Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

13 hasil
Subjek: Tindakan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pembelajaran Teknik Titik Perspektif dalam Meningkatkan Kemampuan Menggambar Bentuk pada Siswa Kelas VII di SMPN 2 Palangka Raya

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pillmanto.2026. Pembelajaran Teknik Titik Perspektif Dalam Meningkatkan Kemampuan Menggambar Bentuk Pada Siswa Kelas VII di SMPN 2 Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Dr AA Gede Wiranata, S.Ag.,M.Ag. Pembimbing II Niwayan Sukraini, S.Pd.,M.Pd Pembelajaran Seni Budaya, khususnya pada materi menggambar bentuk, memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan visual, kreativitas, dan keterampilan artistik siswa. Namun, berdasarkan hasil observasi awal di kelas VII9 SMPN 2 Palangka Raya, kemampuan menggambar bentuk siswa masih tergolong rendah. Sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep perspektif, seperti menentukan garis horizon, titik hilang, dan garis proyeksi, sehingga hasil gambar yang dibuat masih tampak datar, kurang proporsional, dan belum menunjukkan kesan ruang serta kedalaman. Oleh karena itu, diperlukan suatu pembelajaran yang mampu membantu siswa memahami konsep perspektif secara lebih konkret melalui penerapan teknik titik perspektif. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-9 SMPN 2 Palangka Raya yang berjumlah 31 orang. Penelitian dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes praktik menggambar bentuk. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif komparatif untuk membandingkan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan pembelajaran teknik titik perspektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran teknik titik perspektif mampu meningkatkan kemampuan menggambar bentuk siswa. Pada tahap pratindakan, sebagian besar siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan rata-rata nilai sebesar 60. Setelah tindakan pada Siklus I, rata-rata nilai siswa meningkat menjadi 95 dengan tingkat ketuntasan klasikal mencapai 100% dari siswa yang mengikuti pembelajaran. Selain itu, aktivitas, keterlibatan, motivasi, dan kepercayaan diri siswa selama proses pembelajaran juga mengalami peningkatan. Dengan demikian, pembelajaran teknik titik perspektif terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan menggambar bentuk siswa kelas VII di SMPN 2 Palangka Raya.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Upaya Guru dalam Meningkatan Keaktifan Belajar Siswa Hindu Melalui Media Gambar di SD Negeri 2 Tampang Tumbang Anjir

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kristin Agustin (2200020). Pembimbing I: Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A. Pembimbing II: Yoppie, M.Pd.H. Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan belajar siswa Hindu kelas V dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu materi Catur Ashrama di SD Negeri 2 Tampang Tumbang Anjir. Hasil observasi awal menunjukkan rata-rata keaktifan kelas hanya mencapai 52,5% dengan ketuntasan klasikal 0%, disebabkan oleh dominasi metode ceramah satu arah dan belum pernah digunakannya media gambar dalam pembelajaran. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana upaya guru dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa Hindu melalui media gambar di SD Negeri 2 Tampang Tumbang Anjir. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif menggunakan model Yasmeen yang terdiri dari lima tahapan yaitu diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 4 siswa Hindu kelas V. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus pada tanggal 27 Juli hingga 4 Agustus 2026. Data dikumpulkan melalui lembar observasi keaktifan siswa yang memuat 5 indikator, lembar observasi upaya guru, jurnal harian guru, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media gambar berbasis karton meningkatkan keaktifan belajar siswa Hindu secara bertahap. Pada pra-siklus rata-rata keaktifan kelas mencapai 43,75% dengan ketuntasan 0% dalam kategori Kurang Aktif. Pada Siklus I meningkat menjadi 53,13% dengan ketuntasan 25% dalam kategori Kurang Aktif. Pada Siklus II meningkat menjadi 84,75% dengan ketuntasan 85%; F1, F2 dan F3 berada pada kategori Aktif/Sangat Aktif, sedangkan F4 berada pada kategori Kurang Aktif. Peningkatan rata-rata dari pra-siklus I sampai Siklus II mencapai 32,29%. Berdasarkan indikator keberhasilan yang ditetapkan, rata-rata kelas dan ketuntasan klasikal mencapai target akhir penelitian, tetapi data menunjukkan arah peningkatan yang konsisten setelah penggunaan media gambar.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Upaya Peningkatan Partisipasi Siswa Melalui Program Satu Anak Satu Peran Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Di Kelas IV SDN 3 Palangka

