2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Konsep Metodologi Penelitian, Fungsi dan ciri Metodologi Penelitian, Tahan-tahap Penelitian, Peran Metode Dalam Penelitian, Perkembangan Metodologi Penelitian, Hakikat Metodologi Penelitian Pendidikan, Teknik Perumusan Masalah, Teknik Menyusun Kajian Teori, Perumusan Hipotesa, Variabel Penelitian, Teknik Sampling untuk penelitian, Instrumen Penelitian, Penelitian Tindakan Kelas, Metode Pengolahan dan Analisis Data
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pokok-pokok bahasan dalam buku ini mencakup: Paradigma Penelitian Kuantitatif ; Perbedaan antara Penelitian Kuantitatif dengan Penelitian Kualitatif; Latar Belakang, Perumusan Masalah, Tujuan dan Signifikansi Penelitian; Teori dan Kajian Pustaka; Variabel dan Hipotesis Penelitian Kuantitatif; Menyusun Kuesioner; Penentuan Populasi Sampel dan Data Penelitian Kuantitatif; Dasar-Dasar Statistik dalam Penelitian Kuantitatif; Uji Statistik pada Analisis Deskriptif, Asosiatif dan Komparatif; Uji Anova; Penyajian Data, Analisis Data, dan Interpretasi Data Kuantitatif; Menyusun Proposal Penelitian; dan Menyusun Laporan Penelitian.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Penelitian ini mengkaji upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara kajian pendidikan Hindu. Penelitian ini mengangkat fenomena upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara yang memiliki perbedaan dari upacara odalan lainnya, dan menjadikan upacara ini memiliki keistimewaan dan keunikan tersendiri. Berdasarkan hal di atas, penelitian ini difokuskan pada pembahasan tentang (1) apakah latar belakang umat Hindu Jawa mempertahankan tradisi Hindu Jawa dalam upacara odalan pura di Kabupaten Kutai Kartanegara?, (2) bagaimanakah pelaksanaan upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara dalam kajian pendidikan Hindu?, (3) apakah makna upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa Kabupaten Kutai Kartanegara dalam kajian pendidikan Hindu?, tujuan penelitian ini untuk mengetahui, mengkaji, menjelaskan dan mendeskripsikan latar belakang, pelaksanaan serta makna upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara kajian pendidikan Hindu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan memahami dan menganalisis upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan kajian pendidikan Hindu. Data ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Informan dipilih secara porposive. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dengan alat bantu. Data diverifikasi, dianalisis dengan teori interaksionisme simbolik dan teori fungsionalisme struktural, dengan disajikan secara formal dan informal. Berdasarkan observasi ditemukan bahwa latar belakang umat Hindu Jawa masih mempertahankan tradisi Hindu Jawa adalah: Adanya Kepribadian Orang Jawa, mempertahankan dan melestarikan ajaran Hindu Jawa, adanya warisan budaya dan tradisi dari leluhur, menjadi refleksi budaya Jawa, menjadi solidaritas umat Hindu Jawa dan kepuasan batin Hindu Jawa. Upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara kajian pendidikan Hindu terbagi ke dalam tiga tahapan yaitu tahap awal, tahapan pokok, dan tahapan akhir. Makna upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara kajian pendidikan Hindu adalah: makna sosial, makna gotong royong, makna solidaritas, makna moralitas, makna susila, makna karakter, makna kebenaran, makna keindahan, makna keindahan pandang, makna keindahan hati, makna religiusitas,dan makna rasa syukur. Interaksi sosial masyarakat Hindu Jawa dalam meningkatkan cinta kasih, persaudaraan, dan solidaritas menuju tujuan hidup lahir batin, keseimbangan serta kaharmonisan masyarakat Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara dapat dikatakan sangat luar biasa baik. Kata kunci: upacara odalan, tradisi Hindu Jawa
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
NIA,2022, Upacara Nahunan Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tangki Dahuyan Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas (Presepektif Hukum Hindu) Skrpsi. Fakultas Dharma Sastra, Prodi Hukum Agama Hindu, Isntitut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dengan Dosen Pembimbing I Dr. Ni Nyoman Rahmawati.S.Ag.,M.Si. dan Dosen Pembimbing II Emilson Atharwan.SH.,MH. Pelaksanaan Upacara Nahunan senantiasa dilaksanakan sesuai dengan kentetuan menurut tradisi atau kebiasaan yang selalu dilakukan oleh masyarakat Agama Hindu Kaharingan sejak dulu kala yang telah diajarkan oleh leluhurnya secara turun temurun. Masalah yang diteliti: (1) Bagaimana proses Upacara Nahunan menurut masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tangki Dahuyan Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas (Prespektif Hukum Hindu)? (2) Apakah fungsi Upacara Nahunan pada Masyarakat Hindu Kaharingan di desa Tangki Dahuyan Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas (Prespektif Hukum Hindu)?. (3) Apakah makna Upacara Nahunan pada Masyarakat Hindu Kaharingan di desa Tangki Dahuyan Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas (Prespektif Hukum Hindu)? teori yang digunakan seperti, teori religi dan teori simbol. Religi merupakan suatu kepercayaan Kepada Tuhan pada umumnya yang di inflementasikan melalui aktifitas pemujaan. Kata simbol mengandung arti untuk sesuatu atau juga menggambarkan sesuatu, khususnya untuk menggambarkan sesuatu yang material, abstrak, suatu ide, kualitas,tanda-tanda sesuatu objek, proses lain. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Proses Upacara Nahunan menurut masyarakat Hindu Kaharingan adalah pertama memahami sejarah Nahunan untuk melakukan upacara Nahunan melalui beberapa proses yang dilakukan adalah proses pertama mempersiapkan Sarana dan Prasarana upacara, proses kedua ritual pada saat disungai, proses ketiga ritual setelah datang dari sungai terdiri dari Pengukuhan Nama si Bayi, Pakanan Sahur parapah (mambayar hajat), dan menanam pohon sawang untung. selanjutnya dapat dianalisis dengan teori Religi, karena untuk memperkuat hasil penelitian yang ada hubungannya dengan Religi. Sebab Religi merupakan suatu kepercayaan Kepada Tuhan pada umumnya yang di inflementasikan melalui aktifitas pemujaan dalam setiap upacara/ritual keagamaan. (2) Fungsi Upacara Nahunan adalah untuk memberikan nama bayi dengan dimandikan oleh bidan agar anak tersebut mendapat kesucian lahir bathin dari yang maha kuasa. (3) Makna Upacara Nahunan adalah bentuk ucapan rasa syukur kepada Ranying Hatalla dan bentuk terimakasih kepada semua orang yang membantu proses kelahiran dalam harapan si anak akan berguna bagi semua orang.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Reko Kurniawan, 2022: Penerapan Komunikasi Kepemimpinan Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu Fakultas Dharma Duta Brahma Widya. Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu Fakultas Dharma Duta Brahma Widya Institut agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing (1) Dr Tardi Edung, S.Ag., M.Ag, Pembimbing (2) Ni Putu Eka Merliana, ST., M.T. Gambaran terhadap sesuatu yang dilakukan oleh seorang pemimpin, salah satunya adalah menyangkut masalah komunikasi dan kepemimpinan dalam menjalankan tugas dan kewajiban terhadap organisasi serta menjalin komunikasi yang baik di Program Studi Ilmu Komunnikasi Hindu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan komunikasi kepemimpinan himpunan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu Fakultas Dharma Duta Brahma Widya serta untuk mengetahui implikasi Penerapan Komunikasi Kepemimpinan Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu Fakultas Dharma Duta Brahma Widya. Teori yang digunakan adalah (1) teori tindakan komunikatif dan (2) teori dampak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian Kualitatif. Hasil data yang diperoleh terdapat berbagai pola komunikasi kepemimpinan yang digunakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu yaitu pola komunikasi interpersonal dan pola komunikasi kelompok yang kemudian di analisa dengan teori tindakan komunikatif. Pola komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh ketua yaitu mengajak anggota bertemu secara pribadi jika anggota tidak merespon penyampaian melalui group whatsapp maupun komunikasi yang dilakukan dalam forum diskusi secara tatap muka. Sedangkan pola komunikasi kelompok dilakukan secara tatap muka dalam forum diskusi guna membahas kegiatan yang ada di Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu. Implikasi yang terjadi dalam komunikasi kepemimpinan Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu di analisa dengan teori dampak yang mana dampak positifnya adalah terjalinnya kerjasama antara pimpinan dan anggota serta mahasiswa yang ada di Prodi Ilmu Komunikasi Hindu. Sedangkan dampak negatifnya adalah kurang jelasnya penyampain informasi yang dapat mengakibatkan kesalahpahaman baik antar anggota maupun mahasiswa.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Yunia, 2022 : Strategi Komunikasi Dalam Pembinaan Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Empas Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas.Dengan Dosen Pembimbing (I) Handoko,S.Ag.,M.Si Dan Dosen Pembimbing (II) Buhol. S.Ag.MFIL.H Strategi Komunikasi dalam Pembinaan umat beragama khususnya umat Hindu Kaharingan sangat penting, pembinaan tersebut dapat melahirkan manusia yang memilki mental jasmani dan rohani untuk mencapai uraian latar belakang yang menjadi permasalahan penelitian adalah : (1) Bagaimana Strategi Komunikasi Dalam Pembinaan Umat Hindu Kaharingan? (2) Apa Saja Faktor Pendukung Dan Penghambat Strategi KomunikasiDalam Pembinaaan Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Empas Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas? Adapun teori yang digunakan untuk membedah penelitian ini yakni: Teori Komunikasi Sibernetik,dan Teori Komunikasi Difusi Inovasi. Metode penelitian yang digunakan yakni metode deskriptif kualitatif. Wilayah penelitian yaitu di desa Tumbang Empas Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas. Informasi yakni dari Majelis Kelompok agama Hindu Kaharingan, Majelis Resort Kecamatan agama Hindu Kaharingan, Tokoh agama Hindu,Masyarakat Hindu Kaharingan, dan Umat Hindu Kaharingan. Data utamanya yakni para informan dan data pendukungnya dengan mengunanakan data dokumentasi. Alat yang digunakan peneliti seperti alat tulis, kamera, dan sesi wawancara. Teknik pengumpulan datanya dengan terjun langsung kelapangan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian untuk mengetahui bagaimanakah strategi komunikasi dalam pembinaan umat Hindu Kaharingan. Apa saja Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat Strategi Komunikasi dalam pembinaan umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Empas Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas. Pembinaan umat Hindu di desa Tumbang Empas, memotivasi umat hindu untuk mencapai suatu tujuan, strategi komunikasi pembinaan tersebut yaitu guna memberikan pemahaman ajaran agama hindu. Masih kurangnya pembinaan umat, baik dalam ranah kognitif; penentuan tentang keyakinan terhadap ajaran agama Hindu Kaharingan terutama mengenai persembahyangan/basarah apektif; sikap yang menunjukan keaktifan umat dalam mengikuti persembahayang/basarah dan keterampilan membuat sarana-sarana basarah. Kata Kunci : Strategi Komunikasi, Pembinaan Umat Hindu Kaharingan.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
