Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

INA

146 karya publik ditemukan.

2026: 112025: 252024: 222023: 182022: 272021: 202020: 42018: 22017: 162010: 1

Upaya Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Melalui Problem Based Learning Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas III SDN 4 Menteng Palangka Raya

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas(PTK). Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas III SDN 4 Menteng Palangka Raya, yang terdiri dari 32 orang siswa.Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus yaitu siklus 1 dan siklus 2. Berdasarkan fakta dilapangan peneliti menemukan beberapa masalah seperti guru masih banyak menggunakan metode pembelajaran konvensional berupa ceramah dan latihan soal, aktivitas belajar siswa cenderung pasif, kurang berpartisipasi dalam diskusi, dan mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep dasar Matematika. Hal ini menyebabkan Motivasi belajar siswa menurun, dan mereka menganggap Matematika membosankan dan sulit. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui problem based learning pada mata pelajaran matematika kelas III SDN 4 Menteng Palangka Raya. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini ialah dengan menggunakan observasi, kuisioner, dokumentasi.instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah meliputi lembar observasi guru, lembar observasi siswa, serta kuisioner aktivitas siswa. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti, menunjukkan bahwa adanya peningkatan pada hasil belajar siswa, aktivitas guru dan aktivitas siswa. Hal ini dapat dilihat dari nilai pratindakan untuk hasil belajar siswa yaitu sebesar 18,75%, dengan jumlah 6 siswa yang tuntas dan 26 orang siswa tidak tuntas. naik menjadi 53% dengan jumlah 17 siswa yang tuntas dan 15 orang siswa tidak tuntas pada siklus 1 Dan mengalami peningkatan yang signifikan setelah pada siklus II yaitu mencapai nilai ketuntasan 87,50% dengan jumlah 28 siswa yang tuntas dan 4 orang siswa tidak tuntas. Dan selanjutnya pada aktivitas guru juga terdapat peningkatan yang pada awalnya pada siklus I memperoleh nilai 3,5 kemudian meningkat pada siklus II memperoleh nilai 4. Aktivitas siswa pada siklus I memperoleh nilai 3,4 dan kemudian meningkat pada siklus II menjadi 4. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan aktivitas belajar siswa dikelas. model problem-based learning tidak hanya efektif dalam meningkatkan pemahaman materi pelajaran, tetapi juga mendorong keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Model ini memungkinkan siswa untuk lebih aktif, kreatif, dan kolaboratif, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan.

Strategi Pencegahan Tindak Pidana Penyebaran Berita Bohong (Hoax) melalui Media Sosial di Polda Kalteng

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

KRISTINA, 2024 : Strategi Pencegahan Tindak Pidana Penyebaran Berita Bohong (Hoax) Melalui Media Sosial Di Polda Kalteng Skripsi. Fakultas Dharma Sastra, Program Studi Hukum Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Made Kastama, SH.,MH. Pembimbing II Edelweisia Cristiana, M.H. Pencegahan penyebaran berita bohong (hoax) sebagai upaya yang mengedepankan usaha atau tindakan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan terkhususnya dalam pencegahan tindak pidana penyebaran berita bohong (hoax) melalui media sosial. Dampak berita hoax menimbulkan kegaduhan dalam masyarakat yang dikarenakan oleh hoax tersebut juga terprovokasi dari adanya suatu informasi atau berita bohong. Oleh sebab itu peneliti tertarik mengangkat tentang Strategi Pencegahan Tindak Pidana Penyebaran Berita Bohong (Hoax) Melalui Media Sosial Di Polda Kalteng, dengan lokasi penelitian di Kepolisian Daerah (POLDA) Kalimantan Tengah. Dengan dua rumusan pokok : (1) Apa upaya yang dilakukan oleh pihak Kepolisian Daerah (POLDA) Kalimantan Tengah dalam pencegahan tindak pidana penyebaran berita bohong (hoax) melalui media sosial ? (2) Bagaimana penanggulangan oleh pihak Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah apabila terjadi kasus penyebaran berita bohong (hoax)? Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan teknik purposive sampling, di analisis menggunakan teori penegakan hukum dan teori efektivitas hukum, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, kemudian diolah dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa upaya pencegahan tindak pidana penyebaran berita bohong (hoax) melalui media sosial di Polda Kalteng dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: Upaya pencegahan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah, terkhususnya ditangani oleh Bidang Humas Polda Kalteng yang menangani penyebaran berita hoax, baik itu pencegahan maupun penanggulangannya. Upaya pencegahan yang dilakukan dengan literasi digital, edukasi, sosialisasi dan patroli siber secara aktif kepada masyarakat, mendatangi komunitas, sekolah, perguruan tinggi, dan lembaga masyarakat lainnya untuk memberikan informasi tentang hukum yang terkait dengan penyebaran berita bohong atau hoax. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum kepada masyarakat. Penanggulangan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian apabila terjadi kasus penyebaran berita bohong yaitu melalui/melakukan Restorative Justice atau pembinaan dan melakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran atau penyimpangan terhadap peraturan perundang-undangan.