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lina. 2026. Upaya Peningkatan Partisipasi Siswa Melalui Program Satu Anak Satu Peran Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Di Kelas IV SDN 3 Palangka . Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Hendri, S.Ag., M.Si. Pembimbing II: Heri Kusuma Tarupay, S.S., M.Hum. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya partisipasi siswa kelas IV SDN 3 Palangka dalam proses pembelajaran. Sebagian siswa masih pasif, kurang berani mengemukakan pendapat, bertanya, maupun bekerja sama dalam kelompok sehingga pembelajaran belum berlangsung secara aktif dan merata. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan Program Satu Anak Satu Peran melalui model pembelajaran kooperatif pada siswa kelas IV SDN 3 Palangka; dan (2) meningkatkan partisipasi siswa melalui penerapan Program Satu Anak Satu Peran dalam model pembelajaran kooperatif. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan Program Satu Anak Satu Peran sebagai strategi yang diintegrasikan ke dalam model pembelajaran kooperatif sehingga setiap siswa memperoleh tanggung jawab yang jelas untuk berpartisipasi aktif selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas IV SDN 3 Palangka Tahun Pelajaran 2025/2026. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan teori konstruktivistik sebagai landasan dalam pelaksanaan pembelajaran karena menekankan keterlibatan aktif peserta didik dalam membangun pengetahuan melalui pengalaman belajar dan kerja sama kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Program Satu Anak Satu Peran melalui model pembelajaran kooperatif mampu meningkatkan partisipasi siswa pada setiap siklus. Peningkatan terlihat dari semakin banyaknya siswa yang aktif bertanya, menyampaikan pendapat, bekerja sama dalam kelompok, menjalankan tanggung jawab sesuai perannya, serta berani mempresentasikan hasil diskusi. Selain itu, suasana pembelajaran menjadi lebih aktif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan Program Satu Anak Satu Peran melalui model pembelajaran kooperatif efektif dalam meningkatkan partisipasi siswa kelas IV SDN 3 Palangka serta dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran untuk menciptakan proses pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan bermakna