NIA,2022, Upacara Nahunan Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tangki Dahuyan Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas (Presepektif Hukum Hindu) Skrpsi. Fakultas Dharma Sastra, Prodi Hukum Agama Hindu, Isntitut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dengan Dosen Pembimbing I Dr. Ni Nyoman Rahmawati.S.Ag.,M.Si. dan Dosen Pembimbing II Emilson Atharwan.SH.,MH. Pelaksanaan Upacara Nahunan senantiasa dilaksanakan sesuai dengan kentetuan menurut tradisi atau kebiasaan yang selalu dilakukan oleh masyarakat Agama Hindu Kaharingan sejak dulu kala yang telah diajarkan oleh leluhurnya secara turun temurun. Masalah yang diteliti: (1) Bagaimana proses Upacara Nahunan menurut masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tangki Dahuyan Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas (Prespektif Hukum Hindu)? (2) Apakah fungsi Upacara Nahunan pada Masyarakat Hindu Kaharingan di desa Tangki Dahuyan Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas (Prespektif Hukum Hindu)?. (3) Apakah makna Upacara Nahunan pada Masyarakat Hindu Kaharingan di desa Tangki Dahuyan Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas (Prespektif Hukum Hindu)? teori yang digunakan seperti, teori religi dan teori simbol. Religi merupakan suatu kepercayaan Kepada Tuhan pada umumnya yang di inflementasikan melalui aktifitas pemujaan. Kata simbol mengandung arti untuk sesuatu atau juga menggambarkan sesuatu, khususnya untuk menggambarkan sesuatu yang material, abstrak, suatu ide, kualitas,tanda-tanda sesuatu objek, proses lain. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Proses Upacara Nahunan menurut masyarakat Hindu Kaharingan adalah pertama memahami sejarah Nahunan untuk melakukan upacara Nahunan melalui beberapa proses yang dilakukan adalah proses pertama mempersiapkan Sarana dan Prasarana upacara, proses kedua ritual pada saat disungai, proses ketiga ritual setelah datang dari sungai terdiri dari Pengukuhan Nama si Bayi, Pakanan Sahur parapah (mambayar hajat), dan menanam pohon sawang untung. selanjutnya dapat dianalisis dengan teori Religi, karena untuk memperkuat hasil penelitian yang ada hubungannya dengan Religi. Sebab Religi merupakan suatu kepercayaan Kepada Tuhan pada umumnya yang di inflementasikan melalui aktifitas pemujaan dalam setiap upacara/ritual keagamaan. (2) Fungsi Upacara Nahunan adalah untuk memberikan nama bayi dengan dimandikan oleh bidan agar anak tersebut mendapat kesucian lahir bathin dari yang maha kuasa. (3) Makna Upacara Nahunan adalah bentuk ucapan rasa syukur kepada Ranying Hatalla dan bentuk terimakasih kepada semua orang yang membantu proses kelahiran dalam harapan si anak akan berguna bagi semua orang.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Nia Rahmadani, 2022, ritual Manggantung Sahur Parapah di Desa Parit Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur Skripsi Strata satu Program studi Filsafat Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I: Winawati, S.Pd., M.Pd dan Pembimbing II: Ni Putu Eka Merliana, ST., MT. Ritual Manggantung Sahur Parapah adalah ritual yang dilaksanakan dengan membuat suatu tanda permohonan, yaitu satu buah mangkok yang diisi beras, lalu digantung di dalam rumah kepada Sahur Parapah. Dalam pelaksanaannya biasanya ada tiga jenis Sahur yang biasa digunakan, yaitu Sahur perorangan, Sahur keluarga, dan Sahur Lewu. Akan tetapi dalam penelitian ini yang akan diteliti adalah Sahur perorangan, yang didalamnya memiliki keunikan, terutama Sahur yang akan digantung dalam sebuah mangkok kecil yang berisi beras, sipa ruku, sirau dan uang logam. Seiring dengan perkembangan zaman, maka penting adanya pemahaman tentang ritual khususnya ritual Manggantung Sahur Parapah di Desa Parit Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, serta menggali keunikan-keunikan yang belum diketahui mengingat perkembangan zaman yang semakin maju, berkembang dan lebih modern dikhawatirkan ritual tersebut akan musnah seiring dengan adanya perubahan-perubahan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu pelaksanaan, fungsi dan makna ritual Manggantung Sahur Parapah. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah; observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Hasil kajian penulisan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ritual Manggantung Sahur Parapah merupakan salah satu rasa cinta kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atau disebut dengan Sahur Parapah sebagai salah satu manifestasi-Nya yang dilaksanakan sebagai ucapan rasa syukur atas segala perlindungan dengan cara Manggantung Sahur Parapah yang berisi behas, sipa ruku, sirau dan kertas yang berisi nama pemilik Sahur untuk memohon doa, terutama dalam pelaksanaan jenis Sahur perorangan yang dilaksanakan hanya untuk satu orang yang dalam pelaksanaannya terdapat banyak fungsi dan makna. Kata Kunci: Ritual, Manggantung Sahur Parapah