Upaya Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Melalui Problem Based Learning pada Mata Pelajaran Matematika Kelas III SDN 4 Menteng Palangka Raya

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembelajaran matematika dengan materi penjumlahan bilangan bertujuan mengajarkan siswa konsep menggabungkan bilangan, mengenali simbol (+), dan melakukan penjumlahan sederhana. Kesulitan umum dalam pembelajaran matematika dengan materi penjumlahan bilangan adalah meliputi kesulitan memahami konsep penjumlahan, kesalahan dalam menulis angka, Kesalahan dalam melakukan perhitungan, kesulitan dalam mengenal nilai tempat pada soal penjumlahan bersusun. Berdasarkan fakta dilapangan peneliti menemukan beberapa masalah seperti guru masih banyak menggunakan metode pembelajaran konvensional berupa ceramah dan latihan soal, aktivitas belajar siswa cenderung pasif, kurang berpartisipasi dalam diskusi, dan mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep dasar Matematika. Hal ini menyebabkan Motivasi belajar siswa menurun, dan mereka menganggap Matematika membosankan dan sulit. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui problem based learning pada mata pelajaran matematika kelas III SDN 4 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek 32 siswa. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus 2 siklus yaitu siklus 1 dan siklus 2, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, kuisioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa, aktivitas guru, dan aktivitas siswa. Pada pra-tindakan, ketuntasan siswa 18,75%, siklus I 53%, dan siklus II 87,5%. Aktivitas guru meningkat dari 3,5 pada siklus I menjadi 4 pada siklus II, dan aktivitas siswa dari 3,4 pada siklus I menjadi 4 pada siklus II. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan aktivitas belajar siswa dikelas. model problem-based learning tidak hanya efektif dalam meningkatkan pemahaman materi pelajaran, tetapi juga mendorong keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Model ini memungkinkan siswa untuk lebih aktif, kreatif, dan kolaboratif, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan.

Seni Ukir Sakuwai Pambak Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Rinaldi. 2024. Seni Ukir Sakuwai Pambak Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Skripsi Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Anak Agung Gede Wiranata, S.Ag., M.Ag Pembimbing II Mitro, S. Pd., M. Si Penelitian dalam skripsi ini mengkaji tentang Seni Ukir Sakuwai Pambak pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Seni Ukir Sakuwai Pambak merupakan sebuah ukiran yang terdapat pada pambak dengan bentuk yang menyerupai perahu, yang dibuat dengan cara diukir secara detail yang membentuk suatu ukiran yang indah menyerupai burung tingang yang lengkap dengan kepala, ekor dan sayap yang terdapat di atas palapah pambak. Akan tetapi konteks di Desa Tewang Darayu bahwa masyarakat Hindu Kaharingan belum memahami apa saja bentuk dan makna dalam seni ukir Sakuwai Pambak, terkhususnya untuk generasi-generasi muda yang berada di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Manyarakat Hindu Kaharingan hanya mengetahui fungsi Sakuwai Pambak ini adalah sebagai pelengkap Pambak itu sendiri. Berdasarkan latar belakang, maka penelitian ini mengkaji: (1) Bagaimanakah proses pembuatan seni ukir Sakuwai Pambak pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan? (2) Bagaimanakah bentuk fungsi dan makna seni ukir Sakuwai Pambak pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan? Teori yang digunakan untuk menganalisis terdahap rumusan masalah, yaitu menggunakan 4 (empat) teori. (1) Teori Penciptaan Karya Seni, (2) Teori Bentuk, (3) Teori Fungsionalisme dan (4) Teori Interpetaktif Simbolik, sedangkan teknik yang digunakan teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara, dan studi dokumen, kemudian data dianalis dengan mengunakan TeknikPurposive Sampling. Adapun hasil dari penelitian ini tentang Seni Ukir Sakuwai Pambak akan dijelaskan sebagai berikut: (1). 1 Asal Usul Sakuwai Pambak, 2 Upacara Yang Dilaksanakan Sebelum Membuat Sakuwai Pambak di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan, 3 Alat dan Bahan Yang Digunakan Untuk Membuat Sakuwai Pambak, 4 Bagaimana Proses Pembuatan Sakuwai Pambak di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. (2). 1 Bentuk Seni Ukir Sakuwai Pambak di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan, 2 Fungsi Seni Ukir Sakuwai Pambak di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan, .3 Makna Seni Ukir Sakuwai Pambak di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan.

