Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MIKO

4 karya publik ditemukan.

2025: 22024: 2

Persepsi Wisatawan terhadap Objek Wisata City Forest Nyaru Menteng Kota Palangka Raya

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Miko, 2025 Persepsi Wisatawan Terhadap Objek Wisata City Forest Nyaru Menteng Kota Palangka Raya, Prodi Pramuwisata Budaya dan Keagaman, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pemmbing I Dr A A Gede Wiranata S.Ag.,M.Pd dan Pemimbing II Handoko S.Ag.,M.Si. City Forest Nyaru Menteng merupakan salah satu objek wisata hutan di Kota Palangka Raya yang menawarkan daya tarik unik berupa hutan alam yang masih terjaga, serta upaya konservasi terhadap flora dan fauna. Persepsi wisatawan terhadap objek wisata City Forest Nyaru Menteng adalah penilaian atau tanggapan wisatawan terhadap kualitas daya tarik, fasilitas, aksesibilitas, dan layanan yang tersedia di kawasan objek wisata tersebut. Rumusan masalah penelitian adalah bagaimana persepsi wisatawan terhadap objek wisata City Forest Nyaru Menteng dan bagaimana kemudahan akses, fasilitas, serta layanan tambahan berkontribusi terhadap persepsi wisatawan. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan wisatawan berkunjung dan mengevaluasi persepsi wisatawan terhadap komponen pariwisata 4A (attraction, accessibility, amenities, ancillary). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Subjek penelitian adalah wisatawan yang berkunjung ke Hutan Kota Nyaru Menteng dengan jumlah sampel 56 responden yang dipilih menggunakan teknik nonprobability sampling dengan insidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan Skala Likert yang mengukur empat dimensi utama yaitu atraksi, aksesibilitas, fasilitas, dan pelayanan tambahan. Pengumpulan data dilakukan melalui survei langsung kepada wisatawan. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan perhitungan persentase untuk menggambarkan persepsi wisatawan terhadap setiap komponen pariwisata. Validitas dan reliabilitas instrumen diuji menggunakan korelasi Product Moment dan Cronbach Alpha. Hasil penelitian menunjukkan kedua hipotesis deskriptif yang diajukan diterima dengan hasil positif. Hipotesis pertama terbukti bahwa wisatawan memberikan persepsi positif terhadap City Forest Nyaru Menteng dengan rata-rata persentase 79,1% dalam kategori "Puas". Aspek atraksi memperoleh penilaian tertinggi 81,9% (Sangat Puas), diikuti fasilitas 77,7% (Puas), aksesibilitas 77,3% (Puas), dan pelayanan tambahan 74,6% (Puas), dengan persepsi keseluruhan mencapai 83,9% kategori "Sangat Puas". Hipotesis kedua menunjukkan kontribusi positif aksesibilitas, fasilitas, dan layanan tambahan terhadap persepsi wisatawan dengan rata-rata 76,5% kategori "Puas", memberikan kontribusi sebesar 2,54% terhadap persepsi keseluruhan wisatawan. Kesimpulan penelitian menunjukkan City Forest Nyaru Menteng berhasil memberikan pengalaman wisata yang memuaskan dengan potensi besar sebagai objek wisata unggulan di Kalimantan Tengah.

Persepsi Wisatawan terhadap Objek Wisata City Forest Nyaru Menteng Kota Palangka Raya

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Miko, 2025 Persepsi Wisatawan Terhadap Objek Wisata City Forest Nyaru Menteng Kota Palangka Raya, Prodi Pramuwisata Budaya dan Keagaman, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pemmbing I Dr A A Gede Wiranata S.Ag.,M.Pd dan Pemimbing II Handoko S.Ag.,M.Si. City Forest Nyaru Menteng merupakan salah satu objek wisata hutan di Kota Palangka Raya yang menawarkan daya tarik unik berupa hutan alam yang masih terjaga, serta upaya konservasi terhadap flora dan fauna. Persepsi wisatawan terhadap objek wisata City Forest Nyaru Menteng adalah penilaian atau tanggapan wisatawan terhadap kualitas daya tarik, fasilitas, aksesibilitas, dan layanan yang tersedia di kawasan objek wisata tersebut. Rumusan masalah penelitian adalah bagaimana persepsi wisatawan terhadap objek wisata City Forest Nyaru Menteng dan bagaimana kemudahan akses, fasilitas, serta layanan tambahan berkontribusi terhadap persepsi wisatawan. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan wisatawan berkunjung dan mengevaluasi persepsi wisatawan terhadap komponen pariwisata 4A (attraction, accessibility, amenities, ancillary). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Subjek penelitian adalah wisatawan yang berkunjung ke Hutan Kota Nyaru Menteng dengan jumlah sampel 56 responden yang dipilih menggunakan teknik nonprobability sampling dengan insidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan Skala Likert yang mengukur empat dimensi utama yaitu atraksi, aksesibilitas, fasilitas, dan pelayanan tambahan. Pengumpulan data dilakukan melalui survei langsung kepada wisatawan. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan perhitungan persentase untuk menggambarkan persepsi wisatawan terhadap setiap komponen pariwisata. Validitas dan reliabilitas instrumen diuji menggunakan korelasi Product Moment dan Cronbach Alpha. Hasil penelitian menunjukkan kedua hipotesis deskriptif yang diajukan diterima dengan hasil positif. Hipotesis pertama terbukti bahwa wisatawan memberikan persepsi positif terhadap City Forest Nyaru Menteng dengan rata-rata persentase 79,1% dalam kategori "Puas". Aspek atraksi memperoleh penilaian tertinggi 81,9% (Sangat Puas), diikuti fasilitas 77,7% (Puas), aksesibilitas 77,3% (Puas), dan pelayanan tambahan 74,6% (Puas), dengan persepsi keseluruhan mencapai 83,9% kategori "Sangat Puas". Hipotesis kedua menunjukkan kontribusi positif aksesibilitas, fasilitas, dan layanan tambahan terhadap persepsi wisatawan dengan rata-rata 76,5% kategori "Puas", memberikan kontribusi sebesar 2,54% terhadap persepsi keseluruhan wisatawan. Kesimpulan penelitian menunjukkan City Forest Nyaru Menteng berhasil memberikan pengalaman wisata yang memuaskan dengan potensi besar sebagai objek wisata unggulan di Kalimantan Tengah.

Implikasi Upacara Aruh Baduduk Pada Masyarakat Hindu Di Desa Labuhan Kabupaten Hulu Sungai Tengah

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

MIKO TRIANSYAH, 2024 Implikasi Upacara Aruh Baduduk Pada Masyarakat Hindu Di Desa Labuhan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Skripsi Jurusan Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro,S.Pd.,M.Si. Pembimbing II Megawati,S.Pi.,M.Pd.H. Upacara Aruh Baduduk merupakan upcara yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Labuhan. Upacara ini bertujuan untuk menghormati dan berterima kasih kepada Nining Bahatara/Ida Sang Hyang Widhi Wasa, para leluhur/Iringan Gaduhan yang diyakini telah memberikan kesejahteraan, kesuburan tanah dan keberhasilan panen yang berlimpah, Sebagian masyarakat Hindu ada yang tidak melaksanakan upacara Aruh Baduduk setelah panen dan meninggalkan upacara Aruh Baduduk ini, sehingga masyarakat Hindu ini yang tidak melaksanakan dan meninggalkan upacara Aruh Baduduk ini mendapatkan teguran dari leluhur/Iringan Gaduhan. Bedasarkan latar belakang tersebut, maka Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana Prosesi Upacara Aruh Baduduk 2) Bagaimana Implikasi Upacara Aruh Baduduk, bertujuan untuk: mengetahui Prosesi Upacara Aruh Baduduk dan mengetahui Implikasi Upacara Aruh Baduduk. Teori yang digunakan untuk menganalisis kedua rumusan masalah ini adalah Teori Fenomenalogi untuk rumusan masalah satu yaitu Bagaimana Prosesi Upacara Aruh Baduduk dan Teori Struktural Fungsional untuk rumusan masalah dua yaitu Bagaimana Implikasi Upacara Aruh Baduduk. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan jenis penelitian kualitatif. Lokasi Penelitian di Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dengan sumber data primer dan sumber data sekunder, teknik penentuan informan,teknik pengumpulan data,teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumnetasi, instrumen penelitian,teknik analisis data. Berdasarkan analisis data penelitian ini dapat diketahui bahwa upacara Aruh Baduduk terdiri dari beberapa rangakaian prosesi diantaranya sejarah timbulnya upacara Aruh Baduduk, tahap persiapan, tahap pelaksanaan,waktu dan tempat pelaksanaan, sarana-sarana yang digunakan, upacara Basarah, upacara Barabun, upacara Badarah Hidup, upacara Bamamang dan makna-makna dalam upacara aruh baduduk dan implikasi upacara Aruh Baduduk yang dimana upacara ini berdampak pada masyarkat apabila melaksanakannya dan tidak melaksanakan upacara Aruh Baduduk ini.

Implikasi Upacara Aruh Baduduk pada Masyarakat Hindu di Desa Labuhan Kabupaten Hulu Sungai Tengah

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MIKO TRIANSYAH, 2024 Implikasi Upacara Aruh Baduduk Pada Masyarakat Hindu Di Desa Labuhan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Skripsi Jurusan Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro,S.Pd.,M.Si. Pembimbing II Megawati,S.Pi.,M.Pd.H. Upacara Aruh Baduduk merupakan upcara yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Labuhan. Upacara ini bertujuan untuk menghormati dan berterima kasih kepada Nining Bahatara/Ida Sang Hyang Widhi Wasa, para leluhur/Iringan Gaduhan yang diyakini telah memberikan kesejahteraan, kesuburan tanah dan keberhasilan panen yang berlimpah, Sebagian masyarakat Hindu ada yang tidak melaksanakan upacara Aruh Baduduk setelah panen dan meninggalkan upacara Aruh Baduduk ini, sehingga masyarakat Hindu ini yang tidak melaksanakan dan meninggalkan upacara Aruh Baduduk ini mendapatkan teguran dari leluhur/Iringan Gaduhan. Bedasarkan latar belakang tersebut, maka Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana Prosesi Upacara Aruh Baduduk 2) Bagaimana Implikasi Upacara Aruh Baduduk, bertujuan untuk: mengetahui Prosesi Upacara Aruh Baduduk dan mengetahui Implikasi Upacara Aruh Baduduk. Teori yang digunakan untuk menganalisis kedua rumusan masalah ini adalah Teori Fenomenalogi untuk rumusan masalah satu yaitu Bagaimana Prosesi Upacara Aruh Baduduk dan Teori Struktural Fungsional untuk rumusan masalah dua yaitu Bagaimana Implikasi Upacara Aruh Baduduk. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan jenis penelitian kualitatif. Lokasi Penelitian di Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dengan sumber data primer dan sumber data sekunder, teknik penentuan informan,teknik pengumpulan data,teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumnetasi, instrumen penelitian,teknik analisis data. Berdasarkan analisis data penelitian ini dapat diketahui bahwa upacara Aruh Baduduk terdiri dari beberapa rangakaian prosesi diantaranya sejarah timbulnya upacara Aruh Baduduk, tahap persiapan, tahap pelaksanaan,waktu dan tempat pelaksanaan, sarana-sarana yang digunakan, upacara Basarah, upacara Barabun, upacara Badarah Hidup, upacara Bamamang dan makna-makna dalam upacara aruh baduduk dan implikasi upacara Aruh Baduduk yang dimana upacara ini berdampak pada masyarkat apabila melaksanakannya dan tidak melaksanakan upacara Aruh Baduduk ini.