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini mengkaji upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara kajian pendidikan Hindu. Penelitian ini mengangkat fenomena upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara yang memiliki perbedaan dari upacara odalan lainnya, dan menjadikan upacara ini memiliki keistimewaan dan keunikan tersendiri. Berdasarkan hal di atas, penelitian ini difokuskan pada pembahasan tentang (1) apakah latar belakang umat Hindu Jawa mempertahankan tradisi Hindu Jawa dalam upacara odalan pura di Kabupaten Kutai Kartanegara?, (2) bagaimanakah pelaksanaan upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara dalam kajian pendidikan Hindu?, (3) apakah makna upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa Kabupaten Kutai Kartanegara dalam kajian pendidikan Hindu?, tujuan penelitian ini untuk mengetahui, mengkaji, menjelaskan dan mendeskripsikan latar belakang, pelaksanaan serta makna upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara kajian pendidikan Hindu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan memahami dan menganalisis upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan kajian pendidikan Hindu. Data ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Informan dipilih secara porposive. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dengan alat bantu. Data diverifikasi, dianalisis dengan teori interaksionisme simbolik dan teori fungsionalisme struktural, dengan disajikan secara formal dan informal. Berdasarkan observasi ditemukan bahwa latar belakang umat Hindu Jawa masih mempertahankan tradisi Hindu Jawa adalah: Adanya Kepribadian Orang Jawa, mempertahankan dan melestarikan ajaran Hindu Jawa, adanya warisan budaya dan tradisi dari leluhur, menjadi refleksi budaya Jawa, menjadi solidaritas umat Hindu Jawa dan kepuasan batin Hindu Jawa. Upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara kajian pendidikan Hindu terbagi ke dalam tiga tahapan yaitu tahap awal, tahapan pokok, dan tahapan akhir. Makna upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara kajian pendidikan Hindu adalah: makna sosial, makna gotong royong, makna solidaritas, makna moralitas, makna susila, makna karakter, makna kebenaran, makna keindahan, makna keindahan pandang, makna keindahan hati, makna religiusitas,dan makna rasa syukur. Interaksi sosial masyarakat Hindu Jawa dalam meningkatkan cinta kasih, persaudaraan, dan solidaritas menuju tujuan hidup lahir batin, keseimbangan serta kaharmonisan masyarakat Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara dapat dikatakan sangat luar biasa baik. Kata kunci: upacara odalan, tradisi Hindu Jawa
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Yunia, 2022 : Strategi Komunikasi Dalam Pembinaan Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Empas Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas.Dengan Dosen Pembimbing (I) Handoko,S.Ag.,M.Si Dan Dosen Pembimbing (II) Buhol. S.Ag.MFIL.H Strategi Komunikasi dalam Pembinaan umat beragama khususnya umat Hindu Kaharingan sangat penting, pembinaan tersebut dapat melahirkan manusia yang memilki mental jasmani dan rohani untuk mencapai uraian latar belakang yang menjadi permasalahan penelitian adalah : (1) Bagaimana Strategi Komunikasi Dalam Pembinaan Umat Hindu Kaharingan? (2) Apa Saja Faktor Pendukung Dan Penghambat Strategi KomunikasiDalam Pembinaaan Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Empas Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas? Adapun teori yang digunakan untuk membedah penelitian ini yakni: Teori Komunikasi Sibernetik,dan Teori Komunikasi Difusi Inovasi. Metode penelitian yang digunakan yakni metode deskriptif kualitatif. Wilayah penelitian yaitu di desa Tumbang Empas Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas. Informasi yakni dari Majelis Kelompok agama Hindu Kaharingan, Majelis Resort Kecamatan agama Hindu Kaharingan, Tokoh agama Hindu,Masyarakat Hindu Kaharingan, dan Umat Hindu Kaharingan. Data utamanya yakni para informan dan data pendukungnya dengan mengunanakan data dokumentasi. Alat yang digunakan peneliti seperti alat tulis, kamera, dan sesi wawancara. Teknik pengumpulan datanya dengan terjun langsung kelapangan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian untuk mengetahui bagaimanakah strategi komunikasi dalam pembinaan umat Hindu Kaharingan. Apa saja Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat Strategi Komunikasi dalam pembinaan umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Empas Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas. Pembinaan umat Hindu di desa Tumbang Empas, memotivasi umat hindu untuk mencapai suatu tujuan, strategi komunikasi pembinaan tersebut yaitu guna memberikan pemahaman ajaran agama hindu. Masih kurangnya pembinaan umat, baik dalam ranah kognitif; penentuan tentang keyakinan terhadap ajaran agama Hindu Kaharingan terutama mengenai persembahyangan/basarah apektif; sikap yang menunjukan keaktifan umat dalam mengikuti persembahayang/basarah dan keterampilan membuat sarana-sarana basarah. Kata Kunci : Strategi Komunikasi, Pembinaan Umat Hindu Kaharingan.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Reko Kurniawan, 2022: Penerapan Komunikasi Kepemimpinan Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu Fakultas Dharma Duta Brahma Widya. Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu Fakultas Dharma Duta Brahma Widya Institut agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing (1) Dr Tardi Edung, S.Ag., M.Ag, Pembimbing (2) Ni Putu Eka Merliana, ST., M.T. Gambaran terhadap sesuatu yang dilakukan oleh seorang pemimpin, salah satunya adalah menyangkut masalah komunikasi dan kepemimpinan dalam menjalankan tugas dan kewajiban terhadap organisasi serta menjalin komunikasi yang baik di Program Studi Ilmu Komunnikasi Hindu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan komunikasi kepemimpinan himpunan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu Fakultas Dharma Duta Brahma Widya serta untuk mengetahui implikasi Penerapan Komunikasi Kepemimpinan Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu Fakultas Dharma Duta Brahma Widya. Teori yang digunakan adalah (1) teori tindakan komunikatif dan (2) teori dampak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian Kualitatif. Hasil data yang diperoleh terdapat berbagai pola komunikasi kepemimpinan yang digunakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu yaitu pola komunikasi interpersonal dan pola komunikasi kelompok yang kemudian di analisa dengan teori tindakan komunikatif. Pola komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh ketua yaitu mengajak anggota bertemu secara pribadi jika anggota tidak merespon penyampaian melalui group whatsapp maupun komunikasi yang dilakukan dalam forum diskusi secara tatap muka. Sedangkan pola komunikasi kelompok dilakukan secara tatap muka dalam forum diskusi guna membahas kegiatan yang ada di Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu. Implikasi yang terjadi dalam komunikasi kepemimpinan Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu di analisa dengan teori dampak yang mana dampak positifnya adalah terjalinnya kerjasama antara pimpinan dan anggota serta mahasiswa yang ada di Prodi Ilmu Komunikasi Hindu. Sedangkan dampak negatifnya adalah kurang jelasnya penyampain informasi yang dapat mengakibatkan kesalahpahaman baik antar anggota maupun mahasiswa.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Nia Rahmadani, 2022, ritual Manggantung Sahur Parapah di Desa Parit Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur Skripsi Strata satu Program studi Filsafat Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I: Winawati, S.Pd., M.Pd dan Pembimbing II: Ni Putu Eka Merliana, ST., MT. Ritual Manggantung Sahur Parapah adalah ritual yang dilaksanakan dengan membuat suatu tanda permohonan, yaitu satu buah mangkok yang diisi beras, lalu digantung di dalam rumah kepada Sahur Parapah. Dalam pelaksanaannya biasanya ada tiga jenis Sahur yang biasa digunakan, yaitu Sahur perorangan, Sahur keluarga, dan Sahur Lewu. Akan tetapi dalam penelitian ini yang akan diteliti adalah Sahur perorangan, yang didalamnya memiliki keunikan, terutama Sahur yang akan digantung dalam sebuah mangkok kecil yang berisi beras, sipa ruku, sirau dan uang logam. Seiring dengan perkembangan zaman, maka penting adanya pemahaman tentang ritual khususnya ritual Manggantung Sahur Parapah di Desa Parit Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, serta menggali keunikan-keunikan yang belum diketahui mengingat perkembangan zaman yang semakin maju, berkembang dan lebih modern dikhawatirkan ritual tersebut akan musnah seiring dengan adanya perubahan-perubahan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu pelaksanaan, fungsi dan makna ritual Manggantung Sahur Parapah. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah; observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Hasil kajian penulisan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ritual Manggantung Sahur Parapah merupakan salah satu rasa cinta kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atau disebut dengan Sahur Parapah sebagai salah satu manifestasi-Nya yang dilaksanakan sebagai ucapan rasa syukur atas segala perlindungan dengan cara Manggantung Sahur Parapah yang berisi behas, sipa ruku, sirau dan kertas yang berisi nama pemilik Sahur untuk memohon doa, terutama dalam pelaksanaan jenis Sahur perorangan yang dilaksanakan hanya untuk satu orang yang dalam pelaksanaannya terdapat banyak fungsi dan makna. Kata Kunci: Ritual, Manggantung Sahur Parapah
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat membuat proses pembelajaran lebih cepat dan efektif. Perkembangan kajian teknologi pendidikan menghasilkan berbagai konsep dan praktik pendidikan yang banyak memanfaatkan media sebagai sumber belajar. Oleh karena itu, terdapat persepsi bahwa teknologi pendidikan sama dengan media, padahal kedudukan media berfungsi sebagai sarana untuk mempermudah dalam penyampaian informasi atau bahan belajar. Buku ini berisi materi yang dapat digunakan baik oleh tenaga pengajar maupun mahasiswa, serta para pembaca umumnya untuk menambah wawasan berpikir dan ilmu yang berkenaan dengan Teknologi Pendidikan. Buku ini terdiri dari 11 Bab yang membahas tentang: Bab 1 Hakikat Media Pembelajaran Bab 2 Kedudukan Media dalam Pembelajaran Bab 3 Fungsi Media Pembelajaran Bab 4 Klasifikasi Media Pembelajaran Bab 5 Media Visual Bab 6 Media Audio Bab 7 Media Audio Visual dan Animasi Bab 8 Media Komputer Bab 9 Prosedur Pemilihan Media Pembelajaran Bab 10 Mekanisme Produksi Media Pembelajaran Bab 11 Evaluasi Media Pembelajaran
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
RUSNIATI, 2021 : Pernikahan Dini Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di
Kelurahan Tumbang Jutuh Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas
Ditinjau Dari Perspektif Undang-Undang No. 1 Tahun 1974. Pembimbing
I Mariatie, S.Ag.,M.Si, Pembimbing II Armadiansyah, S.Ag,SH.,MH.
Pernikahan Dini Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Kelurahan Tumbang
Jutuh Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas Ditinjau Dari Perspektif UU
No 1 Tahun 1974 yang menyatakan bahwa pasangan calon pengantin pria dapat
melangsungkan perkawinan apabila telah berusia 21 tahun dan calon pengantin
wanita telah berusia 18 tahun.
Masalah dalam penelitian ini adalah 1 Apa akibat hukum yang timbul dari
pasal 7 ayat (1) Undang-Undang No. 01 Tahun 1974. 2) Bagaimana upaya yang
dapat dilakukan untuk meminimalisir prilaku masyarakat Hindu Kaharingan
dalam hal pernikahan dini. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah
Teori kesadaran hukum/kepatuhan hukum, Teori Objektivitas Hukum.
Metode yang digunakan metode kualitatif. Peneliti ingin mendeskripsikan
data lapangan yang didapat sehingga mendapat sebuah gambaran umum mengenai
permasalahan penelitian, sedangkan teknik penentuan informan menggunakan
teknik pusposive sampling yaitu penentuan informan berdasarkan pertimbangan
teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumen,
teknik analisis data menggunakan teknik analisis mengalir.
Berdasarkan hasil penelitian dapat peneliti simpulkan: 1) Akibat hukum
yang timbul dari pasal 7 ayat (1) Undang-Undang No. 01 Tahun 1974 (1) anak
yang lahir dari perkawinan, adalah anak sah berdasarkan (pasal 42 UU no. 1
Tahun 1974, (2) Suami menjadi waris dari istri dan sebaliknya istri menjadi waris
bagi suaminya, apabila salah seorang meninggal dalam perkawinan. Maka dari itu
pentingnya perkawinan yang cukup umur berdasarkan UU No. 1 pasal 7 ayart 1
tahun 1974. 2) Upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir prilaku
masyarakat Hindu Kaharingan dalam hal pernikahan dini, seperti : (1) Pemberian
nasehat oleh pemimpin perkawinan kepada pasangan tunangan agar tidak
melakukan hubungan suami istri sebelum menikah. (2) Pemberian nasehat oleh
saksi pertunangan kepada pasangan tunangan agar tidak melakukan hubungan
suami istri sebelum menikah. (3) Pemberian pertanyaan oleh modin kepada
pasangan yang akan menikah tentang apakah mereka sudah melakukan hubungan
suami istri sebelum menikah atau tidak. (4) Pengharusan melakukan upacara
pertobatan bagi pasangan yang hamil lebih dahulu sebelum pernikahan. (5) Upaya
yang dilakukan pihak sekolah dalam mencegah terjadinya pernikahan usia dini
adalah mendorong para siswanya untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat
membekali para pelajar tersebut untuk tidak melakukan tindakan siswa/pelajar
Kegiatan-kegiatan tersebut berupa kegiatan ekstrakurikuler, pelatihan
keterampilan dan lain sebagainya. Pihak sekolah sering memberikan pelatihan
keterampilan skil bagi siswa siswi untuk mengasah kemampuan mereka dan
semuanya. (6) Pengawasan orang tua merupakan salah satu kunci utama dalam
pencegahan pernikahan remaja usia dini. Peran orang tua ini berupa nasehat untuk
menjaga diri dan pergaulan, menanamkan nilai moral, menjadi teladan,
memberikan pola asuh yang baik, bagaimana cara bergaul, serta berdiskusi
ix
dengan anak tentang hal-hal penting lainnya. Orang tua harus selalu memberikan
nasehat untuk menjaga dirinya serta mengawasi kegiatan yang dilaksanakan di
sekolah. Orang tua juga harus menanamkan nilai-nilai kebaikan agar moral anak
baik. Orang tua harus bisa memberikan contoh, tidak mengekang tapi anak-anak
tidak bebas dalam bergaul.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK RUSNIATI, 2021 : Pernikahan Dini Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Kelurahan Tumbang Jutuh Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas Ditinjau Dari Perspektif Undang-Undang No. 1 Tahun 1974. Pembimbing I Mariatie, S.Ag.,M.Si, Pembimbing II Armadiansyah, S.Ag,SH.,MH. Pernikahan Dini Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Kelurahan Tumbang Jutuh Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas Ditinjau Dari Perspektif UU No 1 Tahun 1974 yang menyatakan bahwa pasangan calon pengantin pria dapat melangsungkan perkawinan apabila telah berusia 21 tahun dan calon pengantin wanita telah berusia 18 tahun. Masalah dalam penelitian ini adalah 1 Apa akibat hukum yang timbul dari pasal 7 ayat (1) Undang-Undang No. 01 Tahun 1974. 2) Bagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir prilaku masyarakat Hindu Kaharingan dalam hal pernikahan dini. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori kesadaran hukum/kepatuhan hukum, Teori Objektivitas Hukum. Metode yang digunakan metode kualitatif. Peneliti ingin mendeskripsikan data lapangan yang didapat sehingga mendapat sebuah gambaran umum mengenai permasalahan penelitian, sedangkan teknik penentuan informan menggunakan teknik pusposive sampling yaitu penentuan informan berdasarkan pertimbangan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumen, teknik analisis data menggunakan teknik analisis mengalir. Berdasarkan hasil penelitian dapat peneliti simpulkan: 1) Akibat hukum yang timbul dari pasal 7 ayat (1) Undang-Undang No. 01 Tahun 1974 (1) anak yang lahir dari perkawinan, adalah anak sah berdasarkan (pasal 42 UU no. 1 Tahun 1974, (2) Suami menjadi waris dari istri dan sebaliknya istri menjadi waris bagi suaminya, apabila salah seorang meninggal dalam perkawinan. Maka dari itu pentingnya perkawinan yang cukup umur berdasarkan UU No. 1 pasal 7 ayart 1 tahun 1974. 2) Upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir prilaku masyarakat Hindu Kaharingan dalam hal pernikahan dini, seperti : (1) Pemberian nasehat oleh pemimpin perkawinan kepada pasangan tunangan agar tidak melakukan hubungan suami istri sebelum menikah. (2) Pemberian nasehat oleh saksi pertunangan kepada pasangan tunangan agar tidak melakukan hubungan suami istri sebelum menikah. (3) Pemberian pertanyaan oleh modin kepada pasangan yang akan menikah tentang apakah mereka sudah melakukan hubungan suami istri sebelum menikah atau tidak. (4) Pengharusan melakukan upacara pertobatan bagi pasangan yang hamil lebih dahulu sebelum pernikahan. (5) Upaya yang dilakukan pihak sekolah dalam mencegah terjadinya pernikahan usia dini adalah mendorong para siswanya untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat membekali para pelajar tersebut untuk tidak melakukan tindakan siswa/pelajar Kegiatan-kegiatan tersebut berupa kegiatan ekstrakurikuler, pelatihan keterampilan dan lain sebagainya. Pihak sekolah sering memberikan pelatihan keterampilan skil bagi siswa siswi untuk mengasah kemampuan mereka dan semuanya. (6) Pengawasan orang tua merupakan salah satu kunci utama dalam pencegahan pernikahan remaja usia dini. Peran orang tua ini berupa nasehat untuk menjaga diri dan pergaulan, menanamkan nilai moral, menjadi teladan, memberikan pola asuh yang baik, bagaimana cara bergaul, serta berdiskusi ix dengan anak tentang hal-hal penting lainnya. Orang tua harus selalu memberikan nasehat untuk menjaga dirinya serta mengawasi kegiatan yang dilaksanakan di sekolah. Orang tua juga harus menanamkan nilai-nilai kebaikan agar moral anak baik. Orang tua harus bisa memberikan contoh, tidak mengekang tapi anak-anak tidak bebas dalam bergaul.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Dalam tatanan sosial yang luar biasa kompleks ini, terpendam pula ragam potensi masalah yang tak kunjung usai. Jika tak disaring, dapat mempengaruhi sikap individu ke arah destruktif, membuatnya menjadi sesuatu yang tidak terkontrol, menyelewengkan nilai dan norma masyarakat, hingga menyebabkan ketidakstabilan sosial. Imbasnya dapat mempengaruhi kesehatan psikologi seseorang, membuatnya berbeda secara watak dan kepribadian dengan mayoritas individu secara umum. Itu mengapa, kajian dan pendekatan psikologi amat signifikan dan bermakna besar dalam dunia modern berjuta masalah ini. Buku di tangan Pembaca sekarang merupakan sebuah usaha untuk mengisi peran itu. Karya yang diinisiasi Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Maluku Utara ini adalah bunga rampai berisi 15 judul tulisan dengan berbagai isu dan permasalahan sosial yang begitu dekat dengan hidup kita. Tema-temanya menyangkut bullying, masa transisi remaja, gender, kekerasan dalam pacaran, self awareness, candu internet, perilaku berjudi, dan beberapa lain. Pun, lewat beberapa bagian tulisannya, buku ini juga mengangkat kekhasan budaya daerah Maluku Utara yang unik, dinamis, dan penting untuk diketahui khalayak luas.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pada buku ini dibahas dua bagian utama yaitu optimasi problem based learning dan implementasinya pada pembelajaran sains di sekolah dasar dan pengembangan pembelajaran sain di sekolah dasar berdasarkan kurikulum 2013.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK SELI DUNI ANTI, 2020, Pembagian Hak Waris Anak Dalam Kasus Penceraian Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Pelari Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara Skripsi. Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri “Tampung Penyang” (IAHN-TP). Palangka Raya Pembimbing (I). Mariatie, S.Ag.,M.Si. Pembimbing (II). Armadiansyah, S.Ag,SH,MH. Secara umum masyarakat Hindu Kaharingan (Suku Dayak Tewoyan) di Desa Pelari Kecamatan Gunung Timang memiliki sistem kekeluargaan parental (bilateral) menurut sistem ini bahwa garis keturunan didasarkan pada garis Bapak dan Ibu sama saja atau anak laki-laki dan anak perempuan mempunyai hak waris yang sama, setara dan seimbang. Sistem kekeluargaan parental (bilateral) inilah yang mempengaruhi sistem kewarisan masyarakat Hindu Kaharingan (Suku Dayak Tewoyan) di Desa Pelari Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 2 (dua) hal yaitu : (1) bagaimana kedudukan hak waris anak dalam masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Pelari Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara?. (2) bagaimana pembagian hak waris anak dalam kasus penceraian pada masyarakat umat Hindu Kaharingan di Desa Pelari Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara?. Subjek penelitian adalah Tokoh Masyarakat, Pemuka Adat, Mantir Kepala Adat, Pejabat Desa, dan Warga Masyarakat yang terkait langsung dengan masalah penelitian. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dan rancangan studi kasus dengan langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Objek penelitian ini adalah Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Pelari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptip Kualitatif yaitu dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dan hasil studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa harta warisan itu dapat dimiliki oleh ahli waris dengan ketentuan undang-undang, adanya wasiat dari pewaris atau karena penceraian dan kematian. Jika terjadi penceraian dalam masyarakat Hindu Kaharingan (khususnya suku Dayak Tewoyan di Desa Pelari) maka diatur berdasarkan hukum adat dan sesuai dengan Surat Perjanjian Kawin (Kelakar) yang terdapat pada pasal 3 ayat (3) yang dibuat pada saat melakukan perkawinan. Inilah yang nantinya menjadi dasar pembagian harta perkawinan (gono-gini) jika terjadinya penceraian. Dalam pembagian hak waris anak, pewaris harus memiliki lembaga adat baik Damang/Mantir Adat agar menjauhkan dari cara-cara penyelesaian yang tidak benar dengan memperlakukan ahli waris secara sewenang-wenang tanpa menghargai hak-haknya. Secara umum masyarakat Dayak khususnya masyarakat di Desa Pelari menganut sistem kekeluargaan parental (bilateral), yaitu anak perempuan maupun anak laki-laki berhak sebagai ahli waris dan mempunyai kedudukan yang sama, setara dan seimbang.. Kata Kunci : Pembagian, Hak Waris Anak, Penceraian
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Sri Pornia, 2020, Kandayu pada pelaksanaan Basarah di Desa Tumbang Kuayan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas (Kajian Teologi Hindu Kaharingan). Skripsi Strata Satu Program Studi Filsafat Agama Hindu, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Wayan Gepu, S.Ag., M.Fil.H dan Pembimbing II: Ni Nyoman Tantri, S.Pd., M.Pd. Beragama merupakan salah satu kewajiban bagi insan manusia di dunia ini. Penerapan ajaran agama diharapkan dapat dilakukan dengan baik, benar dan berlandaskan pada hati tulus dan ikhlas. Ajaran agama setidaknya harus menjadi pedoman dalam kehidupan. Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kuayan, menjalankan aktivitas keagamaan melalui pelaksanaan Basarah yang disertai dengan pelantunan kidung suci Kandayu. Tetapi ada keprihatinan iman terhadap perbedaan ritme Kandayu dan perubahan kalimat dari kandayu cetakan terbaru dengan yang lama serta makna teologi Kandayu. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apa jenis Kandayu dan makna teologi Kandayu yang digunakan pada pelaksanaan Basarah di Desa Tumbang Kuayan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis Kandayu, dan makna teologi dalam Kandayu yang digunakan pada saat pelaksanaan Basarah. Teori yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu teori rekontruksi, teori refrensial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berlokasi di Desa Tumbang Kuayan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Jenis data yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Sumber data yaitu Sumber data primer dan sumber data sekunder. Sedangkan instrumen penelitian yaitu peneliti itu sendiri. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan studi dokumen sedangkan teknik analisa data menggunakan teknik analisa mengalir. Adapun hasil dari penelitian ini menunujukan bahwa: 1) Jenis Kandayu yang digunakan pada pelaksanaan Basarah didesa Tumbang Kuayan yaitu Kandayu Manyarah Sangku Tambak Raja, Kandayu Mantang Kayu Erang, Kandayu Parawei dan Kandayu Mambuwur Behas Hambaruan. 2) Makna teologi jenis Kandayu yang digunakan pada saat pelaksanaan Basarah yaitu Kandayu Manyarah Sangku mengandung makna menyerahkan segala kehidupan kepada Ranying Hatalla dan memohon berkat. Kandayu Mantang Kayu Erang mengandung makna memohon rejeki, kesehatan dan umur panjang kepada Ranying Hatalla Langit. Kandayu Parawei mengandung makna berupa nasehat kepada umat Hindu Kaharingan agar imannya kuat dan selalu menjalankan ajaran dari Ranying Hatalla Langit, dan Kandayu Mambuwur Behas Hambaruan mengandung makna menerima berkat dari Ranying Hatalla Langit.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mesi Karunia Lestari, 2020. Pengaruh Penggunaan LCD Proyektor Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas. Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag Pendidikan merupakan bagian yang sangat penting dalam membangun Negara. Peran dari pendidikan adalah menciptakan sumber daya manusia yang modern dan bermoral. Dalam dunia pendidikan tidak bisa jauh dari penggunaan media dalam kegiatan belajar mengajar guna membuat variasi pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk giat dalam belajar agar prestasinya meningkat atau lebih baik dari sebelumnya. Rumusan masalah, yaitu: Apakah ada pengaruh penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas?; dan apakah kendala dari penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas?. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh dan kendala penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas. Metode menggunakan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah 1 (satu) orang guru dan 33 siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas, Teknik Sampling Jenuh (Total Sampling) dan sampel penelitian semua siswa kelas X Multimedia. Teknik pengumpulan data: observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data, yaitu: Uji t dengan taraf signifikan 5%. Hipotesis penelitian ini, yakni: Ha= Ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai; Ho= Tidak ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai. Kesimpulan: Kendala terjadinya mati listrik, Adapun pengaruh yang positif atau signifikan antara pengaruh penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas. Koefisien Korelasi (r) = 0,99 ini menunjukkan bahwa penggunaan LCD Proyektor mempunyai hubungan yang positif terhadap prestasi siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai. Determinan (r2) = 98,01 % adalah menunjukkan bahwa besarnya sumbangan dari penggunaan LCD Proyektor (variabel x) terhadap naik turunnya prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas (variabel y) adalah 98,01 % dan selain dari itu sebesar 1,99 % di pengaruhi oleh faktor yang lain dan tidak dibahas disini. Hasil uji t di peroleh thitung= 39,171, sedangkan ttabel= 1,696, karena thitung>ttabel, artinya Ha (diterima) dan H0 (ditolak). Demikian, pencapaian penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas terdapat pengaruh yang positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.