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN METODE REWARD AND PUNISHMENT UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA HINDU DALAM KELAS BIMBINGAN ROHANI DI SDN 4 MENTENG PALANGKA RAYA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Medi. 2026. Penerapan Metode Reward and Punishment untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Hindu dalam Kelas Bimbingan Rohani di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: I Gede Dharman Gunawan, SH., M.Pd.H. Pembimbing II: Putu Cory Candra Yhani, S.Pd., M.Pd. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat kedisiplinan siswa Hindu dalam kegiatan bimbingan rohani di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Permasalahan yang ditemukan meliputi siswa yang masih datang terlambat, kurang mematuhi aturan, kurang memperhatikan penjelasan guru, serta kurang bertanggung jawab dalam mengerjakan dan mengumpulkan tugas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode reward and punishment dalam meningkatkan kedisiplinan siswa Hindu pada kegiatan bimbingan rohani di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa Hindu dalam kelas bimbingan rohani di SDN 4 Menteng Palangka Raya yang berjumlah 22 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan expert judgement, triangulasi sumber, dan triangulasi waktu, sedangkan uji reliabilitas dilakukan melalui pemeriksaan secara berulang dan kolaborasi dengan guru Pendidikan Agama Hindu sebagai observer penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode reward and punishment mampu meningkatkan kedisiplinan siswa secara signifikan. Pada tahap pra-tindakan, tingkat kedisiplinan siswa memperoleh persentase sebesar 36% dengan kategori “Kurang”. Setelah diterapkan metode reward and punishment pada siklus I, persentase kedisiplinan meningkat menjadi 58% dengan kategori “Cukup”. Selanjutnya, pada siklus II terjadi peningkatan yang sangat signifikan menjadi 97% dengan kategori “Sangat Baik”. Peningkatan tersebut terlihat dari perubahan perilaku siswa yang lebih disiplin, tertib, bertanggung jawab, serta lebih patuh terhadap aturan selama kegiatan bimbingan rohani berlangsung. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode reward and punishment efektif dalam meningkatkan kedisiplinan siswa Hindu pada kegiatan bimbingan rohani di SDN 4 Menteng Palangka Raya.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI SISWA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU SMP NEGERI 6 DUSUN SELATAN KABUPATEN BARITO SELATAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Hindu melalui penerapan strategi pembelajaran yang tepat di SMP Negeri 6 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan bahwa sebagian besar siswa masih menunjukkan rasa kurang percaya diri, seperti enggan bertanya, ragu menjawab pertanyaan, pasif dalam diskusi, serta takut tampil di depan kelas. Kondisi ini berdampak pada rendahnya partisipasi dan ketercapaian tujuan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas SMP Negeri 6 Dusun Selatan tahun ajaran 2025/2026 berjumlah 31 orang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, angket, wawancara, tes, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Strategi pembelajaran yang diterapkan meliputi pemberian motivasi, penguatan positif, penggunaan metode diskusi kelompok, tanya jawab, presentasi bertahap, serta pemberian kesempatan siswa untuk tampil di depan kelas. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada rasa percaya diri siswa. Pada pra-tindakan, sebagian besar siswa berada pada kategori rendah. Setelah penerapan strategi pada siklus I, rasa percaya diri siswa mulai meningkat meskipun belum optimal. Pada siklus II, peningkatan terlihat lebih jelas, ditandai dengan keberanian siswa bertanya, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, serta tampil memimpin kegiatan pembelajaran. Persentase siswa dengan kategori percaya diri tinggi mencapai lebih dari 80%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran aktif, partisipatif, dan humanistik mampu meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih inovatif, kondusif, dan berpusat pada peserta didik.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Dampak Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar Seni Budaya Siswa SDN 1 Pahirangan Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Warni Sari. 2025. Dampak Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Seni Budaya Siswa SDN 1 Pahirangan Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Serlis Rusandi, S.Pd., M.Pd. Pembimbing II. Susi, S.Fil.H., M.Fil.H Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya partisipasi dan hasil belajar siswa ketika pembelajaran masih didominasi metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar mata pelajaran Seni Budaya siswa kelas VI SDN 1 Pahirangan, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 7 siswa kelas VI SDN 1 Pahirangan. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru dan siswa, tes hasil belajar, serta dokumentasi. Analisis dilakukan secara deskriptif komparatif dengan membandingkan hasil pratindakan dan siklus I. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa setelah penerapan Problem Based Learning. Pada tahap pratindakan, rata-rata capaian ketuntasan siswa hanya mencapai 20%, sedangkan pada siklus I meningkat menjadi 33,77%. Selain itu, penerapan Problem Based Learning juga meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Siswa lebih aktif dalam bertanya, berdiskusi, mengemukakan pendapat, serta bekerja sama dalam kelompok. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam memecahkan masalah secara sistematis. Temuan ini menunjukan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning mampu meningkatkan hasil belajar dan kualitas proses pembelajaran Seni Budaya di SDN 1 Pahirangan

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa pada Pembelajaran Seni Rupa di SMKN 4 Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan seni rupa memiliki peranan penting dalam pengembangan kreativitas siswa, terutama di sekolah kejuruan yang menekankan pada penguasaan keterampilan praktis. Namun, berdasarkan observasi awal yang dilakukan di kelas X DKV 3 SMKN 4 Palangka Raya, ditemukan bahwa pembelajaran seni rupa masih bersifat konvensional dan berpusat pada teori, sehingga mengakibatkan rendahnya keterlibatan siswa dalam proses belajar dan berimbas pada kurangnya kreativitas dalam mengekspresikan ide. Kurangnya penggunaan model pembelajaran yang tepat menyebabkan kreativitas siswa pada pembelajaran seni rupa rendah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti menerapkan model pembelajaran Project Based Learning yang diyakini mampu meningkatkan kreativitas siswa karena menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran melalui kegiatan berbasis proyek. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus menggunakan model Yasmeen, modifikasi dari model spiral Kemmis dan Taggart. Tahapan yang dilakukan dalam setiap siklus meliputi diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X DKV 3 SMKN 4 Palangka Raya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan penilaian hasil proyek siswa untuk mengetahui tingkat kreativitas dan keterlibatan dalam pembelajaran seni rupa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning berhasil meningkatkan keterlibatan dan kreativitas siswa secara signifikan. Keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran meningkat, guru lebih terstruktur dan percaya diri dalam mengelola kelas, serta terjadi peningkatan nilai kreativitas siswa dari rata-rata 73 pada tahap pra-siklus menjadi 82 pada siklus I dan 86 pada siklus II. Selain itu, terjadi pergeseran kategori capaian belajar siswa, di mana pada siklus II tidak ada lagi siswa dalam kategori “Kurang Baik”, dan sebagian siswa telah mencapai kategori “Sangat Baik”. Temuan ini menunjukkan bahwa model Project Based Learning efektif dalam meningkatkan kreativitas siswa pada pembelajaran seni rupa di SMKN 4 Palangka Raya.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Tindakan Hukum terhadap Siswa yang Melakukan Pelanggaran Disiplin Sekolah (Studi Kasus di SMA Negeri 3 Palangka Raya)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