Pelaksanaan Upacara Tiwah di Desa Samba Danum Kecamatan Katingan Tengah (Perspektif Manajemen Pendidikan Agama Hindu)

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji tentang pelaksanaan upacara tiwah di Desa Samba Danum Kecamatan Katingan Tengah dalam perspektif Manajemen Pendidikan Agama Hindu. Berdasarkan fenomena lapangan bahwa pelaksanaan upacara tiwah pada masyarakat Hindu Kaharingan belum dikelola secara manajemen, sarana prasarana dan proses pelaksanaannya belum tertata dengan rapi serta nilai-nilainya kurang dipahami dengan baik sehingga perlu adanya manajemen yang baik. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan pada fokus kajian tiga aspek permasalahan, yaitu (1) Bagaimana tata pelaksanaan upacara tiwah; (2) Apakah nilai-nilai manajemen pendidikan agama Hindu dalam pelaksanaan upacara tiwah; (3) Apakah implikasi pelaksanaan upacara tiwah dalam perspektif manajemen pendidikan agama Hindu. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Jenis data, data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data digunakan teknik observasi partisipan, wawancara semi-struktur serta studi dokumen. Informan ditentukan secara purposive. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama, serta instrumen pendukung pedoman wawancara, kamera, tape recorder, alat tulis. Data dilakukan verifikasi dan dianalisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dideskripisikan berikut ini. Pertama, tata pelaksanaan upacara tiwah dilakukan dengan empat proses yaitu perencanaan upacara tiwah, Pengorganisasian, Pelaksanaan/penggerakan, pengawasan. Kedua, nilai-nilai manajemen pendidikan agama Hindu ada tujuh diantaranya lebih bertanggung jawab, lebih beretika, lebih estetika, lebih disiplin, lebih efektif dan efisien, lebih teratur dan lebih material. Ketiga, implikasi pelaksanaan upacara tiwah ada dua yaitu implikasi positif dan implikasi negatif. Dari analisis dalam pembahasan dapat disimpulkan bahwa upacara tiwah di Desa Samba Danum yang dilakukan dengan manajemen pelaksanaan yang tertata dan sesuai dengan nilai-nilai manajemen yang baik serta implikasinya bertujuan menjadi masyarakat umat Hindu Kaharingan sejahtera, harmonis dan bahagia.

PENYELESAIAN KASUS PIDANA DI KEDAMANGAN SABANGAU KOTA PALANGKA RAYA

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Putri Legina Prayoga, Penyelesaian Kasus Pidana Di Kedamangan Sabangau Kota Palangka Raya. Dosen Pembimbing I, Dr. Agung Adi S.Ag., M. Si. Dosen Pembimbing II I Kadek Kartika Yase, MH Kedamangan merupakan lembaga adat di Kalimantan Tengah yang hingga saat ini tetap menjadi pilihan oleh masyarakat dalam menyelesaikan sengketa. Penyelesaian sengketa dimaksud tidak hanya mencakup masalah tradisi atau adat, tetapi telah merambah pada persoalan-persoalan pidana sebagaimana yang di lakukan oleh Kedamangan Sabangau Kota Palangka Raya. Berdasarkan fenomena di atas tersebut, penelitian tertarik melakukan penelitian dengan merumuskan tiga pertanyaan yaitu, 1) Apa faktor-faktor yang menyebabkan pemilihan Kedamangan dalam penyelesaian kasus pidana di Kedamangan Sabangau Kota Palangka Raya? 2) Bagaimanakah penyelesaian kasus pidana di Kedamangan Sabangau Kota Palangka Raya ? 3) Bagaimanakah penerapan sanksi dalam penyelesaian kasus pidana di Kedamangan Sabangau Kota Palangka Raya?. Metode penelitian yang digunakan adalah hukum empiris sosiologis dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sedangkan teori yang diigunakan untuk menganalisis rumusan masalah tersebut adalah teori Kewenangan, teori Penegak Hukum, dan teori Keadilan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, 1) Faktor-faktor yang menyebabkan Pemilihan Kedamangan dalam penyelesaian kasus pidana meliputi tiga hal, (a) proses penyelesaian di Kedamnagan lebih sederhana; (b) biaya yang di keluarkan dalam proses penyelesaian lebih rendah; (c) proses penyelesaian relatif cepat. Selain itu terdapat pula kepercayaan masyarakat yang kuat terhadap lembaga Kedamangan yang dapat mewujudkan rasa aman, tertib, dan keadilan. 2) Penyelesaian kasus pidana di Kedamangan melalui beberapa proses, meliputi: (a) pelaporan peristiwa pidana; (b) surat panggilan, (c) pemeriksaan pelaku, (c) rapat internal, (d) rapat musyawarah, (e) kesepakatan damai, (f) pembacaan keputusan, dan penandatanganan surat perjanjian. 3) Penerapan sanksi (singer) dalam kasus pidana di Kedamangan Sabangau memiliki beberapa poin, seperti jenis pelanggaran, sanksi, norma adat, hukum adat, dan tindakan pidana yang diatur. Besaran sanksi (singer) tergantung pada jenis pelanggaran adat. Sanksi adat termasuk denda adat dan sangat ditaati oleh masyarakat. Orang Dayak dan masyarakat Adat Dayak di Kedamangan Sabangau masih mematuhi hukum adat yang berlaku, sehingga setiap perkara harus diperiksa, diadili, dan diputuskan. Hukum adat ini masih eksis dan dipatuhi hingga saat ini.

Eksistensi Serati dalam Mengajarkan Keterampilan Membuat Sarana Upakara pada Pemuda Hindu di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

KADEK CANDRA ADINATA, 2024: Eksistensi Serati Dalam Mengajarkan Keterampilan Membuat Sarana Upakara Pada Pemuda Hindu Di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang, Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II, Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.Ag Skripsi ini mengkaji tentang eksistensi serati dalam mengajarkan membuat sarana upakara pada pemuda Hindu, sebab pemuda-pemudi kurangnya memahami membuat sarana upacara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran serati dalam mengajarkan keterampilan membuat sarana upacara pada pemuda hindu di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Tujuan yang terdapat yaitu: 1). Mengetahui peran serati dalam mengajarkan keterampilan membuatsarana upacara pada pemuda-pemudi Hindu di Desa Batu Nindan? 2). Mengetahui bagaimana kendala serati dalam mengajarkan keterampilan membuat sarana upacara pada pemuda-pemudi Hindu di Desa Batu Nindan kecamatan Basarang kabupaten Kapuas? 3). Mengetahui upaya serati dalam mengajarkan keterampilan membuat sarana upacara pada pemuda-pemudi Hindu di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Penelitian ini mengunakan metode penelitian deskriftif kualitatif, informan dalam penelitian ini yaitu berjunlah 6 (enam) informan. Teknik pengumpulan data yaitu tehnik observsi, wawancara dan dokumentasi. Waktu penelitian di lakukan selama 1 (satu) bulan yaitu dari tanggal 15 Agustus – 15 September 2024. Adapun yang menjadi tempat penelitian ini adalah Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Berdasarkan pembahasan dan analisis dengan menggunakan teori menunjukan bahwa Serati berperan mengarahkan pemuda-pemudi Hindu, dan sekaligus berperan aktif dalam mengajarkan pembuatan sarana upacara. Kendala pembuatan sarana upacara yaitu kurangnya minat pemuda-pemudi Hindu dalam mengikuti pelatihan pembuatan sarana upacara, serta kesulitan dalam mendapatkan daun kelapa yang digunakan dalam pembuatan sarana upacara. Upaya-upaya Serati dalam mengatasi kendala membuat sarana upacara yaitu dengan cara memberikan motivasi dan pencerahan pada pemuda-pemudi Hindu, dalam mengikuti pelatihan membuat sarana upacara. Selain itu juga Serati berinisiatif dengan mengunakan daun kelapa sawit untuk pelatihan membuat sarana upacara, karena susahnya mendapatkan daun kelapa di Desa Batu Nindan.

PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN HINDU PADA SISWA ADI WIDYALAYA WIDYA BHAKTI KOTA PALANGKA RAYA

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

MINARTI, 2024, Planting Hindu Education Values in Students Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya City. Scripting of the Hindu Education Program, Faculty of Dharma Acharia IAHN-TP Palangka Raya Instructor I. Dr. Pranata, S.Pd., M.Si and Counselor II Nyoman Sumarni. S.Ag., M.Si This study examines the Planting of Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students in Palangka Raya City. This research is set in place with religious education is one of the factors that can determine a person to be a man of noble character. Therefore, religious education emphasizes the change in behavior from bad to good, especially to students in Adi Widyalaya Widya Bhakti, Palangka Raya City. There are three problems, namely How to Plant Hindu Education Values in Students Adi Widyalaya Widya Bhakti, Palangka Raya City, What are the obstacles to planting Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students in Palangka Raya City and how to overcome the obstacles to planting Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students in Palangka Raya City. The purpose of this study is as follows: 1. The general purpose is to refer to the overview title To Know and Analysis the Planting of Hindu Education Values on Students Adi Widyalaya Widya Bhakti, Palangka Raya City.2. Special Purpose to Know and Analyse the Planting of Hindu Education Values, Analysis of obstacles and to find out the Efforts to overcome the Planting of Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students of Palangka Raya City. Research methods used qualitative methods. The theories used include Behavioristic theory, obstacle theory and Role theory. The techniques used are purposive sampling consisting of the school's Foundation Education Coordinator (one person), the principal (one person), the teacher (two people), the student's parents (two people) and the student's informant (three people). Data collection techniques: 1) observations, 2) interviews, and 3) documentation. Furthermore, data analysis techniques consist of data reduction/condensation, data presentation, and results/conclusion discovery stages. Based on the research results, it can be concluded that 1) How to Plant Hindu Education Values in Students Adi Widyalaya Widya Bhakti, Palangka Raya City, 2) What are the obstacles to planting Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students, Palangka Raya City, 3) What are the efforts in overcoming the obstacles to planting Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students, Palangka Raya City.

