ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya keterbatasan tenaga pengajar pada Pasraman Penyang Hatampung di Desa Tampang Tumbang Anjir, Kabupaten Gunung Mas. Keterbatasan tenaga pengajar dapat memengaruhi pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan keberlangsungan pendidikan keagamaan Hindu di pasraman. Dalam kondisi tersebut, Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan memiliki peran penting dalam melakukan berbagai upaya untuk menghadapi keterbatasan tenaga pengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor penyebab keterbatasan tenaga pengajar serta mendeskripsikan upaya Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam mengatasi keterbatasan tenaga pengajar pada Pasraman Penyang Hatampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan tenaga pengajar pada Pasraman Penyang Hatampung berkaitan dengan keterbatasan jumlah tenaga pengajar, keterbatasan waktu karena tenaga pengajar memiliki aktivitas lain, terbatasnya calon pengajar, serta belum optimalnya pembinaan dan keberlanjutan tenaga pengajar. Kondisi tersebut berdampak pada pengelolaan kegiatan pembelajaran dan kebutuhan pembagian tugas tenaga pengajar. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan melakukan beberapa upaya, yaitu koordinasi dengan pengurus dan tenaga pengajar pasraman, pemberdayaan masyarakat dan tokoh agama, serta kaderisasi dan pembinaan calon pengajar. Pelaksanaan upaya tersebut didukung oleh semangat tenaga pengajar, dukungan pengurus pasraman, partisipasi masyarakat dan tokoh agama, antusiasme peserta didik, serta kerja sama antarunsur yang terlibat dalam penyelenggaraan pasraman. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu tenaga pengajar, terbatasnya calon pengajar, kesibukan masyarakat, dan belum optimalnya pembinaan secara berkelanjutan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa upaya Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam mengatasi keterbatasan tenaga pengajar dilakukan melalui pengelolaan dan optimalisasi sumber daya yang tersedia serta penguatan kerja sama dengan berbagai pihak. Kaderisasi dan pembinaan calon pengajar menjadi bagian penting untuk menjamin keberlanjutan tenaga pengajar pada masa mendatang. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penyelesaian keterbatasan tenaga pengajar membutuhkan upaya yang berkelanjutan melalui koordinasi, pemberdayaan sumber daya manusia, dan pembinaan calon pengajar. Kata kunci: Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan, keterbatasan tenaga pengajar, pasraman, upaya, pendidikan keagamaan Hindu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Senti Riwanie, 2024. Pelaksanaan Proses Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN 1 Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri “Tampung Penyang”(IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Dr. Pranata.S.Pd.,M.Si. dan Pembimbing (II) Dr. I Gede Dharman Gunawan.SH.,M.Pd.H. Pembelajaran tatap muka terbatas ini pemahamanya yang benar adalah anak tidak perlu mengikuti pembelajaran penuh dalam sehari, tetapi diatur sesuai kebutuhan di sekolah masing-masing, dengan tidak harus diadakan pertemuan setiap hari di dalam pelaksanaan pembelajaran. Dari aspek materi pembelajaran, yang diberikan dalam pembelajaran tatap muka terbatas hanyalah materi yang paling esensial. Metode yang dipergunakan dalam penulisan ini adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dan dinyatakan dalam bentuk kalimat, bukan angka atau bilangan, data yang tidak dapat dihitung atau diukur. Data kualitatif dapat dikumpulkan melalui metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Pelaksanaan Proses Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Pada Mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN 1 Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan adalah memerlukan penyesuaian dari berbagai aspek, baik dari segi metode pengajaran, pengelolaan waktu, maupun interaksi dengan siswa. PTMT dilakukan sebagai respon terhadap kondisi pandemi, yang membatasi jumlah siswa yang hadir dalam satu sesi dan memperketat protokol kesehatan. Adapun pelaksanaan proses pembelajaran tatap muka terbatas pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN-1 Tewang Rangkang yaitu Pengaturan Jadwal dan Rotasi Siswa, Penerapan Protokol Kesehatan, Fokus pada Materi Esensial, Metode Pengajaran yang Adaptif, Penggunaan Media Digital Pendukung, Pembelajaran Interaktif dan Reflektif, Penggunaan Tugas Mandiri dan Penilaian Alternatif, Kolaborasi dengan Orang Tua, dan Evaluasi Berkala. (2) Upaya Guru Dalam Mengoptimalkan Pembelajaran tatap muka terbatas Pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN 1 Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangang Garing Kabupaten Katingan adalah mampu melakukan Pemanfaatan Teknologi dan Media Pembelajaran, Metode Pembelajaran Interaktif, Pendekatan Kontekstual, Evaluasi Berkelanjutan, Pembelajaran Berbasis Nilai, Pengelolaan Waktu yang Efektif, dan Kolaborasi dengan Orang Tua. Kata Kunci : Proses, Pembelajaran,Terbatas, Pendidikan, Agama Hindu
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dona Mutiara Kasih, 2023. Strategi Guru Agama Hindu Mengatasi Keterbatasan Sumber Pendidikan Hindu Di SMPN Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan. Tesis Strata Dua (S-2) Prodi Magister Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag. Pembimbing II : Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A. Tesis ini mengkaji tentang strategi guru agama Hindu dalam mengatasi keterbatasan sumber pendidikan Hindu di SMPN Kecamatan Gunung Bintang Awai. Fenomena yang terjadi terbatasnya buku-buku ajaran agama Hindu, jurnal, gambar-gambar dan simbol-simbol agama Hindu, sulitnya jaringan internet, yang menyebabkan pembelajaran agama Hindu kurang atau tidak maksimal, sehingga perlu adanya sebuah strategi dan tentunya ada kendala serta imlpikasi. Berdasarkan latar belakang tersebut di atas maka penelitian ini mengkaji tentang 1) Bagaimana strategi guru agama Hindu mengatasi keterbatasan sumber pendidikan Hindu di SMPN Kecamatan Gunung Bintang Awai.? 2) Bagaimana kendala guru agama Hindu dalam mengatasi keterbatasan sumber pendidikan Hindu di SMPN Kecamatan Gunung Bintang Awai.? 3) Bagaimana implikasi strategi yang diterapkan oleh guru agama Hindu dalam mengatasi keterbatasan sumber pendidikan Hindu di SMPN Kecamatan Gunung Bintang Awai?. Penelitian ini memiliki tujuan mengkaji dan mendeskripsikan strategi guru dalam mengatasi keterbatasan sumber pendidikan Hindu, bermanfaat untuk memperluas ilmu pengetahuan dan wawasan bagi guru tentang pendidikan agama Hindu dan meningkatkan hasil serta minat belajar siswa. Rumusan masalah di atas dikaji dengan teori tindakan sosial, teori humanisme, dan teori behavioristik. Tesis ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan emik, peneliti menjadi instrumen utama penelitian dan teknik informan yakni purposive yaitu kepala sekolah, guru agama Hindu dan siswa agama Hindu. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi partisipasif, wawancara semi terstruktur, dan studi dokumen, setelah data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, selanjutnya penyajian hasil analisis data. Hasil analisis yang dikaji dengan teori menjelaskan strategi yang diterapkan guru di SMPN Kecamatan Gunung Bintang Awai yakni mengikuti pelatihan, kerja kelompok, mengakses materi dari internet, meningkatkan kreativitas guru, buku paket sebagai sumber belajar dan pemanfaatan lingkungan belajar, dalam menerapkan strategi tentu ada sebuah kendala yakni sulitnya akses jalan ke tempat pelatihan, kurangnya minat siswa mengikuti kerja kelompok, minimnya fasilitas internet, minimnya sarana dan prasarana, terbatasnya ketersediaan buku paket, dan belum dimanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar, dari sebuah strategi dan kendala tentu ada sebuah implikasi yang ditimbulkan guru maupun siswa di SMPN Kecamatan Gunung Bintang Awai, dari ketiga rumusan masalah ditemukan bahwa di SMPN Kecamatan Gunung Bintang Awai penggunaan sumber pendidikan masih belum maksimal karena ketersediaan sumber pendidikan di sekolah-sekolah tersebut masih belum mencukupi, guru kurang kreatif dan inovatif dalam mengatasi keterbatasan sumber belajar seperti melakukan penelitian dan membuat buku pembelajaran atau modul.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK WULANDARI, FENTI, 2022, Implementasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Pendidikan Agama Hindu di SDN 8 Menteng Kecamatan Jekan Raya Kota Palanga Raya.. Pembimbing I Dr. Inyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.A Pembimbing II Suryanto, S.Pd., M.Si Penelitian ini mengkaji tentang Implementasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Pendidikan Agama Hindu di SDN 8 Menteng Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan dilaksanakannya pembelajaran tatap muka terbatas yang dimulai sejak Desember 2021. Dengan diterapkannya pembelajaran tatap muka terbatas ini tentunya terdapat beberapa kendala-kendala yang dihadapi, khususnya dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu, yang dikarenakan akan ada kebiasaan-kebiasaan baru yang harus dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami, menganalisis, dan mendeskripsikan implementasi pembelajaran tatap muka terbats pendidikan agama Hindu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitataif, yang bertujuan untuk memahami, menganalisis dan mendeskripsikan implementasi pembelajaran tatap muka terbatas di SDN 8 Menteng Palangka Raya. Data ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan ditentukan secara porposive. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dibantu dengan menggunakan pedoman wawancara, kamera, dan alat tulis lainnya. Setelah dilakukan verifikasi, analisis data dengan beberapa teori yang relevan seperti teori implementasi, dan teori behavioristik. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pembelajaran tatap muka terbatas pendidikan agama Hindu di SDN 8 Menteng tetap memperhatikan tahapan dalam pembelajaran yaitu tahap perencanaan pembelajaran, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Namun dalam implementasi pembelajaran tatap muka terbatas pendidikan Agama Hindu terdapat beberapa kendala seperti guru kesulitan dalam mengatur siswa agar mereka selalu mematuhi protokol kesehatan, kemudian keterbatasan waktu pembelajaran yang dikarenakan dalam satu ruangan di dalamnya tergabung beberapa kelas, sehingga menyebabkan guru kesulitan untuk membagi waktu, dan dalam pembelajaran tatap muka terbatas pun waktu pembelajaran dibatasi yang awalnya 4x35 menit, saat ini menjadi 3x35 Menit. Kendala yang terakhir yaitu keterbatasan sarana prasarana, seperti tidak tersedianya ruang belajar khusus agama Hindu, sehingga pembelajaran dilakukan di Perpustakaan yang ruangannya cukup sempit, sehingga membuat siswa dan guru tidak dapat menjaga jarak.