ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Lisa Liyani,2026. Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Partisipasi Pemuda Hindu Dalam Basarah Di Desa Gandrung Kecamatan Paku: Kajian Pendidikan Hindu. Pembimbing I Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si. dan Pembimbing II Megawati, S.Pi., M.Pd.H. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemuda Hindu dalam ibadah Basarah di Desa Gandrung, Kecamatan Paku. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi pemuda serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat partisipasi mereka ditinjau dari kajian Pendidikan Agama Hindu. Metode penilitian ini yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penentuan informan dilakukan secara purposive sampling yang mencakup ketua majelis, pengurus, serta pemuda Hindu di Desa Gandrung kecamatan paku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuda Hindu memiliki persepsi positif terhadap Basarah sebagai sarana pembinaan spiritual dan pelestarian budaya. Namun, partisipasi aktif mereka masih rendah akibat faktor internal berupa kurangnya motivasi dan kesadaran diri, serta faktor eksternal seperti kesibukan pendidikan, pekerjaan, jarak lokasi ibadah, dan minimnya pembinaan berkesinambungan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara keluarga, pengurus, dan tokoh agama untuk mendorong keterlibatan pemuda. Kata Kunci : Persepsi Pemuda Hindu, Partisipasi Keagamaan, Kegiatan Basarah
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Kepuasan belajar siswa Hindu merupakan salah satu indikator penting dalam keberhasilan pengelolaan Pendidikan, yang turut dipengaruhi oleh ketersediaan serta persepsi terhadap fasilitas penunjang keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh Manajemen Sarana Prasarana (X1) dan Persepsi Siswa (X2) terhadap Kepuasan Belajar Siswa Hindu (Y) di SMAN 4 Palangka Raya, baik secara langsung melalui Fasilitas Keagamaan (Z) sebagai variabel antara (intervening). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain ex post facto menggunakan metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa beragama Hindu di SMAN 4 Palangka Raya, dengan jumlah sampel 82 siswa yang ditentukan menggunakan Teknik propotional random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran instrumen angket (kuesioner) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis) untuk menguji efek langsung dan tidak langsung antarvariabel Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji sub structural I, Manajemen Sarana Prasarana (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Fasilitas Keagamaan (Z) (β = 0,802), sedangkan Persepsi Siswa (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap Fasilitas Keagamaan (Z). pada uji sub structural II, Persepsi Siswa (X2) berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap Kepuasan Belajar (Y) dengan kontribusi paling dominan (β = 0,942), begitu fula Fasilitas Keagamaan (Z) (β = 0,136). Sebaliknya, Manajemen Sarana Prasarana (X1) tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap Kepuasan Belajar (Y). Hasil uji sobel membuktikan bahwa Fasilitas Keagamaan (Z) berfungsi sebagai variabel mediasi penuh (full mediation) pada hubungan antara Manajemen Sarana Prasarana (X1) terhadap Kepuasan Belajar (Y) (thitung 3,223 > 1,96). Namun, Fasilitas Keagamaan (Z) tidak terbukti memediasi pengaruh Persepsi Siswa (X2) terhadap Kepuasan Belajar Siswa Hindu (Y) (thitung 1,167 1,96). Pihak sekolah diharapakan menjaga persepsi positif siswa dan mengoptimalkan manajemen sarana prasarana fisik khusus keagamaan guna mendongrak kepuasan belajar secara efektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hotel Nascar Family adalah hotel bintang 2 di kota Palangkaraya yang menyediakan layanan akomodasi dengan fasilitas dasar. Hotel ini juga dikelilingi oleh berbagai fasilitas umum seperti, pusat perbelanjaan, sekolah, taman dan area rekreasi, tempat ibadah, dan fasilitas kesehatan. Meskipun hotel ini telah memiliki fasilitas yang cukup memadai, lokasi strategis, serta sumber daya manusia yang berpengalaman, jumlah tamu yang menginap masih belum optimal dan belum sepenuhnya menunjukkan peningkatan yang signifikan. Atas dasar latar belakang tersebut, penulisan ini bertujuan untuk : 1) Bagaimanakah persepsi tamu terhadap kualitas pelayanan yang diberikan oleh Hotel Nascar Family Kota Palangka Raya. 2) Bagaimanakah peran manajemen Hotel Nascar Family Kota Palangka Raya dalam meningkatkan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan. Penulisan ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan, landasan teori analisis digunakan teori kualitas pelayanan dan teori manajemen kualitas total. Data penulisan ini dikumpulkan berdasarkan teknik pengumpulan data yaitu metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penulisan ini menemukan beberapa temuan yaitu sebagai berikut : Pertama persepsi tamu terhadap kualitas pelayanan di Hotel Nascar Family Kota Palangka Raya dikategorikan cukup baik, terutama pada dimensi Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy. Namun, dimensi Tangible masih menjadi aspek yang perlu mendapatkan perhatian dan perbaikan lebih lanjut. Kedua, peran manajemen Hotel Nascar Family Kota Palangka Raya dalam meningkatkan kualitas pelayanan telah menunjukkan beberapa upaya yang berorientasi pada kepuasaan pelanggan dan pihak manajemen menerapkan strategi promosi harga agar bisa menarik lebih banyak tamu untuk menginap di Hotel Nascar Family Kota Palangka Raya. Setelah diterapkannya strategi promosi harga ada penambahan tamu yang datang yaitu sekitar 10-20 tamu dari hari biasanya. Ketiga faktor-faktor yang menyebabkan jumlah tamu yang menginap belum optimal dan belum sepenuhnya menunjukkan peningkatan yang signifikan dikarena terdapat beberapa fasilitas yang memerlukan perhatian dan perbaikan. Oleh karena itu, dibutuhkannya evaluasi secara rutin untuk meningkatkan jumlah tamu yang menginap di Hotel Nascar Family Kota Palangka Raya dan perbaikan fasilitas secara berkala untuk meningkatkan persepsi tamu terhadap kualitas pelayanan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Program Praktikum Sekolah (PPS) merupakan rangkaian tugas akhir sekaligus bagian dari mata kuliah yang wajib dijalani oleh setiap mahasiswa fakultas dharma acarya di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya untuk menyelesaikan studinya. Penelitian ini mengkaji tentang persepsi siswa Hindu terhadap mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya dalam melaksanakan Program Praktikum Sekolah. Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana pandangan siswa Hindu terhadap mahasiswa IAHN-TP dalam melaksanakan PPS. Dengan tujuan untuk mendeskripsikan persepsi siswa Hindu terhadap mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya dalam melaksanakan PPS di SMP Negeri 1 Palangka Raya. Dalam penelitian ini, subjek dalam penelitian meliputi siswa agama Hindu yang berjumlah 13 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi kuesioner dan dokumentasi, kemudian data tersebut dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa, persepsi siswa Hindu terhadap mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya secara keseluruhan mendapatkan penilaian kategori sangat baik sebanyak 11 siswa (84,61 %). Sedangkan untuk faktor kompetensi pedagogik berada pada kategori sangat baik sebanyak 9 siswa (69,23%), kepribadian pada kategori sangat baik sebanyak 12 siswa (92,30%), dan sosial termasuk dalam kategori sangat baik sebanyak 10 siswa (76,92%). Oleh karena itu, mahasiswa IAHN-TP palangka raya dalam melaksanakan PPS di SMP Negeri 1 Palangka Raya perlu lebih memperkuat persiapan dalam mengajar agar pembelajaran dapat berlangsung secara lebih efektif dan efisien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Miko, 2025 Persepsi Wisatawan Terhadap Objek Wisata City Forest Nyaru Menteng Kota Palangka Raya, Prodi Pramuwisata Budaya dan Keagaman, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pemmbing I Dr A A Gede Wiranata S.Ag.,M.Pd dan Pemimbing II Handoko S.Ag.,M.Si. City Forest Nyaru Menteng merupakan salah satu objek wisata hutan di Kota Palangka Raya yang menawarkan daya tarik unik berupa hutan alam yang masih terjaga, serta upaya konservasi terhadap flora dan fauna. Persepsi wisatawan terhadap objek wisata City Forest Nyaru Menteng adalah penilaian atau tanggapan wisatawan terhadap kualitas daya tarik, fasilitas, aksesibilitas, dan layanan yang tersedia di kawasan objek wisata tersebut. Rumusan masalah penelitian adalah bagaimana persepsi wisatawan terhadap objek wisata City Forest Nyaru Menteng dan bagaimana kemudahan akses, fasilitas, serta layanan tambahan berkontribusi terhadap persepsi wisatawan. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan wisatawan berkunjung dan mengevaluasi persepsi wisatawan terhadap komponen pariwisata 4A (attraction, accessibility, amenities, ancillary). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Subjek penelitian adalah wisatawan yang berkunjung ke Hutan Kota Nyaru Menteng dengan jumlah sampel 56 responden yang dipilih menggunakan teknik nonprobability sampling dengan insidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan Skala Likert yang mengukur empat dimensi utama yaitu atraksi, aksesibilitas, fasilitas, dan pelayanan tambahan. Pengumpulan data dilakukan melalui survei langsung kepada wisatawan. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan perhitungan persentase untuk menggambarkan persepsi wisatawan terhadap setiap komponen pariwisata. Validitas dan reliabilitas instrumen diuji menggunakan korelasi Product Moment dan Cronbach Alpha. Hasil penelitian menunjukkan kedua hipotesis deskriptif yang diajukan diterima dengan hasil positif. Hipotesis pertama terbukti bahwa wisatawan memberikan persepsi positif terhadap City Forest Nyaru Menteng dengan rata-rata persentase 79,1% dalam kategori "Puas". Aspek atraksi memperoleh penilaian tertinggi 81,9% (Sangat Puas), diikuti fasilitas 77,7% (Puas), aksesibilitas 77,3% (Puas), dan pelayanan tambahan 74,6% (Puas), dengan persepsi keseluruhan mencapai 83,9% kategori "Sangat Puas". Hipotesis kedua menunjukkan kontribusi positif aksesibilitas, fasilitas, dan layanan tambahan terhadap persepsi wisatawan dengan rata-rata 76,5% kategori "Puas", memberikan kontribusi sebesar 2,54% terhadap persepsi keseluruhan wisatawan. Kesimpulan penelitian menunjukkan City Forest Nyaru Menteng berhasil memberikan pengalaman wisata yang memuaskan dengan potensi besar sebagai objek wisata unggulan di Kalimantan Tengah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
I Kadek Dwi Yogi Swara, 2024. Pengaruh Persepsi Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti pada Siswa Kelas XI di SMAN 1 Basarang. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Suryanto, S.Pd.,M.Pd dan Pembimbing II Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H Kurikulum adalah komponen yang penting dan menjadi dasar dalam proses pembelajaran. Pergantian kurikulum dilakukan untuk mencapi tujuan Pendidikan Nasional yang tercantum dalam UUD 1945 alinea ke-4. Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh persepsi penerapan Kurikulum Merdeka Belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu pada siswa kelas XI di SMAN 1 Basarang. Secara umum tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan Kurikulum Merdeka Belajar, berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMAN 1 Basarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitaif dengan pendekatan metode survey dan analisis data menggunakan bantuan program IBM SPSS Statistics 25 dan Microsoft Excel 2016. Teknik pengumpulan data purposive sampling dengan menyebarkan kuesioner persepsi guru dan perepsi siswa dan rekap hasil belajar siswa Agama Hindu kelas XI yang diperoleh dari guru PAH dan BP. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 6 responden guru dan 48 responden siswa Agama Hindu kelas XI. Penelitian ini menghasilkan persepsi guru terhadap penerapan Kurikulum Merdeka masuk kategori baik dengan persentase 32% dan persepsi siswa Agama Hindu kelas XI terhadap penerapan Kurikulum Merdeka masuk kategori cukup dengan persentase 63%. Hasil belajar siswa Agama Hindu kelas XI berada pada rata-rata nilai 88,40. Uji Normalitas menunjukan nilai signifikansi dari variabel persepsi guru adalah 0,403 > 0,05 dan variabel persepsi siswa agama Hindu Kelas XI adalah 0,711 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa kedua data tersebut normal. Uji F Simultan menujukan nilai signifikasi sebesar 0,189 > 0,05 maka berkesimpulan variabel Independen tidak berpengaruh secara simultan terhadap variabel dependen. Nilai R Square sebesar 0,670 atau 67%. Hasil Analisis Regresi Ganda diperoleh persamaan regresi : konstanta X1 + X2. Tidak terjadi pengaruh antara persepsi penerapan Kurikulum Merdeka terhadap hasil belajar siswa Agama Hindu kelas XI.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Persepsi Remaja Terhadap Perkembangan Media Sosial Di Desa Manduing Lama Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The bakanjar dance is performed as a means of expressing gratitude to Nining Bhatara. In this case, the bakanjar dance is held once a year at the Aruh Bawang ceremony. However, in reality most of the Hindu Kaharingan youths were not seen participating in the bakanjar dance procession, because they were more influenced by modern things, giving rise to various perceptions of the Hindu Kaharingan youths in Langkap Village. This study aims to: 1) find out the perceptions of Hindu Kaharingan youth towards the bakanjar dance at the Aruh Bawanang ceremony in Langkap Village, Tebing Tinggi District, Balangan Regency, South Kalimantan Province 2) find out the constraints of Hindu Kaharingan youth in participating in the procession of the bakanjar dance at the Aruh Bawanang ceremony in the village Langkap Tebing Tinggi District, Balangan Regency, South Kalimantan Province. This research uses the theory of perceptions and constraints and this research uses a qualitative descriptive approach, with research locations in Langkap Village. This research was conducted from April to May 2023. The informants were determined purposively. This data was obtained through observation, interviews, and documentation. As the main instrument in this study, researchers were assisted by interviews, cameras and stationery. After that it is done with verification, data analysis. Based on the results of the research conducted, the results show that 1) the perception of the Hindu Kaharingan youth on the bakanjar dance in the Aruh Bawanang ceremony considers that the bakanjar dance is an ancient dance. 2) Monotonous dance moves 3) Difficult dance moves. The obstacles faced by the Hindu Kaharingan youth are problems such as the absence of training or coaching, lack of self-confidence, lack of interest in the Hindu Kaharingan youth, and social environmental factors.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Melihat dari beberapa persepsi masyarakat Dayak Ngaju terhadap upacara Tiwah yang lahir dari tradisi nenek moyang masyarakat Dayak secara umum, padahal pada kenyataan dan bukti tertulis yang ada tidaklah demikian, upacara Tiwah adalah upacara keagamaan Hindu Kaharingan yang memang sudah ada dari nenek moyang terdahulu, dan sudah tertuang di dalam Kitab Suci Panaturan pada pasal 33 “Malalus Tiwah Suntu’. Berdasarkan latar belakang diatas yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut : (1) Bagaimana pelaksanaan upacara Tiwah di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan ? (2) Bagaimana fungsi dan makna upacara Tiwah di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan ? (3) Bagaimana persepsi masyarakat Dayak Ngaju terhadap pelaksanaan upacara Tiwah di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten katingan ? Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui (1) Bagaimana pelaksanaan upacara Tiwah Di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. (2) untuk mengetahui fungsi dan makna upacara Tiwah di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. (3) untuk mengetahui persepsi masyarakat Dayak Ngaju terhadap pelaksanaan upacara Tiwah (studi Umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah ;teori religi, teori konflik dan teori persepsi. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode deskriptif dan kualtiatif dengan langkah-langkah penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : (1) upacara Tiwah merupakan upacara keagamaan umat Hindu Kaharingan yang bertujuan untuk mengantarkan roh ke lewu tatau atau kembali menyatu kepada Ranying Hatalla Langit. (2) Fungsi upacara Tiwah diantaranya mengandung, fungsi religius dan fungsi sosial. Makna upacara Tiwah diantaranya mengandung, nilai agama, nilai budaya dan nilai religius. (3) Persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan upacara Tiwah menjadi suatu gambaran dan ilmu pengetahuan untuk membedakan upacara adat tradisi dan upacara keagamaan.