Penyelesaian Kasus Pidana di Kedamangan Sabangau Kota Palangka Raya

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Putri Legina Prayoga, Penyelesaian Kasus Pidana Di Kedamangan Sabangau Kota Palangka Raya. Dosen Pembimbing I, Dr. Agung Adi S.Ag., M. Si. Dosen Pembimbing II I Kadek Kartika Yase, MH Kedamangan merupakan lembaga adat di Kalimantan Tengah yang hingga saat ini tetap menjadi pilihan oleh masyarakat dalam menyelesaikan sengketa. Penyelesaian sengketa dimaksud tidak hanya mencakup masalah tradisi atau adat, tetapi telah merambah pada persoalan-persoalan pidana sebagaimana yang di lakukan oleh Kedamangan Sabangau Kota Palangka Raya. Berdasarkan fenomena di atas tersebut, penelitian tertarik melakukan penelitian dengan merumuskan tiga pertanyaan yaitu, 1) Apa faktor-faktor yang menyebabkan pemilihan Kedamangan dalam penyelesaian kasus pidana di Kedamangan Sabangau Kota Palangka Raya? 2) Bagaimanakah penyelesaian kasus pidana di Kedamangan Sabangau Kota Palangka Raya ? 3) Bagaimanakah penerapan sanksi dalam penyelesaian kasus pidana di Kedamangan Sabangau Kota Palangka Raya?. Metode penelitian yang digunakan adalah hukum empiris sosiologis dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sedangkan teori yang diigunakan untuk menganalisis rumusan masalah tersebut adalah teori Kewenangan, teori Penegak Hukum, dan teori Keadilan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, 1) Faktor-faktor yang menyebabkan Pemilihan Kedamangan dalam penyelesaian kasus pidana meliputi tiga hal, (a) proses penyelesaian di Kedamnagan lebih sederhana; (b) biaya yang di keluarkan dalam proses penyelesaian lebih rendah; (c) proses penyelesaian relatif cepat. Selain itu terdapat pula kepercayaan masyarakat yang kuat terhadap lembaga Kedamangan yang dapat mewujudkan rasa aman, tertib, dan keadilan. 2) Penyelesaian kasus pidana di Kedamangan melalui beberapa proses, meliputi: (a) pelaporan peristiwa pidana; (b) surat panggilan, (c) pemeriksaan pelaku, (c) rapat internal, (d) rapat musyawarah, (e) kesepakatan damai, (f) pembacaan keputusan, dan penandatanganan surat perjanjian. 3) Penerapan sanksi (singer) dalam kasus pidana di Kedamangan Sabangau memiliki beberapa poin, seperti jenis pelanggaran, sanksi, norma adat, hukum adat, dan tindakan pidana yang diatur. Besaran sanksi (singer) tergantung pada jenis pelanggaran adat. Sanksi adat termasuk denda adat dan sangat ditaati oleh masyarakat. Orang Dayak dan masyarakat Adat Dayak di Kedamangan Sabangau masih mematuhi hukum adat yang berlaku, sehingga setiap perkara harus diperiksa, diadili, dan diputuskan. Hukum adat ini masih eksis dan dipatuhi hingga saat ini.

Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Hindu pada Siswa Adi Widyalaya Widya Bhakti Kota Palangka Raya

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MINARTI, 2024, Planting Hindu Education Values in Students Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya City. Scripting of the Hindu Education Program, Faculty of Dharma Acharia IAHN-TP Palangka Raya Instructor I. Dr. Pranata, S.Pd., M.Si and Counselor II Nyoman Sumarni. S.Ag., M.Si This study examines the Planting of Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students in Palangka Raya City. This research is set in place with religious education is one of the factors that can determine a person to be a man of noble character. Therefore, religious education emphasizes the change in behavior from bad to good, especially to students in Adi Widyalaya Widya Bhakti, Palangka Raya City. There are three problems, namely How to Plant Hindu Education Values in Students Adi Widyalaya Widya Bhakti, Palangka Raya City, What are the obstacles to planting Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students in Palangka Raya City and how to overcome the obstacles to planting Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students in Palangka Raya City. The purpose of this study is as follows: 1. The general purpose is to refer to the overview title To Know and Analysis the Planting of Hindu Education Values on Students Adi Widyalaya Widya Bhakti, Palangka Raya City.2. Special Purpose to Know and Analyse the Planting of Hindu Education Values, Analysis of obstacles and to find out the Efforts to overcome the Planting of Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students of Palangka Raya City. Research methods used qualitative methods. The theories used include Behavioristic theory, obstacle theory and Role theory. The techniques used are purposive sampling consisting of the school's Foundation Education Coordinator (one person), the principal (one person), the teacher (two people), the student's parents (two people) and the student's informant (three people). Data collection techniques: 1) observations, 2) interviews, and 3) documentation. Furthermore, data analysis techniques consist of data reduction/condensation, data presentation, and results/conclusion discovery stages. Based on the research results, it can be concluded that 1) How to Plant Hindu Education Values in Students Adi Widyalaya Widya Bhakti, Palangka Raya City, 2) What are the obstacles to planting Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students, Palangka Raya City, 3) What are the efforts in overcoming the obstacles to planting Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students, Palangka Raya City.

Daun Sambabelum sebagai Sarana dalam Upacara Perkawinan Agama Hindu Kaharingan di Desa Penda Nange Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan Perspektif Filosofi Hindu

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

RUMINA : (2024) Daun Sambabelum Sebagai Sarana Dalam Upacara Perkawinan Agama Hindu Kaharingan Di Desa Penda Nange Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan Perspektif Filosofi Hindu.(Pembimbing I Drs. I Ketut Soter, M.Pd.H dan Pembimbing II I Gede Arya Juni Arta, S.Fil.H.,M.Ag). Upacara perkawinan Hindu Kaharingan di Desa Penda Nange, Kecamatan Bukit Raya, Kabupaten Katingan, banyak yang kurang mengetahui fungsi dan makna, dan nilai dari penggunaan daun sambabelum. Penelitian bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang fungsi dan makna daun sambabelum sebagai sarana dalam upacara agama Hindu Kaharingan. Dari latar belakang tersebut, adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana fungsi daun sambabelum(kalanchoe pinneta)dalam upacara perkawinan agama Hindu Kaharingan di Desa Penda Nange, Kecamatan Bukit Raya, Kabupaten Katingan, (2) Bagaimana makna daun sambabelum (kalanchoe pinneta)dalam upacara perkawinan agama Hindu kaharingan di Desa Penda Nange, Kecamatan Bukit Raya, Kabupaten Katingan.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah metode observasi, wawancara,dan dukumen/perpustakaan. Teori-teori yang digunakan untuk mengkajikan permasalahan bagi peneliti ini menggunakan, (1) teori religi dan (2) teori simbolik. Subjek penelitian ini adalah: pisor, tokoh adat, majelis desa, mantir adat, dan orang-orang yang mengetahui tentang penelitian yang dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian lapangan bahwa dalam upacara perkawinan agama Hindu Kaharingan, maka fungsi daun Sambabelum adalah sebagai simbolkebersamaan, perlindungan spiritual, penyucian, kehidupan dan keseimbangan, melestarikan budaya, keberuntungan, kesuburan, dan keharmonisan. sedangkan maknanya sebagai kesuburan, kesucian dan penyucian, keberkahan dan kesejahteraan, keseimbangan, kebersamaan, keharmonisan dan kebahagiaan, nilai budaya dan tradisi, dan filosofi kehidupan berumah tangga.

Seni Ukir Sakuwai Pambak pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rinaldi. 2024. Seni Ukir Sakuwai Pambak Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Skripsi Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Anak Agung Gede Wiranata, S.Ag., M.Ag Pembimbing II Mitro, S. Pd., M. Si Penelitian dalam skripsi ini mengkaji tentang Seni Ukir Sakuwai Pambak pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Seni Ukir Sakuwai Pambak merupakan sebuah ukiran yang terdapat pada pambak dengan bentuk yang menyerupai perahu, yang dibuat dengan cara diukir secara detail yang membentuk suatu ukiran yang indah menyerupai burung tingang yang lengkap dengan kepala, ekor dan sayap yang terdapat di atas palapah pambak. Akan tetapi konteks di Desa Tewang Darayu bahwa masyarakat Hindu Kaharingan belum memahami apa saja bentuk dan makna dalam seni ukir Sakuwai Pambak, terkhususnya untuk generasi-generasi muda yang berada di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Manyarakat Hindu Kaharingan hanya mengetahui fungsi Sakuwai Pambak ini adalah sebagai pelengkap Pambak itu sendiri. Berdasarkan latar belakang, maka penelitian ini mengkaji: (1) Bagaimanakah proses pembuatan seni ukir Sakuwai Pambak pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan? (2) Bagaimanakah bentuk fungsi dan makna seni ukir Sakuwai Pambak pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan? Teori yang digunakan untuk menganalisis terdahap rumusan masalah, yaitu menggunakan 4 (empat) teori. (1) Teori Penciptaan Karya Seni, (2) Teori Bentuk, (3) Teori Fungsionalisme dan (4) Teori Interpetaktif Simbolik, sedangkan teknik yang digunakan teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara, dan studi dokumen, kemudian data dianalis dengan mengunakan TeknikPurposive Sampling. Adapun hasil dari penelitian ini tentang Seni Ukir Sakuwai Pambak akan dijelaskan sebagai berikut: (1). 1 Asal Usul Sakuwai Pambak, 2 Upacara Yang Dilaksanakan Sebelum Membuat Sakuwai Pambak di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan, 3 Alat dan Bahan Yang Digunakan Untuk Membuat Sakuwai Pambak, 4 Bagaimana Proses Pembuatan Sakuwai Pambak di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. (2). 1 Bentuk Seni Ukir Sakuwai Pambak di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan, 2 Fungsi Seni Ukir Sakuwai Pambak di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan, .3 Makna Seni Ukir Sakuwai Pambak di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan.

Eksistensi Penggunaan Anyaman Lontong pada Masyarakat di Desa Putat Durei Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lontong merupakan alat yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk bertani, berladang dan memancing, bahkan pada zaman dahulu banyak masayarakat Desa Putat Durei yang bisa membuat lontong. Namun seiring perkembangn zaman saat ini eksistensi seni menganyam lontong mengalami kemunduran. Hal ini dikarenakan kurangnya minat masyarakat untuk belajar menganyam, sehingga pengrajin lontong di Desa Putat Durei hanya tersisa lima orang dengan keterangan lanjut usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1)Faktor yang mempengaruhi eksistensi pengunaan lontong pada masyarakat di Desa Putat Durei Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas, 2)eksistensi seni menganyam lontong pada masyarakat di Desa Putat Durei Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu: teorieksistensi dan teori fungsionalisme. Data yang telah dikumpul dianalisi dengan pendekaan kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Teknik Analisis Data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini terdiri dari pengrajin dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa :1) Faktor yang mempengaruhi eksistensi lontong pada masyarakat di Desa Putat Durei Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas yaitu perubahan selera ekonomi, tradisi dan budaya, kurangnya pembinaan dari pemerintah atau lembaga lainnya. 2) Eksistensi seni menganyam lontong pada masyarakat Desa Putat Durei Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas mengalami kemunduran, hal ini dikarenakan kurangnya minat masyarakat dalam mempelajari seni anyaman. Pengrajin lontong yang ada di Desa Putat durei hanya berjumlah lima orang dengan keterangan lanjut usia.

Daun Sambabelum sebagai Sarana dalam Upacara Perkawinan Agama Hindu Kaharingan di Desa Penda Nange Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan Perspektif Filosofi Hindu

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RUMINA : (2024) Daun Sambabelum Sebagai Sarana Dalam Upacara Perkawinan Agama Hindu Kaharingan Di Desa Penda Nange Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan Perspektif Filosofi Hindu.(Pembimbing I Drs. I Ketut Soter, M.Pd.H dan Pembimbing II I Gede Arya Juni Arta, S.Fil.H.,M.Ag). Upacara perkawinan Hindu Kaharingan di Desa Penda Nange, Kecamatan Bukit Raya, Kabupaten Katingan, banyak yang kurang mengetahui fungsi dan makna, dan nilai dari penggunaan daun sambabelum. Penelitian bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang fungsi dan makna daun sambabelum sebagai sarana dalam upacara agama Hindu Kaharingan. Dari latar belakang tersebut, adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana fungsi daun sambabelum(kalanchoe pinneta)dalam upacara perkawinan agama Hindu Kaharingan di Desa Penda Nange, Kecamatan Bukit Raya, Kabupaten Katingan, (2) Bagaimana makna daun sambabelum (kalanchoe pinneta)dalam upacara perkawinan agama Hindu kaharingan di Desa Penda Nange, Kecamatan Bukit Raya, Kabupaten Katingan.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah metode observasi, wawancara,dan dukumen/perpustakaan. Teori-teori yang digunakan untuk mengkajikan permasalahan bagi peneliti ini menggunakan, (1) teori religi dan (2) teori simbolik. Subjek penelitian ini adalah: pisor, tokoh adat, majelis desa, mantir adat, dan orang-orang yang mengetahui tentang penelitian yang dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian lapangan bahwa dalam upacara perkawinan agama Hindu Kaharingan, maka fungsi daun Sambabelum adalah sebagai simbolkebersamaan, perlindungan spiritual, penyucian, kehidupan dan keseimbangan, melestarikan budaya, keberuntungan, kesuburan, dan keharmonisan. sedangkan maknanya sebagai kesuburan, kesucian dan penyucian, keberkahan dan kesejahteraan, keseimbangan, kebersamaan, keharmonisan dan kebahagiaan, nilai budaya dan tradisi, dan filosofi kehidupan berumah tangga.

Literasi Digital dan Kekuatan Media Sosial: Transformasi Sosial, Budaya, Ekonomi dan Pendidikan

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku ini mendiskusikan tentang dinamika literasi digital sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan milenial saat ini, terlebih lagi literasi digital saat ini memiliki peran utama dalam memberikan wawasan yang disebarluaskan melalui media sosial. Jika generasi milenial tidak bijak dalam bermedsos, maka akan terjebak dalam hegemoni hedonis yang akhirnya masa depan menjadi taruhannya. Oleh karena itu dalam diskusi yang ditulis dalam buku ini membahas berbagai hal yang dikemas dalam ruang lingkup sosial, budaya, ekonimi dan pendidikan.

Manajemen Komunikasi Digital Terkini

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Proses komunikasi di dunia digital, tidak berlangsung di ruang hampa, karena itu penting untuk membenahi tata kelola dari pola komunikasi digital. Komunikasi digital adalah realitas dan bentuk baru dari kehidupan manusia modern. Format tersebut, membentuk kompleksitas serta budaya yang menyertainya. Perencanaan komunikasi digital menjadi sebuah hal vital di masa kini. Bila tidak mampu dikelola, kegagalan komunikasi digital bisa jadi berdampak fatal bagi eksistensi sebuah citra. Buku ini menawarkan perspektif yang lengkap dalam mengelola strategi komunikasi digital. Pada akhirnya, buku yang dirangkum dari beberapa penulis yang dijadikan sebuah kolaborasi ini menawarkan kedalaman pembahasan dari aspek teoritik hingga tingkat praktis, disertai berbagai detail operasional dalam mengelola hingga mengukur keberhasilan manajemen komunikasi digital. Semoga dengan kehadiran buku ini dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan dan wawasan akan pengetahuan tentang manajemen komunikasi digital terkini.

STRATEGI GURU DALAM PEMBELAJARAN DI PASRAMAN PARAWEI DESA PETAK BAHANDANG KECAMATAN KURUN KABUPATEN GUNUNG MAS

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Nina Novi Irawan, 2023. Strategi Guru Pembelajaran Di Pasraman Parawei Desa Petak Bahandang Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas. Skripsi, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : I Made Paramarta, S.Ag.,M.Si, Pembimbing II : Hendri, S.Ag.,M.Si Pasraman Parawei merupakan wadah bagi siswa untuk mendalami ajaran agama secara non formal. Namun fenomena yang terjadi di Pasraman Parawei Desa Petak Bahandang Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas, terdapat kurangnya semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran setiap hari minggu di Pasraman tersebut. Kurangnya minat siswa dalam pelaksanaan pembelajaran di Pasraman dikarenakan media pembelajaran yang digunakan hanya buku dan dengan fasilitas seadanya saja tanpa ada fasilitas pendukung lainnya. Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk Mengetahui Bagaimanakah Strategi Guru Dalam Pembelajaran di Pasraman Parawei Desa Petak Bahandang Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas. 2) Untuk Mengetahui apa saja kendala dalam Pembelajaran di Pasraman Parawei Desa Petak Bahandang Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu: teorikonstruktivisme, teori kendala da teori strategi. Data yang telah dikumpul dianalisi dengan pendekaan kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Teknik Analisis Data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini terdiri dari Ketua Pasraman, guru Pasraman dan siswa Pasraman. Hasil penelitian digunakan untuk menunjukkan: 1) Strategi pembelajaran yang dilakukan guru Pasraman Parawei dilakukan dengan berbagai macam strategi yakni dengan metode ceramah, tanya jawab, dan praktek. 2) Kendala yang dihadapi guru agama Hindu dalam proses pembelajaran di Pasraman Parawei ialah karena kurangnya sarana dan prasana penunjang proses pembelajaran. Kurangnya minat siswa untuk belajar di Pasraman merupakan kendala lain yang dihadapi guru di Pasraman Parawei.

UPACARA KEMATIAN TURU OLOPADA UMAT HINDU KAHARINGANDI DESA PAYANG ARA KABUPATEN BARITO UTARA(PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA HINDU)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

SECI LESTARINA, 2023. Upacara kematian turu olo pada umat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kabupaten Barito Utara (Perspektif Pendidikan Agama Hindu) Pembimbing I Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II Dr. Nali Eka, S.Ag.,M.Si Upacara Turu Olo juga merupakan suatu upacara yang ditujukan kepada leluhur (pitra yadnya). Upacara ini dilaksankan sebagai ungkapan syukur kepada Dewa Kelelungan Aning Kekelio sebagai manisfestasi Ranying Hatalla Langit Juus Tuha Alah Tala yang telah diyakini membantu dan mewujudkan harapan apa yang dikehendaki atau diinginkan. Berdasarkan uraian di atas, rumusan masalah yang dapat diangkat oleh peneliti yaitu: 1. Bagaimana Pelaksanaan Upacara Kematian Turu Olo Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara? 2. Apakah Fungsi Upacara Kematian Turu Olo Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara? 3. Bagaimana Perspektif Pendidikan Agama Hindu dalam Upacara Kematian Turu Olo Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara?. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami proses pelaksanaan upacara Kematian Turu Olo pada umat Hindu Kaharingan, fungsi dan nilai-nilai yang terkandung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan teori Religi, teori Fungsional Struktural, dan teori Nilai. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan lokasi penelitian di Desa Payang Ara, jenis dan sumber data yang digunakan: sumber data primer dan data sekunder, teknik penentuan informan yaitu teknik purposive, teknik pengumpulan data yang digunakan: observasi, wawancara, dan dokumentasi, instrument penelitian kualitatif, teknik analisis data yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Dari penelitian yang dilakukan tentang upacara Kematian Turu Olo pada umat Hindu yaitu dalam pelaksanaannya memiliki beberapa tahap:1. Persiapan, 2. Pelaksanaan, 3. Tahap akhir yang memiliki fungsi sebagai: 1. Menjaga hubungan harmonis dengan tuhan dan leluhur, 2. Menjaga hubungan harmoni dengan sosial sesama manusia. Selain mempunyai fungsi upacara Kematian Turu Olo juga perspektif pendidikan agama Hindu terhadap upacara yakni: 1. Perspektif pendidikan Tattwa agama Hindu, 2. Perspektif pendidikan Etika agama Hindu, 3. Perspektif pendidikan upacara agama Hindu. Upacara Kematian Turu Olo ini biasanya dilakukan setelah penguburan atau setelah orang meninggal, dimana penduduk setempat bergotong-royong untuk membuat perlengkapan sarana dan prasarana untuk memberikan sesaji kepada roh bagi umat Hindu kaharingan yang berada di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. bahwa Turu Olo memiliki nilai magis yang sangat tinggi, karena di samping bisa memberikan tuah rezeki kepada keluarga dan anak cucunya juga diyakini sebagai pelindung terhadap segala gangguan malapetaka.