KASIH, 2025. Analisis Tindakan Hukum Terhadap Siswa Yang Melakukan Pelanggaran Disiplin Sekolah (Studi Kasus Di SMA Negeri 3 Palangka Raya). Dosen Pemimbing I Mariatie, S.Ag., M.Si, dan Dosen Pemimbing II Sri Kayun, SH., M.Si Berdasarkan penelitian di lapangan, SMA Negeri 3 Palangka Raya menghadapi berbagai bentuk pelanggaran tata tertib yang dilakukan oleh siswa, seperti merokok di lingkungan sekolah, membolos, hingga tidak mengerjakan tugas. Berbagai jumlah tindakan tersebut perbuatan yang dilarang dalam ketentuan peraturan tatatertib sekolah yang telah disetujui oleh pihak sekolah dan orang tua wali murid. Masalah pokok yang diteliti dalam penelitian ini mencakup tiga hal yaitu : (1) Apa bentuk pelanggaran disiplin yang sering dilakukan oleh siswa? (2) Apa saja faktor penyebab terjadinya pelanggaran disiplin? dan (3) Bagaimana analisis tindakan hukum terhadap siswa yang melakukan pelanggaran disiplin? Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Adapun yang menjadi informan penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru bimbingan dan konseling, wali kelas, siswa dan orang tua wali murid.Teori yang digunakan dalam penelitian ini ada tiga Teori Sebab-Akibat (Aristoteles), Teori Tindakan Hukum (Hans Kelsen), dan Teori Tujuan Hukum (Gustav Radbruch). Dengan analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian dan analisis data tersebut dapat disimpulkan yaitu: (1) bentuk pelanggaran disiplin yang sering dilakukan siswa SMA Negeri 3 Palangka Raya yaitu antara lain membolos, merokok, dan tidak mengerjakan tugas sekolah (2) Faktor penyebab pelanggaran disiplin berasal dari kurangnya kesadaran hukum siswa, lemahnya pengawasan orang tua, dan pengaruh lingkungan pergaulan. (3) Tindakan hukum yang diterapkan pihak sekolah bersifat preventif dan edukatif, berupa teguran, surat peringatan, pembinaan, dan skorsing.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penggunaan Media Pembelajaran Kartu Gambar dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas II SDN 9 Palangka Kota Palangka Raya

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penggunaan media dalam pembelajaran sangat berpengaruh tehadap berhasilnya suatu pembelajaran. Dengan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan minat dan keinginan yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap pembelajar. Media gambar pada dasarnya membantu mendorong para siswa dan dapat membangkitkan minatnya pada proses pembelajaran. Kemampuan membaca merupakan salah satu keterampilan kunci yang harus dikuasi oleh setiap siswa, terutam di tingkat pendidkan sekolah dasar yang kelas rendah. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah Bagaimanakah Penggunaan Media Pembelajaran Kartu Gambar Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas II SDN 9 Palangka Raya Tahun Ajaran 2024? Bagaimana Efektifitas Penggunaan Media Pembelajaran Kartu Gambar Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas II SDN 9 Palangka Raya Tahun Ajaran 2024. Penelitian ini dilaksanakan dikelas II B SDN 9 Palangka yang berjumlah 13 siswa bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa melalui penerapan media kartu gambar. teknik untuk menganalisis data dakam penelitian ini dengan menggunakan presentase Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus yang melibatkan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada pra-siklus, kemampuan membaca siswa masih rendah dengan rata-rata nilai 60 dan hanya sedikit siswa yang mencapai ketuntasan belajar. Setelah menerapkan media kartu gambar pada siklus I, terjadi peningkatan nilai rata-rata menjadi 70 dengan sebagian besar siswa mencapai ketuntasan belajar. Pada siklus II, nilai rata-rata meningkat signifikan menjadi 81, menunjukkan bahwa hampir seluruh siswa mencapai ketuntasan belajar. Penggunaan media kartu gambar terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa. Media ini mampu membuat pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menyenangkan, sehingga siswa lebih termotivasi dan aktif dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media kartu gambar dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 87% pada siklus II. Kata Kunci: kemampuan membaca, media kartu gambar, pembelajaran interaktif, penelitian tindakan kelas

