Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: Proses
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Fenomena Perubahan Sikap Mahasiswa Dalam Proses Perkuliahan Pada Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-Tampung Penyang Palangka Raya

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rira Margareta.2026.Fenomena Perubahan Sikap Mahasiswa Dalam Proses Perkuiahan Pada Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHNTampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I Dr I Gede Dharman Gunawan, SH. M.Pd.H Pembimbing II Megawati S.Pi.,M.Pd.H Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena perubahan sikap mahasiswa dalam proses perkuliahan pada Program Studi Pendidikan Agama Hindu IAHN-Tampung Penyang Palangkaraya, meliputi bentuk perubahan sikap serta faktor-faktor yang mempengaruhinya dalam perspektif Etika Hindu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kepada mahasiswa dan dosen, observasi, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan sikap mahasiswa dalam proses perkuliahan bersifat dinamis, yaitu mengarah pada perubahan positif dan negatif. Perubahan positif terlihat dari meningkatnya kepercayaan diri, keaktifan dalam diskusi, dan kemandirian belajar. Sedangkan perubahan negatif ditunjukkan dengan menurunnya kedisiplinan, tanggung jawab, sopan santun, serta partisipasi mahasiswa dalam pembelajaran. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sikap mahasiswa terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi penurunan motivasi belajar, kurangnya kesadaran diri, kondisi psikologis seperti stres akibat beban tugas, serta rendahnya pengendalian diri. Faktor eksternal meliputi pengaruh media sosial, lingkungan pertemanan, metode pembelajaran dosen, lingkungan keluarga, dan beban akademik. Perspektif Etika Hindu, perubahan sikap mahasiswa berkaitan dengan penerapan ajaran Tri Kaya Parisudha, Sad Ripu, dan Tri Mala. Perubahan sikap yang positif mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam mengendalikan pikiran, perkataan, dan perbuatan, sedangkan perubahan negatif menunjukkan belum optimalnya pengendalian diri. Oleh karena itu, diperlukan upaya pembinaan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas sikap mahasiswa agar sesuai dengan nilai-nilai etika Hindu

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Proses Pembelajaran Seni Bela Diri Tradisional Dayak pada UKM bela diri IAHN Tampung Penyang Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Herda 2025. Proses Pembelajaran Seni Bela Diri Tradisional Dayak Pada Ukm Bela Diri IAHN-TP Palangka Raya Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Lamri, S.Pd.,M.Pd.H. Pembimbing II. Yoppie, M.Pd.H. Proses pembelajaran seni bela diri tradisional Dayak pada UKM Bela Diri di IAHN-TP Palangka Raya adalah salah satu kegiatan pelatihan bela diri yang dilakukan untuk menigkatkan kemampuan dan pemahaman mahasiswa atau anggota terkait seni bela diri serta untuk melestarikan budaya lokal. Dalam mempelajari Pola Langkah seni bela diri tradisional dayak masih ada anggota yang Kurang menguasai ragam gerak yang diajarkan pada UKM Bela Diri IAHN-TP Palangka Raya yang menyebabkan anggota tersebut terlambat lulus. Pemahaman anggota terkait fungsi gerakan seni bela diri masih kurang, baik itu dalam konteks Seni bela diri maupun seni pertunjukan Mambuka Lawang Sakepeng. Hal ini berdampak pada kurangnya pemahaman anggota tentang fungsi dan kurangnya penguasan teknik seperti bertahan, menyerang, menghadang dan menangkis. Pemahaman anggota terkait makna pola Langkah seni bela diri tradisional Dayak, masih kurang, yang berdampak pada kurangnya pemahaman mendalam, terkait folosifi, nilai-nilai dan makna spritual yang tertanam didalamnya. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu: 1). Bagaimana Proses Pembelajaran Seni Bela Diri Tradisional Dayak pada UKM Bela Diri IAHN-TP Palangka Raya, 2). Apa kendala yang dihadapi dalam Proses Pembelajaran Seni Bela Diri Tradisional Dayak pada UKM Bela Diri IAHN-TP Palangka Raya. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu teori Behavioristik, teori Kognitif, teori Kinesiologi dan teori Kendala. Metode pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Teknik penentuan informan Purposive Sumpling. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: 1). Proses pembelajaran atau pelatihan seni bela diri tradisional dayak diawali dengan kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup, langkah atau jurus yang diajarkan yaitu Fungsi pola langkah dasar 1 (satu) pola langkah dasar 4 (empat) dan pola langkah dasar 6 (enam) Berantai. Fungsi dan tujuan pola langkah 6 (enam) Berantai. 2). Kendala dalam mempelajari Seni Bela Diri tradisional Dayak yaitu kendala dalam proses latihan, lambatnya daya tanggkap anggota terhadap gerakan, dan tingkat kesulitan gerakan. Kata Kunci: Proses Pembelajaran Seni Bela Diri, UKM Bela Diri, IAHN-TP Palangka Raya

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pelaksanaan Proses Pembelajaran Tatap Muka Terbatas pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN 1 Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Senti Riwanie, 2024. Pelaksanaan Proses Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN 1 Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri “Tampung Penyang”(IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Dr. Pranata.S.Pd.,M.Si. dan Pembimbing (II) Dr. I Gede Dharman Gunawan.SH.,M.Pd.H. Pembelajaran tatap muka terbatas ini pemahamanya yang benar adalah anak tidak perlu mengikuti pembelajaran penuh dalam sehari, tetapi diatur sesuai kebutuhan di sekolah masing-masing, dengan tidak harus diadakan pertemuan setiap hari di dalam pelaksanaan pembelajaran. Dari aspek materi pembelajaran, yang diberikan dalam pembelajaran tatap muka terbatas hanyalah materi yang paling esensial. Metode yang dipergunakan dalam penulisan ini adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dan dinyatakan dalam bentuk kalimat, bukan angka atau bilangan, data yang tidak dapat dihitung atau diukur. Data kualitatif dapat dikumpulkan melalui metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Pelaksanaan Proses Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Pada Mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN 1 Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan adalah memerlukan penyesuaian dari berbagai aspek, baik dari segi metode pengajaran, pengelolaan waktu, maupun interaksi dengan siswa. PTMT dilakukan sebagai respon terhadap kondisi pandemi, yang membatasi jumlah siswa yang hadir dalam satu sesi dan memperketat protokol kesehatan. Adapun pelaksanaan proses pembelajaran tatap muka terbatas pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN-1 Tewang Rangkang yaitu Pengaturan Jadwal dan Rotasi Siswa, Penerapan Protokol Kesehatan, Fokus pada Materi Esensial, Metode Pengajaran yang Adaptif, Penggunaan Media Digital Pendukung, Pembelajaran Interaktif dan Reflektif, Penggunaan Tugas Mandiri dan Penilaian Alternatif, Kolaborasi dengan Orang Tua, dan Evaluasi Berkala. (2) Upaya Guru Dalam Mengoptimalkan Pembelajaran tatap muka terbatas Pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN 1 Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangang Garing Kabupaten Katingan adalah mampu melakukan Pemanfaatan Teknologi dan Media Pembelajaran, Metode Pembelajaran Interaktif, Pendekatan Kontekstual, Evaluasi Berkelanjutan, Pembelajaran Berbasis Nilai, Pengelolaan Waktu yang Efektif, dan Kolaborasi dengan Orang Tua. Kata Kunci : Proses, Pembelajaran,Terbatas, Pendidikan, Agama Hindu

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penyelesaian Secara Adat Sengketa Masyarakat Petani dalam Sistem Plasma Perkebunan Kelapa Sawit PT. Globalindo Agung Lestari di Kecamatan Dadahup Kabupaten Kapuas

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Umul Husna, 2024:Penyelesaian Secara Adat Sengketa Masyarakat Petani dalam Sistem Plasma Perkebunan Kelapa Sawit PT. Globalindo Agung Lestari di Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas. Dr. I Made Kastama, SH., MH dan Herwandi, MH. Perkebunan kelapa sawit sering menggunakan sistem plasma, di mana perusahaan besar menyewa sebagian lahan kepada petani lokal. PT. Globalindo Agung Lestari adalah salah satu perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, yang memiliki banyak perkebunan kelapa sawit. Sistem plasma ini memberi peluang bagi petani lokal untuk bekerja sama dengan perusahaan besar, terkadang sistem ini bisa menimbulkan konflik terkait pembagian hasil, hak tanah, dan masalah sosial ekonomi lainnya. Oleh karena itu, peneliti ingin menyelidiki penyelesaian secara adat sengketa masyarakat antara petani dan PT. Globalindo Agung Lestari di Kecamatan Dadahup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penyelesaian sengketa secara adat, peran dan fungsi tokoh adat seperti Damang dalam proses penyelesaian sengketa, dan faktor-faktor yang memengaruhi keputusan dan sanksi yang diberlakukan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan teknik observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap tokoh adat dan masyarakat terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian sengketa dilakukan melalui musyawarah dan mediasi oleh tokoh adat. Prosesnya melibatkan pelaporan, musyawarah adat, mediasi, pengambilan keputusan, dan implementasi yang diatur oleh Damang. Sanksi yang diberikan berupa denda dan restitusi sosial, seperti ikut serta dalam kelompok petani plasma. Proses ini mengikuti nilai-nilai budaya dan hukum adat lokal yang mengatur hubungan antara petani dan perusahaan perkebunan, seringkali terkait dengan konflik hak tanah, kompensasi, dan pembagian hasil. Keterlibatan tokoh adat dan nilai budaya lokal membantu penyelesaian sengketa diterima oleh masyarakat setempat, menyeimbangkan kepentingan perusahaan dan hak petani. Keberhasilan proses ini terlihat dari kepatuhan masyarakat terhadap keputusan Damang, kepuasan kedua pihak, dan pencegahan konflik berkelanjutan. Penelitian ini memberikan wawasan tentang penyelesaian sengketa di perkebunan plasma dan merekomendasikan penguatan mekanisme penyelesaian sengketa berdasarkan kearifan lokal dan keadilan sosial.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Proses Pembelajaran di Pratama Widya Pasraman Widya Bhakti Kota Palangka Raya

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK MADE DWIKE MAHENDRA, 2023. Proses pembelajaran di Pratama Widya Pasraman Widya Bhakti Kota Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., MA. Pembimbing II, I Made Paramarta, S.Ag., M.Si Pada dasarnya pendidikan merupakan suatu usaha untuk membantu dan mengarahkan manusia dalam mengembangkan dirinya sampai pada titik maksimal sehingga mampu menghadapi perubahan, permasalahan dengan baik dan profesional. Ada tiga permasalahan yang akan dibahas: (1) Bagaimana proses pembelajaran di Pratama Widya Pasraman Widya Bhakti Kota Palangka Raya? (2) Apa saja kendala yang dialami di Pratama Widya Pasraman Widya Bhakti Kota Palangka Raya? (3) Bagaimana upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala yang dialami di Pratama Widya Pasraman Widya Bhakti Kota Palangka Raya? Teori yang digunakan yaitu teori Kontruktivisme, teori kendala dan teori tindakan sosial. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah (satu orang), guru (dua orang) dan orang tua siswa (dua orang). Teknik pengumpulan data: 1) observasi, 2) wawancara, dan 3) dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif. Dan teknik analisis data: 1) kondensasi data, 2) penyajian data, dan 3) penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 1) Proses pembelajaran di Pratama Widya Pasraman Widya Bhakti Kota Palangka Raya melalui tiga tahap proses pembelajarannya. Tahap pertama yaitu awal atau persiapan, kedua tahap pelaksanaan dan ketiga tahap akhir atau evaluasi. 2) Kendala yang dihadapi oleh pihak sekolah dan guru dalam proses pembelajaran di Pratama Widya Pasraman Widya Bhakti Kota Palangka Raya terdiri dari faktor: a) peserta didik terlalu aktif dan susah untuk diatur oleh guru. b) kurangnya buku ajar yang bertema. 3) Upaya yang dilakukan oleh guru yaitu dengan cara melakukan study banding dan bertukar informasi dengan guru lain dan terus berbenah agar tetap dapat menjaga kualitas pembelajaran di sekolah. Pihak sekolah dan yayasan terus mengupayakan mengenai kurangnya media ajar disekolah baik mengenai buku ajar dan penyempurnaan kurikulum sehingga pembelajaran menjadi lebih berkualitas dan terarah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN DAMANG DALAM MENYELESAIKAN KASUS GANTI RUGI SENGKETA TANAH ADAT HAK MILIK INDIVIDU DENGAN PT.BHARINTO EKATAMA (BEK) di DESA BENANGIN KECAMATAN TEWEH TIMUR KABUPATEN BARITO UTARA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK MARISA WULANDARI 2023 : Peran Damang Dalam Menyelesaikan Kasus Ganti Rugi Sengketa Tanah Adat Hak Milik Individu Dengan PT. Bharinto Ekatama (BEK) Di Desa Benangin Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara. Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, I Komang Darman, SH.,MH. Pembimbing II, Herwandi, MH. Berdasarkan latar belakang maka dalam penelitian ini ada tiga pokok permasalahan yang harus di bahas (1). Bagaimanakah Peran Damang dalam penyelesaian kasus ganti rugi sengketa tanah adat hak milik individu dengan Pt. Bharinto Ekatama (BEK) di Desa Benangin Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara. (2). Bagaimanakah proses penyelesaian sengketa tanah adat hak milik individu dengan PT. Bharinto Ekatama (BEK) Di Desa Benangin Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara. (3). Apakah yang menjadi pertimbangan Damang dalam menyelesaikan sengketa tanah adat hak milik individu dengan PT. Bharinto Ekatama (BEK) di Desa Benangin Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah, Teori kewenangan. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Kualitatif dan metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara. dan dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Kualitatif dan Metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian dan analisis data maka dapat disimpulkan yaitu : (1). Peran Damang dalam Menyelesaikan kasus ganti rugi sengketa tanah adat hak milik individu dengan Pt. Bharinto Ekatama (BEK) di Desa Benangin Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara. Melalui Lembaga Adat Desa Benangin maka segala konflik/sengketa di selesaikan secara damai berdasarkan musyawarah dan mufakat. (2). Beberapa tahapan proses penyelesaian sengketa 1). Pelaporan atau Pengaduan 2). Pemanggilan Para Pihak 3). Sidang Peradilan Adat 4). Pengambilan Keputusan diselesaikan berdasarkan Pertimbangan Damang pada Peraturan Daerah Kalimantan Tengan Nomor 16 Tahun 2008

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

APLIKASI ZOOM SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI DALAM PROSES PEMBELAJARAN PADA ERA NEW NORMAL DI SMAN-1 BASARANG KABUPATEN KAPUAS

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Saat ini sistem pembelajaran daring dan luring muncul sebagai salah satu bentuk pola pembelajaran di era new normal seperti sekarang, dampak ini berimbas pada Sekolah Menengah Atas Negeri-1 Basarang Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas yang sebelumnya melaksanakan pembelajaran secara tatap muka namun kini dilakssanakan secara daring atau pembelajaran dari rumah. Masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana implementasi penggunaan Aplikasi Zoom sebagai media komunikasi dalam proses pembelajaran pada era new normal di SMAN-1 Basarang. 2) Seberapa efektifnya penggunaan Aplikasi Zoom sebagai media komunikasi dalam proses pembelajaran pada era new normal di SMAN-1 Basarang. Tujuan dan manfaat dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan media komunikasi Zoom di SMAN-1 Basarang sebagai media pembelajaran dan mengetahui seberapa efektifnya pembelajaran melalui media komuikasi Zoom di SMAN-1 Basarang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Media Baru dan Teori Efektifitas. Metode yang digunakan Metode Deskriptif Kualitatif. Peneliti ingin mendeskripsikan data lapangan yang didapat sehingga mendapat sebuah gabaran umum mengenai permasalahan penelitian, sedangkan teknik penentuan informan adalah teknik purposive sampling yaitu penentuan informan berdasarkan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Berdasarkan hasil penelitian yang dibahas peneliti dapat simpulkan: pembelajaran daring dengan menggunakan Aplikasi Zoom Sebagai Media Komunikasi dalam Proses Pembelajaran Pada Era New Normal di SMAN-1 Basarang penerapannya tidak berjalan dengan baik, banyak kendala yang menghambat proses pembelajaran seperti kendala jaringan yang tidak memadai, perangkat/HP yang tidak mendukung dan kouta internet yang boros. Penggunaan aplikasi Zoom sebagai media komunikasi dalam proses pembelajaran pada era new normal di SMAN-1 Basarang masih belum efektif, banyak kendala yang mengganggu berjalannya proses pembelajaran daring ini. Hal ini berdampak pada hasil belajar siswa dan prestasi siswa di sekolah.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Seni Bela Diri Lawang Sakepeng Pada Pemuda Hindu Kaharingan Di Desa Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan seni budaya merupakan aspek yang sangat penting khusususnya untuk generasi muda sebagai penerus bangsa. Pada hakikatnya seni adalah unsur budaya yang dapat memberikan dukungan terhadap kemajuan budaya yang ada di desa Timpah. Jenis kesenian yang ada di desa Timpah sangat beragam keragaman dipengaruhui oleh latar belakang timbulnya kesenian itu dan kondisi masyarakat pendukungnya. Salah satu seni bela diri Lawang Sakepeng yang dimainkan pada saat acara pernikahan dan penyambutan tamu yang memiliki pesan nilai keindahan proses dan fungsi bagi masyarakat desa Timpah. Seni bela diri Lawang Sakepeng yang ada di desa Timpah hanya didominasi oleh pemuda Hindu saja, itupun hanya beberapa pemuda yang melatih diri dan mau belajar seni bela diri, dalam pelatihan seni bela diri Lawang Sakepeng, pemuda Hindunya masih kurang mengerti dan memahami makna proses, fungsi dan nilai yang ada dalam Lawang Sakepeng karena kebanyakan pemuda lebih Hindu dominan di seni budaya lainnya seperti seni tari dan musik sehingga seni bela diri Lawang Sakepeng kurang ditonjolkan. Fenomena pemuda Hindu Kaharingan di desa Timpah hendaknya dikaji secara mendalam untuk dapat diketahui permasalahannya. Berdasarakan itu peneliti mengkaji permasalahan dengan merumuskan masalah yakni: 1). Bagaimanakah proses pelaksanaan seni bela diri Lawang Sakepeng pada pemuda Hindu Kaharingan di desa Timpah?; 2). Apakah fungsi seni bela diri Lawang Sakepeng pada pemuda Hindu Kaharingan di desa Timpah ?; 2). Apakah nilai-nilai seni bela diri Lawang Sakepeng pada pemuda Hindu Kaharingan di desa Timpah?. Penelitian ini tentu mempunyai tujuan dan manfaat yang hakikatnya untuk meningkatkan keilmuan dan meningkatkan sumber daya manusia pemuda Hindu Kaharingan yang lebih baik. Untuk memahami dan mengkaji permasalahan disampaikan kajian pustaka konsep, teori dan model untuk menganalisis masalah yang menjadi target pembahasan. Sedangkan teori yang digunakan untuk mengkaji adalah teori fungsional struktural dan teori nilai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskripsi kualitatif dengan pendekatan penalaran indukatif, teknik informan purposif. Metode pemgumpulan data dengan observasi partisipan, wawancara tidak berstruktur dan studi dokumentasi, serta dilanjutkan dengan teknik analisis data untuk mendapatkan deskripsi penelitian yang lebih baik. Hasil penelitian menunujukan bahwa seni bela diri Lawang Sakepeng pada pemuda Hindu Kaharingan di desa Timpah sudah berdasarkan teori, hanya saja pemuda Hindu Kaharingan masih kurang mengerti dan memahami lebih dalam proses, fungsi dan nilai dari seni bela diri Lawang Sakepeng sesuai struktur dan fungsi masyarakat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMKN 1 Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Proses pembelajarante ntunya menumbuh dan mengembangkan pendidikan yang bermuthu diperlukan proses belajar yang baik, agar mutu pendidikan lebih baik. Diharapkan proses belajara yang lebih efektif dan efisen.Sehingga semakin tinggi mutu pendidikan, diharapkan semakin baik hasil belajarnya dan semakin banyak masalah belajar yang dialami memungkinkan semakin tinggi peroleh hasil belajarnya. Berdasakan latar belakang diatas, maka penelitian ini ada tiga permasalahan yang dibahas yaitu:(1)Bagaimanakah Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMKN 1 Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas,(2)Apa Upaya Yang Dilakukan Oleh Guru Agama Hindu Di Dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMKN 1 Mihing Raya, (3) Kendala Apakah Yang Dirasakan Oleh Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Pelaksanakaan Pembelajaran Agama Hindu Di SMKN 1 Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas. Tujuan umum dari penelitian ini yaitu untuk memahami bagaimana proses pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMKN 1 Miihing Raya Kabupaten Gunung Mas. Memahami bagaimana proses pembelajaran pendidikan agama Hindu yang lebih baik. Sehingga secara otomatis akan membuat pradigma mengajar guru dari yang bersifat teacher centred (berpusat pada siswa) mengetahui bagaimana faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : (1) Teori Kontrukvisme dari Yamin, (2) Teori Kognivisme dari Jerome Bruner, (3) Teori Humanistik dari Carl R.Rogers. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data data adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang sudah diperoleh dianalisis dengan metode diskkriptif kualitatif dengan langkah yaitu,reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun lokasi penelitian dilaksanakan di SMKN 1 Mihing Raya kabupaten Gunung Mas. Berdasrkan judi penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif. Dari analisis data diatas dapat disimpulkan,(1)Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu sangat penting dan wajib bagi peserta didik yang dimana bertujuan untuk menumbuh kembangkan dan meningkatkan Sradha dan Bhakti siswa terhadap Ida Sanghyang Widhi Wasa melalui pelatihan penghayatan dan pengalaman ajaran agama Hindu,(2) Peran guru dalam proses pembelajaran adalah menjadi fasilitator bagi para siswa, memberikan motivasi,sebagai evaluator atau guru yang memberikan penilaian untuk mengetahui apakah tujuan yang telah dirumuskan tercapai atau tidak dan kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan siswa

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail