Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2025Versi 1

Komunikasi Interpersonal Guru Bimbingan Konseling dan Siswa Bermasalah di SMA Negeri 1 Basarang

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Ilmu Komunikasi Hindu•1 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Billy Andreas, 2025. Komunkasi Interpersonal Guru Bimbingan Konseling dan Siswa Bermasalah di SMA Negeri 1 Basarang. Prodi Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing I Evie, S.Pd., M.Pd Dan Pembimbing II Hadianto Ego Gantiano, M.Pd.H. Komunikasi interpersonal merupakan proses interaksi dua arah yang sangat penting dalam konseling karena memungkinkan konselor dan klien saling memahami serta membangun hubungan yang efektif dan nyaman. Di SMA Negeri 1 Basarang, ditemukan berbagai pelanggaran disiplin siswa, mulai dari keterlambatan, penggunaan Gadget saat pelajaran, hingga bolos dan merokok, yang menjadi tantangan utama bagi guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menegakkan tata tertib sekolah. Berdasarkan latar belakang di atas, maka pada penelitian ini terdapat dua perumusan masalah dalam skripsi ini adalah; (1) Bagaimana pola komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh Guru BK dalam menangani siswa yang bermasalah di SMA Negeri 1 Basarang? (2) Apa saja hambatan yang dihadapi oleh Guru BK dalam melaksanakan Bimbingan Konseling di SMA Negeri 1 Basarang ? Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah; observasi, Wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah; (1) Teori komunikasi interpersonal (2) Teori Hambatan Kurt Lewin. Subjek Penelitian ini adalah Guru Bimbingan Konseling dan Siswa bermasalah. Berdasarkan hasil dari penelitian ini adalah komunikasi interpersonal efektif ditandai oleh lima aspek penting, yaitu Keterbukaan (Openness), Empati (Empathy), Dukungan (Supportiveness), Rasa Positif (Positiveness), Kesetaraan (Equality). Hambatan utama dalam proses konseling berasal dari faktor psikologi klinis seperti resistensi dan sikap defensif siswa, diikuti oleh faktor pendidikan yang berkaitan dengan kurangnya kesadaran disiplin, serta faktor sosiologi yang memengaruhi persepsi dan sikap budaya siswa terhadap konseling.

Kata kunci

Kata kunci: komunikasi interpersonal, bimbingan konseling, siswa bermasalah

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Komunikasi Interpersonal Guru Bimbingan Konseling dan Siswa Bermasalah di SMA Negeri 1 Basarang2025 · oai:ais:skripsi:799

Publikasi terkait