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI SMPN 1 PULAU MALAN KABUPATEN KATINGAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hertiana, 2023. Penerapan Model Discovery Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMPN 1 Pulau Malam Kabupaten Katingan. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya (IAHN-TP). Pembimbing I, I Komang Mertayasa, S.Pd.H., M. Si dan Pembimbing II, Ibu Tri Aspiyana, M. Pd. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan pada tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII di SMPN 1 Pulau Malan yang berjumlah 8 (delapan) orang siswa. Metode pengumpulan data melalui observasi, angket dan dokumentasi, selanjutnya dianalisis menggunakan deskriptif kualitatif untuk analisis data termasuk pada penyajian data dan menarik kesimpulan. Pada penelitian ini mengkaji pokok penerapan model discovery learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu di SMPN 1 Pulau Malan. Penelitian ini dilaksanakan dalam II (Dua) siklus dan 4 (Empat) tahapan yang meliputi; 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan, 3) Pengamatan dan 4) Refleksi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model discovery learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu. Sebelum dikenai tindakan rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa 50% dan masuk kategori kurang baik. Pada siklus I kemampuan berpikir kritis siswa meningkat menjadi 60% dan masuk kategori baik. Pada siklus II rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa meningkat menjadi 67,5% dan masuk kategori sangat baik.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPLEMENTASI MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA HINDU DI SDN 1 TAMPANG TUMBANG ANJIR KECAMATAN KURUN KABUPATEN GUNUNG MAS

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Vonny. 2023 : Implementasi Media Gambar Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Hindu Di SDN 1 Tampang Tumbang Anjir Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas. Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. Drs. I Wayan Karya, M.Pd.,M.Si,dan Pembimbing II, I Komang Mertayasa, S.Pd.H., M.Si Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research), berlatar belakang SDN 1 Tampang Tumbang Anjir Kabupaten Gunung Mas dengan objek penelitian siswa kelas III yang beragama Hindu berjumlah 2 (dua) orang dan tujuan penelitian ini adalah untuk mengimplementasikan media gambar dalam pembelajaran Pendidikan agama hindu dan efektifitas penggunaan media gambar dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi pokok Memahami Sembahyang dalam Agama Hindu. Pada penelitian ini mengkaji pokok penerapan media gambar dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas III di SDN 1 Tampang Tumbang Anjir Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus dan 4 (empat) tahap, meliputi ; 1) Perencanan, 2) Pelaksanan, 3) Observasi dan 4) Refleksi. Data diperoleh melalui observasi, angket dan dokumen. Menggunakan analisis kuantitatif untuk analisis datanya termasuk penyajian data dan penarikan kesimpulanya secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan media gambar dalam meningkatkan motivasi belajar siswa sangat baik untuk di implementasikan pada proses pembelajaran. Peningkatan motivasi belajar siswa dapat di lihat pada siklus I dan siklus II. Motivasi siswa pada siklus I dengan nilai angket 57,5% dan observasi 64,5% berada pada kriteria “cukup baik” dan pada siklus II berada kriteria “baik” dengan nilai angket 78% dan observasi 84,5%. Jadi hasil penelitian yang dilaksanakan menunjukan bahwa implementasi media gambar dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SDN 1 Tampang Tumbang Anjir, Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas sangat efektif untuk digunakan dalam proses belajar mengajar. Sehingga penelitian ini dapat terealisasi dengan baik.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINDAKAN HUKUM TERHADAP PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP SEBAGAI AKIBAT PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN (PETI) DI DESA TUMBANG LABANING KECAMATAN KATINGAN HULU KABUPATEN KATINGAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ujen, 2021 Tindakan Hukum Terhadap Pencemaran Lingkungan Hidup Sebagai Akibat Penambangan Emas Tanpa Izin di Desa Tumbang Labaning Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan, Skripsi Strata satu Program Studi Hukum Agama Hindu Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I (satu) I Komang Darman, SH,.MH, Pembimbing II (dua) Sri Kayun , SH,. M.Si Pada dasaranya Penegakan Hukum adalah proses dilakukannya upaya untuk tegaknya atau berfungsinya norma-norma hukum secara nyata sebagai pedoman prilaku dalam lalu lintas atau hubungan-hubungan hukum dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, Penegakan hukum yang dilakukan oleh pihak Kepolisian Katingan Hulu terhadap para pelaku Penambangan emas tanpa izin secara umum prosedurnya sama halnya dengan tindak pidana umum lainya yaitu melakukan tindakan preventif (Pencegahan) dan Represif (Penindakan) serta sesuai dengan UndangUndang No. 3 Tahun 2020 tentang Perubahan UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Faktor yang mempengaruhi penegakan hukum bagi para pelaku penambangan emas tanpa izin yaitu, faktor hukum yang diterapkan, Faktor penegakan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum, dan faktor ekonomi Masyarakat. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 2 (dua) hal yaitu : (1). Bagaimana penegakan hukum terhadap para penambang emas tanpa izin dalam upaya perlindungan kerusakan lingkungan hidup di Desa Tumbang Labaning Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan?, (2). Faktor apa saja yang mempengaruhi penegakan hukum dalam upaya perlindungan kerusakan lingkungan hidup di Desa Tumbang Labaning Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan serta apa upaya pemerintah daerah kabupaten katingan terhadap penambang emas tanpa izin?. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Teori Efektivitas Hukum, Teori Kepatuhan Hukum dan Teori Perlindungan Hukum jenis penelitian ini adalah yuridis empiris dengan mengunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengambil lokasi penelitian di Desa Tumbang Labaning Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan, sedangkan guna mendapatkan data yang valid, peneliti mengunakan teknik Observasi, Wawancara, Dokumentasi dan study kepustakaan. Adapun yang menjadi informan penelitian ini ialah Masyarakat penambang emas tanpa izin Desa Tumbang Labaning, Kepala Desa Tumbang Labaning, Kapolsek Katingan Hulu, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten katingan. Dari hasil penelitian dan analisis data tersebut maka dapat disimpulkan yaitu : (1) penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat kepolisian Kecamatan Katingan Hulu sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu sesuai dengan Undang-Undang No. 3 Tahun 2020 tentang Perubahan UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dan sudah melakukan tindakan preventif (Pencegahan) dan Represif (Penindakan) (2) Faktor yang mempengaruhi penegekan hukum yaitu faktor hukum yang diterapkan, faktor penegakan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum, dan faktor ekonomi Masyarakat. Adapun upaya yang dilakukan oleh pemerintah x Kabupaten Katingan yaitu mensosialisasikan dampak kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh penambangan emas tanpa izin (PETI) kepada Masyarakat penambangan emas di Kabupaten Katingan, melakukan pendekatan kepada Masyarakat yang melakukan penambangan emas tanpa izin di Kabupaten Katingan, meminalisir kerusakan ekosistem air dan darat sesuai dengan analisis AMDAL

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN PEMBELAJARAN DARING DENGAN MODEL READING, QUESTIONING AND ANSWERING (RQA) DALAM KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA MATA PELAJARAN AGAMA HINDU DI SMAN 1 PULAU MALAN KABUPATEN KATINGAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Candra Wardana.2021 : Penerapan pembelajaran daring dengan model reading, questioning and answering (RQA) dalam kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran Agama Hindu di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan. Skripsi , Program Studi Pendidikan Agama Hindu, IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II, Yuni Permata,S.Pd.,M.Pd Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research), berlatar belakang SMAN 1 Pulau Malan dengan objek penelitian siswa kelas XI yang beragama Hindu berjumlah 10 (sepuluh) orang dan tujuan penelitian ini adalah menerapkan pembelajaran daring dengan model reading, questioning, and answering dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa serta efektivitas penerapan pembelajaran dengan model reading, questioning, and answering dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dengan materi sad darsana (filsafat Hindu). Pada penelitian ini mengkaji pokok penerapan pembelajaran daring dan efektifitas pembelajaran dari dengan model RQA dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa diSMAN 1 Pulau Malan. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus dan 4 (empat) tahap, meliputi ; 1) Perencanan, 2) Pelaksanan, 3) Observasi dan 4) Refleksi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumen. Menggunakan analisis kualitatif untuk analisis datanya termasuk penyajian data dan penarikan kesimpulanya. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan pembelajaran daring dengan model reading, questioning, and answering dapat meningkat kemampuan siswa dalam berpikir kritis. Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dapat di lihat pada siklus I dan siklus II. Kemampuan siswa dalam berpikir siswa pada siklus I berada di skor 55% pada kriteria “cukup baik” dan pada siklus II berada di skor 83% dengan kriteria “baik”. Efektivitas pembelajaran daring dengan model reading, questioning, and answering dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dapat disimpulkan cukup efektif dibandingkan dengan model konvensional sebagaimana dapat dilihat pada setiap siklus. Oleh karena itu, hasil penelitian di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan sudah terealisasi dengan baik.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail