Abstrak
Penelitian ini mengkaji tentang pelaksanaan upacara tiwah di Desa Samba Danum Kecamatan Katingan Tengah dalam perspektif Manajemen Pendidikan Agama Hindu. Berdasarkan fenomena lapangan bahwa pelaksanaan upacara tiwah pada masyarakat Hindu Kaharingan belum dikelola secara manajemen, sarana prasarana dan proses pelaksanaannya belum tertata dengan rapi serta nilai-nilainya kurang dipahami dengan baik sehingga perlu adanya manajemen yang baik. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan pada fokus kajian tiga aspek permasalahan, yaitu (1) Bagaimana tata pelaksanaan upacara tiwah; (2) Apakah nilai-nilai manajemen pendidikan agama Hindu dalam pelaksanaan upacara tiwah; (3) Apakah implikasi pelaksanaan upacara tiwah dalam perspektif manajemen pendidikan agama Hindu. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Jenis data, data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data digunakan teknik observasi partisipan, wawancara semi-struktur serta studi dokumen. Informan ditentukan secara purposive. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama, serta instrumen pendukung pedoman wawancara, kamera, tape recorder, alat tulis. Data dilakukan verifikasi dan dianalisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dideskripisikan berikut ini. Pertama, tata pelaksanaan upacara tiwah dilakukan dengan empat proses yaitu perencanaan upacara tiwah, Pengorganisasian, Pelaksanaan/penggerakan, pengawasan. Kedua, nilai-nilai manajemen pendidikan agama Hindu ada tujuh diantaranya lebih bertanggung jawab, lebih beretika, lebih estetika, lebih disiplin, lebih efektif dan efisien, lebih teratur dan lebih material. Ketiga, implikasi pelaksanaan upacara tiwah ada dua yaitu implikasi positif dan implikasi negatif. Dari analisis dalam pembahasan dapat disimpulkan bahwa upacara tiwah di Desa Samba Danum yang dilakukan dengan manajemen pelaksanaan yang tertata dan sesuai dengan nilai-nilai manajemen yang baik serta implikasinya bertujuan menjadi masyarakat umat Hindu Kaharingan sejahtera, harmonis dan bahagia.