Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan, dan tokoh masyarakat Hindu Kaharingan. Sumber data, yaitu primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara deskriptif kualitatif.Adapun Nilai-Nilai Pendidikan dalam Upacara Tantulak Bala Bagi Umat Hindu Kaharingan di Kelurahan Tehang Manuhing Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas, yaitu Nilai Sosial, Nilai Psikologis dan Pedagogis, Nilai Religius dan Nilai Intelektual dan Nilai Kecerdasan. Implikasi upacara ini dapat mempengaruhi kelangsungan hidup manusia baik atau buruknya. Dampak dari pelaksanaan upacara Tantulak Bala dapat dibedakan menjadi dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif, yaitu a) Manusia dapat dijauhkan dari peres/penyakit yang dapat mengancam kehidupan manusia di dunia ini; b) Manusia dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan damai, harmonis, tentram dan sejahtera; c) Manusia tidak mengalami kesusahan dalam hidupnya; dan d) Merasakan ketenangan setelah melakukan upacara Tantulak Bala. Kemudian dampak negatif, yakni: a) Manusia merasakan tidak aman dan gelisah akibat tidak melaksanakan upacara Tantulak Bala; b) Timbulnya sebuah penyakit berasal dari segala arah yang berbeda-beda baik dari dasar air, darat dan udara; dan c) Kurangnya kerjasama umat Hindu dalam melaksanakan upacara Tantulak Bala.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail