2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Ni Putu Kristina, 2023: Peran Pemerintah Desa Dalam Penyelesaian Sengketa Perbatasan Lahan Perkebunan Masyarakat Di Desa Tajau Pecah Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan Skripsi. Fakultas Dharma Sastra, Program Studi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Komang Darman, S.H.,MH. Pembimbing II, Ni Putu Paramita Dewi, S.H.,M.H. Pemerintah Desa adalah unsur penyelenggara Pemerintahan Desa yang bertugas untuk mengatur dan melaksanakan pemerintahan ditingkat Desa yang dikepalai oleh Kepala Desa dan dibantu Perangkat Desa sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Desa. Jika terjadi konflik atau sengketa pada masyarakat, Pemerintah Desa bertindak sebagai pemimpin, sebagai mediator dan sebagai Hakim perdamaian untuk mendamaikan dari kedua belah pihak yang bersengketa, dan juga dalam penyelesaian sengketa perbatasan lahan pada masyarakat. Masalah yang diteliti : (1) Peran Pemerintah Desa Dalam Penyelesaian Sengketa Perbatasan Lahan Perkebunan Masyarakat Di Desa Tajau Pecah Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut Kaimantan Selatan. (2) Bagaimanakah Proses Penyelesaian Sengketa Perbatasan Lahan Perkebunan Masyarakat di Desa Tajau Pecah Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan. Subyek penelitian adalah Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kaur Keuangan, Kasi Pemerintahan, Kasi Pelayanan & kesejahteraan, kaur umum & perencanaan, RT, Polsek Batu Ampar, Pengacara dan pihak-pihak yang bersangkutan dengan penyelesaian sengketa perbatasan lahan di Desa Tajau Pecah. Obyek Penelitian adalah Kasus Sengketa Perbatasan Lahan Perkebunan Masyarakat di Desa Tajau Pecah. Metode yang digunakan dalam dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kewenangan dari Philipus M. Hadjon dan Teori Keadilan dari John Rawls. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Pemerintah Desa sangat berperan penting yaitu sebagai Pemerintah Desa sebagai pemimpin, sebagai mediator dan sebagai hakim perdamaian desa. Proses penyelesaian sengketa perbatasan lahan perkebunan masyarakat yang terjadi di Desa Tajau Pecah dilakukan secara mediasi, dalam hal ini kepala desa sebagai mediator dalam memediasi para pihak yang bersengketa. Dalam mediasi ada beberapa tahapan yang dilakukan yaitu, mengajukan pengaduan, menghadirkan para pihak, mengumpukan data, mediasi dan putusan.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Sonia Lestari, 2023, Ritual Malabuh Balai Dalam Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur (Perspektif Hukum Hindu) Skripsi, Fakultas Dharma Sastara, Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (1) Dr. Riwun, S.Ag.,M.Si Pembimbing (2) Budiarto Santoso, MH. Malabuh Balai adalah ritual yang dilaksanakan seseorang yang pernah berhajat atau berjanji kepada Jata meminta akan sesuatu dan apabila yang dihajat terkabul maka harus dilaksanakan ritual Malabuh Balai. Dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yang akan ditulis antara lain: (1) Bagaimana proses ritual Malabuh Balai menurut Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur? (2) Apa makna Ritual Malabuh Balai menurut Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur? (3) Mengapa Ritual Malabuh Balai diakukan dan apa dampak yang akan terjadi bila Ritual Malabuh Balai tidak dilaksanakan? Dikaji dalam Perspektif Hukum Hindu. Narasumber penelitian ini adalah Pisor, Mantir Adat Desa Bukit Batu, Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Bukit Batu, dan beberapa Tokoh Agama Hindu Kaharingan. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, kepustakaan, dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) proses upacara yang dilaksanakan oleh Pisor yang merupakan pesta baagung (upacara menggunakan gong) selama dua hari satu malam. Ada dua Balai yang di buat yaitu, balai yang akan diturunkan ke dalam air yang terbuat dari kayu Jalutung, dan balai yang didirikan didalam rumah yang disebut Balai Langka yang terbuat dari tiang haur Humbang Bahenda (Bambu Kuning). Atap balai menggunakan kain kuning dan dinding terbuat dari Bahalai. (2) Makna ritual Malabuh Balai yang dilaksanakan di Desa Bukit Batu, yaitu makna yang dipandang sebagai suatu yang berhubungan dengan kebudayaan atau secara khusus dengan dunia simbol berupa pengetahuan, kepercayaan, ekspresi yang mengungkapkan perasaan yang tersembunyi dan ada dibalik sarana dan prasarana. Dan makna Religi dan Makna Sosial. Terdapat juga makna disetiap sarana dan prasaran dalam pelaksanaan ritual Malabuh Balai. (3) Ritual Malabuh Balai merupakan tradisi turun temurun dari nenek moyang dan tetap dilaksankan hingga sekarang. Umat Hindu Kaharingan biasanya bahajat dengan Jata (manifestasi dari Ranying Hatalla Langit). Ritual Malabuh Balai mempunyai dampak. Baik itu dampak positif dan bila seseorang yang pernah bahajat tidak melaksanakan ritual Malabuh Balai maka ada dampak negatif yang akan diterima. Kata Kunci : Malabuh Balai, Bayar Hajat
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan berhitung dengan menggunakan Media Belajar Microsoft PowerPoint pada pelajaran Matematika materi Diagram Batang dan Tabel Frekuensi kelas IIIA SDN 8 Menteng Palangka Raya. Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dengan mencari peningkatan hasil belajar siswa dalam setiap pelaksanaan siklusnya dengan menggunakan media pembelajaran Microsoft PowerPoint untuk mempasilitasi materi belajar siswa. dengan melibatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran dan bantuan guru kelas sebagai pengamatan membantu peneliti. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IIIA SDN 8 Menteng Palangka Raya tahun pelajaran 2023/2024, yang berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan berupa: (a) observasi; (b) tes; (c) angket dan kuesioner (d) Penilaian aktifitas siswa. Prosedur penelitian tindakan meliputi tahap: (a) perencanaan tindakan, (b) pelaksanaan tindakan, (c) observasi (Pengamatan) terhadap tindakan, dan (d) refleksi terhadap tindakan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Behavioristik. Hasil observasi pada proses pembelajaran PraTindakan, siklus I dan siklus II hingga Post-test menunjukkan bahwa keaktifan ranah Kognitif siswa mengalami peningkatan pada rerata nilai akhir belajar persentase skor siswa, yaitu dari Pratindakan 15, siklus I dengan nilai 67,5. Dan 74,1672 pada siklus II, kemudian mendapatkan nilai akhir Post-test adalah 92,5.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SECI LESTARINA, 2023. Upacara kematian turu olo pada umat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kabupaten Barito Utara (Perspektif Pendidikan Agama Hindu) Pembimbing I Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II Dr. Nali Eka, S.Ag.,M.Si Upacara Turu Olo juga merupakan suatu upacara yang ditujukan kepada leluhur (pitra yadnya). Upacara ini dilaksankan sebagai ungkapan syukur kepada Dewa Kelelungan Aning Kekelio sebagai manisfestasi Ranying Hatalla Langit Juus Tuha Alah Tala yang telah diyakini membantu dan mewujudkan harapan apa yang dikehendaki atau diinginkan. Berdasarkan uraian di atas, rumusan masalah yang dapat diangkat oleh peneliti yaitu: 1. Bagaimana Pelaksanaan Upacara Kematian Turu Olo Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara? 2. Apakah Fungsi Upacara Kematian Turu Olo Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara? 3. Bagaimana Perspektif Pendidikan Agama Hindu dalam Upacara Kematian Turu Olo Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara?. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami proses pelaksanaan upacara Kematian Turu Olo pada umat Hindu Kaharingan, fungsi dan nilai-nilai yang terkandung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan teori Religi, teori Fungsional Struktural, dan teori Nilai. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan lokasi penelitian di Desa Payang Ara, jenis dan sumber data yang digunakan: sumber data primer dan data sekunder, teknik penentuan informan yaitu teknik purposive, teknik pengumpulan data yang digunakan: observasi, wawancara, dan dokumentasi, instrument penelitian kualitatif, teknik analisis data yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Dari penelitian yang dilakukan tentang upacara Kematian Turu Olo pada umat Hindu yaitu dalam pelaksanaannya memiliki beberapa tahap:1. Persiapan, 2. Pelaksanaan, 3. Tahap akhir yang memiliki fungsi sebagai: 1. Menjaga hubungan harmonis dengan tuhan dan leluhur, 2. Menjaga hubungan harmoni dengan sosial sesama manusia. Selain mempunyai fungsi upacara Kematian Turu Olo juga perspektif pendidikan agama Hindu terhadap upacara yakni: 1. Perspektif pendidikan Tattwa agama Hindu, 2. Perspektif pendidikan Etika agama Hindu, 3. Perspektif pendidikan upacara agama Hindu. Upacara Kematian Turu Olo ini biasanya dilakukan setelah penguburan atau setelah orang meninggal, dimana penduduk setempat bergotong-royong untuk membuat perlengkapan sarana dan prasarana untuk memberikan sesaji kepada roh bagi umat Hindu kaharingan yang berada di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. bahwa Turu Olo memiliki nilai magis yang sangat tinggi, karena di samping bisa memberikan tuah rezeki kepada keluarga dan anak cucunya juga diyakini sebagai pelindung terhadap segala gangguan malapetaka.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Elfaren Louis. 2023. Eksistensi Ritual Ngalangkang Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tanjung Jawa Kabupaten Barito Selatan (Kajian Pendidikan Hindu). Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya Pembimbing I Dr.Derson,S.Ag.,M.Ag Pembimbing II Dr.Nali Eka, S.Ag.,M.Si Penelitian dalam skripsi ini mengkaji Eksistensi Ritual Ngalangkang Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tanjung Jawa Kabupaten Barito Selatan (Kajian Pendidikan Hindu). Ritual Ngalangkang ini merupakan ritual kematian yang bertujuan untuk mendoakan keluarga yang meninggal dan memberikan Panguta (persembahan) bekal sesajen kepada Diau/Roh dalam perjalanan menuju Gunung Lumut yang disebut ritual Ngalangkang. Namun kenyataan sekarang ini ada beberapa para generasi pemuda,yang kurang memperhatikan serta kajian nilai pendidikan Hindu yang terkandung dalam ritual Ngalangkang dan hanya orang tua saja yang mengetahui pelaksaan ritual Ngalangkang. Berdasarkan latar belakang, maka dalam penelitian ini mengkaji: (1) Bagaimana proses ritual Ngalangkang pada Hindu Hindu Kaharingan di Desa Tanjung Jawa Kabupaten Barito Selatan? (2) Bagaimana eksistensi ritual Ngalangkang? (3) Apa saja nilai pendidikanHindu dalam ritual Ngalangkang di Desa Tanjung Jawa, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan? Teori yang digunakan untuk menganalisis terhadap rumusan masalah, yaitu mengunakan 3 (tiga) teori. (1) Teori religi, (2) Teori simbol, dan (3) Teori nilai. Sedangkan tekhnik yang digunakan dalam pengumpulan data, yakni observasi, wawancara, dokumentasi, kemudian data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif berupa wawancara dengan para informan yang benar-benar mengetahui tentang permasalahan yang diteliti. 1. Adapun tahapan prose ritual Ngalangkang akan dijelskan sebagai berikut. (1) Melaksanakan musyawarah/mufakat, yaitu keluarga menyepakati waktu, tanggal, bulan, dimana tempat yang akan dilaksanakan sebelum pelaksanaan ritual Ngalangkang, (2) Pada tahap inti atau pokok pelaksanaan ritual Ngalangkang dimana Mantir Adat dan Pangulu sudah memulai duduk untuk memimpin ritual batawur (menyampaikan doa atau mantra-mantra yang ditujukan kepada Diau atau roh leluhur yang dilaksanakan ritual Ngalangkang tersebut. proses tahap yang siap untuk melaksanakan kegiatan ritual, (3) melaksanakan mindri pander (rapat berdiri ngomong) yang dilakukan oleh pihak keluarga yang melaksanakan ritual Ngalangkang ini, bahwa memberitahukan bahwa ritual Ngalangkang ini telah terlaksana dengan baik. 2) Eksistensi ritual Ngalangkang, yaitu keaktifan xi IAHN-TP Palangka Raya pemuda jaman dahulu lebih aktif dan esksis dari jaman sekarang ini, banyak yang tidak terlalu memperdulikan dan cuek saja. Sedangkan para tokoh Adat Hindu Kaharingan, Mantir Adat dan orang tua sangatmengharapkan keaktifan dan keikut sertaan pemuda dalam ritual Ngalangkang ini dikarenakan pemuda ini lah yang akan diharapkan nantinya sebagai generasi penerus dalam pelaksanaan ritual Ngalangkang ini. (3) Nilai pendidikan dalam ritual Ngalangkang, yaitu atau Ketuhanan atau kebenaran, yang dipimpin oleh seorang tukang pirik sawis (Pamulu Adat) pada ritual Ngalangkang dengan mantra-mantra dan sesajen yang disampaikan melalui beras tawur dengan memohon kepada Tuhan beserta manifestasinya memohon segala bimbing agar kegiatan ritual dapat berjalan lancar sesuai dengan yang diharapan yang diinginkan.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tarian Dadas adalah jenis tarian tradisional yang berasal dari suku Dayak Ma’anyan yang ada di pedalaman Kalimantan Tengah. Pada zaman dahulu tarian dadas bukanlah disebut sebagai tarian melainkan balian, karena pada sejarahnya tarian dadas merupakan sebuah ritual yang digunakan untuk mengobati orang yang sedang menderita sebuah penyakit. Berdasarkan latar diatas maka peneliti merumuskan masalah yaitu (1) Bagaimanakah Perkembangan Tarian Dadas Di Kecamatan Paku Beto Kabupaten Barito Timur, (2) Apakah Upaya Yang Dilakukan Oleh Pelaku Seni Di Kecamatan Paku Beto Untuk Mengembangkan Tarian Dadas Sebagai Destinasi Wisata Budaya Di Kecamatan Paku Beto Kabupaten Barito Timur. Adapun teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan pada penelitian ini yaitu; (1) Teori Struktural-Fungsional dan (2) Teori Pengembangan Pariwisata. Metode penelitian menggunakan jenis metode analisis deskriptif kualitatif serta teknik pengumpulan data yang digunakan adalah; observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Subjek penelitian ini adalah Staff bagian Budaya Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Barito Timur, Kepala Desa Paku, Pengelola Sanggar Panunraun Jatuh, Balian Dadas, Pelatih Tari Dan Para Penari. Berdasarkan teori Fungsional-Struktural yang memandang tentang sebuah keteraturan sistem budaya dalam memenuhi fungsinya maka hasil penelitian ini adalah: (1) Perkembangan tarian dadas terletak pada variasi tarian, kostum, musik dan lainnya yang dikemas agar tidak monoton dan lebih menarik dalam menjadi destinasi wisata budaya di Kecamatan Paku Beto Kabupaten Barito Timur, dan berdasarkan Teori Pengembangan Pariwisata yang membahas berbagai upaya pengembangan dengan tujuan untuk memajukan pariwisata; (2) Upaya pengembangan tarian dadas sebagai wisata budaya di Kecamatan Paku Beto Kabupaten Barito Timur adalah memberikan dukungan dan motivasi dalam bentuk fasilitas, anggaran dan semangat pada setiap kegiatan yang berhubungan dengan tarian dadas dalam dunia kepariwisataan.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
Ni Sayu Kade Astuti. 2023. Nilai-nilai Pendidikan Hindu Dalam Upacara Menek
Kelih Pada Masyarakat Hindu Di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas.
Pembimbing I Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag
Pembimbing II Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A
Tujuan skripsi mengkaji tentang nilai-nilai pendidikan Hindu dalam upacara Menek Kelih di Desa Basarang Jaya. Bedasarkan fenomena yang terjadi, umat Hindu di Desa Basarang Jaya dalam melaksanakan upacara Menek Kelih kurang memahami jenis-jenis sarana Upakara yang digunakan. Umat Hindu juga kurang memahami nilai-nilai dalam upacara Menek Kelih. Untuk itu, diperlukannya kajian mendalam tentang pelaksanaan, kendala, dan nilai-nilai upacara Menek Kelih di Desa Basarang Jaya. Rumusan masalah yang dikaji yakni: (1) Bagaimana pelaksanaan upacara Menek Kelih pada umat Hindu di Desa Basarang Jaya, (2) Apakah kendala dalam upacara Menek Kelih pada umat Hindu Bali di Desa Basarang Jaya, dan (3) Apakah nilai-nilai pendidikan Hindu dalam upacara Menek Kelih di Desa Basarang Jaya. Teori yang digunakan untuk mengkaji yakni teori fenomenologi, teori kendala (Theory Of Countrains), dan teori nilai. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji lebih dalam mengenai upacara Menek Kelih.
Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk mengkaji lebih dalam tentang upacara Menek Kelih. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Informan secara porposive. Peneliti sebagai instrumen utama. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan kondensasi data (data condensation), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan (conclusions drawing).
Bedasarkan hasil penelitian yang dikaji dengan teori fenomenologi, bahwa pelaksanaan upacara Menek Kelih di Desa Basarang Jaya terbagi menjadi tiga tahap yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan upacara dan tahap akhir. Tahap persiapan yakni melakukan sangkep dan mempersiapkan sarana upakara, tahap pelaksanaan upacara yakni menghaturkan sarana upakara, pembersihan diri (melukat), natab upacara Menek kelih, Persembahyangan, dan tahap akhir yakni melakukan simakrama, ngelungsur sesaji, dan makan bersama. Bedasarkan hasil penelitian yang dikaji dengan teori kendala, bahwa dalam pelaksanaan upacara Menek Kelih tedapat dua kendala yakni kendala internal dan eksternal. Kendala internal dalam upacara Menek Kelih yakni kurangnya pemahaman dan pengetahuan, serta kurangnya motivasi diri untuk mempelajari sarana upakara, dan kendala eksternal dalam upacara Menek Kelih yakni kendala pada dana dan kendala kehadiran umat. Dari hasil penelitian yang dikaji dengan teori nilai bahwa nilai-nilai pendidikan Hindu dalam upacara Menek Kelih terdiri dari nilai pendidikan tattwa (kebenaran) yang merupakan ajaran ketuhanan yang menjadikan landasan keyakinan umat dalam memeluk agama, nilai pendidikan religius yang merupakan kepercayaan umat akan adanya Sang Hyang Widhi, nilai pendidikan etika (tingkah laku), nilai pendidikan moralitas yang merupakan pengetahuan umat mengenai hal yang baik dan hal yang buruk, nilai pendidikan sosial yang merupakan interaksi antar umat yang saling membutuhkan satu sama lain, nilai pendidikan upacara yang merupakan rasa tanggung jawab dan kesanggupan umat untuk beryadnya, nilai pendidikan keindahan yang merupakan suatu karya seni dan karya cipta dan nilai pendidikan keagamaan.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
SILASIE, 2023: Strategi Pengelola Dalam Pengembangan Wisata Pesona Alam Lestari (PAL) Di Kelurahan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si dan Pembimbing II: Sulandra, S.Pi., M.Si. Pariwisata merupakan faktor yang menentukan lokasi industri untuk memajukan ekonomi di daerah-daerah yang kurang berkembang. Pariwisata juga merupakan salah satu upaya pemanfaatan sumber daya alam yang banyak dikembangkan untuk menggerakkan perekonomian suatu daerah, seiring dengan perkembangan teknologi, akses dan transportasi memberikan peluang besar dalam pengembangan wisata. Namun, keberadaan objek wisata harus dikelola dan dikembangkan dengan baik agar terus berkembang dan menjadi tujuan wisata. Salah satunya adalah Wisata Pesona Alam Lestari yang ada di Kelurahan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelola dalam pengembangan Wisata Pesona Alam Lestari di Kelurahan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Dengan permasalahan: (1) Bagaimana strategi pengelola dalam pengembangan Wisata Pesona Alam Lestari di Kelurahan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. (2) Apa saja Kendala dalam pengelolaan Wisata Pesona Alam Lestari yang ada di Kelurahan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori manajemen dan teori kendala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari empat tahap dalam proses analisis dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data, dalam penelitian ini peneliti dapat menyimpulkan beberapa hal: (1) Strategi pengelola dalam pengembangan wisata Pesona Alam Lestari menggunakan strategi analisis SWOT yaitu strength (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunity (peluang), threat (ancaman) dalam hal ini perlu ditingkatkan sektor pembangunan sarana dan prasarana, pengembangan SDM dan melakukan kerja sama yang baik antar pemilik wisata, karyawan maupun masyarakat sebagai pelaku usaha. (2) Kendala yang dialami dalam pengelolaan Wisata Pesona Alam Lestari yaitu kurang optimalnya dana yang dimiliki pengelola, sehingga pengembangan wisata kurang maksimal, kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang benar-benar memahami dibidang pariwisata serta tidak ada kebijakan dalam menjalin kerjasama terhadap pemerintah daerah ataupun pihak lain.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini mengkaji pengaruh stres akademik dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa pendidikan agam hindu pasca pandemi di SMA Negeri 4 Palangka Raya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini eksplanatori (exsplanatory research) dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan analisis regresi linear berganda dengan menggunakan IBM SPSS Statistics 22 (Statistical Package for Social Sciense’s Version 22 for Windows). Teknik pengambilan data purposive sampling. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 54 responden yang diperoleh dari siswa Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 4 Palangka Raya kelas X dan XII pada pasca pandemi dengan menyebarkan kuesioner secara online. Hasil pengujian hipotesis menghasilkan tingginya stres akademik dan motivasi yang dialami tidak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pendidikan Agama Hindu pada pasca pandemi di SMA Negeri 4 Palangka Raya.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK RENI SELVIYANTIE, 2023: Strategi Pengembangan Objek Wisata Lewu Betang Nansarunai Desa Sanggu Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Pembimbing I: Dr. Ervantia Restulita L Sigai, S.S.,M.Si dan pembimbing II: Dr. Kuri, S.Ag.,M.Ag Objek wisata Lewu Betang Nansarunai Desa Sanggu Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan merupakan wisata alam dan wisata budaya dayak, potensi yang ada pada objek wisata Lewu Betang Nansarunai berupa sumber daya alam yang menonjol yaitu pepohonan dan tanaman anggrek serta kantong semar. Objek wisata Lewu Betang Nansarunai harus dilakukan pengembangan yang berkelanjutan agar tetap tergaja dan menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Pengembangan objek wisata Lewu Betang Nansarunai perlu dilakukan agar dapat meningkatkan kunjungan wisatawan. Akan tetapi, objek wisata Lewu Betang Nansarunai masih kurang diketahui oleh masyarakat luas sehingga hal tersebut menyebabkan kurangnya kunjungan wisatawan sehingga pendapatan ekonomi masyarakat mengalami penurunan. Maka permasalahan dalam penelitian ini yaitu (1) Bagaimanakah kendala pengembangan objek wisata Lewu Betang Nansarunai Desa Sanggu Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan (2) Bagaimanakah upaya pengelola wisata dalam pengembangan objek wisata Lewu Betang Nansarunai Desa Sanggu Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan (3) Bagaimanakah dampak pengembangan objek wisata Lewu Betang Nansarunai Desa Sanggu Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Permasalahan ini dikaji menggunakan Teori Kendala, Teori Strategi dan Teori Dampak Pariwisata Pitana dengan menggunakan metode kualitatif melalui metode observasi, kepustaakaan, dokumentasi dan penentuan informan purposive sampling. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Kendala pengembangan objek wisata Lewu Betang Nansarunai sebagai berikut: (a) Kurangnya biaya operasional (b) Kurangnya promosi (c) Kurangnya perhatian dan peran pemerintah, (2) Upaya pengelola wisata dalam pengembangan objek wisata Lewu Betang Nansarunai sebagai berikut: (a) Pengembangan objek wisata (b) Meningkatkan promosi (c) Melibatkan kelompok sadar wisata (POKDARWIS), (3) Dampak pengembangan objek wisata Lewu Betang Nansarunai sebagai berikut: (a) Dampak perekonomian (b) Dampak Budaya (c) Dampak lingkungan.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
MAYA SAFITRI, 2023. Implementasi Budaya Literasi pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Tarung Riwut Luwuk Kanan Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agma Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Lamri, S.Pd., M.Pd.H. Pembimbing II Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd., M.Pd.H.
Budaya literasi penting dalam memperkaya kosakata, memperluas wawasan dan pengetahuan, membantu berpikir kritis, di SMP Tarung Riwut Luwuk Kanan masih dalam tahap pembiasaan termasuk dalam mata pelajaran pendidikan agama Hindu. Ada tiga permasalahan yang akan dibahas dibahas: (1) Bagaimana implementasi budaya literasi pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Tarung Riwut Luwuk Kanan? (2) Apa kendala implementasi budaya literasi pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Tarung Riwut Luwuk Kanan? (3) Bagaiman upaya mengatasi kendala implementasi budaya literasi di SMP Tarung Riwut Luwuk Kanan?.
Teori yang digunakan yaitu teori implementasi, kendala dan humanistik. Informan penelitian adalah guru agama Hindu (satu orang), kepala sekolah (satu orang) dan siswa agama Hindu (3 orang). Teknik pengumpulan data: 1) observasi, 2) wawancara, dan 3) dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif. Dan teknik analisis data: 1) kondensasi data, 2) penyajian data, dan 3) penarikan kesimpulan.
Dari hasil penlitian dapat disimpulkan bahwa 1) guru mengimplementasikan budaya literasi dengan mengarahkan siswa untuk membaca buku Kandayu, kitab suci Panaturan dan buku mata pelajaran lain yang berhubungan dengan pendidikan moral selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. 2) kendala yang dihadapi berasal dari a) faktor manusiawi: guru agama Hindu belum mengikuti pelatihan secara khusus tentang budaya literasi, dan siswa agama Hindu belum mampu melafalkan bahasa sangiang dengan fasih; b) faktor intitusional: belum tersediannya ruangan khusus untuk belajar agama Hindu; dan c) faktor intruksional: kurangnya buku bacaan agama Hindu. Dan 3) upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah: membeli buku tambahan dan mengusulkan kepihak dinas terkait untuk mengirimkan buku serta mengikutkan para guru dalam kegiatan seminar atau pelatihan. Dan upaya yang dilakukan oleh guru agama Hindu: menyediakan buku Kandayu, kitab suci Panaturan dan memanfaatkan buku mata pelajaran lain.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Seli Agustina, Putu. 2023. Strategi Orang Tua dalam Internalisasi Ajaran Tat Twam Asi pada Anak Usia Dini di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Mujiyono, S. Ag.,M.Ag dan Pembimbing II Lamri, S.Pd., M.Pd.H. Skripsi ini mengkaji tentang strategi orang tua dalam internalisasi ajaran Tat Twam Asi pada anak usia dini di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang, sebab anak-anak usia dini di desa tersebut terdapat sebuah masalah yakni kurangnya rasa kasih sayang, kepedulian dan kerukunan terhadap sesamanya. Hal tersebut bertentangan dengan ajaran Tat Twam Asi, oleh karena itu perlu dikaji tentang strategi orang tua dalam internalisasi ajaran Tat Twam Asi pada anak usia dini. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalahnya yakni sebagai berikut: (1) Bagaimanakah strategi orang tua dalam menginternalisasikan ajaran Tat Twam Asi pada anak usia dini di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang? (2) Bagaimanakah kendala orang tua dalam menginternalisasikan ajaran Tat Twam Asi pada anak usia dini di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang?. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ilmu pengetahuan khususnya strategi orang tua dalam internalisasi ajaran Tat Twam Asi. Penelitian ini juga bermanfaat untuk memberikan pengetahuan dan wawasan bagi orang tua dan anak mengenai pendidikan moral. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) Teori aksi dan (2) Teori kendala. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif yang berlokasi di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sumber data skunder. Subjek dalam penelitian ini yakni orang tua di Desa Batu Nindan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik menganalisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian rumusan masalah pertama yang dikaji dengan teori aksi menunjukan bahwa orang tua memiliki tindakan berupa strategi dalam menginternalisasikan ajaran Tat Twam Asi kepada anak-anaknya. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian orang tua mengajarkan dan memberikan arahan, memberikan contoh atau teladan, melatih anak, melakukan pengawasan pada anak, serta memberikan teguran dan sanksi kepada anaknya. Dalam menjalankan strategi terdapat pula beberapa kendala yang dihadapi orang tua yaitu karakter dan watak anak, keterbatasan pemahaman, daya ingat anak yang terbatas, faktor pengaruh lingkungan dan pergaulan serta pengaruh negatif perkembangan teknologi. Rumusan masalah kedua yang dikaji menggunakan teori kendala yang merupakan suatu metode untuk melakukan perbaikan dan peningkatan secara terus-menerus dengan fokus terhadap faktor penghambat yang disebut kendala. Kata Kunci : Strategi Orang Tua, Tat Twam Asi.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
BUJANG ASIH 2023, Analisis Kemampuan Kognitif Siswa Kelas V Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SD Negeri 2 Tumbang Manggu Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH.,M.Pd.H Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si Kemampuan kognitif adalah salah satu bertujuan untuk melihat pemahaman siswa secara mendalam proses berpikir, menghubungkan, menilai, serta pertimbangkan dalam menyesuaikan diri mencapai tujuan. Kemampuan kognitif siswa Kelas V dalam memahami pembelajaran pendidikan Agama Hindu masih ada beberapa siswa diantaranya yang sulit untuk memahami materi. Berdasarkan latar belakang diatas, maka dalam penelitian ini ada dua permasalahan yang akan dibahas antara lain (1) Bagaimanakah kemampuan kognitif siswa kelas V pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD Negeri 2 Tumbang Manggu Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan, (2) Faktor apa saja menyebab kemampuan kognitif siswa kelas V pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD Negeri 2 Tumbang Manggu Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan kognitif siswa Kelas V pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD Negeri 2 Tumbang Manggu Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori kognitif dan teori kontruktivisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun untuk pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk menganalisis data yang diperoleh peneliti menggunakan Teknik analisis deskriptif kualitatif dengan langkah pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian bahwa: 1) Kemampuan kognitif siswa Kelas V pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD Negeri 2 Tumbang Manggu Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan yaitu dalam menjawab 10 (sepuluh) pertanyaan dengan berdasarkan aspek penilaian pengetahuan mengingat (C1) sejumlah 7 (tujuh) siswa mapu menjawab 3 pertanyaan dengan jawaban yang benar, dalam proses memahami (C2) 2 siswa mampu menjawab 4 pertanyaan dengan jawaban yang benar sedangkan 5 siswa yang lain masih belum mampu menjawab pertanyaan dengan jawaban yang benar, dan dalam proses mengaplikasikan (C3) sejumlah 7 siswa mapu menjawab 3 pertanyaan dengan jawaban yang benar. 2) faktor penyebab kemampuan kognitif siswa Kelas V pada Mata Pelajaran PendidikanAgama Hindu di SD Negeri 2 Tumbang Manggu Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan yaitu: (1) sarana dan prasarana yang ada di Sekolah kurang memadai seperti buku paket dan ruang kelas khususnya ruang belajar Agama Hindu. (2) beberapa siswa yang tidak fokus pada pembelajaran bahkan lebih mudah cepat bosan saat pembelajaran berlangsung.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Objek wisata Surung Danum di Kelurahan Habaring Hurung Kota Palangka Raya, merupakan objek wisata sumber daya alam buatan, Salah satu potensi alam wisata Surung Danum adalah air hitamnya. Akan tetapi kemampuan manejerial masyarakat masih kurang dalam mengelola dikarenakan sumber daya manusianya masih kurang mumpuni. Maka dari itu agar tetap terjaga dan diminati oleh pengunjung, maka pemberdayaan SDM perlu dilakukan dalam upaya memberi kemampuan pelaku usaha wisata untuk menangani kunjungan wisatawan. Pemberdayaan SDM dapat memberikan informasi kepada pengelola tentang tingkat atau besarnya kemampuan yang dimiliki individu pelaku usaha wisata. Tingkat kemampuan dapat dijadikan acuan dan kebijakan untuk meningkatkan kualitas SDM pelaku usaha bidang pariwisata. Oleh karena itu, penting dilakukan kajian tentang pemberdayaan pelaku usaha wisata Surung Danum untuk mengetahui apakah pemberdayaan SDM pelaku usaha wisata tersebut memadai kemampuan individunya.Berdasarkan permasalahan dari latar belakang penelitian ini yaitu (1) Bagaimanakah pemberdayaan SDM para pelaku usaha di kawasan wisata Surung Danum (2) Bagaimanakah keterlibatan pemerintah setempat terhadap pemberdayaan pelaku usaha di kawasan wisata Surung Danum. Adapun teori yang digunakan dalam mengkaji permasalahan ini yaitu: (1) Teori Manajemen Sumber Daya Manusia (2) Teori Pemberdayaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif, teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui metode: observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Penentuan informan yang digunakan adalah teknik purposivesampling dengan teknik penentuan sampel sudah ditentukan. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) pemberdayaan SDM pelaku usaha wisata Surung Danum diperlukan untuk meningkatkan kualitas daya pikir dan daya fisik tiap individu pelaku usaha terkait bidang pelayanan pengunjung, baik dalam bentuk pelatihan dan pengajaran atau kegiatan sejenisnya (2) Keterlibatan pemerintah setempat terhadap pemberdayaan pelaku usaha wisata Surung Danum tidak dapat direalisasikan karena belum terjalin kerjasama antara pemerintah Kelurahan Habring Hurung dengan pengelola kawasan wisata Surung Danum.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
SHINTA CRISTINA GUSTIANIKA, 2023: Pengembangan Agrowisata Larosa Sebagai Daya Tarik Wisatawan di Kota Palangka Raya, Pembimbing I: Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Ag dan Pembimbing II: Buhol, S.Ag., M.Fil.H Agrowisata merupakan serangkain kegiatan pedesaan, termasuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan Bertani, memperlajari kebudayaan lokal, menikmati pemandangan dan keragaman hayati, mempraktekkan pertanian organik dan konvensial, dan memanen buah-buahan serta sayuran tropis. Selain itu, agrowisata juga dapat berperan sebagai media promosi produk pertanian, menjadi media Pendidikan, dan menjadi peluang pengembangan diverifikasi produk agribisnis. Berdasarkan permasalahan dari latar belakang penelitian ini yaitu (1) (Bagaimana perkembangan agrowisata larosa sebagai daya tarik wisatawan di Kota Palangka Raya) (2) Bagaimana kendala Pengembangan Agrowisata Larosa sebagai daya tarik wisatawan di Kota Palangka Raya. Adapun teori yang digunakan dalam mengkaji permasalahan ini yaitu: (1) teori pengembangan pariwisata (2) teori kendala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif, teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui metode, observasi, kepustakaan, wawancara dan dokumentasi. Penentuan informan yang digunakan adalah teknik purposive sampling dengan teknik penentuan innforman dengan pertimbangan tertentu. Penelitian ini dengan menggunakan teknik analisis data yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Hasil penelitian adalah: (1) Pengembangan Agrowisata Larosa, sebagai Daya Tarik Wisatawan di Kota Palangka Raya adalah suatu proses yang dilakukan seorang pengelola disitulah dapat dilihat keadaan Agrowisata Larosa yang sudah cukup berkembang, pengembangan wisata ini di perlakukankan dari tahun ke tahun dan sudah banyak sekali perubahan yang nampak seperti hal ini bisa dilihat dari segi sarana-prasarana. (2) Kendala dalam pengembangan adalah dari pengelolaan fasilitasnya dan kenyamanan, keindahan serta keamanan untuk pengunjung dan kurangnya dana sehingga fasilitas juga terbatas.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK SELIN KOBI, 2023: Pengembangan wisata Batu Batungkat di Desa Kubung kecamatan delang Kabupaten Lamandau. Pembimbing 1: Dr. Kadek Sukiada, S.Ag. Msi dan pembimbing 2: Buhol, S.Ag., MFIL.H. Wisata Batu Batungkat di Desa Kubung merupakan salah satu objek wisata yang sangat terkenal dengan keunukan nya wisata yang berbentuk seperti rumah dengan ketinggian kurang lebih 15 m. dari permukaan tanah di kelilingi perbukitan sehingga memiliki pemandangan yang indah wisata Batu Batungkat merupakan salah satu aset yang dimiliki oleh kecamatan Delang lokasi Batu Batungkat berada di sebelah kiri masuk kedalam sekitar 5 km pinggiran jalan raya utama yaitu di Trans Kalimantan Km 10 yang menghubungkan akses menuju perbatasan antara Kalimantan Tengah dan Kalimatan Barat. Namun kawasan ini masih belum terrkelola dengan baik serta masih terbatasnya sarana dan prasarana yang dimiliki. Berdasrakan permasalahan latar belakang penelitian ini yaitu (1) Bagaimanakah pengembangan wisata Batu Batungkat di Desa Kubung kecamatan Delang Kabupaten Lamandau, (2) apakah kendala pengembangan wisata Batu Batungkat di Desa Kubung kecamatan Delang Kabupaten Lamandau, serta upaya masyarakat dan pemerintah dalam pengembangan wisata Batu Batungkat di Desa Kubung Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau. Metode Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Analisis deskriptif kualikatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: observasi, wawancara, dokumentasi, dan keperpustakaan teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan ini adalah; (1) teori pengembangan pariwisata dan (2) teori kendala pariwisata. subjek penelitian ini adalah dinas pariwisata, masyarakat, pemerintahan Desa, tokoh masyarakat, juru kunci. Hasil penelitian ini adalah; pengembangan wisata Batu Batungkat perlu di kelola dan di jaga kebersihannya dan fasilitas yang ada, supaya wisata tersebut dapat dikenal oleh para wisatawan (2) kendala yang paling utama dihadapi anggaran yang tidak memadai yang digunakan dalam pengembangan wisata Batu Batungkat, serta perlu di tingkatkan kembali partisipasi masyarakat dan pemerintah, (3) upaya yang harus dilakukan melakukan musrembang Desa, melaksanakan festival budaya seperti Babukung, melakukan promosi melalui media sosial dan kunjungan ke dinas-dinas terkait, serta melakukan swadaya masyarakat baik material maupun tenaga.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK BELLA SARTIKA DEWI, 2023 : Pemenuhan Jalan Hadat Perkawinan Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tarusan Danum Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Fakultas Dharma Sastra, Program Studi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I).Mariatie, S.Ag.,M.Si. Pembimbing (II). I Kadek Kartika Yase, SH.,AH.,MH. Pemenuhan Jalan Hadat merupakan satu hal yang wajib dilaksanakan dalam perkawinan umat Hindu Kaharingan sebagai bentuk wujud keseriusan dan tanggung jawab dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan, dimana jalan hadat diartikan sebagai nilai dari seorang perempuan yang harus dipenuhi dalam bentuk barang-barang sesuai dengan aturan adat yang berlaku. Masalah yang diteliti : (1) Apa Persyaratan Jalan Hadat Pada Perkawinan Umat Hindu Kaharingan di Desa Tarusan Danum Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan ? (2) Bagaimana Proses Pemenuhan Jalan Hadat Pada Perkawinan Umat Hindu Kaharingan di Desa Tarusan Danum Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan ? Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Simbol dari Dillistone dan Teori Religi dari Roberthon Smith (Koentjaraningrat). Berdasarkan hasil penelitian bahwa syarat-syarat adat perkawinan di kalangan masyarakat Dayak ngaju khususnya di Desa Tarusan Danum dikenal dengan jalan hadat terdiri dari : Saput, Palaku, Sinjang Entang, Lapik Luang, Bulau Singah Pelek, Lamiang Turus Pelek, Pinggan Pananan Pahanjean Kuman, Tutup Uwan, Rapin Tuak, Duit Turus, Timbuk Tangga, Alat Pisek, Bulau Ngandung, Batu Kaja, Garantung Kuluk Pelek, Turus Pangingat, Lapik Ruji, Alat Tidur. Adapun Proses acara penyerahan jalan hadat oleh pihak laki-laki kepada pihak perempuan sebagai syarat adat yang diserahkan sebelum acara peneguhan/pemberkatan oleh Lembaga Agama dalam hal ini Ketua Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan Kecamatan Tewang Sangalang Garing. Yang melaksanakan penyerahan jalan hadat dalam perkawinan yaitu pihak laki-laki melalui mantir adat dan beberapa rekan lain yang bersangkutan. Setelah selesai penyerahan jalan hadat dibuatkan Surat Perjanjian Kawin menurut adat Dayak Ngaju Kalimantan Tengah yang ditanda tangani bersama kedua mempelai, kedua orang tua, saksi-saksi kedua belah pihak dan diketahui oleh Mantir Adat serta RT setempat.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Juliadi. S, 2023. Kedudukan Hak Waris Janda Dalam Pembagian Harta Warisan Pada Masyarakat Dayak Lawangan Ampah di Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur. Skripsi, Prodi Hukum Adat, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I :Armadiansyah, S.Ag.,SH.,MH, Pembimbing II : Sri Kayun, SH.,M.Si. Peralihan harta warisan dari pemilik warisan kepada ahli waris merupakan peristiwa hukum yang sangat penting di tengah-tengah masyarakat. Karena itu dalam proses penerusan dan pembagiannya hendaknya selalu menganut asas keadilan bagi penerima warisan. Salah satu persoalan hukum waris di Indonesia adalah mengenai kedudukan hak waris janda. Berbicara kedudukan hak waris janda merupakan suatu rangkaian yang bulat yang bersangkut-paut dengan perkawinan, penceraian, harta gono-gini dan warisan. Dalam penelitian ini permasalahan yang diteliti mencakup 2 (dua) hal, yaitu :(1). Mengetahui bagaimanakah kedudukan hak waris janda terhadap harta warisan peninggalan suaminya pada masyarakat suku Dayak Lawangan Ampah di Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur. (2). bagaimanakah proses pembagian harta warisan terhadap hak waris janda pada masyarakat suku Dayak Lawangan Ampah di Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori The Living law (Eugene Ehrlich) dan teori Keadilan, adapun jenis penelitian ini adalah jenis peelitian hukum empiris dengan mengunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengambil lokasi penelitian di Ampah Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur, sedangkan untuk mendapatkan data yang palit peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Adapun yang menjadi informan atau narasumber penelitian ini adalah Damang kepala adat, penghulu adat, mantir adat dan orang yang bersangkutan (janda). Analisis data dilakukan dengan melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian dan analisis data maka dapat disimpulkan yaitu :1) Kedudukan janda terhadap harta warisan peninggalan suaminya pada masyarakat Dayak Lawangan Ampah adalah tetap sama tetapi ia tidak memiliki hak penuh atas harta tersebut, jika janda menikah lagi harta menjadi hak anaknya, pendekatan musyawarah digunakan dalam pembagian harta warisan dengan mempertimbangkan tanggung jawab ahli waris. Meskipun ada hak janda dalam hukum nasional dan hukum adat, peran dan hak janda terbatas dalam faktor kemampuan dan peran sosial dalam masyarakat.2) Proses pembagian harta warisan terhadaap janda pada masyarakat suku Dayak Lawangan Ampah dapat dilakukan melalui musyawarah keluarga dan apabila keluarga tidak mendapatkan kesepakatan maka akan dilanjutkan secara hukum adat yang diselesaikan oleh para pemangku adat. Kata kunci : Kedudukan, Hak Waris, Pembagian, Harta Peninggalan
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Sinto, 2023. “Eksistensi Pasah Patahu Dalam Ajaran Hindu Kaharingan Di Desa Pangi,Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau”. Dengan Dosen Pembimbing I Dr. Wayan Gepu, S.Ag.,M.Fil.H dan Dosen Pembimbing II Rabiadi, S. Sos.H.,M.Pd.H Agama Hindu Kaharingan merupakan agama tertua di Kalimantan Tengah dan memiliki banyak sekali tempat suci local genius yang telah disucikan dengan beragam upacara maupun ritual yang dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan, salah satunya adalah Pasah Patahu. Pasah Patahu merupakan tempat suci bagi umat Hindu Kaharingan, yang merupakan tempat bagi umat Hindu Kaharingan untuk memuja dan memuji nama Ranying Hatalla Langit yang bermanifestasikan menjadi Patahu ataupun roh-roh suci lainnya. Umat Hindu Kaharingan melaksanakan ritual di Pasah Patahu ini salah satunya yaitu Pakanan Sahur Lewu, yang dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau setiap tanggal 1 Januari yaitu bertepatan pada Tahun Baru atau mengawali tahun.Prosesi Pakanan Sahur Lewu ini dilaksanakan sebagai wujud bhakti ataupun rasa terima kasih para umat kepada manifestasi Ranying Hatalla Langit yaitu Patahu dan roh-roh suci lainnya yang sudah menjaga kampung tersebut dari hal-hal negative ataupun dari hal-hal yang tidak baik. Pasah Patahu juga sebagai wahana bagi umat Hindu Kaharingan untuk merekatkan nilai persatuan antar umat. Karena disana umat bersatu padu ataupun bergortong royong dalam pembuatan sarana dan prasarana untuk melakukan ritual Pakanan Sahur Lewu.. Adapun rumusan masalah di dalam penelitian ini adalah : 1.Bagaimanakah Eksistensi pasah Patahu Bagi Umat Hindu di desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau? 2. Bagaimanakah Fungsi Pasah Patahu Bagi Umat Hiindu Kaharingan Di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau? 3. Bagaimanakah makna Pasah Patahu Bagi Umat Hiindu Kaharingan Di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau? Tujuan penelitian ada tiga yaitu untuk mengetahui eksistensi Pasah Patahu dalam ajaran Hindu Kaharingan di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau untuk mengetahui fungsi Pasah Patahu tersebut pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau, untuk mengetahui makna filosofis Pasah Patahu tersebut pada umat Hindu Kaharingan di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Konsep yang diajukan adalah Eksistensi, eksistensi Pasah Patahu, umat Hindu Kaharingan, dan kajian filosofis. Teori yang digunakan yaitu Teori Religi, Teori Fungsional Struktural dan Teori Interaksionalisme Simbolik. Metode Penelitian yang dipergunakan adalah metode penelitian Kualitatif yaitu penelitian yang dilaksanakan langsung di lapangan. Penelitian dilaksanakan langsung di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Sumber data yaitu data Primer dan data Sekunder dengan subyek penelitian Basir, tokoh Agama Hindu Kaharingan, tokoh Masyarakat, dan Mantir Adat. Teknik dalam pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumen yang dianalisis dengan teknik analisis data yang dapat ditarik suatu kesimpulan: 1) Eksistensi Pasah Patahu yaitu berada di depan balai basarah umat hindu kaharingan di desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau Masyarakat sangat mempercayai keberadaannya Pasah Patahu. Sebagai bentuk keberadaannya, maka setiap tahun dilaksanakan upacara Pakanan Sahur Lewu, yaitu setiap tanggal 1 Januari atau pada awal tahun baru. Pasah Patahu adalah hasil perjanjian masyarakat terdahulu dengan para Patahu pada saat pertama kali merintis sebuah kampung supaya dapat menjadi kampung yang dapat ditinggali. 2) Fungsi Pasah Patahu yaitu tempat memberikan sesajen kepada roh halus penjaga kampung (Patahu). Selain sebagai tempat menyimpan sesajen, Pasah Patahu juga sebagai tempat menghaturkan harapan dan permohonan supaya apa yang dicita-citakan dapat terwujud. 3). Makna Filosofis Pasah Patahu adalah sebagai simbol kepercayaan dari umat Hindu Kaharingan kepada Ranying Hatalla Langit dan kepada para Patahu. Makna Pasah Patahu adalah sebagai pelindung. Pasah Patahu adalah tempat memberikan sesajen kepada roh halus penjaga kampung (Patahu) yang telah menjaga kampung tersebut sehingga jauh dari marabahaya dan dari hal-hal negative lainnya.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sandika, 2023. Ritual Pakanan Tajahan Lewu di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur Dalam Perspektif Hukum Hindu. Dengan Dosen Pembimbing I Dra. Ni Made Ratini. dan Dosen Pembimbing II Mariatie.S.Ag.,M.Si. Ritual Pakanan Tajahan Lewu mengandung konsep kepercayaan terhadap adanya makhluk gaib yang menghuni alam gaib yang menjelma menjadi Ganan (kekuatan) atau makhluk yang menunggu tempat tersebut, Hal yang dipercaya mampu menjaga serta melindungi masyarakat. Anggapan masyarakat terhadap upacara ritual Pakanan Tajahan Lewu merupakan suatu bentuk ritual dengan tujuan untuk menetralisir kembali hubungan antara alam manusia dan alam makhluk gaib serta memohon perlindungan kepada roh-roh gaib atau ganan tajahan lewu untuk kelangsungan hidup masyarakat Desa Bukit Batu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur. Masalah yang diteliti mencakup 3 (tiga) yaitu : 1) Bagaimanakah bentuk dan proses pelaksanaan Ritual Pakanan Tajahan Lewu di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur ? 2) Faktor apakah yang menyebabkan dilaksanakan Ritual Pakanan Tajahan Lewu di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur? 3) Apakah dampak yang ditimbulkan apabila Ritual Pakanan Tajahan Lewu tidak dilaksanakan ? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Jenis penelitian menggunakan data primer dan skunder, sedangkan teknik penentuan informan adalah Teknik Purposive sampling. Dari analisis data tersebut maka dapat disimpulkan: 1) Bentuk dan proses pelaksanaan Ritual Pakanan Tajahan Lewu di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur adalah ada dua bentuk pelaksanaan yaitu a) proses batawur atau narinjet behas b) dibuat sebuah balai yang yaitu balai daras atau balai yang dibuat menggunakan kayu sebagai tempat untuk menyimpan sesajen. Adapun proses pelaksanaan Ritualnya yaitu menyiapkan sarana dan prasarana berupa peralatan dan sesajen yang akan dipersembahkan,Pemotongan hewan, Memasak sesajen, Memasukan sesajen kedalam balai daras, Meteng sirau menggunakan lilis lamiang. 2) Faktor yang menyebabkan dilaksanakan Ritual Pakanan Tajahan Lewu di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur adalah adanya hajatan masyarakat dan juga adanya pelanggaran pali ditempat lokasi tersebut sehingga dilaksanakannya ritual Pakanan Tajahan Lewu itu sendiri untuk menetralisir kembali hubungan antara masyarakat dengan penghuni atau roh Tajahan Lewu. 3) Dampak yang ditimbulkan apabila Ritual Pakanan Tajahan Lewu tidak dilaksanakan adalah berdampak negatif yangakan terjadi pada kehidupan umat manusia seperti mendapatkan kesialan,mendapatkan mimpi buruk dan tidak dapat tidur dengan nyenyak, dapat menjadi gila atau hilangnya cara berpikit yang baik, berakibat fatal misalnya mendapat kesusahan bahkan menyebabkan kematian. Dampak buruk tidak hanya terjadi oleh orang yang tidak sengaja merusak atau mengganggu Tajahan Lewu saja tapi juga akan berdampak pada keluarganya, misalnya anak istri orang tua dan masyarakat sekitarnya apabila pali atau pantangan itu dilanggar.